Serius nih mau Nikah Muda?

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Halohalohalooo..

Mentemen, adakah di sini yang kepengan Nikah Muda? Serius nih mau Nikah Muda? Udah tau konsekuensinya seperti apa?

Emmm.. oke deh, sebagai pelaku Nikah Muda, nih ah.. saya cerita sedikit tentang lika-liku Nikah Muda. Cekibroot!

Menikah itu adalah suatu perjanjian suci yang besaaaar sekali tanggung jawabnya. Perjanjian besar di hadapan Tuhan. Dulu sih sebelum nikah cuma tau dari definisinya aja dan setelah menjalaninya.. Subhanallah… bener-bener perjanjian besar! Bukan sekedar aku suka kamu, kamu suka aku, yuk kita nikah. Jauh jauuuuh sekali dari romansa itu.

Continue reading

LONG TIME NO WRITE!!!

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum warrahmatullahiwabarakatuh duluuuurrr!!

Ah kangen kangen kangennnn!!

Sudah lama saya tidak meracau dan berbagi opini sama dunia mayaaa.. Apa kabar kaliaannn?? Semoga sedang dalam kondisi sehat, semangat, dan sejahtera. Amiin…

Wah bingung nih si sayah mau nulis apa. Too many story to share!!!!! Mulai dari pengalaman-pengalaman unik selama jadi koass, ilmu-ilmu baru di dunia perekonomian, fenomena2 di Indonesia yang bikin gatel pengen kasih opini, percakapan-percakapan bodoh antara suami istri (as usual),sampe turun naiknya motivasi dan semangat saya. Banyak banget!!!

Sebentar.. pelan-pelan ah.. jangan seradak-seruduk.. cerita apa dulu ya emmm.. Saya mau cerita tentang ilmu ekonomi aja deh yaaa..

Suami saya teh lulusan ekonomi dan dia adalah salah satu lulusan ekonomi yang sangat concern dengan financial planning. Suami saya ”agak beruntung” dipertemukan dengan istri yang samaaaaa sekali gak ngerti ekonomi. Boro-boro ngerti ekonomi dehhh.. Punya skill nabung aja gak, hahaha.. Pernah sih nabung tapi duluuu banget waktu masih belum sekolah, waktu ingus masih dilap pake baju maen (agak jorok yaa analoginya, padahal kenyataannya saya gak pernah gitu waktu kecil). Saya nabung buat beli sepeda. Itu aja. Sampe sekarang susaaaah banget mau nabung. Parah kan yaa? Kalian bisa membayangkan ”seru” nya rumah tangga kami yang diisi oleh dua latar belakang yang berbeda. Suami yang ngerti ekonomi dan istri yang cuma tau krim ekonomi itu apa, hahahaha..

Menikah dengan Om Indra ternyata dapet bonus kuliah gratis tentang Ekonomi seumur hidup! Allah baik banget ya? Saya jadi ga usah ngambil dual degree untuk ngerti ekonomi 🙂 hehehehe..

Sekarang bacaan saya udah mulai melebar, dulu biasanya baca buku-buku motivasi dan novel, sekarang udah mulai baca buku ekonomi, yang ringan-ringan tentunya… yang untuk kalangan awam seperti saya. Buku yang bisa mengenalkan dengan simple bahwa krim ekonomi itu berbeda dengan ilmu ekonomi, jauuuhhh berbeda *ya eyaalaaaa*

Jadi inget dulu sebelum nikah sebenernya Om Indra udah kasih intro tentang dunia ekonomi tapi saya cuma iya-iya aja. Butuh waktu 6bulan lebih buat saya untuk ngerti apa maksud dari obrolan waktu awal-awal nikah hihihihi.. kenapa harus ada rencana keuangan, apa itu investasi, jenis-jenis investasi, pentingnya investasi, daaann semuanya yang berbau ekonomi… Sampe kadang suka olab juga 😀 (olab means muntah in Sundanese :P) Okei, saya sendiri belum bisa sepenuhnya mempraktekkan dengan sangat disiplin apa aja yang sudah saya pelajari dari suami, sulit cyiiiinnn. Kebiasaan hidup yang sudah mendarah daging itu sulit untuk direkontruksi ulang. Butuh perjuangan dan alhamdulillah suami saya sabaaaar banget ^^ (loveuloveu).

Nah, sejauh ini sih saya udah mulai mengerti apa itu rencana keuangan, gimana cara ngolahnya, bagaimana memilahnya biar bisa jadi aset yang ”jadi” dan modal berinvestasi, jenis2 investasi itu apa aja, resikonya gimana dan cara maeninnya gimana. Cuma sebatas teori looo saya baru ngertinya.. dan itu butuh waktu 6bulan!! Agak lemot yaa sayaa.. hehehe 😀 tapi ternyata seru sekali 😀 Sebagai wanita yang sudah mendapat jabatan ibu negara alias ibu rumah tangga, maluuu banget rasanya kalo gak ngerti yang beginian. Seneng rasanya ketika saya gak usah cari financial planner independen dan bayar mereka untuk ngatur cashflow saya, saya bisa belajar sendiri dan itu gampang kok 😉

Jadi kalo nanti ada orang ngajak ngobrol tentang dunia ekonomi, dikit-dikit saya ngerti lah, huhuyyy…

Ilmu ekonomi yang saya dapet selain dari suami, kemarin saya ikut Sanlat Investasi Syariah juga sama Om Ahmad Gozali, dan sekarang lagi baca bukunya Teh Ligwina Hananto =) lagi semangat banget cari tau dan sekarang udah mulai gak olab kalo dikasih nutrisi ilmu sama suami, karena udah nyetel di otak 😀 doain aja semoga saya jadi manusia yang lebih berguna dan bermanfaat buat sekitar, bangsa, negara dan agama. Doain semoga harta yang saya dan suami kelola dalam rumah tangga nilainya berkah…

Pentingnya kita ngerti rencana keuangan dan investasi itu kehidupan kita akan lebih baik, lebih tenang, dan insya Allah semakin royal sedekahnya =) Orang Islam itu wajib kaya kan yaa?

