Tahun Keenam: Little Sweet Escape

Hari itu hari cukup galau dan ngeselin, pasalnya… cieee pasalnya… hari itu datang ke RSGM dan kembali gak ada kerjaan lagi. Bete. Melipir aja deh ke kosan temen, numpang bobo siang aja deh biar tetep ada agenda. Wkwkwk agenda apaaaaan itu tidur siang haha. Di kosan temen, ikutan leyehan dulu, buka-buka sosmed dan sukses dibikin mupeng sama temen yang baru kewong kemarin, apalagi kalau bukan foto-foto menyiksa mata berisi snapchat selama honeymoon. Yaampooon maafkan aku ya Allah.. Aku  iriii. Aku siriiikk..

Lalu iseng nge-screen capture dan berniat ngirim kode ke suami. Tom, Cabe butuh liburaaan.

Dan surprisingly, pas mau japri Tomat a.k.a my suami, dia udah ngirim pict hotel booked untuk tanggal 30 September. He said that “Ini kado buat anniversary 6 tahun. Aku sekalian ambil cuti.”

WHAAAATTTTTT… Kebahagiaan macam apa iniiiii… Ya Allah… aku refleks norak loncat-loncat dan teriak gak jelas. Saking happy nya.

Masih gak percaya tapi ini semua benar adanya.

Continue reading

Advertisements

Midnight Sale

“Mas, aku berangkat yaa… Si kecil juga ikut…”

“Kalian mau kemana?”

“Biasa, mau ngejar midnight sale!”

“Haaa wanitaaa.. Yaudah, hati-hati yaaa. “

Dan Anjani beserta putri kecilnya, Kinanti sudah  duduk manis di bazaar midnight sale yang selalu dua wanita ini nantikan. Sepekan lebih promo besar-besaran ini diadakan. Anjani dan Kinanti benar-benar sudah tidak sabar menahan kantuk untuk mendapatkan diskon yang benar-benar diinginkan, terutama Kinanti yang selalu bersemangat untuk berlari kesana kemari melihat situasi riuh di tengah perburuan setiap malamnya.

Ada yang berbeda pada Anjani, dia tidak membawa segepok uang atau deretan kartu siap gesek untuk melunasi belanjaannya. Midnight sale yang didatangi Anjani hanya bermodalkan sajadah, qur’an, dan mukena.

LOH?

Iya, apa yang Anjani buru bukan berkantong-kantong baju baru ataupun sepatu baru. Kebetulan memang Anjani sedang tidak butuh itu. Tapi… kalaupun butuh, Anjani tetap lebih memilih midnight sale yang ini. Beli baju dan sepatu baru dengan diskon besar tidak harus malam ini, akan selalu ada malam lain untuk berburu diskon. Tapi malam istimewa ini belum tentu ia temukan lagi di bilangan waktu berikutnya.

Apa yang Anjani lakukan tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan pada gebyar midnight sale di toko sebelah. Anjani harus menahan kantuk, menyiapkan kekuatan betis, dan mengantri, bukan untuk bayar tagihan belanja, tapi untuk membuang hajat yang ingin berpisah dengan raga hahaha ~ ribet amat cuna mau bilang ‘ke toilet’ doang..

Midnight sale ini sangat istimewa bagi Anjani. Momen yang ia pilih untuk berlatih mengalahkan diri sendiri, dari rasa malas, kantuk, dan rasa cepat puas dalam mengabdi pada Sang Rabbi. Hanya setahun sekali dan 10 hari saja ia menarik diri dari ratusan hari yang ia habiskan untuk memenuhi kemelut dunia. Anjani berharap ia mendapat diskon yang sangat besar atas khilaf dan lalai yang selama ini dilakukan tanpa henti. Anjani berharap ia mendapat promo menarik dari setiap penyesalan yang mengendap dalam hati. Anjani tau, pada akhirnya toh hidup bukan tentang dia dan dunia ini, tapi tentang dia dan Tuhannya saja. Ia berharap keluar dari ‘pertokoan’ ini, akan ada banyak semangat dan cahaya untuk meneruskan hidup dan selalu kuat menghadapi setiap takdir yang disuguhkan.

Tidak terasa 9 hari sudah perburuan itu dilewati. Rasa bahagia, damai, dan isak tangis mengingat dosa menjadi barang baru yang menetap dalam hati dan memori Anjani. Sesuatu yang bagi Anjani lebih mahal harganya dari tumpukan baju atau sepatu yang seharusnya ia beli. Dalam midnight sale ini, ia paham dan merasakan bahwa ternyata kebahagiaan terletak pada hati yang tenang. Bukan pada barang atau bahkan uang. Dan hati yang tenang ia dapat ketika ia menyatu dengan Tuhan nya, dalam kesunyian lirih dzikir dan juga kekuatan doa yang mengalir dari hati yang terus dibersihkan dengan taubat..

Allahuakbar… Sungguh apa yang Engkau suguhkan di 10 malam terakhir ini begitu luarbiasa. Begitu indah dan membuat jiwa tentram tak terkira.

Dan apapun tentang dunia, menjadi sangat kecil, mudah, dan murah 🙂

“Jadi kamu udah dapet aja dari midnight sale kemarin, Bu?

