Small Things

Siang itu ketika sedang asyik berselancar di Fesbuk, saya menonton sebuah video yang di-share oleh teman di linimasa nya. Video yang benar-benar menggugah dan menyentuh. Bisa liat videonya di link ini yaa.

Video ini berisi tentang Kristina Kuzmic, seorang wanita, seorang ibu yang begitu depresi dan merasa sangat tidak berharga setelah perceraiannya. She felt broke. Totally like a complete loser dengan segala penolakan dan kejadian yang terjadi di hidupnya. Ada yang pernah merasakan hal yang sama? Feel so depressed dan gatau mau ngapain. Kayaknya semua yang dikerjain salah. Kayaknya semua yang sudah dikerjakan gak ada artinya. Gagal. Rusak. Hancur…

Gak ada lagi orang yang percaya.. Bahkan kita pun sudah gak percaya sama diri kita sendiri. Ada yang ngerasain hal yang sama?

Continue reading

Advertisements

Gara-Gara Galon 2 Liter

Sejak meeting dengan leader KAT Kamis kemarin, bukannya muter otak gimana caranya biar banyak orderan, tapi gimana caranya nyebarin air kangen gratis ke sebanyak orang. Itulah leader saya, ngajarin ilmu langit duluan sebelum berjibaku dengan teknis duniawi.

Rezeki mah udah Allah atur, gak akan salah mulut. Urusan kita gimana caranya CURI PERHATIAN sama yang mau ngasih rezeki, yaitu ALLAH. –Wikan Hadono, new 6A achiever from KAT-

Jadilah mulai hari ini saya bertekad untuk bawa galon 2 liter untuk dibawa setiap naik angkot, untuk dikasih GRATIS ke supirnya, dengan dikasih edukasi terlebih dahulu tentunya. Menantang yah?! Banget! Bikin degdegan dan gugup.

Sepanjang jalan dari rumah sampe Borma Cijerah, tempat di mana saya biasa naik angkot Caringin- Sadang Serang, saya berdoa dan latihan memulai percakapan dengan supir angkot. Semoga kursi sebelahnya pun masih kosong…

Saya pun sampai di Borma Cijerah, ada angkot yang lagi ngetem. Saya pun naik dengan semangatnya, dan…

Wah, air kangen ya Neng itu? Air herbal gitu kan?” sapa supir angkot ketika saya menaiki kursi di sebelahnya.

Continue reading

Apa sih Kangen Water itu?

Sejak ngikutin timeline bang @erikarlebang, saya jadi bener-bener terhipnotis dengan pola makan #FoodCombining. Tiga bulan pertama ngebiasain sarapan buah, badan rasanya enak banget. Hasil paling menyenangkan hati sih ketika lihat jarum timbangan geser ke kiri alias turun. Empat bulan kurang lebih setelah disiplin #FoodCombining langsung turun 10 kg !! Wuaaaa super happy gak sih…

Saya sih sebetulnya bukan ngejar kurus, tapi ngejar sehat karena badan sering ambruk gegara ngurusin bocah usia 1 tahun (waktu itu). Alhamdulillah bener banget apa kata bang  @erikarlebang kalau BADAN KITA SEHAT, berat sih ngikutin ke angka normal. TERBUKTI!

Well, lalu apa hubungannya dengan Kangen Water? Saya juga kenal jenis air ini dari Bang Erik, di bukunya yang berjudul Food Combining itu Gampang. Ada jenis air yang cukup unik bernama KANGEN. Wew, jadi kalau gue minum air ini bisa dikangenin orang-orang gitu?

Oh ternyata bukan itu maksudnya, Kangen Water atau Air Kangen ini berasal dari Jepang. KanGen itu dibacanya Kang Geng, artinya kembali ke awal. Air ini memiliki karakteristik yang berbeda dari air biasa. Lah kok bisa? Nah, kalau emang pengen tau… di postingan kali ini saya akan cerita sedikit APA ITU KANGEN WATER ^^

Continue reading

Ta’aruf yang Benar

Siapa yang sedang berstatus pacaran? Atau pernah PACARAN? How does it feel? Bahagiakah?

