Berobat ke Klinik Tong Fang

Desir angin menerpa deretan hordeng berwarna pink bunga-bunga. Ada tukang parabot melewat di depan rumah. Tidak ketinggalan mamang cuankie yang mengetok-ngetokin pintu tetangga, yang belum bayar jajanannya.

Sore yang indah tapi sebenernya biasa-aja-sih di sebuah komplek perumahan sederhana, di perbatasan Cimahi dan Bandung Kota….

Aku menatap langit lalu bertanya pada diri sendiri, aku ini lagi apa. Mungkin aku ingin seperti tokoh-tokoh di novel drama tapi kayaknya tatapanku malah merusak suasana. Bukan tatapan iba atau sedih yang dramatis, hanya tatapan bingung melihat antena tv yang sudah karat dan patah dimana-mana. Watiiiir. Pantesan kemarin gak bisa nonton Persib 😁

Mau nulis apa sih Chiiii sebenernya hahahaha. Rebek amat 😂 Maap yak. Gak cocok nulis sebangsa prosa deskriptif hihihi.

Well. Seharian ini saya cukup shock dimasukkan ke WAG yang berisi wanita-wanita rempong kumpulan pasien salah satu klinik ternama, klinik TONG FANG. Asuhan Ibu Irma Rahayu. Buat yang belum tau beliau, Irma Rahayu adalah seorang life coach, yang sangat spesifik mengatasi kejiwaan. Jadi yang jadi muridnya semua sakit jiwa hahahaha. Engga deng. Aku mah waras. Cuma buat mengisi waktu luang aja biar gak kisut. Hahaha dusta 😁

Setiap manusia punya doa yang sama, ingin dipertemukan dengan pasangan yang bisa mengisi dan melengkapi apa yang belum dia punya. Saya berdoa agar Allah anugerahi saya suami yang sabar dan bertanggung jawab. Dan di belahan Indonesia di bagian Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, ada seorang bujang yang berdoa juga agar dipertemukan dengan seorang wanita yang kuat untuk dipersunting jadi istrinya. Kuat ngangkat galon dan kuat mindahin rumah manatau kebanjiran. Yagakgitujugakaliiiii.

Lalu akhirnya dua manusia ini Allah persatukan, demi menjawab doa mereka masing-masing. Sang istri bahagia, begitu pun suaminya.

Hari berganti hari. Minggu berganti minggu. Bulan berganti bulan. Tahun berganti tahun. Baju berganti baju. Eh garing 😐

Mereka mulai lebih dalam mengenal satu sama lain. Tapi sayang mereka gagal paham dengan jawaban dari doa yang mereka panjatkan. Bukan kesabaran yang dirasakan oleh sang istri, malah sikap cuek dan kurang peka. Bukan kekuatan seorang istri yang didapat oleh suami, malah sikap kurang ajar dan mau menang sendiri. Dua-duanya teriak, duuuh pusing lah pala barbie hijab syariiii 😣

Suami istri yang saling melempar marah dan kecewa. Tiap hari ribut mempertanyakan jawaban atas doanya. Meledak. Lalu padam. Meledak lagi. Padam lagi. Kayak orang belum bayar listrik. Mati-Nyala-Mati-Nyala. Seakan tidak ada ujung, yang ada hanya lelah dan gundah. Rasa syukur pun perlahan menguap.
Solusi demi solusi dijajal dan tetap tidak menemukan titik terang, hingga akhirnya mereka bertemu klinik Tong Fang 😂😂😂

Kepanjangan dari Tolong dong Fang Warasin hidup saya Mbaaak! #Sundaan hahaha
Selama menjalani perawatan di klinik Tong Fang, tabibnya hobi amat ngegeplak… ngerokin tembok ego dan topeng “butuh pengakuan”. Diseret sampe ngesot-ngesot untuk melihat akar masalah dari rasa marah, kecewa, dan pendaman emosi lainnya.
Hingga perlahan daya pikir dan sentuhan rasa mulai sesuai pada porsinya dan sesuai pada tempatnya.
Perlahan mulai luruh pikiran merasa dibiarkan, dicuekkan, dan di-engga peka-kan. Mulai bisa merasakan sikap sabar pada pasangan yang selama ini dipungkiri dan tidak diakui.
Perlahan mulai terasah kekuatan istri, harus dimana saja energinya dimanfaatkan. Agar barokah dan perahu tetap berjalan sama arah.

Selama pembelajaran di klinik ini, kami belajar bahwa setiap doa tidak Allah jawab dalam kondisi matang. Atau sudah jadi.

