duapuluhempat Anindra

Hari ini ulang tahunmu nak, yang kedua. Duapuluh empat bulan sudah Bunda menemanimu bertumbuh. Menjadi anak yang amat sangat lucu, menggemaskan, dan membuat Bunda dan Ayah BAHAGIA!

Ay ay naaak.. Waktu benar-benar begitu tidak terasa, rasanya baru kemarin Bunda menahan sakit karena kontraksi hebat di sekujur tubuh Bunda, tapi sekarang kamu sudah bisa berlari kesana kemari, menyanyi dan mengerlingkan mata dengan begitu genit dan manis.

Hari ini pun perayaan bagi Bunda yang sudah lulus selama 2 tahun memberimu ASI, hanya ASI tanpa tambahan susu formula. Alhamdulillah… perjuangan yang sangat panjang menahan perih, lelah, kantuk, dan pegal yang tidak ada duanya ketika harus tetap memberimu gizi terbaik melalui ASI. Itu yang bisa Bunda berikan, hanya sebagian kecil dari apa yang telah Allah anugerahkan untuk hidupmu.

Anin sayang, pada ulang tahun kedua ini Bunda ingin berbicara mengenai CINTA. Kenapa tentang cinta, Bunda? Ah entahlah, mungkin karena dampak nonton film cinta malam ini dan sekelumit kesah di luar sana yang merisaukan mengenai cinta.

Tahukah kau Nak? Arti CINTA yang sebenarnya adalah rasa di mana kamu merasa senang dan tentram. Bukan terjebak dalam tanya dan ketidakpastian yang berlarut panjang, atau mungkin romansa yang belum jelas ujungnya seperti apa.

Siang tadi Bunda mengirim pesan singkat untuk Ayahmu, betapa Bunda sangat bersyukur dengan kehidupan Bunda saat ini. Memiliki suami yang begitu baik hati dan penyabar, kamu yang sehat, cantik, dan menggemaskan, kehidupan yang layak, tidak kurang makan, Alhamdulillah. Tidak ada lah jua nikmat Allah yang akan Bunda dustakan. Terlebih mengenai CINTA.

Bersama Ayahmu, Bunda betul-betul mengerti arti cinta yang sebenarnya. Arti rasa tenang dan nyaman. Arti berjuang saat suka dan duka dengan ikatan yang halal.

Bunda begitu bahagia ketika saat ini bisa berbagi rasa senang dan lara dengan pasangan yang halal, cinta dunia yang menghembuskan nafas surga. Berselisih paham yang semakin mengikatkan genggaman. Suluh asmara yang menggugurkan dosa saat berpegangan tangan. Tatapan hangat yang menggetarkan jalan-jalan menuju nirwana.

Tidak mudah sayang untuk mendapat dan merasakan cinta yang indah seperti ini, Bunda dan Ayah harus mengikatnya dalam janji di depan wali. Ketika kau besar nanti, kau kelak akan mengerti bahwa rasa suka pada lawan jenis adalah hal yang indah. Jangan terbuai hanya dengan indah saat itu saja, cinta yang sebenarnya adalah perjalanan panjang bersama mengenal Tuhan melalui segala peristiwa dan ciptaanNya.

Bunda saat ini paham, bahwa CINTA sejati adalah pada Sang Pencipta, cinta dalam taat, bagaimana kita yakin penuh dengan segala aturan dan larangannya. Bagaimana kita menghamba tanpa tapi dan nanti.

Ketika CINTA itu sudah tumbuh dalam hatimu, segala yang ada di hadapan akan menjadi indah meski perih untuk dikunyah, meski pahit untuk ditelan.

Cintailah Tuhanmu Allah Yang Maha Esa melebihi apapun di dunia ini. Cintai Dia melebihi orang tua, pasangan, bahkan anakmu sendiri. Cintai Dia sebelum kau mencintai aktifitasmu dan apapun yang membuatmu sibuk. Cintai Dia dengan segenap hati dan rasa taatmu. Percayalah, itulah sebenar-benarnya cinta. Cinta yang seutuhnya membuatmu bahagia.

Selamat milad ya Anindra sayang, terima kasih sudah menjadi ladang amal untuk Bunda memberikan separuh hidup lewat ASI selama 2 tahun ini. I love you full, mmuuuah!!

Image

metamorfoself Anindra #2nd

Mamah Muda

Ada pemandangan yang indah pagi ini di angkot. Seorang ibu yang masih muda dan terlihat sangat fresh. Ia sedang mengantar anaknya berangkat sekolah.

Pada awalnya saya mikir, oh dia berangkat dianter tante-nya. Abis masih muda banget penampakannya dengan anak usia sekolah kayak gitu. Saya hampir gak melepas pandangan ke arah pemandangan manis itu.

“Nak, angkotnya penuh. Sini gendong sama Mama aja..”

Haaaa! Ternyata beneran itu Mama-nyaa. Wiii masih mudah. Pernikahan dini juga nih kayaknya sama kayak saya 😛

Saya pun menyimak obrolan ibu muda ini dengan bapak yang duduk di sebelahnya.

Continue reading

Surat untuk Kanin

 Bismillahirrahmaanirrahiim..