Ah udah segitu aja dulu… saya gak mau banyak ngomong dulu karena saya juga masih di titik nol di bidang ini, belum ada apa-apanya. Baru dapet bekal dan baru mau jalan.. Saya dan suami sepakat kalo belajar ilmu keuangan itu mutlak hukumnya. Bukan cuma untuk kehidupan rumah tangga kita aja, tapi untuk sesama juga… Kita hidup di dunia ini kan memang jobdesknya menjadi manfaat untuk orang lain.

Satu hal yang bisa saya petik hikmahnya dari perjalanan belajar yang satu ini, manusia itu gak punya batas. Hanya Allah dan aturanNya yang berhak memberikan kita batas. Maksudnya apa? Saya dan suami sepakat untuk gak menutup diri dengan ilmu yang ada. Meskipun dunia kerja saya yang utama adalah jadi dokter gigi, gak ada alasan untuk saya gak mempelajari hal lain selain kedokteran gigi. Ilmu Allah itu Maha Luas.. Sayang kan ya kalo hidup hanya mereguk setitik kecil dari apa yang Allah sudah berikan kepada kita. Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, kita gak punya batas! Hanya Allah dan aturanNya yang membatasi ruang gerak kita. Selama tidak berbenturan dengan syariah Islam, kita bebas berlari kemanapun kita mau…

Okeiiii, tetap semangat, tetap bergerak.. Naik turun spirit itu biasa.. Satu hal yang gak boleh itu, ber-hen-ti dan merasa gak mampu. Jangan pernah mengecilkan kemampuan diri kita sendiri, nanti Yang Menciptakan kita marah 😀

Bersyukur harus, tapi bersyukur yang salah kaprah kadang membuat kita melakukan pembenaran untuk merasa puas dengan apa yang ada dan tidak berani melangkah lebih jauh dari kapasitas yang kita punya. Quran sudah menuliskan bahwa kita hidup di dunia ini sebagai khalifah. Hidup bukan untuk diri sendiri, tapi untuk orang lain juga. Sangat banyak PR ke-khalifah-an yang harus kita tunaikan jadiiii jangan pernah diam, karena diam itu mematikan..

Oiyaa, satu lagi satu lagiii… ternyata untuk berkecimpung di dunia investasi itu gak harus punya duit jutaan loh.. Ratusan ribu juga bisa. Kok bisa? ya bisaa lah, ada ilmunya kokkk 🙂

Sebuah tulisan untuk diri sendiri sebenernya :DD semoga tetap bisa jadi manfaat untuk teman-temin yaaaa… Maaff kalo ada salah pemilihan kata, pemilihan opini, pemilihan topik, atau mungkin pemilihan media publikasi.

Love in the air for you guysss!!

Wassalamu’alaikum wr wb…

-@achiisurachii-

the letters of memory

Atas permintaan Neng Risma Putri, saya posting-kan tulisan saya untuk Mama dan Papa. Tulisan ini adalah tulisan yang saya bacain pas pengajian nikahan saya 1 Oktober kemarin. Semoga bermanfaat 🙂

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Mama, teteh awali semua ini dengan cinta. Cinta tulus seorang anak kepada ibunya yang mungkin tak seberapa. Mama, izinkan aku mencoba mengingat beberapa kenangan indah dan penuh manfaat 21 tahun ke belakang. Mama, mungkin aku tak akan pernah ingat ketika aku dibesarkan dalam kandunganmu yang penuh kasih itu. Aku tak akan ingat saat-saat di mana engkau berpeluh keringat melahirkanku di klinik itu. Aku tak akan bisa mengingatnya.

Tapi aku sudah mulai bisa mengingat ketika Mama selalu menjagaku di pelabuhan antara Jawa dan Sumatra. Mama yang tak pernah menolak ketika kuminta dibelikan popmie di kapal laut penuh kenangan itu. Aku sudah bisa mengingat Ma, ketika Mama selalu mengajakku penuh semangat ke tempat wisata ketika aku kecil. Sungguh Mama, aku saat itu sangat bahagia. Hingga sampai saat ini pun aku tak tau harus membalas kebahagiaan yang kau berikan saat itu dengan apa. Mama, ingat tidak ketika kelas 3 SD aku tidak masuk rangking 5 besar? Aku menagis sejadinya. Dan tubuhmu yang penuh kasih begitu erat mendekapku hangat. Sejak saat itu aku selalu ingat bahwa perjuangan itu tak pernah ada akhirnya. Kau tau, Bisikan semangatmu masih terasa hingga saat ini.

Mama, aku juga masih ingat pertengkaran-pertangkaran kita ketika aku sudah mulai beranjak besar. Ketika aku hanya mementingkan inginku sendiri tanpa menghiraukan nasihatmu. Aku dengan dunia remajaku yang selalu membuatmu risau. Ah sepertinya tak perlu kusebutkan satu persatu kenakalan apa saja yang telah membuatmu menangis banyak. Sungguh mama.. meskipun aku menyesal tak terkira, bagiku itu adalah masa terindah di mana aku menjadi banyak belajar tentang hidup, cinta sejati, dan kasih sayangmu yang tak ada batasnya.

