KIMI 2019

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Haloo semua! Selamat datang di blog ini. Salam kenal, nama saya Asri Fitriasari atau biasa dipanggil Achii. Kalau di KIMI, panggilannya Popon atau Bupon. Pada tulisan kali ini saya akan menjelaskan mengenai KIMI sebelum teman-teman semua mendaftar menjadi anggota barunya. Yesss, ini adalah tulisan yang dibuat khusus untuk teman-teman yang berminat menjadi bagian dari KIMI di tahun 2019 nanti.

Weleh, kok udah dari Oktober yaa diproses registrasinya. Karena oh karena, kami ingin teman-teman mengenal betul tentang KIMI sebelum nanti seru-seruan bareng di tahun 2019. Apakah memang KIMI yang teman-teman cari, atau bukan. Baiklah saya mulai yaaa FAQ tentang KIMI nya. Mari dibaca dengan baik dan mendalam 🤗

1. Apa sih KIMI?
KIMI atau Komunitas IBUMUDA Indonesia adalah wadah bagi para wanita yang ingin berproses untuk mengenali dirinya sendiri. KIMI tidak akan membahas issue seputar pernikahan, kehamilan, melahirkan, atau parenting. Jikapun dibahas, poin utamanya kembali lagi terhadap pengenalan diri sendiri. Bagaimana caranya menjadi istri yang percaya diri. Bagaimana caranya menjadi ibu yang bisa berdamai dengan depresi. Bagaimana caranya menjadi wanita yang merasa utuh dan juga tangguh.

2. Siapa saja yang boleh gabung KIMI?
Wanita. Usia maksimal 40 tahun. Tidak masalah sudah menikah atau belum. Tidak masalah berapapun jumlah anaknya. Tidak masalah wanita bekerja atau hanya aktif di rumah. Oiya, jika kamu belum berhijab, isokey untuk masuk KIMI yaa. Karena meski terlihat banyak sekali anggota yang berhijab (dan banyaknya berkerudung lebar), KIMI sangat terbuka juga untuk kamu. Jadi tidak usah khawatir yaa.
Keanggotaan KIMI tidak berbatas domisili. Di manapun kamu, boleh banget gabung KIMI. Karena kegiatannya banyak dilakukan via grup WA. Selama siap berproses untuk kenalan ulang sama diri sendiri, yuk ah capcus!

3. Apa saja kegiatan KIMI?
Kegiatan KIMI biasanya dibuat sesuai kebutuhan para anggotanya. Ada 2 agenda yang sudah rutin diadakan setiap bulan, yaitu KIMI challenge, tantangan yang diberikan setiap bulan untuk mengasah dan menggosok proses pengenalan diri kita semua. Challenge ini berbeda setiap bulan dan setiap tahunnya. Selama proses challenge ini, akan dilakukan pembahasan dan sharing tentang topik-topik seputar pengenalan diri yang disadari saat mengerjakan challenge.
Ada lagi KIMI luncheon, yaitu acara offline rutin kurang lebih 3 bulan sekali yang terbuka untuk umum dengan mengangkat tema yang sedang hangat dan dibutuhkan para wanita, seputar emosi dan pengembangan diri.
Agenda baru di tahun 2019 nanti adalah MELIHAT, singkatan dari Melingkar Sambil Curhat. Acara offline rutin tiap bulan KHUSUS MEMBER, mewadahi curhat secara langsung, dalam rangka berbagi cerita, saling mengingatkan dan menguatkansekaligus jadi ajang silaturahmi sesama member KIMI. Sementara ini hanya diadakan di 2 kota saja, Bandung dan Jakarta.
Selain itu ada juga Kulwap dan Jumat Jualan yang dimoderasi oleh tim program KIMI sesuai kebutuhan anggota.

4. Apa manfaat yang bisa saya dapatkan dengan bergabung dengan komunitas ini?
Setelah berjalan efektif sejak tahun 2016, KIMI adalah kumpulan wanita dari berbagai macam latar belakang dan kondisi hidup. Kamu bisa bertemu dan belajar dengan begitu banyak sudut pandang. Mengenal perspektif baru dalam hidup yang manatau menjadi salahsatu solusi masalahmu saat ini. You will find sisterhood of your soul! Insya Allah.

