Small Things

Siang itu ketika sedang asyik berselancar di Fesbuk, saya menonton sebuah video yang di-share oleh teman di linimasa nya. Video yang benar-benar menggugah dan menyentuh. Bisa liat videonya di link ini yaa.

Video ini berisi tentang Kristina Kuzmic, seorang wanita, seorang ibu yang begitu depresi dan merasa sangat tidak berharga setelah perceraiannya. She felt broke. Totally like a complete loser dengan segala penolakan dan kejadian yang terjadi di hidupnya. Ada yang pernah merasakan hal yang sama? Feel so depressed dan gatau mau ngapain. Kayaknya semua yang dikerjain salah. Kayaknya semua yang sudah dikerjakan gak ada artinya. Gagal. Rusak. Hancur…

Gak ada lagi orang yang percaya.. Bahkan kita pun sudah gak percaya sama diri kita sendiri. Ada yang ngerasain hal yang sama?

Continue reading

Advertisements

Tentang IBUMUDA Indonesia

​Malam itu di sudut kota Bandung. Di antara tumpukan kosan dan kontrakan Sekeloa yang semakin padat, saya dan dua sahabat teman curhat sedang membicarakan strategi bisnis untuk menguatkan ikatan secara personal dengan customer pada sebuah brand yang kami buat namanya KAMA syar’i. Agar lebih loyal, dan semakin rajin belanja gamis di toko kami. Hahaha modus banget.

Akhirnya tercetuslah acara Arisan IBUMUDA sebagai wadah bagi kami mengumpulkan para customer dan calon customer untuk saling berbagi kisah dan cerita, serta saling menguatkan. Bandung, 11 Desember 2013 saya bertemu dengan 22 orang ibumuda dari berbagai latar belakang. Ada yang memang saya kenal sebelumnya, ada yang baru kenal dan memang daftar via media sosial. Belum pernah ketemu sebelumnya.

Hari itu hari yang cukup bersejarah. Hari pertama bagi saya untuk mengenal jenis hidup yang berbeda-beda dari setiap sudut cerita para ibumuda. Sebenernya sih nama IBUMUDA sendiri hanya simbol ajaaa wkwk. Biar gemes gitu dengernya. Sekaligus rasa prihatin saya dengan konotasi ibumuda yang selalu jadi sasaran predator gakjelas di luaran sana. Mudah-mudahan ibumuda yang ini mah shaleha semua terjaga semuanya yaaa Aamiin.

Dari awal anggota IBUMUDA sangat beragam. Single, newlywed, senior, senior banget juga ada. Ibumuda yang masalahnya gitu doang dan gitu banget juga ada. Tahun pertama perjalanan komunitas ini diisi dengan saling mengenal satu sama lain terutama bagi yang baru kenal. Mulai curhat satu persatu anggotanya, dan dari sesi curhat itu lah tak terasa kami semakin dekat. Saya pribadi merasa semakin kaya akan ilmu dan rasa syukur. Bahwa ternyata ada yang hidupnya lebih menyakitkan daripada yang saya alami.

Alhamdulillah pada tanggal 21 Desember 2014 komunitas ini dikukuhkan secara resmi oleh ibu walikota Bandung, Teh Atalia Kamil. Member pun bertambah, tidak hanya di Bandung. Kota Bogor dan Jakarta pun sudah mulai ada. Tapi di tahun kedua saat itu kegiatan malah kurang terarah hehehe. Saya nya sih yang salah. Wara wiri gak jelas sebenarnya mau ngurusin apah hahaha.

Sempet mikir, apa bubarin aja yaah. Berat gini ternyata pegang komunitas heuheuheu.  Tapi karena dorongan dan support dari teman-teman juga komunitas ini tetap bertahan dan masing-masing di kota nya tetap rutin mengadakan pertemuan dan menjadikan sesi arisan sebagai sesi lepas lelah dan curhat-curhatan.

