LONG TIME NO WRITE!!!

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum warrahmatullahiwabarakatuh duluuuurrr!!

Ah kangen kangen kangennnn!!

Sudah lama saya tidak meracau dan berbagi opini sama dunia mayaaa.. Apa kabar kaliaannn?? Semoga sedang dalam kondisi sehat, semangat, dan sejahtera. Amiin…

Wah bingung nih si sayah mau nulis apa. Too many story to share!!!!! Mulai dari pengalaman-pengalaman unik selama jadi koass, ilmu-ilmu baru di dunia perekonomian, fenomena2 di Indonesia yang bikin gatel pengen kasih opini, percakapan-percakapan bodoh antara suami istri (as usual),sampe turun naiknya motivasi dan semangat saya. Banyak banget!!!

Sebentar.. pelan-pelan ah.. jangan seradak-seruduk.. cerita apa dulu ya emmm.. Saya mau cerita tentang ilmu ekonomi aja deh yaaa..

Suami saya teh lulusan ekonomi dan dia adalah salah satu lulusan ekonomi yang sangat concern dengan financial planning. Suami saya ”agak beruntung” dipertemukan dengan istri yang samaaaaa sekali gak ngerti ekonomi. Boro-boro ngerti ekonomi dehhh.. Punya skill nabung aja gak, hahaha.. Pernah sih nabung tapi duluuu banget waktu masih belum sekolah, waktu ingus masih dilap pake baju maen (agak jorok yaa analoginya, padahal kenyataannya saya gak pernah gitu waktu kecil). Saya nabung buat beli sepeda. Itu aja. Sampe sekarang susaaaah banget mau nabung. Parah kan yaa? Kalian bisa membayangkan ”seru” nya rumah tangga kami yang diisi oleh dua latar belakang yang berbeda. Suami yang ngerti ekonomi dan istri yang cuma tau krim ekonomi itu apa, hahahaha..

Menikah dengan Om Indra ternyata dapet bonus kuliah gratis tentang Ekonomi seumur hidup! Allah baik banget ya? Saya jadi ga usah ngambil dual degree untuk ngerti ekonomi 🙂 hehehehe..

Sekarang bacaan saya udah mulai melebar, dulu biasanya baca buku-buku motivasi dan novel, sekarang udah mulai baca buku ekonomi, yang ringan-ringan tentunya… yang untuk kalangan awam seperti saya. Buku yang bisa mengenalkan dengan simple bahwa krim ekonomi itu berbeda dengan ilmu ekonomi, jauuuhhh berbeda *ya eyaalaaaa*

Jadi inget dulu sebelum nikah sebenernya Om Indra udah kasih intro tentang dunia ekonomi tapi saya cuma iya-iya aja. Butuh waktu 6bulan lebih buat saya untuk ngerti apa maksud dari obrolan waktu awal-awal nikah hihihihi.. kenapa harus ada rencana keuangan, apa itu investasi, jenis-jenis investasi, pentingnya investasi, daaann semuanya yang berbau ekonomi… Sampe kadang suka olab juga 😀 (olab means muntah in Sundanese :P) Okei, saya sendiri belum bisa sepenuhnya mempraktekkan dengan sangat disiplin apa aja yang sudah saya pelajari dari suami, sulit cyiiiinnn. Kebiasaan hidup yang sudah mendarah daging itu sulit untuk direkontruksi ulang. Butuh perjuangan dan alhamdulillah suami saya sabaaaar banget ^^ (loveuloveu).

Nah, sejauh ini sih saya udah mulai mengerti apa itu rencana keuangan, gimana cara ngolahnya, bagaimana memilahnya biar bisa jadi aset yang ”jadi” dan modal berinvestasi, jenis2 investasi itu apa aja, resikonya gimana dan cara maeninnya gimana. Cuma sebatas teori looo saya baru ngertinya.. dan itu butuh waktu 6bulan!! Agak lemot yaa sayaa.. hehehe 😀 tapi ternyata seru sekali 😀 Sebagai wanita yang sudah mendapat jabatan ibu negara alias ibu rumah tangga, maluuu banget rasanya kalo gak ngerti yang beginian. Seneng rasanya ketika saya gak usah cari financial planner independen dan bayar mereka untuk ngatur cashflow saya, saya bisa belajar sendiri dan itu gampang kok 😉