Doa dihantarkan dalam bentuk butuh proses. Agar ketika menikmati hidangan dari setiap doa, ada rasa puas dan tenang dalam setiap kunyahannya. Nikmaaat alhamdulillah…
Terima kasih klinik Tong Fang.. kehidupan berangsur waras dan lebih napak dalam menghadapi setiap tantangan baru yang ada.

Hidup pusing ngejelimet pengen teriak?? Butuh solusi dari setiap masalah?? Jangan sampe asal coba-coba kalau gak mau  berujung pada sia-sia atau bahkan terjerat kasus narkoba. Eaaaa

Cobain aja klinik Tong Fang. Tolong dong Fang Warasin hahahaha bersama Ibu Irma Rahayu. Info lebih lengkap silakan buka websitenya Irma Rahayu atau SMS 081227023499

Jangan lupa cari cara buat waras…
Hidup buat nyiapin mati, jangan lupa abisin waktu buat berbenah diri…

Salam sayang,

salahsatu pasien dari klinik Tong Fang 😊

Advertisements

Tentang IBUMUDA Indonesia

​Malam itu di sudut kota Bandung. Di antara tumpukan kosan dan kontrakan Sekeloa yang semakin padat, saya dan dua sahabat teman curhat sedang membicarakan strategi bisnis untuk menguatkan ikatan secara personal dengan customer pada sebuah brand yang kami buat namanya KAMA syar’i. Agar lebih loyal, dan semakin rajin belanja gamis di toko kami. Hahaha modus banget.

Akhirnya tercetuslah acara Arisan IBUMUDA sebagai wadah bagi kami mengumpulkan para customer dan calon customer untuk saling berbagi kisah dan cerita, serta saling menguatkan. Bandung, 11 Desember 2013 saya bertemu dengan 22 orang ibumuda dari berbagai latar belakang. Ada yang memang saya kenal sebelumnya, ada yang baru kenal dan memang daftar via media sosial. Belum pernah ketemu sebelumnya.

Hari itu hari yang cukup bersejarah. Hari pertama bagi saya untuk mengenal jenis hidup yang berbeda-beda dari setiap sudut cerita para ibumuda. Sebenernya sih nama IBUMUDA sendiri hanya simbol ajaaa wkwk. Biar gemes gitu dengernya. Sekaligus rasa prihatin saya dengan konotasi ibumuda yang selalu jadi sasaran predator gakjelas di luaran sana. Mudah-mudahan ibumuda yang ini mah shaleha semua terjaga semuanya yaaa Aamiin.

Dari awal anggota IBUMUDA sangat beragam. Single, newlywed, senior, senior banget juga ada. Ibumuda yang masalahnya gitu doang dan gitu banget juga ada. Tahun pertama perjalanan komunitas ini diisi dengan saling mengenal satu sama lain terutama bagi yang baru kenal. Mulai curhat satu persatu anggotanya, dan dari sesi curhat itu lah tak terasa kami semakin dekat. Saya pribadi merasa semakin kaya akan ilmu dan rasa syukur. Bahwa ternyata ada yang hidupnya lebih menyakitkan daripada yang saya alami.

Alhamdulillah pada tanggal 21 Desember 2014 komunitas ini dikukuhkan secara resmi oleh ibu walikota Bandung, Teh Atalia Kamil. Member pun bertambah, tidak hanya di Bandung. Kota Bogor dan Jakarta pun sudah mulai ada. Tapi di tahun kedua saat itu kegiatan malah kurang terarah hehehe. Saya nya sih yang salah. Wara wiri gak jelas sebenarnya mau ngurusin apah hahaha.

Sempet mikir, apa bubarin aja yaah. Berat gini ternyata pegang komunitas heuheuheu.  Tapi karena dorongan dan support dari teman-teman juga komunitas ini tetap bertahan dan masing-masing di kota nya tetap rutin mengadakan pertemuan dan menjadikan sesi arisan sebagai sesi lepas lelah dan curhat-curhatan.