Saya masih ingat doa saya di awal membuat komunitas ini. Yaitu ingin menggerakkan 1 juta ibumuda Indonesia untuk memiliki hidup bahagia dunia akhirat. Hahahaha berat emang doanya. Konsekuensinya juga beraaaat. Berkali-kali saya menghadapi konflik batin untuk komunitas ini. Terusin gak yaa. Gedein gak yaaa. Karena saya sendiri belum bener ngurus apa yang ada di rumah. Ini sok sokan mau gerakin 1 juta ibumuda. Ampuuuun 😦

Makanya pergerakan komunitas ini senyaaap sekali. Karena saya nya sendiri masih meraba-raba mau gimana dan harus digimanain buibu ini. Kejadian demi kejadian dan curhat demi curhat membuat saya memilih untuk tidak berharap banyak dan berkonsep hebat. Saya akan besarkan komunitas ini sebagai tempat yang nyaman untuk para ibu merebahkan badan. Saya ingin di komunitas ini kita berani mengakui rasa sakit dan jadi diri sendiri, sekaligus saling menguatkan. Saya ingin melalui komunitas ini kita belajar dan aware untuk tau betul siapa diri kita dan apa yang kita mau. Belajar untuk menerima dan bersyukur dengan tidak membanding-bandingkan hidup satu sama lain. Karena itu proses yang selama ini saya rasakan. Bertemu dan berbincang dengan satu ibu dan ibu lainnya. Ujiannya beda-beda dan kadang mereka hanya butuh telinga yang siap mendengar tanpa mengeluarkan judge.

Tapiii meski begitu di sini harus saling mengingatkan biar kalau memang ada luka membusuk yang selama ini kita tutup, bisa sembuh.

Allah lah tempat segala berawal dan bermuara. Apa yang terjadi di hidup ini udah Allah atur serinci mungkin. Rezeki tidak ada yang tertukar. Begitu juga dengan cobaan. Semoga dengan adanya komunitas ini, kita bisa saling menguatkan dan mengingatkan.

Jangan takut.

Jangan merasa sendiri..

IBUMUDA Indonesia ada untuk menemani 🙂

Asri Fitriasari

Founder Komunitas IBUMUDA Indonesia

Wilujeng Menikah ya Neng!

H-4 menuju pernikahan si sahabat karib sejak embrio

Tulisan ini spesial saya posting untuk neneng Risma Putri Indah Mentari yang dalam hitungan hari akan menikah. Akkk!!!

Kecepetan siii. Pengennya nulis dan posting H-1 tapi berhubung saya orangnya pelupa dan H-1 ada tugas negara ke Tasik, jadi lebih cepat lebih baik lah yaa..

Baik mari kita simak bersama sebuah tulisan dari hati dari seorang sahabat karib untuk sahabatnya yang akan melepas masa lajang… Bismillahirrahmaanirrahiim..

Neng, ini tumben banget sih aku mau nulis beginian untuk temen yang mau nikah. Mungkin karena kita berdua udah gak sesering dulu ketemu dan ngobrol kenyang kayak waktu SD, SMP, dan SMA dulu. Amat sangat jarang. Jadi aku tumpahin semuanya lewat tulisan aja. Lucu sih yaa, tiap ada kesempatan kita ketemu dan ngobrol. Sensasinya selalu sama. Selalu sama-sama ngomong, “AH CUMA SAMA KAMU AKU BISA CERITA KAYAK GINI!!!”

Neeeng, akhirnya, finally yaaa setelah berkelana dengan cinta yang ini dan yang itu… Kang Fikri lah yang menjadi pria terakhir kamu. Pria yang siap mengambil tanggung jawab yang super berat itu. Tanggung jawab penuh atas kamu dan anak-anak kamu di depan Allah nanti. Waw!

Aku gak akan memberikan wejangan tingkat nyonya. Aku gak punya itu neng. Karena aku pun masih merangkak dan meraba-raba.. masih berjuang dan terus memperbaiki hubungan yang unik dam rumit ini.

