Emosi dan Al Kahfi

image

Senin pagi minggu ini saya menemani Pak Indra berangkat kerja ke Cianjur bersama Pica (panggilan sayang citycar kami). Bukan nemenin sih, memang saya rencana ikut ke Cianjur karena mau konsultasi ke SpOG temannya Mama di sana.

Di perjalanan menuju Cianjur, saya
menyalakan radio, memilih channel MQFM. Saya nunggu tausyiah @aagym yang biasanya on air jam 5. Alhamdulillah betul Aa yang ngisi tausyiah paginya, kadang ustadz yang lain yang ngisi. Kali ini langsung oleh @aagym, ustadz humble yang wejangannya bener-bener menyejukkan hati.

Tema kali itu membahas mengenai AKHLAK Rasul. Senjata utama Rasulullah SAW yang ia miliki hingga Islam bisa sebesar ini, yang menjadikan beliau menjadi orang pertama paling berpengaruh di dunia. Tuntunan akhlak lah yang menjadi pondasi utama karakter seorang muslim.

“Rasul itu sudah paling lengkap untuk menjadi teladan siapapun. Sebagai seorang pengusaha, pekerja, pemimpin ummat, ayah, suami, sahabat, apapun peran yang ada, beliau sangat bisa dijadikan contohnya. Hidup kita ini tinggal niru aja plek plek akhlaknya Rasul. Insya Allah aman, selamat dunia akhirat.”

“Bagi Rasul, akhlak adalah elemen paling penting dalam keseharian kita. Bukan berapa alim kita bersorban atau berkerudung. Bukan seberapa sering kita dhuha atau ngaji qur’an. Tapi akhlak yag baik adalah keutamaan seorang mukmin.” ujar beliau

“Akhlak itu apa sih? Akhlak adalah RESPON SPONTAN dari setiap kejadian atau perkara yang harus kita hadapi. Di cover luar mungkin kita terlihatnya alim, shaleh shaleha, kesehariannya ibadaaaah terus. Tapi hati-hati, kita adalah apa yang sebenarnya ada dalam hati kita dan Allah Maha Tau akan hal itu.” tutur Aa dengan logat Sunda nya yang kental 🙂

Haaak. Pemaparan ini cukup jleb sedalam-dalamnya menusuk hati saya. Suami sih cuma nyengir-nyengir aja. Sambil coel-coel paha. Ngeledekin.

Bener banget sih ini. Percuma kalau kita rutin dan rajin banget ngaji atau shalat sunnah tiap hari tapi kalau kita ga bisa ngurus hati, ngelola emosi. Yaaa percuma.

Bukankah emosi dalam hati yang sebetulnya mewarnai hidup kita sehari-hari??

Semuanya ada di hati.

Iyah bener. Kita harus lebih aware sama respon spontan dari hati yang biasa kita keluarkan kalau bereaksi dalam suatu hal. Sudah sesuai sama akhlak Rasul apa belum? Aduuuuuh kayaknya masih jauh banget deh. Hiks.

Saya sadar betul nih suka lemah ngontrol emosi. Suami kayaknya udah bertanduk kalau ngelonin saya yang gampang emosian ini. Hikshikshiks..

Hup ah. Harus dibenahi. Biar hidup lebih tentram dan selamat.. Semoga dari yang asalnya tau jadi paham tentang pentingnya akhlak ini, dan beranjak kepada kesungguhan aksi untuk memperbaiki.

image

Dan hari ini, setelah gagal lagi mengelola emosi… Saya melipir ke markas besarnya @aagym. Numpang sujud sama Yang Maha Pengatur Hati, sambil setor Al Kahfi minta lagi dan lagi untuk terus dituntun dalam program renov hati yang banyak nafsunya, banyak amarah dan kesal gundahnya. Astagfirullahaladziem…

Semoga teman-teman juga dikasih kesungguhan dan kesabaran untuk terus memperbaiki hati, memperbaiki hidup, agar lebih hidup!

