duapuluhempat Anindra

Hari ini ulang tahunmu nak, yang kedua. Duapuluh empat bulan sudah Bunda menemanimu bertumbuh. Menjadi anak yang amat sangat lucu, menggemaskan, dan membuat Bunda dan Ayah BAHAGIA!

Ay ay naaak.. Waktu benar-benar begitu tidak terasa, rasanya baru kemarin Bunda menahan sakit karena kontraksi hebat di sekujur tubuh Bunda, tapi sekarang kamu sudah bisa berlari kesana kemari, menyanyi dan mengerlingkan mata dengan begitu genit dan manis.

Hari ini pun perayaan bagi Bunda yang sudah lulus selama 2 tahun memberimu ASI, hanya ASI tanpa tambahan susu formula. Alhamdulillah… perjuangan yang sangat panjang menahan perih, lelah, kantuk, dan pegal yang tidak ada duanya ketika harus tetap memberimu gizi terbaik melalui ASI. Itu yang bisa Bunda berikan, hanya sebagian kecil dari apa yang telah Allah anugerahkan untuk hidupmu.

Anin sayang, pada ulang tahun kedua ini Bunda ingin berbicara mengenai CINTA. Kenapa tentang cinta, Bunda? Ah entahlah, mungkin karena dampak nonton film cinta malam ini dan sekelumit kesah di luar sana yang merisaukan mengenai cinta.

Tahukah kau Nak? Arti CINTA yang sebenarnya adalah rasa di mana kamu merasa senang dan tentram. Bukan terjebak dalam tanya dan ketidakpastian yang berlarut panjang, atau mungkin romansa yang belum jelas ujungnya seperti apa.

Siang tadi Bunda mengirim pesan singkat untuk Ayahmu, betapa Bunda sangat bersyukur dengan kehidupan Bunda saat ini. Memiliki suami yang begitu baik hati dan penyabar, kamu yang sehat, cantik, dan menggemaskan, kehidupan yang layak, tidak kurang makan, Alhamdulillah. Tidak ada lah jua nikmat Allah yang akan Bunda dustakan. Terlebih mengenai CINTA.

Bersama Ayahmu, Bunda betul-betul mengerti arti cinta yang sebenarnya. Arti rasa tenang dan nyaman. Arti berjuang saat suka dan duka dengan ikatan yang halal.

Bunda begitu bahagia ketika saat ini bisa berbagi rasa senang dan lara dengan pasangan yang halal, cinta dunia yang menghembuskan nafas surga. Berselisih paham yang semakin mengikatkan genggaman. Suluh asmara yang menggugurkan dosa saat berpegangan tangan. Tatapan hangat yang menggetarkan jalan-jalan menuju nirwana.

Tidak mudah sayang untuk mendapat dan merasakan cinta yang indah seperti ini, Bunda dan Ayah harus mengikatnya dalam janji di depan wali. Ketika kau besar nanti, kau kelak akan mengerti bahwa rasa suka pada lawan jenis adalah hal yang indah. Jangan terbuai hanya dengan indah saat itu saja, cinta yang sebenarnya adalah perjalanan panjang bersama mengenal Tuhan melalui segala peristiwa dan ciptaanNya.

Bunda saat ini paham, bahwa CINTA sejati adalah pada Sang Pencipta, cinta dalam taat, bagaimana kita yakin penuh dengan segala aturan dan larangannya. Bagaimana kita menghamba tanpa tapi dan nanti.

Ketika CINTA itu sudah tumbuh dalam hatimu, segala yang ada di hadapan akan menjadi indah meski perih untuk dikunyah, meski pahit untuk ditelan.

Cintailah Tuhanmu Allah Yang Maha Esa melebihi apapun di dunia ini. Cintai Dia melebihi orang tua, pasangan, bahkan anakmu sendiri. Cintai Dia sebelum kau mencintai aktifitasmu dan apapun yang membuatmu sibuk. Cintai Dia dengan segenap hati dan rasa taatmu. Percayalah, itulah sebenar-benarnya cinta. Cinta yang seutuhnya membuatmu bahagia.

Selamat milad ya Anindra sayang, terima kasih sudah menjadi ladang amal untuk Bunda memberikan separuh hidup lewat ASI selama 2 tahun ini. I love you full, mmuuuah!!

Image

metamorfoself Anindra #2nd

Ta’aruf yang Benar

Siapa yang sedang berstatus pacaran? Atau pernah PACARAN? How does it feel? Bahagiakah?

Saya pernah pacaran. 5x sebelum menikah, pacar terakhir sekarang statusnya sudah merangkap sebagai suami dan bapak anak saya. Saya sudah cukup kenyang dengan yang namanya pacaran. Kenyang dengan pengalaman perihnya. Hehe.

Kalau boleh memutar waktu, rasanya ingin sekali mengulangi hidup dengan menjalaninya TANPA PACARAN. Meski begitu, semuanya harus menjadi pembelajaran. Saya tidak akan pernah berhenti berbagi tentang cerita pahit dan perihnya, agar dapat menjadi pelajaran, hikmah, dan jalan terang. Agar menjadi penggugur dosa atas apa yang sudah terlewati. Agar yang lain tidak terjebak pada dosa yang sama.

Saya tidak mengerti pastinya bagaimana PACARAN bisa menjadi sesuatu yang biasa, lumrah, dan dianjurkan di tengah masyarakat muslim, ketika sudah begitu jelas agama tidak mengajarkan, Rasul pun tidak mencontohkan. Kok bisa?