Pernikahan adalah suatu hal yang menjadi idaman dan impian penuh bunga bagi siapa saja yang mendamba. Aku pun begitu. Gerbang yang sangat indah dan penuh ornamen cerah ceria itu menyedot perhatianku dari apa yang ada di dalamnya. Ternyata di dalamnya amat sangat rumit. Roller coaster level dewa. Ada saatnya bahagia, bahagiaaaa banget. Ada saatnya sedih, sediiiih banget. Aku emang cukup drama untuk menghadapi setiap fase dalam pernikahan ini, Neng. Maju mundur maju mundur maju mundur cantik jadinya. Beruntung sekali Allah menganugerahkan aku sosok pria yang super sabar dan dewasa dalam ngadepin aku yang bocah begini.

Tau gak neng… ternyata saat menikah aku diajarkan bahwa ternyata mencintai itu lebih powerful daripada dicintai. Maksudnya? Iyaa, secara sadar dan tanpa sadar ketika kita menikah. Ketika pasangan melingkarkan cincin cantik di jari manis kita, saat itulah kita berteriak pada hati, “ASIIIKK.. Mulai saat ini aku punya seseorang yang akan membahagiakan aku setiap saat…”

Kenyataannya, SALAH BESAR.

Tidak ada yang dibahagiakan. Karena keduanya ingin dibahagiakan.

Hah, bingung kan…

4 tahun menikah… aku ngerti bahwa ternyata ketika gelitik hati ingin dibahagiakan, justru bahagia itu tidak kita dapat. Bahagia itu seperti mudah menguap. Karena menikah ternyata bukan tentang dibahagiakan, tapi MEMBAHAGIAKAN. Membahagiakan orang yang sebelumnya tidak ada dalam hidup kita.. suami, anak, mertua, ipar, dan kumpulan lainnya yang mengikuti.

Apakah lelah? Apakah rumit? Apakah sakit? IYA.

Kita harus mengajak ego dan nafsu pribadi untuk berkompromi. Karena membahagiakan itu cukup sulit. Susah di awal aja sih, udahannya adalah kepuasan yang tak dapat diuangkan. Berapapun banyak digit di belakang.

Hampir semua orang bilang menikah adalah ibadah, hampir semua orang bilang menikah adalah menggenapkan separuh agama… Tapi, semua orang yang bilang gitu seringnya lupa kalau yang namanya ibadah dan menggenapkan agama kuncinya adalah dekat dengan Tuhan. Alhamdulillah lewat menikah, aku pribadi mengenal Allah lebih jelas. Mengenal Islam lebih dalam. Betapa indahnya. Betapa sempurnanya… itu yang selalu menjadi kekuatan dan semangat dari apapun masalah yang terjadi. Selalu Allah tempat curhat dan menangis… nikmat sekali..

Dan apapun kekecewaan yang hadir, yakin aja kalau pasangan hidup yang sudah halal adalah keranjang untuk mengantongi pahala sebanyak-banyaknya. Apapun kondisinya.

Dulu waktu pacaran, mau calon senyebelin apapun selalu bikin kita merasa happy dan pengen ketemu. Waktu belum nikah, yang pait jadi manis. Tai kucing juga rasa coklat. Kalau udah nikah, sebaliknya neng… asli. Yang biasanya bikin kita happy bakal kerasa biasa ajaa.. yang dulu biasanya kita mikir ‘ih so sweet’ malah mikir ‘ih pait!’ yang dikira pengen ketemu tiap hari, selalu liat mukanya tiap waktu adalah keromantisan.. kalau udah nikah, be-ru-bah. Gakan segitunya.

Jadi biarkan perasaan apapun itu bentuknya yang ada di dalam hati, biarkan bersemi sesuai porsi. Orang yang akan kita nikahi adalah sama-sama makhluk. Gak ada yang lebih baik dari siapapun. Harus sama-sama kuat (minjem quote-ya novel Sabtu Bersama Bapak) Kita yang milih, maka telusurilah kedalaman hati dan pikir pasanngan dengan dzikir dan rasa syukur yang gak pernah abis.