Hai Kanin, Assalamu’alaikum wr wb…

Selamaaaat Pagiii Cantiiikkkk 🙂

Begitu deh Bunda nyapa kamu kalau pagi-pagi liat kamu melek. Dan pagi ini, 2 Oktober 2012 adalah spesial untuk Bunda dan juga Ayah. Kamu harus tau yaa kenapaa, hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan Ayah dan Bunda. Sudah 2 tahun kami hidup bareng. Gak kerasa…

Nah, di ulang tahun yang kedua ini Bunda mau sedikit cerita yaa sama kamu. Mungkin di hari ini kamu belum ngerti sama sekali apa yang Bunda ceritakan, ahhh jangankan ngerti, baca pun belum bisa. Ya iyaaa la, kamu masih berumur 4 bulan Nak ^^

Kanin sayang, Bunda mau cerita tentang sebuah pernikahan. Yayaya… itulah topik yang selalu membuat Bunda tertarik untuk membahasnya, dan hari ini bertepatan dengan hari istimewa 2 tahun yang lalu, Bunda #Menikah dengan Ayah-mu. Ayah kamu yang paling ganteeeeng sedunia *tulisan berbayar* hehehe.. Continue reading

Satu Tahun Sama Kamu, bahagia!

  Bismillahirrahmaanirrahiim..

Ini adalah Jumat malam yang kesekian di mana Bb nahan ngantuk untuk nunggu kamu pulang. Tau gak A? Ini adalah Jumat yang hampir mengantarkan kita ke satu tahun usia pernikahan kita. Alhamdulillah ya A.. Kita berhasil melewati satu tahun pertama kita. Tahun pertama di mana Bb kenal kamu dengan sebenar-benarnya. Kamu juga gitu. Sama-sama sadar kalo kita berdua adalah pribadi yang rumit. Kalo lagi dateng ramenya, kita bicara dengan 8 mata. Aku dan aku yang lainnya, kamu dan kamu yang lainnya. Kita berdiskusi mulai dari hal yang ngaruh sama kehidupan masa depan sampe diskusi yang kayaknya semut juga ogah untuk ngerti. Ya kaliii deh masalahnya semut sama kayak masalahnya kita. Hehehe…

Perjalanan kita belum apa-apanya banget ya A.. Meskipun di tahun pertama ini kita berhasil lolos dari selisih satu ke selisih lain, dari perbedaan satu ke perbedaan lain, tapi ini belum seberapa. Kehidupan kita berdua masih berpuluh-puluh tahun lagi. Badainya pun akan semakin kencang ke depan… tapi Bb percaya kamu bisa pegang tangan Bb semakin erat.

I’m so proud to be your wife.

I’m so happy to be your partner..

Menikah sama kamu itu seperti masuk satu kelas yang hanya kita penghuninya. Kita sama-sama belajar. Terkadang kamu yang jadi gurunya, kadang juga Bb, kadang juga kita sama-sama menjadi murid sebuah masalah yang membuat kita belajar dan semakin saling cinta. Kamu itu perwujudan kriteria yang selama ini hanya bayangan dalam angan Bb. Kamu adalah impian Bb yang terwujud.

Menikah sama kamu bikin Bb belajar bahwa pernikahan itu bukan tentang cinta, tapi tentang komitmen dan gimana caranya menumbuhkan letup cinta yang harus selalu ada untuk menyirami komitmen itu agar semakin kuat.

Menikah sama kamu bikin Bb belajar bahwa cinta itu sama sekali bukan tentang bagaimana meminta atau menuntut, tapi bagaimana kita memberi dan mempersembahkan yang terbaik untuk pasangan kita.

Menikah sama kamu bikin Bb belajar bahwa cinta itu adalah tanggung jawab, bagaimana setiap rencana ke depannya harus diselesaikan dan menjadi pencapaian yang membahagiakan untuk pasangan.

Menikah sama kamu bikin Bb belajar bahwa cinta itulah yang membuat setiap kekurangan dan kelebihan yang kita punya adalah puzzle indah nan unik yang hanya kita penikmat seni sempurnaNya.

Menikah sama kamu selalu bikin Bb belajar, tentang semua hal… meskipun Be belum menjadi murid yang baik dengan mampu mengukir prestasi terbaik, tapi Bb ga mau ada jam istirahat. Biarkan Be asik di kelas ini, hanya sama kamu berdua..

Eh engga ding.. Sekarang udah ada murid baru, masih dalam perut tapinya 🙂

Happy 1st Anniversary A… Terima kasih sudah menemani Bb belajar banyak tentang berbagai ilmu kehidupan. Kamu adalah rumah yang baik untuk hati Bb berteduh. I love u…

*d itulis pada tanggal 30 September 2011 🙂

the letters of memory

Atas permintaan Neng Risma Putri, saya posting-kan tulisan saya untuk Mama dan Papa. Tulisan ini adalah tulisan yang saya bacain pas pengajian nikahan saya 1 Oktober kemarin. Semoga bermanfaat 🙂

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Mama, teteh awali semua ini dengan cinta. Cinta tulus seorang anak kepada ibunya yang mungkin tak seberapa. Mama, izinkan aku mencoba mengingat beberapa kenangan indah dan penuh manfaat 21 tahun ke belakang. Mama, mungkin aku tak akan pernah ingat ketika aku dibesarkan dalam kandunganmu yang penuh kasih itu. Aku tak akan ingat saat-saat di mana engkau berpeluh keringat melahirkanku di klinik itu. Aku tak akan bisa mengingatnya.

Tapi aku sudah mulai bisa mengingat ketika Mama selalu menjagaku di pelabuhan antara Jawa dan Sumatra. Mama yang tak pernah menolak ketika kuminta dibelikan popmie di kapal laut penuh kenangan itu. Aku sudah bisa mengingat Ma, ketika Mama selalu mengajakku penuh semangat ke tempat wisata ketika aku kecil. Sungguh Mama, aku saat itu sangat bahagia. Hingga sampai saat ini pun aku tak tau harus membalas kebahagiaan yang kau berikan saat itu dengan apa. Mama, ingat tidak ketika kelas 3 SD aku tidak masuk rangking 5 besar? Aku menagis sejadinya. Dan tubuhmu yang penuh kasih begitu erat mendekapku hangat. Sejak saat itu aku selalu ingat bahwa perjuangan itu tak pernah ada akhirnya. Kau tau, Bisikan semangatmu masih terasa hingga saat ini.

