Membandingkan

Kemarin abis ribut cukup serius sama suami. Sampe kudu diem-dieman selama 2 hari. Ditambah ada tugas kantor yang bikin dia gak pulang selama 2 hari itu. Perfect moment buat kita sama-sama take some space dan mikir dengan bener. Apa yang salah, mana yang berlebihan, dan mana yang seharusnya gak boleh diabaikan.

7 tahun pernikahan ternyata bukan waktu yang cukup bagi saya dan suami untuk saling kenal, benar-benar saling kenal. Eh, emang untuk kenalan sama pasangan hidup ada waktu yang cukup gitu? Rasanya tidak. Menikah itu kan memang gerbang awal kenalan sama orang from A to Z balik lagi ke A sampai ke Z, and repeat, ampe mati kalau iyaa jodohnya ampe mati.

Lelah? Yaaa kalau lagi sengklek otaknya sih yaa pengen bilang lelah. Pengen banget nyerah. Apalagi kalau pake bumbu-bumbu drama india dan telenovela. Ya Tuhan kenapa dia gitu banget. Kayaknya aku gak cocok sama dia. Kayaknya dia bukan cinta sejatiku. Kayaknya bla bla bla bla… Udah pasti bawaannya pengen nyerah…. Karena ngerasa stuck dan bosen kalau masalahnya itu lagi itu lagi. Iya gak?

2 hari kemarin dengan derai-derai air mata dan mencoba menarik benang merah cerita cinta setelah hampir 7 tahun bersama, perlahan saya mulai sadar…. Ada banyak hal di dunia ini, terutama sama pasangan, yang kita gak bisa memaksakan kehendak atau kondisi. Ada banyak hal yang sangat gak penting dan memang gak boleh untuk dibandingkan satu sama lain. Karena kondisi tiap orang beda. Variabel ujian tiap orang beda, dan hanya Allah yang tau racikan turbulensi konfliknya harus seperti apa. Sesuai dengan doa yang kita minta. Sesuai dengan maksud Allah ingin menjadikan kita sebagai manusia yang seperti apa, yang sekuat dan setangguh apa.

Jadi sebelum membedah kasus saya kemarin dengan suami, hal pertama yang saya lakukan adalah STOP MEMBANDINGKAN dengan kondisi apapun, dengan siapapun. Gak akan pernah jadi solusi. Fokus chi, ini lingkaran kamu sendiri. Be present for your life dan be HONEST. 

Yes. Honesty. Kejujuran… Adalah kata yang amat sangat cliche tapi dalam mempraktekannya butuh kekuatan super power dan super waras. Terutama jujur sama diri sendiri. Sakiiiiit loh itu. Bener ga sih? Jujur dan mengakui andil dalam sebuah masalah adalah salahsatu tindakan pahit yang paling enggan dilakukan oleh setiap manusia. Terutama kalau lagi ribut sama pasangan. Tapi itu HARUS. Karena kalau engga, cuma ego yang adu perang. Api lawan api hanya akan menghasilkan sekam yang semakin membara.

2 hari gak ketemu. Dan akhirnya kita coba duduk bersama. Diskusi bareng. Dari hati ke hati dan saling jujur sama pasangan. Jujur juga sama diri sendiri dan SADAR atas semua yang diucapkan. Emosi dikit sih ada, tapi karena sudah nabung nafas biar bisa sama-sama tenang, kalaupun ada emosi yang muncul, bisa dihandle dengan baik. Ditambah kita ga segan untuk ngobrol sambil pegangan. Buat kita itu ternyata cukup membantu untuk tetep sama-sama napak. Gak ada yang tiba-tiba terbang terbawa arus marah dan hilang menghindari percakapan. Toh kita bertemu dan akhirnya menikah pun karena kita pernah sayang-sayangan. Jadiiii sini sini sayang, aku pegang yaaa tangannya… Hihi… (padahal mah lagi sama-sama awkward)

Dan ngatur napas sih udah paling mujarab. Napas bener sambil istighfar. Karena pertengkaran antara dua insan (tsaelaah haha) pasti hasil kontribusi dari keduanya. Duanya mungkin memang punya alasan untuk merasa benar. Tapi dua2nya pun pasti punya andil dalam melakukan kesalahan. Dan bikin sakit hati satu sama lain. Dengan catatan, mau sama-sama JUJUR.

Akhirnya diskusi selama kurang lebih 2 jam, diskusi yang cukup mencekam dan berakhir mengharukan itu berhasil membuat badai dalam biduk rumah tangga kami bisa teratasi dengan baik. Alhamdulillah… Duh, biduk banget nih bahasanya 😂😂😂

Dan 2 hal yang menjadi catatan bagi saya pribadi dari konflik yang kemarin kami hadapi adalah…. Stop membandingkan kondisi dan cobalah fokus sama apa-apa yang sudah ada dan apa yang sudah dipunya. Tau sih teori ini tapi prakteknya bokkkk, kemringetaaan! 😭😂😭😂

Benerin komunikasi itu pr tiap hari untuk menyamakan persepsi, afirmasi, asumsi, konsolidasi, dan reboisasi. Hutaaaan kali ah direboisasi hahaha 😄 Dan yang jelas mah, biar gak semaput dan bikin kondisi makin kacrut, jujur pada diri sendiri itu lebih penting sebelum kita jujur sama pasangan. Ketika kita mau sadar sama posisi kita sendiri, apa yang sebenernya sudah kita lakukan dan apa yang belum kita lakukan, apa yang sebenarnya kita perjuangkan dan apa yang kita sering abaikan… Jujur sama diri sendiri akan membuat kita lebih tenang untuk menyikapi tindakan atau perkataan ngeselin dari pihak lawan, di bahasan ini adalah suami.

“Oke, aku emang salahnya di sini… Di sini dan di sini. Aku kurangnya di sini dan di sini. Aku gak sanggupnya di sini dan di sini…” secara lisan, di dasar hati, dan juga dalam pikiran. Kompak ngakunya. Konmpak jujurnya.

Ketika kita bisa kayak gitu, ternyata kita jadi lebih mudah juga menghargai pasangan. Kita bisa lebih terang melihat kebaikan dan kelebihan pasangan… Bisa lebih bijak dan juga paham akan ketentuan Allah atas semua kejadian dan kenapa harus sama dia untuk menyelesaikan semuanya.

Beuuuh kayak yang gampang yaah padahal prakteknya sih banjir keringet dan nangis darah mbaaaakkk hahaha..