Aku sering banget kesel dan sebel sama Omin.. tapi pada akhirnya aku selalu pengen bilang sama semua orang, kalau gak ada dia dalam hidup aku… kalau gak ada dia yang jadi temen curhat aku pas mau bobo.. aku gak akan jadi aku yang sekarang, aku yang lebih baik (menurutku) dari yang waktu dulu.. aku gakan sekuat dan setangguh ini. Aku bahagia dengan pernikahan. Aku bahagia hidup dengan pasangan yang halal..

Aku harap tanggal 25 Januari 2015 nanti akan menjadi garis start kamu untuk merasakan kebahagiaan yang sama dengan apa yang aku rasakan, bahkan mungkin lebih…

Maaf gak bisa bantuin segala tetek bengek persiapan nikahan.. maap gak sempet ngobrol panjang hingga larut malam dalam rangka melepas masa lajang.. tenang aja, kita masih punya waktu seumur hidup buat ngobrol seru dan saling belajar. Congrats yaa Neng.. aku amat sangat bahagiaa.. semoga kamu segera dianugerahi anak yang shaleh dan shaleha…

Kado pertama dari seorang Asuri.. sebuah tulisan tentang pernikahan.. semoga bermanfaat…

Love u Risuma!

best work partner ever!

Menurut kalian, partner itu didefinisikan seperti apa sih?

Kalau saya sih ya, partner itu adalah seseorang yang punya karakteristik berbeda dengan kita tapi punya visi dan misi yang sama, yaaa bisa dibilang punya sudut pandang yang sama untuk mewujudkan impian yang sama juga. Kurang lebih kayak gitulah ya saya mendefinisikan seorang partner. Nah, ngomong-ngmong soal partner nih ya, selain partner hidup, saya juga punya partner kerja loh 🙂

A Real Work Partner!

Kita kasih saja judul the real partner ini SHALIHA! Seorang gadis cantik nan shaleha anak kedua dari 8 bersaudara. Saya lupa pisan euy bagaimana saya bisa kenal makhluk langka dan super ini. Maklum ane mah gak se-sweet itu untuk bisa mengingat hal-hal romantis yang terjadi di saat pertama bertemu (apa geuraa) dan itu tidak begitu penting lah yaaa, mengingat sampai saat ini kita berdua masih mesra berduaan. Hahaha. Hal yang penting adalah ketika beberapa jam pada hari ini saya kembali menghabiskan waktu bareng desse, untuk kesekianjutakalinya 😉

Kita itu jarang banget ketemu. Jaraaaangggg banget. Suka sama-sama sibuk, tapi sekalinya ketemu, BEUH! Banyak sekali yang kita obrolin, kita rumusin (berasa guru fisika), kita rancang, dan kita sepakati. Apakah sajakah itukah?

Pertama adalah tentang sebuah ritual ibadah. Kita itu ketemu di sebuah perkumpulan orang-orang yang selalu rindu dengan aktivitas mesjid. Yuhuuuu, kita sama-sama pengurus rohis di fakultas. Sama-sama penganut kerudung menutupi dada (meskipun kadang saya mah suka rada baong), jadi saya kenal deh sama dia. Se-simple itu. Banyak kegiatan Fosikagi yang kita jabanin bareng. Kalo di bidang yang satu ini kita gak cuma berdua, ada satu sobat lagi namanya Kiki. Kita bertiga menamakan trio canggih ini dengan nama A3. Kenapa A3? Karena kita nge-kost di A3, Sayang Jatinangor. Haha. Kita bertiga makin deket gara-gara seleksi alam, setiap ada kegiatan Fosikagi selalu kita bertiga dari angkatan 2007 yang pasti hadir. Saya sayang A3 banget-bangetan deh. Banyak hal yang sudah kita perjuangkan bareng. Okei, nah balik lagi ke ritual ibadah, kita sering banget saling ngingetin udah sejauh mana rutinitas ibadah harian kita. Shaliha dan saya saling menyemangati dan mengingatkan kalo yang namanya ritual ibadah itu adalah kunci dari segalanya. Mau makin ngerasa hati lapang, waktu luang makin banyak? Yaa tinggal perbanyak amalan ibadahnya. Ngajinya, shalat sunnahnya, al ma’tsuratnya, infaknya, ikut majlis taklimnya, dan masih banyak lagi lainnya. Kita namain ini dengan istilah ayam alias amalam yaumi 🙂

