Healing for Woman

Ada banyak orang yang japri saya menanyakan hal yang sama, apakah Healing for Woman berbeda dengan Healing Class yang biasa diadakan?

Aduuhhh Nurlelaaaa. Kalau iya isinya sama, terus kenapa judulnya harus beda 😦

Tentu jelas BERBEDA, Nona…

Mungkin maksudnya pengen nanya, “Apa sih yang membedakan Healing for Woman dengan Healing Class yang biasa diadakan?” Itu sih kayaknya. Cuma kadang orang suka keburu tegang duluan. Padahal gak aku pegang-pegang lho. Eitsss…

Baik, di postingan kali ini saya akan mencoba menjelaskan sejelas mungkin tentang event ini. Biar gak keriting jempol jawabin satu-satu japri yang masuk. Bismillahirrahmaanirrahiim….

Kita mulai dari penjelasan singkat tentang Healing Class dulu yaa. Sebenarnya ini pernah saya bahas juga di blog. Tapi gak apa, saya coba jelaskan lagi dengan bahasa yang berbeda yaa. Semoga lebih kebayang. Healing Class yang diadakan Komunitas Emotional Healing Indonesia di bawah asuhan Teh Irma Rahayu (penulis buku Emotional Healing Therapy, bisa dicek profil lengkapnya di www.IrmaRahayu.com) adalah sebuah kelas yang akan membantu kamu untuk mengeluarkan pendaman emosi berupa RASA yang selama ini menuhin memori di pikiran dan hati. Bisa dari masalah yang dihadapi saat ini, atau trauma masa lalu yang selalu menghantui hi hi hi hi hi (Oke, galucu). Contoh RASA di sini maksudnya apa? Rasa marah, sedih, kecewa, sakit hati, benci, dendam, terpuruk, terhina, tidak percaya diri, dsb dsb dsb… sebuah rasa yang sifat dan terdegarnya NEHATIP. Rasa yang pasti akan ada dalam diri kita sebagai penyeimbang dan penyempurna hidup. Tapiiiii, kalau rasa nehatip ini terlalu lama diam di dalam tubuh apalagi jumlahnya lebih banyak dan mendominasi, ini yang repot cuy. Pikiran jadi sulit jernih, solusi dari setiap masalah jadi terlihat pelik, hati berasa sesak tapi kok kosong, kalau bahasa Sunda nya sih, asa teu pararuguh. Atau bahkan ngaruhnya ke kondisi badan, physically. Pernah denger penyakit psikosomatis? Kondisi badan berasa ada yang sakit dan bermasalah, tapi setelah dicek secara medis gak ada satu pun bagian yang kelainan. Beware fellas, kamu sepertinya memendam emosi yang gak sepele. I’ve been there. Sering tetiba kram, keringet dingin, sesak nafas macam mau mati tapi kalau diperiksa yaa gak ada apa-apa. Sekali dua kali kayak gitu yaudah lah yaa lupa. Sering?? Yaa lelah juga lah. Sering banget??? Emmm bisa jadi malah abai dan terbiasa drama, dan itu yang BAHAYA. Yakali hidup diisi sama hal-hal geje kayak gitu. Indahnya dunia jadi kurang maksimal kita dapetin nya juga.

Okey, balik lagi ke Healing Class yaaah. Siapa saja yang butuh di-Healing? Yaaa yang merasa butuh aja. Ga semua harus Healing, yang kelihatannya butuh juga belum tentu harus Healing. Karena Healing Class yang diadakan oleh EHI ini hanyalah salahsatu ikhtiar pengobatan untuk menjadi manusia yang lebih ajeg, aware, napak, dan matang. Banyak pelatihan serupa. Banyak program serupa yang menawarkan fasilitas yang sama. Bisa dicek ke toko sebelah sebagai perbandingan. Intinya di bagian nguras emosi kotor dan emosi yang sudah tidak penting dalam hati dan badan. Itu.