Kita bisa lebih TERANG lihat petunjuk untuk masalah kita ketika berhenti membandingkan dan menyamaratakan keadaan. Gampang? Engga. Apalagi kalau kita jamaah garis keras Pathiniyah, Instagramiyah dan Fesbukiyah. Bawaannya pengen ajaaa gitu tukeran hidup sama orang lain, macam kita bisa sanggup dan mendadak happily ever after. BIG NO… Kita boleh membandingkan sesuatu pada hal-hal yang sifatnya gak terlalu complicated macam kehidupan pernikahan dan pengasuhan anak. Ini pendapat ane pribadi sih gan. Karena mau sebanyak apapun artikel, ilmu, curhatan tetangga sebelah atau berita-berita di linimasa (yang gak sedikit mengandung racun hoax) yang kita kunyah dan telen… Itu gak akan seribu persen langsung mujarab tokcer mantap seng ada lawan untuk masalah kita di rumah.

Jangan dibanding-bandingkan. 

Terakhir saya berani membandingkan itu yaa bandingin produk-produk skincare dan kosmetik yang belakangan ini lagi hits sejak beauty vlogger merajalela di linimasa. Ada satu produk sabun organik homemade buatan temen yang saya bandingkan dengan produk sabun pabrikan yang biasa dipake selama ini.

Nama produknya Taralicious. Bisa dicek di akun instagramnya di sini. Saya baru beli sabun batangan nya dan dicoba dipake mandi selama sebulan kemarin. Ternyataaaaa enak bener dipakenya. Kulit terasa lebih kenyal, bisa bantu masalah bau badan karena keringet yang berlebihan, dan yang jelas aman karena mengandung bahan yang ramah lingkungan. Tara itu bagi saya adalah sabun yang punya karakter. Mungkin karena yang bikinnya bener-bener dari hati pake cinta dan apiiik bener selama prosesnya, mulai dari pembuatan hingga packing, jadi berasa juga enaknya ketika digosok-gosokin ke badan. Emmm gimana yaaa jelasinnya… cobain aja deh produk Taralicious dan BANDINGKAN dengan produk yang selama ini kalian pakai. Pengalaman yang kalian rasakan akan bercerita lebih lengkap dan terpercaya. 

Buka akun IG nya @tarabeautycompany , follow dan lakukan pembelian deh… Biar bisa membandingkan mana yang lebih cocok di hati dan di badan…

Inget, sabun masih boleh lho dibandingkan… Pasangan sih jangan yaaaa 😊😊😊

Selamat mandi besar (pake sabun Tara tentunya) bagi para pasangan yang berhasil akur dari tragedi besar dalam hidupnya hahaha ahiwww 😘

Salam sayang dan salam juang,

asriFit / my random curhat sila follow twitter @asriFit

Salahsatu anggota Geng PasanganMuda yang Masih Merangkak Mengenal Cinta dalam Pernikahan agar Tercipta Keadilan bagi Seluruh Rakyat Semesta Raya. AAAAMIIIIINNN… 
Gak sabar nunggu paketan TARA nyampe rumaaah 😍😍😍

Bagaimana Caranya Menjadi Wanita Hebat?

Bagaimana caranya menjadi wanita yang hebat? Bagaimana sih? 

Pertanyaan ini berputar di kepala ketika saya selesai jalan-jalan di sosmed para wanita yang menurut saya hebat. Langsung mupeng. Langsung baper. Kapankah saya bisa sehebat mereka jengjengjenggggg… Kapankah saya menjadi seorang wonder woman hahaha… *efek abis nongton layar tancep

Kalau kita mau flashback pada perjalanan hidup kita sejak lahir, masuk TK, jadi murid SD, SMP, SMA hingga kuliah… Lalu menikah dan punya anak. Atau apapun deh pokoknya cerita hidup yang sudah kita lewati dan sedang dihadapi, sebetulnya ada banyak fitur yang menggosok kita untuk menjadi hebat.

Fitur itu dinamakan konflik atau masalah.

Everyday we have to facing the problem. Setiap hari akan selalu ada drama kehidupan yang harus dihadapi dan diselesaikan. Tiap orang masalahnya beda, karena keinginan dan doanya pun beda. Fungsi masing-masing dari kita pun berbeda di dunia ini. 

Cuma yang sering bikin julid adalah…. (julid apa coba yaaa.. Emmm May I translate julid means complicated?? Hahaha ngarang aja sik..) adalah keengganan kita menghadapi konflik tersebut atau malah mendramatisir konflik yang ada. Playing victim. Merasa menjadi wanita paling malang dan paling hina sejagat raya. Merasa bahwa diri ini tak mampu menghadapi segala cobaan yang ada. Halaah…

Yessss, aku juga suka gitu soalnya bahahaha…

Because being a victim itu enacks Kaak. Kita gak harus pusing-pusing cari solusi atau pergerakan lahir dan bathin karena kita cukup menyalahkan kondisi atau orang lain. Yang harus berbuat dan berubah itu mereka, bukan saya. Yang harus do something itu mereka, bukan saya. Saya itu korban. 

Mungkin teori ini sudah terlalu cliche yaa. Bahwa memposisikan diri kita sebagai korban adalah salahsatu posisi yang salah dan tidak menawarkan kita jalan keluar.

Oke, balik lagi ke topik.. Bagaimana caranya menjadi wanita hebat? Bagaimana? Ayooo bagaimana…

Yaaa salahsatu caranya adalah berkenalan dengan konflik yang harus dihadapi. Sadari konfliknya apa, dimana posisi kita, dan apa yang bisa kita lakukan. Jika ada banyak konflik yang harus diselesaikan, pick your battle! Itu advice seorang Financial Planner favorit yang nempeeeel banget di kepala. Kenali konfliknya and then… Pick your battle! Mana dulu yang mau jadi prioritas dan harus segera diselesaikan.

Lambat laun tanpa kita sadari secara langsung, melalui konflik yang satu ke konflik yang lain, kita akan terlatih menjadi hebat dan dewasa setiap harinya. Pribadi yang matang itu karena ditempa, bukan terjadi begitu saja.

Konflik adalah moment of truth yang akan mengantarkan kita pada apa-apa yang kita minta. Semua butuh proses. Semua butuh waktu untuk menghadirkan sesuatu yang tadinya belum ada menjadi ada… 

Haissh percayalah semua kalimat ini cliche. Hahaha..
Saya yakin Anda sudah tau ilmu ini. Bahwa setiap masalah yang datang adalah cara Tuhan untuk menempa kita menjadi sosok hebat yang kuat.

I just wanna tell to you (and strongly to my self…) bahwa masalah tidak akan membawa kita pada titik yang lebih baik ketika didramatisir dan kita tidak bergerak untuk mencari solusi yang bisa kita lakukan sepenuh kapasitas kita.

Bagaimana caranya menjadi wanita hebat?