Duhai engkau bidadari hatiku, hanya Allah yang begitu hebat telah mengukir cinta di hatimu. Menambahkan kesabaran yang tak pernah habisnya di kotak hati itu. Apapun kenakalan yang telah membuatmu kecewa, kau tetap bersemangat mencintaiku. Tak pernah berhenti mencintaiku. Hingga ketika aku beranjak semakin dewasa aku selalu berusaha untuk memperbaiki semua. Semakin memahami bahwa nasihatmu adalah kunci berkahnya hidupku. Meski mungkin teteh terlihat cuek dan sangat santai menanggapi nasihat Mama tapi Mama harus tau bahwa aku selalu berusaha menjadi anak perempuan yang baik dan menjadi kakak sulung yang baik untuk 2 adikku. Perjuangan itu berat Ma.. Menjadi semakin baik itu ternyata sulit Ma.. Namun doamu selalu menjadi kekuatan bagiku. Teladanmu selalu menjadi semangat di setiap pagiku. Mama yang tak pernah melewatkan sepertiga malammu. Mama yang tidak pernah terdengar hening di setiap pagi karena syahdunya alunan mengaji. Mama yang mengatur awal hari dengan sigap. Mama yang meski lelah pulang bekerja tapi tetap ada untuk memenuhi keinginan anak-anaknya. Mama yang selalu membuat aku rindu untuk pulang ke rumah meski Mama tak tau itu…

Kini sudah 21 tahun berlalu dengan segala kenangan indah bersama Mama.. Sungguh tak terasa. Perjuangan Mama selama kuliah membesarkan aku dalam rahimnya hingga kini saatnya melepas aku untuk menjalani perjuangan yang mungkin tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah Mama jalani. Tidak bisa aku sebutkan semuanya karena sungguh tak terhitung jumlahnya semua kenangan itu. Maaf ma, teteh belum bisa membalas semua kebaikan Mama. Maaf teteh masih saja membuat mama sedih atau kesal. Maaf untuk segala maaf yang belum ada perbaikan ke arah lebih baiknya. Kita tidak pernah tau sampai kapan kita bisa bersama. Kita tidak pernah tau sampai kapan kita masih mampu saling memberi dukungan. Tapi yang pasti, besok teteh mau minta izin ma.. Besok teteh mau nikah. Subhanallah. Sungguh waktu berjalan begitu cepat dan jodoh menjemputku begitu awal. Teteh tidak pernah tau sepenuhnya apakah teteh siap atau tidak. Tapi Allah sepertinya memang memberikan jalan untuk mengabari hati bahwa teteh cukup siap untuk menjalani semua ini. Skenario Allah yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Dengan segala  kekurangan teteh, dan dengan sepenuh keridhoan Mama. Izinkan teteh menjadi lebih mandiri lagi ya Ma. Lebih belajar lagi tentang hidup. Lebih bisa mengendalikan diri dan dekat dengan Allah. Terima kasih untuk semua pelajaran, nasihat, dan keteladanan yang Mama berikan. Kasih sayang, motivasi, dan kerja keras yang Mama berikan sehingga teteh bisa menjadi seperti ini. Mama tau? Semua itu yang selalu membuat teteh merasa siap untuk menghadapi hari esok. Hari di mana tanggung jawab akan lebih besar lagi. Hari di mana teteh akan menjadi seperti mama, menjadi istri seorang yang shaleh dan kelak akan menjadi ibu dari cucunya Mama. Hari di mana teteh sudah mulai harus berbagi kebahagiaan dengan keluarga lain selain keluarga kita ini. Maka dari itu, dengan segala cinta, kasih sayang, ucapan maaf dan terima kasih yang tak akan pernah ada habisnya, teteh minta izin Ma.. Doakan teteh biar bisa sehebat Mama, sekuat Mama, dan sesabar Mama menjalani kehidupan rumah tangga. Teteh yakin doa Mama adalah segalanya untuk teteh. Terima kasih ya Mama. Teteh sayaaaang banget sama Mama 🙂

Satu lagi surat untuk Papa.. Surat untuk seorang pria hebat yang telah membesarkan saya hingga saat ini. Papa, setelah tadi teteh mencoba mengingat beberapa kenangan indah teteh bersama Mama. Sekarang izinkan teteh untuk kembali mengingat kenangan indah teteh dengan Papa. Kalau Papa bertanya sejak kapan teteh bisa mengingat kenangan teteh bersama Papa, jujur saja Pa.. bukan di saat-saat Papa sedang berjuang mencari nafkah untuk menghidupi Mama dan janin yang ada di dalamnya. Bukan di saat papa harus kesana kemari berjualan untuk menambah tabungan untuk kelahiran teteh yang Papa sengaja siapkan di klinik terbaik di Buahbatu saat itu. Bukan pada saat Papa mencari permintaan tolong para dosen yang ingin dibuatkan perkerjaan labnya. Bukan pada saat-saat penuh perjuangan itu. Saat-saat di mana justru teteh ingin ada bersama Papa dan menemani Papa untuk belajar dan meringankan beban Papa.

Teteh baru ingat kebersamaan kita ketika Papa selalu meninabobokan teteh dengan ayat-ayat suci Al quran di gendongan Papa. Teteh baru ingat di saat Papa yang selalu memandikan teteh yang baru pulang main dari lapangan pada saat teteh masih TK. Teteh juga masih ingat ketika Papa selalu mengajak teteh ke tempat yang luar biasa saat di Palembang sana. Papa yang selalu mengajak teteh tau dan lebih kenal dengan dunia luar. Papa masih ingat tidak waktu pertama kali teteh diajak shalat berjamaah? Waktu itu Papa membacakan surat Wal Ashr. Dan dengan polosnya teteh menjawab dengan ucapan Wal Papa Wal Mama. Hahaha.. Papa yang mengajari teteh keberanian saat teteh baru belajar berenang. Papa yang mengajari teteh untuk terus mencoba ketika teteh kesulitan belajar bersepeda. Papa yang selalu mengajarkan teteh bahwa hidup itu selalu bisa ketika kita mau terus berjuang dan berusaha.