Kedua adalah tentang organisasi. Saya dan dia selain aktif di Fosikagi, juga aktif di organisasi mahasiswa kayak BEM gitu-gitu deh. Yaaa semakin banyak kegiatan dan kepanitiaan di kampus bikin kita jadi sering ketemu dan ngobrol bareng dan ternyata banyak sudut pandang kita yang sama. Cara penyelesaian masalah yang sama kalo ada problem.

Ketiga adalah tentang passionate di bidang kedokteran gigi. Hahahahaha.. ini nih satu-satunya anak yang samaaaa persis dan kebetulan deket sama saya yang ngerasain hal yang sama, gak segitunya sama FKG, tapi gak mau jadinya males-malesan dan ngeluh-ngeluhan juga. Saya dan dia itu sama-sama lemot kalo masalah teori perFKG-an, sama-sama lelet kalo praktikum. Dia itu temen saya nangis dan ikut praktikum-praktikum tambahan dan detik-detik terakhir pengumpulan kerjaan. Hahaha.. banyaklah kedodolan selama kuliah bareng si Shali. That’s make me grow old with her di FKG ini. Kemampuan, perjuangan, dan pengalaman yang gak jauh beda yang membuat kita ngerasa jadi partner meskipun NPM kita gak deketan.

Keempat adalah tentang impian. Saya dan dia itu sama-sama banyak maunya, banyak impiannya dan dari kesekian banyak impian antara saya sama dia itu banyak yang samanya! What a waw kan yah? Nah, dari keempat poin itulah kita ngerasa bener-bener nemu partner kerja yang cocoknya gak ada dua. Punya latar belakang yang sama (sama-sama aktivis rohis yang suka organisasi dan gak punya passion di FKG), punya sudut pandang yang seringnya sama tentang hidup dan tetek bengeknya, dan tentunya punya impian yang sama! Selain itu juga, Shaliha dan saya sama-sama tergila-gila sama yang namanya baby, parenting, bisnis, buku, tulisan, motivasi, inspirasi, dan masih banyak hal lainnya yang membuat Shali dan saya amat sangat se-otak-an.  Hingga saat ini tiap kali kita ketemu, banyak sekali rancangan-rancangan hidup yang kita rinci bareng. Buat Shaliha dan saya, yang namanya impian itu harus diwujudkan sekuat tenaga dan butuh partner untuk saling back-up. Alhamdulillah saya sudah menemukan dia sebagai partner kerja saya. Dia adalah bahan bakar yang terus membuat saya tetap setia dengan semua impian saya. Dia adalah pelecut ambisi yang terkadang hilang terhapus rutinitas yang menyesakkan. Dia adalah pegangan tangan dan sandaran saat impian rasanya hanya pandangan fatamorgana saja. Dia adalah pencerah di saat saya ngerasa putus asa dan gak punya jalan keluar.

Ah saya terlalu bahagia punya dia sebagai sahabat. Saking bahagianya, terlalu banyak tawa dan canda bareng dia. Tawa dan canda yang menyegarkan di tengah kelelahan dan kejenuhan. Kita berdua itu suka melalukan kebodohan yang amat sangat dan amat sering (saking sangat dan seringnya, kita suka diomelin sama si Kiki, hihihi). Jadi gini, kalo saya melakukan kecerobohan sendirian, saya suka dongkol sedongkol-dongkolnya gara-gara kelakuan saya sendiri, tapi kalo saya melakukan kebodohan itu bareng Shali, yang ada malah ketawa gak berhenti-berhenti dan membanggakan kebodohan sendiri. Hahaha.. Hidup selalu bahagia lah pokoknya kalau bareng dia. Menangis bersama pun pernah, ketika kita berdua merasa dosa sudah terlalu menumpuk dan hanya Allah yang bisa menyelamatkan kita berdua. Kita saling berpegangan dan berpelukan, saling menyemangati dan mengingatkan bahwa maafnya Allah itu begitu dekat. Senyum lagi deh 🙂  Ketawa lagi deh 🙂  Semangat lagi deh 🙂