Jangan lebay dan terus gerak!

Pesan ini disampaikan oleh coach kesayangan, Mamak Irma Rahayu di salahsatu momen coaching beberapa hari yang lalu. (Thanks for all the bakiaks ya Mak!)

Lemme repeat..

Bagaimana caranya menjadi wanita hebat?

Jangan lebay dan TERUS GERAK!!!!

Happy weekend y’all and MOVE YOUR ASS now!!!

Do something for your lyfeee 😊
xoxo

AsriFit

Self Awareness Challenge by KIMI

Heyhooo fellas!

Akhirnya bisa kembali ke laptop untuk buka WP dan  nulis lagi di blooooggg.

Dari kemarin buanyaak banget yang mau saya tulis tapi biasalah nundaan nya masiiih aja kerep. Walhasil cuma mentok di celotehan via Path, Twitter or Facebook. Banyak yang mau diceritain (baca: dicurhatin wkwkwk) tapi karena udah gak hangat lagi di pikiran, jadinya udah lupa deh kemarin-kemarin apa aja yang mau ditulis, hahaha nunda sih ah.

Well yang jelas kalau KIMI mah kudu diceritain banget dan ditulis di blog ini karena emang beberapa bulan terakhir akhirnya komunitas yang saya launch 3 tahun ke belakang AKHIRNYAAAAH menemukan titik terang bentuk wajah dan tujuannya seperti apa. Udah pernah ditulis kok di sini tentang KIMI, gimana sejarahnya, harapannya, dan apa yang terjadi di dalamnya. Sekarang nulisnya KIMI gak Komunitas IBUMUDA Indonesia lagiii. Selain kepanjangan, ternyata kalau disingkat lucu juga.. KIMI KIMI KIMI uwuwuwuwuwu… Hahaha centil ah.

Nah, postingan kali ini saya mau cerita hal seru yang 3 bulan ini terjadi di KIMI. Kejadian itu adalaaaah KIMI project atau KIMI challenge. Ini adalah program baru komunitas kami sejak bulan Februari dalam rangka mewujudkan visi misi KIMI menuju wanita-wanita kuat menghadapi tantangan rumah tangga, zaman, dan jeratan suramnya kenangan laaaahhh hahaha.

Setiap anggota yang tergabung di grup WA KIMI wajib aktif mengikuti challenge setiap bulannya. Challenge KIMI dirangkai untuk melatih self awareness para anggota tentang dirinya sendiri. Siapa kita sebenernya, mau apa kita sebenarnya, dan PR apa saja yang sebenarnya harus kita selesaikan. Belajar ngurusin masalah sendiri sebelum rempong ngurusin PR orang lain, termasuk pasangan. Karena kunci setiap masalah itu ada di diri kita sendiri. Karena setiap manusia itu punya PR yang berbeda, terlahir dengan kondisi yang berbeda, ujian yang berbeda, kelebihan dan kekurangan yang berbeda, dan peran yang beda-beda.

Kenali dirimu sendiri, maka kamu akan mengenal Tuhanmu. Ketika kamu sudah dengan baik mengenal Allah, apapun masalahnya, kamu akan lebih kuat menghadapi kenyataan. Insya Allah.

Animo para anggota pun sangat antusiaassss sekali. Akhirnya setelah 3 tahun ngobrol, curhat, berselisih, drama, dan sebagainya, sebagainya, sebagainyaaaa… KIMI punya kegiatan konkrit yang bisa dijadikan panduan untuk berbenah lebih baik sesuai visi misi yang KIMI pegang. ALHAMDULILLAH…..

Bulan Februari dimulai dengan Beberes Bebenah challenge. Kita semua harus menyortir mana barang yang masih berfungsi dan rutin digunakan, mana barang yang cuma tersimpan tapi hampir gak pernah digunakan dalam waktu kurang lebih 3-6 bulan, mana barang yang disimpan hanya atas dasar kenangan.

Udah kebayang kan mana yang harus dipertahankan mana yang harus dibuang? Mana yang harus disimpan mana yang harus dipindahtangankan hak kepemilikan? Yang jelas barang yang bener-bener masih bermanfaat dan rutin digunakan dengan kualitas yang layak boleh tetap disimpan, sisanya BUANG atau SEDEKAHKAN.

Subhanallah ternyata proses beberes dan membongkar semua barang di seluruh sudut rumah, termasuk laci, dompet, dan saku tas adalah proses yang cukup repot dan membuat hati kasuat-suat. Apalagi kalau nemu barang bersejarah penuh kenangan, apalagi kenangan suram. Badan langsung bereaksi gak enaaak.

Hahahah kok bisa yaa. Gatau saya juga. Apa-apa yang kita simpan kan pasti ada ceritanya. Ada behind story nya. Bisa jadi itu yang bikin tubuh kita bereaksi segala rupa.

Yang jelas gapernah ada yang salah dengan BERES-BERES.

Beresin hati dimulai dengan membereskan barang dan materi yang kita simpan dan terlihat secara kasat mata. Proses beres-beres ini juga akan membantu kita aware tentang keserakahan dan kemubaziran yang selama ini kita miliki huhuhuhu. Banyak gak barang yang kita beli tapi sebenarnya secara fungsi tidak bekerja dengan sebaik-baiknya. Banyaaakkkkk hahahaha. Fiuh, mari kita perbaiki yuk. Pegang apa-apa yang memang kita butuh dan perlukan. Hempas apa-apa yang memang kita tidak perlukan atau cuma menuh-menuhin rumah doang.

Belajar tau artinya cukup. Belajar untuk tidak terlalu lekat pada barang dan keduniaan. Belajar paham artinya keberkahahan, suatu kondisi cukup dan bikin TENANG.

Kegiatan beres-beres ini pun bermanfaat agar nilai-nilai kebaikan yang selama ini terhambat masuk ke dalam rumah, ke dalam hati kita menjadi lebih lancar lagi. Yaaa gimana mau dapat hal baru, wong rumahnya juga udah penuh sama barang, sama kenangan yang semestinya dibiarkan mengalir dan bergulir.

Nyimpen memori itu bukannya gaboleh lho. Cuma yaaa proper dan pada tempat yang tepat. Akan lebih berkah dan bermanfaat ketika barang-barang yang biasa kita keep, digunakan oleh kita sendiri atau oleh orang lain yang lebih membutuhkan dan lebih mempergunakan (ini ada gak ya di KBBI mempergunakan hihi). Intinya, barang yang disimpan, yaaa dipake juga sesuai peruntukannya.

