Wajah Baru KIMI 2021

Halo Sister!

Salam kenal namaku Asri Fitriasari atau biasa dipanggil Achi, Buponnya KIMI. Ibu dua anak dan seorang dokter gigi yang dalam setahun ke depan akan menemani kamu berpetualang ke dalam diri untuk mencari apa yang kurang dan perlu diperbaiki, apa yang hebat dan perlu disyukuri. Pada tulisan kali ini saya akan menjelaskan mengenai KIMI sebelum teman-teman semua mendaftar menjadi anggota barunya.

1. Apa sih KIMI?
KIMI atau Komunitas IBUMUDA Indonesia adalah wadah bagi para wanita yang ingin berproses untuk mengenali dirinya sendiri. KIMI tidak akan membahas issue seputar pernikahan, kehamilan, melahirkan, atau parenting. Jikapun dibahas, poin utamanya kembali lagi terhadap pengenalan diri sendiri. Bagaimana caranya menjadi istri yang percaya diri. Bagaimana caranya menjadi ibu yang bisa berdamai dengan kondisi. Bagaimana caranya menjadi wanita yang merasa utuh dan juga tangguh.

2. Siapa saja yang boleh gabung KIMI?
Wanita. Usia maksimal 40 tahun. Tidak masalah sudah menikah atau belum. Tidak masalah belum punya anak dan berapapun jumlah anaknya. Tidak masalah wanita bekerja atau hanya aktif di rumah. Oiya, jika kamu belum berhijab, isokey untuk masuk KIMI yaa. Karena meski terlihat banyak sekali anggota yang berhijab, KIMI sangat terbuka juga untuk kamu. Jadi tidak usah khawatir.
Keanggotaan KIMI tidak berbatas domisili. Di manapun kamu, boleh banget gabung KIMI. Karena kegiatannya banyak dilakukan secara online, via grup WA dan ZOOM. Selama siap berproses untuk kenalan ulang sama diri sendiri, hayuk!

3. Apa saja kegiatan KIMI?
Ada 3 kegiatan yang menjadi ciri khas bagi Bebo KIMI (sebutan member KIMI), yaitu RUANG CERITA, LENTERA HIKMAH, KIMI CHALLENGE, dan MELIHAT. Kita bahas satu persatu yaa, mohon disimak dan dibaca baik-baik.

  • RUANG CERITA

Ini adalah kegiatan dimana member diberikan ruang dan waktu untuk menceritakan kisahnya di grup WA KIMI dengan moderasi tertutup yang akan dipandu oleh TIM KIMI agar menjadi obrolan hangat dan diskusi yang nyaman untuk semuanya, diharapkan dari kegiatan ini kita bisa saling memahami dan belajar dari kondisi setiap orang dengan latar belakang dan strugglung yang berbeda.

  • LENTERA HIKMAH

Sebuah diskusi interaktif seputar topik-topik SELF AWARENESS yang akan dipandu langsung oleh saya

  • KIMI CHALLENGE

Tahun ini cukup berbeda karena KIMI Challenge hanya diberikan bagi member yang mengambil program Kelas Intensif. Tujuannya adalah agar maksud dari Challenge ini benar-benar dirasakan oleh setiap member yang mengerjakan. KIMI challenge adalah tantangan yang diberikan setiap bulan untuk mengasah dan membantu proses pengenalan diri. Challenge ini berbeda setiap bulannya dan selama proses challenge, akan dilakukan pembahasan dan sharing tentang topik-topik seputar pengenalan diri yang disadari saat mengerjakan challenge. Pada tahun ini Challenge dibagi menjadi 3 tema besar, yaitu OLAH RASA, SIMAK DIRI, dan BELAJAR HIDUP.

  • MELIHAT

 MELIHAT, singkatan dari Melingkar Sambil Curhat. Acara offline yang khusus diagendakan untuk wadah berbagi curahan hati secara live, dalam rangka saling mengingatkan dan menguatkan sekaligus jadi ajang silaturahmi sesama member KIMI. Sementara ini hanya diadakan ketika kondisi dan situasi memungkinkan aman, terkait pandemi dan biasa diselenggarakan di kota Bandung dan Bogor.

KIMI juga akan mengadakan kelas-kelas khusus secara offline untuk umum yang mendukung pemberian materi seputar Self Awareness dengan narasumber yang sudah terkurasi di setiap akhir Trimester.

4. Apa manfaat yang bisa saya dapatkan dengan bergabung dengan komunitas ini?

Selain tergabung dalam grup WA KIMI dan mengikuti rangkaian kegiatan online KIMI selama satu tahun, kita akan bertemu beragam wanita dari berbagai macam latar belakang dan kondisi hidup. Kita akan bertemu dan belajar dengan begitu banyak sudut pandang. Mengenal perspektif baru dalam hidup. You will find sisterhood of your soul 🙂

5. Apa yang membedakan KIMI dengan komunitas lain?

Meskipun diberikan judul IBUMUDA, KIMI justru tidak banyak membahas topik seputar seorang ibu, seperti pernikahan, kehamilan, melahirkan, atau pengurusan anak pada umumnya. KIMI khusus membahas tentang individu wanita itu sendiri, terlepas apapun statusnya. KIMI dibuat sangat eksklusif dan selektif karena akan banyak mendiskusikan hal-hal terkait kesehatan mental dan kondisi jiwa. Bagaimana mengenal siapa diri kita dan apa sebetulnya yang kita inginkan dan cari, serta apa tujuan hidup yang sebenarnya.