Jadi kalau dianalogikan, Healing Class itu kayak terapi bekam. Kalau bekam kan darah kotor yang dikuras, kalau Healing Class ini emosi kotor. Gimana caranya? Yaaa dikeluarkan. Heu. Ada cara yang baik dan benarnya. Biar lebih kebayang saran saya sih baca aja buku Teh Irma. Kalau saya agak kurang kompeten menjelaskan. Hanya saja sebagai penyelenggara, saya mau kasih gambaran kalau Healing Class itu kelas terapi mengeluarkan emosi dengan bantuan instruktur, dalam hal ini Teh Irma Rahayu sendiri sebagai penulisnya langsung.

Di kelas ini kamu akan mendapatkan wadah yang sangat tepat dan private untuk mengeluarkan apapun yang selama ini kamu tahan dan simpan, tapi kamu udah ga sanggup untuk  menahan dan menyimpannya. Kurang lebih begitu. Let me repeat yaa.. Apa aja itu? Rasa marah, kecewa, sedih, kesal, putus asa, tidak percaya diri, terhina, terpuruk, dsb dsb dsb.

NAAAHHH gimana dengan Healing for Woman? (Hahaha langsungin aja yaa loncat ke sini biar gak kepanjangan).

Healing for Woman ini dibuat selama 2 hari sampe nginep segala, Karena EHI ingin kasih sesuatu yang SPESIAL buat kamu para wanita. Kan wanita sukanya yang spesial-spesial. Yakaaaaan. Kita akan bahas dan kupas tuntas tentang permasalahan seputar wanita, baik dari segi emosi, karir atau rezeki, dan topik seputar cintaaaa… Apapun status kamu saat ini. Single? Taken? Married? Divorce? Pelakor? #eh… yaaa pokoknya apapun kondisi kamu saat ini yang bikin kamu JENGAH dengan hidup, kita akan sentuh dengan bagaimana wanita ingin disentuh. Hihihihi geli juga pemilihan bahasanya.

Dan yang jelas pesertanya semuanya WANITA jadi semoga ini bisa bikin kamu nyaman juga selama acara. Akang banquet dan teknisi hotel juga DILARANG masuk (yaiyalah Nurlelaaaa).

Ada satu postingan Teh Irma yang bagi saya pribadi sangat PAS menggambarkan apa yang akan disajikan di Healing for Woman ini, begini katanya….

Wanita itu susah di mengerti oleh lelaki, hanya bisa dipahami oleh sesama wanita ….. katanya 

Terlalu banyak drama wanita yg mampir ke EHI

Tentang hati yang hancur karena LELAKI 
Tentang hati yang beku karena SITUASI
Tentang hati yang hampa karena KEHILANGAN
Tentang hati yang dingin karena DENDAM
Tentang segala asa yang tak pernah TERWUJUD

Wanita dan segala dramanya, kisahnya, perjalanannya….. selalu menjadi cerita dan inspirasi dunia.

Wanita yang punya kisah tak sempurna, yuk kita ketemuan di event ini.

Gitu katanya.

Sooo, masih bingung apa yang membedakan Healing for Woman dengan Healing Class biasa?? Yaudahlah japri aja gapapa hahaha. Curhatin ajaa panitianya, curhatin ajaaa. Tapi udah itu daftar dan bereskan urusan administrasinya yaak. Buruan, untuk kelas Februari nanti tinggal ada 2 seat lagi nih. Kalau ga kebagian yaa masuk daftar Waiting List.

Terakhir, saran saya… sebelum senapsaran sama event dan kelas yang diselenggarakan EHI, ada baiknya kamu baca bukunya dulu. Emotional Healing Therapy oleh Irma Rahayu atauuuu kepoin gaya nya Teh Irma kalau nyablak di channel Youtubenya, Rumah Mamak. Biar lebih kebayang dan membantu kamu memutuskan, bener gak kamu butuh yang kayak ginian. Jangan ambil kelas, hanya karena ikut-ikutan atau karena lagi trend aja. Buang waktu, duit, dan tenaga ituh namanya. Hidup nya makin blangsak yang ada.