Kegiatan beres-beres, bongkar-bongkar, dan sortir barang ini pun dijelaskan lebih detail manfaatnya di buku Money Therapy by Irma Rahayu dan bukunya Marie Kondo, seni beres-beres a la Jepang. Keduanya bisa dibeli di toko buku terdekat. Untuk buku Teh Irma Rahayu, bisa dibeli di saya (iklan dulu hihi).

And guess what? Setelah challenge ini, banyak sekali perubahan-perubahan pola pikir dan awareness baru di setiap anggota KIMI yang melakukan kegiatan ini dengan all out. Banyak juga yang dapat kejutan-kejutan setelah beberes. Mulai dari kedapetan rezeki baru, dapet proyek yang selama ini dinanti, nemu barang yang selama ini dicari, nemu hobi dan passion yang selama ini tersembunyi dan hal-hal menyenangkan lainnya.. Daan dari kegiatan beberes ini,, ada sekitar 80 anggota yang sudah menghibahkan barang-barangnya ke banyak orang di sekitarnya. Ke ART, tukang loak yang lewat, dan lembaga-lembaga penyalur barang layak pakai untuk lebih dimanfaatkan lagi kepemilikannya. Barakallahuuu Bebooo KIMI, aku bangga sekali!

Alhamdulillahirrabil’alamiin..

Yukk ah terus praktekin dan jadi habit untuk menyortir mana barang yang perlu kita simpan, mana yang cuma kepengenan doang tanpa fungsi yang berarti. belajar juga untuk gak serakah membelanjakan harta. Gak semua harus kita beli. Gak semua hal harus kita miliki. Beajar cukup dan seperlunya.

Semoga semangat challenge ini bisa menular juga yaa untuk semuanya, bukan hanya untuk member KIMI aja. Selamat bongkarin semua sudut rumah dan bertemu dengan berbagai keajaiban setelahnya!

Salam hangat.

asriFit

Popon KIMI

beberapa dokumentasi kegiatan bisa dilihat di akun Instagram KIMI yaa 🙂

Melenturkan Hati

Semua manusia punya ingin dan impian. 
Punya doa dan juga harap.
Lalu dalam kenyataan,

dalam kehidupan,

apa-apa yang kita inginkan,

apa-apa yang kita impikan,

doakan dan harapkan..

Berjalan jauh dan tidak jarang bersebrangan dengan apa yang kita bayangkan.
Tidak sedikit rasa kecewa, marah, sesal, bingung, sedih, dan lelah kita rasakan.
Sampe sekecil apapun ujian yang datang, selalu aja ada keluhan…

“Hidup gue kok gini-gini amat yaaaa Allah….”

Menepi lah… Atur nafasmu…

Karena Allah lebih mengerti proses apa yang harus kita hadapi.

Karena Allah sudah lengkap menyiapkan semua episode hidup ini untuk kita jalani.

Pahitnya, bahagianya, naik turunnya.

Ketika kita berpikir bahwa hidup kita HANCUR dan TAK BERRWUJUD…
Menepi lah… Atur nafasmu…

Jangan lupa melenturkan hati karena boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kita tidak mengetahui… (QS. Al-Baqarah:216)

Take a DEEEPPPP breath.

Allah is everywhere.

Allah gives you a sign…
Lewat setiap ujian.

Lewat setiap hal-hal yang kita keluhkan.

Jangan lupa lenturkan hati.

Karena hidup terasa SEMPIT bagi orang-orang yang KERAS HATI.

Wallahu’alam bishawab.

Cimahi, 12 April 2017

Asri Fitriasari

Founder Komunitas IBUMUDA Indonesia

Review buku Emotional Healing Therapy

Halooo selamat pagi Indonesiaaa!

Hari ini saya mau mereview 4 buah buku yang saya baca setahun lalu tapi perubahannya dalam hidup sangat sangat sangat berasa dan emang beneran mengubah sudut pandang dan sikap saya. For a good things for sure. Menurut saya sih, gak tau kalau menurut Mas Anang hihi.

Saya tau penulis buku ini sudah sejak lama, kayaknya tahun 2012 an deh, lupa, pokoknya udah lama banget. Saya tau penulisnya dari twitterland karena direkomendasikan oleh guru saya bapak Indra Noveldy. Nama penulisnya Irma Rahayu, atau akrab disapa Teh Irma. Akun twitternya @irmasouhealer. Boleh dikepoin twitternya, tapi jangan lupa pake helm. Tulisan Teh Irma, baik di twitter maupun di fanpage FBnya gak pernah santai hahaha. Cablak dan hobi ngeplak. Ini yang dulu waktu awal tau Teh Irma agak gimanaaa gitu sama doi hahaha. Sampe akhirnya di tahun 2015 ngerasa hidup stuck bangeeeeet, dan ngerasa sendirian aja, gak ada yang bisa ngerti dan bantu..

Pengen beresin hidup tapi gak tau darimana, mau cerita ke orang tapi cerita ke siapaaa, ceritainnya gimanaaa. Sampai datanglah hari dimana saya tiba-tiba ikut bedah buku Teh Irma yang terbaru, judulnya Soul Healing Therapy. Sebenernya siiiih sebenernya yaaa, beberapa saat sebelum ada acara bedah buku itu emang udah kepo dan kepengen beli buku Teh Irma, sempet ke Gramedia dan nyariin bukunya. Ketemu tapi cuma dipandangin aja hahahaha, gatau deh kenapa. Waktu itu emang udah feeling banget kalau Teh Irma punya sesuatu yang beda yang saya butuhkan untuk hidup saya, halah…

Yaudah back to taufik yaaah. Buku Teh Irma yang pertama kali yang saya baca adalah Soul Healing Therapy. Isi bukunya kayak apa? Kayak bakiaaaaak hahahaha. Tiap kalimatnya, tiap paragrafnya berasa ditoyor-toyor sama kelakuan diri sendiri yang tanpa sadar merusak hidup sendiri dan orang lain. Di buku Soul Healing Therapy dijelaskan tentang jiwa yang tenang itu kayak apa, enaknya kayak apa, caranya kayak gimana. Bagaimana doa itu bekerja dan bagaimana diri kita bisa  AWARE sama petunjuk dan solusi hidup. Gimana gak enaknya punya “topeng” aku-baik-baik-aja dan denial sama penyakit jiwa yang halus mengendap nyusahin hidup. Buku kecil yang hanya memiiki 137 halaman ini pun membahas tentang cinta dan kehilangan. Eaaaa.. Bagaimana kita kuat dan mampu move on dalam menghadapinya. Mana batasan hal yang semu dan abadi. Buku ini menitikberatkan pada kondisi JIWA yang harus diberikan perhatian yang amat sangat banyak. Jiwa diri kita sendiri yang sebenarnya lapar akan cinta, perhatian, dan pengakuan. Lewat buku ini saya lalu sadar bahwa kesemrawutan hidup datang karena jiwa saya gak tenang. Kalau dibilang sakit jiwa sih agak serem yaaaa, tapi yang kurang lebih kayak gitu. Jadinya merembet kemana-mana.