Kenangan masa kecil yang sangat sangat indah bersama Papa tidak pernah akan teteh lupakan. Hingga beranjak dewasa entah kenapa kita tidak sedekat dulu. Apalagi ketika di keluarga ini sudah ada anggota baru seorang lelaki yang menjadi adik pertamaku. Kebersamaan kita tidak sesering dulu lagi. Mungkin kita tidak sama-sama menyadarinya saat itu.. karena saat itu pun aku sudah asik dengan sahabat-sahabatku. Meski begitu, Papa lah yang selalu menenangkan dan mengingatkan teteh ketika teteh sedang bersitegang dengan Mama. Papa yang selalu mencoba menenangkan suasana meski teteh tau Papa pun sama kesalnya dengan Mama. Papa selalu mengingatkan bahwa ridho orang tua apalagi ibu adalah segalanya. Papa yang selalu mengingatkan tujuan utama hidup itu harus kemana. Meski tidak seperti dulu lagi, tapi teteh masih selalu merasakan perjuangan yang sama, perjuangan yang tidak pernah berubah sejak teteh masih dalam kandungan, perjuangan terbaik papa untuk menyekolahkan teteh di sekolah-sekolah terbaik. Mulai dari TK hingga kuliah saat ini, perjuangan Papa lah yang selalu menjadi motivasi teteh untuk bisa bersekolah di sekolah terbaik. Perjuangan Papa yang tidak pernah kenal lelah. Perjuangan Papa yang membuat Papa tidak pernah memiliki jam tidur yang cukup untuk beristirahat. Dalam hati paling dalam, teteh malu sekali Pa. Teteh belum bisa memberikan yang terbaik. Belum bisa membuat Papa bangga. Belum bisa meringankan beban Papa. Belum bisa membalas semua perjuangan itu. Teteh belum secemerlang Papa ketika Papa kuliah. Teteh belum segigih Papa dalam berjuang. Teteh belum bisa menjadi apa yang Papa inginkan. Masih banyak sebenarnya hal yang belum teteh berikan dan tunjukkan pada Papa.

Paa… meski begitu, beberapa hal yang Papa mungkin belum menyadarinya. Apa yang sudah Papa berikan untuk teteh, selalu teteh ingat. Meskipun belum teteh aplikasikan sepenuhnya tapi semua didikan Papa selama ini sudah menjadi teman yang setia di manapun teteh berada. Papa yang tidak pernah mendidik teteh dengan materi membuat teteh tidak pernah mengeluh bagaimanapun kondisi lingkungan teteh. Papa dan juga Mama selalu bilang kalau materi itu tidak akan selalu setia menemani kita. Maka dari itu, bukan materi yang selama ini teteh kejar. Tapi sayangnya Allah kepada kita itu yang selalu teteh jadikan teman dan terus teteh kejar. Selain itu, Papa yang selalu sederhana menjadikan teteh selalu bisa menerima keadaan. Tidak pernah malu dengan kesederhanaan. Papa selalu mengajarkan teteh bahwa yang penting itu bukan apa yang kita punya, tapi apa yang bisa kita berikan pada yang lain. Bagaimana bahwa hidup itu harus jadi jalan manfaat bukan jalan kesulitan bagi saudaranya. Papa adalah idola teteh. Setinggi apapun prestasi yang sudah papa capai, papa tidak pernah berhenti untuk tetap rendah hati. Papa selalu bangun pagi sekali untuk membantu pekerjaan Mama dan bibi. Papa yang tidak pernah malu menyapu di jalan. Papa yang selalu apik dan mengajarkan teteh untuk menjadikan kebersihan dan kerapihan menjadi suatu kebiasaan. Papa selalu menjadi inspirasi untuk teteh. Papa yang selalu berprestasi di manapun papa berada. Papa dengan dedikasi yang tinggi, papa yang jujur, papa yang pekerja keras, papa yang selalu bertanggung jawab dan memberikan yang terbaik yang papa bisa lakukan untuk semua orang. Papa yang selalu ringan tangan membantu sesama. Papa yang dekat dengan masyarakat. Papa adalah segalanya dalam hidup teteh. Teteh tau, meski dalam diam, pikiran dan hati Papa tetap bekerja. Papa adalah papa paling hebat dalam hidup teteh. Teteh bisa seperti ini semua karena didikan dan kerja keras Papa. Mungkin teteh belum menjadi seorang anak yang dewasa sepenuhnya. Tapi percayalah

Pa.. apa yang sudah Papa berikan selalu teteh ingat dan berusaha teteh amalkan. Hari ini adalah hari terakhir Papa sepenuhnya menjaga teteh. Besok Pa.. besok akan ada pria yang akan sama hebatnya dengan Papa. Pria yang juga akan bertanggung jawab atas apa yang teteh lakukan. Pria yang akan menjaga teteh seperti selama ini Papa menjaga teteh. Pria yang akan menemani teteh belajar seperti Papa sudah menemani teteh belajar selama 21 tahun ini. Maka dari itu, izinkan pria itu untuk mengambil tanggung jawab itu ya Pa. Percayakan teteh pada dia ya Pa.. Besok.. tugas Papa untuk menjaga dan membesarkan teteh sudah akan selesai. Besok, pria itu akan membawa teteh ikut serta dalam putaran dan aturan hidupnya. Ikhlaskan teteh Pa.. Terima kasih sekali untuk semua hal yang sudah Papa berikan sama teteh. Sungguh, hingga kapanpun teteh tidak akan bisa membalasnya. Maaf pula untuk setiap perilaku, ucap kata, atau tindakan yang tidak berkenan di hati Papa. Maaf ya Pa teteh belum bisa menjadi kakak yang baik untuk kedua anak papa yang lain. Teteh masih banyaaaak sekali kekurangannya. Masih banyak hal yang belum teteh lakukan untuk membuat Papa bangga. Tapi Papa harus percaya sama teteh, teteh tidak akan pernah berhenti berusaha. Semoga keputusan teteh untuk menikah muda adalah jalan bagi teteh untuk jauh lebih baik dan menjadi teladan untuk Aa dan Neng.

