Ta’aruf yang Benar

Siapa yang sedang berstatus pacaran? Atau pernah PACARAN? How does it feel? Bahagiakah?

Saya pernah pacaran. 5x sebelum menikah, pacar terakhir sekarang statusnya sudah merangkap sebagai suami dan bapak anak saya. Saya sudah cukup kenyang dengan yang namanya pacaran. Kenyang dengan pengalaman perihnya. Hehe.

Kalau boleh memutar waktu, rasanya ingin sekali mengulangi hidup dengan menjalaninya TANPA PACARAN. Meski begitu, semuanya harus menjadi pembelajaran. Saya tidak akan pernah berhenti berbagi tentang cerita pahit dan perihnya, agar dapat menjadi pelajaran, hikmah, dan jalan terang. Agar menjadi penggugur dosa atas apa yang sudah terlewati. Agar yang lain tidak terjebak pada dosa yang sama.

Saya tidak mengerti pastinya bagaimana PACARAN bisa menjadi sesuatu yang biasa, lumrah, dan dianjurkan di tengah masyarakat muslim, ketika sudah begitu jelas agama tidak mengajarkan, Rasul pun tidak mencontohkan. Kok bisa?

Ada banyak sekali faktor pendukungnya. Mulai dari ketidakharmonisan di rumah, lingkungan, media, iklan, program televisi yang MENGHALALKAN pacaran dan membuatnya menjadi hal biasa dan wajar.

Ketika teknologi semakin kencang berkembang, dan zaman semakin dewasa dengan modernisasinya, saya malah semakin cupu, saya semakin MENOLAK pacaran. Hari gini masih pacaran? Jika kembali ke masa lalu dan mengkalkulasikan waktu, energi, dan kegalauan yang tercipta dalam hubungan pacaran kayaknya bisa untuk membuat karya atau pencapaian yang luar biasa. Kalau saja…

Baiklah. Saya harusnya tidak boleh men-generalisir. Mereka yang pacaran pasti protes. Ah gue pacaran, tetep sukses kok! Iya deh iyaaa, tetep bisa sukses. Tetep bisa.

Tapi, jelas sudah umat Islam tidak diajarkan untuk berpacaran. Saya yakin itu karena lebih banyak peliknya daripada indahnya. Saya yakin itu. Yakin banget karena udah ngalamin sendiri. Apalagi ketika Pak Indra Noveldy (pakar pernikahan) mengatakan bahwa TIDAK ADA HUBUNGANNYA antara pacaran dengan pernikahan, wuiiih makin mantep saya say ENGGA! sama yang namanya pacaran. Ini adalah pilihan hidup masing-masing kita, mau ikut bilang ENGGA atau bilang iya, bebas.

Sebenarnya ada pilihan lain selain pacaran untuk mempersiapkan PERNIKAHAN. Agar yakin dan tidak salah pilih. Istilah ini dikenal dengan nama TA’ARUF. Untuk yang satu ini saya belajar banyak dari sahabat saya Shaliha. Saya gak ngalamin sendiri, tapi saya tau proses detailnya seperti apa. Penuh berkah menuju pernikahan indah 🙂

Lalu bagaimana step TA’ARUF YANG BENAR??

Kalau kita siap untuk bilang ENGGA sama pacaran dan bersedia memilih jalan TA’ARUF untuk menikah, kita harus hati-hati. Jangan gegabah dan asal pake feeling aja. Semuanya harus pake data dan berdasarkan akal sehat (logika). Jangan salah, cara TA’ARUF ini pun gak sedikit yang menyebabkan perceraian atau ketidakharmonisan pernikahan jika tidak dijalankan dengan hal yang benar. Teman saya, Shaliha, menggabungkan aturan ta’aruf dari Teteh mentornya dengan ilmu kenalan yang diajarkan Pak Indra Noveldy. Insya Allah akurat ^^

Saat itu Shaliha yang sedang tidak memikirkan MENIKAH sama sekali, tiba-tiba ditelp oleh Bapaknya bahwa ada pria yang ingin melamar. Waktu Shali cerita sama saya, saya sudah kagum dengan pria ini. Berani datangi wali! Nah, step pertama menuju pernikahan adalah….

 1. Minta izin sama wali. Itu lebih sopan dan menunjukkan sifat jantan penuh keberanian.

Lalu, step kedua adalah..

