Healing for Woman

Ada banyak orang yang japri saya menanyakan hal yang sama, apakah Healing for Woman berbeda dengan Healing Class yang biasa diadakan?

Kalau iya isinya sama, terus kenapa judulnya harus beda 😦

Tentu jelas BERBEDA, yaa.

Mungkin maksudnya pengen nanya, “Apa sih yang membedakan Healing for Woman dengan Healing Class yang biasa diadakan?” Itu sih kayaknya. Cuma kadang orang suka keburu tegang duluan. Padahal gak aku pegang-pegang lho. Eitsss…

Baik, di postingan kali ini saya akan mencoba menjelaskan sejelas mungkin tentang event ini. Biar gak keriting jempol jawabin satu-satu japri yang masuk. Bismillahirrahmaanirrahiim….

Kita mulai dari penjelasan singkat tentang Healing Class dulu yaa. Sebenarnya ini pernah saya bahas juga di blog. Tapi gak apa, saya coba jelaskan lagi dengan bahasa yang berbeda yaa. Semoga lebih kebayang. Healing Class yang diadakan Komunitas Emotional Healing Indonesia di bawah asuhan Teh Irma Rahayu (penulis buku Emotional Healing Therapy, bisa dicek profil lengkapnya di www.IrmaRahayu.com) adalah sebuah kelas yang akan membantu kamu untuk mengeluarkan pendaman emosi berupa RASA yang selama ini menuhin memori di pikiran dan hati. Bisa dari masalah yang dihadapi saat ini, atau trauma masa lalu yang selalu menghantui hi hi hi hi hi (Oke, galucu). Contoh RASA di sini maksudnya apa? Rasa marah, sedih, kecewa, sakit hati, benci, dendam, terpuruk, terhina, tidak percaya diri, dsb dsb dsb… sebuah rasa yang sifat dan terdegarnya NEGATIF. Rasa yang pasti akan ada dalam diri kita sebagai penyeimbang dan penyempurna hidup. Tapiiiii, kalau rasa negatif ini terlalu lama diam di dalam tubuh apalagi jumlahnya lebih banyak dan mendominasi, ini yang repot. Pikiran jadi sulit jernih, solusi dari setiap masalah jadi terlihat pelik, hati berasa sesak tapi kok kosong, kalau bahasa Sunda nya sih, asa teu pararuguh. Atau bahkan ngaruhnya ke kondisi badan, fisiknya ancur-ancuran. Pernah denger penyakit psikosomatis? Kondisi badan berasa ada yang sakit dan bermasalah, tapi setelah dicek secara medis gak ada satu pun bagian yang kelainan. Be aware, kamu sepertinya memendam emosi yang gak sepele. I’ve been there. Sering tetiba kram, keringet dingin, sesak nafas macam mau mati tapi kalau diperiksa yaa gak ada apa-apa. Sekali dua kali kayak gitu yaudah lah yaa lupa. Sering?? Yaa lelah juga lah. Sering banget??? Emmm bisa jadi malah abai dan terbiasa drama, dan itu yang BAHAYA. Ya masa hidup diisi sama hal-hal geje kayak gitu. Indahnya dunia jadi kurang maksimal kita dapetinnya.

Okey, balik lagi ke Healing Class yaaah. Siapa saja yang butuh di-Healing? Yaaa yang merasa butuh aja. Ga semua harus Healing, yang kelihatannya butuh juga belum tentu harus Healing. Karena Healing Class yang diadakan oleh EHI ini hanyalah salah satu ikhtiar pengobatan untuk menjadi manusia yang lebih ajeg, aware, napak, dan matang. Banyak pelatihan serupa. Banyak program serupa yang menawarkan fasilitas yang sama. Bisa dicek ke toko sebelah sebagai perbandingan. Intinya di bagian nguras emosi kotor dan emosi yang sudah tidak penting dalam hati dan badan.

Jadi kalau dianalogikan, Healing Class itu kayak terapi bekam. Kalau bekam kan darah kotor yang dikuras, kalau Healing Class ini emosi kotor. Gimana caranya? Yaaa dikeluarkan. Heu. Ada cara yang baik dan benarnya. Biar lebih kebayang saran saya sih baca aja buku Teh Irma. Kalau saya agak kurang kompeten menjelaskan. Hanya saja sebagai penyelenggara, saya mau kasih gambaran kalau Healing Class itu kelas terapi mengeluarkan emosi dengan bantuan instruktur, dalam hal ini Teh Irma Rahayu sendiri sebagai penulisnya langsung.