Doakan teteh ya Pa… Doakan teteh untuk selalu jadi yang terbaik untuk Papa dan keluarga kita. Doakan teteh bisa memberikan cucu yang hebat seperti Papa. Terakhir, teteh sayang Papa. Papa adalah pria terbaik dalam hidup teteh. Pria terhebat dalam hidup teteh. Pria yang selalu teteh banggakan. Pria yang selalu membuat teteh kagum. Pria yang sangat setia dan bertanggung jawab pada keluarganya. Papa adalah pahlawan dalam hidup teteh. Sekali lagi terima kasih Pa.. terima kasih untuk semuanya.

Mama, Papa.. Mungkin itu saja curahan hati teteh. Teteh yakin Mama dan Papa pasti akan selalu mendoakan yang terbaik untuk teteh. Teteh izin mau pamit ya Ma,.. Pa,.. besok teteh mau nikah. Besok teteh akan mengemban tanggung jawab hidup teteh sendiri bareng A Indra. Jodoh itu misteri. Kita sekeluarga sama-sama tidak mengira akan dating secepat ini. Semoga pernikahan teteh sama A Indra jadi pernikahan yang berkah, sakinah, mawadah, dan warahmah.

Terima kasih untuk semua perjuangan Mama dan Papa yang sudah mengantarkan teteh ke gerbang yang indah ini. Gerbang yang di dalamnya ada lautan lepas penuh badai dan angina kencang. Doakan teteh kuat dan sabar yaa.. Mama dan Papa selalu bilang teteh pasti bisa. Iya Ma.. Iya Pa.. teteh pasti bisa! Bismillah :]

 

Ditulis satu bulan sebelum dibacakan, dengan penuh hormat, kasih, sayang dan cinta.

Bandung, 1 September 2010

Teteh.

Bukan Bencana Biasa

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Allahuakbar. Allahuakbar. Allahuakbar.

Allah Maha Besar dengan segala kekuasaanNya. Saat ini, Indonesia lagi diuji oleh bencana yang gak biasa. Gak cuma sekedar kabakaran, kabanjiran, atau tabung gas yang meledak, tapi meletusnya Gunung Merapi, Gempa dan Tsunami di Mentawai, dan Banjir besar di Wasior. Allahuakbar… Ini bukan cuma ujian, bukan hanya itu, tapi ini sebuah peringatan untuk kita semua. Benar-benar peringatan.

Awalnya saya gak terlalu taking care sama semua bencana yang menimpa Indonesia. Saya masih begitu egois dengan segala urusan dan beban yang saya punya sendiri. Makin ke sini, Allah ingin semakin menggertak kita yang gak taking it seriously, termasuk saya. Letusan Merapi semakin parah aja. Kemarin waktu suami nge-tweet kalo Abu udah nyampe ke Tasik, saya udah mulai ngeri, dan hari ini ada info kalo abu udah nyampe Bandung!! Allahuakbar. Sekarang bukan hanya saudara kita yang di Jogja yang harus pake masker, tadi di social network twitter, warga Bandung udah di warning untuk pake masker. Keadaan makin ngeri aja.

Hati saya sekarang udah bener-bener tergetar. Amat sangat tergetar. Saya gak mau mengeluh lagi. Saya gak mau pusing mikirin diri saya sendiri lagi. Ini peringatan. Saya harus berubah.

 

Saya, GA MAU MALES dan MENGELUH lagi. GAK MAU!

 

#PrayForIndonesia

 

saya galau lau lau lau…

Malem ini saya lagi nyantei banget. Banyak hal yang bisa saya lakukan. Asli santei abis. Biasanya nih ya saya disibukkan oleh kegiatan mengangkat telepon dan menjawab pertanyaan para klien di mana itu sebenernya bohong. Haha.

Saya malam ini sedang galau. Galau kenapakah? Galau karena dosen jaga bagian Konservasi Gigi hari ini drg. Buddy. Err.. Si ganteng yang menawan dan wangi itu hari ini cukup sering menghampiri saya. Bikin saya lupa kalo saya sudah bersuamikan Aa Indra yang sebenarnya jauh lebih memesona di mata hati saya, yahh.. gombal deh.

Okei, kegalauan saya malam ini samsek bukan tentang drg. Buddy. Peduli amat. Secakep apapun dia tetep aja gak ngajakin saya nikah. Heuu… Udah deh ah bahas banget drg. Buddy! Saya kan bukan termasuk barisan wanita yang mengelu-elukan dia sebelumnya. I just love his parfume, not himself.

Continue reading

cerita tentang persiapan pernikahan

KKN bentar lagi, Ramadhan bentar lagi, Lebaran bentar lagi, dan hari pernikahan juga sebentar lagi 🙂

Apa aja yang udah saya siapin? Mmmh… apa ya? Yang pasti akhir bulan Juni ini saya cukup hectic. Selain nyiapin buat KKN, saya juga kudu packing barang untuk pindahan kosan, ngurusin administrasi Semester Pendek, nyelesaiin requirement praktikum, mengamanahkan beberapa amanah yang akan sementara ditinggalkan selama KKN, dan menyiapkan pernikahan. Phew! Banyak sekali fokus saya akhir bulan ini… Semepet bikin saya uring-uringan dan sedikit mengeluarkan air mata saking pusingnya tapi alhamdulillah saya sudah kembali semangat dan akan segera menyelesaikannya dengan baik, insya Allah 🙂

Nah, judul posting kali ini kan tentang cerita persiapan pernikahan, emmm…. saya mau share tentang betapa saya makin sayang sama Mama, Papa, keluarga besar dan Aa.