Happy Jumat Barokah,

Ibumuda

Allah Titipkan

Allah titipkan pada kita mata untuk melihat ilmu dan ciptaanNya yg begitu kaya dan lua tak terkira, agar kita semakin menghamba.

Allah titipkan pada kita telinga agar bisa mendengar senandung alam dan syahdunya murattal, agar kita semakin menghamba pada Allah.

Allah titipkan bibir untuk berucap kebaikan, untuk lafadzkan tilawah, agar kita semakin menghamba padaNya.

Allah titipkan tangan dan kaki utk kita bergerak dan menggapai tempat dan kesibukan yang penih berkah, agar kita semakin menghamba padaNya..

Allah titipkan hati untuk merasa dan menikmati indahnya sayang dan cinta, agar kita semakin menghamba padaNya 🙂

Allah titipkan detak jantung, hembus nafas, aliran darah utk hidup, utk mengeja setiap pesan Allah, agar kita semakin menghamba.

Allah titipkan rumah untuk berteduh dan mengatur miniatur surga di dunia, agar kita semakin menghamba..

Allah titipkan pasangan utk teman hidup, agar kita lebih kuat menerjang badai, lebih mampu hadapi cobaan, agar kita semakin menghamba pdNya

Allah titipkan anak pd kita, utk mendidik hati yg terlalu byk egonya, utk mendidik jiwa agar lbh sabar&ikhlas, agar kita semakin menghamba.

Allah titipkan kendaraan pd kita agar waktu yg dibekali lbh luas manfaatnya, lbh byk keberkahannya, agar kita semakin menghamba padanya ^^

Nuhun ya Rabb atas segala nikmat yg telah Kau titipkan pdku, tuntun & teruslah bersamaiku, agar apapun ini adl jalan cinta menuju ridhoMu :*

Thankyou, Haters.

Tadi pagi pukul 1 saya terbangun, nyari suami yang pindah tidurnya karena gak mau ganggu saya yang lagi mimi-in Kanin. Kebiasaan emang kalau mimi-in Kanin suka ketiduran, hehe. Saya cek BBM dan ada pesan yang masuk.

“Teh, masih bangun ga?”

“Iyaa kenapa say?”

“Mau nanya dong teh… Gimana sih cara mengelola hati menghadapi haters?”

Nah ini dia. Haters. Orang yang kurang suka alias kontra sama apa yang kita lakukan. Gimana sih cara menghadapinya?

Sejak saya sering sharing via twitter, follower tiap hari ada aja yang nambah. Alhamdulillah banyak yang suka tulisan saya, dan ada yang sebel juga. Bukti nyata nya sih dengan berkurangnya follower yang udah lama follow. Mungkin mulai ngerasa risih sama nasihat yang saya share-kan. Sedih, perih, dan galau pastinya, apalagi kalau yang nge unfollow itu orang yang kita kenal, temen kita sendiri. Tapi yaa selama yang gak suka jauh lebih sedikit daripada yang suka, saya sih cuek aja. Belajar cuek sih lebih tepatnya.

Saya menulis bukan untuk dianggap gimana-gimana sama orang lain, suka alhamdulillah.. gakjuga gak apa-apa. Menulis adalah hobi saya. Menulis adalah cara untuk saya menasihati diri sendiri. Lalu kenapa harus media sosial? yaaa kalau ada manfaatnya untuk orang lain kan jadi ada tabungan amal buat saya nya juga. Lumayan. Lagian saya bukan tipe orang misterius yang lebih senang menyimpan apa yang dirasakan dan dipikirkan. Inilah saya. Seneng cerita 🙂

Waktu itu pernah ketika saya lagi semangat-semangatnya banget nulis. Pagi-pagi abis denger tausyiah Ust Yusuf Mansur, ada pesan yang masuk bilang saya “preachy”. Orang itu tentu teman dekat yang punya kontak saya. Ugh, rasanya hati kayak dipukul-pukul sama palu segede monas. Sakit banget nget nget nget.. Yaahhh gimana engga, pas lagi happy dan seneng nebarin aura positif, tiba-tiba ditiup kata negatif. Cukup goyah dan saya refleks nangis..