Di kelas ini kamu akan mendapatkan wadah yang sangat tepat dan private untuk mengeluarkan apapun yang selama ini kamu tahan dan simpan, tapi kamu udah ga sanggup untuk menahan dan menyimpannya. Kurang lebih begitu. Jadi meskipun barengan (bukan one on one), rahasiamu insya Allah terjaga. Let me repeat yaa.. Apa aja itu? Rasa marah, kecewa, sedih, kesal, putus asa, tidak percaya diri, terhina, terpuruk, dsb dsb dsb.

NAAAHHH gimana dengan Healing for Woman?

Healing for Woman ini dibuat selama 2 hari sampe nginep segala, Karena saya ingin kasih sesuatu yang SPESIAL buat kamu para wanita. Kan wanita sukanya yang spesial-spesial. Yakaaaaan. Kita akan bahas dan kupas tuntas tentang permasalahan seputar wanita, baik dari segi emosi, karir atau rezeki, dan topik seputar cintaaaa… Apapun status kamu saat ini. Single? Taken? Married? Divorce? Pelakor? #eh… yaaa pokoknya apapun kondisi kamu saat ini yang bikin kamu JENGAH dengan hidup, kita akan sentuh dengan bagaimana wanita ingin disentuh. Hihihihi geli juga pemilihan bahasanya.

Dan yang jelas pesertanya semuanya WANITA jadi semoga ini bisa bikin kamu nyaman juga selama acara.

Ada satu postingan Teh Irma yang bagi saya pribadi sangat PAS menggambarkan apa yang akan disajikan di Healing for Woman ini, begini katanya….

Wanita itu susah di mengerti oleh lelaki, hanya bisa dipahami oleh sesama wanita ….. katanya

Terlalu banyak drama wanita yg mampir ke EHI

Tentang hati yang hancur karena LELAKI
Tentang hati yang beku karena SITUASI
Tentang hati yang hampa karena KEHILANGAN
Tentang hati yang dingin karena DENDAM
Tentang segala asa yang tak pernah TERWUJUD

Wanita dan segala dramanya, kisahnya, perjalanannya….. selalu menjadi cerita dan inspirasi dunia.
Wanita yang punya kisah tak sempurna, yuk kita ketemuan di event ini.

Gitu katanya.

Sooo, masih bingung apa yang membedakan Healing for Woman dengan Healing Class biasa?? Yaudahlah japri aja gapapa hahaha. Curhatin ajaa panitianya, curhatin ajaaa. Tapi udah itu daftar dan bereskan urusan administrasinya yaak. Buruan, untuk kelas Februari nanti tinggal ada terbatas hanya untuk 30 orang yaa. Kalau ga kebagian yaa masuk daftar Waiting List.

Terakhir, saran saya… sebelum senapsaran sama event dan kelas yang diselenggarakan EHI, ada baiknya kamu baca bukunya dulu. Emotional Healing Therapy oleh Irma Rahayu atau kepoin gaya nya Teh Irma kalau nyablak di channel Youtubenya, Rumah Mamak. Biar lebih kebayang dan membantu kamu memutuskan, bener gak kamu butuh yang kayak ginian. Jangan ambil kelas, hanya karena ikut-ikutan atau karena lagi trend aja. Buang waktu, duit, dan tenaga namanya. Hidup nya makin blangsak yang ada.

Disclaimer: Healing Class BUKAN event SAKTI yang bisa bikin hidupmu langsung berubah 180 derajat menjadi kaya, sukses, bebas hutang, financial freedom, bahagia dunia akhirat, happily ever after, atau sembuh total dari penyakit panu, kudis, kurap, dan kutuan. It’s just an event. Kesembuhan dan perubahan hidup yang HQQ kuncinya tetap di kegigihan kamu dalam berbenah diri dan ketentuan Ilahi Rabbi.

Sekian.

Semoga tulisan ini cukup mencerahkan. Penulis menerima japri TERKAIT info Healing via WA 0812 2702 3499

Bagaimana Caranya Menjadi Wanita Hebat?

Bagaimana caranya menjadi wanita yang hebat? Bagaimana sih? 