Jujur aja deh kalo yang namanya detik-detik pernikahan itu bukan hal yang mudah untuk saya lewatkan. Saya makin sadar kalo saya ini masih ababil, ahahaha. Alhamdulillah semuanya masih sangat sabar meladeni saya dan akhirnya saya jadi malu sendiri. Gak ada yang bisa saya lakukan kecuali bersikap dewasa dan bijak menghadapi semuanya. Saya terharu banget ketika Papa dan Mama begitu serius dan mengusahakan yang terbaik untuk pernikahan saya nanti. Gak nyangka aja bakal seindah dan semudah ini 🙂 Mudah-mudahan hasilnya baik dan penuh berkah. Semoga Allah selalu memberikan kelapangan rizki dan kemudahan dalam setiap urusan Mama dan Papa.

Dulu saya sempet pesimis dengan keputusan menikah muda karena takut malah jadi ngerepotin Mama dan Papa nyiapin semuanya, tapi Alhamdulillah Mama dan Papa sangat membantu saya menyiapkan semuanya. Hampir semua yang saya pengen dipenuhi sama mereka, ahhh speechless banget. Bener-bener deh yang namanya orang tua luar biasa pengorbanannya. Saya gak bisa bales dengan sesuatu yang sama Ma, Pa.. Sekarang yang teteh bisa adalah menjadi semakin baik dan semakin baik lagi sebagai anak Mama dan Papa. Semoga saya bisa memanfaatkan precious moment sebelum habis masa lajang ini untuk berbakti penuh sama kedua orang tua saya.

Terima kasih ya Mama dan Papa untuk semuanya.. Hanya Allah yang bisa membalas dengan hal yang setimpal 😀

Oiya, buat yang mau tau progress persiapan nikah saya bisa dilihat di blog yang satu lagi. Klik aja di sini.

Itu aja kali yaaa. Pesan moral kali ini adalah: stay focus and never give up!

YOSHHH!

apa kabar disiplin?

Bismillahirrahmanirrahiim.

Halo sahabat pesbuker dan loteks 🙂

Senang sekali rasanya bisa nulis lagi. Saya lagi bersemangat sekali nih jadi yaa gak ada salahnya ya saya menularkan itu semua sama temen-temen pesbuker dan loteks. Okei, pada kesempatan kali ini saya mau berbagi tentang sebuah kekuatan yang bisa bikin kita sukses. Teori klise, simple, tapi pelaksanaannya perlu upgrade setiap harinya. Apakah itu? Disiplin.

Waaaaaaaaaaaa… saya yakin temen-temen semua di sini udah kenal kata disiplin sejak temen-temen ada di bangku SD atau TK mungkin ya. Nah, kok bisa ya teori yang udah kita kenal kurang lebih 20 tahun ini belum juga nempel di kita. Saya juga. Huhu 😦

Yuk ah sama-sama saling ngingetin untuk selalu bersahabat dengan yang namanya disiplin. Setiap orang sukses di dunia ini pasti bahan bakar utamanya disiplin. Mulai dari Rasulullah sampai Mario Teguh. Dari Khadijah sampai Agnes Monica. Semuanya pake disiplin untuk dapetin suksesnya. Disiplin itu maknanya luas banget. Gak perlu deh saya jabarkan di sini karena saya yakin temen-temen udah ngerti banget disiplin itu apa.

Mungkin lebih kepada aplikasinya aja kali yaaa.

Oiya, sedikit bocoran. Saya biasanya nulis biar saya juga terpacu untuk ngejalaninnya. Masa ngasih tau orang lain sendirinya enggak. Jadi kita sama-sama mulai untuk temenan sama yang namanya disiplin mulai dari sekarang yaa. Bismillah.

Pertama, buat kamu yang beragama Muslim, yang namanya disiplin itu udah diajarin banget deh. Hal simple kayak shalat itu udah bantu kita untuk membiasakan diri untuk disiplin lho. Shalat mengajarkan kita untuk selalu tepat waktu.

Hal pertama yang bisa kita lakukan mungkin dengan mengatur jadwal. Jadwal harian, jadwal mingguan, sampai jadwal bulanan. Itu latihan pertamanya. Kalau kita bisa membiasakan diri mematuhi jadwal itu berarti kita udah selangkah lebih dekat dengan disiplin.

Ketika kita sudah terbiasa dengan memenuhi jadwal, biasanya nih yaa dengan sendirinya kita jadi kelatih untuk disiplin. Kalau kata bapak dan ibu saya, kebiasaan itu datangnya dari hal kecil yang dilakukan terus-menerus dan sedikit dipaksakan, insya Allah nanti jadi kebiasaan yang gak kerasa beratnya. Kalo udah kebiasaan nanti jadi karakter diri yang gak bisa pergi. Insya Allah.

Kedisiplinan ini juga berhubungan dengan sejauh mana keinginan kita untuk mendapatkan sesuatu. Semua impian kunci utamanya ya disiplin. Mau kurus, yaa dietnya disiplin. Mau pinter praktikum, ya latihannya disiplin (which is itu buat saya butuh perjuangan ekstra, heu). Mau bisa bikin buku, ya disiplin nulis. Mau bisnis sukses, ya disiplin ngatur duit. Pokoknya semua kuncinya DISIPLIN.