Ada banyak sekali faktor pendukungnya. Mulai dari ketidakharmonisan di rumah, lingkungan, media, iklan, program televisi yang MENGHALALKAN pacaran dan membuatnya menjadi hal biasa dan wajar.

Ketika teknologi semakin kencang berkembang, dan zaman semakin dewasa dengan modernisasinya, saya malah semakin cupu, saya semakin MENOLAK pacaran. Hari gini masih pacaran? Jika kembali ke masa lalu dan mengkalkulasikan waktu, energi, dan kegalauan yang tercipta dalam hubungan pacaran kayaknya bisa untuk membuat karya atau pencapaian yang luar biasa. Kalau saja…

Baiklah. Saya harusnya tidak boleh men-generalisir. Mereka yang pacaran pasti protes. Ah gue pacaran, tetep sukses kok! Iya deh iyaaa, tetep bisa sukses. Tetep bisa.

Tapi, jelas sudah umat Islam tidak diajarkan untuk berpacaran. Saya yakin itu karena lebih banyak peliknya daripada indahnya. Saya yakin itu. Yakin banget karena udah ngalamin sendiri. Apalagi ketika Pak Indra Noveldy (pakar pernikahan) mengatakan bahwa TIDAK ADA HUBUNGANNYA antara pacaran dengan pernikahan, wuiiih makin mantep saya say ENGGA! sama yang namanya pacaran. Ini adalah pilihan hidup masing-masing kita, mau ikut bilang ENGGA atau bilang iya, bebas.

Sebenarnya ada pilihan lain selain pacaran untuk mempersiapkan PERNIKAHAN. Agar yakin dan tidak salah pilih. Istilah ini dikenal dengan nama TA’ARUF. Untuk yang satu ini saya belajar banyak dari sahabat saya Shaliha. Saya gak ngalamin sendiri, tapi saya tau proses detailnya seperti apa. Penuh berkah menuju pernikahan indah 🙂

Lalu bagaimana step TA’ARUF YANG BENAR??

Kalau kita siap untuk bilang ENGGA sama pacaran dan bersedia memilih jalan TA’ARUF untuk menikah, kita harus hati-hati. Jangan gegabah dan asal pake feeling aja. Semuanya harus pake data dan berdasarkan akal sehat (logika). Jangan salah, cara TA’ARUF ini pun gak sedikit yang menyebabkan perceraian atau ketidakharmonisan pernikahan jika tidak dijalankan dengan hal yang benar. Teman saya, Shaliha, menggabungkan aturan ta’aruf dari Teteh mentornya dengan ilmu kenalan yang diajarkan Pak Indra Noveldy. Insya Allah akurat ^^

Saat itu Shaliha yang sedang tidak memikirkan MENIKAH sama sekali, tiba-tiba ditelp oleh Bapaknya bahwa ada pria yang ingin melamar. Waktu Shali cerita sama saya, saya sudah kagum dengan pria ini. Berani datangi wali! Nah, step pertama menuju pernikahan adalah….

 1. Minta izin sama wali. Itu lebih sopan dan menunjukkan sifat jantan penuh keberanian.

Lalu, step kedua adalah..

2. Menyiapkan CV dan saling bertukar

Bapak Shali meminta mereka berdua membuat CV atau Curicculum Vitae. CV inilah yang menjadi kekuatan Shali untuk membedah habis-habisan calon imamnya ini. Shali pake ilmu Pak Indra Noveldy untuk mengulik diri sendiri dan calon pasangannya. Semuanya tertulis super lengkap di CV ini. Ibarat kata mau merger perusahaan bisnis, Shali sedang menyiapkan PROPOSALnya. Saya nanya sama Shali, “Kenapa gak ketemu dulu? Kalau gak cocok gimana?” Sahali bilang kalau step ini didahulukan agar kita lebih objektif melihat seseorang dari innernya dulu sebelum fisiknya. Dalemnya dulu sebelum casingnya. Oh, gitu.

Isi dari proposal ini adalah data diri, visi misi, kondisi keluarga, impian dan target, lingkungan tempat tinggal seperti apa, teman-temannya seperti apa, hobinya apa, pekerjaannya apa, dan masiiihhh banyak lagi.

Shali pun membuatnya superlengkap. Dia menyampaikan detail kehidupannya. Sekalian evaluasi dan kenalan sama diri sendiri. Saya juga masuk tuh ke proposal Shali hehehehehe.. saking lengkapnya.

Saat bertukar, Shali menandai bagian mana saja yang menjadi PERTANYAAN dan KERAGUAN di proposal calon suaminya.

Setelah OKE baca CV. Setelah isi CV bikin tertarik, step berikutnya adalah jadwalkan ketemuan 🙂

3. Ketemuan (didampingi muhrim). Liat wajahnya. Bikin nyaman dan suka ga? 

Kalau sudah oke, bisa langsung ke step berikutnya

4. Sesi Tanya Jawab dan klarifikasi tentang SEMUA ISI proposal tersebut. Bahas tuntas sampe kenyang, didampingi oleh muhrim. Waktu itu Shali ditemani Ibunya.

Saat proses tanya jawab sudah menambah keyakinan, Shali kencangkan dengan ibadah dan riyadhoh. Agar apapun keputusannya ada Allah yang membersamai. Alhamdulillah, Shali langsung yakin meski hanya 3 kali pertemuan. Bismillah yaa chii, kata dia saat menceritakan kemantapannya.