5. Apa yang membedakan KIMI dengan komunitas lain?

Meskipun diberikan judul IBUMUDA, KIMI justru tidak banyak membahas topik seputar seorang ibu, seperti pernikahan, kehamilan, melahirkan, atau pengurusan anak pada umumnya. KIMI khusus membahas tentang individu wanita itu sendiri, terlepas apapun statusnya. KIMI dibuat sangat eksklusif dan selektif karena pembahasannya cukup sensitif, seputar emosi dan trauma masa lalu. Bagaimana kita mengenal siapa diri kita dan mau kemana kita.

6. Apa syarat bergabung dengan KIMI?
Setelah membaca artikel ini, bagi yang berminat gabung, silakan mengisi database di bit.ly/databaseKIMI. Lalu konfirmasi ke nomer official KIMI di 0812 7474 3330 (WA only). Nanti teman-teman akan dimasukan ke dalam grup khusus calon anggota baru KIMI. Selama 3 bulan ke depan, kami akan menjelaskan dan mengenalkan lebih jelas dan dalam tentang KIMI itu sendiri, sekalian adaptasi dengan suasana grup WA KIMI. Tidak ada biaya. Cukup siapkan jiwa untuk menggali jati diri sendiri. Shedaappp.

Sekian informasi terkait open registration KIMI 2019. Info lebih banyak, teman-teman bisa kepoin dulu akun Instagram @ibumudaindonesia

Kalau cocok, mangga ditunggu konfirmasi pendaftarannya yaa. Ciao!

Advertisements

Akhirnya Pustakalana

Hari ini adalah hari bagi raportnya Kanin, dan saya berencana ngajak Kanin keliling kota sepulang dari sekolah abis ambil raport. Pustakalana-lah yang jadi tujuan untuk trip kali ini. Sejujurnya yang ngidam dan mupeng sih emaknya, anaknya belum tentu mau. Lalu bener ajaa, pas beres urusan dari sekolah, Kanin rewel minta pulang ke rumah, gamau diajak jalan ama emaknya. Hadeuh nengggg, kok yaaa ogah hengot sihhh, ga seru amat hiks.

Saya pun membujuk dengan ribuan rayuan gombal emak-emak pada anaknya yang sudah tidak lagi balita. Ditawarin ini itu gak mempan, maunya pulang aja. Ngadem di rumah. Ampun dah kayak siapa yaah ini 🤣

Singkat cerita, saya berhasil bujukin dan berangkatlah kami ke jalan Taman Cibeunying, menuju sebuah perpustakaan hits di Bandung yang kemarin ngadain acara superseru di pelataran kampus ITB. Yang dimana ku tak berjodoh untuk datang dan hanya bisa menikmati apdetan acaranya di layar HP. Superzaddd.

Sekali lagi, ini emang yang ngidam dan mupeng adalah emaknya. Anaknya sih biasa aja. Cenderung ogah. Tapi yang namanya emak-emak emang seneng maksa jadi ya beginilah adanya hahaha. Maap yaa Kanin 😄

Ketika sampai di Pustakalana, saya merinding disko excited norak norak jeli gitu deh. Selayaknya ibumuda di zaman milenial, posting instastori dulu dong gaes. Karena pamer adalah pencitraan wkwk

Satu impresi pas masuk ke pustakalana adalah…

Sungguh ADEM…AC-nya.

Lha iya bokkk, di luar panasnya luarbiasa, pas masuk ke ruangan takbisa dipungkiri jiwa raga langsung terhibur dengan indahnya sentuhan udara air conditioner mwihihihi… dan tentu, jajaran buku yang sangat memanjakan mata.

Kanin masih bete. Karena baru bangun tidur juga Mukanya ditekuk kayak sedotan jus.

Saat datang, saya disambut oleh mbak cantik penjaga warung, eh perpus… Saya pun langsung SKSD menanyakan pesanan RAGAM (maenan khusus bulan Ramadhan yang dibuat oleh Pustakalana, yang saya order via instagram).

Setelah saya dapat pesanan, kami pun mulai menyusuri setiap rak yang ada di sana. Masya Allah….bukunya banyak, pariatip (pake p), sangat menggiurkan untuk dibaca satu persatu. Dan ternyata bukan cuma buku anak aja, ada buat emak-emaknya! Ruangannya mode lesehan. Bener-bener HOMY untuk para moms (ciee moms) yang ingin mengajak anaknya ngedate bersama tumpukan buku.