Disclaimer: Healing Class BUKAN event SAKTI yang bisa bikin hidupmu langsung berubah 180 derajat menjadi kaya, sukses, bebas hutang, financial freedom, bahagia dunia akhirat, happily ever after, atau sembuh total dari penyakit panu, kudis, kurap, dan kutuan. It’s just an event. Kesembuhan dan perubahan hidup yang HQQ kuncinya tetap di kegigihan kamu dalam berbenah diri dan ketentuan Ilahi Rabbi.

Sekian.

Semoga tulisan ini cukup mencerahkan. Penulis menerima japri TERKAIT info Healing via WA 0812 2702 3499

Advertisements

Pencarian Jati Diri

Beuh.

Judulnya berat cuuyy. Mas Jati kamu kemana, banyak orang yang nyariin. Termasuk sayah. 

Berbicara tentang pencarian jati diri, ini adalah perbincangan yang gak pernah ada ujungnya. Perbincangan yang selalu seru untuk dibahas. Bagi saya terutama. 

Ternyata tidak ada patok usia bagi seseorang bisa bertemu dengan jati dirinya. Setiap individu punya waktunya masing-masing untuk ketemu Bang Jati. Sempat saya berpikir bahwa pada usia 20an awal saya akan bertemu dan mengenal siapa saya. Ternyata tidak semudah itu shay. Usia saya saat ini sudah menginjak 28 tahun. Penghujung usia 20an yang bikin deg-degan. Bisa dibilang, baru di usia ini saya tau apa yang saya mau. Saya yakin dengan apa yang saya jalanin.

Telat? Relatif. Telat menurut siapa dulu…

Mungkin bagi yang sudah menemukan jalan hidupnya di usia 17 tahun, apa yang saya capai saat ini bisa dibilang telat. Tapi jangan salah, banyak di antara kita bahkan usianya sudah mau kepala 4 pun masih oleng dengan kapal yang sudah ia rakit selama ini.

Pencarian jati diri.

Itu memang proses yang berat cuuyy. Apalagi di masa millenial saat ini. Di mana sosial media menambah rusuh kancah pencarian jati diri. Banyak orang terjebak pada hidup orang lain. Berhalusinasi. Berharap dan membayangkan hidupnya seperti yang ia nikmati di layar HP nya. And you know what, itu rasanya gak enak mennn. Being HALU is menyakitkan. Melelahkan. Will bring you going nowhere….

Lalu, apa sih sebenarnya pencarian jati diri itu ?

Ini mah definisi menurut saya yah. Pencarian jati diri itu adalah proses kita mengenal siapa kita dan mau apa kita. Proses menyakitkan karena kita harus menerima diri kita apa adanya dengan segala apapun yang telah membentuk kita. Pola asuh orang tua dan juga peran lingkungan serta pengalaman yang berkontribusi nyata menjadikan diri kita begini adanya.

Kita paham apa kelemahan kita dan apa potensi kita. Gak insecure sama orang lain. Karena kita percaya bahwa kita unik dan sangat berbeda satu dan yang lainnya. Kita membawa pesan lewat passion yang khas untuk menjadi khalifah Allah di dunia yang fana ini. Kanmaeeeen bahasanya yekaan….

Kita tau kita siapa. Kita tau mau dan tujuan kita apa. Niscaya kita agak irit baper dan hemat galau menghadapi dunia nyata. Jamaaaah oohh jamaaaah.

Pernah denger gak quotes yang bilang, do your passion and money will follow. Bahwasanya ketika kita tau apa yang kita suka, apa yang kita cinta, apa yang kita enjoy ngerjainnya no matter what happen, no matter what people say…. Kita akan lebih mudah menggenggam dunia. Gituh. Jamaah ohhhh jamaaah…

Cuma memang proses nemuin jati diri ini PR banget. Ga semua bisa telaten sampai nemu hak paten atas dirinya sendiri. Butuh drama india dan telenovela untuk akhirnya menemukan, SIAPA SIH SAYA. MAU APA SIH SAYA??