Saya pernah pacaran. 5x sebelum menikah, pacar terakhir sekarang statusnya sudah merangkap sebagai suami dan bapak anak saya. Saya sudah cukup kenyang dengan yang namanya pacaran. Kenyang dengan pengalaman perihnya. Hehe.

Kalau boleh memutar waktu, rasanya ingin sekali mengulangi hidup dengan menjalaninya TANPA PACARAN. Meski begitu, semuanya harus menjadi pembelajaran. Saya tidak akan pernah berhenti berbagi tentang cerita pahit dan perihnya, agar dapat menjadi pelajaran, hikmah, dan jalan terang. Agar menjadi penggugur dosa atas apa yang sudah terlewati. Agar yang lain tidak terjebak pada dosa yang sama.

Saya tidak mengerti pastinya bagaimana PACARAN bisa menjadi sesuatu yang biasa, lumrah, dan dianjurkan di tengah masyarakat muslim, ketika sudah begitu jelas agama tidak mengajarkan, Rasul pun tidak mencontohkan. Kok bisa?

Ada banyak sekali faktor pendukungnya. Mulai dari ketidakharmonisan di rumah, lingkungan, media, iklan, program televisi yang MENGHALALKAN pacaran dan membuatnya menjadi hal biasa dan wajar.

Ketika teknologi semakin kencang berkembang, dan zaman semakin dewasa dengan modernisasinya, saya malah semakin cupu, saya semakin MENOLAK pacaran. Hari gini masih pacaran? Jika kembali ke masa lalu dan mengkalkulasikan waktu, energi, dan kegalauan yang tercipta dalam hubungan pacaran kayaknya bisa untuk membuat karya atau pencapaian yang luar biasa. Kalau saja…

Baiklah. Saya harusnya tidak boleh men-generalisir. Mereka yang pacaran pasti protes. Ah gue pacaran, tetep sukses kok! Iya deh iyaaa, tetep bisa sukses. Tetep bisa.

Tapi, jelas sudah umat Islam tidak diajarkan untuk berpacaran. Saya yakin itu karena lebih banyak peliknya daripada indahnya. Saya yakin itu. Yakin banget karena udah ngalamin sendiri. Apalagi ketika Pak Indra Noveldy (pakar pernikahan) mengatakan bahwa TIDAK ADA HUBUNGANNYA antara pacaran dengan pernikahan, wuiiih makin mantep saya say ENGGA! sama yang namanya pacaran. Ini adalah pilihan hidup masing-masing kita, mau ikut bilang ENGGA atau bilang iya, bebas.

Sebenarnya ada pilihan lain selain pacaran untuk mempersiapkan PERNIKAHAN. Agar yakin dan tidak salah pilih. Istilah ini dikenal dengan nama TA’ARUF. Untuk yang satu ini saya belajar banyak dari sahabat saya Shaliha. Saya gak ngalamin sendiri, tapi saya tau proses detailnya seperti apa. Penuh berkah menuju pernikahan indah 🙂

Lalu bagaimana step TA’ARUF YANG BENAR??

Kalau kita siap untuk bilang ENGGA sama pacaran dan bersedia memilih jalan TA’ARUF untuk menikah, kita harus hati-hati. Jangan gegabah dan asal pake feeling aja. Semuanya harus pake data dan berdasarkan akal sehat (logika). Jangan salah, cara TA’ARUF ini pun gak sedikit yang menyebabkan perceraian atau ketidakharmonisan pernikahan jika tidak dijalankan dengan hal yang benar. Teman saya, Shaliha, menggabungkan aturan ta’aruf dari Teteh mentornya dengan ilmu kenalan yang diajarkan Pak Indra Noveldy. Insya Allah akurat ^^

Saat itu Shaliha yang sedang tidak memikirkan MENIKAH sama sekali, tiba-tiba ditelp oleh Bapaknya bahwa ada pria yang ingin melamar. Waktu Shali cerita sama saya, saya sudah kagum dengan pria ini. Berani datangi wali! Nah, step pertama menuju pernikahan adalah….

 1. Minta izin sama wali. Itu lebih sopan dan menunjukkan sifat jantan penuh keberanian.

Lalu, step kedua adalah..

