Tahun Kelima

2 oke

Malam ini saya iseng buka folder “Musik”, cari-cari folder dengan judul “achiindra”. Folder yang isinya lagu-lagu kiriman Pak Indra ke saya dan sebaliknya ketika kita memulai percakapan di penghujung hari, di lepas penat dia ketika saya dan dia selesai dengan rutinitas harian masing-masing, saya yang masih kuliah dan dia yang sibuk ngotak-ngatik angka di file excelnya.

Setiap sore, atau setiap jeda waktu yang ada kami memulai semua ini dari obrolan ringan via Yahoo Mesengger. Tanpa ada ikatan yang kata anak muda namanya ‘pacaran’, kami hanya sekedar bertukar pikiran melepas lelah sambil memutar lagu yang kami saling rekomendasikan. Siapa sangka, 6 tahun setelah itu, saat ini, kami sudah berganti status, bukan hanya pacaran… tapi sudah menjadi sepasang suami istri dengan satu anak lucu imut cerewet dan menggemaskan.

Ahhh time flies so fast! Kalau ditanya kok bisa dan gimana ceritanya bisa jadi nikah sama temen chatting? Yeaaa panjang lah gaes.. Pernah saya ceritain juga sih di blog ini gimana saya bisa jatuh hati sama bapak cerdas, jago main alat musik, dan juga lempeng ini. Hehehe..

Gak kerasa 5 tahun sudah saya membangun hidup bersama dia… Banyak sekali potongan puzzle yang sudah kami temukan bersama. Merangkum pesan Tuhan dan mengubah hidup lebih baik bersama.

Di awal pernikahan, saya sempet down… Apa yang saya bayangkan tentang pernikahan ternyata berbeda dengan apa yang saya jalani. Amat sangat berbeda. Apalagi saat itu saya menikah di usia yang cukup muda. Ketika fokus utama masih harus selesaikan kuliah, ini udah harus mikirin lika-likunya hidup berumah tangga. Menikah muda tidak semudah yang saya pikirkan..

Haaah… perjalanan untuk meraba dan menapaki arti sebenarnya dari pernikahan pun saya coba telusuri satu per satu.. Dengan perbedaan karakter yang ada, saya mencoba memadukan setiap potongan puzzle yang terserak.

5 tahun adalah waktu yang cukup bagi saya untuk melihat gambaran umum mau dibawa kemana semua ini, lewat berbagai peristiwa dan konflik yang ada di antara kami…

Saya bersyukur banyak. Saya belajar amat sangat. Gak kebayang kalau dulu ga ambil keputusan menikah muda, akan ada banyak hal yang tidak saya dapat dalam 5 tahun ini. Apalagi ketika Allah mempercayai bayi tumbuh di rahim saya, pembelajaran hidup benar-benar dimulai..

Ulang tahun pernikahan selalu menjadi momentum yang indah untuk mengenang kembali janji suci yang kami ikrarkan bersama di depan Papa, bapak penghulu, dan ribuan malaikat yang menyaksikan. Saya semakin mengerti tentang arti CINTA yang sebenarnya, tentang tujuan pernikahan yang sebenarnya..

Saya merasakan cinta justru ketika berjuang meredam ego untuk bisa memahami apa yang tidak bisa saya lihat dari mata kepala saya sendiri. Saya merasakan cinta justru ketika dia bertingkah begitu menyebalkan dan mengesalkan, entah kenapa justru di sana lah rasa syukur itu datang… rasa cinta itu semakin berkembang.

Perselisihan yang tidak pernah ada ujungnya ternyata di situlah cinta kami saling terpaut. Saat kekecewaan hadir, ternyata di situlah cinta datang untuk menjelaskan apa saja yang tersembunyi dan belum sepenuhnya kami pahami.

Saya gak pernah bisa ngebayangin kalau bukan dia yang jadi pasangan hidup saya. Betapa sabarnya, betapa tenangnya, betapa dewasanya menghadapi setiap kelemahan dan kekurangan saya.