“Hati yang lebih tenaaaang dan cinta sama kamu yang semakin kuat mengakar karena Allah ta’ala.”

“Ciee bisa banget gombalnya. Seru banget kayaknya ‘belanjaannya’ Buuu 😊😊😊”

“Lebih dari kata SERU kali Pak! Semoga tahun depan bisa ‘belanja’ lagi…”

“Kalau Kinan dapet apa ikut sama Ibu ke midnight sale?”

“Dapet mainaaaaan..” sambil menunjukkan mainan plastik yang ia beli di lapak pasar sekitar mesjid.

“Kinan seneng??”

“Senengbangeeet Pak.. Kinan pengen ikut Ibu lagi ke sana, tiap hari. Sampai capek!”

“Hahaha kamu ini. Sini peluuk. Peluk burgeeeerr”

Bapak, Ibu Anjani, dan Kinanti pun berpelukan. Hati mereka semua sudah jauh lebih damai dari tahun sebelumnya. Hati mereka bertiga sudah lebih tenang dari tahun sebelumnya. Karena ketika kita bisa menyimpan nafsu dunia di tempat yang semestinya, hati akan lebih lapang dan hidup terasa lebih menyenangkaaaaaan.
Wallahu’alam bishawab

Bandung, 29 Ramadhan 1437H

AF

Malam yang Istimewa

18.27

Saya bersiap menyalakan mobil dan memasukkan tenda, tumpukan bedcover, tikar, perlengkapan lainnya untuk piknik. Haaaaa hari-hari yang paling ditunggu BANGET tiap tahunnya adalah hari ini. Siap-siap untuk ritual camping tahunan yang sangat seru!

Sampai di lokasi langsung lihat salahsatu tempat nongkrong favorit untuk mengisi malam, yaitu kakak tukang bakso wkwkwk

image

Kakak tukang bakso favorit yang tampilan lapaknya udah lebih kece dari tahun lalu. Udah ada tenda bersponsor dan meja kursinya, tahun lalu sih cuma ngemper ajaa menyatu dengan bumi.

Kudu makan bakso nih sebagai ‘welcome drink’ malam ini hahahaha dasaaar yeee malah ngebet ama ngunyaaah, kelakuan 😅

Saya pun menyusuri selasar tempat ini dengan hati yang riang, gembira, excited tak terkira, dan rasa haru yang luar biasa. Terima kasih Tuhan… masih dikasih umur dan sehat untuk kembali camping di tempat ini. Makasiiii makasiiii makasiiiii !!!

Terlihat puluhan (ratusan sih sepertinyaa) tenda sudah berjejer kokoh berbaris rapi di ruangan luar mesjid. Sudah banyak jemaah yang mulai asik dengan rutinitas di malam malam istimewa ini. Para Ayah yang masih sibuk membenarkan posisi tenda dan bagian ‘teras’, para Ibu yang sedang merapikan barang bawaannya dan ditata serapi dan senyaman mungkin sambil mengamati keriuhan para bocahnya yang sudah semangat berlari kesana kemari menyusuri selasar mesjid. Para remaja putra dan putri yang sedang asik dengan mushaf dan target tilawahnya masing-masing, dan saya yang tidak sadar sudah berkaca-kaca matanya karena bahagia, teramat bahagia diberikan izin lagi untuk merasakan suasana ini… Makasiiii makasiii makasiiii…

image

Ratusa Tenda Berjejer Rapi

Saya pun mulai mencari spot yang sudah saya booking dari jauh-jauh hari. Spot ‘sisa’ karena telat booking, dapetnya deket tangga toilet akhwat. Hiks… Alhamdulillah segini juga masih kebagian tempat di selasar mesjid. Dibantu oleh Anin, saya mendirikan tenda milik saya sendiri dan membuat teras buatan agar nyaman selama camping 10 hari ke depan nanti. Segala posisi dicoba agar nyaman, privasi tetap terjaga, dan enak dipandang. Alhamdulillah Anin yang sudah ketiga kalinya ikut camping di sini sudah cukup hafal apa yang harus dilakukan dan apa yang Bunda nya butuhkan. Taraaa inilah hasil otak-atik tenda dan ‘pekarangannya’ Anin dan Bunda, welcome ‘home’ 😊😊😊

image

Setelah puas merapikan ‘rumah’, saya dan Anin berkeliling di pelataran di mesjid, survey tempat jajan yang menarik untuk dikunjungi wkwkwkw. Bukannya ngaji woooy malah hunting kunyahan.. Hahaha maap. Lapar. Abis membangun tenda. Agak mirip capeknya kayak membangun hubungan keluarga yang harmonis. Muleeeey lebaaaaay wkwk.

Jenis jajanan makin beragam gaes! Kios yang paling menarik hati adalah kakak tukang kopi dan kakang tukang susumurni dan yogurt!! Sama ada seblak, lumpia basah, batagor, sosis bakar, pempek, tekwan, soto madura, eaaaa udah ah jadi laper haha.