Oiyaa, sebelum saya maceuh liat-liat dan buka buka buku di sana, saya nanya-nanya dulu tentang ketentuan “maen” di tempat tersebut. Jadi, ada biaya membershipnya. Satu, biaya registrasi senilai 75rebu. Dua, biaya untuk peminjaman senilai 120rb (tergantung paket yang diambil, saya ambil paket kelinci). Dengan melakukan registrasi dan pembayaran tersebut, saya berhak meminjam 2buku per 2minggu selama 3bulan masa peminjaman.

Aseliii laaah koleksi buku-bukunya bikin ngacaayyyyy. Dan sangat cukup menjadi solusi untuk menge-rem kebringasan belabeli buku yang belum tentu dibaca langsung. Samhaw emang kadang kita cukup pinjem aja daripada beli, belum tentu dibaca dan jadinya numpuk gajelas di rak dan sudut-sudut rumah, yekaaaan.

Haaaaaa thankyou A LOT Pustakalanaaaaaaa. Saya udah tau lama tapi baru sekarang liat penampakan nyata nya. Sangat jatuh cinta sedalam-dalamnyaa!

Solusi lain juga daripada ngajak jalan Kanin Kinan ke mall, geret bae lah ke sini… Lebih irit dan berpaedah.

Sekian reportase Emak Cabe hari ini. Semoga bermanfaat terutama bagi para moms (ciee moms) yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Tempat ini amatlah sangat amat rekomen untuk dikunjungi!

Alhamdulillah pulang dari sana Kanin sudah tidak bete lagi. Mukanya udah gak kayak sedotan jus. Cukup berseri kayak buah stroberi. Dan pas ketemu Bapak Tomat, dengan excited pamer buku yang tadi dia pinjam (atas paksaan rekomendasi emaknya, ehm).

Apa itu KIMI?

Akhir bulan Oktober ini, saya memantapkan hati untuk kembali membuka registrasi keanggotaan KIMI. Apa itu KIMI? KIMI adalah singkatan dari Komunitas IBUMUDA Indonesia. Komunitas yang sudah saya bangun sejak tahun 2013. Sejarah lengkapnya seperti apa bisa dibaca di sini yaaa

Flyer Open Register New Member sudah disebar via medsos. Dan tentu saja pertanyaan dasar akan bermunculan bagi yang berminat untuk gabung. Baiklah, buibu tercinta…. berikut akan saya jelaskan secara lengkap tentang keanggotaan KIMI dan apa yang akan didapatkan jika bergabung dengan komunitas ini. Check it out 🙂

Apa itu KIMI?

KIMI adalah sebuah komunitas yang menitikberatkan pada pengenalan diri sendiri. Topik yang akan dibahas adalah tentang bagaimana kita SADAR kira-kira masalah atau penyakit yang selama ini kita hadapi akarnya ada di mana. KIMI akan banyak membahas tentang kondisi emosi dan self awareness dalam menyikapi permasalahan hidup, terutama konflik rumahtangga. Atau mungkin tentang…. mantan. Hehe…

Siapa saja yang boleh masuk KIMI?

As long as kamu WANITA, kamu berhak masuk KIMI. Kelahiran berapapun… Sudah menikah atau belum… Sudah punya anak atau belum… IRT atau wanita bekerja…. Boleh…. boleeeh banget gabung, karena balik lagi ke visimisi KIMI, yaitu mengajak para wanita Indonesia untuk bisa kenal SIAPA diri nya dan MAU dibawa kemana hidupnya.

Saya berada di pulau atau kota “X” apakah bisa bergabung KIMI?

Keanggotaan KIMI tidak berbatas domisili. Di manapun kamu, boleh banget gabung KIMI. Karena kegiatannya lebih banyak dilakukan via grup WA. Sejauh ini kopdar hanya dilakukan di kota Bandung, Jakarta, dan Bogor karena jumlah anggota yang terdaftar yang paling banyak. Jadi tidak menutup kemungkinan jika jumlah anggota di kota mu sudah mulai banyak, bisa bikin kopdar sendiri.

Apa saja kegiatan KIMI?

