penatnya menjadi Ibu

Alhamdulillah.. Gak ada kata lain selain puji syukur kehadirat Allah atas segala yang terjadi dalam hidup kita. Susah senangnya adalah harta yang berharga, ilmu yang berguna untuk kita menjadi lebih baik lagi.

Cieee bijak banget kalimat pembukanya…

Hai fellas, apa kabar? Akhirnya saya bisa kembali posting dan berbagi cerita lagi. Setelah update-update singkat di social media.. Akhirnya punya waktu luang juga untuk bikin postingan di blog. Alhamdulillah…

Ada kabar gembira niiih !! BBM harganya naiiikk hihihihi.. kabar baik apanyaa –“ Eh bukan naik sih, katanya sih pengalihan subsidi aja. Yaaah, we’ll see lah yaa. Yang pasti di postingan kali ini saya gak akan membahas kenaikan harga BBM. Sulit dan penat rasanya. Amat sangat complicated. Amat sangat politik. Lieur ah.

Bagi para ibu yang merasakan perubahan harga gara-gara BBM naik, saya cuma bisa bilaang.. SABAAR YAAA 😀

Back to topic,

Hari kemarin saya berkesempatan silaturahmi ke rumah seorang teman, stay at home mom, dan dari beliau saya belajar banyak mengenai perjuangan seorang ibu. Dia adalah sseeorang yang dulunya sangat mobile kesana kemari jadi hanya diam di rumah, mengurus anak, suami, dan rumah. Padahal hasrat jualan dan cari duit tetep ada… Bisa dibayangkan pertarungan batinnya untuk berdamai dengan ego sendiri 🙂

Teman saya ini tentu tidak sendirian. Ada banyak sekali ibu yang merasakan stress, penat, dan rasanya-mau-teriak dengan rutinitas hariannya. Semua wanita ketika di fase sudah menikah dan punya anak akan mengalami hal yang sama, pertanyaa yang sama…. Aku tuh harus apa sih sebenernyaa?? Aku tuh harus gimana sih sebenernyaaa?? Bingung dengan prioritasnya sendiri. Antara anak, rumah, suami, dan cari duit. Kondisi yang dinamakan “tantangan zaman” saat ini membuat seorang wanita harus memutar otak gimana caranya menghasilkan uang tapi gak boleh ninggalin urusan rumah tangga. *lap keringet*

Gak salah sih, lah emang harus. Wanita juga harus pandai mencari pemasukan. Jadi kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, infrastruktur tidak goyah.

Masalahnya adalah… dengan waktu yang hanya 24 jam. Dengan beban tanggung jawab yang tidak hanya satu dua, banyak wanita yang akhirnya semaput sendiri. Kegiatan yang dijalani malah kontraproduktif dengan apa yang seharusnya dia selesaikan.

Saya bisa ngomong gini karena yaaa ngalamin sendiri. Ngalamin banget pusingnya ngatur kerjaan. Merasa diri paling riweuh seantero jagad raya. Merasa kalau sudah melakukan banyak hal tapi tidak diapresiasi. Merasa sudah melakukan ini itu tapi hasilnya gitu-gitu aja. Cewe banget lah.. DRAMA! 😛

Mungkin pada dasarnya sama, tapi enggak semua wanita terjebak dengan perasaan itu loh. Ada banyak sekali seorang istri dan juga ibu memiliki kondisi yang sama tapi outputnya beda. Hatinya riang dan keluarganya pun bahagia.

Dari obrolan saya bersama para wanita yang sudah menikah, fase paling berat adalah ketika awal masuk ke dalam bingkai rumah tangga. Awal menjadi istri, awal menjadi ibu. Ya gimana gak berat dan bingung.. Kehidupan nyata udah di depan mata tapi ilmu untuk menjalaninya GAK ADA. Modal cuma nyontek rumah tangga nya ortu yang belum tentu juga sreg di hati, belum tentu baik dan benar untuk dijalani. Fiuuh. Sesak napaas.

Tapi ada beberapa di antara para IBUMUDA yang mau BELAJAR dan cari tau ilmunya, sehingga tidak terjebak pada nangis di toilet atau pukul-pukul bantal karena menahan kesal. Semua ada solusinya. Semua masalah adalah hidangan Tuhan yang paling bergizi untuk tubuh kita. Paling enak, nikmat, dan mengenyangkan!

Coba deh lihat di sekeliling kita, lihat kondisi para wanita yang sudah berumah tangga, baik yang bekerja kantoran maupun stay di rumah, dengerin mereka cerita…. Pasti bikin jidat berkerut, macem-macem keluhannya… ada yang suaminya super cuek, ada yang anaknya susah diurus, ada yang kondisi keuangannya seret, ada yang hubungan dengan mertuanya gak akur, ada yang kena perselingkuhan, ahhh banyak bener ragam masalahnya. Tapi dari setiap obrolan itu tentu saya belajar dan jauh lebih bersyukur. Karena ternyata sepahit apapun kondisi kita saat ini, ada yang lebih pahit.

Jadi, bagi para ibu muda, ibu rumah tangga, ibu bekerja, atau siapapun wanita yang nyasar ke laman blog ini. Yuk, kita gedein rasa syukur kita.. banyakin nyebut Alhamdulillah.. karena yang namanya IBU memang gak pernah mudah tantangan hidupnya, itulah kenapa kita dihadiahi surga di kaki kita..

Jangan nyerah, jangan kalah… You are not alone.. Ada saya dan beberapa teman curhat saya lainnya yang punya kepenatan yang sama. Kalau di luar sana ada banyak wanita yang bisa sukses di keluarga dan karyanya, kita juga bisa. Karena kita punya kondisi yang sama, sama-sama istrinya suami, sama-sama ibunya anak-anak.

Keep on FIGHT mom!

Yuk ah kita kopdaran nanti di launching komunitas IBUMUDA. Kita curhat sepuasnyaa ^^

Tungguin ajaa yaa informasi lengkapnyaa..

Salam hangat penuh semangat,

@asriFit

IBUMUDA

One thought on “penatnya menjadi Ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s