Pertanyaan ini berputar di kepala ketika saya selesai jalan-jalan di sosmed para wanita yang menurut saya hebat. Langsung mupeng. Langsung baper. Kapankah saya bisa sehebat mereka jengjengjenggggg… Kapankah saya menjadi seorang wonder woman hahaha… *efek abis nongton layar tancep

Kalau kita mau flashback pada perjalanan hidup kita sejak lahir, masuk TK, jadi murid SD, SMP, SMA hingga kuliah… Lalu menikah dan punya anak. Atau apapun deh pokoknya cerita hidup yang sudah kita lewati dan sedang dihadapi, sebetulnya ada banyak fitur yang menggosok kita untuk menjadi hebat.

Fitur itu dinamakan konflik atau masalah.

Continue reading

Review buku Emotional Healing Therapy

Halooo selamat pagi Indonesiaaa!

Hari ini saya mau mereview 4 buah buku yang saya baca setahun lalu tapi perubahannya dalam hidup sangat sangat sangat berasa dan emang beneran mengubah sudut pandang dan sikap saya. For a good things for sure. Menurut saya sih, gak tau kalau menurut Mas Anang hihi.

Saya tau penulis buku ini sudah sejak lama, kayaknya tahun 2012-an deh, lupa, pokoknya udah lama banget. Saya tau penulisnya dari twitterland karena direkomendasikan oleh guru saya bapak Indra Noveldy. Nama penulisnya Irma Rahayu, atau akrab disapa Teh Irma. Akun twitternya @irmasouhealer. Boleh dikepoin twitternya, tapi jangan lupa pake helm. Tulisan Teh Irma, baik di twitter maupun di fanpage FBnya gak pernah santai hahaha. Cablak dan hobi ngeplak. Ini yang dulu waktu awal tau Teh Irma agak gimanaaa gitu sama doi hahaha. Sampe akhirnya di tahun 2015 ngerasa hidup stuck bangeeeeet, dan ngerasa sendirian aja, gak ada yang bisa ngerti dan bantu..

Continue reading

Karena ALLAH Gak Pernah Ada

Itu yang selalu bikin kita ngerasa putus asa, dan bawaannya kesel dan ngedumel.
Karena ALLAH gak pernah ada di HATI dan PIKIRAN kita 😭😭😭
Ini satu cerita, pengalaman selama mempersiapkan Healing Class Bandung kemarin. Proses apa aja yang saya lewati sampai ketemu titik di mana peserta membludak, sampe kudu nolak yang terakhir daftar.

Continue reading

FAQ Healing Class Irma Rahayu

Banyak yang nanya tentang APA SIH HEALING CLASS itu Chii?? Dari flyer Healing Class yang saya share di sosial media akhir-akhir ini, gak sedikit yang kepo dan japri dengan berbagai pertanyaan. Baiklah, kayaknya kudu dibuat tulisan FAQ Healing Class by Irma Rahayu di blog. Semoga membantu dan mencerahkan yaa, terutama yang mager dan minder untuk nanya japri tentang Healing Class hehehe…

Continue reading

Berobat ke Klinik Tong Fang

Desir angin menerpa deretan hordeng berwarna pink bunga-bunga. Ada tukang parabot melewat di depan rumah. Tidak ketinggalan mamang cuankie yang mengetok-ngetokin pintu tetangga, yang belum bayar jajanannya.

Sore yang indah tapi sebenernya biasa-aja-sih di sebuah komplek perumahan sederhana, di perbatasan Cimahi dan Bandung Kota….

Aku menatap langit lalu bertanya pada diri sendiri, aku ini lagi apa. Mungkin aku ingin seperti tokoh-tokoh di novel drama tapi kayaknya tatapanku malah merusak suasana. Bukan tatapan iba atau sedih yang dramatis, hanya tatapan bingung melihat antena tv yang sudah karat dan patah dimana-mana. Watiiiir. Pantesan kemarin gak bisa nonton Persib 😁

Mau nulis apa sih Chiiii sebenernya hahahaha. Rebek amat 😂 Maap yak. Gak cocok nulis sebangsa prosa deskriptif hihihi.