Saya masih ingat doa saya di awal membuat komunitas ini. Yaitu ingin menggerakkan 1 juta ibumuda Indonesia untuk memiliki hidup bahagia dunia akhirat. Hahahaha berat emang doanya. Konsekuensinya juga beraaaat. Berkali-kali saya menghadapi konflik batin untuk komunitas ini. Terusin gak yaa. Gedein gak yaaa. Karena saya sendiri belum bener ngurus apa yang ada di rumah. Ini sok sokan mau gerakin 1 juta ibumuda. Ampuuuun 😦

Makanya pergerakan komunitas ini senyaaap sekali. Karena saya nya sendiri masih meraba-raba mau gimana dan harus digimanain buibu ini. Kejadian demi kejadian dan curhat demi curhat membuat saya memilih untuk tidak berharap banyak dan berkonsep hebat. Saya akan besarkan komunitas ini sebagai tempat yang nyaman untuk para ibu merebahkan badan. Saya ingin di komunitas ini kita berani mengakui rasa sakit dan jadi diri sendiri, sekaligus saling menguatkan. Saya ingin melalui komunitas ini kita belajar dan aware untuk tau betul siapa diri kita dan apa yang kita mau. Belajar untuk menerima dan bersyukur dengan tidak membanding-bandingkan hidup satu sama lain. Karena itu proses yang selama ini saya rasakan. Bertemu dan berbincang dengan satu ibu dan ibu lainnya. Ujiannya beda-beda dan kadang mereka hanya butuh telinga yang siap mendengar tanpa mengeluarkan judge.

Tapiii meski begitu di sini harus saling mengingatkan biar kalau memang ada luka membusuk yang selama ini kita tutup, bisa sembuh.

Allah lah tempat segala berawal dan bermuara. Apa yang terjadi di hidup ini udah Allah atur serinci mungkin. Rezeki tidak ada yang tertukar. Begitu juga dengan cobaan. Semoga dengan adanya komunitas ini, kita bisa saling menguatkan dan mengingatkan.

Jangan takut.

Jangan merasa sendiri..

IBUMUDA Indonesia ada untuk menemani 🙂

Asri Fitriasari

Founder Komunitas IBUMUDA Indonesia

Apa Adanya

Kembali lagi timeline seru karna ngebahas tentang CINTA. Hehehe ini topik yaaa, never ending hot nyaaaa ^^

Kamis malam kemarin saya membahas tentang APA ADANYA bersama pasangan via akun @TweetNikah. Aseli ruamee! Semuanya berawal dari prinsip, “Terima aku Apa Adanya..” 

Ada yang setuju, ada yang tidak.. Jawabannya beragam. Akhirnya saya bahas menurut ilmu yang sudah saya dapat dari pakar pernikahan. Indra @noveldy dan tentu berdasarkan pengalaman sendiri.

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Banyak gak di antara kita yang punya beragam janji manis sebelum menikah?

Kamu gak bisa masak gak apa-apa, aku terima kamu apa adanya…

Kamu gak bisa nyetir gak apa-apa, aku terima kamu apa adanya..

Kamu sering kerja sampai malam gak apa-apa, aku terima kamu apa adanya..

Kamu pelupa, aku terima kamu apa adanya…


Dan pemakluman lainnya yang terasa indah ketika belum menjalani pernikahan kayak apa sebenarnya.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan, satu tahun… Mungkin akan tahan dan tetap berprinsip, “Aku terima kamu apa adanya…”

Seumur hidup??? Ya kelessss… Ya kali deh.

That’s quotes is bullshit, fellas!

Ternyata jiwa dan pikir kita gak akan segitunya tahan sama kekurangan pasangan. Pasti ada rasa kecewa, ah manusiawi sekali itu mah. Pada dasarnya setiap manusia selalu ingin dikelilingi oleh kesempurnaan versi dia. Hingga akhirnya ada bisik jiwa yang protes dengan keadaan yang ada.

Kita nikah sama pasangan seumur hidup, bro… Hanya bercinta dengan kelebihannya saja juga tidak wajar adanya. Daaaaan mencintai kekurangan dengan hanya menerima apa adanya juga bukan pilihan yang bijak.

Pernikahan adalah perjalanan kita dengan pasangan menuju kesempurnaan. Jadi yaaa jangan ngarep terima apa adanya bakal jadi prinsip sampai tua. Gak akan tahan.

Justru dengan menikah kita akan masuk dalam proses menjadi sempurna. Yang biasanya gak pernah masak jadi suka masak. Yang biasanya males gerak, jadi banyak karyanya. Dan hal lain yang membuat kita belum bisa melakukan jadi terbiasa.

Butuh proses yang luaaaamaaaa untuk menumbuhkan kebiasaan baru dalam diri kita. Berterima kasihlah pada pasangan yang selalu sabar menunggu proses itu membuahkan hasil.

Nah, kalau urusan mengubah sikap pasangan emang jangan diharapkan secara berlebihan. Udah fokus aja sama apa yang bisa kita lakukan.