Kios baju, kios buku dan peralatan ibadah lainnya juga bikin ijo mata wkwkwk. Istighfar ukhtii istighfaaar. Ingat kesini kan buat ngaji bukan buat belanjiii hahaha..

image

But actually bagi saya tentu bukan itu yang bikin kangen dan bikin gak bisa move on dari ritual tahunan ini. Di mesjid ini saya melihat banyak sekali pemandangan para keluarga yang sangat kompak khusyuk beribadah dari pagi hingga petang, dari petang hingga mata meradang a.k.a ngantooook. Saya melihat dan terpacu bersama berburu harta karun Tuhan di 10 malam terakhir Ramadhan.

image

Tiga Generasi

Berbuat baik itu tidak mudah. Berburu dalam ibadah itu cukup susah, tapi di mesjid ini, di suasana yang ngangenin ini, semua terasa mudah dan indah. Ada banyak kawan seperjuangan nahan ngantuk dan tetap bertahan memuji namaNya. Di tengah hiruk pikuk para jemaah itikaf, di tengah teriakan dan gelak tawa para bocah yang tidak bisa diam, ada ketenangan dalam jiwa, ada kasih sayang Allah yang begitu terasa…

Saya gak bisa move on dari agenda itikaf ini. Rasanya seperti dipaksa berhenti dari rutinitas dunia, dan merasakan hangatnya Ramadhan di penghujungnya. Indaaaah, indaaaaah sekali. Se indah nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Dan pagi ini, spot ‘sisa’ yang awalnya bikin bete untuk ditempati, menyuguhkan pemandangan yang begitu indah dan begitu hangat menyapa pagi pertama di mesjid Habiburrahmaan.

Ahhh Allah, kebiasaan deh emang aku mah suka ngeluh duluan. Padahal takdir yang akhirnya Engkau tetapkan selalu berhasil membuat bibir ini terbungkam, hanya mampu tersenyum dalam dzikir di hati…

Alhamdulillahirrabil’alamiin.. Segala Puji bagi Engkau Penguasa Alam Semesta Rayaa !

Semoga Itikaf tahun ini sukses bikin saya makin waras, makin dekat sama Allah, dan makin kalem dalam menghadapi hidup wkwk

Hayuk ah sini nyusul!!

image

Our Morning View

Salam hangat,
Asri Fitriasari
ibumudaindonesia

Tahun Kelima

2 oke

Malam ini saya iseng buka folder “Musik”, cari-cari folder dengan judul “achiindra”. Folder yang isinya lagu-lagu kiriman Pak Indra ke saya dan sebaliknya ketika kita memulai percakapan di penghujung hari, di lepas penat dia ketika saya dan dia selesai dengan rutinitas harian masing-masing, saya yang masih kuliah dan dia yang sibuk ngotak-ngatik angka di file excelnya.

Setiap sore, atau setiap jeda waktu yang ada kami memulai semua ini dari obrolan ringan via Yahoo Mesengger. Tanpa ada ikatan yang kata anak muda namanya ‘pacaran’, kami hanya sekedar bertukar pikiran melepas lelah sambil memutar lagu yang kami saling rekomendasikan. Siapa sangka, 6 tahun setelah itu, saat ini, kami sudah berganti status, bukan hanya pacaran… tapi sudah menjadi sepasang suami istri dengan satu anak lucu imut cerewet dan menggemaskan.

Ahhh time flies so fast! Kalau ditanya kok bisa dan gimana ceritanya bisa jadi nikah sama temen chatting? Yeaaa panjang lah gaes.. Pernah saya ceritain juga sih di blog ini gimana saya bisa jatuh hati sama bapak cerdas, jago main alat musik, dan juga lempeng ini. Hehehe..

Gak kerasa 5 tahun sudah saya membangun hidup bersama dia… Banyak sekali potongan puzzle yang sudah kami temukan bersama. Merangkum pesan Tuhan dan mengubah hidup lebih baik bersama.

Di awal pernikahan, saya sempet down… Apa yang saya bayangkan tentang pernikahan ternyata berbeda dengan apa yang saya jalani. Amat sangat berbeda. Apalagi saat itu saya menikah di usia yang cukup muda. Ketika fokus utama masih harus selesaikan kuliah, ini udah harus mikirin lika-likunya hidup berumah tangga. Menikah muda tidak semudah yang saya pikirkan..

Haaah… perjalanan untuk meraba dan menapaki arti sebenarnya dari pernikahan pun saya coba telusuri satu per satu.. Dengan perbedaan karakter yang ada, saya mencoba memadukan setiap potongan puzzle yang terserak.

5 tahun adalah waktu yang cukup bagi saya untuk melihat gambaran umum mau dibawa kemana semua ini, lewat berbagai peristiwa dan konflik yang ada di antara kami…

Saya bersyukur banyak. Saya belajar amat sangat. Gak kebayang kalau dulu ga ambil keputusan menikah muda, akan ada banyak hal yang tidak saya dapat dalam 5 tahun ini. Apalagi ketika Allah mempercayai bayi tumbuh di rahim saya, pembelajaran hidup benar-benar dimulai..

Ulang tahun pernikahan selalu menjadi momentum yang indah untuk mengenang kembali janji suci yang kami ikrarkan bersama di depan Papa, bapak penghulu, dan ribuan malaikat yang menyaksikan. Saya semakin mengerti tentang arti CINTA yang sebenarnya, tentang tujuan pernikahan yang sebenarnya..