Mama, aku juga masih ingat pertengkaran-pertangkaran kita ketika aku sudah mulai beranjak besar. Ketika aku hanya mementingkan inginku sendiri tanpa menghiraukan nasihatmu. Aku dengan dunia remajaku yang selalu membuatmu risau. Ah sepertinya tak perlu kusebutkan satu persatu kenakalan apa saja yang telah membuatmu menangis banyak. Sungguh mama.. meskipun aku menyesal tak terkira, bagiku itu adalah masa terindah di mana aku menjadi banyak belajar tentang hidup, cinta sejati, dan kasih sayangmu yang tak ada batasnya.

Duhai engkau bidadari hatiku, hanya Allah yang begitu hebat telah mengukir cinta di hatimu. Menambahkan kesabaran yang tak pernah habisnya di kotak hati itu. Apapun kenakalan yang telah membuatmu kecewa, kau tetap bersemangat mencintaiku. Tak pernah berhenti mencintaiku. Hingga ketika aku beranjak semakin dewasa aku selalu berusaha untuk memperbaiki semua. Semakin memahami bahwa nasihatmu adalah kunci berkahnya hidupku. Meski mungkin teteh terlihat cuek dan sangat santai menanggapi nasihat Mama tapi Mama harus tau bahwa aku selalu berusaha menjadi anak perempuan yang baik dan menjadi kakak sulung yang baik untuk 2 adikku. Perjuangan itu berat Ma.. Menjadi semakin baik itu ternyata sulit Ma.. Namun doamu selalu menjadi kekuatan bagiku. Teladanmu selalu menjadi semangat di setiap pagiku. Mama yang tak pernah melewatkan sepertiga malammu. Mama yang tidak pernah terdengar hening di setiap pagi karena syahdunya alunan mengaji. Mama yang mengatur awal hari dengan sigap. Mama yang meski lelah pulang bekerja tapi tetap ada untuk memenuhi keinginan anak-anaknya. Mama yang selalu membuat aku rindu untuk pulang ke rumah meski Mama tak tau itu…

Kini sudah 21 tahun berlalu dengan segala kenangan indah bersama Mama.. Sungguh tak terasa. Perjuangan Mama selama kuliah membesarkan aku dalam rahimnya hingga kini saatnya melepas aku untuk menjalani perjuangan yang mungkin tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah Mama jalani. Tidak bisa aku sebutkan semuanya karena sungguh tak terhitung jumlahnya semua kenangan itu. Maaf ma, teteh belum bisa membalas semua kebaikan Mama. Maaf teteh masih saja membuat mama sedih atau kesal. Maaf untuk segala maaf yang belum ada perbaikan ke arah lebih baiknya. Kita tidak pernah tau sampai kapan kita bisa bersama. Kita tidak pernah tau sampai kapan kita masih mampu saling memberi dukungan. Tapi yang pasti, besok teteh mau minta izin ma.. Besok teteh mau nikah. Subhanallah. Sungguh waktu berjalan begitu cepat dan jodoh menjemputku begitu awal. Teteh tidak pernah tau sepenuhnya apakah teteh siap atau tidak. Tapi Allah sepertinya memang memberikan jalan untuk mengabari hati bahwa teteh cukup siap untuk menjalani semua ini. Skenario Allah yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Dengan segala  kekurangan teteh, dan dengan sepenuh keridhoan Mama. Izinkan teteh menjadi lebih mandiri lagi ya Ma. Lebih belajar lagi tentang hidup. Lebih bisa mengendalikan diri dan dekat dengan Allah. Terima kasih untuk semua pelajaran, nasihat, dan keteladanan yang Mama berikan. Kasih sayang, motivasi, dan kerja keras yang Mama berikan sehingga teteh bisa menjadi seperti ini. Mama tau? Semua itu yang selalu membuat teteh merasa siap untuk menghadapi hari esok. Hari di mana tanggung jawab akan lebih besar lagi. Hari di mana teteh akan menjadi seperti mama, menjadi istri seorang yang shaleh dan kelak akan menjadi ibu dari cucunya Mama. Hari di mana teteh sudah mulai harus berbagi kebahagiaan dengan keluarga lain selain keluarga kita ini. Maka dari itu, dengan segala cinta, kasih sayang, ucapan maaf dan terima kasih yang tak akan pernah ada habisnya, teteh minta izin Ma.. Doakan teteh biar bisa sehebat Mama, sekuat Mama, dan sesabar Mama menjalani kehidupan rumah tangga. Teteh yakin doa Mama adalah segalanya untuk teteh. Terima kasih ya Mama. Teteh sayaaaang banget sama Mama 🙂

Satu lagi surat untuk Papa.. Surat untuk seorang pria hebat yang telah membesarkan saya hingga saat ini. Papa, setelah tadi teteh mencoba mengingat beberapa kenangan indah teteh bersama Mama. Sekarang izinkan teteh untuk kembali mengingat kenangan indah teteh dengan Papa. Kalau Papa bertanya sejak kapan teteh bisa mengingat kenangan teteh bersama Papa, jujur saja Pa.. bukan di saat-saat Papa sedang berjuang mencari nafkah untuk menghidupi Mama dan janin yang ada di dalamnya. Bukan di saat papa harus kesana kemari berjualan untuk menambah tabungan untuk kelahiran teteh yang Papa sengaja siapkan di klinik terbaik di Buahbatu saat itu. Bukan pada saat Papa mencari permintaan tolong para dosen yang ingin dibuatkan perkerjaan labnya. Bukan pada saat-saat penuh perjuangan itu. Saat-saat di mana justru teteh ingin ada bersama Papa dan menemani Papa untuk belajar dan meringankan beban Papa.