Jadi kalo nanti ada orang ngajak ngobrol tentang dunia ekonomi, dikit-dikit saya ngerti lah, huhuyyy…

Ilmu ekonomi yang saya dapet selain dari suami, kemarin saya ikut Sanlat Investasi Syariah juga sama Om Ahmad Gozali, dan sekarang lagi baca bukunya Teh Ligwina Hananto =) lagi semangat banget cari tau dan sekarang udah mulai gak olab kalo dikasih nutrisi ilmu sama suami, karena udah nyetel di otak 😀 doain aja semoga saya jadi manusia yang lebih berguna dan bermanfaat buat sekitar, bangsa, negara dan agama. Doain semoga harta yang saya dan suami kelola dalam rumah tangga nilainya berkah…

Pentingnya kita ngerti rencana keuangan dan investasi itu kehidupan kita akan lebih baik, lebih tenang, dan insya Allah semakin royal sedekahnya =) Orang Islam itu wajib kaya kan yaa?

Ah udah segitu aja dulu… saya gak mau banyak ngomong dulu karena saya juga masih di titik nol di bidang ini, belum ada apa-apanya. Baru dapet bekal dan baru mau jalan.. Saya dan suami sepakat kalo belajar ilmu keuangan itu mutlak hukumnya. Bukan cuma untuk kehidupan rumah tangga kita aja, tapi untuk sesama juga… Kita hidup di dunia ini kan memang jobdesknya menjadi manfaat untuk orang lain.

Satu hal yang bisa saya petik hikmahnya dari perjalanan belajar yang satu ini, manusia itu gak punya batas. Hanya Allah dan aturanNya yang berhak memberikan kita batas. Maksudnya apa? Saya dan suami sepakat untuk gak menutup diri dengan ilmu yang ada. Meskipun dunia kerja saya yang utama adalah jadi dokter gigi, gak ada alasan untuk saya gak mempelajari hal lain selain kedokteran gigi. Ilmu Allah itu Maha Luas.. Sayang kan ya kalo hidup hanya mereguk setitik kecil dari apa yang Allah sudah berikan kepada kita. Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, kita gak punya batas! Hanya Allah dan aturanNya yang membatasi ruang gerak kita. Selama tidak berbenturan dengan syariah Islam, kita bebas berlari kemanapun kita mau…

Okeiiii, tetap semangat, tetap bergerak.. Naik turun spirit itu biasa.. Satu hal yang gak boleh itu, ber-hen-ti dan merasa gak mampu. Jangan pernah mengecilkan kemampuan diri kita sendiri, nanti Yang Menciptakan kita marah 😀

Bersyukur harus, tapi bersyukur yang salah kaprah kadang membuat kita melakukan pembenaran untuk merasa puas dengan apa yang ada dan tidak berani melangkah lebih jauh dari kapasitas yang kita punya. Quran sudah menuliskan bahwa kita hidup di dunia ini sebagai khalifah. Hidup bukan untuk diri sendiri, tapi untuk orang lain juga. Sangat banyak PR ke-khalifah-an yang harus kita tunaikan jadiiii jangan pernah diam, karena diam itu mematikan..

Oiyaa, satu lagi satu lagiii… ternyata untuk berkecimpung di dunia investasi itu gak harus punya duit jutaan loh.. Ratusan ribu juga bisa. Kok bisa? ya bisaa lah, ada ilmunya kokkk 🙂

Sebuah tulisan untuk diri sendiri sebenernya :DD semoga tetap bisa jadi manfaat untuk teman-temin yaaaa… Maaff kalo ada salah pemilihan kata, pemilihan opini, pemilihan topik, atau mungkin pemilihan media publikasi.

Love in the air for you guysss!!