Saya merasakan cinta justru ketika berjuang meredam ego untuk bisa memahami apa yang tidak bisa saya lihat dari mata kepala saya sendiri. Saya merasakan cinta justru ketika dia bertingkah begitu menyebalkan dan mengesalkan, entah kenapa justru di sana lah rasa syukur itu datang… rasa cinta itu semakin berkembang.

Perselisihan yang tidak pernah ada ujungnya ternyata di situlah cinta kami saling terpaut. Saat kekecewaan hadir, ternyata di situlah cinta datang untuk menjelaskan apa saja yang tersembunyi dan belum sepenuhnya kami pahami.

Saya gak pernah bisa ngebayangin kalau bukan dia yang jadi pasangan hidup saya. Betapa sabarnya, betapa tenangnya, betapa dewasanya menghadapi setiap kelemahan dan kekurangan saya.

Terima kasih Allah atas karunia selama 5 tahun ini. Dalam isak tangis sedih, dalam geram amarah, dalam kesal membara.. selalu terselip bahagia dan cinta untuk kamu A.. Aku gak akan bergerak jauh dari pusat tata surya kamu.. aku akan terus nemenin kamu.. sampai nanti, ketika Allah memanggil kita pulang dan istirahat tenang.

Happy 5th wedding anniversary pacar seumur hidupku :*

CiumBasah,

Your Be

Wilujeng Menikah ya Neng!

H-4 menuju pernikahan si sahabat karib sejak embrio

Tulisan ini spesial saya posting untuk neneng Risma Putri Indah Mentari yang dalam hitungan hari akan menikah. Akkk!!!

Kecepetan siii. Pengennya nulis dan posting H-1 tapi berhubung saya orangnya pelupa dan H-1 ada tugas negara ke Tasik, jadi lebih cepat lebih baik lah yaa..

Baik mari kita simak bersama sebuah tulisan dari hati dari seorang sahabat karib untuk sahabatnya yang akan melepas masa lajang… Bismillahirrahmaanirrahiim..

Neng, ini tumben banget sih aku mau nulis beginian untuk temen yang mau nikah. Mungkin karena kita berdua udah gak sesering dulu ketemu dan ngobrol kenyang kayak waktu SD, SMP, dan SMA dulu. Amat sangat jarang. Jadi aku tumpahin semuanya lewat tulisan aja. Lucu sih yaa, tiap ada kesempatan kita ketemu dan ngobrol. Sensasinya selalu sama. Selalu sama-sama ngomong, “AH CUMA SAMA KAMU AKU BISA CERITA KAYAK GINI!!!”

Neeeng, akhirnya, finally yaaa setelah berkelana dengan cinta yang ini dan yang itu… Kang Fikri lah yang menjadi pria terakhir kamu. Pria yang siap mengambil tanggung jawab yang super berat itu. Tanggung jawab penuh atas kamu dan anak-anak kamu di depan Allah nanti. Waw!

Aku gak akan memberikan wejangan tingkat nyonya. Aku gak punya itu neng. Karena aku pun masih merangkak dan meraba-raba.. masih berjuang dan terus memperbaiki hubungan yang unik dam rumit ini.

Pernikahan adalah suatu hal yang menjadi idaman dan impian penuh bunga bagi siapa saja yang mendamba. Aku pun begitu. Gerbang yang sangat indah dan penuh ornamen cerah ceria itu menyedot perhatianku dari apa yang ada di dalamnya. Ternyata di dalamnya amat sangat rumit. Roller coaster level dewa. Ada saatnya bahagia, bahagiaaaa banget. Ada saatnya sedih, sediiiih banget. Aku emang cukup drama untuk menghadapi setiap fase dalam pernikahan ini, Neng. Maju mundur maju mundur maju mundur cantik jadinya. Beruntung sekali Allah menganugerahkan aku sosok pria yang super sabar dan dewasa dalam ngadepin aku yang bocah begini.

Tau gak neng… ternyata saat menikah aku diajarkan bahwa ternyata mencintai itu lebih powerful daripada dicintai. Maksudnya? Iyaa, secara sadar dan tanpa sadar ketika kita menikah. Ketika pasangan melingkarkan cincin cantik di jari manis kita, saat itulah kita berteriak pada hati, “ASIIIKK.. Mulai saat ini aku punya seseorang yang akan membahagiakan aku setiap saat…”

Kenyataannya, SALAH BESAR.

Tidak ada yang dibahagiakan. Karena keduanya ingin dibahagiakan.

Hah, bingung kan…

4 tahun menikah… aku ngerti bahwa ternyata ketika gelitik hati ingin dibahagiakan, justru bahagia itu tidak kita dapat. Bahagia itu seperti mudah menguap. Karena menikah ternyata bukan tentang dibahagiakan, tapi MEMBAHAGIAKAN. Membahagiakan orang yang sebelumnya tidak ada dalam hidup kita.. suami, anak, mertua, ipar, dan kumpulan lainnya yang mengikuti.

Apakah lelah? Apakah rumit? Apakah sakit? IYA.

Kita harus mengajak ego dan nafsu pribadi untuk berkompromi. Karena membahagiakan itu cukup sulit. Susah di awal aja sih, udahannya adalah kepuasan yang tak dapat diuangkan. Berapapun banyak digit di belakang.