6. Apa syarat bergabung dengan KIMI?
Setelah membaca artikel ini, bagi yang berminat gabung, silakan membuka link berikut: FORM KIMI 2020 untuk info pembayaran dan pengisian formulir. Tunggu konfirmasi dari admin KIMI untuk diundang ke grup WA Angkatan 2021. Pada 2 minggu pertama, kami akan menjelaskan dan mengenalkan lebih rinci dan dalam tentang KIMI itu sendiri, sekalian adaptasi dengan suasana grup WA KIMI. Siapkan jiwa untuk menggali jati dirimu sendiri. Bismillah!

Profil dan gambaran materi KIMI silakan kunjungi akun Instagram @ibumudaindonesia

Sembilan Tahun

Hari ini.

2 Oktober 2019. Adalah sembilan tahun sejak hari itu. Hari dimana kami mengikat janji. Mengucap sumpah. Untuk hidup bersama, saling menemani, saling memahami hingga tua dan mati nanti.

Sejak 2 Oktober 2010 itulah perjuangan dilakukan setiap hari. Berjuang untuk menyatukan dua beda menjadi satu cita. Meramu setiap rencana dengan berbagai drama dan pertahanan ego masing-masing.

Ahhh gakerasa yaa. Sembilan tahun. Masih bertahan untuk tetap saling mendukung dan sayang. Masih siap berjuang untuk terus sama-sama belajar dan berproses menjadi lebih baik.

Selamat ulang tahun menikah, Tom. Meski aku sering rungsing dan riweuh. Sering ngambek dan banyak mau. Aku semakin yakin kalau kamu teh emang diciptakan untuk melengkapi aku. Prestasi hingga tahun ini adalah, kita udah makin enak dan kompak ketika ngobrol dan memutuskan hal bersama. Belum sempurna, tapi lumayan lah yaaa. Pernikahan mah rasa rujak. Amis haseum lada ngumpul semua hahahaha…

 

*ditulis di Blackbird Hotel, Bandung sambil menatap kamu dengan sayang bari cirambay …

*dengan secara kebetulan playlist memutar lagu Teman Hidup nya Tulus

*cukupgetek mohon maaf

Satu Juta Ibu Muda

Ini adalah sebuah doa dan rencana yang saya tulis sekitar tahun 2013 kalau tidak salah. Keinginan yang didasari ambisi yang begitu besar namun tidak disertai dengan kesadaran penuh. Lebih banyaknya karena rasa marah dan rasa kecewa. Saya berharap dengan memiliki sebuah komunitas dengan beranggotakan jumlah yang fantastis, hidup saya akan lebih terasa menggembirakan, sukses bahagia dunia akhirat.

Lalu mari kita percepat waktu hingga ke masa sekarang, di mana rasanya lebih banyak rasa malu ketika diingatkan akan doa itu. Doa yang didasari ambisi yang begitu besar namun tidak disertai dengan kesadaran penuh. Bagaimana mungkin saya yang masih struggling mendidik diri sendiri untuk menjadi istri dan ibu yang baik, dengan heroiknya menggerakkan satu juta ibu muda. Disuruh jadi anggota dewan aja kayaknya saya sudah lebih banyak pingsan daripada sadarnya. Alias gak akan kuat.

Doa Satu Juta Ibu Muda mengingatkan saya akan masa kelam itu. Masa di mana banyak halusinasinya akan diri sendiri. Saya kira saya kenal dengan diri saya. Saya pikir saya paham dengan tujuan saya. Padahal tidak. Dan itu sebetulnya menyedihkan. Doanya keren tapi mentalnya kere. Jiwanya kosong dan hampa amat sangat.

Bisakah doa itu direvisi? Atau boleh gak sih dihapus aja sekalian? Nyesel juga kenapa kudu diceritain ke rang orang, kan jadinya sampe sekarang jadi bahan olokan. Ada kalanya saya bisa ikut mengolok diri sendiri ketika doa itu mulai dibahas. Ada kalanya saya malu. Sedih. Dan ingin teriak…

Dulu gue gak waras heyyy ngucap doa ituu 😭😭😭

Emang kenapa ga setia sama doa itu sih Chii? Kan keren.

Kalimatnya sih keren. Prosesnya bikin mencret. Dehidrasi lahir bathin 😭

Gamaoooo lagi punya doa kayak gitu. Ampuuuun… ga sanggupppp.

Hal Sepele

Kita tidak pernah jatuh karena batu besar yang terlihat oleh mata. Justru oleh batu kecil disebut kerikil yang bikin kita jatuh terpeleset lalu berbekas lecet.

Hidup juga gitu sih. Bisa hancur justru karena hal sepele. Yang tidak kita sadari. Yang enggan kita perbaiki. Sampai baru sadar ketika sakitnya sudah sangat menusuk ke dalam relung hati.

Begitulah…

Akhirnya Pustakalana

Hari ini adalah hari bagi raportnya Kanin, dan saya berencana ngajak Kanin keliling kota sepulang dari sekolah abis ambil raport. Pustakalana-lah yang jadi tujuan untuk trip kali ini. Sejujurnya yang ngidam dan mupeng sih emaknya, anaknya belum tentu mau. Lalu bener ajaa, pas beres urusan dari sekolah, Kanin rewel minta pulang ke rumah, gamau diajak jalan ama emaknya. Hadeuh nengggg, kok yaaa ogah hengot sihhh, ga seru amat hiks.