Kegiatan KIMI terbagi menjadi dua agenda besar, diskusi di grup WA dan kopdar KIMI yang dilakukan di 3 kota tadi. Apa saja yang didiskusikan di grup WA KIMI? Selain masalah domestik kegalauan seorang wanita pada umumnya, KIMI memfasilitasi para member untuk curhat dan berbagi beban. Ada juga hari spesial untuk para ibu yang punya bisnis untuk bukalapak di #JumatJualan. Daaan kegiatan yang paling seru dan dinanti adalah #challengeKIMI, yaitu berupa kegiatan sehari-hari yang ditentukan tema nya, manfaatnya bisa mengulik dan mengorek potensi para buibu yang selama ini belum terkuak. Dan tentu akan ada pembelajaran di balik challenge tersebut. Tidak sedikit dari  pengalaman challenge, banyak member yang jadi lebih jauh mengenal dirinya sendiri.

Apa manfaat yang bisa saya dapatkan dengan bergabung dengan komunitas ini?

Selain bertambahnya saudara sesama perempuan, para member KIMI yang sudah tergabung selama ini merasakan manfaat berupa perspektif baru dan berbeda dalam menyikapi setiap masalahnya. Karena selama prosesnya kita akan sama-sama KENAL dengan diri kita yang sebenarnya. KIMI bisa menjadi sahabat yang akan menerima kamu apa adanya. Well ini abstrak banget sih emang, tapi ini akan kamu rasakan ketika sudah masuk dan merasakan interaksi di KIMI 🙂

Apa yang membedakan KIMI dengan komunitas lain?

KIMI tidak akan secara khusus membahas tentang pernikahan, sekolah anak, parenting, ASI vs Sufor, MPASI, metode lahiran, pilihan karir, dan topik spesifik lainnya. It’s about us, as a WOMAN.

Apa syarat bergabung dengan KIMI?

Pertama, mengisi database di bit.ly/databaseKIMI. Kedua, siap jadi diri sendiri dan MENERIMA diri sendiri.

Oiya, buat yang belum tau dan kenal. Kenalkan…. Saya Asri Fitriasari atau biasa dipanggil Achii. Seorang ibu dengan satu anak yang sedang hamil anak kedua, koas doktergigi di FKG Unpad, domisili Cimahi, dan seorang wanita yang senang sekali menulis. Saya founder dari komunitas ini. Am I an expert in these things??? Engga. Saya pun masih gesrek, butuh masukan dan diingetinnya. Saya membuat komunitas ini karena sadar bahwa wanita itu sebetulnya SANGAT KUAT, hanya saja suka lupa caranya kuat itu kayak gimana. Saya kumpulkan para wanita dengan segala cerita dan latar belakangnya untuk saling mengingatkan dan menguatkan bahwa KITA ITU HEBAT !

Baiklaaah… sekian informasi singkat tentang KIMI, silakan jika berminat kenalan dan merasakan serunya komunitas ini bisa japri saya via WA 0812 2702 3499 🙂

 

 

THANKYOUUU *smooch*

Small Things

Siang itu ketika sedang asyik berselancar di Fesbuk, saya menonton sebuah video yang di-share oleh teman di linimasa nya. Video yang benar-benar menggugah dan menyentuh. Bisa liat videonya di link ini yaa.

Video ini berisi tentang Kristina Kuzmic, seorang wanita, seorang ibu yang begitu depresi dan merasa sangat tidak berharga setelah perceraiannya. She felt broke. Totally like a complete loser dengan segala penolakan dan kejadian yang terjadi di hidupnya. Ada yang pernah merasakan hal yang sama? Feel so depressed dan gatau mau ngapain. Kayaknya semua yang dikerjain salah. Kayaknya semua yang sudah dikerjakan gak ada artinya. Gagal. Rusak. Hancur…

Gak ada lagi orang yang percaya.. Bahkan kita pun sudah gak percaya sama diri kita sendiri. Ada yang ngerasain hal yang sama?

Continue reading

Kenapa Healing Class Direkomendasikan

Lantas di mana letak salahnya kok ada manusia yang mampu berdamai dengan masalah dan ujian, tapi banyak pula yang gagal paham dan menepi kejauhan? Kalau memang ALLAH tidak memberi beban melebihi kemampuan kita, kenapa kita seperti kepayahan mengarungi kehidupan? Kok rasanya kesusahan ini tak berujung?

Aduh ini kalimat cukup nyesek ya? Kok bikin penasaran ya? Kok gue banget yaa haha ~

Sebelum akhirnya saya kepengen banget baca buku Soul Healing Therapy, saya dihadapkan pada kondisi bisnis yang stuck bangeeeet nget nget nget padahal sebelumnya lancar jaya dan saldo rekening aman sentausa. Pas saya jatoh, liat rekan sejawat lainnya makin mencuat melesat bikin sirik beraaaat.