Hampir semua orang bilang menikah adalah ibadah, hampir semua orang bilang menikah adalah menggenapkan separuh agama… Tapi, semua orang yang bilang gitu seringnya lupa kalau yang namanya ibadah dan menggenapkan agama kuncinya adalah dekat dengan Tuhan. Alhamdulillah lewat menikah, aku pribadi mengenal Allah lebih jelas. Mengenal Islam lebih dalam. Betapa indahnya. Betapa sempurnanya… itu yang selalu menjadi kekuatan dan semangat dari apapun masalah yang terjadi. Selalu Allah tempat curhat dan menangis… nikmat sekali..

Dan apapun kekecewaan yang hadir, yakin aja kalau pasangan hidup yang sudah halal adalah keranjang untuk mengantongi pahala sebanyak-banyaknya. Apapun kondisinya.

Dulu waktu pacaran, mau calon senyebelin apapun selalu bikin kita merasa happy dan pengen ketemu. Waktu belum nikah, yang pait jadi manis. Tai kucing juga rasa coklat. Kalau udah nikah, sebaliknya neng… asli. Yang biasanya bikin kita happy bakal kerasa biasa ajaa.. yang dulu biasanya kita mikir ‘ih so sweet’ malah mikir ‘ih pait!’ yang dikira pengen ketemu tiap hari, selalu liat mukanya tiap waktu adalah keromantisan.. kalau udah nikah, be-ru-bah. Gakan segitunya.

Jadi biarkan perasaan apapun itu bentuknya yang ada di dalam hati, biarkan bersemi sesuai porsi. Orang yang akan kita nikahi adalah sama-sama makhluk. Gak ada yang lebih baik dari siapapun. Harus sama-sama kuat (minjem quote-ya novel Sabtu Bersama Bapak) Kita yang milih, maka telusurilah kedalaman hati dan pikir pasanngan dengan dzikir dan rasa syukur yang gak pernah abis.

Aku sering banget kesel dan sebel sama Omin.. tapi pada akhirnya aku selalu pengen bilang sama semua orang, kalau gak ada dia dalam hidup aku… kalau gak ada dia yang jadi temen curhat aku pas mau bobo.. aku gak akan jadi aku yang sekarang, aku yang lebih baik (menurutku) dari yang waktu dulu.. aku gakan sekuat dan setangguh ini. Aku bahagia dengan pernikahan. Aku bahagia hidup dengan pasangan yang halal..

Aku harap tanggal 25 Januari 2015 nanti akan menjadi garis start kamu untuk merasakan kebahagiaan yang sama dengan apa yang aku rasakan, bahkan mungkin lebih…

Maaf gak bisa bantuin segala tetek bengek persiapan nikahan.. maap gak sempet ngobrol panjang hingga larut malam dalam rangka melepas masa lajang.. tenang aja, kita masih punya waktu seumur hidup buat ngobrol seru dan saling belajar. Congrats yaa Neng.. aku amat sangat bahagiaa.. semoga kamu segera dianugerahi anak yang shaleh dan shaleha…

Kado pertama dari seorang Asuri.. sebuah tulisan tentang pernikahan.. semoga bermanfaat…

Love u Risuma!

grand #launchingIBUMUDA

Semua berawal dari kebutuhan sendiri, keluh kesah pribadi. Saya dan teman-teman di KAMA syar’i berinisiatif membuat kumpulan para IBUMUDA untuk saling tukar cerita dan menguatkan. Hari itu tanggal 11 Desember 2013 kami berkumpul untuk pertama kalinya di Dapur Eyang Resto di jalan Tubagus Ismail. Terdaftar ada 22 wanita, baik single maupun sudah menikah, baik yang sudah punya anak maupun belum. Senang sekali rasanya punya teman baru dengan berbagai latar belakang berbeda. Sejak saat itu dibuatlah kesepakatan bersama untuk bertemu secara rutin sebulan sekali dengan konsep ketemuan semacam arisan.

Gak kerasa udah setahun berlalu, semua anggota sudah menang. Ilmu dan pengalaman pun sudah bikin kenyang. Rasanya kurang puas jika ini hanya berhenti dalam 22 orang saja. Akhirnya dengan modal nekat bin iseng, kami yang ber 22 orang ini berinisiatif membuka ‘lowongan’ baru untuk IBUMUDA dan wanita lainnya untuk ikut gabung, sekaligus meresmikan kumpulan ibu-ibu rempong ceria ini menjadi sebuah komunitas penuh manfaat.

Persiapan mendekati hari H tentu saja penuh drama dan keribetan ala ibu-ibu. Saya pribadi sempat was-was untuk mengadakan acara ini, aduh bisa gak ya? Jujur aja saya pun mengurus dan mempersiapkan acara ini benar-benar di waktu sisa antara sekolah, mengurus anak, dan menjalani bisnis harian. Tapi karena semangat dalam tim yang gak pernah padam meski hanya berbentuk lentera kecil, saya tidak menjadi goyah dan menyerah. Acara ini harus jadi, sesederhana apapun yang bisa kami lakukan. Niat baik ini harus tetap direalisasikan. Akhirnya dengan segala tantangan, ditentukanlah tanggal event sakral ini di 21 Desember 2014. Pertimbangannya karena menyesuaikan dengan kesanggupan panitia dan mendekati peringatan tahunan hari Ibu di Indonesia.