Saya pun membujuk dengan ribuan rayuan gombal emak-emak pada anaknya yang sudah tidak lagi balita. Ditawarin ini itu gak mempan, maunya pulang aja. Ngadem di rumah. Ampun dah kayak siapa yaah ini 🤣

Singkat cerita, saya berhasil bujukin dan berangkatlah kami ke jalan Taman Cibeunying, menuju sebuah perpustakaan hits di Bandung yang kemarin ngadain acara superseru di pelataran kampus ITB. Yang dimana ku tak berjodoh untuk datang dan hanya bisa menikmati apdetan acaranya di layar HP. Superzaddd.

Sekali lagi, ini emang yang ngidam dan mupeng adalah emaknya. Anaknya sih biasa aja. Cenderung ogah. Tapi yang namanya emak-emak emang seneng maksa jadi ya beginilah adanya hahaha. Maap yaa Kanin 😄

Ketika sampai di Pustakalana, saya merinding disko excited norak norak jeli gitu deh. Selayaknya ibumuda di zaman milenial, posting instastori dulu dong gaes. Karena pamer adalah pencitraan wkwk

Satu impresi pas masuk ke pustakalana adalah…

Sungguh ADEM…AC-nya.

Lha iya bokkk, di luar panasnya luarbiasa, pas masuk ke ruangan takbisa dipungkiri jiwa raga langsung terhibur dengan indahnya sentuhan udara air conditioner mwihihihi… dan tentu, jajaran buku yang sangat memanjakan mata.

Kanin masih bete. Karena baru bangun tidur juga Mukanya ditekuk kayak sedotan jus.

Saat datang, saya disambut oleh mbak cantik penjaga warung, eh perpus… Saya pun langsung SKSD menanyakan pesanan RAGAM (maenan khusus bulan Ramadhan yang dibuat oleh Pustakalana, yang saya order via instagram).

Setelah saya dapat pesanan, kami pun mulai menyusuri setiap rak yang ada di sana. Masya Allah….bukunya banyak, pariatip (pake p), sangat menggiurkan untuk dibaca satu persatu. Dan ternyata bukan cuma buku anak aja, ada buat emak-emaknya! Ruangannya mode lesehan. Bener-bener HOMY untuk para moms (ciee moms) yang ingin mengajak anaknya ngedate bersama tumpukan buku.

Oiyaa, sebelum saya maceuh liat-liat dan buka buka buku di sana, saya nanya-nanya dulu tentang ketentuan “maen” di tempat tersebut. Jadi, ada biaya membershipnya. Satu, biaya registrasi senilai 75rebu. Dua, biaya untuk peminjaman senilai 120rb (tergantung paket yang diambil, saya ambil paket kelinci). Dengan melakukan registrasi dan pembayaran tersebut, saya berhak meminjam 2buku per 2minggu selama 3bulan masa peminjaman.

Aseliii laaah koleksi buku-bukunya bikin ngacaayyyyy. Dan sangat cukup menjadi solusi untuk menge-rem kebringasan belabeli buku yang belum tentu dibaca langsung. Samhaw emang kadang kita cukup pinjem aja daripada beli, belum tentu dibaca dan jadinya numpuk gajelas di rak dan sudut-sudut rumah, yekaaaan.

Haaaaaa thankyou A LOT Pustakalanaaaaaaa. Saya udah tau lama tapi baru sekarang liat penampakan nyata nya. Sangat jatuh cinta sedalam-dalamnyaa!

Solusi lain juga daripada ngajak jalan Kanin Kinan ke mall, geret bae lah ke sini… Lebih irit dan berpaedah.

Sekian reportase Emak Cabe hari ini. Semoga bermanfaat terutama bagi para moms (ciee moms) yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Tempat ini amatlah sangat amat rekomen untuk dikunjungi!

Alhamdulillah pulang dari sana Kanin sudah tidak bete lagi. Mukanya udah gak kayak sedotan jus. Cukup berseri kayak buah stroberi. Dan pas ketemu Bapak Tomat, dengan excited pamer buku yang tadi dia pinjam (atas paksaan rekomendasi emaknya, ehm).

Sepeda Baru Kanin

Kemarin, tanggal 26 Mei 2018 akhirnya saya dan Tomat berencana beliin Kanin sepeda baru dalam rangka usianya yang sudah beranjak 6 tahun, biar pas berangkat kuliah gaharus naik transportasi publik (eh, belum yaaa)

Kanin sebetulnya sudah dijanjikan beli sepeda di Mei tahun lalu cuma yaaa karena satu dan lain hal (alasan supercliche hahaha), jadinya baru tahun ini. Kadang suka baper aku nya, meni asa telat beliin dia sepeda. But yaaaa semua itu akan terjadi indah pada waktunya, selayaknya lulus koas drg, am I riteeeee???? Hahahaha plakkkkk!