Well. Seharian ini saya cukup shock dimasukkan ke WAG yang berisi wanita-wanita rempong kumpulan pasien salah satu klinik ternama, klinik TONG FANG. Asuhan Ibu Irma Rahayu. Buat yang belum tau beliau, Irma Rahayu adalah seorang life coach, yang sangat spesifik mengatasi kejiwaan. Jadi yang jadi muridnya semua sakit jiwa hahahaha. Engga deng. Aku mah waras. Cuma buat mengisi waktu luang aja biar gak kisut. Hahaha dusta 😁

Setiap manusia punya doa yang sama, ingin dipertemukan dengan pasangan yang bisa mengisi dan melengkapi apa yang belum dia punya. Saya berdoa agar Allah anugerahi saya suami yang sabar dan bertanggung jawab. Dan di belahan Indonesia di bagian Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, ada seorang bujang yang berdoa juga agar dipertemukan dengan seorang wanita yang kuat untuk dipersunting jadi istrinya. Kuat ngangkat galon dan kuat mindahin rumah manatau kebanjiran. Yagakgitujugakaliiiii.

Lalu akhirnya dua manusia ini Allah persatukan, demi menjawab doa mereka masing-masing. Sang istri bahagia, begitu pun suaminya.

Hari berganti hari. Minggu berganti minggu. Bulan berganti bulan. Tahun berganti tahun. Baju berganti baju. Eh garing 😐

Mereka mulai lebih dalam mengenal satu sama lain. Tapi sayang mereka gagal paham dengan jawaban dari doa yang mereka panjatkan. Bukan kesabaran yang dirasakan oleh sang istri, malah sikap cuek dan kurang peka. Bukan kekuatan seorang istri yang didapat oleh suami, malah sikap kurang ajar dan mau menang sendiri. Dua-duanya teriak, duuuh pusing lah pala barbie hijab syariiii 😣

Suami istri yang saling melempar marah dan kecewa. Tiap hari ribut mempertanyakan jawaban atas doanya. Meledak. Lalu padam. Meledak lagi. Padam lagi. Kayak orang belum bayar listrik. Mati-Nyala-Mati-Nyala. Seakan tidak ada ujung, yang ada hanya lelah dan gundah. Rasa syukur pun perlahan menguap.
Solusi demi solusi dijajal dan tetap tidak menemukan titik terang, hingga akhirnya mereka bertemu klinik Tong Fang 😂😂😂

Kepanjangan dari Tolong dong Fang Warasin hidup saya Mbaaak! #Sundaan hahaha
Selama menjalani perawatan di klinik Tong Fang, tabibnya hobi amat ngegeplak… ngerokin tembok ego dan topeng “butuh pengakuan”. Diseret sampe ngesot-ngesot untuk melihat akar masalah dari rasa marah, kecewa, dan pendaman emosi lainnya.
Hingga perlahan daya pikir dan sentuhan rasa mulai sesuai pada porsinya dan sesuai pada tempatnya.
Perlahan mulai luruh pikiran merasa dibiarkan, dicuekkan, dan di-engga peka-kan. Mulai bisa merasakan sikap sabar pada pasangan yang selama ini dipungkiri dan tidak diakui.
Perlahan mulai terasah kekuatan istri, harus dimana saja energinya dimanfaatkan. Agar barokah dan perahu tetap berjalan sama arah.

Selama pembelajaran di klinik ini, kami belajar bahwa setiap doa tidak Allah jawab dalam kondisi matang. Atau sudah jadi.

Doa dihantarkan dalam bentuk butuh proses. Agar ketika menikmati hidangan dari setiap doa, ada rasa puas dan tenang dalam setiap kunyahannya. Nikmaaat alhamdulillah…
Terima kasih klinik Tong Fang.. kehidupan berangsur waras dan lebih napak dalam menghadapi setiap tantangan baru yang ada.

Hidup pusing ngejelimet pengen teriak?? Butuh solusi dari setiap masalah?? Jangan sampe asal coba-coba kalau gak mau  berujung pada sia-sia atau bahkan terjerat kasus narkoba. Eaaaa

Cobain aja klinik Tong Fang. Tolong dong Fang Warasin hahahaha bersama Ibu Irma Rahayu. Info lebih lengkap silakan buka websitenya Irma Rahayu atau SMS 081227023499

Jangan lupa cari cara buat waras…
Hidup buat nyiapin mati, jangan lupa abisin waktu buat berbenah diri…

Salam sayang,

salahsatu pasien dari klinik Tong Fang 😊

Kenapa Healing Class Direkomendasikan

Lantas di mana letak salahnya kok ada manusia yang mampu berdamai dengan masalah dan ujian, tapi banyak pula yang gagal paham dan menepi kejauhan? Kalau memang ALLAH tidak memberi beban melebihi kemampuan kita, kenapa kita seperti kepayahan mengarungi kehidupan? Kok rasanya kesusahan ini tak berujung?