Tapi dari situ saya sadar kalau apa yang saya lakukan memang jangan ditujukan untuk puji manusia. Allah menanyakan kesungguhan dan keikhlasan hati dalam berbagi lewat caci dan maki orang yang belum mengerti. Nikmatnya dzikir adalah ketika hati kita terasa perih karena kecewa, lalu kita tetap berbuat hanya untuk Allah saja. Laa ila ha ilallah. Tiada Tuhan selain Allah. Puji manusia bukan Tuhan kita, bukan itu yang harus dianggap penting.

Mengelola hati untuk menghadapi haters itu emang gak mudah. Butuh proses yang sangat panjang. Apalagi seiring dengan semakin kita dikenal banyak orang, variasi respon dari apa yang kita sampaikan akan sangat beragam. Selama apa yang kita lakukan gak melanggar quran, sunnah, dan aturan negara.. JANGAN PERNAH TAKUT dan BERHENTI hanya karena caci maki.

Manusia punya keterbatasan dalam mengerti, mereka hanya belum tau niat baik apa yang sebenarnya kita sampaikan. Manusia punya keterbatasan paham untuk menghargai cara apa yang sedang kita lakukan.

Saya percaya kalau pada dasarnya manusia punya niat baik, bersih dan suci dalam hatinya, cuma gak saling klop aja. Setiap orang punya beribu cara untuk mengimplementasikan niat baiknya. Dan orang yang keki sama kita, mereka hanya butuh WAKTU untuk mengerti. Jadi kalau ada yang nyinyir sama saya sih sekarang udah mulai cuek. Saya gak akan berhenti berbuat baik, hingga mereka diam dan akhirnya mengakui bahwa apa yang saya pilih dan lakukan ada pada jalan yang benar.. JIkapun di dunia mereka gak bisa diam dengan nyinyirannya, biar di akhirat saja mereka diamnya ^^

Emang sih agak emosi kalau menghadapi haters, tapi yaa gimana pun haters adalah sunatullah. Lah, Nabi Muhammad SAW yang begitu sempurna aja buanyak hatersnya, apalagi kitaaaa.. Kita ini siapa? Dosanya banyak keleuuss.. Haters cuma lebih rajin dan kurang kerjaan aja merhatiin dan ngomentarin hidup kita.

Biasanya haters itu lebih miskin karyanya daripada orang dibenci, jadi kalem aja. Doain biar mereka segera punya karya. Biasanya orang yang punya karya gak punya waktu dan kepengen untuk jadi haters.

Meski begitu, siapapun yang merasa punya haters… berterimakasihlah.. Mereka yang akan membuat kita terus introspeksi dan mawas diri dari apa yang kita lakukan. Ibarat pedal mobil, haters berfungsi sebagai rem-nya. Bahaya dong kalau nginjek gas mulu tanpa rem. So, just love your haters and say thankyou to them ^^

Salam Semangat,

IBU MUDA

Ratu Drama

DRAMA QUEEN

“Kok kamu gitu sih! Kamu kok berubah!! Gak kayak dulu lagi, aku sebel sama kamu!!!”

“Jadi, lebih penting acara itu daripada aku? Jadi gitu??”

“Bisa gak sih ngehargain aku sedikit aja?? Kamu cuek banget jadi suami.. Aku sedih tau gak sih!!”

Tenang, tenang… gak usah ikut emosi… Tadi cuma curi denger dari omelan seorang istri sama suaminya. Atau… emang salah satunya omelan sister?

Hihihihi…

Ratu Drama.

kalau boleh saya definisikan, Ratu Drama adalah kelakuan umat wanita yang cenderung senang me-lebay lebay-kan keadaan, dari yang biasa aja jadi kayak masalah hutang nyawa. Lebaaaaay.