2. Menyiapkan CV dan saling bertukar

Bapak Shali meminta mereka berdua membuat CV atau Curicculum Vitae. CV inilah yang menjadi kekuatan Shali untuk membedah habis-habisan calon imamnya ini. Shali pake ilmu Pak Indra Noveldy untuk mengulik diri sendiri dan calon pasangannya. Semuanya tertulis super lengkap di CV ini. Ibarat kata mau merger perusahaan bisnis, Shali sedang menyiapkan PROPOSALnya. Saya nanya sama Shali, “Kenapa gak ketemu dulu? Kalau gak cocok gimana?” Sahali bilang kalau step ini didahulukan agar kita lebih objektif melihat seseorang dari innernya dulu sebelum fisiknya. Dalemnya dulu sebelum casingnya. Oh, gitu.

Isi dari proposal ini adalah data diri, visi misi, kondisi keluarga, impian dan target, lingkungan tempat tinggal seperti apa, teman-temannya seperti apa, hobinya apa, pekerjaannya apa, dan masiiihhh banyak lagi.

Shali pun membuatnya superlengkap. Dia menyampaikan detail kehidupannya. Sekalian evaluasi dan kenalan sama diri sendiri. Saya juga masuk tuh ke proposal Shali hehehehehe.. saking lengkapnya.

Saat bertukar, Shali menandai bagian mana saja yang menjadi PERTANYAAN dan KERAGUAN di proposal calon suaminya.

Setelah OKE baca CV. Setelah isi CV bikin tertarik, step berikutnya adalah jadwalkan ketemuan 🙂

3. Ketemuan (didampingi muhrim). Liat wajahnya. Bikin nyaman dan suka ga? 

Kalau sudah oke, bisa langsung ke step berikutnya

4. Sesi Tanya Jawab dan klarifikasi tentang SEMUA ISI proposal tersebut. Bahas tuntas sampe kenyang, didampingi oleh muhrim. Waktu itu Shali ditemani Ibunya.

Saat proses tanya jawab sudah menambah keyakinan, Shali kencangkan dengan ibadah dan riyadhoh. Agar apapun keputusannya ada Allah yang membersamai. Alhamdulillah, Shali langsung yakin meski hanya 3 kali pertemuan. Bismillah yaa chii, kata dia saat menceritakan kemantapannya.

Huaaaa malah saya yang deg-degan…

Saya lupa tepatnya kapan, tidak lama sejak proses ta’aruf yang hanya berlangsung TIGA BULAN itu Shali dan Kak Anhar melangsungkan khitbah atau lamaran. Mereka berencana menikah. MENIKAH!!

Sekarang sudah hampir satu tahun pernikahan antara Shali dan Kak Anhar. Alhamdulillah rumah tangga nya tidak menemukan kesulitan yang menyeramkan. Justru lebih berkah dan indah daripada mereka yang menyiapkan pernikahan dengan lamanya pacaran.

Modal utama mereka dalam menikah hanyalah KEYAKINAN KUAT pada Allah. Cukup itu saja. Sekarang Shali sedang mengandung anak pertamanya. Doakan sehat hingga persalinan yaa. Bentar lagi nih masuk bulan ke-9 🙂

Buat teman-teman yang ingin kenal Shali lebih jauh boleh main ke blognya ^^

Baiklah sekian sharing tentang TA’ARUF YANG BENAR. Semoga mencerahkan. Semoga menambah keyakinan bahwa pernikahan bahagia bisa cukup disiapkan hanya dengan 4 kali pertemuan sebelum ijab. Bismillah yaaa SEMANGAT!!!

Salam hangat,

IBU MUDA

@asriFit

P.S

Buat yang mau membuat PROPOSAL NIKAH (seperti yang Shali buat), saya punya template-nya. Kalau mau, kirim e-mail kosong dengan subject: Proposal Nikah kirim ke AsriFitriasari@gmail.com yaaa J

Advertisements

21 thoughts on “Ta’aruf yang Benar

  1. Menarik sekali Maaak.
    Saya juga sebagai wanita feminis masa kini menolak banget sama yang pacaran dan lebih menjalani berkenalan dengan orang didepan banyak orang. Judulnya Dating tapi enggak terikat karena aku masih bisa mengenal lawan jenis yang lain.
    Bukan bermaksud menjadi player
    Kadang kala aku membutuhkan untuk berkenalan dengan berbagai macam orang dan kurasa cara yang paling tepat adalah tidak pacaran dan berteman selayaknya
    Dating is fine without all the relationship stuff
    Setelah itu kalau udah sreg yah mending langsung menikah aja.

  2. bener banget apa kata mba asri, pacaran itu bnr2 bikin rugi,,
    dulu saya jg prnh pacaran, Alhamdulillah menjemput hidayah dari Allah dan sadar..
    oya, saya kirim email ke mba asri untuk nanya2,, mohon di balas ya, makasih

  3. artikelnya bagus banget mbak. pas sama yang saya cari. saya juga pingin menjalani ta’aruf yang benar. insyaallah..amin..
    minta templatenya ya mbak.. email kosongnya saya kirim.. makasih banyak.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s