Aduh ini kalimat cukup nyesek ya? Kok bikin penasaran ya? Kok gue banget yaa haha ~

Sebelum akhirnya saya kepengen banget baca buku Soul Healing Therapy, saya dihadapkan pada kondisi bisnis yang stuck bangeeeet nget nget nget padahal sebelumnya lancar jaya dan saldo rekening aman sentausa. Pas saya jatoh, liat rekan sejawat lainnya makin mencuat melesat bikin sirik beraaaat.

Eungap. Sesak nafas rasanya.

Saya sempat “marah” pada keadaan. Menyimpan sedikit kesal pada Tuhan. Perasaan kerja udah edan, pengorbanan udah dilakukan. Tahajud, dhuha, infaq, sodaqoh, dan membantu sesama udah. Tapi kenapa doa belum juga ketemu jawabannya. Hidup makin sempiiiit aja rasanya. Mulai kan sombong dan perhitungan sama Tuhan. Amit-amit deh itu kelakuan hahaha. Mau ngapa-ngapain bawaannya males dan emosiiii aja jadinya.

Pas “dipaksa” baca buku Soul Healing Therapy ama Bu Nani Kurniasari, brand owner NKsyari, ada kalimat di atas yang cukup nusuk dan bikin penasaran.

Iya.. iya iya sih kenapa kok tetiba suka ngerasa hidup gini-gini amaaadddd??? Pake D amat nya juga biar nendang! Padahal sebenernya masih banyak yang bisa disyukuri tapi kok yaaa rungsing a.k.a kacau terus pikiran. Hayati butuh piknik…

Dan di buku itu dijelaskanlah bahwa ada yang namanya PROSES dan KONSEKUENSI DOA.



Beuh. Apapula itu.

Pertama, doa yang baik dan cepat sampe ke Tuhan Yang Maha Mengabulkan, adalah doa dari jiwa yang tenang. Haduuuh tuh kan jiwa yang tenang lagi kyaaaaa susah banget gaes punya jiwa yang tenang itu. Prosesnya panjaaaaang dan berliku. Bentuknya juga abstrak gatauuuu. Jiwa yang tenang adalah jiwa yang “menyerah” pada kuasa Tuhan. Bisa menyelaraskan setiap emosi negatif yang ada dan mengetahui dan mengakui setiap ketakutan yang paling dalam pada diri kita. Jiwa yang tenang dan eling akan lebih enak saat kirim doa pada Sang Kuasa.

Wahai jiwa yang tenang.. Kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoiNya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu.” (QS Al Fajr 27-30)

Kedua, harus siap dengan segala konsekuensi doa. Konsekuensi doa ini hadir dalam bentuk masalah.

Jadi selama coaching sama Teh Irma, tiap kali ngeluh dan protes sama hidup, Mamak cuma bilang dengan entengnya, “Coba yaaa diinget lagi doa-doanya…

“Glek. Jlebbb. Keselek!

Langsung lemes.

Doa ingin jadi istri shaleha yang setia mendampingi suami. Jadi ibu yang baik.

Doa ingin keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Doa ingin diangkat derajatnya jadi ummat yang mulia.

Doa ingin dibersihkan hartanya dari yang haram dan syubhat.

Doa ingin bisa membahagiakan orang tua dan lingkungan sekitar.

Doa ingin hidup lebih baik terus lebih baik setiap harinya.

Doa… doa gue dipikir-pikir cliche tapi yaaa konsekuensinya yaaa gakan mudah lah pastinya!

Belum lagi ditambah doa pengen bebas hutang dan jadi horang kayah. Punya penghasilan ratusan juta. Bisa bangun sekolah gratis dan menggerakan sejuta ibumuda. Whaaaaat doa lo luarbiasaa. Gak sebanding sama usaha dan kondisi jiwa lo Nyoong wkwkwk

Tareeeek napas dulu Sis. Eungap bangeeet inih.