Niatnya berangkat ke jalan Veteran (pusat jajanan sepeda ter-hits di Bandung) dari pagi-pagi biar dzuhur udah ada di rumah lagi. Soale hari Sabtu bokkk.. Bandung tea kalau weekend skeri banget jalanannya, tetapi sayang disayang saya-nya bangun telaaaat heuheu. Abis shubuhan tepar dan baru ready stock buat caw justru pas udah dzuhuran bahahaha ~

Saya cuma berdua aja sama Kanin ke Veteran berhubung Tomat mau siap-siap di rumah karena sore harinya ada bukber temen-temennya doi. Ketika keluar rumah nginjek gas, saya sudah menyiapkan mental…. it gonna be machetos dan panasos di jalan. Bismillah we lah, demi anak, sayang anak sayang anak.. Udah janji tea, pantang mundur hanya karena macet dan panas.

Tetapiiiii ternyata bukan karena panas atau macet ujiannya… tetapi oh tetapi si aku tetiba salatri 😭😭 Keringet dingin, mual, puyeng, dan sebagainya… di TENGAH KEMACETAN. Saya emang ga puasa karena sedang menyusui tapi tadi juga ga sempet makan siang karena rusuh. Dan fatalnya lupa bawa cemilan laaah. Dodol.

Untung Kanin nya tibra tidur di kursi belakang, jadi saya bisa fokus menenangkan hati menghadapi salatri sendiri. Eh buat yang gatau salatri, itu adalah gejala telat makan dan semacam kayak masuk angin gitu. Sungguh gaenak pokoknya mah…

Nyampe Veteran saya harus cepet cari makan ini sih. Asa ga lucu kalau keterusan pingsan. Masa nyetir pulangnya sama Kanin, dia belum nembak punya SIM soalnya. Emmm yakali lah..

Tapi agak galau juga kalau mau makan, soalnya Kanin kan lagi puasa. Saya asa gatega kalau makan sendirian sambil ditatap bocah yang kecenderungan kabita liat saya makan. Sungguh kondisi yang membingungkan, tapiiiiii suprisingly Kanin mengizinkan saya makan dulu dan selama saya khusyuk menikmati makan (bayangin deh muka ibu-ibu yang udah menerjang kemacetan Cimahi-Bandung dengan berbagai drama salatri ketemu sama makanan, mengharukan!), Kanin tidak goyah sama sekali. Dia asik aja bukain akun instagram di HP saya (padahal akunnya juga yang diliatin teh video2 makanan, you are rockssss Kanin!). Ga ada adegan rewel dan recet ngeluh-ngeluh lapar dan haus. Am so proud Bunda.

Setelah saya wareg makan semangkok yamin dan kuah baso beserta babatnya ditambah segelas es jeruk (yang dimana Kanin ga tergoda sedikit pun. Ku masih amaze), saya dan Kanin menyusuri setiap toko sepeda di jalan Veteran. My bad adalah ga sempet riset dulu merk apa yang bestseller dan kisaran harganya berapa. Jadi yaa blah bloh banget. Nanya-nanya nya tanpa data dan pedoman. Sangatlah jangan ditiru. Sangatlah bukan ibu-ibu sejati. Sangatlah bukan Tomat.

Sampai setelah nanya-nanya ke 4 toko, saya bisa ambil kesimpulan kalau merk yang saat ini best seller adalah PASIFIC. Mon maap ternyata W*im Cycle udah tutup pabrik bok! Meni sedih yaah. Dan merk F*amily yang iklannya sudah eksis sejak saya seusia Kanin pun masih lebih better kualiatasnya Pasific.

Sejujurnya saya gak jago nawar, jadi saya beli berdasarkan kenyamanan hati juga. Harga yang ditawarkan bisa sama, tapi kalau service Enci nya enakeun, yaaa saya beli di situ. Jadi, pertama saya muterin dan nanya dulu harga pasaran rata2nya berapa, udah dapet angka terkecil… cari yang penjualnya nyaman di hati. Karena manatau mau belanja lagi, atau butuh service… ga males buat balik lagi.

Alhamdulillah Kanin akhirnya punya sepeda baru. Pasific ukuran 16. Dengan harga deal di angka 800rb. Garansi 5 tahun.

Enci yang jualnya baik banget, mau ngejelasin secara terperinci dan ngasih gambaran kenapa mending beli Pasific sekalian. Yaaa daripada yang murah tapi bolbal service mah jatohnya keluar duitnya sama aja. Ner ugha Cii.

Kalau saya emang tipe yang liat dulu mana modelnya yang paling disuka, baru nanya harga. Bukan cari yang paling murah terus disuka-sukain sama modelnya. Berat… soalnya dipakenya bertahun-tahun. Saya ga percaya cinta tumbuh karena biasa dalam hal beli barang. Saya lebih percaya, cinta pada pandangan pertama, selanjutnya terserah Anda.

NAON SIH BUN hahaha

Setelah transaksi pembelian sepeda beres, saya dan Kanin dengan noraknya pake sepeda itu di trotoar jalan Veteran yang super lega. Mungkin emang sengaja buat test drive sepeda kali yaa. Dan tidak lupa sebagai manusia milenial zaman ini, kami pepotoan hehe.

Sekian. Semoga tulisan tentang beli sepeda baru ini bisa jadi info juga buat buibu yang mau beliin sepeda buat anaknya. Pasific is terbaik, Buk! Worth to buy.

Jangan Lari Lagi

Malam tadi saya cukup stress. Ada pekerjaan koas yang saya tunda selama 2 minggu tidak dikerjakan, dan malam tadi saya memaksakan diri untuk memulai. Ayolah Chii, mau didiemin sampe kapan kerjaannya?