Beruntung saya punya komunitas yang concern banget bahas yang namanya pencarian jati diri. Komunitas ini buka pendaftaran membernya pun setahun sekali, untuk memastikan setiap anggotanya matang berproses untuk kenal dirinya sendiri. Saya namai komunitas ini KIMI. Komunitas IBUMUDA Indonesia. Eits, jangan terkecoh dengan kata ibumuda yang ada di dalamnya. Karena itu adalah sebuah kiasan sebuah semangat jiwa muda untuk terus menggali potensi dan inspirasi untuk bertahan dan bersinar di dunia.

Dan terbukti, pencarian jati diri pun memang tidak mengenal usia, latar belakang atau status saat ini. Kita semua, apapun kondisinya, akan selalu mencari daratan terbaik untuk napak dan sadar… kita ini siapa dan kemana semua doa dan harap akan dibawa dan diperjuangkan.

Sabtu ini tanggal 9 Desember 2017 insya Allah KIMI bakal kopi daratan di JAKARTA, yeaaay. Acara ini terbuka untuk umum. Jadi bagi siapa saja yang gak sengaja baca tulisan ini dan berminat ikut nimbrung dan seru-seruan bareng KIMI, boleh banget daftar dan join ketemuan.

Kamu bisa kontak Fely di 0812 8376 7467. Kuota peserta terbatas, jadi jangan kebanyakan mikir cuss aja langsung daftar 🙂

Percayalah…. Siapapun kita, gak akan pernah bosan untuk semakin kenal dengan siapa diri kita yang sebenarnya. Goodluck!


Apa itu KIMI?

Akhir bulan Oktober ini, saya memantapkan hati untuk kembali membuka registrasi keanggotaan KIMI. Apa itu KIMI? KIMI adalah singkatan dari Komunitas IBUMUDA Indonesia. Komunitas yang sudah saya bangun sejak tahun 2013. Sejarah lengkapnya seperti apa bisa dibaca di sini yaaa

Flyer Open Register New Member sudah disebar via medsos. Dan tentu saja pertanyaan dasar akan bermunculan bagi yang berminat untuk gabung. Baiklah, buibu tercinta…. berikut akan saya jelaskan secara lengkap tentang keanggotaan KIMI dan apa yang akan didapatkan jika bergabung dengan komunitas ini. Check it out 🙂

Apa itu KIMI?

KIMI adalah sebuah komunitas yang menitikberatkan pada pengenalan diri sendiri. Topik yang akan dibahas adalah tentang bagaimana kita SADAR kira-kira masalah atau penyakit yang selama ini kita hadapi akarnya ada di mana. KIMI akan banyak membahas tentang kondisi emosi dan self awareness dalam menyikapi permasalahan hidup, terutama konflik rumahtangga. Atau mungkin tentang…. mantan. Hehe…

Siapa saja yang boleh masuk KIMI?

As long as kamu WANITA, kamu berhak masuk KIMI. Kelahiran berapapun… Sudah menikah atau belum… Sudah punya anak atau belum… IRT atau wanita bekerja…. Boleh…. boleeeh banget gabung, karena balik lagi ke visimisi KIMI, yaitu mengajak para wanita Indonesia untuk bisa kenal SIAPA diri nya dan MAU dibawa kemana hidupnya.

Saya berada di pulau atau kota “X” apakah bisa bergabung KIMI?

Keanggotaan KIMI tidak berbatas domisili. Di manapun kamu, boleh banget gabung KIMI. Karena kegiatannya lebih banyak dilakukan via grup WA. Sejauh ini kopdar hanya dilakukan di kota Bandung, Jakarta, dan Bogor karena jumlah anggota yang terdaftar yang paling banyak. Jadi tidak menutup kemungkinan jika jumlah anggota di kota mu sudah mulai banyak, bisa bikin kopdar sendiri.

Apa saja kegiatan KIMI?