Huaaaa malah saya yang deg-degan…

Saya lupa tepatnya kapan, tidak lama sejak proses ta’aruf yang hanya berlangsung TIGA BULAN itu Shali dan Kak Anhar melangsungkan khitbah atau lamaran. Mereka berencana menikah. MENIKAH!!

Sekarang sudah hampir satu tahun pernikahan antara Shali dan Kak Anhar. Alhamdulillah rumah tangga nya tidak menemukan kesulitan yang menyeramkan. Justru lebih berkah dan indah daripada mereka yang menyiapkan pernikahan dengan lamanya pacaran.

Modal utama mereka dalam menikah hanyalah KEYAKINAN KUAT pada Allah. Cukup itu saja. Sekarang Shali sedang mengandung anak pertamanya. Doakan sehat hingga persalinan yaa. Bentar lagi nih masuk bulan ke-9 🙂

Buat teman-teman yang ingin kenal Shali lebih jauh boleh main ke blognya ^^

Baiklah sekian sharing tentang TA’ARUF YANG BENAR. Semoga mencerahkan. Semoga menambah keyakinan bahwa pernikahan bahagia bisa cukup disiapkan hanya dengan 4 kali pertemuan sebelum ijab. Bismillah yaaa SEMANGAT!!!

Salam hangat,

IBU MUDA

@asriFit

P.S

Buat yang mau membuat PROPOSAL NIKAH (seperti yang Shali buat), saya punya template-nya. Kalau mau, kirim e-mail kosong dengan subject: Proposal Nikah kirim ke AsriFitriasari@gmail.com yaaa J

Tips Awet Muda

Teringat testimoni seorang ibu saat saya presentasi Air Kangen di perkumpulan arisan di sebuah komplek…

“Neng udah berapa lama minum air KanGen sampe bisa jadi seger begitu?”

“Kurang lebih 3 bulan Bu,” jawab saya sambil nyengir

Sejak rajin presentasi dan mempropagandakan konsumsi Air KanGen kesana kemari saya sering dapet testimoni tentang wajah dan badan yang terlihat segar, ramping, dan kinyis-kinyis. Gak jarang saya disangka masih gadis, bahkan dikira anak SMA pun pernah. Surprise banget rasanya, mengingat sebelumnya saya seriiiiing banget diterka lebih tua usianya daripada kenyataan. Jleb.

Beneran gara-gara Air KanGen? Saya rasa sih engga juga. Itu hanya salahsatunya.

Jadi rahasianya apa dong?

Semuanya balik lagi ke hati. Itu yang selalu saya yakini. Kalau hati dan pola pikirnya udah seger, insya Allah pembawaanya juga seger. Poin utamanya begitu, lainnya yang gak kalah penting yaa atur pola makan (saya menganut pola makan #FoodCombining), dan atur pola hidup. Bangun gak lebih dari jam 9 malam dan bangun paling telat jam 4 shubuh. Lebih banyak geraknya daripada selonjorannya, dan ya itu tadi minum air berkualitas (saya pilih Air KanGen).

Ada juga temen yang bilang begini, …

“Mungkin karena lo udah pake hijab syar’i chii. Jadi yang keliatan yaa emang aura dari dalem. Kan katanya makin sederhana, makin bercahaya..”

Bisa jadi sih, tapi kalau karena itu alasannya saya jadi inget beberapa pendapat teman dan kerabat dekat  yang bilang saya jadi terlalu polos dan biasa aja. Hemmm, well.. itulah pendapat manusia, gak pernah seragam satu angkatan dan satu tanah kelahiran. Selalu aja ada yang berbeda. Lalu mau sampai kapan kita berpenampilan hanya karena rindu puji manusia?

Melelahkan.

Saya mengatur pola makan dan pola hidup, lebih disiplin dalam beribadah, dan sekuat tenaga istiqomah dengan hijab syar’i karena yaa memang ini yang Allah dan Rasul suruh. Hanya itu. Hanya pada titik itu saya bersedia lelah untuk berbeda daripada orang kebanyakan. Pujian Allah tetaplah menjadi cita yang selalu saya kejar. Kalau ternyata efeknya jadi bikin kabita orang dengan penampilan saya yang terlihat lebih segar, wah itu sih BONUS!

Hal ini yang akan selalu saya tanamkan pada Kanin dan adiknya nanti. Apapun ragam pendapat manusia, selama itu tidak sesuai dengan apa yang Allah dan RasulNya perintahkan, yaa gak usah diambil pusing. Dicuekin aja  ya nak! Kita hidup buat ibadah sama Allah, bukan untuk pamer dan ingin dianggap keren, cantik, dan shaleh. Cape cape capeee.

Allah dan RasulNya sudah mengajarkan kepada kita PAKET SUPER KOMPLIT untuk jadi sehat, cantik, dan menggemaskan. Hehe. Tinggal nurut aja, beres.

Terutama wanita dengan segala keindahannya di setiap inchi tubuhnya, duh kalau gak dijaga dan dirawat dengan baik, bukannya jadi berkah dan bahagia malah jadi petaka. Jangan mau.

Semoga apapun niat kita menjadi ladang amal dan tabungan menuju surga dan ridhoNya. Semoga cantik ini adalah hati yang mempunyainya. Hingga ketika waktu semakin merunut usia, ia tetap BERSINAR dalam setiap masanya. Semoga Allah tetap dan terus menjaga indahnya tubuh dan sehatnya raga untuk kebaikan kita, bukan untuk maksiat atau penggoda bagi pandangan mata yang tak pantas menikmatinya.

Tetap semangat dan tetaplah jadi pribadi yang HEBAT!!