Tiap inget doa yang udah “direngekin” sama Allah dan bandingin sama kelakuan, langsung istighfar. Ya ampuuun minta semprot dulu beauty water biar segeerr huhu. Aerr putih mana aerrr putih… malu banget liat kelakuan sendiri. Hiks.

Satu tahap hidup berhasil kita naiki ketika kita sadar bahwa setiap yang terjadi adalah ulah diri sendiri. Masalah yang datang sebenarnya nyuruh kita bangun. Woooi itu banyak banget yang kudu dibenahin dalam diri lo. Allah mau  ngasih nih apa yang lo minta tapi itu benerin dulu hatinya. Siapin dulu mentalnya. Biar lo gak makin belingsatan. Biar Allah ridho dengan setiap apapun yang Dia kasih dan dia ambil. Biar Allah selalu ridho sama hidup lo. Wakeeee upppp!!!! Lukanya dibuka, diobatin, dibikin sembuh. Penyakit hatinya gosokiiiin, bikin kinclong duluuu. Biar kalau lo dikasih nikmat yang banyak, lo tau cara yang bener untuk tetap berpijak dan gak bertindak seenak jidat.

Haaaahhh. Sesak yaaah.

Kurang lebih itu yang selama ini didapat sepanjang baca buku Soul Healing Therapy dan ikut kelas Healing. Dibelek matanya untuk melihat indahnya proses ketika Allah ingin mengabulkan doa kita. Kayak mau lahiran. Sakiiiit banget nunggu pembukaan. Sampe kadang kudu diinduksi dulu dua kali baru keluar deh anugerah Tuhan paling seksi. Seksi soalnya pas keluar belum dibajuin. -Garing-

Setiap doa ada proses dan konsekuensinya. Siap-siap ajaaa.

Jadi kalau tiap hari ada aja masalah yang harus dihadepin yaaa dimamam ajaa. Vitamin Sis biar siap jiwa raga ketika Allah kasih yang kita semua minta saat doa.
Tareeek napas dalaam. Keluarkan perlahan…

Tenang… tenang… maka lo MENANG

Semoga bermanfaat yaaaw.

Selamat mengingat kembali doa yang udah diminta dan menerima konsekuensinyaaah! Kalau bener-bener gak ngerti sama diri sendiri harus digimanain, gabung yuk di kelas healing 🙂

Salam hangat penuh semangat,

AF

Founder of IBUMUDA Indonesia :*

Menitipkan Anak

image

Ada yang pernah menitipkan anaknya untuk berbagai alasan? Untuk ngantor? Sekolah? Atau sekedar menikmati waktu sendiri?

Saya pernah dengan 3 alasan di atas, dan ini sekelumit cerita tentang pengalaman saya menitipkan anak…. Feel free to judge me, I’ll be okay and feel bodo amat with what you’re thinking.

Anin lahir di usia saya yang masih 23 tahun. Saat itu saya belum selesai koas. Status saya masih sebagai mahasiswa sebuah fakultas yang harus diam sejenak mengurus bayi dengan segala keterbatasan ilmu dan pengalaman. Anak pertama bokkk. Entah sebuah anugerah atau ujian, hingga pada waktunya lahiran saya belum juga mendapat asisten yang bisa membantu saya mengurus Anin dan menjaganya ketika saya harus melipir ke sekolah. Saya terpaksa menjadi ibu yang anteng duduk manis di rumah, membesarkan Anin.

Ketika Anin berusia sekitar 8 bulan, saya mendapat seorang asisten di rumah, tapi belum saya percayai sepenuhnya untuk menjaga Anin.  Saya tetap memegang Anin hampir full 24 jam, kadang adakalanya dititip kalau mau belanja ke Borma atau mau paketin barang ke ruko depan.

Apa yang saya rasakan saat itu adalah, to be honest, rasa lelah yang amat sangat, rasa jenuh yang amat sangat, dan rasa marah (pada diri sendiri karena gak bisaan ngurus anak dan pada lingkungan yang kadang suka bikin sensi). Saya bahagia punya anak, yaaa kali masa punya anak malah gak bahagia, tapi yagitu deeeeh heu.. Hingga akhirnya di usia Anin yang menginjak 1,5 tahun ada kenalan yang masih kerabat dekat bersedia mengasuh Anin jika saya mau kembali ke rutinitas sekolah. Insya Allah yang ini cukup bikin saya percaya dan siap nitipin Anin.