Yah gitu lah kurang lebih tentang si partner kerja saya yang satu ini. Sekarang kita sedang merancang terobosan tercanggih untuk dunia! (caelaa bahasanya gaya banget pake kata dunia). Kita bakal mewujudkan impian bareng tentang bagaimana caranya dua orang wanita yang gak hebat-hebat banget di kuliahnya, gak begitu suka kerja klinik dokter gigi, tapi pengen jauh lebih sukses dan bahagia daripada mereka yang jago-jago kerja praktek dengan tidak mengesampingkan ilmu yang sudah didapat selama bertahun-tahun kuliah di FKG. Bismillahirrahmaanirrahiim. Semoga Allah selalu mendampingi. Pokoknya kita berdua mau buktikan sama semua orang kalau kita itu hebat banget! Kita lihat nanti yaaaa 😉


the Amazing SARI !

Hmm… loteks, kalian masih inget gak sama cerita nabi-nabi? Ada satu hal yang mulai dari sekarang bakal bikin saya ketawa dan senyum mesem sendiri kalo inget cerita nabi. Jadi akhir-akhir ini kami baru menyadari kalo seorang bernama Sari, salah satu rekan sejawat terdekat saya, dia ituuu… kalo ngomong suka asal jeplak. Dengan segala pembendaharaan kata yang di luar dugaan. Dan untuk cerita nabi ini, she has her own story.

Cerita pertama:

Pas kemarin kita semester 6, kita ada mata kuliah Neurologi. Kebetulan dosennya bernama Dokter Yusuf. Well, it’s Nabi’s name kan ya? Suatu ketika, Love nanya sama si Sari. Pas dosennya belum kunjung tiba hari itu…

Love: ”Sar, dosen neuro teh siapa yah namanya?”

Sari: ”Kalo gak salah sih nama Nabi gitu..”

Love: ”Iya siapa yaa?”

Sari: ”Oh gue tauuu! Dokter IBRAHIM!!”

Love: “Hah? Kayaknya bukan deh -____-“

Dan kalo dibahas lagi tentang cerita ini, Sari Cuma bilang, yaa waktu itu gue kepikirannya Nabi Ibrahim. Errr…

Cerita kedua:

Waktu itu kita lagi jalan di gang kecil pas mau berangkat kuliah. Di gang itu kucing lucu yang lagi asik maen bekel (ngarang). Terus seperti biasa, Icha pasti nyapa dan godain tuh kucing. Sari yang emang gak suka banget sama yang namanya binatang langsung ngumpat sama si Icha.

Sari: ”Ya ampun si Icha. Kayak iya aja ngomong ama binatang. Lo mah kayak Nabi NUH chaa!”

Dan saat itu otomatis Icha dan Imbi yang kebetulan denger langsung berhenti mendadak nyaris bikin tabrakan beruntun dan menoleh ke arah Sari.

Sari: “Eh gue salah yah? Hehehe.. Nabi siapa sih?”

Dengan ekspresi yang udah males, Imbi pun mencoba mengoreksi, “Nabi Sulaeman Sariii…”

Sari: “Oh iya itu maksud gue.”

Dari dua cerita ini saya cukup yakin kalo suatu saat nanti saya punya anak, jangan sampe Sari dongengin anak saya cerita Nabi. Saya yakin Sari hafal nama-nama Nabi tapi masalahnya, ceritanya ketuker-tuker gak tuh (-__-)7 Hahahahaha. Ampun sar!