Melalui acara yang dibuka untuk umum ini, kami semuanya kembali belajar tentang karakter, profesionalitas kerja, totalitas berbagi, dan hal lainnya. Alhamdulillah grand launching pun berjalan apik dan lancar di luar ekspektasi kami sebagai panitia. Antusias dan animo para wanita muslimah untuk turut belajar bersama di acara ini begitu besar. Awalnya sempat khawatir dengan jumlah peserta yang tidak memenuhi kuota anggaran.. tapi alhamdulillah pertolongan Allah begitu dekat, Allah pertemukan hati para IBUMUDA dan wanita lainnya untuk berkumpul dan berbagi di acara ini. Hari H, ruangan acara FULL SEAT! Peserta yang daftar di hari H on the spot cukup banyak. Partisipan stand bazaar pun di luar ekspektasi kami. Kebayang kan paciweuh nya kita, tim masih pada pemula tapi antusias peserta begitu hebat. Alhamdulillah alhamdulillah…

Sedikit review dari acara #launchingIBUMUDA kemarin, saya sangat berterima kasih dan angkat topi pada para pembicara dan narasumber yang hadir. TOP MARKOTOP JOS GANDOSS SIP MARKOSIP NYUS MAKNYUSS YUK! Pertama acara diawali oleh materi superluarbiasa dari Bunda @fufuelmart penulis buku best seller Menikah itu Mudah, Jodoh Dunia Akhirat, dan masih banyak lainnya.

Saya pribadi gak begitu menyimak isi materinya. Hiks. Karena sibuk lalu lalang kesana kemari di backstage untuk memastikan printilan lain sudah selesai dan tepat pada tempatnya. Tapi ada salahsatu teman saya yang bercerita tentang materi yang dibawakan Fufu, bahwa kekesalan dan keresahan yang dialami IBUMUDA ada karena trauma masa lalunya. Jujur aja deh yaa, pernah kan kita kesal atau kecewa dengan apa yang dilakukan Ibu Bapak kita di masa lalu? Apakah itu terpatri kuat an membekas hingga sekarang. Nah, hati-hati, itu bisa jadi polemik untuk kehidupan rumah tangga kita sekarang. As always, materi yang dibawakan Fufu ini selalu bikin JLEBBB dan bikin penasaran untuk tau lebih jauh, langsung deh kayaknya para peserta pengen konsultasi secara pribadi, minta di-cleansing dari trauma masa launya.. hehehehe..

Beranjak ke sesi berikutnya, alhamdulillah saya kedatangan tamu istimewa, teman sekelas di Kajian Dasar Islam Intensif nya ust Fatih Karim, namanya Teh Elma. Beliau adalah salahsatu penggerak dan penggagas SEMAI 2045. Selamatkan Anak Indonesia 2045. Pergerakan ini concern membahas tentang kiprah orang tua dalam proses pendidikan dan pendampingan anaknya. Kasus kriminalitas saat ini udah sangat banyak, dan yang paling bikin ngeri adalah pelaku dan penikmatnya sudah merambah pada usia anak huhuhu. Kemarin teh Elma berbagi informasi tentang pergerakan ini dan mengajak IBUMUDA dan wanita lainnya yang ikut acara kemarin untuk sama-sama bergerak dan siaga 1 terhadap segala kejahatan, terutama bullying dan kejahatan seks pada anak. Thankyou teh Elma, semoga ke depannya kita bisa bersinergi lebih erat lagi yaaa…

Sesi setelahnya adalah talkshow bersama teh Sasa dan teh Atalia Kamil. Ketika waktu menunjukkan sekitar pukul 11.00 saya dan teh Sasa memulai lebih dulu berhubung Teh Ataia masih di jalan. Ah seruu banget deh sama ustadzah gaul satu ini.. Yang bikin terharu adalah beliau masih ingat saya yang dulu pernah mengudang beliau saat saya masih SMA. Amaazeeee.. Materinya pun asiiik. Materi keislaman yang nyaman untuk disimak dan dipraktekkan. Teh Sasa berbagi ilmu bahwa kiprah perempuan memang banyak. Wanita yang ditempa harus menjadi anak yang baik, istri yang shaleha, ibu penuh teladan, dan sosok penggerak ummat. Kuncinya sih sabar dan jangan dibawa beban. Ketika kita tau apa yang kita lakukan adalah ibadah dan TRANSAKSI sepenuhnya adalah hanya dengan Allah, semua akan lebih santai dijalani. Jangan menuntut di dunia. Bukan di sini waktunya seorang hamba diapresiasi atas segala jerih payahnya. Kunci kehidupan setelah menikah itu fastabiqul khairat bersama suami. Gak usah nunggu siapa yang lebih dulu untuk belajar dan lebih baik, baik suami maupun istri harus berlomba-lomba melakukan dan menyebarkan kebaikan. Biar Allah yang menilai dan membalsanya di akhirat sana. Ahhh, bener banget deh. Kita kan selama ini selalu merasa diri paling repot, riweuh, rempong, dan sulit ceria. Padahal semua yang kita lakukan adalah ibadah indah untuk mendapat kasih sayang Allah. Penting untuk kita untuk tau kemana semua akan berakhir, dan kemana kita akan pulang 🙂