2. Menyiapkan CV dan saling bertukar

Bapak Shali meminta mereka berdua membuat CV atau Curicculum Vitae. CV inilah yang menjadi kekuatan Shali untuk membedah habis-habisan calon imamnya ini. Shali pake ilmu Pak Indra Noveldy untuk mengulik diri sendiri dan calon pasangannya. Semuanya tertulis super lengkap di CV ini. Ibarat kata mau merger perusahaan bisnis, Shali sedang menyiapkan PROPOSALnya. Saya nanya sama Shali, “Kenapa gak ketemu dulu? Kalau gak cocok gimana?” Sahali bilang kalau step ini didahulukan agar kita lebih objektif melihat seseorang dari innernya dulu sebelum fisiknya. Dalemnya dulu sebelum casingnya. Oh, gitu.

Isi dari proposal ini adalah data diri, visi misi, kondisi keluarga, impian dan target, lingkungan tempat tinggal seperti apa, teman-temannya seperti apa, hobinya apa, pekerjaannya apa, dan masiiihhh banyak lagi.

Shali pun membuatnya superlengkap. Dia menyampaikan detail kehidupannya. Sekalian evaluasi dan kenalan sama diri sendiri. Saya juga masuk tuh ke proposal Shali hehehehehe.. saking lengkapnya.

Saat bertukar, Shali menandai bagian mana saja yang menjadi PERTANYAAN dan KERAGUAN di proposal calon suaminya.

Setelah OKE baca CV. Setelah isi CV bikin tertarik, step berikutnya adalah jadwalkan ketemuan 🙂

3. Ketemuan (didampingi muhrim). Liat wajahnya. Bikin nyaman dan suka ga? 

Kalau sudah oke, bisa langsung ke step berikutnya

4. Sesi Tanya Jawab dan klarifikasi tentang SEMUA ISI proposal tersebut. Bahas tuntas sampe kenyang, didampingi oleh muhrim. Waktu itu Shali ditemani Ibunya.

Saat proses tanya jawab sudah menambah keyakinan, Shali kencangkan dengan ibadah dan riyadhoh. Agar apapun keputusannya ada Allah yang membersamai. Alhamdulillah, Shali langsung yakin meski hanya 3 kali pertemuan. Bismillah yaa chii, kata dia saat menceritakan kemantapannya.

Huaaaa malah saya yang deg-degan…

Saya lupa tepatnya kapan, tidak lama sejak proses ta’aruf yang hanya berlangsung TIGA BULAN itu Shali dan Kak Anhar melangsungkan khitbah atau lamaran. Mereka berencana menikah. MENIKAH!!

Sekarang sudah hampir satu tahun pernikahan antara Shali dan Kak Anhar. Alhamdulillah rumah tangga nya tidak menemukan kesulitan yang menyeramkan. Justru lebih berkah dan indah daripada mereka yang menyiapkan pernikahan dengan lamanya pacaran.

Modal utama mereka dalam menikah hanyalah KEYAKINAN KUAT pada Allah. Cukup itu saja. Sekarang Shali sedang mengandung anak pertamanya. Doakan sehat hingga persalinan yaa. Bentar lagi nih masuk bulan ke-9 🙂

Buat teman-teman yang ingin kenal Shali lebih jauh boleh main ke blognya ^^

Baiklah sekian sharing tentang TA’ARUF YANG BENAR. Semoga mencerahkan. Semoga menambah keyakinan bahwa pernikahan bahagia bisa cukup disiapkan hanya dengan 4 kali pertemuan sebelum ijab. Bismillah yaaa SEMANGAT!!!

Salam hangat,

IBU MUDA

@asriFit

P.S

Buat yang mau membuat PROPOSAL NIKAH (seperti yang Shali buat), saya punya template-nya. Kalau mau, kirim e-mail kosong dengan subject: Proposal Nikah kirim ke AsriFitriasari@gmail.com yaaa J

Tips Awet Muda

Teringat testimoni seorang ibu saat saya presentasi Air Kangen di perkumpulan arisan di sebuah komplek…

“Neng udah berapa lama minum air KanGen sampe bisa jadi seger begitu?”