Salam semangat,

IBU MUDA

@asriFit

__

Sekilas info…. ^^

Akhir-akhir ini Kanin sering dengan semangatnya minta dipakein kerudung dan difoto. Bener-bener lucu dan menggemaskan. Saya sih gak secara keras membiasakan Kanin pake kerudung. Cukup kasih kesempatan untuk nyoba, dan memberikan teladan. Hasilnya memuaskan. Anak akan selalu pandai meniru kebiasaan orang tuanya. Jadi yaa PR besar banget nih buat para orang tua untuk terbiasa mengubah kebiasaan buruknya jadi kebiasaan baik. Ciao!

Image

Kanin pake mukena

Image

Kanin with Maroon’s Scarf

Image

Bidadari surga ~

Image

Pinky Kanin

Image

Bergo Emon dari Enin

Kanin Hijabers

Kanin Hijabers

Thankyou, Haters.

Tadi pagi pukul 1 saya terbangun, nyari suami yang pindah tidurnya karena gak mau ganggu saya yang lagi mimi-in Kanin. Kebiasaan emang kalau mimi-in Kanin suka ketiduran, hehe. Saya cek BBM dan ada pesan yang masuk.

“Teh, masih bangun ga?”

“Iyaa kenapa say?”

“Mau nanya dong teh… Gimana sih cara mengelola hati menghadapi haters?”

Nah ini dia. Haters. Orang yang kurang suka alias kontra sama apa yang kita lakukan. Gimana sih cara menghadapinya?

Sejak saya sering sharing via twitter, follower tiap hari ada aja yang nambah. Alhamdulillah banyak yang suka tulisan saya, dan ada yang sebel juga. Bukti nyata nya sih dengan berkurangnya follower yang udah lama follow. Mungkin mulai ngerasa risih sama nasihat yang saya share-kan. Sedih, perih, dan galau pastinya, apalagi kalau yang nge unfollow itu orang yang kita kenal, temen kita sendiri. Tapi yaa selama yang gak suka jauh lebih sedikit daripada yang suka, saya sih cuek aja. Belajar cuek sih lebih tepatnya.

Saya menulis bukan untuk dianggap gimana-gimana sama orang lain, suka alhamdulillah.. gakjuga gak apa-apa. Menulis adalah hobi saya. Menulis adalah cara untuk saya menasihati diri sendiri. Lalu kenapa harus media sosial? yaaa kalau ada manfaatnya untuk orang lain kan jadi ada tabungan amal buat saya nya juga. Lumayan. Lagian saya bukan tipe orang misterius yang lebih senang menyimpan apa yang dirasakan dan dipikirkan. Inilah saya. Seneng cerita 🙂

Waktu itu pernah ketika saya lagi semangat-semangatnya banget nulis. Pagi-pagi abis denger tausyiah Ust Yusuf Mansur, ada pesan yang masuk bilang saya “preachy”. Orang itu tentu teman dekat yang punya kontak saya. Ugh, rasanya hati kayak dipukul-pukul sama palu segede monas. Sakit banget nget nget nget.. Yaahhh gimana engga, pas lagi happy dan seneng nebarin aura positif, tiba-tiba ditiup kata negatif. Cukup goyah dan saya refleks nangis..

Tapi dari situ saya sadar kalau apa yang saya lakukan memang jangan ditujukan untuk puji manusia. Allah menanyakan kesungguhan dan keikhlasan hati dalam berbagi lewat caci dan maki orang yang belum mengerti. Nikmatnya dzikir adalah ketika hati kita terasa perih karena kecewa, lalu kita tetap berbuat hanya untuk Allah saja. Laa ila ha ilallah. Tiada Tuhan selain Allah. Puji manusia bukan Tuhan kita, bukan itu yang harus dianggap penting.

Mengelola hati untuk menghadapi haters itu emang gak mudah. Butuh proses yang sangat panjang. Apalagi seiring dengan semakin kita dikenal banyak orang, variasi respon dari apa yang kita sampaikan akan sangat beragam. Selama apa yang kita lakukan gak melanggar quran, sunnah, dan aturan negara.. JANGAN PERNAH TAKUT dan BERHENTI hanya karena caci maki.

Manusia punya keterbatasan dalam mengerti, mereka hanya belum tau niat baik apa yang sebenarnya kita sampaikan. Manusia punya keterbatasan paham untuk menghargai cara apa yang sedang kita lakukan.

Saya percaya kalau pada dasarnya manusia punya niat baik, bersih dan suci dalam hatinya, cuma gak saling klop aja. Setiap orang punya beribu cara untuk mengimplementasikan niat baiknya. Dan orang yang keki sama kita, mereka hanya butuh WAKTU untuk mengerti. Jadi kalau ada yang nyinyir sama saya sih sekarang udah mulai cuek. Saya gak akan berhenti berbuat baik, hingga mereka diam dan akhirnya mengakui bahwa apa yang saya pilih dan lakukan ada pada jalan yang benar.. JIkapun di dunia mereka gak bisa diam dengan nyinyirannya, biar di akhirat saja mereka diamnya ^^

Emang sih agak emosi kalau menghadapi haters, tapi yaa gimana pun haters adalah sunatullah. Lah, Nabi Muhammad SAW yang begitu sempurna aja buanyak hatersnya, apalagi kitaaaa.. Kita ini siapa? Dosanya banyak keleuuss.. Haters cuma lebih rajin dan kurang kerjaan aja merhatiin dan ngomentarin hidup kita.