Saya juga suka sih ber- drama queen di depan suami. Sampe suami suka eneg sendiri. Hehehehehe…

Baiklah ibu-ibu, cung di sini siapa yang suka jadi Ratu Drama?? Bahagia gak bu jadi Ratu Drama? Selesai gak bu masalahnya kalau jadi Ratu Drama? Mungkin di awal rasanya kayak selesai, karena kita lebih memuaskan ego sesaat daripada berpikir dengan akal sehat. Entah kenapa ya, wanita itu kok hobi banget drama dan merasa diri paling merana? Mungkin karena kita dibentuk sebagian besar dari perasaan daripada logika. Mungkin begitu. Tapiiii tau gak sih kalau Tuhan menciptakan kita penuh dengan RASA bukan untuk main DRAMA! Tapi untuk menyentuh sesuatu tempat yang tidak bisa tersentuh oleh kaum Adam. Perasaan yang diciptakan Tuhan dalam jiwa wanita fungsinya untuk mengayomi, mengasihi, dan memberikan perhatian tulus bagi orang sekitarnya…

Kadang kita suka lebaaaay, semuanya dijadiin adegan sinetron. Ada beberapa hal yang gak usah dibesar-besarkan kayaknya. Capek sendiri. Kitanya sibuk, suaminya cuek. Emang enak? Hehehe… Terus malah jadi nyalahin laki-laki, “Ah dasar gak punya perasaan!!” Lahhh, kalau gak punya perasaan, itu laki-laki gak mungkin suka sama kita dan mau memperistri kita buuu…

Saya juga Ratu Drama Kronis nih bu, udah gitu dapet suami yang cueknya lumayan bikin gemes. Alhamdulillah justru dengan kondisi yang bertolak belakang kayak gitu, saya jadi BELAJAR untuk lebih kalem dan gak harus semua dipikirin dan dimasalahin. Semua harus sesuai porsinya, begitu kata suami 🙂

Nah, saya jadi inget waktu nanya sama Atha tentang ke-awet muda-an Mama-nya. “Tha, emak lo bisa awet muda begitu apa rahasianya?”

“Emak gue bilang, jangan suka dibiasain apa-apa dijadiin masalah. Kalau ada hal sepele yaa cuekin aja, kalau ada masalah besar yaa bikin simple aja. Gitu doang katanya….”

Gitu doang sih emang, tapi prakteknya subhanallah luarbiasa allahu akbar deh cyn…..

Kemarin juga saya ketemu salahsatu tante iparnya suami yang maksimal awet mudanya. Tipsnya yaa itu tadi, SAMA BANGET. Bahkan tante kami yang satu ini gak pernah banget deh perawatan kecantikan ke dokter atau klinik yang mahal-mahal, tapi itu auranya yaaa gak beda jauh sama anaknya yang udah kuliah. Ish, mupeng gak sih?

Kita semua punya potensi Ratu Drama dalam diri kita masing-masing. Apalagi kalau udah bagian menunutut suami dan merasa paling menderita sendiri, udah deh cewe emang udah paling jagoan. Tapi, coba deh dipikir ulang… kelakuan kayak begitu gak ada manfaatnya sama sekali, cuma nyiksa diri sendiri.. Ya tapi terserah sih kalau emang punya hobi nyiksa diri sendiri, bikin diri sendiri jadi orang paling menderita sedunia. Itu sih urusan lo…

Saya mah pengen belajar untuk ngurangin keahlian Ratu Drama. Kasian suami saya… Sebel juga loh berhadapan sama Ratu Drama. Pernah gak liat temen atau saudara atau siapa aja deh yang Ratu Drama banget, apa rasanya ngeliat kelakuan mereka? Eneg banget kan?