Selanjutnya adalaaah.. sesi istimewa bersama Ibu Walikota. Waw banget yaaa teh Atalia bisa berkenan hadir di acara ini. Sampe speechless sendiri. Nuhuun teh atas waktu, cerita, dan supportnya. Kemarin di #launchingIBUMUDA beliau berbagi kisah seru tentang perjalanan pernikahan di awal bersama Kang Emil. Seruu, haruuu, dan penuh dengan inspirasi. Bagaimana Teh Ataia betul-betul sabar dan mendampingi suaminya untuk mengejar impian. Bagaimana teh Atalia menelaah bahasa cinta pasangan. Jadi yaa bu ibu, kalau misalkan kita kesel sama pasangan.. Coba berhenti sejenak untuk menelaah bahasa cinta kita dan pasangan seperti apa. Apakah dengan kata-kata, sentuhan, hadiah, atau apa..

Teh Atalia juga mengajarkan kita untuk tetap tangguh dan pantang menyerah dalam setiap fase hidup dan tantangan di dalamnya. Dinikmati dan disyukuri setiap apa yang terjadi. Pesan beliau, akan baik untuk para IBUMUDA dan wanita lainnya untuk memiliki sahabat wanita untuk saling berbagi penat dan saling menguatkan. Alhamdulillah di akhir sesi, teh Atalia pun meresmikan kumpulan ini menjadi komunitas IBUMUDA Indonesia yang siap berbagi dan menemani para wanita untuk siap menghadapi segala tantangan.

Jadilah, kemarin tanggal 21 Desember 2014 menjadi hari bersejarah untuk kita semua. Kabar gembira, #IBUMUDA sekarang sudah ada komunitasnya!! Selamat datang bagi para wanita yang ingin bergabung. Info lengkap tentang kegiatan dan pendaftaran bisa hub 081227023499

Akhirul kalam, saya ucapkan terima kasih dan penghormatan yang begitu besar untuk seluruh panitia, anggota ibumuda batch 1, pengisi acara, dan segala pihak yang sudah membantu banyak dalam kesuksesan acara ini. Semoga menjadi tabungan pahala yang akan menjadi saksi di hari akhir nanti.

Terima kasih Allah untuk segalanyaaa..

Bismillahirrahmaanirrahiim, mari bersama saling menguatkan dan tebar kebaikan!!

Salam hangat penuh semangat,

asriFit

Founder Komunitas IBU MUDA Indonesia

Ta’aruf yang Benar

Siapa yang sedang berstatus pacaran? Atau pernah PACARAN? How does it feel? Bahagiakah?

Saya pernah pacaran. 5x sebelum menikah, pacar terakhir sekarang statusnya sudah merangkap sebagai suami dan bapak anak saya. Saya sudah cukup kenyang dengan yang namanya pacaran. Kenyang dengan pengalaman perihnya. Hehe.

Kalau boleh memutar waktu, rasanya ingin sekali mengulangi hidup dengan menjalaninya TANPA PACARAN. Meski begitu, semuanya harus menjadi pembelajaran. Saya tidak akan pernah berhenti berbagi tentang cerita pahit dan perihnya, agar dapat menjadi pelajaran, hikmah, dan jalan terang. Agar menjadi penggugur dosa atas apa yang sudah terlewati. Agar yang lain tidak terjebak pada dosa yang sama.

Saya tidak mengerti pastinya bagaimana PACARAN bisa menjadi sesuatu yang biasa, lumrah, dan dianjurkan di tengah masyarakat muslim, ketika sudah begitu jelas agama tidak mengajarkan, Rasul pun tidak mencontohkan. Kok bisa?

Ada banyak sekali faktor pendukungnya. Mulai dari ketidakharmonisan di rumah, lingkungan, media, iklan, program televisi yang MENGHALALKAN pacaran dan membuatnya menjadi hal biasa dan wajar.

Ketika teknologi semakin kencang berkembang, dan zaman semakin dewasa dengan modernisasinya, saya malah semakin cupu, saya semakin MENOLAK pacaran. Hari gini masih pacaran? Jika kembali ke masa lalu dan mengkalkulasikan waktu, energi, dan kegalauan yang tercipta dalam hubungan pacaran kayaknya bisa untuk membuat karya atau pencapaian yang luar biasa. Kalau saja…

Baiklah. Saya harusnya tidak boleh men-generalisir. Mereka yang pacaran pasti protes. Ah gue pacaran, tetep sukses kok! Iya deh iyaaa, tetep bisa sukses. Tetep bisa.

Tapi, jelas sudah umat Islam tidak diajarkan untuk berpacaran. Saya yakin itu karena lebih banyak peliknya daripada indahnya. Saya yakin itu. Yakin banget karena udah ngalamin sendiri. Apalagi ketika Pak Indra Noveldy (pakar pernikahan) mengatakan bahwa TIDAK ADA HUBUNGANNYA antara pacaran dengan pernikahan, wuiiih makin mantep saya say ENGGA! sama yang namanya pacaran. Ini adalah pilihan hidup masing-masing kita, mau ikut bilang ENGGA atau bilang iya, bebas.

Sebenarnya ada pilihan lain selain pacaran untuk mempersiapkan PERNIKAHAN. Agar yakin dan tidak salah pilih. Istilah ini dikenal dengan nama TA’ARUF. Untuk yang satu ini saya belajar banyak dari sahabat saya Shaliha. Saya gak ngalamin sendiri, tapi saya tau proses detailnya seperti apa. Penuh berkah menuju pernikahan indah 🙂

Lalu bagaimana step TA’ARUF YANG BENAR??