Jadi inget sama hadist yang berbunyi bahwa dalam diri setiap manusia ada segumpal daging, yang jika ia baik, maka baik keseluruhannya. Namun jika ia buruk, maka buruk juga keseluruhannya. Segumpal daging itu kalbu, hati, jiwa. Yes, my soul is not delicious. Jiwa saya gak enak. Jadinya gak enak kesemuanya. Kesehatan, karir, hubungan dengan suami dan anak. Lewat buku ini mulai deh mengulur benang yang kusut. Karena merasa SANGAT tercerahkan oleh banyak tulisan Teh Irma di buku ini, saya lalu berburu bukunya yang lain.

Di toko buku saat itu udah abis katanya hikssss. Lagi cetak ulang tapi belum keluar… tapi gak lama saya emang langsung ambil kelas healing yang sangat kebetulan akan diadakan di Bandung. Di sana saya dapat 3 buku Teh Irma yang lain. Lengkap sudah, yeaaaaah. Saatnya ngasih makan jiwa sama sesuatu yang baru. Bukan buku motivasi atau ilmu bisnis dan manajerial, ini buku isinya BAKIAK semua bahahahaha.. Kayak makan rujak, pedessss tapi bikin gak bisa berhenti ngunyahnya.

Buku kedua yang saya baca adalah Emotional Healing Therapy. Ternyata ini buku pertama yang Teteh tulis dan memang isinya basic banget tentang apa itu emosi, kenyataan dan dampak dari trauma masalalu dan pola asuh, hubungannya terhadap kesehatan, karir, dan hubungan dengan manusia, baik orang terdekat atau rekan kerja. Lewat buku ini saya pribadi merasa diajak untuk kembali mengenal diri saya sendiri. Apa aja yang luka, dan bagaimana caranya untuk memulai memperbaiki. Buku yang gak pernah bisa dibaca cepat atau hanya sekali aja. Buku EHT tidak terlalu tebal, hanya 173 halaman saja, tapi isinya daleeeeem banget nusuk ke tulang hahahaha *agak lebay

Cocok buat kamu yang sakit jiwa, ehhhh yang ingin mengenal diri kamu siapa. Biar gak  dikit-dikit galau, dikit-dikit drama, dikit-dikit gue gak tau harus gimanaaaa, halah baca yaah buku ini 🙂

Buku ketiga yang saya baca adalah Money Therapy. Ahhhhhhh ini buku juara banget deh nget nget ngeeeet. Pas banget sih bacanya pas lagi stuck sama keuangan. Pemasukan sereeeet dengan kebutuhan yang makin nambah. Pusing kaaan. Lewat buku Money Therapy, Teh Irma menjelaskan makna REZEKI yang sebenarnya, yang gak hanya sekedar nominal uang. Hemmm iyasih mungkin udah pada tau yaa kalau yang namanya rezeki memang bukan hanya sekedar uang, tapi kan kenyataannya banyak hal yang membutuhkan kinerja uang. Nah, lewat buku yang sangat simple ini, Teh Irma meng-crack ENERGI REZEKI yang  seret dan mandek dalam hidup kita, akarnya darimana, penyebabnya apa. Apa itu mental miskin dan mental kaya. Apa itu passion dan hubungannya dengan ibadah pada Alla ta’ala. Bagaimana cara kita MEMBERSIHKAN hal yang menghalangi datangnya rezeki. Semua tentang KAYA dan SUKSES ada di buku ini dan yang jelas mah BEDA BANGET sama banyak buku bertebaran di luaran sana yang ngajarin ngejar rezeki dengan cara yang instan. Cari rezeki bok, bukan cari mie rebus haha. Buku  ini kecil dan tipis halamannya tapi gak cukup sekali bacanya. Sama aja kayak buku lainnya. Sampe sekarang aja saya masih suka baca ulang.

Nah, karena sudah puas baca 3 buku Teh Irma yang cukup membukakan mata hati dan pikiran, saya lanjut ke buku terakhir yaitu Love Therapy. Kenapa judulnya ini dibaca paling akhir? Karena saya merasa gak ada masalah sama hal yang ini (hahahahaha BOHONG banget wkwkwk). Oke, di buku ini Teh Irma membahas banyak tentang CINTA. Ya iyalah kaliii judulnya aja LOVE therapy hahaha. Buat yang sedang jatuh cinta, patah hati, susah move on, tersiksa karena kejombloan, terjebak cinta segitiga, terjebak cinta sama laki orang (oupsss), atau yang sedang atau sudah di ambang perceraian, baca deh buku ini. Biar tau dan sadar akar masalahnya yang sebenarnya ada di mana dan biar gak jatoh lagi ke lubang yang sama. Cinta itu sesuatu yang indah, tapi kalau kita nya GAK WARAS, cinta hanyalah suatu hal yang MENYIKSA. Tsaaaah..

img-20160913-wa0010

Sekian review sangat singkat dari 4 buku tulisan Teh Irma Rahayu. Buat saya sih amat sangat recommended. Sangat membantu saya menjawab BANYAK pertanyaan tentang hidup dan konflik yang hubungannya sama EMOSI. Semoga bermanfaat yaaa.. silakan cari ke toko buku terdekat. Kalau gak nemu bisa beli online atau hubungi via WA no 0812 2702 3499 (persediaan terbatas).

Selamat menikmati hari dan JANGAN LUPA benerin hidup sendiri. Mwah!

Karena ALLAH Gak Pernah Ada

Itu yang selalu bikin kita ngerasa putus asa, dan bawaannya kesel dan ngedumel.
Karena ALLAH gak pernah ada di HATI dan PIKIRAN kita 😭😭😭
Ini satu cerita, pengalaman selama mempersiapkan Healing Class Bandung kemarin. Proses apa aja yang saya lewati sampai ketemu titik di mana peserta membludak, sampe kudu nolak yang terakhir daftar.