Kegiatan KIMI terbagi menjadi dua agenda besar, diskusi di grup WA dan kopdar KIMI yang dilakukan di 3 kota tadi. Apa saja yang didiskusikan di grup WA KIMI? Selain masalah domestik kegalauan seorang wanita pada umumnya, KIMI memfasilitasi para member untuk curhat dan berbagi beban. Ada juga hari spesial untuk para ibu yang punya bisnis untuk bukalapak di #JumatJualan. Daaan kegiatan yang paling seru dan dinanti adalah #challengeKIMI, yaitu berupa kegiatan sehari-hari yang ditentukan tema nya, manfaatnya bisa mengulik dan mengorek potensi para buibu yang selama ini belum terkuak. Dan tentu akan ada pembelajaran di balik challenge tersebut. Tidak sedikit dari  pengalaman challenge, banyak member yang jadi lebih jauh mengenal dirinya sendiri.

Apa manfaat yang bisa saya dapatkan dengan bergabung dengan komunitas ini?

Selain bertambahnya saudara sesama perempuan, para member KIMI yang sudah tergabung selama ini merasakan manfaat berupa perspektif baru dan berbeda dalam menyikapi setiap masalahnya. Karena selama prosesnya kita akan sama-sama KENAL dengan diri kita yang sebenarnya. KIMI bisa menjadi sahabat yang akan menerima kamu apa adanya. Well ini abstrak banget sih emang, tapi ini akan kamu rasakan ketika sudah masuk dan merasakan interaksi di KIMI 🙂

Apa yang membedakan KIMI dengan komunitas lain?

KIMI tidak akan secara khusus membahas tentang pernikahan, sekolah anak, parenting, ASI vs Sufor, MPASI, metode lahiran, pilihan karir, dan topik spesifik lainnya. It’s about us, as a WOMAN.

Apa syarat bergabung dengan KIMI?

Pertama, mengisi database di bit.ly/databaseKIMI. Kedua, siap jadi diri sendiri dan MENERIMA diri sendiri.

Oiya, buat yang belum tau dan kenal. Kenalkan…. Saya Asri Fitriasari atau biasa dipanggil Achii. Seorang ibu dengan satu anak yang sedang hamil anak kedua, koas doktergigi di FKG Unpad, domisili Cimahi, dan seorang wanita yang senang sekali menulis. Saya founder dari komunitas ini. Am I an expert in these things??? Engga. Saya pun masih gesrek, butuh masukan dan diingetinnya. Saya membuat komunitas ini karena sadar bahwa wanita itu sebetulnya SANGAT KUAT, hanya saja suka lupa caranya kuat itu kayak gimana. Saya kumpulkan para wanita dengan segala cerita dan latar belakangnya untuk saling mengingatkan dan menguatkan bahwa KITA ITU HEBAT !

Baiklaaah… sekian informasi singkat tentang KIMI, silakan jika berminat kenalan dan merasakan serunya komunitas ini bisa japri saya via WA 0812 2702 3499 🙂

 

 

THANKYOUUU *smooch*

Small Things

Siang itu ketika sedang asyik berselancar di Fesbuk, saya menonton sebuah video yang di-share oleh teman di linimasa nya. Video yang benar-benar menggugah dan menyentuh. Bisa liat videonya di link ini yaa.

Video ini berisi tentang Kristina Kuzmic, seorang wanita, seorang ibu yang begitu depresi dan merasa sangat tidak berharga setelah perceraiannya. She felt broke. Totally like a complete loser dengan segala penolakan dan kejadian yang terjadi di hidupnya. Ada yang pernah merasakan hal yang sama? Feel so depressed dan gatau mau ngapain. Kayaknya semua yang dikerjain salah. Kayaknya semua yang sudah dikerjakan gak ada artinya. Gagal. Rusak. Hancur…

Gak ada lagi orang yang percaya.. Bahkan kita pun sudah gak percaya sama diri kita sendiri. Ada yang ngerasain hal yang sama?