Ih, mau diliat eneg sama suami? Jangan yah…

Kita punya urusan yang lebih banyak daripada urusan sepele yang didramatisir.. Yuk berubah yuuk ibu-ibu… Dari Ratu Drama jadi Ratu Hati-nya ajaa. Dijamin sih, suami gak akan iseng lirik sana-sini 🙂

With all my love,

IBU MUDA

@asriFit

Saldo Iman

Image

Ada beberapa orang yang hari ini cukup bergelinjang jiwanya nunggu besok. Tanggal 24 di setiap bulan adalah puncak perjuangannya menjalani masa-masa akhir bulan. Karena apa? Karena besok siap-siap gajian!!!  Siap-siap bernafas lebih panjang ^^

Nah, gimana nih sama sister di sini? Apakah merasakan sindroma yang sama? Sindrom akhir bulan?

Sama kok saya juga.. Setiap tanggal 25 (besok) ada hawa segar di rekening saya karena dapat transferan dari suami. Tapi Alhamdulillah gak terlalu spooky soalnya selain ritual tanggal 25, ada ritual tanggal 1 juga dari rekeningnya Kamana ehehehe. Continue reading

Sederhana Tidak Mudah

Saya masih ingat sampai sekarang tentang fakta yang diutarakan oleh Bapak @noveldy seorang pakar pernikahan, bahwa sederhana itu tidak sama dengan mudah.

Bener ajaa. Hal yang sederhana, yang rumusnya tidak butuh algoritma yang rumit, ketika pelaksanaannya malah butuh perjuangan yang tidak sedikit. Contohnya seperti rutinitas sebagai ibu rumah tangga.

Bangun tidur- membereskan rumah- menyiapkan makanan untuk keluarga-dan hal-hal kecil lainnya. Sangat sederhana.. Tidak perlu membutuhkan IQ tinggi untuk paham dan mempraktekkannya.

Bayangkan, hal yang sederhana seperti itu banyak di luar sana para ibu yang mengeluh dan merasa lelah yang amat sangat, apalagi hal yang ribet daripada itu?

Continue reading

Curhatan Ibu Rumah Tangga

Entah kapan tepatnya, saya pernah menulis via jejaring sosial tentang kebahagiaan saya menjadi #FulltimeMom di akun @asriFit. Twit yang sempat kena senggol RT dari akun publik @TweetNikah mendadak ruaaameeee bangeeeet. Banyak para wanita, baik yang lajang, menikah tapi belum punya anak, sudah punya anak tapi bekerja di kantor, dan para #FulltimeMom tentunya. Mereka mayoritas mengamini tentang pendapat saya kalau wanita itu lebih enak diem di rumah aja ngurus anak. Emmm hampir semua sih…

Saya yang (sebenernya) lagi jenuh dengan rutinitas #FulltimeMom jadi semangat lagi. Bener-bener semangat, bahwa ternyata pilihan yang saya ambil banyak yang mendukung.

Well. Cerita ternyata gak sampai di situ. Allah kasih cara untuk mendidik saya lebih yakin dan tangguh untuk menjadi the real #FulltimeMom.

Seperti yang selalu suami saya bilang, apapun pilihan kamu, pasti ada konsekuensinya.. selalu ada harga yang harus dibayar. Selalu ada pengorbanan yang harus ditempuh.

Emmm, dan ini satu cerita tentang #FulltimeMom versi Bunda-nya Kanin ^^

Continue reading

New Year New Chapter

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Ahhh akhirnya bisa nulis lagi dan ini tahun 2013. Alhamdulillah 🙂

Satu tahun itu gak berasa banget yaaa. Dan kalau di-flash back ternyata banyak sekali yang terjadi setahun belakang. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah, jauuuuh lebih banyak kebahagiaan yang berserak daripada kesedihan yang ikut nyempil doang 🙂

Sedikit review tentang 2012, apa aja yang udah saya dapet di satu tahun ke belakang. Tahun 2012 buat saya sangat spesial. Ada 2 momen besar yang terjadi, wisuda dan lahiran. Alhamdulillah semuanya dikasih kelancaran dan kebahagiaan yang gak bisa diurai oleh kata. Continue reading

You Are What You Eat

Image

Frase ini udah amat sangat populer. You are what you eat, blah!

and so what next? Banyak banget buku, artikel, interview, dan obrolan ringan tentang frase ini. Lalu apakah kita menjadi lebih aware dengan apa yang kita makna? Not exactly.

