Suami dan Inspirasinya :)

Menghitung hari sih udah biasa. Apalagi hari-hari pra nikah. Always happy through that thing! Dan setelah pernikahan banyak hal yang berubah, banyak sekali. Untuk cerita yang satu ini adalah salah satu changing yang terjadi pasca pernikahan saya dengan Aa. It’s about how to manage financial things, tentang situasi menghitung dalam rumah tangga kami 🙂

Dari awal kita udah banyak ngobrol masalah duit. Masalah paling sensitif dan santer dijadikan penyebab utama keretakan rumah tangga. Tiada lain dan tiada bukan adalah: masalah ekonomi. Agak khawatir sih ketika tau bahwa jodoh yang ada di hadapan saya adalah seorang ekonom. Hmmm.. sosok yang memiliki keahlian dimana keahliannya itu gak banget buat saya. Saya gak gitu suka sama ekonomi. Saya gak pernah care sama yang namanya duit. Flownya cuma dikasih sama ortu, terus dibeliin makan, ongkos ke sana ke mari, nyalon, dan beli buku. Just it. Gak terpikir untuk memanagenya menjadi suatu cashflow yang rapi jali dan mungkin malah nambah pemasukan. Sama sekali gak terpikir untuk itu. Tapi, semuanya berubah ketika saya ketemu sama si calon suami. Saya diajak untuk tau cashflow dia sebelum lebih jauh diajak married sama dia (Eh, diajakin married dulu ding baru dikasih the big secret of his life-nya). Pertama kali dikasih liat file tentang perencanaan keuangannya saya hanya cengok bego, garuk-garuk kepala padahal gak ada ketombenya. First impression saya, apaan sih ini? Gak ngerti. Hihihi.

Dia pun menjelaskan file dengan judul “INDRA’S FINANCIAL MONTHLY MAP 2010” Itu rapi banget. Semua pemasukan dia selama satu bulan, kalkulasinya dalam setahun, dan mau dibawa ke mana semua pemasukan itu nantinya, semuanya terplanning rapi sekali. Pantesan dulu dia dengan antusiasnya merekomendasikan situs tujuanloapa[dot]com. Itu dia banget ternyata. Dia dengan berapi-api menjelaskan setiap detail perencanaannya. Mulai dari pemasukan gaji bulanan, rencana jangka pendek, rencana jangka panjang, rencana investasi. Semuanya! Okei, saya cuma mangap dengan gak cantiknya. Selain gak gitu ngerti, saya amaze banget, ini bukan saya sama sekali. Setelah selesai dia menjelaskan, dia nanya sama saya,

“Gimana yang? Ada masalah gak dengan semua yang udah aku plan beberapa tahun ke depan?”

“Heh? Masalah? Masalah apa ya? Gak ada. Aku setuju-setuju aja.”

”Yah, kok setuju-setuju aja. Gak ada masukan???”

 

Aje gileee.. Saya aja bingung. Bener-bener bingung mana yang harus saya koreksi. Itu udah almost perfect buat saya. Sedikit cerita tentang latar belakang suami, dia itu pria (iyalah), anak pertama dari 3 bersaudara, kelahiran 83. Dia udah iseng-iseng nyari duit sejak kuliah. Dia bergabung dengan band religi yang sempet naik daun di Bandung. Mulai dari karirnya di dunia musik itulah dia punya penghasilan tambahan. Saya gak inget persis bagaimana perjalanan karirnya, yang pasti di usianya yang masih mahasiswa saat itu (terlepas mahasiswa asli atau abadi, hehe), dia udah punya banyak pengalaman kerja di sana-sini. Dia bisa biayain skripsi dan beli motor sendiri. Dan mungkin pembelian-pembelian barang lain yang dia beli pake uang sendiri tanpa sepengetahuan saya, karena saat masa-masa itu I’m not his someone special yet.

Januari 2009 saya dan dia mulai dekat berkat bantuan jejaring sosial dan di tahun itu pula dia langsung mengajak saya menikah. Dengan sangat matang. Selain pengetahuannya yang luas dan membuat saya nyaman diskusi apa saja dengan dia, dia sudah mapan. Hmmm.. bukan berarti saya matre yaa, tapi yang namanya hidup berdua itu bukan cuma makan cinta. Ada perhitungan teknis yang juga harus disiapkan untuk menyemikan cinta itu menjadi indah dan tidak menyusahkan sekitar dan juga calon anak. Iya ga?