Biasanya haters itu lebih miskin karyanya daripada orang dibenci, jadi kalem aja. Doain biar mereka segera punya karya. Biasanya orang yang punya karya gak punya waktu dan kepengen untuk jadi haters.

Meski begitu, siapapun yang merasa punya haters… berterimakasihlah.. Mereka yang akan membuat kita terus introspeksi dan mawas diri dari apa yang kita lakukan. Ibarat pedal mobil, haters berfungsi sebagai rem-nya. Bahaya dong kalau nginjek gas mulu tanpa rem. So, just love your haters and say thankyou to them ^^

Salam Semangat,

IBU MUDA

7 prinsip IBU MUDA

Selamat pagi Indonesiaaaa ^^

SEMANGAT SENIN !! Hap hap hap..

Hari ini saya berangkat pagi sekali karena ada jadwal diskusi dengan dosen. Jam 6 sudah di kampus.. dan sms dari dosen bilang, “Maaf jadwalnya diubah, saya harus ke Jatinangor. Diundur yaa jadi hari Rabu. Kasih tau temen lainnya.”

Happy happy nyesek sih. Happy karena bisa nyiapin ilmu lebih banyak sebelum diskusi, tapi yaaa nyesek aja udah berangkat pagi buta tapi diundur.

Well, saya jadi punya waktu kosong untuk update blog. Alhamdulillah.

Postingan kali ini saya mau bahas 7 prinsip IBU MUDA yang udah saya konsep kemarin. Prinsip yang akan saya terus pegang dan jalani. Melalui blog ini saya akan membagikan apa aja 7 prinsip itu. Semoga bermanfaat yaaa 🙂

Oiya, sebelum membahas 7 prinsipnya.. Saya mau cerita dulu kenapa saya punya program IBU MUDA ini. Sebagai ibu muda, saya ngerasain banget susah senangnya adaptasi dari masa single menjadi masa double dan triple. Biasa ngurus diri sendiri, ini harus ngurus anak dan suami. Tidak mudah pasti, tapi yaa harus dijalani. Ujung perjalanan sudah ada surga yang menanti. Tapi gimana sih biar tetap happy menjadi aktifitas menjadi IBU MUDA… Yuk kita coba praktekkan 7 prinsip ini.. Kita coba bareng-bareng untuk menjadi IBU MUDA yang berkualitas. Cantik hati dan perangainya, menawan prestasi dan pencapaiannya. Untuk Allah dan keluarga tersayang. Mangga bu-ibu, check it out 😉

 

______

1. YAKIN

Semua pencapaian yang sekarang saya dapat dihasilkan karena sebuah KEYAKINAN yang kuat. Keyakinan bahwa ALLAH selalu memberikan jalan kebaikan dan kemudahan untuk setiap hambaNya yang punya rencana kemenangan. Tanpa disertai KEYAKINAN di awal, kita tidak pernah mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita akan habis darah dan semangat di tengah jalan, dan keyakinan terbaik adalah menggantungkan diri hanya pada ALLAH saja. Kalau kita gak yakin sama Allah, sudahlah susah saja hidup ini. Allah Maha Mendengar doa dan Maha Melapangkan jalan, apapun ingin.. apapun harap.. Allah akan kasih jika memang itu baik untuk kita. Jadi, sudah sejauh apa YAKIN kita sama Allah?

2.GESIT

Gak ada kesuksesan dan pencapaian yang didapatkan dengan bermalas-masalan. Ketika kita menjadi seorang istri, utamanya menjadi seorang ibu, udah deh itu hapus kata MALAS dari kamus hati kita. Sudah saatnya kita malas untuk bermalas-malasan. Setiap tenaga yang dikantongi, jadikan itu sebagai bahan bakar untuk menciptakan karya demi karya. Gak ada lagi duduk diem depan tv atau selonjoran di balik bantal dan selimut. Ibu muda harus gesit gerakannya. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menyelesaikan setiap tanggung jawab dan tugas. Istirahat sebentar, lalu kembali melakukan perubahan. Dunia adalah tempatnya berlelah diri, hadapi hayati nikmati 🙂

3. CERDAS

Kemenangan di dunia didapat dengan ilmu. Kemenangan di akhirat pun diraih oleh ilmu. Lalu sudah sejauh mana ilmu yang kita miliki? Ibu muda itu harus CERDAS dan MELEK dengan perkembangan zaman. Tingkat percaya dirinya harus tinggi agar tidak mudah letoy digerus masalah yang datang. Harus secure dengan apa yang dipunya. Jangan keasikan sama malu dan minder, rugi sendiri loh sister-sister ^^

4. SEHAT

Mau kita sekeren apapun pemikiran kalau tubuh kita ringkih. Gaya hidup dan pola makan kita berantakan, gak akan ada fungsinya. Kesehatan raga, apalagi jiwa mutlak harus ada. Sehat apa yang dimakan, apa yang diminum. Sehat lingkungannya, sehat pemikirannya. Siapa coba wanita apalagi ibu muda yang gak pengen badannya sehat, bugar, seger, cantik, dan langsing?? Siapa yang gak mau?? Semuanya pasti mau, tapi gak semua mau menjalani pola hidup sehat. Yuk bareng-bareng kita belajar jadi SEHAT ^^

5. DISIPLIN

Bohong banget kalau ada orang sukses tapi dia gak disiplin dengan apa yang sudah dia rencanakan. Disiplin adalah perilaku Rasul yang mutlak harus dicontoh. Disiplin adalah pribadi seorang muslim. Jadi kalau hidup kita belum disiplin dan tertib, kita belum menjadi muslim yang seutuhnya. Banyak perbedaan besar yang terlihat antara orang yang displin dan yang tidak. Kamu pilih mau jadi yang mana?