Okei, okei… untuk teori tentang disiplin, sekali lagi ya, saya YAKIN temen-temen udah khatam banget. Saya di sini bukan mau menggurui tapi cuma mau saling negingetin aja. Apa kabar kedisiplinan kita sekarang? Sudah jadi keiasaan atau cuma memori mata pelajaran PPKn aja? Hehehe.

Itu aja kali yaaaa. Mudah-mudahan Allah kasih kekuatan dan semangat buat kita untuk BERUBAH, BERUBAH, dan BERUBAH! Jadi ksatria baja hitam RX! Hahaha..

Okei deh semua, semoga bermanfaat yaaaa 🙂

-achiibersiapuntukDISIPLIN-

rapat keluarga, maag, dan zaman dulu.

Minggu ini long weekend cuy. Macet di mana-mana. Alhamdulillah saya mah gak ikut repot ngantri macet. Lha wong di rumah aja kok 🙂

Agenda saya minggu ini adalah rapat keluarga untuk membahas detail persiapan pernikahan. Woww menakjubkan. Ini adalah pertama kalinya saya memimpin rapat di keluarga (huaaa… gak lagi-lagi deh ;p) Rapatnya beda dengan rapat di kampus karena saya harus menghadapi opini keluarga dari berbagai tingkat usia. And you know lah yaa family… tau sama tau jadi keterikatannya bukan ikatan kerja professional tapi kekeluargaan jadi harus sangat fleksibel. Well. Alhamdulillah rapat kali ini lancar dengan selesainya agenda budgeting (yang bikin sesek napas) dan pembagian tugas sampai hari H.  Alhamdulillah semuanya udah sangat jelas. Tinggal nunggu cairnya dana dari babeh, DP ini itu, ngobrol sana sini, dan phew! HARI HAAAA!! I love my family deh. Semuanya baik banget mau ngebantuin buat nikahan saya nanti. Yeah… that’s what family are for 🙂

Oiya, minggu ini saya nemu website tentang pernikahan namanya weddingku. Keren banget deh! Dia ngasih segala yang dibutuhkan sama calon pengantin. Mulai dari info, WO pribadi, dan wadah sharing bareng berjuta calon pasangan pengantin lain. SERU BANGET! VERY RECOMMENDED deh buat yang mau married ;p

Saya banyak dapet masukan dari weddingku. Thanks yaaa weddingku 😀

Jumat malam rapat, hari Sabtunya maag saya kambuh (lagi). Gak enak banget rasanya. Ngapa-ngapain gak enak. Jadi pengen ketemu sama si dia bawaannya tapi saya sama dia lagi jauh alias beda kota. Sedih deh. Eh,eh… jadi inget zaman dulu. Zaman si dia masih pedekate sama saya. Kalau saya lagi sedih atau ada masalah dia waktu itu ngasih lagu buat saya. Fix You-nya Coldplay. Dia selalu ngasih semangat dan try to raise me up. Jadi kalo saya lagi butuh dia tapi gak bisa ketemu, saya suka denger lagu itu. Mengingat zaman dulu bahwa dia penah bilang, I’ll always try to fix you, be 🙂

Hmmm… Sebentar lagi saya bakal nikah sama dia. Seseorang yang selalu bikin saya amaze dengan nasihatnya. Seseorang yang selalu membuat saya bersyukur dapetin dia. Semakin deket hari H, rasanya keyakinan saya semakin diuji. Terkadang ada masanya saya yakin banget sama dia… ada pula masanya saya takut sama semua ini. Saya takut gak bisa bahagiain dan menerima dia apa adanya. Saya takut dia gak suka sama saya setelah nikah nanti. Yah… calon mempelai wanita dengan segala ketakutannya.

Saya masih cukup labil dan belum cukup dewasa untuk semua ini. Saya masih harus banyak belajar untuk mengerti, sabar, dan bijak. Semoga saya jadi lebih baik lagi ketika saya menikah nanti. Gak banyak takutnya, karena kata dia kalau banyak takut gak akan dapet apa-apa. Semoga saya dan dia bisa jadi tim yang kompak untuk membentuk sebuah rumah tangga. Saya percaya kok sama dia. Dia selalu bisa membimbing saya dengan baik. Sejauh ini masalah yang timbul antara kita berdua selalu terselesaikan dengan baik dan manis. Semoga sampai nanti ya, A 🙂

Eh, tau ga kenapa dinamain rumah tangga? Katanya… karena ketika kita berumah bersama si dia, ada tangga yang harus kita naiki bersama. Setiap harinya selalu ada tanjakan yang dilewati bareng. Nikah itu manajemen ketidakcocokan kata temen saya yang kemarin nikah. Jadi, nikmatin aja lika-likunya. Insya Allah itu akan indah banget rasanya. Hmmm…. Bismillah ya Allah… Semoga saya bisa menjadi wanita pembelajar yang tangguh dan sabar dengan semua proses yang harus saya jalani. Amiin.

Okei, mungkin itu sazaaa… Mudah-mudahan tetep ada manfaatnya racauan saya ini. Hehe.. Writing is always makes me happy deh pokoknya.

Happy long weekend ya semuaaaa 🙂

Doain maag saya sembuh dong, plissss 😥

my E day ;)

Sudah baca postingan ini sebelumnya?

