Self Awareness Challenge by KIMI

Heyhooo fellas!

Akhirnya bisa kembali ke laptop untuk buka WP dan  nulis lagi di blooooggg.

Dari kemarin buanyaak banget yang mau saya tulis tapi biasalah nundaan nya masiiih aja kerep. Walhasil cuma mentok di celotehan via Path, Twitter or Facebook. Banyak yang mau diceritain (baca: dicurhatin wkwkwk) tapi karena udah gak hangat lagi di pikiran, jadinya udah lupa deh kemarin-kemarin apa aja yang mau ditulis, hahaha nunda sih ah.

Well yang jelas kalau KIMI mah kudu diceritain banget dan ditulis di blog ini karena emang beberapa bulan terakhir akhirnya komunitas yang saya launch 3 tahun ke belakang AKHIRNYAAAAH menemukan titik terang bentuk wajah dan tujuannya seperti apa. Udah pernah ditulis kok di sini tentang KIMI, gimana sejarahnya, harapannya, dan apa yang terjadi di dalamnya. Sekarang nulisnya KIMI gak Komunitas IBUMUDA Indonesia lagiii. Selain kepanjangan, ternyata kalau disingkat lucu juga.. KIMI KIMI KIMI uwuwuwuwuwu… Hahaha centil ah.

Nah, postingan kali ini saya mau cerita hal seru yang 3 bulan ini terjadi di KIMI. Kejadian itu adalaaaah KIMI project atau KIMI challenge. Ini adalah program baru komunitas kami sejak bulan Februari dalam rangka mewujudkan visi misi KIMI menuju wanita-wanita kuat menghadapi tantangan rumah tangga, zaman, dan jeratan suramnya kenangan laaaahhh hahaha.

Setiap anggota yang tergabung di grup WA KIMI wajib aktif mengikuti challenge setiap bulannya. Challenge KIMI dirangkai untuk melatih self awareness para anggota tentang dirinya sendiri. Siapa kita sebenernya, mau apa kita sebenarnya, dan PR apa saja yang sebenarnya harus kita selesaikan. Belajar ngurusin masalah sendiri sebelum rempong ngurusin PR orang lain, termasuk pasangan. Karena kunci setiap masalah itu ada di diri kita sendiri. Karena setiap manusia itu punya PR yang berbeda, terlahir dengan kondisi yang berbeda, ujian yang berbeda, kelebihan dan kekurangan yang berbeda, dan peran yang beda-beda.

Kenali dirimu sendiri, maka kamu akan mengenal Tuhanmu. Ketika kamu sudah dengan baik mengenal Allah, apapun masalahnya, kamu akan lebih kuat menghadapi kenyataan. Insya Allah.

Animo para anggota pun sangat antusiaassss sekali. Akhirnya setelah 3 tahun ngobrol, curhat, berselisih, drama, dan sebagainya, sebagainya, sebagainyaaaa… KIMI punya kegiatan konkrit yang bisa dijadikan panduan untuk berbenah lebih baik sesuai visi misi yang KIMI pegang. ALHAMDULILLAH…..

Bulan Februari dimulai dengan Beberes Bebenah challenge. Kita semua harus menyortir mana barang yang masih berfungsi dan rutin digunakan, mana barang yang cuma tersimpan tapi hampir gak pernah digunakan dalam waktu kurang lebih 3-6 bulan, mana barang yang disimpan hanya atas dasar kenangan.

Udah kebayang kan mana yang harus dipertahankan mana yang harus dibuang? Mana yang harus disimpan mana yang harus dipindahtangankan hak kepemilikan? Yang jelas barang yang bener-bener masih bermanfaat dan rutin digunakan dengan kualitas yang layak boleh tetap disimpan, sisanya BUANG atau SEDEKAHKAN.

Subhanallah ternyata proses beberes dan membongkar semua barang di seluruh sudut rumah, termasuk laci, dompet, dan saku tas adalah proses yang cukup repot dan membuat hati kasuat-suat. Apalagi kalau nemu barang bersejarah penuh kenangan, apalagi kenangan suram. Badan langsung bereaksi gak enaaak.

Hahahah kok bisa yaa. Gatau saya juga. Apa-apa yang kita simpan kan pasti ada ceritanya. Ada behind story nya. Bisa jadi itu yang bikin tubuh kita bereaksi segala rupa.

Yang jelas gapernah ada yang salah dengan BERES-BERES.