Nah, sekarang sudah hampir 3 bulan usia pernikahan saya dengan dia. Banyak hal yang saya pelajari tentang keuangan. Amat sangat banyak. Sempet sih eneg juga kalo udah diskusi tentang rencana keuangan lagi, rencana keuangan lagi. Tapi beberapa hal yang akan jadi poin saya di tulisan ini adalah:

  1. Uang itu bukan segalanya tapi segalanya (meskipun terkadang tidak semua) membutuhkan yang namanya uang, jadi kita harus bener-bener mengaturnya dengan baik. Agar ketika kita butuh, uang itu selalu stand by untuk digunakan 😉
  2. Semua impian butuh dana. Saya dan impian seperti belahan jiwa, tidak ada impian tidak ada semangat, dan dari kesemua impian itu saya harus menyiapkan dana untuk mewujudkannya. Dengan pengetahuan tentang perencanaan keuangan, saya bisa mengatur mana impian yang membuat saya menghasilkan uang, mana yang membuat saya harus mengeluarkan uang. Semakin rapi, insya Allah semua impian saya akan terwujud.
  3. Dengan perencanaan, kita terlatih untuk displin. Ketika kita sudah mahir mengotak-atik pemasukan dan pengeluaran, kita tidak pernah merasa kekurangan. Karena apa? Karena kita tau dari mana uang itu datang dan akan ke mana uang itu pergi.
  4. Berhubung saya orang Islam yang sangat dihimbau oleh ajaran agama untuk rajin bersedekah, saya ingin punya penghasilan yang lebih dari yang lain agar saya selalu bisa berpartisipasi dalam kegiatan amal dan kegiatan sosial 🙂

Intinya adalah… siapapun anda. Sudah berkeluarga atau tidak, ayo kita mulai merubah pola pikir yang tadinya hanya mencari uang dan membelanjakannya, dengan pola pikir bagaimana uang ini berputar secara rapi dan menghasilkan nilai lebih di akun tabungan kita nanti. Banyak hal yang harus kita lakukan sebagai calon-calon orang sukses, jangan sampai keadaan ekonomi yang jadi hambatan. Selama kita mau, kita pasti bisa.

Saya adalah seorang istri yang amat sangat terinspirasi oleh pria pembelajar sejati tentang masalah financial planning ini. Saya jadi ikut tenang untuk kondisi keuangan saya nantinya. Dia bilang, susah atau senang dalam hidup itu bukan seberapa banyak uang yang kita punya tapi bagaimana kita bisa mengaturnya sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan. Kekayaan orang itu dinilai bukan dari uang yang masuk ke rekeningnya dia, tapi bagaimana dia bijak memutarkannya. Orang dengan penghasilan 100 juta dengan orang yang penghasilannya 10 juta akan terlihat sama saja, it’s about how you manage your cashflow 😉

Mungkin di luar sana masih banyak pria usia 27 tahun yang karirnya lebih baik dan lebih sukses daripada suami saya, tapi perjalanan yang sudah suami saya toreh di dunia keuangan, saya yakin dia adalah 1 dari 100 pria yang ada di Indonesia ini yang dapat melakukan hal tersebut. Atau mungkin 1 di antara 1000? Saya belum sempet survey sih. Hehe. Tapi yang pasti, di usianya yang masih kepala dua, dia sudah berhasil membeli rumah, menikahi mahasiswi yang juga dibiayai kuliah dan biaya hidupnya, dan juga membantu sesama untuk mewujudkan impian mereka. Terima kasih Allah. Semoga Aa selalu diberikan kebahagiaan yang tidak ada habisnya oleh Tuhan. Oiya, FYI, saya yang di awalnya bener-bener gak bisaan ngatur duit, berkat motivasi dan pembelajaran dari sang suami, sekarang saya juga udah punya penghasilan tambahan loh selain sibuk nguliah dan ngoass 🙂

It’s not about you can or not, it’s about you want or not!

Semoga bermanfaat!

One thought on “Suami dan Inspirasinya :)

  1. enggg ~ salah ga sih kalo aku terharu dan merasa tertampar?
    karena pengelolaan uang aku JELEK BANGET .. NGET, NGET, NGET.
    you know laa ~ lebih jelek dibanding kamu neng sejak jaman SMA kita bareng

    mengutip poin ini :
    Dengan perencanaan, kita terlatih untuk displin. Ketika kita sudah mahir mengotak-atik pemasukan dan pengeluaran, kita tidak pernah merasa kekurangan. Karena apa? Karena kita tau dari mana uang itu datang dan akan ke mana uang itu pergi.

    dem. ini yang paling sulit : me-restrain diri dari hal yang ga perlu, atau yang sebenernya bisa ditunda. Harusnya si uang pergi kemana, jadi pergi kemana.
    Kadang-kadang, ketika dalam kondisi punya uang, semua hal mendadak dalam status URGENT untuk dibeli, padahal ketika sudah berada ditangan kita .. *mikir* sebenernya barang ini perlu apa nggak? dan kadang berakhir menjadi seonggok pajangan manis diatas meja.

    pengen ngintip deh mapnya, serius T.T
    i should learn how to manage my cashflow from you .. and your husband 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s