Iya Alhamdulillah hari Jumat kemarin adalah hari lamarannya gue. Wah guys udah lama gak update tiba-tiba udah lamaran aja nih gue. Baiklah, sebelum memulai postingan ini gue mau konfirmasi ketidakhadiran dulu selama ini, hehe. Akhir-akhir ini gue cukup sibuk setelah yang namanya PEMIRA. Ingatkan gue untuk live report tentang PEMIRA kemarin, karena Alhamdulillah setelah PEMIRA kemarin gue dikasih amanah lebih lanjut. Berhasil memenangkan Deny sebagai Presiden BEM, gue diamanahi jadi wakilnya Deny. Sibuk rapat sana-sini. Sibuk juga dengan kuliahnya karena bertepatan dengan akhir masa semester lima. YIPPIYEYY!

Baiklah back to the topic, lamaran.

Gue cuma mau cerita tentang perjalanan hari itu. Kayak pergi kemana aja cerita perjalanan. ;p

Pagi-pagi banget gue udah bangun. Yeah! Here this time, my E day! Langsung shalat. Beres2. Angkat2 barang. Pindah2in barang dan menyiapkan semuanya. Unfortunately, jam 7 pagi maag gue kambuh dan sepertinya gejala masuk angin mulai menyerang, Hadooohhh.. Ada-ada aja dah. Nenek tersayang langsung sigap mengoles-oles badan gue dengan minyak antah berantahnya. Bau dan panasnya dahsyat bookkk! Ga lagi-lagi deh T.T

Emak gue pun langsung menelp tukang pijit untuk menangani gejala masuk angin gue. Dipijitlah gue dengan hantaman sendawa yang gak berhenti berhenti. Gileeee masuk angin sekota kali yha gueeee…. Perasaan semalem gak kemana-mana. Entahlah, tegang kali yha. Hahahaha.

Akhirnya setelah sesi pemijatan itu gue sukses lemas tak berdaya dan tertidur sampai siang hari. Sekitar jam 2 siang tamu dari pihak keluarga udah mulai dateng. Emak gue sebagai danlap hari H sigap banget menyiapkan detik-detik menuju lamaran. Jam3 my beloved bestfriend dateng. My bridesmaid, Risma Putri. Gue mandi dan bersiap do some treatment. Jam set4 gue ke salon Prabasarira. Salon dengan nuansa etnik di sudut kota Cianjur siap memanjakan gue dengan layanan creambath dan manicure serta pedicurenya. Gue bersama Risma sempet foto-foto di sini tapi fotonya private yha guys, ya eyalaaa.

Jam 5 sore lebih dikit perawatan kecil2an itu selesai. Gue dan Risma bersiap ke salon berikutnya. Nina Salon. Salon yang waktu gue perpisahan SMP mendandani gue. Setengah mati nih cari ini salon. Secara gue orangnya gak percayaan. Kalo kata Risma, gue gak akan pake juru rias kalo dia belum pernah ngemake-up-in gue atau gue udah pernah liat hasil make-up-annya. Dan yha, Nina Salon did her best job! Jam 6 lebih gue kelar didandanin dengan cantiknya. Cantik banget kalo kata Tomat, my fiancée. Hehe.

Ada sedikit trouble di sini. Cianjur dilanda ujan gede banget. Membuat mobilitas agak terhambat. dan huaaa gue cukup telat balik ke rumah. Emak gue udah mencak-mencak. Tamu udah banyak yang dateng dan gue masih di luar. Maaf yhaaa T.T

Gue nyampe rumah. Dan semua pangling melihat gue. Waww, you did perfectly, Bu Nina! Gak lama setelah gue sampe di rumah. Mas Tomat dan keluarga juga tiba. Momennya pas ;p

Persiapan bentar dan acara dimulai. Tegang bangeeeeeeeeeeeeetttt!!! Gue gak bisa diem. Bolak-balik di kamar dan keringetan. Hoaaaaa… kalian akan merasakannya. Gue gak bisa menjelaskan lewat kata-kata untuk bagian yang ini. Campur aduk! Setelah beberapa susunan acara akhirnya gue disuruh keluar, eng ing eng!!!

Semakin lah gue tegang. Tegang. Tegang. Dan tegang.

Gue duduk sebelah bokap gue. Dan di depan gue, Tomat. Hufff..

Gue ditanya.

“Leres neng ieu nu namina Indra teh?” -betul neng ini yang namanya Indra?-

Senyum-senyum. Ketawa kecil gak kontrol dan bilang, Muhun… -iya-

Tegang. Tegang, dan tegang. Ditambah tremor.

Pertanyaan berikutnya:

“Ari neng tos aya nu ngagaduhan teu acan?” –Neng udah ada yang punya belum?”

Heuu.

“Teu acan” –belum-

Ini menandakan bahwa, baiklah Indra… feel free to engaged this cutie girl, ahahaha..

Kan kalo udah ada yang ngelamar sebelumnya udah gak boleh. Iya tho? Akhirnya prosesi khitbah, lamaran, atau apapun itu namanya berjalan seiring setelah dua pertanyaan sakral itu. Bundanya dia memasukkan cincin ke jari manis tangan kiri gue sebagai simbol pengikat.

Huaaa… undescribeable deh. Saking tegangnya gue buyar banget. Pokoknya seinget gue setelah itu acara berikutnya adalah ramah tamah alias saling kenalan, makan-makan, salam-salaman, dan photo-photo..

Banyak saudara yang dateng dan teman juga ada yang dateng, seneng banget! Special thanks to Risma, Atha, Imbi, Icha, Sari, Jaja, Ibnu, dan Shaliha beserta keluarga yang menyangka ini adalah pesta pernikahan. Haha…

Aduh banyak banget sebenernya yang ingin gue ceritain tentang hari penuh kebahagiaan ini. Tapi, ini masih semi final. Gebet terus update-an nya.. Insya Allah acara yang lebih sakral lagi secepatnya 🙂

Terima kasih semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!

And for the last, welcome engaged ring to my sweet finger 😉