Continue reading

Pawang Singa

Akibat kisruh gonjang ganjing yang terjadi di dunia per KIMI an… sejujurnya aku lemes gaes hahahaha… PR baru yang kudu dihadepin dengan jiwa yang setrong dan tahan karam…

Gelendotan ke suami minta dicharger biar kuat menghadapi kenyataan…

👨: Udah Be. Kamu kan Raja Singa..
👩: HAH?? RAJA SINGA?!?!?!
👨: Eh maksudnya kamu itu Singa. Kamu yang mimpinnya. Masa Singa udah keok ama yang beginian doang. Keep moving go ahead laaah..
👩: Hah iyasih…

Namanya Indra Purnama. Pas udah nikah harus rela jadi pawang. Pawang Singa wkwkwk. Ngasih makan diterkam. Ngajak main dicakar. Abis banget lah si pawang awal-awal kenalan ama Singa. Tapi karena pawangnya sabar, transferannya lancar hahaha. Jadilah Singa ini bisa jinak-jinak kelinci.
Dan tadi di radio pas keputer lagu Marry Your Daughter aku langsung mewek… inget gimana dia ngegeber motor dari Bandung ke Cianjur buat minta ijin ama Om Asep. Mintain cewe yang dia kira lembut untuk jadi istri ehhh taunya Singa hahaha…

Lagian Singa kok MEWEKAN 😂

Pawang mana pawaaang..

Tentang IBUMUDA Indonesia

​Malam itu di sudut kota Bandung. Di antara tumpukan kosan dan kontrakan Sekeloa yang semakin padat, saya dan dua sahabat teman curhat sedang membicarakan strategi bisnis untuk menguatkan ikatan secara personal dengan customer pada sebuah brand yang kami buat namanya KAMA syar’i. Agar lebih loyal, dan semakin rajin belanja gamis di toko kami. Hahaha modus banget.

Akhirnya tercetuslah acara Arisan IBUMUDA sebagai wadah bagi kami mengumpulkan para customer dan calon customer untuk saling berbagi kisah dan cerita, serta saling menguatkan. Bandung, 11 Desember 2013 saya bertemu dengan 22 orang ibumuda dari berbagai latar belakang. Ada yang memang saya kenal sebelumnya, ada yang baru kenal dan memang daftar via media sosial. Belum pernah ketemu sebelumnya.

Hari itu hari yang cukup bersejarah. Hari pertama bagi saya untuk mengenal jenis hidup yang berbeda-beda dari setiap sudut cerita para ibumuda. Sebenernya sih nama IBUMUDA sendiri hanya simbol ajaaa wkwk. Biar gemes gitu dengernya. Sekaligus rasa prihatin saya dengan konotasi ibumuda yang selalu jadi sasaran predator gakjelas di luaran sana. Mudah-mudahan ibumuda yang ini mah shaleha semua terjaga semuanya yaaa Aamiin.

Dari awal anggota IBUMUDA sangat beragam. Single, newlywed, senior, senior banget juga ada. Ibumuda yang masalahnya gitu doang dan gitu banget juga ada. Tahun pertama perjalanan komunitas ini diisi dengan saling mengenal satu sama lain terutama bagi yang baru kenal. Mulai curhat satu persatu anggotanya, dan dari sesi curhat itu lah tak terasa kami semakin dekat. Saya pribadi merasa semakin kaya akan ilmu dan rasa syukur. Bahwa ternyata ada yang hidupnya lebih menyakitkan daripada yang saya alami.

Alhamdulillah pada tanggal 21 Desember 2014 komunitas ini dikukuhkan secara resmi oleh ibu walikota Bandung, Teh Atalia Kamil. Member pun bertambah, tidak hanya di Bandung. Kota Bogor dan Jakarta pun sudah mulai ada. Tapi di tahun kedua saat itu kegiatan malah kurang terarah hehehe. Saya nya sih yang salah. Wara wiri gak jelas sebenarnya mau ngurusin apah hahaha.