Wassalamu’alaikum wr wb…

-@achiisurachii-

Suami dan Inspirasinya :)

Menghitung hari sih udah biasa. Apalagi hari-hari pra nikah. Always happy through that thing! Dan setelah pernikahan banyak hal yang berubah, banyak sekali. Untuk cerita yang satu ini adalah salah satu changing yang terjadi pasca pernikahan saya dengan Aa. It’s about how to manage financial things, tentang situasi menghitung dalam rumah tangga kami 🙂

Dari awal kita udah banyak ngobrol masalah duit. Masalah paling sensitif dan santer dijadikan penyebab utama keretakan rumah tangga. Tiada lain dan tiada bukan adalah: masalah ekonomi. Agak khawatir sih ketika tau bahwa jodoh yang ada di hadapan saya adalah seorang ekonom. Hmmm.. sosok yang memiliki keahlian dimana keahliannya itu gak banget buat saya. Saya gak gitu suka sama ekonomi. Saya gak pernah care sama yang namanya duit. Flownya cuma dikasih sama ortu, terus dibeliin makan, ongkos ke sana ke mari, nyalon, dan beli buku. Just it. Gak terpikir untuk memanagenya menjadi suatu cashflow yang rapi jali dan mungkin malah nambah pemasukan. Sama sekali gak terpikir untuk itu. Tapi, semuanya berubah ketika saya ketemu sama si calon suami. Saya diajak untuk tau cashflow dia sebelum lebih jauh diajak married sama dia (Eh, diajakin married dulu ding baru dikasih the big secret of his life-nya). Pertama kali dikasih liat file tentang perencanaan keuangannya saya hanya cengok bego, garuk-garuk kepala padahal gak ada ketombenya. First impression saya, apaan sih ini? Gak ngerti. Hihihi.

Dia pun menjelaskan file dengan judul “INDRA’S FINANCIAL MONTHLY MAP 2010” Itu rapi banget. Semua pemasukan dia selama satu bulan, kalkulasinya dalam setahun, dan mau dibawa ke mana semua pemasukan itu nantinya, semuanya terplanning rapi sekali. Pantesan dulu dia dengan antusiasnya merekomendasikan situs tujuanloapa[dot]com. Itu dia banget ternyata. Dia dengan berapi-api menjelaskan setiap detail perencanaannya. Mulai dari pemasukan gaji bulanan, rencana jangka pendek, rencana jangka panjang, rencana investasi. Semuanya! Okei, saya cuma mangap dengan gak cantiknya. Selain gak gitu ngerti, saya amaze banget, ini bukan saya sama sekali. Setelah selesai dia menjelaskan, dia nanya sama saya,

“Gimana yang? Ada masalah gak dengan semua yang udah aku plan beberapa tahun ke depan?”

“Heh? Masalah? Masalah apa ya? Gak ada. Aku setuju-setuju aja.”

”Yah, kok setuju-setuju aja. Gak ada masukan???”

 

Aje gileee.. Saya aja bingung. Bener-bener bingung mana yang harus saya koreksi. Itu udah almost perfect buat saya. Sedikit cerita tentang latar belakang suami, dia itu pria (iyalah), anak pertama dari 3 bersaudara, kelahiran 83. Dia udah iseng-iseng nyari duit sejak kuliah. Dia bergabung dengan band religi yang sempet naik daun di Bandung. Mulai dari karirnya di dunia musik itulah dia punya penghasilan tambahan. Saya gak inget persis bagaimana perjalanan karirnya, yang pasti di usianya yang masih mahasiswa saat itu (terlepas mahasiswa asli atau abadi, hehe), dia udah punya banyak pengalaman kerja di sana-sini. Dia bisa biayain skripsi dan beli motor sendiri. Dan mungkin pembelian-pembelian barang lain yang dia beli pake uang sendiri tanpa sepengetahuan saya, karena saat masa-masa itu I’m not his someone special yet.

Januari 2009 saya dan dia mulai dekat berkat bantuan jejaring sosial dan di tahun itu pula dia langsung mengajak saya menikah. Dengan sangat matang. Selain pengetahuannya yang luas dan membuat saya nyaman diskusi apa saja dengan dia, dia sudah mapan. Hmmm.. bukan berarti saya matre yaa, tapi yang namanya hidup berdua itu bukan cuma makan cinta. Ada perhitungan teknis yang juga harus disiapkan untuk menyemikan cinta itu menjadi indah dan tidak menyusahkan sekitar dan juga calon anak. Iya ga?

