Small Things

Siang itu ketika sedang asyik berselancar di Fesbuk, saya menonton sebuah video yang di-share oleh teman di linimasa nya. Video yang benar-benar menggugah dan menyentuh. Bisa liat videonya di link ini yaa.

Video ini berisi tentang Kristina Kuzmic, seorang wanita, seorang ibu yang begitu depresi dan merasa sangat tidak berharga setelah perceraiannya. She felt broke. Totally like a complete loser dengan segala penolakan dan kejadian yang terjadi di hidupnya. Ada yang pernah merasakan hal yang sama? Feel so depressed dan gatau mau ngapain. Kayaknya semua yang dikerjain salah. Kayaknya semua yang sudah dikerjakan gak ada artinya. Gagal. Rusak. Hancur…

Gak ada lagi orang yang percaya.. Bahkan kita pun sudah gak percaya sama diri kita sendiri. Ada yang ngerasain hal yang sama?

Continue reading

Advertisements

Mendengar untuk Didengar

Apa jadinya kalau orang tua gak pernah mau mendengarkan apa yang ingin anak sampaikan? Apa jadinya kalau orang tua hanya ingin memberi nasihat tanpa mau mendengarkan pendapat anak? Apa jadinya kalau orang tua tidak pandai mengelola rasa ingin tau anak? Apa jadinya ketika hanya orang ingin tua yang tau segalanya tanpa berbagi rasa, ilmu, dan semua hal yang menjadi tanda tanya?

sadsumber gambar

Banyak kasus membuktikan bahwa anak yang tidak puas berpendapat dan menyampaikan apa yang ia harus sampaikan, tumbuh menjadi anak yang pembangkang dan tidak peduli dengan sekitar. Iya lah orang tuanya kan mencontohkannya seperti ituuu .__.

Hemm. Saya sebenernya bukan mau membahas tentang hubungan antara anak dan orang tua sihhh. Tapi ini bisa jadi analogi bagi negara yang mengekang kebebasan bersuara dan menyampaikan pendapatnya kepada pemerintah. Sebut saja kebebasan di dunia jurnalistik. Nah, untuk masalah yang satu ini kita bisa berjalan-jalan ke Negara Filipina yang dikabarkan memiliki peraturan yang sangat ketat pada bidang jurnalis. Bahkan banyak sekali media yang mengatakan bahwa Filipina termasuk negara yang mematikan untuk para wartawan. Wah, segitunya? Continue reading