Teteh baru ingat kebersamaan kita ketika Papa selalu meninabobokan teteh dengan ayat-ayat suci Al quran di gendongan Papa. Teteh baru ingat di saat Papa yang selalu memandikan teteh yang baru pulang main dari lapangan pada saat teteh masih TK. Teteh juga masih ingat ketika Papa selalu mengajak teteh ke tempat yang luar biasa saat di Palembang sana. Papa yang selalu mengajak teteh tau dan lebih kenal dengan dunia luar. Papa masih ingat tidak waktu pertama kali teteh diajak shalat berjamaah? Waktu itu Papa membacakan surat Wal Ashr. Dan dengan polosnya teteh menjawab dengan ucapan Wal Papa Wal Mama. Hahaha.. Papa yang mengajari teteh keberanian saat teteh baru belajar berenang. Papa yang mengajari teteh untuk terus mencoba ketika teteh kesulitan belajar bersepeda. Papa yang selalu mengajarkan teteh bahwa hidup itu selalu bisa ketika kita mau terus berjuang dan berusaha.

Kenangan masa kecil yang sangat sangat indah bersama Papa tidak pernah akan teteh lupakan. Hingga beranjak dewasa entah kenapa kita tidak sedekat dulu. Apalagi ketika di keluarga ini sudah ada anggota baru seorang lelaki yang menjadi adik pertamaku. Kebersamaan kita tidak sesering dulu lagi. Mungkin kita tidak sama-sama menyadarinya saat itu.. karena saat itu pun aku sudah asik dengan sahabat-sahabatku. Meski begitu, Papa lah yang selalu menenangkan dan mengingatkan teteh ketika teteh sedang bersitegang dengan Mama. Papa yang selalu mencoba menenangkan suasana meski teteh tau Papa pun sama kesalnya dengan Mama. Papa selalu mengingatkan bahwa ridho orang tua apalagi ibu adalah segalanya. Papa yang selalu mengingatkan tujuan utama hidup itu harus kemana. Meski tidak seperti dulu lagi, tapi teteh masih selalu merasakan perjuangan yang sama, perjuangan yang tidak pernah berubah sejak teteh masih dalam kandungan, perjuangan terbaik papa untuk menyekolahkan teteh di sekolah-sekolah terbaik. Mulai dari TK hingga kuliah saat ini, perjuangan Papa lah yang selalu menjadi motivasi teteh untuk bisa bersekolah di sekolah terbaik. Perjuangan Papa yang tidak pernah kenal lelah. Perjuangan Papa yang membuat Papa tidak pernah memiliki jam tidur yang cukup untuk beristirahat. Dalam hati paling dalam, teteh malu sekali Pa. Teteh belum bisa memberikan yang terbaik. Belum bisa membuat Papa bangga. Belum bisa meringankan beban Papa. Belum bisa membalas semua perjuangan itu. Teteh belum secemerlang Papa ketika Papa kuliah. Teteh belum segigih Papa dalam berjuang. Teteh belum bisa menjadi apa yang Papa inginkan. Masih banyak sebenarnya hal yang belum teteh berikan dan tunjukkan pada Papa.

Paa… meski begitu, beberapa hal yang Papa mungkin belum menyadarinya. Apa yang sudah Papa berikan untuk teteh, selalu teteh ingat. Meskipun belum teteh aplikasikan sepenuhnya tapi semua didikan Papa selama ini sudah menjadi teman yang setia di manapun teteh berada. Papa yang tidak pernah mendidik teteh dengan materi membuat teteh tidak pernah mengeluh bagaimanapun kondisi lingkungan teteh. Papa dan juga Mama selalu bilang kalau materi itu tidak akan selalu setia menemani kita. Maka dari itu, bukan materi yang selama ini teteh kejar. Tapi sayangnya Allah kepada kita itu yang selalu teteh jadikan teman dan terus teteh kejar. Selain itu, Papa yang selalu sederhana menjadikan teteh selalu bisa menerima keadaan. Tidak pernah malu dengan kesederhanaan. Papa selalu mengajarkan teteh bahwa yang penting itu bukan apa yang kita punya, tapi apa yang bisa kita berikan pada yang lain. Bagaimana bahwa hidup itu harus jadi jalan manfaat bukan jalan kesulitan bagi saudaranya. Papa adalah idola teteh. Setinggi apapun prestasi yang sudah papa capai, papa tidak pernah berhenti untuk tetap rendah hati. Papa selalu bangun pagi sekali untuk membantu pekerjaan Mama dan bibi. Papa yang tidak pernah malu menyapu di jalan. Papa yang selalu apik dan mengajarkan teteh untuk menjadikan kebersihan dan kerapihan menjadi suatu kebiasaan. Papa selalu menjadi inspirasi untuk teteh. Papa yang selalu berprestasi di manapun papa berada. Papa dengan dedikasi yang tinggi, papa yang jujur, papa yang pekerja keras, papa yang selalu bertanggung jawab dan memberikan yang terbaik yang papa bisa lakukan untuk semua orang. Papa yang selalu ringan tangan membantu sesama. Papa yang dekat dengan masyarakat. Papa adalah segalanya dalam hidup teteh. Teteh tau, meski dalam diam, pikiran dan hati Papa tetap bekerja. Papa adalah papa paling hebat dalam hidup teteh. Teteh bisa seperti ini semua karena didikan dan kerja keras Papa. Mungkin teteh belum menjadi seorang anak yang dewasa sepenuhnya. Tapi percayalah