Sempet mikir, apa bubarin aja yaah. Berat gini ternyata pegang komunitas heuheuheu.  Tapi karena dorongan dan support dari teman-teman juga komunitas ini tetap bertahan dan masing-masing di kota nya tetap rutin mengadakan pertemuan dan menjadikan sesi arisan sebagai sesi lepas lelah dan curhat-curhatan.

Saya masih ingat doa saya di awal membuat komunitas ini. Yaitu ingin menggerakkan 1 juta ibumuda Indonesia untuk memiliki hidup bahagia dunia akhirat. Hahahaha berat emang doanya. Konsekuensinya juga beraaaat. Berkali-kali saya menghadapi konflik batin untuk komunitas ini. Terusin gak yaa. Gedein gak yaaa. Karena saya sendiri belum bener ngurus apa yang ada di rumah. Ini sok sokan mau gerakin 1 juta ibumuda. Ampuuuun 😦

Makanya pergerakan komunitas ini senyaaap sekali. Karena saya nya sendiri masih meraba-raba mau gimana dan harus digimanain buibu ini. Kejadian demi kejadian dan curhat demi curhat membuat saya memilih untuk tidak berharap banyak dan berkonsep hebat. Saya akan besarkan komunitas ini sebagai tempat yang nyaman untuk para ibu merebahkan badan. Saya ingin di komunitas ini kita berani mengakui rasa sakit dan jadi diri sendiri, sekaligus saling menguatkan. Saya ingin melalui komunitas ini kita belajar dan aware untuk tau betul siapa diri kita dan apa yang kita mau. Belajar untuk menerima dan bersyukur dengan tidak membanding-bandingkan hidup satu sama lain. Karena itu proses yang selama ini saya rasakan. Bertemu dan berbincang dengan satu ibu dan ibu lainnya. Ujiannya beda-beda dan kadang mereka hanya butuh telinga yang siap mendengar tanpa mengeluarkan judge.

Tapiii meski begitu di sini harus saling mengingatkan biar kalau memang ada luka membusuk yang selama ini kita tutup, bisa sembuh.

Allah lah tempat segala berawal dan bermuara. Apa yang terjadi di hidup ini udah Allah atur serinci mungkin. Rezeki tidak ada yang tertukar. Begitu juga dengan cobaan. Semoga dengan adanya komunitas ini, kita bisa saling menguatkan dan mengingatkan.

Jangan takut.

Jangan merasa sendiri..

IBUMUDA Indonesia ada untuk menemani 🙂

Asri Fitriasari

Founder Komunitas IBUMUDA Indonesia

Al Insyirah

1. Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?
2. dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu,

3. yang memberatkan punggungmu,

4. dan Kami tinggikan sebutanmu bagimu,

5. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,

6. sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,

7. Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),

8. dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.

QS Al Insyirah 1-8
Duh dalem.. Suka banget kan sama surat yang satu ini? Apalagi di ayat 5 dan 6. Kalau ada yang posting tentang dua ayat itu, langsung dikasih like dan love deh ama orang-orang. Tapi ya percuma sih di-like dan di-love kalau pas dikasih sulit malah mewek kejer terus misah-misuh gak jelas hahahaha..

Saya sih gitu orangnyaaaah *toyooor

Itulah manusia. Itulah Asri Fitriasari namanya. Udah jelas-jelas di Al Qur’an bilang kalau hey lo kalem kali gausah lebay drama nya, abis lo pusing, abis lo pening, Allah bakal kasih hadiah selama lo nya sabar dan mau usaha. Kerjain aja itu urusan. Nanti juga kelaaar.

Bulan ini saya kembali ditampar sama ayat dalam surat Al Insyirah. Mendadak dapet banyak kesulitan di tengah-tengah hidup yang adem ayem asal klakon. Mendadak kudu beresin requirement GTSL (gigi tiruan lengkap sebagian), di mana kasus itu pasiennya udah ganti sampe 3x hiksss. Kalau gak dikerjain saat ini juga, requirement GTL (gigi tiruan lengkap) gak boleh lanjut dikerjain hiksss..