“Kurang lebih 3 bulan Bu,” jawab saya sambil nyengir

Sejak rajin presentasi dan mempropagandakan konsumsi Air KanGen kesana kemari saya sering dapet testimoni tentang wajah dan badan yang terlihat segar, ramping, dan kinyis-kinyis. Gak jarang saya disangka masih gadis, bahkan dikira anak SMA pun pernah. Surprise banget rasanya, mengingat sebelumnya saya seriiiiing banget diterka lebih tua usianya daripada kenyataan. Jleb.

Beneran gara-gara Air KanGen? Saya rasa sih engga juga. Itu hanya salahsatunya.

Jadi rahasianya apa dong?

Semuanya balik lagi ke hati. Itu yang selalu saya yakini. Kalau hati dan pola pikirnya udah seger, insya Allah pembawaanya juga seger. Poin utamanya begitu, lainnya yang gak kalah penting yaa atur pola makan (saya menganut pola makan #FoodCombining), dan atur pola hidup. Bangun gak lebih dari jam 9 malam dan bangun paling telat jam 4 shubuh. Lebih banyak geraknya daripada selonjorannya, dan ya itu tadi minum air berkualitas (saya pilih Air KanGen).

Ada juga temen yang bilang begini, …

“Mungkin karena lo udah pake hijab syar’i chii. Jadi yang keliatan yaa emang aura dari dalem. Kan katanya makin sederhana, makin bercahaya..”

Bisa jadi sih, tapi kalau karena itu alasannya saya jadi inget beberapa pendapat teman dan kerabat dekat  yang bilang saya jadi terlalu polos dan biasa aja. Hemmm, well.. itulah pendapat manusia, gak pernah seragam satu angkatan dan satu tanah kelahiran. Selalu aja ada yang berbeda. Lalu mau sampai kapan kita berpenampilan hanya karena rindu puji manusia?

Melelahkan.

Saya mengatur pola makan dan pola hidup, lebih disiplin dalam beribadah, dan sekuat tenaga istiqomah dengan hijab syar’i karena yaa memang ini yang Allah dan Rasul suruh. Hanya itu. Hanya pada titik itu saya bersedia lelah untuk berbeda daripada orang kebanyakan. Pujian Allah tetaplah menjadi cita yang selalu saya kejar. Kalau ternyata efeknya jadi bikin kabita orang dengan penampilan saya yang terlihat lebih segar, wah itu sih BONUS!

Hal ini yang akan selalu saya tanamkan pada Kanin dan adiknya nanti. Apapun ragam pendapat manusia, selama itu tidak sesuai dengan apa yang Allah dan RasulNya perintahkan, yaa gak usah diambil pusing. Dicuekin aja  ya nak! Kita hidup buat ibadah sama Allah, bukan untuk pamer dan ingin dianggap keren, cantik, dan shaleh. Cape cape capeee.

Allah dan RasulNya sudah mengajarkan kepada kita PAKET SUPER KOMPLIT untuk jadi sehat, cantik, dan menggemaskan. Hehe. Tinggal nurut aja, beres.

Terutama wanita dengan segala keindahannya di setiap inchi tubuhnya, duh kalau gak dijaga dan dirawat dengan baik, bukannya jadi berkah dan bahagia malah jadi petaka. Jangan mau.

Semoga apapun niat kita menjadi ladang amal dan tabungan menuju surga dan ridhoNya. Semoga cantik ini adalah hati yang mempunyainya. Hingga ketika waktu semakin merunut usia, ia tetap BERSINAR dalam setiap masanya. Semoga Allah tetap dan terus menjaga indahnya tubuh dan sehatnya raga untuk kebaikan kita, bukan untuk maksiat atau penggoda bagi pandangan mata yang tak pantas menikmatinya.

Tetap semangat dan tetaplah jadi pribadi yang HEBAT!!

Salam semangat,

IBU MUDA

@asriFit

__

Sekilas info…. ^^

Akhir-akhir ini Kanin sering dengan semangatnya minta dipakein kerudung dan difoto. Bener-bener lucu dan menggemaskan. Saya sih gak secara keras membiasakan Kanin pake kerudung. Cukup kasih kesempatan untuk nyoba, dan memberikan teladan. Hasilnya memuaskan. Anak akan selalu pandai meniru kebiasaan orang tuanya. Jadi yaa PR besar banget nih buat para orang tua untuk terbiasa mengubah kebiasaan buruknya jadi kebiasaan baik. Ciao!