Ini prestasi banget dalam sejarah per EO an yang pernah saya kerjakan 😂
Awal Teh Irma mempercayakan lisensi Healing Class Bandung adalah saat di mana saya lagi galau berat. Energi membludak gak karuan, gak jelas bentuknya kayak apa, jadinya saya marah-marah terus. Emosian terus. Akhirnya Teh Irma ngasih tugas bikin event Healing Class di Bandung.
Aku sih excited banget. Bangetnya juga bangeeeeeet.
Pertama, karena saya cukup ngerti apa yang akan saya tawarkan ke publik. Sebelum jadi EO nya aja emang udah cerewet ngerekomendasiin Healing Class.  Gak dibayar. Gak endorse. Murni karena merasakan hasilnya. 
Kedua, event nya di hotel. Akkkk survey keliling hotel nyari mana yang cocok adalah kebahagiaan saya bangeeet Kaaak. Gausah dijelasin panjang lebar, pokoknya suka!
Ketiga, udah lamaaaaa banget gak arrange event. Udah lama banget gak sibuk perbisnisan. Karena 6 bulan pertama coaching dimatengin dulu pondasi sebagai istri dan ibu, baru nih dikasih tugas untuk nyoba lagi pegang bisnis. EO pula. Hobi lama yang bersemi kembali 😍😍😍
Cerita sama suami. Minta restu doi.
BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM.
Pertanyaan Teh Irma saat itu adalah,
“Lo biasanya kalau bikin event gimana? Cara nutupin biaya nya gimana?”
“Simple sih, gue caritau budget pembicaranya berapa, biaya operasionalnya berapa, dijumlahin, dan sebisa mungkin ketutup dari HTM peserta. Gue gak mau expect bakal ada sponsor yang nutupin. Karena gue gak jago nyari sponsor hehehe. Dari banyak event yang gue bikin, cuma 1-2x lah yang surplus dan gue dapet fulus. Sisanya suami yang nombokin hehehehehe”
Hahaha jadi kebayang kan pas izin mau bikin event, raut muka suami kayak apa. Untung aja karena ini bagian dari coaching, dia gak begitu panik.
Lalu Teh Irma ngasih wejangan sama saya.
“Chi, kalau lo kerja ama gue. Mau ngundang gue ke acara lo. Kita kudu samain dan lurusin niat dulu. Lo kudu niat buat ibadah sama Allah. Beneran niatnya begitu. Gampang? Kagak, malah lebih berat. Keyakinan lo akan diuji selama prosesnya. Kita transaksi jual beli nya sama Allah. Akhirat dulu, dunia yang ngikutin. Lo punya passion di event, lo keluarkan segala kemampuan lo untuk mengabdi sama Allah. Kalaupun pada akhirnya nanti gak nutup biaya, lo GAK RUGI. Percaya ama gue, LO GAK RUGI. Ada hal lain yang akan lo dapet meski lo gak dapet berupa materi. Jadi benerin niat lo, energi lo, vibrasi lo untuk NOLONG ORANG. Bukan cari duit. Kalau lo kerja keras, di kepala lo duit dan duit, gimana caranya nyari untung dan untung, kelaaaar. Buktiin aja sendiri.”

Ngeeeengggggg lalu otak saya nge-hank. Blank. Pelan-pelan mencerna setiap apa yang diomongin sama Teh Irma.
Oke bismillah. Dan apa yang saya lakukan ngalir aja. Saya kerjakan apa yang benar-benar saya suka dan bikin saya ENJOY and feel FUN. Ketika di otak udah mulai mikirnya duit, untungnya bakal berapa, langsung istighfar.

Inget Chiii, duit ngikutin.
Jadi tiap ada yang japri untuk nanya Healing Class, saya ceritakan apa adanya. Gak mau menjamin juga ikut acara ini mereka dapet apa yang mereka cari selama ini. Pokoknya mah boleh dicoba, manatau cocok.
Dan selama persiapan event, banyaaak amat kejadian yang bikin nyesek. Gak ada hubungannya sama event sih, tapi sama-sama menguji, lo hidup buat nyari perhatian manusia apa Tuhan. Drama mewek sendiri di pojokan berkali-kali terjadi. Membedakan antara positive thinking dan berprasangka baik. 
Selama ini kerjaan saya cuma positive thinking, think that everything will be fine tanpa benerin apa yang rusak dan salah. 
Tiap ada kejadian nyesek, langsung prasangka baik ajaa. Misal pas lagi ribut sama suami dan ngejelimet miss komunikasi, saya jujur sama diri sendiri kalau saya sakit hati, kecewa, dan keseeeel banget, tapi saya juga nerima konfliknya, saya percaya lewat konflik ini saya bisa jadi orang yang lebih smart dan kuat. Nangis kejer tapi udahnya lega. Sama suami juga pas ngeluarin unek-uneknya gak heboh, karena udah aware kalau ini adalah booster untuk jadi lebih baik.
Well. Peserta demi peserta transfer dengan mudahnya. Pas seminggu menuju hari H, seat udah mau full ajaaa. Sampe kepikiran untuk buka kelas yang lebih banyak. Asalnya 20 orang, jadi siap nerima 30 orang. Mulai deeeh keluar lagi sifat serakah dan sombongnya ampuuuuun.
Untung langsung dikeplak ama Teh Irma.
“Engga Chii. 20 yaa 20. Jangan berlebihan, biar peserta juga menghargai rules event ini. Lo JANGAN SERAKAH!”
Jleb. Tsleeebbb. Nusuk banget siiiii. Ketauan deh gue maruknya wkwkwk.
2 bulan kurang persiapan Healing Class Bandung, full seat, dan banyak KEJUTAN yang terjadi selama persiapan. Mulai dari ketemu temen lama yang kerja di hotel tempat acara, sampe bisa dapet diskon pax lumayan gede dengan ruangan yang gede juga, daaan sampai di akhir acara. Ada kejutan luarbiasa dari Teh Irma, yaitu…
“Chi, ini kan acara pertama lo. Sebagai hadiah atas kerja keras dan kesungguhan lo selama persiapan acara ini. Gue cuma minta ditanggung biaya penginapan aja. Sisanya lo bisa pake buat ikut GP ke Ubud.”

Oh. My. God. 

Lemes.
Allahuakbar 😭😭😭
Bener-bener menang banyaaakkkk.
Gosokan mental dan sikapnya dapet.

Rezeki berupa materinya juga dapet. More more moreeee than I expect!

Masya Allah.
Allah is GREAT !
Saya gak berhenti nangis dan gak percaya sama “keberuntungan” yang Allah kasih.