So, di tulisan kali ini saya mau sedikit sharing tentang hal yang berhubungan dengan frase di atas. You Are What You Eat.

Tulisan ini terinspirasi dari kegiatan saya akhir-akhir ini yang ngikutin banget serialnya How I Met Your Mother. Ada yang suka nonton? Seru yaaa 🙂

Saya nonton ini karena alur cinta yang suka bikin kejutan dan reversing-nya yang apik. Keren ajaa. Meskipun sebenernya karakter dari masing-masing mereka kurang begitu patut dijadikan panutan (menurut saya). Well, saya mencoba mengambil hal positif yang bisa saya dapat dari film ini. Pertama adalah kosakata bahasa inggris saya yang bertambah gara-gara sering nonton film bule dengan tentunya pakai subtitle bahasa inggris biar makin pol belajarnya. Yeaaa.. alhamdulillah sih, kemampuan untuk pake bahasa inggris dalam obrolan atau tulisan juga bertambah. Sebenernya ini bukan hal pertama saya keranjingan nonton film bule. Tapi efek setelahnya kurang lebih sama, jadi seneng ngomong pake bahasa bule.

Lalu apa hubungannya sama frase You Are What You Eat? Continue reading

hidup lebih luas tanpa alasan!

Sudah pernah dengar dengan kata: keluarlah dari zona nyaman Anda!

Ah pasti udah pernah mendengar lah ya, itu kan klise banget. Klise tapi iya. Saya dari zaman SMP selalu senang dengan kata keluar dari zona nyaman sampai ketemu pada satu titik yang saya kasih judul: jenuh dan cape.

Terus saya diem aja gitu di zona nyaman dan gak kemana-mana lagi? Hmm.. ternyata gak bisa. Hidup saya makin jenuh dan flat aja kerasanya. Setuju banget deh sama ceritanya Sang Adik di notes yang ini. Notes yang ngebahas tentang mahasiswa Kupu-kupu dan Kura-kura. Hidup itu buat saya adalah perpindahan dari pencapain satu ke pencapaian yang lain. Hidup itu bergerak. Maka kalo saya diam berarti mematikan. Sepakat. Nah, tapi ternyata gak semudah itu deh untuk selalu keluar dari zona nyaman. Selama perjalanannya selalu ada scene deg-degan, cemas, galau, lelah, ngeluh, daaaannn masih banyak scene lainnya yang gak ngenakin. Okei, dengan ini saya proklamasikan bahwa saya selalu mengalami hal itu. Anytime! Tapi hidup kan memang seperti buku cerita kan ya? Saya mah nikmatin-nikmatin aja tuh. More experience, more lesson. Meskipun buat saya pengalaman bukan guru yang terbaik, tapi guru yang terlabil. Masa ngasih pelajaran pas kita udah ngalamin sesuatu? Hahaha… mirip KBK jadinya (^^)7

Saya udah hampir 4 tahun ini menjalani hidup dengan rutinitas yang gak cuma satu. Selain kuliah, adaaaa aja hal lain yang saya kerjakan. Cape? Pasti. Galau? Pasti. Stress? Ada lah… Tapi dari semua poin negatif itu, saya jaaauhhh lebih banyak dapat poin positifnya tanpa saya sadari. Well, semenjak menikah (lagi-lagi sejak nikah), saya semakin semangat untuk memainkan zona nyaman saya. Kenapaaa? Soalnya suami saya memberikan paradigma yang berbeda tentang zona nyaman. Apakah itu? Cekidot!

Tadi di awal saya tulisnya: Keluarlah dari zona nyaman Anda!