Terima kasih Allah atas karunia selama 5 tahun ini. Dalam isak tangis sedih, dalam geram amarah, dalam kesal membara.. selalu terselip bahagia dan cinta untuk kamu A.. Aku gak akan bergerak jauh dari pusat tata surya kamu.. aku akan terus nemenin kamu.. sampai nanti, ketika Allah memanggil kita pulang dan istirahat tenang.

Happy 5th wedding anniversary pacar seumur hidupku :*

CiumBasah,

Your Be

Wilujeng ya A …

Katanya hidup kita belum sempurna kalau belum punya pasangan hidup. Apakah itu benar? Mari kita buktikan.

Saya mengenal seorang pria sunda yang memiliki perawakan mirip Surya Saputra. Gak mirip sih, tapi anggap saja mirip. Kanin sih yang bilang mirip ^^v Saya akan menceritakan pria ini tapi tidak usah kalian sambil membayangkan Surya Saputra. Tidak usah. Bams Samson mungkin boleh. Ah tidak juga. Oke gak usah dibahas bagian muka. Next….

Awal pertemuan saya melihat pria ini sebagai seseorang yang begitu hangat dan humoris, di balik pembawaannya yang dingin dan seperlunya. Saya pun tidak tau mengapa saya bisa jatuh hati pada pria ini. Saya cukup lupa apa yang membuat saya  berani menikah dengannya. Saya menjadi bagian dari skenario hidupnya.

Tiga tahun hidup bersama pria ini, saya diajak membuktikkan bawa hidup berdua dengan orang yang berbeda karakter dan pola pikir itu adalah KESEMPURNAAN yang Tuhan ciptakan dalam sebuah bingkai pernikahan.

Lewat dia saya jadi tau sisi lain tentang hidup. Tentang bagaimana memperbaiki diri dengan cara lain yang berbeda jauh dari apa yang saya jalani saat sendiri.

Pria ini memang tidak sempurna. Selayaknya pria di luar sana. Tapi sisi dalam hidupnya, sisi dalam dirinya adalah potongan puzzle yang membuat hidup saya lengkap. Membuat hatinya menjadi tempat yang sangat nyaman untuk merebahkan beban.

Selisih dan adu pendapat tidak jarang membuat saya sebal dan benci pada pria ini. Itu adalah efek jangka pendek saja. Karena tidak lama setelah benci, saya kembali kepada cinta. Cinta yang lebih tebal, cinta yang lebih kuat, dan cinta yang membuat saya semakin sayang pada Tuhan. Ahh… dan itulah bagian yang paling indah.

Saya percaya jika memiliki suami adalah pelengkap bahagia. Pelengkap pasti.

dan pria itu bernama Indra Purnama Irawan. Ayah dari anak saya, Ayah dari si lucu Kanin.

Seorang suami dan ayah yang tidak pernah menyerah untuk membahagiakan anak dan istrinya. Seorang suami dan ayah yang begitu erat menjaga anak dan istrinya. Seorang suami dan ayah yang selalu mempunyai waktu untuk memeluk kami dalam hangat, pelukan yang selalu kami rindukan saat ia harus kembali bekerja. We love you Ayah and happy birthday :*

 Tulisan ini diketik tanggal 2 Maret, ulang tahun suami tanggal 4 Maret, tapi baru diposting sekarang hehe ^^v

Kamu teman hidupku

Yang memilihku masuk ke dalam skenario hidupmu

Ada benci ada juga rindu

Tapi semua jadi satu

Dalam cinta yang semakin utuh

Kamu adalah potongan hatiku

Yang menjadikan jiwa lengkap

Diukirkan dalam janji

Dipersatukan dalam bahagia

Semoga apa yang tercipta dalam hati kita

adalah pengantar jiwa menuju surga 🙂