Bismillah, setelah ngumpulin mood 2 minggu. Ditemenin sambil nonton film musikal juga di laptop. Jadi lebih betah buat duduk di meja kerja.

Lalu tetiba rungsing mulai menyerang ketika sumbu alcohol torch nya kepanjangan dan pas ditarik malah mendelep masuk. Jadilah saya uyek-uyekan dulu benerin alcohol torch nya. Mulai deh dari situ agak bete.

Ditambah konsistensi wax dan gips putih nya yang kurang enak. Proses pengerjaan pun jadi mulai horror dan drama. Pada dasarnya saya itu anaknya gak sabaran dan clumsy parah, tapi suka pengen punya hasil yang sempurna, rapi tanpa cela. Hahahaha.. Kadang saking pengen sempurna, terlalu effort di perencanaan dan gak mulai-mulai buat eksekusinya. But I have to change. Kalau nungguin semua kondisi enak dan paripurna yaa gak akan selesai-selesai. Seorang ahli itu adalah dia yang bisa sampe garis finish dengan apapun hambatan yang harus dia hadapi. Jadi jangan berharap ga ada kendala atau kesusahan, itu mustahil namanya.

Belum rapi. Belum selesai. Tapi udah cantik buat difoto. Namanya Tanggul Gigitan.

Dan ini sebenarnya yang jadi elegi saya dalam menyelesaikan koas. Inginnya sempurna, selalu ingin menghindari konflik, menghindari gagal, gamau ribet, tapi gak sabaran dan suka menyepelekan. Penyakit banget kaaan 😂😭

Akhirnya jadi sering kabur, dan bikin-bikin alasan serta pembenaran. Sedikit-sedikit gak sadar udah mau 5 tahun saya kabur untuk gak deal with apapun yang ada di kehidupan koas. Ya ampuuuuun.

Ngerjain tanggul gigitan malam ini bikin saya flashback sama kelakuan-kelakuan gak banget yang bikin saya stuck dan gak kelar-kelar masa studinya. Yang ternyata merupakan refleksi sikap saya dalam menghadapi permasalahan hidup lainnya. Selalu ingin yang sempurna, tapi cenderung menghindari konflik dan kegagalan, seneng lari dari proses dan akhirnya menyepelekan. Innalillahi…. Mau sampe kapan hidup kayak gini?

Tadi malam pun pengennya nyerah aja. Gatau deh gimana pokoknya pengen berhenti. Nyesek banget ngerjainnya. Susaaaaaah. Tapi sih kalau dipikir-pikir, udah banyak juga kerjaan koas yang susahnya bikin ampe nangis but at the end saya bisa, dan itu semua lewat juga. Jadi yaudah sih Chii, kerjain aja. Jalanin aja. Enjoy the proses. Jangan lari lagi. Karena kemanapun kamu lari, apa yang seharusnya kamu selesaikan akan terus menghampiri.

Jam 23.30 saya japrian dengan rekan sejawat yang udah duluan lulusnya. Numpang curhat dan ngeluh hihihi. Teman tidak tau diri. Ngehubungin tengah malam buat bikin rusuh. Dulu, saya sama dia partner in crime banget kalau urusan ngerjain kerjaan lab kayak gini. Sama magernya, sama dodolnya, sama oonnya. Tapi dia udah bisa lewatin itu semua, gua mah beluuum 😭

Saya mengeluarkan semua keluhan dan apa-apa yang nyesek di dada selama ngerjain tanggul gigitan (step yang malam tadi saya kerjakan), sekalian minta pencerahan. Shali, dengan sabar nemenin saya dan ngasih beberapa masukan. Ada beberapa chat dari Shali yang bikin semangat sekaligus nusuk juga.

Ini spoiler curhatan tadi malam.

Orang di luaran sana memang udah jobdesk nya rajin dan sangat telaten nanya, Kapan lulus? Kok belum beres juga? Emang segitu susahnya dsb dsb dsb? Somehow, omongan orang yang kayak gitu dan sangat sering masuk telinga bikin kita ingin memangkas proses. Membuat mereka diam dan berhenti bertanya lagi. Tapi kan ngapain juga kebawa drama dan menyusahkan diri sendiri sama bagian tugas orang lain. Orang lain tugasnya bertanya dan komentar. Tugas kita menjalani sesuai track dan porsinya.

Kuakui. Hahaha kayak lirik lagu aje… Selama ini saya suka ribet sama omongan orang, bawaannya jadi mental korban. Bawaannya jadi ga fokus dan gak ENJOY sama proses. Gak menghargai dan memaknai perjalanan diri saya sendiri. Jadinya berasa kosong dan hampa. Jadinya pengen kabur aja bawaannya. Karena saya sendiri yang bikin suasananya ga betah. Bukan untuk dirisaya, tapi untuk bikin orang diam, atau bangga. Capek ternyata.

Huffff ini bahasan jadi kemana-mana yaaah hahaha. Monmaap. 10 tahun cuyyyy. 10 tahun saya masih stuck di kampus ini. It must be A LOT of lesson that I learned. Terutama tentang hidup dan pengenalan diri saya sendiri. Harus ada yang bisa saya ambil hikmahnya. Karena buat mahasiswa angkatan bubuk macam saya mah, udah masuk jurusan ambil hikmahnya.

So, apa hikmahnya Chii?