Kalau kita siap untuk bilang ENGGA sama pacaran dan bersedia memilih jalan TA’ARUF untuk menikah, kita harus hati-hati. Jangan gegabah dan asal pake feeling aja. Semuanya harus pake data dan berdasarkan akal sehat (logika). Jangan salah, cara TA’ARUF ini pun gak sedikit yang menyebabkan perceraian atau ketidakharmonisan pernikahan jika tidak dijalankan dengan hal yang benar. Teman saya, Shaliha, menggabungkan aturan ta’aruf dari Teteh mentornya dengan ilmu kenalan yang diajarkan Pak Indra Noveldy. Insya Allah akurat ^^

Saat itu Shaliha yang sedang tidak memikirkan MENIKAH sama sekali, tiba-tiba ditelp oleh Bapaknya bahwa ada pria yang ingin melamar. Waktu Shali cerita sama saya, saya sudah kagum dengan pria ini. Berani datangi wali! Nah, step pertama menuju pernikahan adalah….

 1. Minta izin sama wali. Itu lebih sopan dan menunjukkan sifat jantan penuh keberanian.

Lalu, step kedua adalah..

2. Menyiapkan CV dan saling bertukar

Bapak Shali meminta mereka berdua membuat CV atau Curicculum Vitae. CV inilah yang menjadi kekuatan Shali untuk membedah habis-habisan calon imamnya ini. Shali pake ilmu Pak Indra Noveldy untuk mengulik diri sendiri dan calon pasangannya. Semuanya tertulis super lengkap di CV ini. Ibarat kata mau merger perusahaan bisnis, Shali sedang menyiapkan PROPOSALnya. Saya nanya sama Shali, “Kenapa gak ketemu dulu? Kalau gak cocok gimana?” Sahali bilang kalau step ini didahulukan agar kita lebih objektif melihat seseorang dari innernya dulu sebelum fisiknya. Dalemnya dulu sebelum casingnya. Oh, gitu.

Isi dari proposal ini adalah data diri, visi misi, kondisi keluarga, impian dan target, lingkungan tempat tinggal seperti apa, teman-temannya seperti apa, hobinya apa, pekerjaannya apa, dan masiiihhh banyak lagi.

Shali pun membuatnya superlengkap. Dia menyampaikan detail kehidupannya. Sekalian evaluasi dan kenalan sama diri sendiri. Saya juga masuk tuh ke proposal Shali hehehehehe.. saking lengkapnya.

Saat bertukar, Shali menandai bagian mana saja yang menjadi PERTANYAAN dan KERAGUAN di proposal calon suaminya.

Setelah OKE baca CV. Setelah isi CV bikin tertarik, step berikutnya adalah jadwalkan ketemuan 🙂

3. Ketemuan (didampingi muhrim). Liat wajahnya. Bikin nyaman dan suka ga? 

Kalau sudah oke, bisa langsung ke step berikutnya

4. Sesi Tanya Jawab dan klarifikasi tentang SEMUA ISI proposal tersebut. Bahas tuntas sampe kenyang, didampingi oleh muhrim. Waktu itu Shali ditemani Ibunya.

Saat proses tanya jawab sudah menambah keyakinan, Shali kencangkan dengan ibadah dan riyadhoh. Agar apapun keputusannya ada Allah yang membersamai. Alhamdulillah, Shali langsung yakin meski hanya 3 kali pertemuan. Bismillah yaa chii, kata dia saat menceritakan kemantapannya.

Huaaaa malah saya yang deg-degan…

Saya lupa tepatnya kapan, tidak lama sejak proses ta’aruf yang hanya berlangsung TIGA BULAN itu Shali dan Kak Anhar melangsungkan khitbah atau lamaran. Mereka berencana menikah. MENIKAH!!

Sekarang sudah hampir satu tahun pernikahan antara Shali dan Kak Anhar. Alhamdulillah rumah tangga nya tidak menemukan kesulitan yang menyeramkan. Justru lebih berkah dan indah daripada mereka yang menyiapkan pernikahan dengan lamanya pacaran.

Modal utama mereka dalam menikah hanyalah KEYAKINAN KUAT pada Allah. Cukup itu saja. Sekarang Shali sedang mengandung anak pertamanya. Doakan sehat hingga persalinan yaa. Bentar lagi nih masuk bulan ke-9 🙂

Buat teman-teman yang ingin kenal Shali lebih jauh boleh main ke blognya ^^

Baiklah sekian sharing tentang TA’ARUF YANG BENAR. Semoga mencerahkan. Semoga menambah keyakinan bahwa pernikahan bahagia bisa cukup disiapkan hanya dengan 4 kali pertemuan sebelum ijab. Bismillah yaaa SEMANGAT!!!

Salam hangat,

IBU MUDA

@asriFit

P.S

Buat yang mau membuat PROPOSAL NIKAH (seperti yang Shali buat), saya punya template-nya. Kalau mau, kirim e-mail kosong dengan subject: Proposal Nikah kirim ke AsriFitriasari@gmail.com yaaa J