6. KAYA

Ibu sebagai manager keuangan tentu haru membekali diri dengan pengetahuan perencanaan keuangan yang baik. Kalau sudah mampu mengatur uang, insya Allah standar cukup itu bisa dipenuhi. Bukan hanya itu saja, wanita juga harus punya keahlian untuk mencipta mesin uang. Wanita harus kaya dengan tangan sendiri, jaga-jaga kalau ada kemungkinan buruk yang terjadi. Perkaya ilmu dengan keahlian bisnis. Kita wajib kaya agar belanja gak pake cicilan. Kita wajib kaya agar bisa mendidik generasi masa depan tanpa cemas dengan urusan finansial. Kita wajib kaya agar banyak hal bisa kita lakukan tanpa khawatir kekurangan uang. Kita buat PIPA REZEKI nya, urusan Allah yang mengalirkannya.

7. PEDULI

Sebaik-baik manusia adalah ia yang BANYAK MAFAAT nya. Wanita diciptakan Allah dengan sentuhan rasa yang luar biasa. Wanita bisa menyentuh empati dengan mudah. Wanita diberi anugerah kepedulian, jadi kalau itu gak digunakan dengan sebaik-baiknya, untuk apalah Tuhan menciptakan wanita? Peduli peduli peduli! Mudahkan langkah, murahkan hati untuk berbagi.

 

7 prinsip tadi saya pun masih belajar untuk selalu mematuhinya. Kalau 7 prinsip itu sudah merasuk ke dalam alam bawah sadar… tentulah ALLAH bertambah sayang.

 

Tetap semangat, tetaplah menjadi PRIBADI HEBAT!!!

 

Salam hangat,

 

IBU MUDA

@asriFit

 

Apa Adanya

Kembali lagi timeline seru karna ngebahas tentang CINTA. Hehehe ini topik yaaa, never ending hot nyaaaa ^^

Kamis malam kemarin saya membahas tentang APA ADANYA bersama pasangan via akun @TweetNikah. Aseli ruamee! Semuanya berawal dari prinsip, “Terima aku Apa Adanya..” 

Ada yang setuju, ada yang tidak.. Jawabannya beragam. Akhirnya saya bahas menurut ilmu yang sudah saya dapat dari pakar pernikahan. Indra @noveldy dan tentu berdasarkan pengalaman sendiri.

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Banyak gak di antara kita yang punya beragam janji manis sebelum menikah?

Kamu gak bisa masak gak apa-apa, aku terima kamu apa adanya…

Kamu gak bisa nyetir gak apa-apa, aku terima kamu apa adanya..

Kamu sering kerja sampai malam gak apa-apa, aku terima kamu apa adanya..

Kamu pelupa, aku terima kamu apa adanya…


Dan pemakluman lainnya yang terasa indah ketika belum menjalani pernikahan kayak apa sebenarnya.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan, satu tahun… Mungkin akan tahan dan tetap berprinsip, “Aku terima kamu apa adanya…”

Seumur hidup??? Ya kelessss… Ya kali deh.

That’s quotes is bullshit, fellas!

Ternyata jiwa dan pikir kita gak akan segitunya tahan sama kekurangan pasangan. Pasti ada rasa kecewa, ah manusiawi sekali itu mah. Pada dasarnya setiap manusia selalu ingin dikelilingi oleh kesempurnaan versi dia. Hingga akhirnya ada bisik jiwa yang protes dengan keadaan yang ada.

Kita nikah sama pasangan seumur hidup, bro… Hanya bercinta dengan kelebihannya saja juga tidak wajar adanya. Daaaaan mencintai kekurangan dengan hanya menerima apa adanya juga bukan pilihan yang bijak.

Pernikahan adalah perjalanan kita dengan pasangan menuju kesempurnaan. Jadi yaaa jangan ngarep terima apa adanya bakal jadi prinsip sampai tua. Gak akan tahan.

Justru dengan menikah kita akan masuk dalam proses menjadi sempurna. Yang biasanya gak pernah masak jadi suka masak. Yang biasanya males gerak, jadi banyak karyanya. Dan hal lain yang membuat kita belum bisa melakukan jadi terbiasa.

Butuh proses yang luaaaamaaaa untuk menumbuhkan kebiasaan baru dalam diri kita. Berterima kasihlah pada pasangan yang selalu sabar menunggu proses itu membuahkan hasil.

Nah, kalau urusan mengubah sikap pasangan emang jangan diharapkan secara berlebihan. Udah fokus aja sama apa yang bisa kita lakukan.

Saya itu gak biasa masak sebenernya. Bisa tapi gak biasa. Jadi refleks untuk masaknya yaaa lemot aja. Awal nikah sih gak gitu kerasa. Tapi lama-lama yaa ganggu juga kalau saya gak punya jiwa masak. Masa seumur hidup harus makan di luar? Harus beli dari luar? I don’t think so.. Jadi yaaa saya juga sekuat tenaga untuk belajar membiasakan diri punya refleks nyiapin masakan. Susah banget loh itu ternyata. Sampe bikin penyesalan sendiri, kenapa gak dari duluuuu dibiasainnya.

Tapi yasudahlah.. Alhamdulillah kan abis nikah jadi tau, ngerti, dan paham kalau bisa masak dan jadi kebiasaan itu harus. Apalagi kalau udah punya anak. Gak mungkin jajan terus di luar.

