Small Things

Siang itu ketika sedang asyik berselancar di Fesbuk, saya menonton sebuah video yang di-share oleh teman di linimasa nya. Video yang benar-benar menggugah dan menyentuh. Bisa liat videonya di link ini yaa.

Video ini berisi tentang Kristina Kuzmic, seorang wanita, seorang ibu yang begitu depresi dan merasa sangat tidak berharga setelah perceraiannya. She felt broke. Totally like a complete loser dengan segala penolakan dan kejadian yang terjadi di hidupnya. Ada yang pernah merasakan hal yang sama? Feel so depressed dan gatau mau ngapain. Kayaknya semua yang dikerjain salah. Kayaknya semua yang sudah dikerjakan gak ada artinya. Gagal. Rusak. Hancur…

Gak ada lagi orang yang percaya.. Bahkan kita pun sudah gak percaya sama diri kita sendiri. Ada yang ngerasain hal yang sama?

Continue reading

Advertisements

Tahun Keenam: Little Sweet Escape

Hari itu hari cukup galau dan ngeselin, pasalnya… cieee pasalnya… hari itu datang ke RSGM dan kembali gak ada kerjaan lagi. Bete. Melipir aja deh ke kosan temen, numpang bobo siang aja deh biar tetep ada agenda. Wkwkwk agenda apaaaaan itu tidur siang haha. Di kosan temen, ikutan leyehan dulu, buka-buka sosmed dan sukses dibikin mupeng sama temen yang baru kewong kemarin, apalagi kalau bukan foto-foto menyiksa mata berisi snapchat selama honeymoon. Yaampooon maafkan aku ya Allah.. Aku  iriii. Aku siriiikk..

Lalu iseng nge-screen capture dan berniat ngirim kode ke suami. Tom, Cabe butuh liburaaan.

Dan surprisingly, pas mau japri Tomat a.k.a my suami, dia udah ngirim pict hotel booked untuk tanggal 30 September. He said that “Ini kado buat anniversary 6 tahun. Aku sekalian ambil cuti.”

WHAAAATTTTTT… Kebahagiaan macam apa iniiiii… Ya Allah… aku refleks norak loncat-loncat dan teriak gak jelas. Saking happy nya.

Masih gak percaya tapi ini semua benar adanya.

Continue reading

Kenapa Healing Class Direkomendasikan

Lantas di mana letak salahnya kok ada manusia yang mampu berdamai dengan masalah dan ujian, tapi banyak pula yang gagal paham dan menepi kejauhan? Kalau memang ALLAH tidak memberi beban melebihi kemampuan kita, kenapa kita seperti kepayahan mengarungi kehidupan? Kok rasanya kesusahan ini tak berujung?

Aduh ini kalimat cukup nyesek ya? Kok bikin penasaran ya? Kok gue banget yaa haha ~

Sebelum akhirnya saya kepengen banget baca buku Soul Healing Therapy, saya dihadapkan pada kondisi bisnis yang stuck bangeeeet nget nget nget padahal sebelumnya lancar jaya dan saldo rekening aman sentausa. Pas saya jatoh, liat rekan sejawat lainnya makin mencuat melesat bikin sirik beraaaat.

Eungap. Sesak nafas rasanya.

Saya sempat “marah” pada keadaan. Menyimpan sedikit kesal pada Tuhan. Perasaan kerja udah edan, pengorbanan udah dilakukan. Tahajud, dhuha, infaq, sodaqoh, dan membantu sesama udah. Tapi kenapa doa belum juga ketemu jawabannya. Hidup makin sempiiiit aja rasanya. Mulai kan sombong dan perhitungan sama Tuhan. Amit-amit deh itu kelakuan hahaha. Mau ngapa-ngapain bawaannya males dan emosiiii aja jadinya.

Pas “dipaksa” baca buku Soul Healing Therapy ama Bu Nani Kurniasari, brand owner NKsyari, ada kalimat di atas yang cukup nusuk dan bikin penasaran.

Iya.. iya iya sih kenapa kok tetiba suka ngerasa hidup gini-gini amaaadddd??? Pake D amat nya juga biar nendang! Padahal sebenernya masih banyak yang bisa disyukuri tapi kok yaaa rungsing a.k.a kacau terus pikiran. Hayati butuh piknik…

Dan di buku itu dijelaskanlah bahwa ada yang namanya PROSES dan KONSEKUENSI DOA.



Beuh. Apapula itu.

Pertama, doa yang baik dan cepat sampe ke Tuhan Yang Maha Mengabulkan, adalah doa dari jiwa yang tenang. Haduuuh tuh kan jiwa yang tenang lagi kyaaaaa susah banget gaes punya jiwa yang tenang itu. Prosesnya panjaaaaang dan berliku. Bentuknya juga abstrak gatauuuu. Jiwa yang tenang adalah jiwa yang “menyerah” pada kuasa Tuhan. Bisa menyelaraskan setiap emosi negatif yang ada dan mengetahui dan mengakui setiap ketakutan yang paling dalam pada diri kita. Jiwa yang tenang dan eling akan lebih enak saat kirim doa pada Sang Kuasa.

Wahai jiwa yang tenang.. Kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoiNya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu.” (QS Al Fajr 27-30)

Kedua, harus siap dengan segala konsekuensi doa. Konsekuensi doa ini hadir dalam bentuk masalah.

Jadi selama coaching sama Teh Irma, tiap kali ngeluh dan protes sama hidup, Mamak cuma bilang dengan entengnya, “Coba yaaa diinget lagi doa-doanya…

“Glek. Jlebbb. Keselek!

Langsung lemes.

Doa ingin jadi istri shaleha yang setia mendampingi suami. Jadi ibu yang baik.