Image

Kanin pake mukena

Image

Kanin with Maroon’s Scarf

Image

Bidadari surga ~

Image

Pinky Kanin

Image

Bergo Emon dari Enin

Kanin Hijabers

Kanin Hijabers

Ilmu Permata Bunda @septipw

Selamat sore #IbuMuda..

Tanggal 25 Januari 2014 kemarin saya dan adik ipar ikut Kuliah Umum Ibu Profesional yang diselenggarakan oleh @IIPBdg. Pengisi acaranya tentu saja Bunda @septipw sebagai founder komunitas ibu profesional. Acara sabtu kemarin spesial karena Bunda Septi tidak sendiri menemani kami belajar, tetapi mengajak serta Pak Dodik, Ernes, Ara, dan Elan. Suami dan anak-anaknya. Seru banget!

Postingan kali ini saya mau menulis ulang apa yang saya dapatkan dari kuliah umum perdana @IIPBdg tersebut. Semoga bermanfaat yaaa ^^

Bunda Septi adalah seorang wanita yang sama dengan wanita lainnya. Seorang wanita yang menjalani hidup sebagai seorang istri dan ibu, bedanya Bunda Septi memilih untuk menjalani karirnya wanita daripada menjadi wanita karir. Iya betul sekali, Bunda Septi memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Seorang wanita yang lebih banyak waktunya untuk keluarga.

Beliau memiliki tantangan yang sama dengan #IbuMuda lainnya yang baru memulai kehidupan rumah tangga. Merasa minder dan gak tau harus melakukan apa. Merasa iri dengan tetangga yang setiap pagi sudah cantik dan rapi siap bekerja. Hingga pada suatu hari ia pun menjadikan profesi IBU RUMAH TANGGA menjadi lebih profesional dengan tetap memakai “baju kerja” rapi meski hanya di rumah. Ia ingin menghargai perkerjaan mulia itu dengan memulainya melalui kerapian penampilan.

Tidak hanya pakaian, Bunda Septi pun membuat kartu nama dengan mengisi kolom pekerjaan dengan tulisan: Ibu Rumah Tangga Profesional dan membagikannya ke banyak orang. Hemmm menarik!

Flashback sedikit, Bunda Septi memilih menjadi Ibu Rumah Tangga karena permintaan suaminya sendiri. Pak Dodik ingin sekali anaknya dididik dan dirawat oleh ibunya sendiri, bukan orang lain meski itu kakek dan neneknya. Itu prinsip hidup Bunda Septi dan Pak Dodik. Mereka tidak khawatir dengan rezeki yang sedikit hanya karena Ayah saja yang bekerja.

“Ah manusia suka gak percaya sama Allah. Yang kasih rezeki itu Allah.. Selama kita lebih mengutamakan perintahNya, masa Allah gak mau kasih rezeki? Yakin ajaa.. Alhamdulillah meski hanya saya yang bekerja, keluarga tetap bisa hidup sampai sekarang.” Ujar Pak Dodik dengan tegasnya.

Bunda Septi mengabdikan penuh waktu dan tenaganya untuk keluarga. Ada kontrak sosial yang dirancang oleh ia dan suaminya bahwa KELUARGA, terutama ANAK adalah prioritas pertama. Waktu dan tenaga harus lebih banyak tercurahkan untuk mereka.

“Cara kami mungkin akan sangat berbeda bagi keluarga yang memiliki kontrak sosial yang mem-prioritaskan materi yang lebih baik untuk keluarganya. Kami tidak, kami hanya ingin keluarga kami selamat dunia dan akhiratnya. Kami semua tidak punya gelar apapun, selain nanti menjadi almarhum dan almarhumah.”

Kontrak sosial yang disepakati oleh keluarga akan menetukan arah dan tujuan hidup dan SKALA PRIORITAS dalam menentukan kesibukan.

“Karena kontrak sosial kami adalah anak yang menjadi prioritsnya, jadi saya membagi peran dengan suami. Suami mencari nafkah, saya fokus mengurus anak.”

Keluarga ini di-setting layaknya sebagai sebuah negara. Bunda Septi dan suaminya benar-benar menjadikan Al Quran dan sunnah Rasul sebagai konstitusi mutlak yang ada. Mereka berdua memaksa diri untuk DISIPLIN PATUH terhadap apa yang sudah diatur oleh Allah dan disampaikan RasulNya.