Nah, sekarang sudah hampir 3 bulan usia pernikahan saya dengan dia. Banyak hal yang saya pelajari tentang keuangan. Amat sangat banyak. Sempet sih eneg juga kalo udah diskusi tentang rencana keuangan lagi, rencana keuangan lagi. Tapi beberapa hal yang akan jadi poin saya di tulisan ini adalah:

  1. Uang itu bukan segalanya tapi segalanya (meskipun terkadang tidak semua) membutuhkan yang namanya uang, jadi kita harus bener-bener mengaturnya dengan baik. Agar ketika kita butuh, uang itu selalu stand by untuk digunakan 😉
  2. Semua impian butuh dana. Saya dan impian seperti belahan jiwa, tidak ada impian tidak ada semangat, dan dari kesemua impian itu saya harus menyiapkan dana untuk mewujudkannya. Dengan pengetahuan tentang perencanaan keuangan, saya bisa mengatur mana impian yang membuat saya menghasilkan uang, mana yang membuat saya harus mengeluarkan uang. Semakin rapi, insya Allah semua impian saya akan terwujud.
  3. Dengan perencanaan, kita terlatih untuk displin. Ketika kita sudah mahir mengotak-atik pemasukan dan pengeluaran, kita tidak pernah merasa kekurangan. Karena apa? Karena kita tau dari mana uang itu datang dan akan ke mana uang itu pergi.
  4. Berhubung saya orang Islam yang sangat dihimbau oleh ajaran agama untuk rajin bersedekah, saya ingin punya penghasilan yang lebih dari yang lain agar saya selalu bisa berpartisipasi dalam kegiatan amal dan kegiatan sosial 🙂

Intinya adalah… siapapun anda. Sudah berkeluarga atau tidak, ayo kita mulai merubah pola pikir yang tadinya hanya mencari uang dan membelanjakannya, dengan pola pikir bagaimana uang ini berputar secara rapi dan menghasilkan nilai lebih di akun tabungan kita nanti. Banyak hal yang harus kita lakukan sebagai calon-calon orang sukses, jangan sampai keadaan ekonomi yang jadi hambatan. Selama kita mau, kita pasti bisa.

Saya adalah seorang istri yang amat sangat terinspirasi oleh pria pembelajar sejati tentang masalah financial planning ini. Saya jadi ikut tenang untuk kondisi keuangan saya nantinya. Dia bilang, susah atau senang dalam hidup itu bukan seberapa banyak uang yang kita punya tapi bagaimana kita bisa mengaturnya sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan. Kekayaan orang itu dinilai bukan dari uang yang masuk ke rekeningnya dia, tapi bagaimana dia bijak memutarkannya. Orang dengan penghasilan 100 juta dengan orang yang penghasilannya 10 juta akan terlihat sama saja, it’s about how you manage your cashflow 😉

Mungkin di luar sana masih banyak pria usia 27 tahun yang karirnya lebih baik dan lebih sukses daripada suami saya, tapi perjalanan yang sudah suami saya toreh di dunia keuangan, saya yakin dia adalah 1 dari 100 pria yang ada di Indonesia ini yang dapat melakukan hal tersebut. Atau mungkin 1 di antara 1000? Saya belum sempet survey sih. Hehe. Tapi yang pasti, di usianya yang masih kepala dua, dia sudah berhasil membeli rumah, menikahi mahasiswi yang juga dibiayai kuliah dan biaya hidupnya, dan juga membantu sesama untuk mewujudkan impian mereka. Terima kasih Allah. Semoga Aa selalu diberikan kebahagiaan yang tidak ada habisnya oleh Tuhan. Oiya, FYI, saya yang di awalnya bener-bener gak bisaan ngatur duit, berkat motivasi dan pembelajaran dari sang suami, sekarang saya juga udah punya penghasilan tambahan loh selain sibuk nguliah dan ngoass 🙂

It’s not about you can or not, it’s about you want or not!

Semoga bermanfaat!