Eungap. Sesak nafas rasanya.

Saya sempat “marah” pada keadaan. Menyimpan sedikit kesal pada Tuhan. Perasaan kerja udah edan, pengorbanan udah dilakukan. Tahajud, dhuha, infaq, sodaqoh, dan membantu sesama udah. Tapi kenapa doa belum juga ketemu jawabannya. Hidup makin sempiiiit aja rasanya. Mulai kan sombong dan perhitungan sama Tuhan. Amit-amit deh itu kelakuan hahaha. Mau ngapa-ngapain bawaannya males dan emosiiii aja jadinya.

Pas “dipaksa” baca buku Soul Healing Therapy ama Bu Nani Kurniasari, brand owner NKsyari, ada kalimat di atas yang cukup nusuk dan bikin penasaran.

Iya.. iya iya sih kenapa kok tetiba suka ngerasa hidup gini-gini amaaadddd??? Pake D amat nya juga biar nendang! Padahal sebenernya masih banyak yang bisa disyukuri tapi kok yaaa rungsing a.k.a kacau terus pikiran. Hayati butuh piknik…

Dan di buku itu dijelaskanlah bahwa ada yang namanya PROSES dan KONSEKUENSI DOA.



Beuh. Apapula itu.

Pertama, doa yang baik dan cepat sampe ke Tuhan Yang Maha Mengabulkan, adalah doa dari jiwa yang tenang. Haduuuh tuh kan jiwa yang tenang lagi kyaaaaa susah banget gaes punya jiwa yang tenang itu. Prosesnya panjaaaaang dan berliku. Bentuknya juga abstrak gatauuuu. Jiwa yang tenang adalah jiwa yang “menyerah” pada kuasa Tuhan. Bisa menyelaraskan setiap emosi negatif yang ada dan mengetahui dan mengakui setiap ketakutan yang paling dalam pada diri kita. Jiwa yang tenang dan eling akan lebih enak saat kirim doa pada Sang Kuasa.

Wahai jiwa yang tenang.. Kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoiNya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu.” (QS Al Fajr 27-30)

Kedua, harus siap dengan segala konsekuensi doa. Konsekuensi doa ini hadir dalam bentuk masalah.

Jadi selama coaching sama Teh Irma, tiap kali ngeluh dan protes sama hidup, Mamak cuma bilang dengan entengnya, “Coba yaaa diinget lagi doa-doanya…

“Glek. Jlebbb. Keselek!

Langsung lemes.

Doa ingin jadi istri shaleha yang setia mendampingi suami. Jadi ibu yang baik.

Doa ingin keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Doa ingin diangkat derajatnya jadi ummat yang mulia.

Doa ingin dibersihkan hartanya dari yang haram dan syubhat.

Doa ingin bisa membahagiakan orang tua dan lingkungan sekitar.

Doa ingin hidup lebih baik terus lebih baik setiap harinya.

Doa… doa gue dipikir-pikir cliche tapi yaaa konsekuensinya yaaa gakan mudah lah pastinya!

Belum lagi ditambah doa pengen bebas hutang dan jadi horang kayah. Punya penghasilan ratusan juta. Bisa bangun sekolah gratis dan menggerakan sejuta ibumuda. Whaaaaat doa lo luarbiasaa. Gak sebanding sama usaha dan kondisi jiwa lo Nyoong wkwkwk

Tareeeek napas dulu Sis. Eungap bangeeet inih.

Tiap inget doa yang udah “direngekin” sama Allah dan bandingin sama kelakuan, langsung istighfar. Ya ampuuun minta semprot dulu beauty water biar segeerr huhu. Aerr putih mana aerrr putih… malu banget liat kelakuan sendiri. Hiks.

Satu tahap hidup berhasil kita naiki ketika kita sadar bahwa setiap yang terjadi adalah ulah diri sendiri. Masalah yang datang sebenarnya nyuruh kita bangun. Woooi itu banyak banget yang kudu dibenahin dalam diri lo. Allah mau  ngasih nih apa yang lo minta tapi itu benerin dulu hatinya. Siapin dulu mentalnya. Biar lo gak makin belingsatan. Biar Allah ridho dengan setiap apapun yang Dia kasih dan dia ambil. Biar Allah selalu ridho sama hidup lo. Wakeeee upppp!!!! Lukanya dibuka, diobatin, dibikin sembuh. Penyakit hatinya gosokiiiin, bikin kinclong duluuu. Biar kalau lo dikasih nikmat yang banyak, lo tau cara yang bener untuk tetap berpijak dan gak bertindak seenak jidat.

