best work partner ever!

Menurut kalian, partner itu didefinisikan seperti apa sih?

Kalau saya sih ya, partner itu adalah seseorang yang punya karakteristik berbeda dengan kita tapi punya visi dan misi yang sama, yaaa bisa dibilang punya sudut pandang yang sama untuk mewujudkan impian yang sama juga. Kurang lebih kayak gitulah ya saya mendefinisikan seorang partner. Nah, ngomong-ngmong soal partner nih ya, selain partner hidup, saya juga punya partner kerja loh 🙂

A Real Work Partner!

Kita kasih saja judul the real partner ini SHALIHA! Seorang gadis cantik nan shaleha anak kedua dari 8 bersaudara. Saya lupa pisan euy bagaimana saya bisa kenal makhluk langka dan super ini. Maklum ane mah gak se-sweet itu untuk bisa mengingat hal-hal romantis yang terjadi di saat pertama bertemu (apa geuraa) dan itu tidak begitu penting lah yaaa, mengingat sampai saat ini kita berdua masih mesra berduaan. Hahaha. Hal yang penting adalah ketika beberapa jam pada hari ini saya kembali menghabiskan waktu bareng desse, untuk kesekianjutakalinya 😉

Kita itu jarang banget ketemu. Jaraaaangggg banget. Suka sama-sama sibuk, tapi sekalinya ketemu, BEUH! Banyak sekali yang kita obrolin, kita rumusin (berasa guru fisika), kita rancang, dan kita sepakati. Apakah sajakah itukah?

Pertama adalah tentang sebuah ritual ibadah. Kita itu ketemu di sebuah perkumpulan orang-orang yang selalu rindu dengan aktivitas mesjid. Yuhuuuu, kita sama-sama pengurus rohis di fakultas. Sama-sama penganut kerudung menutupi dada (meskipun kadang saya mah suka rada baong), jadi saya kenal deh sama dia. Se-simple itu. Banyak kegiatan Fosikagi yang kita jabanin bareng. Kalo di bidang yang satu ini kita gak cuma berdua, ada satu sobat lagi namanya Kiki. Kita bertiga menamakan trio canggih ini dengan nama A3. Kenapa A3? Karena kita nge-kost di A3, Sayang Jatinangor. Haha. Kita bertiga makin deket gara-gara seleksi alam, setiap ada kegiatan Fosikagi selalu kita bertiga dari angkatan 2007 yang pasti hadir. Saya sayang A3 banget-bangetan deh. Banyak hal yang sudah kita perjuangkan bareng. Okei, nah balik lagi ke ritual ibadah, kita sering banget saling ngingetin udah sejauh mana rutinitas ibadah harian kita. Shaliha dan saya saling menyemangati dan mengingatkan kalo yang namanya ritual ibadah itu adalah kunci dari segalanya. Mau makin ngerasa hati lapang, waktu luang makin banyak? Yaa tinggal perbanyak amalan ibadahnya. Ngajinya, shalat sunnahnya, al ma’tsuratnya, infaknya, ikut majlis taklimnya, dan masih banyak lagi lainnya. Kita namain ini dengan istilah ayam alias amalam yaumi 🙂

Kedua adalah tentang organisasi. Saya dan dia selain aktif di Fosikagi, juga aktif di organisasi mahasiswa kayak BEM gitu-gitu deh. Yaaa semakin banyak kegiatan dan kepanitiaan di kampus bikin kita jadi sering ketemu dan ngobrol bareng dan ternyata banyak sudut pandang kita yang sama. Cara penyelesaian masalah yang sama kalo ada problem.

Ketiga adalah tentang passionate di bidang kedokteran gigi. Hahahahaha.. ini nih satu-satunya anak yang samaaaa persis dan kebetulan deket sama saya yang ngerasain hal yang sama, gak segitunya sama FKG, tapi gak mau jadinya males-malesan dan ngeluh-ngeluhan juga. Saya dan dia itu sama-sama lemot kalo masalah teori perFKG-an, sama-sama lelet kalo praktikum. Dia itu temen saya nangis dan ikut praktikum-praktikum tambahan dan detik-detik terakhir pengumpulan kerjaan. Hahaha.. banyaklah kedodolan selama kuliah bareng si Shali. That’s make me grow old with her di FKG ini. Kemampuan, perjuangan, dan pengalaman yang gak jauh beda yang membuat kita ngerasa jadi partner meskipun NPM kita gak deketan.