Drama 2 bulan ini. Drama yang banyak banget ampe lupa apaan aja, terbayar kontan.
Allah is GREAT !
Allah ngasih di porsi yang emang saya pengen banget. 
Lemesssss..
Allah gak pernah PHP. Tema Goal Praying di Ubud nanti akan lebih ngebedah makna Allah gak pernah PHP. Ya Rabb, jadi makin penasaran. Makasi ya Allah. Makasih 😭

Dan apa yang ingin saya share di tulisan ini adalah…
1. Keyakinan itu MAHAL harganya. Butuh usaha dan kesungguhan yang gak ada batasnya.
2. Allah itu ADA. Beneran ADA di hati kita. Pilihan kita aja, mau gak mengakuinya dengan hati, pikiran, dan perbuatan.
3. Bedanya positive thinking dengan prasangka baik adalah, positive thinking cuma mentok di pikirannya aja, everything will be fine, fine and fine, tau-tau meledak tinggal nunggu waktunya aja. Prasangka baik adalah NERIMA dan MENGAKUI setiap hal baik dan buruk yang Allah suguhkan pada kita dan meyakini dalam hati dan lewat perbuatan bahwa Allah pasti nolong. Kita mau ngerasa sakit, kesel, gondok, boleh… tapi balikin lagi ke Allah.. Bingung? Yaudah telen aja dulu  😅
4. Rezeki yang LEBIH MAHAL daripada UANG adalah pembelajaran dan penggosokan mental untuk jadi manusia yang tangguh dan AWARE akan petunjuk dan PERTOLONGAN ALLAH. Bukan uang atau materi duniawi lainnya. Itu definisi kaya BAROKAH.
5. Naik haji bila mampu *tetep

Sekian sharingnya, semoga bermanfaat yaaa.

Jadi, ada gak sih ALLAH dalam HATI dan PIKIRAN kita?

Asri Fitriasari

Founder KIMI

Tahun Keenam: Little Sweet Escape

Hari itu hari cukup galau dan ngeselin, pasalnya… cieee pasalnya… hari itu datang ke RSGM dan kembali gak ada kerjaan lagi. Bete. Melipir aja deh ke kosan temen, numpang bobo siang aja deh biar tetep ada agenda. Wkwkwk agenda apaaaaan itu tidur siang haha. Di kosan temen, ikutan leyehan dulu, buka-buka sosmed dan sukses dibikin mupeng sama temen yang baru kewong kemarin, apalagi kalau bukan foto-foto menyiksa mata berisi snapchat selama honeymoon. Yaampooon maafkan aku ya Allah.. Aku  iriii. Aku siriiikk..

Lalu iseng nge-screen capture dan berniat ngirim kode ke suami. Tom, Cabe butuh liburaaan.

Dan surprisingly, pas mau japri Tomat a.k.a my suami, dia udah ngirim pict hotel booked untuk tanggal 30 September. He said that “Ini kado buat anniversary 6 tahun. Aku sekalian ambil cuti.”

WHAAAATTTTTT… Kebahagiaan macam apa iniiiii… Ya Allah… aku refleks norak loncat-loncat dan teriak gak jelas. Saking happy nya.

Masih gak percaya tapi ini semua benar adanya.

Akkkk makasiiii Tomaaaat. Kamu terbaik. Kamu terbaiiiikkkk.. Giliran ginian aja bilang Tomat terbaik wkwkwk. Kalau lagi marahan mah HIH hahahaha…

Jadilah hari itu, Jumat siang, Cabe dan Tomat beserta neng cilik bersiap packing untuk menikmati little sweet escape. Masih di Bandung tapi aku nya udah seneeeng banget, karena Tomat mau meluangkan waktu di tengah kesibukan dan jadwalnya yang super padat untuk celebreating ulang tahun kawinan. Seneng banget.

Tomat milih Park View Hotel Bandung karena deket sama PVJ. 300 meter dari PVJ, jadi tinggal jalan kaki. Jujur aja, kita memang bukan pasangan yang rajin datengin PVJ. Faktor Tomat yang mager ketemuan sama kemacetan dan kepenuhan orang-orang di mall itu, terutama kalau weekend. Tomat cuma semangatnya ke Festival Citylink, karena lebih deket dari rumah dan gak terlalu macet untuk menjangkaunya. Eh bentar kenapa jadi ngebahas mall sih ini. Hahaha..

Dan sebenernya PVJ ini cukup bersejarah untuk kita berdua. Pertama kali Tomat ngajak Cabe nonton bioskop yaa di Blitz nya PVJ. Waktu itu Tomat semangat banget ngajakin nonton Slumdog Millionaire. Dan kalau gak salah waktu itu cuma tayang di Blitz. Slumdog Millionaire, film Bollywood yang mengisahkan kegigihan seorang pemuda India sepanjang hidupnya dan kesungguhan cintanya pada wanita pujaan hatinya. Hazeg.

Jadilah sore itu, Tomat Cabe dan neng cilik berencana untuk nonton dan makan siang di PVJ. Makan siang di Pepper Lunch! Yeaaah tempat yang juga bersejarah untuk Tomat Cabe. Jadi waktu dulu diajak kencan pertama sama Tomat, Cabe memilih makan siangnya di Pepper Lunch aja. Belum pernah nyoba dan yaudah pengen nyoba, daaan Cabe baru tau kalau harga per menu nya cukup ngerampok isi dompet. Maaf yaa pemirsa, Cabe biasanya makan paling mahal itu yaa harga 40rebuan lah seporsi, ini 70rb ke atas ngahahahaha… Keliatan banget lah kita kampungnya wkwkwk. Pas mau pesen makan pun Cabe gak enak bangeet dah ama Tomat. Aduuuh ini cewe baru diajak makan sekali udah bikin miskin aja heuheuheu. Udah sempet kode sih ke Tomat untuk ganti resto aja, KFC juga gak apa-apa dah. Cuma saat itu Tomat juga gengsi sih kalau kudu keluar gajadi beli wkwkwk. Bodoh moment banget pokoknya saat itu.

Kita sudah pesan. Dan siap makan. Tapi ada dua kejadian konyol. Pertama, tangan Tomat gak sengaja megang hot plate dan sukses bikin Tomat mengaduh (masih) dengan tampan nya (maklum masih jaim yak), kedua sesaat setelah Cabe makan dan mengelap mulut pake tissue, di situ Cabe baru sadar kalau selama makan, mulut Cabe belepotan bangeeet nget nget. Kebayang kan reaksi Cabe kayak apa, dan maluuuu banget waktu nanya ke Tomat, “A.. mulut aku daritadi belepotan yaa?” dan dia mengiyakan sambil agak nahan ketawa.

Oh crap.

Hahaha… jadi inget omongan Bi Ida, adeknya Mama, yang selalu bilang “Kamu tuh kalau makan coba yang rapih. Nikmat sih nikmat tapi gak belepotan. Gimana kalau makan sama calon suami. Bisa ilfil kali…”

Yaaapp kejadian banget. Untung calon suaminya gak ilfil hahahaha.

Momen Pepper Lunch. It’s always sweet and kocak to remember.