Haaaahhh. Sesak yaaah.

Kurang lebih itu yang selama ini didapat sepanjang baca buku Soul Healing Therapy dan ikut kelas Healing. Dibelek matanya untuk melihat indahnya proses ketika Allah ingin mengabulkan doa kita. Kayak mau lahiran. Sakiiiit banget nunggu pembukaan. Sampe kadang kudu diinduksi dulu dua kali baru keluar deh anugerah Tuhan paling seksi. Seksi soalnya pas keluar belum dibajuin. -Garing-

Setiap doa ada proses dan konsekuensinya. Siap-siap ajaaa.

Jadi kalau tiap hari ada aja masalah yang harus dihadepin yaaa dimamam ajaa. Vitamin Sis biar siap jiwa raga ketika Allah kasih yang kita semua minta saat doa.
Tareeek napas dalaam. Keluarkan perlahan…

Tenang… tenang… maka lo MENANG

Semoga bermanfaat yaaaw.

Selamat mengingat kembali doa yang udah diminta dan menerima konsekuensinyaaah! Kalau bener-bener gak ngerti sama diri sendiri harus digimanain, gabung yuk di kelas healing 🙂

Salam hangat penuh semangat,

AF

Founder of IBUMUDA Indonesia :*

Menitipkan Anak

image

Ada yang pernah menitipkan anaknya untuk berbagai alasan? Untuk ngantor? Sekolah? Atau sekedar menikmati waktu sendiri?

Saya pernah dengan 3 alasan di atas, dan ini sekelumit cerita tentang pengalaman saya menitipkan anak…. Feel free to judge me, I’ll be okay and feel bodo amat with what you’re thinking.

Anin lahir di usia saya yang masih 23 tahun. Saat itu saya belum selesai koas. Status saya masih sebagai mahasiswa sebuah fakultas yang harus diam sejenak mengurus bayi dengan segala keterbatasan ilmu dan pengalaman. Anak pertama bokkk. Entah sebuah anugerah atau ujian, hingga pada waktunya lahiran saya belum juga mendapat asisten yang bisa membantu saya mengurus Anin dan menjaganya ketika saya harus melipir ke sekolah. Saya terpaksa menjadi ibu yang anteng duduk manis di rumah, membesarkan Anin.

Ketika Anin berusia sekitar 8 bulan, saya mendapat seorang asisten di rumah, tapi belum saya percayai sepenuhnya untuk menjaga Anin.  Saya tetap memegang Anin hampir full 24 jam, kadang adakalanya dititip kalau mau belanja ke Borma atau mau paketin barang ke ruko depan.

Apa yang saya rasakan saat itu adalah, to be honest, rasa lelah yang amat sangat, rasa jenuh yang amat sangat, dan rasa marah (pada diri sendiri karena gak bisaan ngurus anak dan pada lingkungan yang kadang suka bikin sensi). Saya bahagia punya anak, yaaa kali masa punya anak malah gak bahagia, tapi yagitu deeeeh heu.. Hingga akhirnya di usia Anin yang menginjak 1,5 tahun ada kenalan yang masih kerabat dekat bersedia mengasuh Anin jika saya mau kembali ke rutinitas sekolah. Insya Allah yang ini cukup bikin saya percaya dan siap nitipin Anin.

Masa-masa kacrut itu yang cukup membekas dan menjadi pelajaran berharga bagi saya. Masa di mana pertama kali saya lihat wajah memelas Anin yang gak rela dan gak suka ditinggal. Sedih sih, tapi pas saya udah asik di luar, saya suka lupa kalau punya anak… Haaah my bad. Saya akui itu sebagai suatu kesalahan dan kedodolan saya sebagai seorang ibu. Asik aktif ini itu dan mulai melakukan aksi pembalasan setelah hampir 2 tahun stuck di rumah.