Hidup itu meminta kita BERPROSES. Tidak akan ada hal sempurna atau paripurna atau istimewa atau membahana tanpa sebuah kendala, drama, dan kegagalan. Gausah repot-repot menghindari konflik, karena itu sudah jadi bagian dari cerita yang harus kita jalani. Karena dari konflik itulah kita akan belajar teguh dan juga tangguh. Terakhir, belajar dari curhatnya Shali yang ini…

Jangan pernah MENYEPELEKAN proses. Live the life. Hadapi yang harus dijalani saat ini. Karena semua kabur-kaburan itu selalu diikuti konsekuensi. Awareness itu penting. Paham dengan situasi dan bisa enjoy menjalani. Biar gak ada lagi unfinished business yang menghantui.

Dalam hal apapun dalam hidup.

Semoga curcol pagi ini bisa bermangpaat yaah. Selamat melanjutkan hidup.

Have a GOOD Monday yah. Kasih madu dulu pagi-pagi biar hidup jadi manis! 🙂

Healing for Woman

Ada banyak orang yang japri saya menanyakan hal yang sama, apakah Healing for Woman berbeda dengan Healing Class yang biasa diadakan?

Kalau iya isinya sama, terus kenapa judulnya harus beda 😦

Tentu jelas BERBEDA, yaa.

Mungkin maksudnya pengen nanya, “Apa sih yang membedakan Healing for Woman dengan Healing Class yang biasa diadakan?” Itu sih kayaknya. Cuma kadang orang suka keburu tegang duluan. Padahal gak aku pegang-pegang lho. Eitsss…

Baik, di postingan kali ini saya akan mencoba menjelaskan sejelas mungkin tentang event ini. Biar gak keriting jempol jawabin satu-satu japri yang masuk. Bismillahirrahmaanirrahiim….

Kita mulai dari penjelasan singkat tentang Healing Class dulu yaa. Sebenarnya ini pernah saya bahas juga di blog. Tapi gak apa, saya coba jelaskan lagi dengan bahasa yang berbeda yaa. Semoga lebih kebayang. Healing Class yang diadakan Komunitas Emotional Healing Indonesia di bawah asuhan Teh Irma Rahayu (penulis buku Emotional Healing Therapy, bisa dicek profil lengkapnya di www.IrmaRahayu.com) adalah sebuah kelas yang akan membantu kamu untuk mengeluarkan pendaman emosi berupa RASA yang selama ini menuhin memori di pikiran dan hati. Bisa dari masalah yang dihadapi saat ini, atau trauma masa lalu yang selalu menghantui hi hi hi hi hi (Oke, galucu). Contoh RASA di sini maksudnya apa? Rasa marah, sedih, kecewa, sakit hati, benci, dendam, terpuruk, terhina, tidak percaya diri, dsb dsb dsb… sebuah rasa yang sifat dan terdegarnya NEGATIF. Rasa yang pasti akan ada dalam diri kita sebagai penyeimbang dan penyempurna hidup. Tapiiiii, kalau rasa negatif ini terlalu lama diam di dalam tubuh apalagi jumlahnya lebih banyak dan mendominasi, ini yang repot. Pikiran jadi sulit jernih, solusi dari setiap masalah jadi terlihat pelik, hati berasa sesak tapi kok kosong, kalau bahasa Sunda nya sih, asa teu pararuguh. Atau bahkan ngaruhnya ke kondisi badan, fisiknya ancur-ancuran. Pernah denger penyakit psikosomatis? Kondisi badan berasa ada yang sakit dan bermasalah, tapi setelah dicek secara medis gak ada satu pun bagian yang kelainan. Be aware, kamu sepertinya memendam emosi yang gak sepele. I’ve been there. Sering tetiba kram, keringet dingin, sesak nafas macam mau mati tapi kalau diperiksa yaa gak ada apa-apa. Sekali dua kali kayak gitu yaudah lah yaa lupa. Sering?? Yaa lelah juga lah. Sering banget??? Emmm bisa jadi malah abai dan terbiasa drama, dan itu yang BAHAYA. Ya masa hidup diisi sama hal-hal geje kayak gitu. Indahnya dunia jadi kurang maksimal kita dapetinnya.

Okey, balik lagi ke Healing Class yaaah. Siapa saja yang butuh di-Healing? Yaaa yang merasa butuh aja. Ga semua harus Healing, yang kelihatannya butuh juga belum tentu harus Healing. Karena Healing Class yang diadakan oleh EHI ini hanyalah salah satu ikhtiar pengobatan untuk menjadi manusia yang lebih ajeg, aware, napak, dan matang. Banyak pelatihan serupa. Banyak program serupa yang menawarkan fasilitas yang sama. Bisa dicek ke toko sebelah sebagai perbandingan. Intinya di bagian nguras emosi kotor dan emosi yang sudah tidak penting dalam hati dan badan.

Jadi kalau dianalogikan, Healing Class itu kayak terapi bekam. Kalau bekam kan darah kotor yang dikuras, kalau Healing Class ini emosi kotor. Gimana caranya? Yaaa dikeluarkan. Heu. Ada cara yang baik dan benarnya. Biar lebih kebayang saran saya sih baca aja buku Teh Irma. Kalau saya agak kurang kompeten menjelaskan. Hanya saja sebagai penyelenggara, saya mau kasih gambaran kalau Healing Class itu kelas terapi mengeluarkan emosi dengan bantuan instruktur, dalam hal ini Teh Irma Rahayu sendiri sebagai penulisnya langsung.