Pa.. apa yang sudah Papa berikan selalu teteh ingat dan berusaha teteh amalkan. Hari ini adalah hari terakhir Papa sepenuhnya menjaga teteh. Besok Pa.. besok akan ada pria yang akan sama hebatnya dengan Papa. Pria yang juga akan bertanggung jawab atas apa yang teteh lakukan. Pria yang akan menjaga teteh seperti selama ini Papa menjaga teteh. Pria yang akan menemani teteh belajar seperti Papa sudah menemani teteh belajar selama 21 tahun ini. Maka dari itu, izinkan pria itu untuk mengambil tanggung jawab itu ya Pa. Percayakan teteh pada dia ya Pa.. Besok.. tugas Papa untuk menjaga dan membesarkan teteh sudah akan selesai. Besok, pria itu akan membawa teteh ikut serta dalam putaran dan aturan hidupnya. Ikhlaskan teteh Pa.. Terima kasih sekali untuk semua hal yang sudah Papa berikan sama teteh. Sungguh, hingga kapanpun teteh tidak akan bisa membalasnya. Maaf pula untuk setiap perilaku, ucap kata, atau tindakan yang tidak berkenan di hati Papa. Maaf ya Pa teteh belum bisa menjadi kakak yang baik untuk kedua anak papa yang lain. Teteh masih banyaaaak sekali kekurangannya. Masih banyak hal yang belum teteh lakukan untuk membuat Papa bangga. Tapi Papa harus percaya sama teteh, teteh tidak akan pernah berhenti berusaha. Semoga keputusan teteh untuk menikah muda adalah jalan bagi teteh untuk jauh lebih baik dan menjadi teladan untuk Aa dan Neng.

Doakan teteh ya Pa… Doakan teteh untuk selalu jadi yang terbaik untuk Papa dan keluarga kita. Doakan teteh bisa memberikan cucu yang hebat seperti Papa. Terakhir, teteh sayang Papa. Papa adalah pria terbaik dalam hidup teteh. Pria terhebat dalam hidup teteh. Pria yang selalu teteh banggakan. Pria yang selalu membuat teteh kagum. Pria yang sangat setia dan bertanggung jawab pada keluarganya. Papa adalah pahlawan dalam hidup teteh. Sekali lagi terima kasih Pa.. terima kasih untuk semuanya.

Mama, Papa.. Mungkin itu saja curahan hati teteh. Teteh yakin Mama dan Papa pasti akan selalu mendoakan yang terbaik untuk teteh. Teteh izin mau pamit ya Ma,.. Pa,.. besok teteh mau nikah. Besok teteh akan mengemban tanggung jawab hidup teteh sendiri bareng A Indra. Jodoh itu misteri. Kita sekeluarga sama-sama tidak mengira akan dating secepat ini. Semoga pernikahan teteh sama A Indra jadi pernikahan yang berkah, sakinah, mawadah, dan warahmah.

Terima kasih untuk semua perjuangan Mama dan Papa yang sudah mengantarkan teteh ke gerbang yang indah ini. Gerbang yang di dalamnya ada lautan lepas penuh badai dan angina kencang. Doakan teteh kuat dan sabar yaa.. Mama dan Papa selalu bilang teteh pasti bisa. Iya Ma.. Iya Pa.. teteh pasti bisa! Bismillah :]

 

Ditulis satu bulan sebelum dibacakan, dengan penuh hormat, kasih, sayang dan cinta.

Bandung, 1 September 2010

Teteh.

Bukan Bencana Biasa

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Allahuakbar. Allahuakbar. Allahuakbar.

Allah Maha Besar dengan segala kekuasaanNya. Saat ini, Indonesia lagi diuji oleh bencana yang gak biasa. Gak cuma sekedar kabakaran, kabanjiran, atau tabung gas yang meledak, tapi meletusnya Gunung Merapi, Gempa dan Tsunami di Mentawai, dan Banjir besar di Wasior. Allahuakbar… Ini bukan cuma ujian, bukan hanya itu, tapi ini sebuah peringatan untuk kita semua. Benar-benar peringatan.

Awalnya saya gak terlalu taking care sama semua bencana yang menimpa Indonesia. Saya masih begitu egois dengan segala urusan dan beban yang saya punya sendiri. Makin ke sini, Allah ingin semakin menggertak kita yang gak taking it seriously, termasuk saya. Letusan Merapi semakin parah aja. Kemarin waktu suami nge-tweet kalo Abu udah nyampe ke Tasik, saya udah mulai ngeri, dan hari ini ada info kalo abu udah nyampe Bandung!! Allahuakbar. Sekarang bukan hanya saudara kita yang di Jogja yang harus pake masker, tadi di social network twitter, warga Bandung udah di warning untuk pake masker. Keadaan makin ngeri aja.

Hati saya sekarang udah bener-bener tergetar. Amat sangat tergetar. Saya gak mau mengeluh lagi. Saya gak mau pusing mikirin diri saya sendiri lagi. Ini peringatan. Saya harus berubah.

 

Saya, GA MAU MALES dan MENGELUH lagi. GAK MAU!

 

#PrayForIndonesia

 

taon baruuu..

End Year Moment. Momen Akhir Tahun. Sama aja, cuma di translate doang. Baiklah itu gak penting. Hehe.

Beberapa hal yang penting di akhir tahun adalah merekap kegiatan selama setahun kemarin menjadi sebuah kaleidoskop dan menyusun rencana satu tahun ke depan menjadi sebuah resolusi. Baiklah, loteks… Izinkan gue untuk menjalankan ritual akhir tahun itu.

First, kaleidoskop.

Well. 2009 ini adalah tahun yang cukup jet coaster buat gue. Banyak sekali kebahagiaan begitu pun konflik di 2009 ini. Banyak tertawa dan tentu ada menangisnya pula. Apa saja yang sudah gue dapet untuk 2009 ini? Let me remembering.

