Terasing dan Tersingkir

Ih judul postingannya pilu begitu yaaah. Ehm, gak apa-apa lah yaaa. Dua kata itu terinspirasi dari update status seorang teman di jejaring sosial yang menceritakan penolakan orang sekitar karena perubahan cara berpakaiannya yang lebih lebar, dan semakin tertutup.

Dibilang fanatis lah, gak trendi lah, lebay lah, kaku lah, daaaan reaksi gak mendukung lainnya. Alhamdulillah temen saya ini malah jadi lebih kuat dan gak peduli omongan orang. Lah dia mau berhijab emang mau nurut sama Tuhannya, lalu kenapa mesti resah dengan celetuk makhluk yang tanpa daya dari Penciptanya?

Pas baca update status itu, saya pun ikut merasa pilu yang sama. Nasibnya sama. Di tahun 2013 saya mencoba memantapkan diri untuk memperbaiki penampilan menjadi lebih syar’i. Beneran gak mudah deh. Mulai dari kenyamanan yang tergesek oleh gaya baru, sampai tatapan teman yang bikin gak pede… Tapi yaah, hajar aja. Saya sudah tau untuk apa dan untuk siapa saya berubah.

Zaman yang semakin pelik dan rumit membuat banyak manusia sulit sekali untuk taat. Teringat nasihat seorang kakak kelas sekaligus guru bisnis dan kehidupan, Kang Wikan, dia bilang begini…

“Di dunia ini yang baik selalu diiringi dengan yang buruk. Yang semangat ditemenin sama yang nyinyir dan apatis. Yang action diikutin sama yang seneng nanya bukti doang. Surga diciptakan bersama nerakanya. Dan setan tetap setia dengan neraka meski sudah tau dampak buruknya. Itu pilihan. Tinggal tanya aja sama diri sendiri, mau jadi bagian yang mana? Mau setia sama siapa?”

Bener banget. Hidup itu terdiri dari dua kutub yang bersebrangan, tinggal milih mau jadi yang mana. Kalau memang mengubah penampilan jadi lebih syar’i adalah jalan hidup dan jalan juang kita, yuk jalani… Meskipun jumlahnya sedikit. Meskipun gak semua mau. Yang penting kita bukan buih yang banyak tapi tanpa arti. Biarlah menjadi bagian yang sedikit, terasing, dan tersingkir tapi tetap pada jalan Ilahi..

Orang yang berpakaian syar’i belum tentu punya kadar taqwa yang tinggi, tapi mereka yang memiliki taqwa yang tinggi dan selalu nyari ridho Ilahi selalu memilih jalan yang syar’i.

Wallahu ‘alam bish shawab.

Salam hangat,

IBU MUDA
@asriFit
Ba’da dzuhur di Mesjid Salman
Tempat dimana jiwa-jiwa teduh berkumpul 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s