Well. Mungkin saya, Atha, Imbi, Icha, dan Love di ulang tahun Sari ke depan harus beliin dia buku cerita Nabi. Malu-maluin kan kalo keceplosan di depan orang banyak dia salah nyebut Nabi.

Hah.. Sariii, sariii…

 

 

saya dan amazing Sari at my wedding 🙂

 

 

 

my E day ;)

Sudah baca postingan ini sebelumnya?

Iya Alhamdulillah hari Jumat kemarin adalah hari lamarannya gue. Wah guys udah lama gak update tiba-tiba udah lamaran aja nih gue. Baiklah, sebelum memulai postingan ini gue mau konfirmasi ketidakhadiran dulu selama ini, hehe. Akhir-akhir ini gue cukup sibuk setelah yang namanya PEMIRA. Ingatkan gue untuk live report tentang PEMIRA kemarin, karena Alhamdulillah setelah PEMIRA kemarin gue dikasih amanah lebih lanjut. Berhasil memenangkan Deny sebagai Presiden BEM, gue diamanahi jadi wakilnya Deny. Sibuk rapat sana-sini. Sibuk juga dengan kuliahnya karena bertepatan dengan akhir masa semester lima. YIPPIYEYY!

Baiklah back to the topic, lamaran.

Gue cuma mau cerita tentang perjalanan hari itu. Kayak pergi kemana aja cerita perjalanan. ;p

Pagi-pagi banget gue udah bangun. Yeah! Here this time, my E day! Langsung shalat. Beres2. Angkat2 barang. Pindah2in barang dan menyiapkan semuanya. Unfortunately, jam 7 pagi maag gue kambuh dan sepertinya gejala masuk angin mulai menyerang, Hadooohhh.. Ada-ada aja dah. Nenek tersayang langsung sigap mengoles-oles badan gue dengan minyak antah berantahnya. Bau dan panasnya dahsyat bookkk! Ga lagi-lagi deh T.T

Emak gue pun langsung menelp tukang pijit untuk menangani gejala masuk angin gue. Dipijitlah gue dengan hantaman sendawa yang gak berhenti berhenti. Gileeee masuk angin sekota kali yha gueeee…. Perasaan semalem gak kemana-mana. Entahlah, tegang kali yha. Hahahaha.

Akhirnya setelah sesi pemijatan itu gue sukses lemas tak berdaya dan tertidur sampai siang hari. Sekitar jam 2 siang tamu dari pihak keluarga udah mulai dateng. Emak gue sebagai danlap hari H sigap banget menyiapkan detik-detik menuju lamaran. Jam3 my beloved bestfriend dateng. My bridesmaid, Risma Putri. Gue mandi dan bersiap do some treatment. Jam set4 gue ke salon Prabasarira. Salon dengan nuansa etnik di sudut kota Cianjur siap memanjakan gue dengan layanan creambath dan manicure serta pedicurenya. Gue bersama Risma sempet foto-foto di sini tapi fotonya private yha guys, ya eyalaaa.

Jam 5 sore lebih dikit perawatan kecil2an itu selesai. Gue dan Risma bersiap ke salon berikutnya. Nina Salon. Salon yang waktu gue perpisahan SMP mendandani gue. Setengah mati nih cari ini salon. Secara gue orangnya gak percayaan. Kalo kata Risma, gue gak akan pake juru rias kalo dia belum pernah ngemake-up-in gue atau gue udah pernah liat hasil make-up-annya. Dan yha, Nina Salon did her best job! Jam 6 lebih gue kelar didandanin dengan cantiknya. Cantik banget kalo kata Tomat, my fiancée. Hehe.