Saya itu gak biasa masak sebenernya. Bisa tapi gak biasa. Jadi refleks untuk masaknya yaaa lemot aja. Awal nikah sih gak gitu kerasa. Tapi lama-lama yaa ganggu juga kalau saya gak punya jiwa masak. Masa seumur hidup harus makan di luar? Harus beli dari luar? I don’t think so.. Jadi yaaa saya juga sekuat tenaga untuk belajar membiasakan diri punya refleks nyiapin masakan. Susah banget loh itu ternyata. Sampe bikin penyesalan sendiri, kenapa gak dari duluuuu dibiasainnya.

Tapi yasudahlah.. Alhamdulillah kan abis nikah jadi tau, ngerti, dan paham kalau bisa masak dan jadi kebiasaan itu harus. Apalagi kalau udah punya anak. Gak mungkin jajan terus di luar.

Itu salahsatu contoh tentang terima aku apa adanya yang tidak bisa bertahan sepanjang usia pernikahan.

Ada yang harus diperbaiki dalam diri kita. Karena itu memang fungsinya pernikahan. Menjadikan kita sempurna dengan proses yang terjadi di dalamnya ^^

Baiklah…. Semoga postingan kali ini bermanfaat. Selamat berakhir pekan, selamat menghabiskan waktu bersama keluarga tersayang..

Tetaplah menjadi pribadi hebat!!

Salam semangat,

IBU MUDA 🙂

Banyak Kerjaan

Katanya manusia itu diciptakan sebagai khalifah di muka bumi ini. Kehadirannya di bumi mengandung fungsi dan memiliki perannya masing-masing. Saya sebagai seorang wanita punya tugasnya sendiri. Sebagai anak yang harus berbhakti pada orang tua, sebagai istri yang harus mengabdi pada suami, sebagai ibu yang harus penuh dedikasi untuk mendidik dan membesarkan anak, dan tentu sebagai bagian dari masyarakat luas yang harus memberikan kontribusi nyata sebagai bentuk bhakti pada negri.

Tugas yang tadi udah saya sebutkan bukan cuma tanggung jawab saya sendiri, tapi tanggung jawab yang sama yang dimiliki milyaran wanita di muka bumi ini. Honestly, menjalankan kesemuanya secara sempurna itu amat sangat susah. Ketika kita ingin membahagiakan semua orang, energi kita begitu banyak terkuras. Ujung-ujungnya sih stress. Seenggaknya itu yang saya rasakan.

Kita semua punya banyak kerjaan, mulai dari ngurus diri sendiri, keluarga, dan orang sekitar. Lalu, apa sih yang harus kita lakukan ketika terlalu banyak kerjaan? Beresin rumah, nyuci, nyetrika, ngasih makan anak, do something called business, dan masih banyak to do list harian yang harus dicentang tiap harinya. Kadang kita gak punya pilihan untuk ngerjain mana yang kita suka. Kalau udah gitu gimana?

Continue reading

sempet-sempetnyaaa…

Weekend selalu menjadi saat-saat yang paling ditunggu sama saya dan Aa. Iyalah secara kita ketemu cuma pas weekend, dan ini adalah cerita weekend keempat pasca pernikahan saya dengan Aa…

Unfortunately, I had my beautifully stomachache at that last Friday night, di malam ketika Aa nyampe kosan dari Tasik. Awalnya sih perut gak berontak hebat, cuma minta dielus sama si Aa aja. *manja* Aa pun dengan kebetulannya bawain sate ayam. Saya sih udah makan tapi melihat keadaan saya yang kayak gitu Aa maksa saya makan lagi. Disuapin deh ^^

Oke. Sesi suapan sate ayam di malam hari pun selesai.. tapi perut saya masih aja cari-cari perhatian sampe akhirnya saya dan Aa mencoba mengalihkan rasa sakit saya dengan kegiatan yang biasa dilakukan oleh penganten baru yang dalam 5 hari tidak bertemu. Oh yeah, you know what 😀

Cara itu cukup berhasil. Perut saya diem. Yeay! Obat yang mudah dan tidak pahit itu cukup ampuh juga 🙂 Saya pun ngobrol-ngobrol ringan sama Aa cerita-cerita tentang apa aja yang terjadi 5 hari ke belakang dalam keseharian kita. Abis ngobrol Aa pun mandi karena dia belum shalat Isya. –Lah emang abis ngapain mau shalat harus pake mandi dulu?? Haduh, bahas banget deh ;p
Continue reading