Beresin hati dimulai dengan membereskan barang dan materi yang kita simpan dan terlihat secara kasat mata. Proses beres-beres ini juga akan membantu kita aware tentang keserakahan dan kemubaziran yang selama ini kita miliki huhuhuhu. Banyak gak barang yang kita beli tapi sebenarnya secara fungsi tidak bekerja dengan sebaik-baiknya. Banyaaakkkkk hahahaha. Fiuh, mari kita perbaiki yuk. Pegang apa-apa yang memang kita butuh dan perlukan. Hempas apa-apa yang memang kita tidak perlukan atau cuma menuh-menuhin rumah doang.

Belajar tau artinya cukup. Belajar untuk tidak terlalu lekat pada barang dan keduniaan. Belajar paham artinya keberkahahan, suatu kondisi cukup dan bikin TENANG.

Kegiatan beres-beres ini pun bermanfaat agar nilai-nilai kebaikan yang selama ini terhambat masuk ke dalam rumah, ke dalam hati kita menjadi lebih lancar lagi. Yaaa gimana mau dapat hal baru, wong rumahnya juga udah penuh sama barang, sama kenangan yang semestinya dibiarkan mengalir dan bergulir.

Nyimpen memori itu bukannya gaboleh lho. Cuma yaaa proper dan pada tempat yang tepat. Akan lebih berkah dan bermanfaat ketika barang-barang yang biasa kita keep, digunakan oleh kita sendiri atau oleh orang lain yang lebih membutuhkan dan lebih mempergunakan (ini ada gak ya di KBBI mempergunakan hihi). Intinya, barang yang disimpan, yaaa dipake juga sesuai peruntukannya.

Kegiatan beres-beres, bongkar-bongkar, dan sortir barang ini pun dijelaskan lebih detail manfaatnya di buku Money Therapy by Irma Rahayu dan bukunya Marie Kondo, seni beres-beres a la Jepang. Keduanya bisa dibeli di toko buku terdekat. Untuk buku Teh Irma Rahayu, bisa dibeli di saya (iklan dulu hihi).

And guess what? Setelah challenge ini, banyak sekali perubahan-perubahan pola pikir dan awareness baru di setiap anggota KIMI yang melakukan kegiatan ini dengan all out. Banyak juga yang dapat kejutan-kejutan setelah beberes. Mulai dari kedapetan rezeki baru, dapet proyek yang selama ini dinanti, nemu barang yang selama ini dicari, nemu hobi dan passion yang selama ini tersembunyi dan hal-hal menyenangkan lainnya.. Daan dari kegiatan beberes ini,, ada sekitar 80 anggota yang sudah menghibahkan barang-barangnya ke banyak orang di sekitarnya. Ke ART, tukang loak yang lewat, dan lembaga-lembaga penyalur barang layak pakai untuk lebih dimanfaatkan lagi kepemilikannya. Barakallahuuu Bebooo KIMI, aku bangga sekali!

Alhamdulillahirrabil’alamiin..

Yukk ah terus praktekin dan jadi habit untuk menyortir mana barang yang perlu kita simpan, mana yang cuma kepengenan doang tanpa fungsi yang berarti. belajar juga untuk gak serakah membelanjakan harta. Gak semua harus kita beli. Gak semua hal harus kita miliki. Beajar cukup dan seperlunya.

Semoga semangat challenge ini bisa menular juga yaa untuk semuanya, bukan hanya untuk member KIMI aja. Selamat bongkarin semua sudut rumah dan bertemu dengan berbagai keajaiban setelahnya!

Salam hangat.

asriFit

Popon KIMI

beberapa dokumentasi kegiatan bisa dilihat di akun Instagram KIMI yaa 🙂

5 thoughts on “Self Awareness Challenge by KIMI

  1. Challenge KIMI yg pertama ini mah bkin gw berhasil aware kalo gw kesepian akut and butuh pengakuan komo kasih sayang mah 😝
    Tapi gk bikin kapok malah jadi ketagihan beberes 😊 nuhun bu popon challenge nya. Walau bikin nangis kejer-kejer tapi plong 😍😘

  2. Dari challenge beberes..ternyata saya itu setengah gila dan serakah…. Hahaha itu yg di akui yaa…
    Parah bgt yaaa…berasa paling oke…eh gak taunya semua topeng belaka…
    Thanks KIMI, thanks bupon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s