“Jadi gak ada kalau di rumah kami, Aku pengennya kamu begini begini begini… Tapi, Allah bilangnya begini begini begini…”

Cukup aturan Allah yang menjadi patokan dan pedoman untuk keseharian keluarga ini. Keluarga Bunda Septi selalu belajar untuk tidak mengenal MASALAH dalam hidup, tetapi TANTANGAN. Sebuah tugas mulia dari Tuhan yang harus manusia selesaikan.

Pondasi dan kekompakan keluarga sangat ditentukan oleh KUALITAS KOMUNIKASI yang terjalin di dalamnya, dan semua berawal dari bagaimana sepasang suami dan istri mampu mengokohkan kemampuan komunikasinya. Karena kita semua bukan dukun, jadi… berlatihlah BICARA dan mengkomunikasikan pikiran, ide, gagasan, dan apa yang dirasa dengan baik pada setiap anggota keluarga.

Bunda Septi dan suaminya membuat peraturan 3 media untuk melatih keterampilan KOMUNIKASI di antara mereka. Saat makan bersama di meja makan, sesaat setelah shalat berjamaah, dan saat melakukan proyek keluarga.

Tidak boleh ada tv atau gadget lainnya ketika waktu ngobrol bersama. Semua harus berbicara dan juga mendengarkan. Orang tua harus mampu mendengarkan dan mengapresiasi apa yang diutarakan oleh anaknya. Ketika anak terbiasa didengarkan oleh orang tuanya, akan tumbuh percaya diri positif. Biarkan anak gagal, tugas orang tua hanya menemani belajar, bukan mendikte.

Hal yang menarik adalah ketika momen proyek keluarga di mana setiap tahunnya mereka memiliki rencana untuk memberikan manfaat pada masyarakat dan setiap anggota keluarga secara bergiliran menjadi ketua proyeknya. Meski saat itu anak yang menjadi ketua, Bunda dan suaminya tetap patuh terhadap instruksi anak.

“Jadi kalau misalnya Ara yang jadi ketua proyek, kita semua harus nurut sama Ara. Ara yang mengarahkan kita semua. Pak Dodik disuruh belajar tentang sapi meski dia sebenarnya jijik. Saya pernah disuruh men-dalang sebuah wayang meski sebenarnya saya gak bisa. Kita semua saling menyemangati dan menjadi bagian dari keberhasilan proyek keluarga.”

Banyak value yang bisa didapat dari proyek keluarga ini, di antaranya adalah melatih pola pikir, komunikasi yang jauh lebih fasih, bagaimana bekerja dalam sebuah tim, dan setiap anggota keluarga akan semakin tau apa yang anggota keluarganya mau dan suka.

Kedisiplinan dan KETEGASAN orang tua sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Ketika orang tua konsisten dengan peraturan yang sudah dibuat, anak akan lebih mudah untuk menerima kata TIDAK karena sudah tau bahwa TIDAK menurut orang tua bukan berarti tidak sayang, tapi memang tidak baik untuk dilakukan.

Setiap manusia memiliki sisi emosinya masing-masing, dan ketika situasi hati sedang emosi, setiap keputusan tidak boleh diambil. Keputusan yang diambil ketika masih menangis dan kesal menjadi batal demi kebaikan bersama.

“Kalau saya atau Elan menangis karena suatu hal, yang lain biasanya membiarkan. Tidak ada yang bisa diambil dari orang yang sedang terselimuti emosi.”

Konflik dalam rumah tangga itu PENTING. Karena dari hal itu kita jadi belajar bagaimana menyelesaikan masalah dan mengelola emosi. Keluarga sejatinya memang universitas kehidupan. Ada banyak sekali yang bisa dipelajari dari interaksi antara suami dan istri, antara anak dengan orang tua.

Enes, Ara, dan Elan bukan anak yang sama dengan anak lainnya. Mereka tidak bersekolah. Mereka belajar dan rajin membaca ditemani ibu dan bapaknya, tapi prestasinya sungguh luarbiasa. Mereka tumbuh menjadi anak yang iman, akhlak, adab, dan komunikasinya lebih tinggi daripada usianya.