Di kelas ini kamu akan mendapatkan wadah yang sangat tepat dan private untuk mengeluarkan apapun yang selama ini kamu tahan dan simpan, tapi kamu udah ga sanggup untuk menahan dan menyimpannya. Kurang lebih begitu. Jadi meskipun barengan (bukan one on one), rahasiamu insya Allah terjaga. Let me repeat yaa.. Apa aja itu? Rasa marah, kecewa, sedih, kesal, putus asa, tidak percaya diri, terhina, terpuruk, dsb dsb dsb.

NAAAHHH gimana dengan Healing for Woman?

Healing for Woman ini dibuat selama 2 hari sampe nginep segala, Karena saya ingin kasih sesuatu yang SPESIAL buat kamu para wanita. Kan wanita sukanya yang spesial-spesial. Yakaaaaan. Kita akan bahas dan kupas tuntas tentang permasalahan seputar wanita, baik dari segi emosi, karir atau rezeki, dan topik seputar cintaaaa… Apapun status kamu saat ini. Single? Taken? Married? Divorce? Pelakor? #eh… yaaa pokoknya apapun kondisi kamu saat ini yang bikin kamu JENGAH dengan hidup, kita akan sentuh dengan bagaimana wanita ingin disentuh. Hihihihi geli juga pemilihan bahasanya.

Dan yang jelas pesertanya semuanya WANITA jadi semoga ini bisa bikin kamu nyaman juga selama acara.

Ada satu postingan Teh Irma yang bagi saya pribadi sangat PAS menggambarkan apa yang akan disajikan di Healing for Woman ini, begini katanya….

Wanita itu susah di mengerti oleh lelaki, hanya bisa dipahami oleh sesama wanita ….. katanya

Terlalu banyak drama wanita yg mampir ke EHI

Tentang hati yang hancur karena LELAKI
Tentang hati yang beku karena SITUASI
Tentang hati yang hampa karena KEHILANGAN
Tentang hati yang dingin karena DENDAM
Tentang segala asa yang tak pernah TERWUJUD

Wanita dan segala dramanya, kisahnya, perjalanannya….. selalu menjadi cerita dan inspirasi dunia.
Wanita yang punya kisah tak sempurna, yuk kita ketemuan di event ini.

Gitu katanya.

Sooo, masih bingung apa yang membedakan Healing for Woman dengan Healing Class biasa?? Yaudahlah japri aja gapapa hahaha. Curhatin ajaa panitianya, curhatin ajaaa. Tapi udah itu daftar dan bereskan urusan administrasinya yaak. Buruan, untuk kelas Februari nanti tinggal ada terbatas hanya untuk 30 orang yaa. Kalau ga kebagian yaa masuk daftar Waiting List.

Terakhir, saran saya… sebelum senapsaran sama event dan kelas yang diselenggarakan EHI, ada baiknya kamu baca bukunya dulu. Emotional Healing Therapy oleh Irma Rahayu atau kepoin gaya nya Teh Irma kalau nyablak di channel Youtubenya, Rumah Mamak. Biar lebih kebayang dan membantu kamu memutuskan, bener gak kamu butuh yang kayak ginian. Jangan ambil kelas, hanya karena ikut-ikutan atau karena lagi trend aja. Buang waktu, duit, dan tenaga namanya. Hidup nya makin blangsak yang ada.

Disclaimer: Healing Class BUKAN event SAKTI yang bisa bikin hidupmu langsung berubah 180 derajat menjadi kaya, sukses, bebas hutang, financial freedom, bahagia dunia akhirat, happily ever after, atau sembuh total dari penyakit panu, kudis, kurap, dan kutuan. It’s just an event. Kesembuhan dan perubahan hidup yang HQQ kuncinya tetap di kegigihan kamu dalam berbenah diri dan ketentuan Ilahi Rabbi.

Sekian.

Semoga tulisan ini cukup mencerahkan. Penulis menerima japri TERKAIT info Healing via WA 0812 2702 3499

Kedewasaan Berpikir

Ampuun. Kenapa judulnya selalu serius-serius amat sih haha. Untuk judul yang satu ini mah salahkan saja Kang Indra. Doi yang nyeletuk tentang kedewasaan berpikir. Topik sarapan kami pagi ini. Di tengah manis kopi dan hangatnya roti bakar.

Pagi ini kami membahas perbedaan dan prioritas kami yang kembali bentrok. Sesuatu yang sangat wajar terjadi dalam kehidupan rumah tangga pada umunya. Alhamdulillah pagi ini bisa ngobrol enak gapake tandukan untuk menyamakan keinginan. Fiuh..

Be, aku pernah baca dimana yaa lupa.. Intinya sih pasangan yang udah lama menikah itu harus dewasa dalam berpikir…

Maksudnya, A? Tanya saya agak kurang paham…

Iyaa.. contoh nih kalau kita lagi jalan-jalan. Mau nonton. Kamu pengennya makan Mekdi, aku pengennya makan Kaefci. Yaudah makan aja masing-masing dulu. Nanti ketemuan di bioskop. Atau sebaliknya, misal makannya yang barengan di Pitsahat, nontonnya masing-masing karena kepengennya beda. Ada saatnya harus barengan, ada saatnya memilih dan menjalani apa yang diinginkan oleh masing-masing pihak.

Hmmmmm… *sebuah gumaman agak gak nerima sebenernya HAHAHAHA maapkan aku Ay.