  1. Awal tahun gue masih berduka dikarenakan putusnya hubungan gue dengan sang mantan yang sudah gue jalin bertahun-tahun. Terpuruk? Jelas. Tapi Allah sangat sayang dengan gue, He gave me a miracle. 17 Januari 2009 adalah awal gue kenal lebih dekat dengan tunangan gue yang sekarang, ihiiy 🙂 Sejak kenal dia, gue mulai mengenal istilah perfect Saturday. Read those perfect at tomatdancabe!
  2. Mmhh.. apalagi yha? Kalo gak salah di tahun 2009 gue jalan-jalan ke Surabaya! Mengunjungi FKG UNAIR yang wow aje gile!
  3. Teruuss.. untuk ilmu kepanitiaan selama satu tahun ini gue dipercaya menjadi koordinantor humas acara 1day4us JMKI, koordinantor danusnya LKMM, koordinantor acaranya PAB yang IT’S ALREADY WOWWW! (my best ever had event). Ehm, just FYI, acara PAB ini adalah acara yang gue banget. Pertama kali jadi anak acara, konfliknya dahsyat tapi sukseeeeeeeees! Puas banget deh! Dan yang terakhir di tahun ini gue menjadi ketua Mabim. Wow! Cukup hectic yha tahun ini dan ilmunya banyak sekali pasti 🙂
  4. Tahun 2009 gue dapet kesempatan untuk jadi pengisi acaranya DIES EMAS FKG UNPAD yang super dahsyaaaaaaaaaaaaaaaat! Senangnya! Di mana di situ gue ngisi sebagai anggota paduan suara mahasiwa. Wiwiwiwiwi…
  5. Oiya, tahun ini gue kenalan sama semester LIMA! Semester yang paling dahsyat di FKG. Ada banyak praktikum dan tutorial, but now, I’ve been there and I passed it away with smileeee 🙂
  6. Tahun ini pun gue mulai hijrah ke wordpress and absolutely jadi semakin nyandu sama dunia maya. Facebooklah, Twitterlah, Kaskuslah, Goodreadslah, banyaklaaa….
  7. Oiyaaaa, 2009 ini gue sempet ketemu artis lho! Ada Helvy Tiana Rosa dan Tina Talisa 🙂 Arteess bu arteeesss! *kampung*

Eh, banyak kali artis yang gue jadi kenal sama mereka di tahun 2009 ini, apalagi artis nasyid, hahahaha… siap2 ditimpuk Tomat ;p

8. Tahun ini gue punya idola baru, Adhitya Mulya, Ninit Yunita, dan Mbak Ollie

9. Tahun ini gue beli HP baru, hehe.

10. Tahun ini gue punya CDMA baru dari si yayang.

Poin 9 dan 10 sepertinya tidak penting yha? Biarin ah. ;

11. Tahun ini gue gagal jualan pulsa

12. Tahun ini gue gagal menyusun sebuah novel

13. Tahun ini gue gagal hafal juz 30 dan mengkhatamkan tafsir juz

14. Tahun ini gue gagal melahap banyak buku yang udah bedebu di rak buku

15. Tahun ini gue dapat kesempatan ikut seminar internasional yang diadain HI Unpad yang sukses bikin gue mupeng jadi Duta ASEAN

16. Tahun ini gue banyak job nge-MC, hehe. (Ayo ayo yang mau acaranya dibuat heboh sama gue, just call me! at YM yaaa –promo dikit- )

17. Tahun ini adik cowok gue udah SMA dan hijrah ke Bandung

18. Tahun ini gue punya banyak sepupu baru, welcome to the world Jahran, Galih, dan Furqon 🙂

19. Tahun ini emak gue akhirnya selesai ber-S2 ria. Alhamdulillah…

20. Tahun ini gue sempat dirawat di rumah sakit karena Diare Akut.

21. Tahun ini gue mencoba menjadi ketua Tim Sukses Pilpres BEM KEMA FKG, dan menang!

22. Tahun ini gue diamanahi menjadi wakil presiden BEM, dan yang pasti…

23. Tahun ini gue TUNANGAN 🙂 dan banyak pria yang akan dan sudah patah hati, hakhakhakhak… ;p –kidding

Woww! Kalo diinget-inget banyak banget kebahagiaan dan kesuksesan yang sudah gue capai di tahun 2009 ini. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah 😉

Semua ini tiada lain dan tiada bukan karena anugerah dari Allah SWT, doa orang tua, dan support dari teman-teman. Terima kasih yhaaa 😉 –kog jadi kayak malam anugerah pemilihan Cabe terbaik yha? [^^]v

Eniwei, sepertinya banyak sekali hal yang gue alami di tahun 2009 ini yang sebenernya patut dimasukkan ke dalam daftar kaleidoskop akhir tahun. Tapi berhub gue adalah manusia dengan diagnose shorterm memory jadi gue hanya menceritakan yang bener-bener gue inget dan yang cukup membuat gue excited di tahun 2009 ini.

And for second is RESOLUTION!

2 megapixel?

Bukan, bukan resolusi yang itu. Tapi harapan dan target gue selama setahun ke depan itu apa. Apa yha? Mmh.. baiklah, gue akan membuat menjadi lebih simple saja. Biasanya gue kalo buat resolusi suka edun-edunan, dan biasanya hanya berhenti di resolusi saja. Emmm.. jadi, lebih baik kita buat simple saja tapi tercapai semua dan yhaaa I’ll keep making a great pretasyiong tentunya 🙂 Apa itu resolusi simple yang akan gue tempel di dinding kamar? –kebiasaan gue–

  1. Menjadi teteh mentor yang menginspirasi dan bisa jadi teladan
  2. Menjadi mahasiswa dengan IPK 3 koma
  3. Menjadi wapres yang loyal dan professional, dan
  4. Menjadi pengantin yang berbahagia, huhuy!