Itu salahsatu contoh tentang terima aku apa adanya yang tidak bisa bertahan sepanjang usia pernikahan.

Ada yang harus diperbaiki dalam diri kita. Karena itu memang fungsinya pernikahan. Menjadikan kita sempurna dengan proses yang terjadi di dalamnya ^^

Baiklah…. Semoga postingan kali ini bermanfaat. Selamat berakhir pekan, selamat menghabiskan waktu bersama keluarga tersayang..

Tetaplah menjadi pribadi hebat!!

Salam semangat,

IBU MUDA 🙂

Surat untuk Kanin (2)

Assalamu’alaikum Kanin..  Lagi apa?

Lagi tidur Bunda….

Lagi tidur kok jawab, hihihi.

Kan, Bunda mau cerita lagi deh.. Tentang sesuatu yang disebut idealisme. Hemm, memang butuh waktu buat kamu untuk ngerti apa itu idealisme. Suatu saat nanti, ketika kamu sudah tumbuh dewasa, kamu akan berhadapan dengan sebuah idealisme.

Nak, tahukah bahwa di zaman ini.. Di zaman Bunda baru saja mengenal rumitnya rumah tangga.. Bunda dihadapkan pada sebuah kegamangan mengenai idealisme.

Flashback sedikit, sebelum Bunda menikah dan punya anak… Bunda punya seabrek idealisme dan prinsip yang Bunda pegang.. Namun pada kenyataannya di lapangan, betapa sulit dan betapa berat bagi Bunda untuk mempertahankannya. Ternyata hidup jauh lebih rumit dan pelik dari apa yang Bunda bayangkan. Hingga seringkali Bunda menyerah pada idealisme yang Bunda pegang ..

Tapi ternyata itu pun bukan solusi bagi setiap gundah yang datang. Ketika kita melepas idealisme kita, ketika kita mulai pelan-pelan melanggar pakem yang sudah kita tancapkan.. Hidup malah lebih sulit dan berantakan.

Dan akhirnya Bunda punya kesimpulan sendiri..

Bahwa sebagai makhluk Tuhan, yang tugasnya “hanya” berburu bekal pulang, yang namanya idealisme harus tetap dipertahankan. Tidak peduli lingkungan dan zaman berubah secepat apapun, kita harus tetap berada pada jalan Tuhan. Jalannya Allah yang Maha Menyelamatkan.

Kanin.. Tahukah nak, semakin usia bertambah.. Kebanyakan manusia semakin lupa tempat kembalinya. Lebih nyaman berbuat maksiat daripada memperbanyak amal agar selamat.

Pesan Bunda.. Janganlah tergerus oleh zaman yang semakin hari semakin menyesatkan. Kanin akan tumbuh dalam masa dimana orang yang memegang prinsip aturan Allah menjadi terasingkan dan dianggap tidak keren dalam pergaulan.

Tidak usah khawatir nak… Biarlah cibiran manusia, biarlah cibiran teman dan sahabatmu menjadi angin yang menguap dan hilang tanpa bekas dalam hati. Tetaplah menjadi anak yang shaleh dan kuat memegang prinsip ajaran Allah dan Rasulmu.. Tetaplah shalat tepat waktu meski sibuk duniawi memburumu. Tetaplah bergerak penuhi amalan sunnah meski sekitar tak melakukan hal yang sama.

Zaman boleh berubah, tapi tidak dengan aturan Allah. Sejauh mana pun Kanin berlari, hatimu adalah Allah yang menggenggamnya. Mintalah keselamatan dan pertolongan hanyavpadaNya. Bukan pada yang semu seperti hura-hura dan minuman yang tak ada manfaatnya.

Saat ini pergaulan sudah semakin mengerikan. Meski sulit, Bunda akan terus berikhtiar untuk

memberikan contoh terbaik dan doa terbaik agar Kanin jadi anak shaleha. Agar keluarga ini selamat di dunia dan di akhirat kelak.. Aamiin..

Kanin, ingatlah nak.. Semakin bertambah usia, semakin pula idealisme mu harus tertancap kuat. Semakin pula kebiasaan shalehmu dilakukan tanpa jeda. Karena semakin bertambah usia, sesungguhnya itu adalah waktu dimana ajal semakin mendekat…

Hidupmu sementara, akhirat lah yang selamanya 🙂

Kecup hangat,

Bunda.

Biar Siap Nikah

Image

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Selamat pagi !

Banyak para singlewan dan singlewati yang menanyakan “Bagaimana sih caranya biar kita siap menikah?” Pertanyaan itu yang sering saya dengar ketika mereka curhat. Menikah, siapa sih yang tidak menginginkan? Tapi masalahnya hampir semua dari kita gak tau apa indikator kesiapan menikah. Pada tulisan kali ini saya coba sharing beberapa hal agar diri kita SIAP memasuki gerbang pernikahan.

Seperti biasa, apa yang saya tulis karena dari pengalaman sendiri dan hasil analisis sana-sini. Bukan teori mutlak, tapi semoga tetap bermanfaat ^^

Kesiapan pernikahan ternyata memang tidak bisa dideskripsikan oleh kata, meski ada prosedur teknis yang bisa dijalankan, tapi KEYAKINAN sepenuhnya untuk menikah itu emang gak pernah ada. Itu sih yang saya rasakan waktu awal mau nikah. Mau istikharah pun tetep aja masih ada keraguan. Meski sudah menghitung hari. Dan ternyata memang kesiapan menikah yang PENUH tidak bisa kita dapatkan selain dengan MENJALANINYA saja. Continue reading

Ratu Drama

DRAMA QUEEN

“Kok kamu gitu sih! Kamu kok berubah!! Gak kayak dulu lagi, aku sebel sama kamu!!!”