Enes dan Ara tembus menimba studi hingga di negri singa meski tidak punya ijazah SMA. Elan saat ini sedang mendalami ilmu robotik dan mengembangkan komunitas robotik.

“Saya berpikir bahwa bukan orang tua yang bertugas mendidik anak, tapi anak itu dikirimkan Allah untuk mendidik orang tuanya. Saya bahagia dikirimkan Enes, Ara, dan Elan. Mereka adalah inspirasi untuk saya. Mereka yang membuat saya belajar banyak hal.”

Subhanallah memang Bunda yang satu ini… Saya juga gak berhenti speechless pas menyimak kuliahnya. Pokoknya saya sih sangat merekomendasikan siapapun Anda harus ketemu langsung sama ibu super ini. Belajar langsung sama beliau. Ikuti kuliah dan seminar umumnya. Soalnya saya gak mungkin menuliskan semua ilmu yang sudah beliau lungsurkan hanya lewat blog ini. Terlalu banyaaakkkk ^^

Insya Allah saya pun akan mendedikasikan hidup untuk fokus bersama anak. Saya mau cepet-cepet selesaiin sekolah biar bisa jadi ibu rumah tangga lagi. Saya mau jadi madrasah terbaiknya anak-anak, dan bidadari surganya suami. Bismillah ya Rabb… Yang begini ini perjuangannya gak sedikit tapi insya Allah pahalanya lubeeeerrrr J

Terima kasih Bunda Septi untuk inspirasinya… Yuk saya siap jadi penggerak @IIPCimahi ^^

Salam semangat,

IBU MUDA

7 prinsip IBU MUDA

Selamat pagi Indonesiaaaa ^^

SEMANGAT SENIN !! Hap hap hap..

Hari ini saya berangkat pagi sekali karena ada jadwal diskusi dengan dosen. Jam 6 sudah di kampus.. dan sms dari dosen bilang, “Maaf jadwalnya diubah, saya harus ke Jatinangor. Diundur yaa jadi hari Rabu. Kasih tau temen lainnya.”

Happy happy nyesek sih. Happy karena bisa nyiapin ilmu lebih banyak sebelum diskusi, tapi yaaa nyesek aja udah berangkat pagi buta tapi diundur.

Well, saya jadi punya waktu kosong untuk update blog. Alhamdulillah.

Postingan kali ini saya mau bahas 7 prinsip IBU MUDA yang udah saya konsep kemarin. Prinsip yang akan saya terus pegang dan jalani. Melalui blog ini saya akan membagikan apa aja 7 prinsip itu. Semoga bermanfaat yaaa 🙂

Oiya, sebelum membahas 7 prinsipnya.. Saya mau cerita dulu kenapa saya punya program IBU MUDA ini. Sebagai ibu muda, saya ngerasain banget susah senangnya adaptasi dari masa single menjadi masa double dan triple. Biasa ngurus diri sendiri, ini harus ngurus anak dan suami. Tidak mudah pasti, tapi yaa harus dijalani. Ujung perjalanan sudah ada surga yang menanti. Tapi gimana sih biar tetap happy menjadi aktifitas menjadi IBU MUDA… Yuk kita coba praktekkan 7 prinsip ini.. Kita coba bareng-bareng untuk menjadi IBU MUDA yang berkualitas. Cantik hati dan perangainya, menawan prestasi dan pencapaiannya. Untuk Allah dan keluarga tersayang. Mangga bu-ibu, check it out 😉

 

______

1. YAKIN

Semua pencapaian yang sekarang saya dapat dihasilkan karena sebuah KEYAKINAN yang kuat. Keyakinan bahwa ALLAH selalu memberikan jalan kebaikan dan kemudahan untuk setiap hambaNya yang punya rencana kemenangan. Tanpa disertai KEYAKINAN di awal, kita tidak pernah mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita akan habis darah dan semangat di tengah jalan, dan keyakinan terbaik adalah menggantungkan diri hanya pada ALLAH saja. Kalau kita gak yakin sama Allah, sudahlah susah saja hidup ini. Allah Maha Mendengar doa dan Maha Melapangkan jalan, apapun ingin.. apapun harap.. Allah akan kasih jika memang itu baik untuk kita. Jadi, sudah sejauh apa YAKIN kita sama Allah?