Kita pending dulu rencana gue untuk menulis novel. Kita pending dulu rencana gue yang bejibun hasil resolusi tahun-tahun sebelumnya. Kita pending dulu. Mari kita, gue sih sebenernya, memfokuskan tahun 2010 untuk 4 hal di atas. Semangat! Semoga Allah selalu memberikan keberkahan dan keridhoannya dalam setiap niat baik ini.

Well. Tiba-tiba ada sms masuk nih,

“Be. Bad news. A gbisa pulang jumat sbtu minggu. Aargh!”

BAIKLAH. Boleh protes atau enggak, mulai tahun ini gue agak kurang suka sama end year moment. Mungkin sudah bisa ditebak alasannya apa. Tapi ya sudahlah, Happy New Year everybody!!!!

my E day ;)

Sudah baca postingan ini sebelumnya?

Iya Alhamdulillah hari Jumat kemarin adalah hari lamarannya gue. Wah guys udah lama gak update tiba-tiba udah lamaran aja nih gue. Baiklah, sebelum memulai postingan ini gue mau konfirmasi ketidakhadiran dulu selama ini, hehe. Akhir-akhir ini gue cukup sibuk setelah yang namanya PEMIRA. Ingatkan gue untuk live report tentang PEMIRA kemarin, karena Alhamdulillah setelah PEMIRA kemarin gue dikasih amanah lebih lanjut. Berhasil memenangkan Deny sebagai Presiden BEM, gue diamanahi jadi wakilnya Deny. Sibuk rapat sana-sini. Sibuk juga dengan kuliahnya karena bertepatan dengan akhir masa semester lima. YIPPIYEYY!

Baiklah back to the topic, lamaran.

Gue cuma mau cerita tentang perjalanan hari itu. Kayak pergi kemana aja cerita perjalanan. ;p

Pagi-pagi banget gue udah bangun. Yeah! Here this time, my E day! Langsung shalat. Beres2. Angkat2 barang. Pindah2in barang dan menyiapkan semuanya. Unfortunately, jam 7 pagi maag gue kambuh dan sepertinya gejala masuk angin mulai menyerang, Hadooohhh.. Ada-ada aja dah. Nenek tersayang langsung sigap mengoles-oles badan gue dengan minyak antah berantahnya. Bau dan panasnya dahsyat bookkk! Ga lagi-lagi deh T.T

Emak gue pun langsung menelp tukang pijit untuk menangani gejala masuk angin gue. Dipijitlah gue dengan hantaman sendawa yang gak berhenti berhenti. Gileeee masuk angin sekota kali yha gueeee…. Perasaan semalem gak kemana-mana. Entahlah, tegang kali yha. Hahahaha.

Akhirnya setelah sesi pemijatan itu gue sukses lemas tak berdaya dan tertidur sampai siang hari. Sekitar jam 2 siang tamu dari pihak keluarga udah mulai dateng. Emak gue sebagai danlap hari H sigap banget menyiapkan detik-detik menuju lamaran. Jam3 my beloved bestfriend dateng. My bridesmaid, Risma Putri. Gue mandi dan bersiap do some treatment. Jam set4 gue ke salon Prabasarira. Salon dengan nuansa etnik di sudut kota Cianjur siap memanjakan gue dengan layanan creambath dan manicure serta pedicurenya. Gue bersama Risma sempet foto-foto di sini tapi fotonya private yha guys, ya eyalaaa.

Jam 5 sore lebih dikit perawatan kecil2an itu selesai. Gue dan Risma bersiap ke salon berikutnya. Nina Salon. Salon yang waktu gue perpisahan SMP mendandani gue. Setengah mati nih cari ini salon. Secara gue orangnya gak percayaan. Kalo kata Risma, gue gak akan pake juru rias kalo dia belum pernah ngemake-up-in gue atau gue udah pernah liat hasil make-up-annya. Dan yha, Nina Salon did her best job! Jam 6 lebih gue kelar didandanin dengan cantiknya. Cantik banget kalo kata Tomat, my fiancée. Hehe.

Ada sedikit trouble di sini. Cianjur dilanda ujan gede banget. Membuat mobilitas agak terhambat. dan huaaa gue cukup telat balik ke rumah. Emak gue udah mencak-mencak. Tamu udah banyak yang dateng dan gue masih di luar. Maaf yhaaa T.T

Gue nyampe rumah. Dan semua pangling melihat gue. Waww, you did perfectly, Bu Nina! Gak lama setelah gue sampe di rumah. Mas Tomat dan keluarga juga tiba. Momennya pas ;p

Persiapan bentar dan acara dimulai. Tegang bangeeeeeeeeeeeeetttt!!! Gue gak bisa diem. Bolak-balik di kamar dan keringetan. Hoaaaaa… kalian akan merasakannya. Gue gak bisa menjelaskan lewat kata-kata untuk bagian yang ini. Campur aduk! Setelah beberapa susunan acara akhirnya gue disuruh keluar, eng ing eng!!!

Semakin lah gue tegang. Tegang. Tegang. Dan tegang.

Gue duduk sebelah bokap gue. Dan di depan gue, Tomat. Hufff..

Gue ditanya.

“Leres neng ieu nu namina Indra teh?” -betul neng ini yang namanya Indra?-

Senyum-senyum. Ketawa kecil gak kontrol dan bilang, Muhun… -iya-

Tegang. Tegang, dan tegang. Ditambah tremor.

Pertanyaan berikutnya:

“Ari neng tos aya nu ngagaduhan teu acan?” –Neng udah ada yang punya belum?”

Heuu.

“Teu acan” –belum-

Ini menandakan bahwa, baiklah Indra… feel free to engaged this cutie girl, ahahaha..