“Jadi, lebih penting acara itu daripada aku? Jadi gitu??”

“Bisa gak sih ngehargain aku sedikit aja?? Kamu cuek banget jadi suami.. Aku sedih tau gak sih!!”

Tenang, tenang… gak usah ikut emosi… Tadi cuma curi denger dari omelan seorang istri sama suaminya. Atau… emang salah satunya omelan sister?

Hihihihi…

Ratu Drama.

kalau boleh saya definisikan, Ratu Drama adalah kelakuan umat wanita yang cenderung senang me-lebay lebay-kan keadaan, dari yang biasa aja jadi kayak masalah hutang nyawa. Lebaaaaay.

Saya juga suka sih ber- drama queen di depan suami. Sampe suami suka eneg sendiri. Hehehehehe…

Baiklah ibu-ibu, cung di sini siapa yang suka jadi Ratu Drama?? Bahagia gak bu jadi Ratu Drama? Selesai gak bu masalahnya kalau jadi Ratu Drama? Mungkin di awal rasanya kayak selesai, karena kita lebih memuaskan ego sesaat daripada berpikir dengan akal sehat. Entah kenapa ya, wanita itu kok hobi banget drama dan merasa diri paling merana? Mungkin karena kita dibentuk sebagian besar dari perasaan daripada logika. Mungkin begitu. Tapiiii tau gak sih kalau Tuhan menciptakan kita penuh dengan RASA bukan untuk main DRAMA! Tapi untuk menyentuh sesuatu tempat yang tidak bisa tersentuh oleh kaum Adam. Perasaan yang diciptakan Tuhan dalam jiwa wanita fungsinya untuk mengayomi, mengasihi, dan memberikan perhatian tulus bagi orang sekitarnya…

Kadang kita suka lebaaaay, semuanya dijadiin adegan sinetron. Ada beberapa hal yang gak usah dibesar-besarkan kayaknya. Capek sendiri. Kitanya sibuk, suaminya cuek. Emang enak? Hehehe… Terus malah jadi nyalahin laki-laki, “Ah dasar gak punya perasaan!!” Lahhh, kalau gak punya perasaan, itu laki-laki gak mungkin suka sama kita dan mau memperistri kita buuu…

Saya juga Ratu Drama Kronis nih bu, udah gitu dapet suami yang cueknya lumayan bikin gemes. Alhamdulillah justru dengan kondisi yang bertolak belakang kayak gitu, saya jadi BELAJAR untuk lebih kalem dan gak harus semua dipikirin dan dimasalahin. Semua harus sesuai porsinya, begitu kata suami 🙂

Nah, saya jadi inget waktu nanya sama Atha tentang ke-awet muda-an Mama-nya. “Tha, emak lo bisa awet muda begitu apa rahasianya?”

“Emak gue bilang, jangan suka dibiasain apa-apa dijadiin masalah. Kalau ada hal sepele yaa cuekin aja, kalau ada masalah besar yaa bikin simple aja. Gitu doang katanya….”

Gitu doang sih emang, tapi prakteknya subhanallah luarbiasa allahu akbar deh cyn…..

Kemarin juga saya ketemu salahsatu tante iparnya suami yang maksimal awet mudanya. Tipsnya yaa itu tadi, SAMA BANGET. Bahkan tante kami yang satu ini gak pernah banget deh perawatan kecantikan ke dokter atau klinik yang mahal-mahal, tapi itu auranya yaaa gak beda jauh sama anaknya yang udah kuliah. Ish, mupeng gak sih?

Kita semua punya potensi Ratu Drama dalam diri kita masing-masing. Apalagi kalau udah bagian menunutut suami dan merasa paling menderita sendiri, udah deh cewe emang udah paling jagoan. Tapi, coba deh dipikir ulang… kelakuan kayak begitu gak ada manfaatnya sama sekali, cuma nyiksa diri sendiri.. Ya tapi terserah sih kalau emang punya hobi nyiksa diri sendiri, bikin diri sendiri jadi orang paling menderita sedunia. Itu sih urusan lo…

Saya mah pengen belajar untuk ngurangin keahlian Ratu Drama. Kasian suami saya… Sebel juga loh berhadapan sama Ratu Drama. Pernah gak liat temen atau saudara atau siapa aja deh yang Ratu Drama banget, apa rasanya ngeliat kelakuan mereka? Eneg banget kan?

Ih, mau diliat eneg sama suami? Jangan yah…

Kita punya urusan yang lebih banyak daripada urusan sepele yang didramatisir.. Yuk berubah yuuk ibu-ibu… Dari Ratu Drama jadi Ratu Hati-nya ajaa. Dijamin sih, suami gak akan iseng lirik sana-sini 🙂

With all my love,

IBU MUDA

@asriFit

24 jam

Image

Apa makna 24 jam untuk kita?

24 jam adalah jumlah waktu dalam 1 hari, saat  bumi berputar pada porosnya. Setiap manusia diberikan jatah 24 jam dalam sehari. Seragam, sama, gak pake beda sedetik pun. Bahasan kayak gini kayaknya sering dibicarakan, mau presiden atau pengangguran, sama-sama punya 24 jam, tapi karya yang dihasilkan bisa beda. Continue reading