Masa-masa kacrut itu yang cukup membekas dan menjadi pelajaran berharga bagi saya. Masa di mana pertama kali saya lihat wajah memelas Anin yang gak rela dan gak suka ditinggal. Sedih sih, tapi pas saya udah asik di luar, saya suka lupa kalau punya anak… Haaah my bad. Saya akui itu sebagai suatu kesalahan dan kedodolan saya sebagai seorang ibu. Asik aktif ini itu dan mulai melakukan aksi pembalasan setelah hampir 2 tahun stuck di rumah.

Semua digunakan sebagai pembenaran, kan saya harus beresin sekolah, kan saya harus bantu suami cari duit juga, kan saya harus punya waktu sendiri. Daaaaan segala tetek bengek alasan yang sebenarnya menutupi aksi PELARIAN saya dari sebuah kenyataan bahwa saya sekarang punya anak, dan ngurus anak itu gak semudah yang saya bayangkan 😭😭😭

Sekolah gak beres juga. Bisnis pun malah meluncur bebas gak bersisa. Lalu saya jadinya bahagia?? Yaaa enggaklah ~

Emosi yang gak karuan yang mengisi hari-hari bersama Anin. Ketika Anin masuk usia 3 tahun, ketika dia sudah mulai bisa berkomunikasi sebagai selayaknya ‘manusia’, saya pelan-pelan mulai tersadar bahwa ada jarak yang cukup besar antara saya dengan dia. Peran saya hanya sebagai ibu biologisnya saja, makna ibu yang sebenarnya dia dapatkan dari lingkungan, dari mana saja dia sempat dititipkan.

Sakit. Perih. Dan merasa kehilangan….

Baper is everywhere ketika Anin mulai merengek lebih ingin main bersama Teteh (ART di rumah), Ateu, atau Enin nya. Apalagi kalau dia udah mulai cranky bilang Bunda nya galak atau bilang dia gak sayang sama Bunda nya, gak mau sama Bunda..

Hiksss… Langsung kayak ditabrak pake buldozer, terus yang lagi nyetir buldozernya itu Gajah Afrika yang lagi hamil 9 bulan. Hahaha lebay bin ngarang wkwkwk.

Satu persatu bagian tubuh yang hancur ketabrak buldozer terus yang nyetirnya Gajah hamil 9 bulan itu (tetep yaa) dikumpulin dan saya pasangkan lagi sesuai posisinya masing-masing. Baper won’t take you anywhere, Chiii..

Ayo bangkit, semangat, waras, dan berbenah..

Fase menerima kenyataan adalah fase yang paling menyakitkan. Karena kenyataan hampir tidak selalu sesuai harapan. Karena harapan manusia terlalu cetek jika dibandingkan rencana yang sudah Tuhan siapkan. Jadi saya pun belajar untuk menerima kenyataan dan berhusnudzon dengan segala skenario yang Allah siapkan.

Saya mencoba memaafkan diri saya sendiri terlebih dulu setelah apa-apa yang saya lakukan sama Anin. Mbakbroooo, jangan tanya prosesnya kayak apa yaaa. Memaafkan diri sendiri itu lebih bikin mual muntah daripada memaafkan orang lain. Feeling gulity itu lebih ganas sifatnya dan menyebar ke setiap sudut sel-sel tubuh. Heu.

Setelah saya memiliki kekuatan untuk menerima dan memaafkan apa yang sudah terjadi, ada banyak hikmah yang bisa saya ambil. Ada banyak pembelajaran hidup yang membuat saya sangat tidak mau mengulanginya lagi. Amat amat amat gak mau. Saya gak kenal sih sama si Amat. Tapi katanya Amat juga gak mau. Hahaha apasih garing.

Saya pernah merasakan bagaimana menjadi ibu yang diam di rumah tapi gak pinter bersyukur, saya juga pernah merasakan menjadi ibu yang asik di luar sampe lupa kodrat awal. Dua-duanya gak proporsional…

Tapi dari situ saya bisa belajar bagaimana menjadi ibu yang bisa tetap tenang dan bahagia meski harus diam di rumah, dan tetap tau diri ketika harus beraktifitas di luar rumah. Baru tau loh yaah, prakteknya masih ngesooooooot hehehehe..

