Mendengar untuk Didengar

Apa jadinya kalau orang tua gak pernah mau mendengarkan apa yang ingin anak sampaikan? Apa jadinya kalau orang tua hanya ingin memberi nasihat tanpa mau mendengarkan pendapat anak? Apa jadinya kalau orang tua tidak pandai mengelola rasa ingin tau anak? Apa jadinya ketika hanya orang ingin tua yang tau segalanya tanpa berbagi rasa, ilmu, dan semua hal yang menjadi tanda tanya?

sadsumber gambar

Banyak kasus membuktikan bahwa anak yang tidak puas berpendapat dan menyampaikan apa yang ia harus sampaikan, tumbuh menjadi anak yang pembangkang dan tidak peduli dengan sekitar. Iya lah orang tuanya kan mencontohkannya seperti ituuu .__.

Hemm. Saya sebenernya bukan mau membahas tentang hubungan antara anak dan orang tua sihhh. Tapi ini bisa jadi analogi bagi negara yang mengekang kebebasan bersuara dan menyampaikan pendapatnya kepada pemerintah. Sebut saja kebebasan di dunia jurnalistik. Nah, untuk masalah yang satu ini kita bisa berjalan-jalan ke Negara Filipina yang dikabarkan memiliki peraturan yang sangat ketat pada bidang jurnalis. Bahkan banyak sekali media yang mengatakan bahwa Filipina termasuk negara yang mematikan untuk para wartawan. Wah, segitunya?

Freedom-of-presssumber gambar

Menurut salah satu jurnalis dari Filipina, kebebasan pers di negaranya memang sangat buruk. Hari Kebebasan Pers yang dirayakan setiap tanggal 3 Mei hanyalah perayaan tanpa bukti. Ada banyak jurnalis yang ditembak mati dan hidup sangat tidak layak karena upah yang rendah.

Ya ampun sedih banget 😥

Padahal kita tau sendiri justru dengan keberadaan media, pemerintah sebetulnya terbantu untuk bisa upgrade terus karena diberikan informasi tentang kekurangan yang harus diperbaiki. Tapi yaaa namanya ‘maling gak mau dipanggil maling’. Pemerintah yang tidak sehat memang cenderung menutup-nutupi kesalahan dan sedaya upaya memusnahkan segala hal yang bisa mengancam kredibilitas mereka. Klasik.

Tapi tapi tapiiii… Kita juga gak bisa sih melihat hanya dari satu sisi. Tidak bisa dipungkiri juga kalau yang namanya media kadang suka lebay dan kurang akurat menyampaikan berita. Ada juga beberapa berita yang ‘dibeli’ oleh pihak oportunis. Itu yang bisa menjadi alasan pemerintah tersebut untuk bereaksi anarkis terhadap awak media. Meski bagaimanapun alasannya, tindakan anarkis tidak sepatutnya terjadinya.

Kebebasan pers seutuhnya memang menjadi kampanye para jurnalis di berbagai belahan dunia. Mereka mengusung tagline, “Reporters Without Borders”. Tentu ini pun harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat yang sebenernya diuntungkan oleh kampanye ini. Iya dooonggg, kalau bukan karena peran para jurnalis, kita bisa apa? Paling cuma keasikan galau sama masalah kita sendiri.

Tidak hanya wartawan yang secara resmi mendedikasikan diri untuk berkecimpung di dunia jurnalis, saat ini sudah banyak media yang hadir dari masyarakat itu sendiri, kerennya disebut Citizen Journalism. Termasuk saya dan beberapa blogger lainnya yang senang memberikan update informasi dan aju pendapat mengenai isu domestik maupun mancanegara yang sedang hangat diperbincangkan. Bagi saya, ini menjadi ajang yang sangat mendebarkan sekaligus seru! Kenapa? Yaaa wawasan kita jadi semakin luas dan sudut pandang jauh lebih terbuka.

Di era digital saat ini, memang kurang sinkron ketika kebebasan pers dicekal. Fitur media sosial yang ditawarkan oleh para penggagas ilmu teknologi udah semakin canggih. Masa mau hidup terus-terusan kayak zaman analog? Sayang sekali ya brooo…

topic_press-freedom

Era Digital membuat semakin banyak orang bebas berpendapat

sumber gambar

Semoga bukan hanya Filipina, tapi negara-negara lain yang juga merasa terkungkung kebebasan medianya menjadi lebih merdeka. Sehingga baik pemerintah maupun bangsa yang hidup di dalamnya semakin berkembang dan saling mendukung dalam kebaikan. Apalagi kalau inget tagline dari negara beribukota Manila ini..

ItsMoreFUNinthePhilippines

tagline yang harus dirasakan oleh para jurnalis di sana. semoga ^^

sumber gambar

Akhirnya selesai juga nih topik ke 8 ^^

Maaf yaaa panitia dirapel nulisnya.. Kemarin beneran gak sempet buka laptop dan internetan (malah curhat ^^v) . Mohon dia semoga almarhum Kakek diterima iman islamnya..

Selamat taklukan semesta fellas!

#10daysforASEAN #day8

Salam hangat,

@asriFit

IBU MUDA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s