Menurut aku sih, perbedaan itu harus diterima dan dihadapi. Dibuat sama-sama enak dan saling menghargai. Karena kita gak bisa sepenuhnya memaksakan atau menyamaratakan sesuatu keinginan. Itu yang namanya dewasa dalam berpikir. Gitu, Be..

Tetep sih agak loading menerimanya. Dan sedikit suudzon sama dia karena takut ini akal-akalan dia aja biar gak nge iya-in maunya saya hahahaha. But well, yang diomongin ada benernya sih. Kita dikelilingi oleh perbedaan. Kanan kiri atas bawah. Gausah dulu keluar rumah, di dalam rumah aja kita akan selalu bentrok sama hal yang beda, sama suami terutama. Itulah kenapa kita sama sekali tidak bisa menghindar dari perbedaan. Yang kita butuhkan adalah kedewasaan dalam berpikir. Menjalani apa yang menurut kita benar, dan menghargai apa-apa saja yang berbeda.

Tentu saja prakteknya akan selalu tidak mudah.

Haaaa yang jelas, relationship goal kami sih satu, bisa adem ngobrolin perbedaan. Tetap saling dukung, support, dan paham keinginan satu sama lain. Dikomunikasikan dengan baik. Jangan apa-apa pake tanduk. Tidak ada ruang bagi ego untuk sebuah cinta. Hahahaha KAMANA ATUH GAYA :)))

Terima kasih atas obrolan paginya yaaa Aa nya Bb. Selamat pitness hari ini. Semoga kita bisa kurus kayak gini lagi!!!

DSC00391

Semua Gimana Bunda

Ternyata orang yang paling banyak komplen adalah orang yang sebenarnya bisa mengubah keadaan. Setidaknya itu yang terjadi di rumah saya. Kalau diadakan rapat meja makan dan dikumpulkan aspirasi dan keluhan, saya adalah orang yang paling banyak protes dan banyak maunya. Padahal ada anak kecil yang usianya jauh di bawah saya, seusia Kanin (lah emang Kanin hahaha).

Ayahnya cuma ingin rumah nyaman dan terlayani dengan baik. Kanin cuma ingin diijinkan berantakin rumah dan dibolehin nonton Tayo dan My Little Pony.

Gue? Pengen bisa sering-sering ke kafe kopi, pengen nge make over rumah, bisa belanja buku tiap hari, keliling Indonesia dan dunia, pengen punya event tiap weekend, pengen beli kulkas baru, beli freezer, microwave, baju baru, emm apalagi yaaa. Banyak pokoknya. Dikasih diem di mall 1 jam aja kayaknya saya bisa habisin duit 10 juta hahahahahahaha wanita berbahaya.

Salahkah saya punya banyak maunya? Emmm.. Relatif sih. Kalau memang butuh ya udah. Tapi kalau hanya nafsu, yaaa ke laut aja lo… (Ga kebayang gue kalau semua hal “sampah” ditumpuk di laut. Kasian juga yaa ekosistem di sana. Bahahaha).

Mungkin karena wanita memang diciptakan senang pada sesuatu yang bersifat kebendaan. (Mungkin yaa mungkin lhooo. Kalau bener yaudah kita tosss ajah haha.) Jadi memang terkesan serakah dan gak ada ujungnya. Gak ada puasnya. 

But well… Tapi kalau emang udah rezekinya, saya yakin sih. Wahai wanita, kita bisa dapat apa yang kita mau. Apalagi itu memang perlu. Hanya saja kita lebih sibuk komplen daripada doeng… eh, doing maksudnya. 

Kita protes kenapa suami gue kek gini sih. Ga peka dan perhatian. Ga sayang dan gapernah bisa paham. Kenapa sih anak gue rewel mamat dan susah dikasih taunya. Huffff…

Sampe akhirnya saya sadar dan saya harus berhenti komplen. Merapat ke kaca kamar dan lihat, emang lo udah ngapain aja sih cuy??? Semangat amat komplennya kayak mau merebut kemerdekaan Republik Indonesia?!?!

Saya berhenti komplen dan fokus benerin diri saya sendiri. Sesakit apapun. Bukan untuk suami, anak, atau dunia. Tapi untuk diri saya sendiri.

And voilaaa! Selalu saja ada keajaiban dari sebuah perjuangan benerin diri sendiri. And yes, semua gimana bunda nya. Kalau Bunda nya disiplin, telaten, dan waras… minimal kondisi rumah aman dan terkendali. Suami nyaman dan transferan pun lancar untuk melakukan banyak hal hihihihi. Anak juga gak cranky nyebelin dan lebih mudah diatur.

Semua gimana bunda nya. Setidaknya itu yang terjadi di rumah saya. 

Dan hari ini senang sekali karena bisa membuktikan sekali lagi, kalau saya disiplin, rundown pagi dimulai dengan sangat apik. Bisa lama-lama ngobrol di meja makan sambil nge-teh bareng sebelum Ayah berangkat kerja 🙂

Gak ada yang misah misuh, teriak-teriak atau nangis-nangis bikin pusing dan bikin mood seharian gajelas wujudnya.

Semua gimana Bunda. Penting banget buat Bunda agar tetap waras dan tenang. Setidaknya itu yang terjadi di rumah saya.

Sekian.

Happy MONDAY para Bunda… Jadilah waras agar hidup lebih nyaman dan bahagia!