2.GESIT

Gak ada kesuksesan dan pencapaian yang didapatkan dengan bermalas-masalan. Ketika kita menjadi seorang istri, utamanya menjadi seorang ibu, udah deh itu hapus kata MALAS dari kamus hati kita. Sudah saatnya kita malas untuk bermalas-malasan. Setiap tenaga yang dikantongi, jadikan itu sebagai bahan bakar untuk menciptakan karya demi karya. Gak ada lagi duduk diem depan tv atau selonjoran di balik bantal dan selimut. Ibu muda harus gesit gerakannya. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menyelesaikan setiap tanggung jawab dan tugas. Istirahat sebentar, lalu kembali melakukan perubahan. Dunia adalah tempatnya berlelah diri, hadapi hayati nikmati 🙂

3. CERDAS

Kemenangan di dunia didapat dengan ilmu. Kemenangan di akhirat pun diraih oleh ilmu. Lalu sudah sejauh mana ilmu yang kita miliki? Ibu muda itu harus CERDAS dan MELEK dengan perkembangan zaman. Tingkat percaya dirinya harus tinggi agar tidak mudah letoy digerus masalah yang datang. Harus secure dengan apa yang dipunya. Jangan keasikan sama malu dan minder, rugi sendiri loh sister-sister ^^

4. SEHAT

Mau kita sekeren apapun pemikiran kalau tubuh kita ringkih. Gaya hidup dan pola makan kita berantakan, gak akan ada fungsinya. Kesehatan raga, apalagi jiwa mutlak harus ada. Sehat apa yang dimakan, apa yang diminum. Sehat lingkungannya, sehat pemikirannya. Siapa coba wanita apalagi ibu muda yang gak pengen badannya sehat, bugar, seger, cantik, dan langsing?? Siapa yang gak mau?? Semuanya pasti mau, tapi gak semua mau menjalani pola hidup sehat. Yuk bareng-bareng kita belajar jadi SEHAT ^^

5. DISIPLIN

Bohong banget kalau ada orang sukses tapi dia gak disiplin dengan apa yang sudah dia rencanakan. Disiplin adalah perilaku Rasul yang mutlak harus dicontoh. Disiplin adalah pribadi seorang muslim. Jadi kalau hidup kita belum disiplin dan tertib, kita belum menjadi muslim yang seutuhnya. Banyak perbedaan besar yang terlihat antara orang yang displin dan yang tidak. Kamu pilih mau jadi yang mana?

6. KAYA

Ibu sebagai manager keuangan tentu haru membekali diri dengan pengetahuan perencanaan keuangan yang baik. Kalau sudah mampu mengatur uang, insya Allah standar cukup itu bisa dipenuhi. Bukan hanya itu saja, wanita juga harus punya keahlian untuk mencipta mesin uang. Wanita harus kaya dengan tangan sendiri, jaga-jaga kalau ada kemungkinan buruk yang terjadi. Perkaya ilmu dengan keahlian bisnis. Kita wajib kaya agar belanja gak pake cicilan. Kita wajib kaya agar bisa mendidik generasi masa depan tanpa cemas dengan urusan finansial. Kita wajib kaya agar banyak hal bisa kita lakukan tanpa khawatir kekurangan uang. Kita buat PIPA REZEKI nya, urusan Allah yang mengalirkannya.

7. PEDULI

Sebaik-baik manusia adalah ia yang BANYAK MAFAAT nya. Wanita diciptakan Allah dengan sentuhan rasa yang luar biasa. Wanita bisa menyentuh empati dengan mudah. Wanita diberi anugerah kepedulian, jadi kalau itu gak digunakan dengan sebaik-baiknya, untuk apalah Tuhan menciptakan wanita? Peduli peduli peduli! Mudahkan langkah, murahkan hati untuk berbagi.

 

7 prinsip tadi saya pun masih belajar untuk selalu mematuhinya. Kalau 7 prinsip itu sudah merasuk ke dalam alam bawah sadar… tentulah ALLAH bertambah sayang.

 

Tetap semangat, tetaplah menjadi PRIBADI HEBAT!!!

 

Salam hangat,

 

IBU MUDA

@asriFit