Ada sedikit trouble di sini. Cianjur dilanda ujan gede banget. Membuat mobilitas agak terhambat. dan huaaa gue cukup telat balik ke rumah. Emak gue udah mencak-mencak. Tamu udah banyak yang dateng dan gue masih di luar. Maaf yhaaa T.T

Gue nyampe rumah. Dan semua pangling melihat gue. Waww, you did perfectly, Bu Nina! Gak lama setelah gue sampe di rumah. Mas Tomat dan keluarga juga tiba. Momennya pas ;p

Persiapan bentar dan acara dimulai. Tegang bangeeeeeeeeeeeeetttt!!! Gue gak bisa diem. Bolak-balik di kamar dan keringetan. Hoaaaaa… kalian akan merasakannya. Gue gak bisa menjelaskan lewat kata-kata untuk bagian yang ini. Campur aduk! Setelah beberapa susunan acara akhirnya gue disuruh keluar, eng ing eng!!!

Semakin lah gue tegang. Tegang. Tegang. Dan tegang.

Gue duduk sebelah bokap gue. Dan di depan gue, Tomat. Hufff..

Gue ditanya.

“Leres neng ieu nu namina Indra teh?” -betul neng ini yang namanya Indra?-

Senyum-senyum. Ketawa kecil gak kontrol dan bilang, Muhun… -iya-

Tegang. Tegang, dan tegang. Ditambah tremor.

Pertanyaan berikutnya:

“Ari neng tos aya nu ngagaduhan teu acan?” –Neng udah ada yang punya belum?”

Heuu.

“Teu acan” –belum-

Ini menandakan bahwa, baiklah Indra… feel free to engaged this cutie girl, ahahaha..

Kan kalo udah ada yang ngelamar sebelumnya udah gak boleh. Iya tho? Akhirnya prosesi khitbah, lamaran, atau apapun itu namanya berjalan seiring setelah dua pertanyaan sakral itu. Bundanya dia memasukkan cincin ke jari manis tangan kiri gue sebagai simbol pengikat.

Huaaa… undescribeable deh. Saking tegangnya gue buyar banget. Pokoknya seinget gue setelah itu acara berikutnya adalah ramah tamah alias saling kenalan, makan-makan, salam-salaman, dan photo-photo..

Banyak saudara yang dateng dan teman juga ada yang dateng, seneng banget! Special thanks to Risma, Atha, Imbi, Icha, Sari, Jaja, Ibnu, dan Shaliha beserta keluarga yang menyangka ini adalah pesta pernikahan. Haha…

Aduh banyak banget sebenernya yang ingin gue ceritain tentang hari penuh kebahagiaan ini. Tapi, ini masih semi final. Gebet terus update-an nya.. Insya Allah acara yang lebih sakral lagi secepatnya 🙂

Terima kasih semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!

And for the last, welcome engaged ring to my sweet finger 😉

something FUN di kampus FKG !

Beneran deh… Kerjaan malam kemarin bikin gue lemes seremuk-remuknya badan. Ceritanya nih, si ketua mabim yang satu ini kudu mendatangi Pembantu Dekan bidang kemahasiswaan untuk ngurusin perizinan kegiatan yang sampe sekarang belum berhasil terealisasikan. Cape sih memang tapi menyenangkan! Malam tadi bersama Atha dan Muda, setelah pegel-pegel photo panitia PAB di Papyrus kita langsung menjelajah Cihampelas untuk menyisir keberadaan tempat praktek  PD III itu. Dua kali naek angkot dan hanya dengan uang DUA REBU rupiah aja gitu yha kita menjajahinya. MUDA EMANG KEREEENNN !

Selama perjalanan, kita discuss ttg betapa yang namanya jadi aktivis itu asem asem seger deh. Banyak banget susahnya tapi senengnya MELEBIHI DARI APAPUN JUGA! Ada satu obrolan yang gue masih inget, tentang respect sensation anak FKG di kampus gue. Pernah ada kejadian di mana kita jadi panitia acara baksos, acara yang rutin diadain mahasiswa FKG. Selesai acara itu yang namanya cape, lemes, badan remuk, wah segalanya deh ada dan menyerang badan yang cuma satu-satunya ini. Badan yang harus dihadapkan dengan kegarangan praktikum di esok harinya.

Continue reading