Keempat adalah tentang impian. Saya dan dia itu sama-sama banyak maunya, banyak impiannya dan dari kesekian banyak impian antara saya sama dia itu banyak yang samanya! What a waw kan yah? Nah, dari keempat poin itulah kita ngerasa bener-bener nemu partner kerja yang cocoknya gak ada dua. Punya latar belakang yang sama (sama-sama aktivis rohis yang suka organisasi dan gak punya passion di FKG), punya sudut pandang yang seringnya sama tentang hidup dan tetek bengeknya, dan tentunya punya impian yang sama! Selain itu juga, Shaliha dan saya sama-sama tergila-gila sama yang namanya baby, parenting, bisnis, buku, tulisan, motivasi, inspirasi, dan masih banyak hal lainnya yang membuat Shali dan saya amat sangat se-otak-an.  Hingga saat ini tiap kali kita ketemu, banyak sekali rancangan-rancangan hidup yang kita rinci bareng. Buat Shaliha dan saya, yang namanya impian itu harus diwujudkan sekuat tenaga dan butuh partner untuk saling back-up. Alhamdulillah saya sudah menemukan dia sebagai partner kerja saya. Dia adalah bahan bakar yang terus membuat saya tetap setia dengan semua impian saya. Dia adalah pelecut ambisi yang terkadang hilang terhapus rutinitas yang menyesakkan. Dia adalah pegangan tangan dan sandaran saat impian rasanya hanya pandangan fatamorgana saja. Dia adalah pencerah di saat saya ngerasa putus asa dan gak punya jalan keluar.

Ah saya terlalu bahagia punya dia sebagai sahabat. Saking bahagianya, terlalu banyak tawa dan canda bareng dia. Tawa dan canda yang menyegarkan di tengah kelelahan dan kejenuhan. Kita berdua itu suka melalukan kebodohan yang amat sangat dan amat sering (saking sangat dan seringnya, kita suka diomelin sama si Kiki, hihihi). Jadi gini, kalo saya melakukan kecerobohan sendirian, saya suka dongkol sedongkol-dongkolnya gara-gara kelakuan saya sendiri, tapi kalo saya melakukan kebodohan itu bareng Shali, yang ada malah ketawa gak berhenti-berhenti dan membanggakan kebodohan sendiri. Hahaha.. Hidup selalu bahagia lah pokoknya kalau bareng dia. Menangis bersama pun pernah, ketika kita berdua merasa dosa sudah terlalu menumpuk dan hanya Allah yang bisa menyelamatkan kita berdua. Kita saling berpegangan dan berpelukan, saling menyemangati dan mengingatkan bahwa maafnya Allah itu begitu dekat. Senyum lagi deh 🙂  Ketawa lagi deh 🙂  Semangat lagi deh 🙂

Yah gitu lah kurang lebih tentang si partner kerja saya yang satu ini. Sekarang kita sedang merancang terobosan tercanggih untuk dunia! (caelaa bahasanya gaya banget pake kata dunia). Kita bakal mewujudkan impian bareng tentang bagaimana caranya dua orang wanita yang gak hebat-hebat banget di kuliahnya, gak begitu suka kerja klinik dokter gigi, tapi pengen jauh lebih sukses dan bahagia daripada mereka yang jago-jago kerja praktek dengan tidak mengesampingkan ilmu yang sudah didapat selama bertahun-tahun kuliah di FKG. Bismillahirrahmaanirrahiim. Semoga Allah selalu mendampingi. Pokoknya kita berdua mau buktikan sama semua orang kalau kita itu hebat banget! Kita lihat nanti yaaaa 😉


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s