Semua digunakan sebagai pembenaran, kan saya harus beresin sekolah, kan saya harus bantu suami cari duit juga, kan saya harus punya waktu sendiri. Daaaaan segala tetek bengek alasan yang sebenarnya menutupi aksi PELARIAN saya dari sebuah kenyataan bahwa saya sekarang punya anak, dan ngurus anak itu gak semudah yang saya bayangkan 😭😭😭

Sekolah gak beres juga. Bisnis pun malah meluncur bebas gak bersisa. Lalu saya jadinya bahagia?? Yaaa enggaklah ~

Emosi yang gak karuan yang mengisi hari-hari bersama Anin. Ketika Anin masuk usia 3 tahun, ketika dia sudah mulai bisa berkomunikasi sebagai selayaknya ‘manusia’, saya pelan-pelan mulai tersadar bahwa ada jarak yang cukup besar antara saya dengan dia. Peran saya hanya sebagai ibu biologisnya saja, makna ibu yang sebenarnya dia dapatkan dari lingkungan, dari mana saja dia sempat dititipkan.

Sakit. Perih. Dan merasa kehilangan….

Baper is everywhere ketika Anin mulai merengek lebih ingin main bersama Teteh (ART di rumah), Ateu, atau Enin nya. Apalagi kalau dia udah mulai cranky bilang Bunda nya galak atau bilang dia gak sayang sama Bunda nya, gak mau sama Bunda..

Hiksss… Langsung kayak ditabrak pake buldozer, terus yang lagi nyetir buldozernya itu Gajah Afrika yang lagi hamil 9 bulan. Hahaha lebay bin ngarang wkwkwk.

Satu persatu bagian tubuh yang hancur ketabrak buldozer terus yang nyetirnya Gajah hamil 9 bulan itu (tetep yaa) dikumpulin dan saya pasangkan lagi sesuai posisinya masing-masing. Baper won’t take you anywhere, Chiii..

Ayo bangkit, semangat, waras, dan berbenah..

Fase menerima kenyataan adalah fase yang paling menyakitkan. Karena kenyataan hampir tidak selalu sesuai harapan. Karena harapan manusia terlalu cetek jika dibandingkan rencana yang sudah Tuhan siapkan. Jadi saya pun belajar untuk menerima kenyataan dan berhusnudzon dengan segala skenario yang Allah siapkan.

Saya mencoba memaafkan diri saya sendiri terlebih dulu setelah apa-apa yang saya lakukan sama Anin. Mbakbroooo, jangan tanya prosesnya kayak apa yaaa. Memaafkan diri sendiri itu lebih bikin mual muntah daripada memaafkan orang lain. Feeling gulity itu lebih ganas sifatnya dan menyebar ke setiap sudut sel-sel tubuh. Heu.

Setelah saya memiliki kekuatan untuk menerima dan memaafkan apa yang sudah terjadi, ada banyak hikmah yang bisa saya ambil. Ada banyak pembelajaran hidup yang membuat saya sangat tidak mau mengulanginya lagi. Amat amat amat gak mau. Saya gak kenal sih sama si Amat. Tapi katanya Amat juga gak mau. Hahaha apasih garing.

Saya pernah merasakan bagaimana menjadi ibu yang diam di rumah tapi gak pinter bersyukur, saya juga pernah merasakan menjadi ibu yang asik di luar sampe lupa kodrat awal. Dua-duanya gak proporsional…

Tapi dari situ saya bisa belajar bagaimana menjadi ibu yang bisa tetap tenang dan bahagia meski harus diam di rumah, dan tetap tau diri ketika harus beraktifitas di luar rumah. Baru tau loh yaah, prakteknya masih ngesooooooot hehehehe..

Sekarang, saya gakmau keenakan lagi nitipin Anin. Nitipin yaa hanya karena cukup gak memungkinkan bawa-bawa Anin. Mau serepot dan serempong apapun kalau lagi sama dia, saya dan suami harus terima risikonya, terima tanggung jawabnya, dan terima semua proses yang harus dilalui. Kami mungkin bukan ayah dan ibu yang terbaik untuk Anin, figuritas kami sebagai orang tua juga agak agak gimanaa gitu, tapi saya sendiri yakin… semua bisa karena biasa, saya dan suami pasti bisa jadi partner hidup yang baik untuk Anin…. sebelum dia menemukan partner hidup yang lain setelah dewasa nanti. Eaaaa jadi sararedih ginih hahaha..

Terima kasih Anin, kamu adalah guru cilik di rumah… Maaf yaa Bunda suka keenakan dan hobi banget titip-titip Anin. Doakan Bunda cepet lulus kuliahnya yaaaa!!!