Kalau kata suami saya, apa yang kita lakukan itu bukan keluar dari zona nyaman kita, tapi memperlebar zona nyaman. Mungkin kita memang harus keluar sekali-kali untuk menarik batas zona nyaman dan menjadikannya lebar. Cape? Pasti. Galau? Pasti. Tapi hal yang saya rasakan sejauh ini sih memang yang ada justru zona kenyamanan saya lebih luas. Dulu yang asalnya saya pemalu dan gak nyaman ketemu banyak orang jadi nyaman dan biasa aja. Dulu yang asalnya saya gak pede dan gak nyaman ngomong di depan orang banyak jadi nyaman dan biasa aja. Dulu yang asalnya saya gak bisaan bisnis dan gak nyaman nawarin barang ke customer jadi biasa aja. Dulu yang asalnya saya gak nyaman bergaul dengan kalangan tertentu, saya jadi nyaman bergaul dengan siapa aja. Dulu yang asalnya masih milih-milih mau ikut acara apa aja untuk nambah ilmu, sekarang nyaman-nyaman aja tuh diajak ikut acara apa aja, yang penting ada manfaatnya. Sekarang saya selalu nyaman ditempatkan di kondisi apa aja (meskipun gak semua lah ya). Semuanya butuh proses. Proses untuk melebarkan zona nyaman. Nah, kalo saya tawarkan kata: melebarkan zona nyaman, mungkin terdengar lebih positif dan bikin semangat kan ya? Jadi, sudah sepanjang dan selebar apa zona nyaman kamu? Kamu sendiri yang bisa menilainya 🙂

Ada satu tips bagaimana caranya melebarkan zona nyaman tanpa ada halangan dan rintangan. Make your life without excusing! Hidup itu selalu bisa kok selama kita mau. Contoh konkrit: Saya itu ingin punya usaha sendiri. Saya pengen punya penghasilan tambahan. Nah, keinginan itu gak akan terwujud kalo masih ada excuse. Ah gimana bisa dapet uang tambahan orang saya gak bisa bisnis. Ah gimana bisa dapet penghasilan tambahan kan saya pemalu, mau ketemu orang aja males, apalagi nawarin barang, bisa gemetaran aja yang ada. Ah gimana saya bisa dapet duit, kuliah aja jadwalnya padat gini. Ah gimana saya bisa meluangkan waktu untuk usaha, requirement praktikum banyak yang keteteran. Ah saya kan lagi mau nyusun skripsi, mana bisa sambil bisnis. Teruuuusss aja kumpulin excusenya. Kita semua selalu punya stok excuse yang super duper banyak. Lah emang manusia diciptakan sebagai makhluk yang pandai mengeluh dan beralasan kan ya? Tapi, emang hidup mau diisi sama keluhan dan alasan melulu? Hmmm.. itu yang jauh bikin lebih cape! Percaya deh.

So, apapun alasan yang sedang kamu rancang untuk tidak melakukan sesuatu, saya bantu deh jawab alasan itu (yang di mana kalian pun pasti udah punya jawabannya sendiri). Life without excusing bakal membantu banyak hal dalam hidup kamu. Kamu bakal lebih banyak berbuat dan bertindak daripada sebelumnya. Saya itu gak bisaan bisnis, ngatur uang masih belepotan, dan belum pintar baca peluang, tapiiii… dengan hidup tanpa alasan, saya sekarang punya penghasilan tambahan dari 2 sumber yang berbeda, bahkan nanti nambah lagi jadi 3. Kok bisa? Ya bisa lah… Semua itu tergantung keinginan dan motivasi kita sebesar apa untuk mewujudkan impian tersebut. Jangan bilang berani ber-impian kalo masih punya banyak alasan.

Kalau udah kayak gini, saya bisa. Kenapa kalian engga?

Sipdeh. Pokoknya, stay young and positive ya people!

 

Rgds,

www.nyonyabisnis.in

 

P.S: Makasi buat Mas Isa, Aanya Bb, De Ika, Shaliha, Teh Marthy dan semua keluarga di dBCNetwork, juga orang-orang yang membuat saya yakin kalau saya BISA 🙂