Kan kalo udah ada yang ngelamar sebelumnya udah gak boleh. Iya tho? Akhirnya prosesi khitbah, lamaran, atau apapun itu namanya berjalan seiring setelah dua pertanyaan sakral itu. Bundanya dia memasukkan cincin ke jari manis tangan kiri gue sebagai simbol pengikat.

Huaaa… undescribeable deh. Saking tegangnya gue buyar banget. Pokoknya seinget gue setelah itu acara berikutnya adalah ramah tamah alias saling kenalan, makan-makan, salam-salaman, dan photo-photo..

Banyak saudara yang dateng dan teman juga ada yang dateng, seneng banget! Special thanks to Risma, Atha, Imbi, Icha, Sari, Jaja, Ibnu, dan Shaliha beserta keluarga yang menyangka ini adalah pesta pernikahan. Haha…

Aduh banyak banget sebenernya yang ingin gue ceritain tentang hari penuh kebahagiaan ini. Tapi, ini masih semi final. Gebet terus update-an nya.. Insya Allah acara yang lebih sakral lagi secepatnya 🙂

Terima kasih semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!

And for the last, welcome engaged ring to my sweet finger 😉

katanya :: Hari Blogger Nasional

Hari ini gue gak kuliah karena kesiangan. Anak rajin.

Alternatif lain selain kuliah adalah ONLINE. Tetep dapet ilmu dan tetep dapet info. Anak cerdas.

Okeii, katanya hari ini hari blogger nasional yhaa? Wow! Selamet yeeee.. Semoga para blogger semakin berjaya, cerdas, tangkas, dan cadas! Gue adalah blogger yang aktif sejak zaman SMA (2006), which is itu sekitar 3 tahun lalu lah. Mulai dari blog di friendster, nyoba bikin di blogspot, di wordpress, dan yha sekarang gue punya 3 blog yang harus gue kasi makan secara berkala. Blog tukang lotek, tomatdancabe, dan ceplasceplos mahasiswa.

Gue sangat cinta blogging, CINTA BANGET! Blogging, blogwalking, everything about blog deh! Kegiatan ini bikin gue lupa sama semua hal. Sama bete, karena dengan nulis via blog gue bisa ngumpat sesuka hati gue. Sama kangen, karena dengan nulis via blog gue bisa mengungkapkan kangen yang entah harus diapakan kalo lagi dateng.  Kegiatan blog juga bisa nambah temen, ilmu, dan pengalaman. Dulu waktu awal gue blogging, yang baca cuma temen doang, itu juga cuma satu, si Neng Risma. Sekarang? Banyak! Mmmh, ga bisa dibilang banyak sih.. Tapi dari data statistik yang terekam secara otomatis di wordpress ini, seharinya blog gue bisa dikunjungi oleh 41 pembaca. WOW! Lumayan kaaan. Yha walaupun gak semua leaving footstep tapi it doesn’t matter. Gue nulis cuma buat nyampah doang. Syukur2 sampah gue di dunia maya ini bisa dijadikan inspirasi buat semua.

Kalo Raditya Dika punya niat ingin menghibur pembaca ketika mereka  baca tulisan dia, gue pengen setiap pembaca yang baca postingan gue, abis baca mereka jadi tambah semangat. Even tulisan gue isinya cuma umpatan doang, hehehe..  Everything I do, I do it for BLOG deh!

Nah. coba kita tengok blog zaman purba gue dulu, boleh dibaca deh posting perdana gue di sini. Haha.. sangat gadis lugu. Gue tuh dulu waktu zaman SMA, akhwat shaleha deh. Gak ngerti kenapa sekarang jadi begini ^^ Dulu gue lebih suka nulis puisi daripada sebuah narasi. Mau liat contoh puisi jadul gue? Klik aja ini. Sebentar, puisinya lucu juga. I said purnama in this poem but the story about a doctor, hmmm… atau mungkin yang ini, di saat gue baru putus dari si mantan, hahaha.. so jadul.

Wah jadi asik nostalgia ginih ^^ Ada juga posting-an gue zaman jadi mahasiwa baru di fkg. Dan masih banyak lagi postingan zama purba yang bikin gue geli sendiri bacanya, bocah banget. Hehehe..

However… gue gakan pernah berhenti ngeBLOG, big promise =)

Semoga aja menjadi blogger bisa dijadikan karir yang menggenapkan kesuksesan gue sebagai dokter gigi. Amiin. Be a blogger is a little step to be an author and keynote speaker *My big dreams*

Selamat datang untuk para blogger muda, dan para blogwalker muda.. Welcome to these amazing world! Jamin deh gakan bosen! For the last, SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL! Keep JAYA!

-tukang lotek-

my Tomat

hay loteks…

Selamat pagi. *lebih tepatnya* Selamat pagi BANGET. Yahaa, ini udah jam 2 pagi dan gue masih aja anteng online, klik sana klik sini baca blog ini baca blog ana.. Gue belum mau tidur. Gue masih kangen. Kangen sama dia. Hehe. Padahal tadi baru aja kita tilpun tilpunan tapi masih kangeeeeeeeeeeeenn..

He’s sleeping now and i hope he’s dreaming my self in his sleep, hahaha…

Tom, You’re always make me laugh and cry. Laugh when i heard ur smart jokes and cry when ur jokes is soooo GARING! Hahaha… I called u Tomat my boy, cuz u are asem asem seger gimanaaa gitu. You always cheer me up when I feel so down. You can make my reddy eye when ngantuk menyerang jadi seger kembali *kalo lagi gak cape banget tapinya*

You make my day is so simple for me to passed it away. You make everything seems wonderful. And for all the things that you’ve made for me, thx yhaa my wonderboy. I hope you can be my last. My soul. My partner. and My great musician =) I’ll always love u just the way you are …

Gudnite. and Sliptite. Hoooooaaahhmmm…

*Did i say “Selamat pagi” in beginning of the post?*