Siang kemarin kembali lagi makan di Pepper Lunch nya PVJ. Sekarang udah ada pihak ketiga nya, yaitu Kanin, yang bikin kita waspada jangan sampai dia megang hot plate nya tapi yak gak apa-apa sih kalau makannya belepotan juga, masih cilik ini, emang Emaknya udah kuliahan makan pasta belepotan ngahaha.

Abis kenyang makan kita beralih ke CGV Blitz. Berhubung temen nontonnya ada anak di bawah umur, jadi kita pilih kartun. Alhamdulillah ada film kartun yang tayang hari itu. Judulnya Storks. Cerita tentang burung bangau yang kerjaannya nganterin bayi. Di film itu ada anak kecil yang kepengen banget punya adek karena dia ngerasa sendiri, apalagi ketika ngeliat Emak Bapaknya sibuk. Jadi dia ngirim surat ke para Bangau untuk ngirimin dia adik. Kanin nonton serius banget ampe berdiri dan nempel-nempel ke kursi depannya. Emmmm kamu gak jadi kepengen punya adek kan Nin karena nonton film ini? Wkwkwkwk…

Beres nonton, kita keliling-keliling PVJ. Kebetulan ada Tastemarket juga di sana. Jadi kita sekalian nyusurin banyaaak banget booth kulineran khas Bandung dan sekitarnya yang makin beragam dan kreatif ajaaa. Banyak banget deh. Tastemarket ini memang event tahunan yang biasa diadakan di PVJ, isinya kulineran semua. Cuma saat itu kita gak lagi lapar-lapar amat, secara baru makan di Pepper Lunch. Pepper Lunch adalah fastfood resto ala Korea. Pepper Lunch adalah tempat yang bersejarah untuk Tomat Cabe. Heyyyyy udah dibahas kali tadiiii.. Haha, maap.

Next agenda, kita nyari Sluban buat Anin. Akhir-akhir ini doi emang lagi demam mainan menyusun blok begitu. Berhubung kalau beli Lego agak lumayan yaa Sis harganya dan anak ini masih dalam tahap pertumbuhan (apa hubungannyaaaaa haha) jadi dikasih Sluban aja dulu ya Nak. Kita beli di toko namanya Kinderhaus, tempatnya di depan Kidz Station lantainya lupa, cari aja lah ya. Kinderhaus menyediaan banyak mainan edukatif dengan harga yang cukup affordable. Boleh mampir ya Kaak kalau kebetulan lagi main di PVJ. Liat-liat manatau ada yang cocok hihi… -bukan endorse-

Kanin berhasil ngebungkus Sluban Classic dengan harga 275.000 dapet 400an pieces. Lumayaaan kan, kualitas blok nya rapet kalau disatuin, gak gampang lepas dan kekokohannya juga cukup mantap nih Sluban. Makasi Om Edo udah ngerekomendasiin Sluban untuk Kanin…

Nah setelah puas ngebungkus Sluban, kita baru nyari makan lagi. Udah mulai laper lagi. Bingung sih sebenernya mau makan dimana, mau sushi takut ga kenyang, mau suki, males masak dan ngolahnya, mau pasta dan waffle emmm eneg, jadilah kita milih makanan oriental di Red Bean aja.

Waktu udah menunjukkan pukul 9.30 malem. Cukup kenyang ngunyahin ini Mall. Dan semoga Kanin cukup lelah untuk langsung tidur pas nanti setibanya di hotel. Biar Emak dan Bapaknya ada waktu buat ngobrol. Iyah, buat ngobrol dan rapat awal dan akhir tahun perumahtanggaan hahaha. Oh tapi ternyata tidak. Bocah alkaline ini masih ON dan melek aja sampe jam 11 malam. Emak Bapaknya udah keburu lelah dan ngantuk.

Alhamdulillah gak harus nunggu tengah malem sampe akhirnya Kanin mau bobo. Oiya, di hotel Park View ini kami pesan kamar dengan tema Midnight in Paris. Gak sempet foto-foto banyak, tapi sedikit review kalau kita puas banget sama design interior yang disuguhkan hotel ini. Mewah dan cantik. Dapet kamar dengan suasana vintage dan warna tosca. Ahhhh suka! Ukuran kasur Superior nya bener-bener superbbb-rior, gede, luas, kenyaaang. Meski suara AC nya agak ganggu sih, tapi most of all hotel ini worth to try.

Besok paginya, aktifitas sarapan dan renang. Sayangnya di hotel ini kami gak menemukan booth telor mata sapi dan omellete hiks. Padahal itu menu favorit kalau sarapan di hotel. Karena tinggal lep gak usah repot masak wkwkwk. Kolam renangnya pun kecil, lebih cocok untuk anak, bukan untuk dewasa. Dewasa bisa aja sih, cuma kemarin kebanyakan dewasa yang masuk kolam karena mau nemenin anaknya main air, eh renang.

Kalau kamu cari spot dan view untuk foto ala ala king and queen, or ala ala princess dari negri Eropa, hotel ini recommended banget, tapi kalau dari segi fasilitas sih menurut aku standar banget. Dan kalau kamu pengen stay di Bandung dan pengen ngubek PVJ, hotel ini sangat bisa dijadikan pilihan. Deket banget tinggal jalan kaki.

Udah kenyang renang, kita balik ke kamar dan tiga-tiganya tepaaar balik lagi ketiduran, untung gak lewat dari jam check out hahaha.

Liburan sejenak dalam rangka ulang tahun nikahnya Tomat Cabe selesai. Sepanjang jalan penuh dengan obrolan flashback dan saling mengkoreksi satu sama lain. Berasa kayak penguji UAN yekaaan pake acara saling koreksi segala hahaha.

Ahhhh ya ampun Tomat, udah masuk tahun keenam. Tahun yang sangat penuh drama, tahun yang sempat mendorong kita masuk ke dalam jurang yang terjal. Hamdallah masih terus dikuatkan ikatannya. Masih tetap saling berpegangan erat. Terima kasih banyaaaak yaaa Tomatnya Cabe. Aa-nya Bb, untuk segala sabar dan pengertiannya menemani Be bertumbuh.

Seperti yang kamu bilang kemarin, gak ada lagi itu urusan kamu, ini urusan aku. Kita udah jadi satu dari 6 tahun yang lalu. Urusan Aa akan jadi urusan Bb juga. Urusan Bb akan jadi urusan Aa juga. Saling memengaruhi satu sama lain, jadi harus makin dewasa dan bertanggung jawab dalam setiap mengambil pilihan.

Semoga kita semakin kuat menghadapi chapter berikutnya yaaa A. Badai yang datang akan semakin besar, semoga kita tetap saling menggenggam dan berpeluk erat.

I LOVE YOU MORE.

Kismwah,

CABE.