Sekarang, saya gakmau keenakan lagi nitipin Anin. Nitipin yaa hanya karena cukup gak memungkinkan bawa-bawa Anin. Mau serepot dan serempong apapun kalau lagi sama dia, saya dan suami harus terima risikonya, terima tanggung jawabnya, dan terima semua proses yang harus dilalui. Kami mungkin bukan ayah dan ibu yang terbaik untuk Anin, figuritas kami sebagai orang tua juga agak agak gimanaa gitu, tapi saya sendiri yakin… semua bisa karena biasa, saya dan suami pasti bisa jadi partner hidup yang baik untuk Anin…. sebelum dia menemukan partner hidup yang lain setelah dewasa nanti. Eaaaa jadi sararedih ginih hahaha..

Terima kasih Anin, kamu adalah guru cilik di rumah… Maaf yaa Bunda suka keenakan dan hobi banget titip-titip Anin. Doakan Bunda cepet lulus kuliahnya yaaaa!!!

Habiburrahmaan, 22 Ramadhan 1437 H
Asri Fitriasari
Ibu yang mulai waras wkwk

TIMEOUT

image

Kata siapa ngedidik anak itu gampang??? Hih masya Allah ya Rabbi… Bikin bibir eike keritiiinggg. Kalau ga pinter-pinter ngurus emosi, bisa perang dunia rumah tangga tiap hari deh ampuuuun.

Memasuki usia Kanin yang 4 tahun, tantangan hidup ternyata makin seru ajaa yaaa.. Baru tau dan baru ngerasain rasanya dilawan sama anak, dijawabin sama anak, kzl banget deh beneran. Udah gitu kadang anaknya lamaaaaaa banget kalau disuruh, banyak alasan, banyak pembenaran, banyak nundanya. Sama banget yekaaaan. Sama banget kayak elo chiiii 😂

Mamam deh tuh kelakuan 😁😁😁

Tapi bagaimanapun, meskipun, walaupun, andaipun gimanapun kita sebagai emaknya harus tetap tegas. Ngaca sama kelakuan anak boleh tapi jangan keterusan baper, terus malah jadi permisif sama kesewenangan bocah, hahaha gue mah dulu gitu orangnyaa 😁

Sekuat tenaga banget deh membedakan mana yang bener-bener  gak boleh dikasih, mana yang yaudah-deh-boleh.. Secaraaa kan dirisendiri dulu yang kudu WARAS, biar bisa mengaplikasikan didikan ke anak secara proporsional. Haaah beraaaat bahasa looo Sis..

Salahsatu tips dari Mak Irma untuk mendidik Kanin yang suka semenaedewe adalah dengan menyediakan pojok ‘timeout’ kalau desse udah mulai keterlaluan dan gak nurut ama emaknya for a good reason. Kita juga harus belajar konsisten, persisten, dan kompeten ketika ngejelasin ‘rules’ ama anak.

Ampuuuun gak gampang juragaaaaan.    Banyak drama dan luka yang terkuak *apaseeeh

Tapi alhamdulillah ada progress, dikiiiiiiit 😂

Aku coba terus yaaa Sissss.. Harus rajin minum Kangen Water pH 9,5 deh ini mah biar setrong menghadapi kenyataan 😂😅

Kalian para buibuk warbiyasaaah di luarsana tetaplah semangaat, karena surga didapat memang dengan bayaran yang MAHAL!

Gausah itungan, makin diitung, capeknya yang makin kerasa gede, bukan pencapaiannya. Pengalaman pribadi aja ini mah 😁

Terusin yaa Bundaknya Aniiin yaaa meski kalau lagi mengeluarkan jurus ‘timeout’, anak kecil itu malah merepet nasehatin Bundaknyaa..

“Bunda tuh gak boleh gini sama anak kecil. Anin kan cuma tumpahin bedak serumah-rumah. Anin kan cuma masukin mainan kotor ke kulkas. Anin kan cuma narikin mukena Bunda pas lagi shalat sampe Bunda nya jatoh.. bla bla bla…”

Pokoknya mah kalau Bunda nya lagi ngasih arahan dan himbauan dalam hal kebaikan, anaknya hobi jawabin…

Bunda-tuh-gak-boleh-gitu-sama-anak-kecil……..

Hhhhhhhh 😥

#semprotBeautyWater dulu deh biar gak penuaan dini
#ceritaANIN
#curhatBunda
#timeout
#BundaNgesoootDuluKak