Yaudah mau gak mau ngubek-ngubek kontak dan kenalan yang bisa dan mau jadi pasien GTSL. Sebelumnya udah hopeless dan males banget ngerjain requirement ini. Yaaa udah ganti 3 pasien tapi gak ada yang jalan. Moodnya udah berkerak 😂

Pas lagi kaget dan shock ditodong harus segera beresin GTSL baru boleh lanjut ke GTL, saya cuma bisa doa sambil usaha sebisanya nyari pasien…. Eh, gak lama dapet. Kasusnya gampang pulak. Pasiennya juga kooperatif lagi. Pas Acc kerjaan tiap tahap tetep dikasih deg-degannya siih. Tetep ada fase ‘gak gampang’ nya tapi at the end kelar dan hanya butuh waktu kurang dari sebulan! Alhamdulillah….

Abis drama GTSL beres, lanjut todongan jadi seminaris Bedah Umum. Mulai dari nyari literatur, ngajuin makalah, jadi seminaris, dan pas proses revisinya tuh yaaa cukup bikin kepala dan hati keritiiiing. Sampe migrain dan batuk-batuk. Tapi at the end requirement itu kelar juga dalam waktu kurang dari 2 minggu. Berakhir bahagia karena pas minta tanda tangan pelunasan kerjaan gak pake ribet dan dapet nilai A. Alhamdulillah…

Ini bukan kejadian sekali dua kali kayak gini. Banyak bangeeet nget nget nget di saat hidup berasa sempit, sesak dan pengen teriak, Allah langsung nyamperin ngasih kemudahan di luar ekspektasi. Sampe bikin amaze sendiri. Ya Allah, Engkau so sweet sekaliiii..

Ahhh jadi inget waktu sidang skripsi S1 dulu. Saya kan ngerjain skripsi pas lagi hamil gede tuh. Bolak-balik Bandung-Jatinangor bawa-bawa buku tebel dan perut kandel. Capek, pusing, kesel lah bawaannya. Tapi alhamdulillah dikasih dosen pembimbing yang baik bangeeet. Dikasih dosen penguji yang baik bangeeet. Pas sidang, kurang dari setengah jam udah keluar ruangan wkwkwk.. Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang kan kau dustakan, Asriiii?

Jadi kesimpulan saya adalah… Semua ayat di Qur’an itu bener banget. Kejadian banget. Dan memang tugas iman itu bukan hanya terucap di lisan dan diyakini dalam hati, tapi juga dibuktikkan dalam perbuatan. Ngesoot, ngesooot daah..

Gak peduli seberapa ayat Qur’an yang sudah kita baca hingga hari ini, kalau misalnya belum ada ayat Qur’an yang bisa kita imani lewat amal  perbuatan.

Kyaaaa gaya banget bahasa looo..

Gapapa yaah, ngomong doang mah gampang kaaan. Prakteknya itu yang bikin m*ncret dan sulit dideskripsikan oleh kata hahahaha.

Udah sekarang mah kalau baper jangan keterusan. Baper yang keterusan itu tanda iman belum bener.. Jangan geer, ini bukan ngomongin kalian.. Ini ngomongin diri sendiri, anaknya gampang baper dan gampang ilang mood cuma karena dikasih sulit sedikit. Ampun deh. Masih ngesooot banget belajar iman. Masih megap-megap praktekin apa-apa yang Allah sampaikan di Quran..

Alhamdulillah punya Allah yang Sabar nya Maha Daya. Sabaaar banget liatin saya yang jatuh bangun memeluk iman… (Yang namanya Iman gak usah geer yaa, bukan ngomongin lo jugaak ini 😂)

Mari ah ngaji lagi…

Alam nasyrah laka shadrak….

Cimahi, 24 Ramadhan 1437 H

Asri Fitriasari

Ibu yang lagi ngesooot melukin iman..

*bukan.. bukan iman, si Iman.. Kalau saya meluk si Iman nanti si Indra maraaah haha #ampungaring