Habiburrahmaan, 22 Ramadhan 1437 H
Asri Fitriasari
Ibu yang mulai waras wkwk

Menghadapi Anin

image

Menghadapi Anin itu semacam ujian hidup mengenal diri sendiri. Karena Anin adalah sebentuk makhluk yang kelakuannya hampir sama dengan Emaknya haha. Kayak dikasih kaca dan cukup senewen ketika sadar kalau saya itu keras, ga sabaran, banyak maunya, dan susah dikasih tau hahahaha. Mamam banget kaaan.

Takes time banget deh gimana caranya menghadapi nona Anin. Pun hingga saat ini. Kalau saya nya gak kalem, ujungnya pasti drama.

Yeaaah semua ibu pasti ngalamin deh suka dukanya ngedidik anak. Gimana caranya pesan yang ingin disampaikan itu nyampe dan anaknya mau nurut. Sesuatu sekali itu ya Allah 😂😂😂

Nyuruh anak mandi, sikat gigi, buang sampah pada tempatnya, gak makan atau minum sambil berdiri, mau cuci muka dan pipis sebelum tidur, gak kelamaan nonton Youtube, dan sebagainya, sebagainya, sebagainya. Kalau kita nya gak kuat iman dan tenang ngadepinnya, malah bikin anak sensi dan makin keki ama kita. Bilang kita jahat lah, gak sayang lah, ini lah, itu lah.. Huffft..

Semua orangtua udah pasti kepingin yang terbaik untuk anaknya, gak ada orangtua yang punya niat anaknya jadi rusak. Gak ada. Tapi somehow karena kelakuan orangtua sendiri anak malah jadi rusak dan bebal. And we won’t that happen kan yaa. Jadi emang harus pinter-pinter cari cara agar anak mudah untuk nurut sama kita. Selain nyuruh ini itu dan ngedidik kudu begini begitu, kita sebagai ortu harus nemenin juga kesel dan berontaknya anak atas apa yang ingin kita ajarkan. Kita kan juga pernah di posisi anak, tau banget kan rasanya harus nurut dan disiplin. Rasanya tuh GAK ENAK banget. Bahkan mungkin setelah kita jadi ortu pun kita masih jadi makhluk yang susah diatur dan susah disiplin. Jadi yaa kudu pelan dan sabaaaaar banget sama anak. Gampang? Yaa enggaklah 😂😂😂

Kalau gampang hadiahnya gak akan surga. Payung cantik doang warna pelangi haha..

Ada satu percakapan antara saya dan Anin kalau bujukin dia untuk sikat gigi. Siapa tau bermanfaat, karena belakangan ini Anin jadi gak begitu susah diajak sikat gigi. Dan format percakapan ini saya pake juga untuk bujukin hal lain. And mostly berhasil untuk bujukin doi.

“Anin.. Anin gak suka ya Bunda suruh sikat gigi?? Bunda boleh tau kenapa?? Males yaa? Sakit yaa? Gak enak yaa?? Emm iyasih Bunda ngerti. Bunda juga suka males. Tapi kan kalau gak disikat nanti kumannya banyak banget bobo di gigi Anin. Ih emang Anin mau kumannya ikut bobo di gigi Anin. Gak enak loh nanti. Bener gak Nin? Mau yaa sikat gigi? Bunda temenin.. Pelan-pelan aja. Terserah mau sama Anin sendiri atau dibantu Bunda..”

Kurang lebih kayak gitu. Intinya sih kita bener-bener menempatkan diri pada posisi anak. Empati, bener-bener empati. Jangan maksa dan beneran diajakin ngobrol dari hati ke hati. Feel-Felt-Found. Ngerasain apa yang dia rasain dari sudut pandang dia sebagai anak kecil. Curhat colongan juga kalau kita pun pernah di fase kayak dia dan ngalamin apa yang dia rasain. Dan kita sudah menemukan solusi untuk menghadapi itu. Tawarkan solusi yang sama atau bantu anak untuk mencari solusinya sendiri. Dan kunci dari semua siasat parenting itu adalah TENANG alias KALEM !

Hahahaha. Itu justru PR nya yaa Sis 😂😂😂

Yaaah semoga kita selalu dikasih kekuatan untuk terus benerin diri sendiri. Karena ilmu parenting terbaik adalah fokus benerin diri sendiri. Anak akan lebih cepet kopas daripada ngedengerin. Selamat berdarah-darah dan berurai air mata untuk bebenah diri sendiri yaa Sis. I  know it’s so haaaarrrdd. Hahaha~

*bagiin bakiak*