Doa ingin keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Doa ingin diangkat derajatnya jadi ummat yang mulia.

Doa ingin dibersihkan hartanya dari yang haram dan syubhat.

Doa ingin bisa membahagiakan orang tua dan lingkungan sekitar.

Doa ingin hidup lebih baik terus lebih baik setiap harinya.

Doa… doa gue dipikir-pikir cliche tapi yaaa konsekuensinya yaaa gakan mudah lah pastinya!

Belum lagi ditambah doa pengen bebas hutang dan jadi horang kayah. Punya penghasilan ratusan juta. Bisa bangun sekolah gratis dan menggerakan sejuta ibumuda. Whaaaaat doa lo luarbiasaa. Gak sebanding sama usaha dan kondisi jiwa lo Nyoong wkwkwk

Tareeeek napas dulu Sis. Eungap bangeeet inih.

Tiap inget doa yang udah “direngekin” sama Allah dan bandingin sama kelakuan, langsung istighfar. Ya ampuuun minta semprot dulu beauty water biar segeerr huhu. Aerr putih mana aerrr putih… malu banget liat kelakuan sendiri. Hiks.

Satu tahap hidup berhasil kita naiki ketika kita sadar bahwa setiap yang terjadi adalah ulah diri sendiri. Masalah yang datang sebenarnya nyuruh kita bangun. Woooi itu banyak banget yang kudu dibenahin dalam diri lo. Allah mau  ngasih nih apa yang lo minta tapi itu benerin dulu hatinya. Siapin dulu mentalnya. Biar lo gak makin belingsatan. Biar Allah ridho dengan setiap apapun yang Dia kasih dan dia ambil. Biar Allah selalu ridho sama hidup lo. Wakeeee upppp!!!! Lukanya dibuka, diobatin, dibikin sembuh. Penyakit hatinya gosokiiiin, bikin kinclong duluuu. Biar kalau lo dikasih nikmat yang banyak, lo tau cara yang bener untuk tetap berpijak dan gak bertindak seenak jidat.

Haaaahhh. Sesak yaaah.

Kurang lebih itu yang selama ini didapat sepanjang baca buku Soul Healing Therapy dan ikut kelas Healing. Dibelek matanya untuk melihat indahnya proses ketika Allah ingin mengabulkan doa kita. Kayak mau lahiran. Sakiiiit banget nunggu pembukaan. Sampe kadang kudu diinduksi dulu dua kali baru keluar deh anugerah Tuhan paling seksi. Seksi soalnya pas keluar belum dibajuin. -Garing-

Setiap doa ada proses dan konsekuensinya. Siap-siap ajaaa.

Jadi kalau tiap hari ada aja masalah yang harus dihadepin yaaa dimamam ajaa. Vitamin Sis biar siap jiwa raga ketika Allah kasih yang kita semua minta saat doa.
Tareeek napas dalaam. Keluarkan perlahan…

Tenang… tenang… maka lo MENANG

Semoga bermanfaat yaaaw.

Selamat mengingat kembali doa yang udah diminta dan menerima konsekuensinyaaah! Kalau bener-bener gak ngerti sama diri sendiri harus digimanain, gabung yuk di kelas healing 🙂

Salam hangat penuh semangat,

AF

Founder of IBUMUDA Indonesia :*

Midnight Sale

“Mas, aku berangkat yaa… Si kecil juga ikut…”

“Kalian mau kemana?”

“Biasa, mau ngejar midnight sale!”

“Haaa wanitaaa.. Yaudah, hati-hati yaaa. “

Dan Anjani beserta putri kecilnya, Kinanti sudah  duduk manis di bazaar midnight sale yang selalu dua wanita ini nantikan. Sepekan lebih promo besar-besaran ini diadakan. Anjani dan Kinanti benar-benar sudah tidak sabar menahan kantuk untuk mendapatkan diskon yang benar-benar diinginkan, terutama Kinanti yang selalu bersemangat untuk berlari kesana kemari melihat situasi riuh di tengah perburuan setiap malamnya.

Ada yang berbeda pada Anjani, dia tidak membawa segepok uang atau deretan kartu siap gesek untuk melunasi belanjaannya. Midnight sale yang didatangi Anjani hanya bermodalkan sajadah, qur’an, dan mukena.

LOH?

Iya, apa yang Anjani buru bukan berkantong-kantong baju baru ataupun sepatu baru. Kebetulan memang Anjani sedang tidak butuh itu. Tapi… kalaupun butuh, Anjani tetap lebih memilih midnight sale yang ini. Beli baju dan sepatu baru dengan diskon besar tidak harus malam ini, akan selalu ada malam lain untuk berburu diskon. Tapi malam istimewa ini belum tentu ia temukan lagi di bilangan waktu berikutnya.

Apa yang Anjani lakukan tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan pada gebyar midnight sale di toko sebelah. Anjani harus menahan kantuk, menyiapkan kekuatan betis, dan mengantri, bukan untuk bayar tagihan belanja, tapi untuk membuang hajat yang ingin berpisah dengan raga hahaha ~ ribet amat cuna mau bilang ‘ke toilet’ doang..

Midnight sale ini sangat istimewa bagi Anjani. Momen yang ia pilih untuk berlatih mengalahkan diri sendiri, dari rasa malas, kantuk, dan rasa cepat puas dalam mengabdi pada Sang Rabbi. Hanya setahun sekali dan 10 hari saja ia menarik diri dari ratusan hari yang ia habiskan untuk memenuhi kemelut dunia. Anjani berharap ia mendapat diskon yang sangat besar atas khilaf dan lalai yang selama ini dilakukan tanpa henti. Anjani berharap ia mendapat promo menarik dari setiap penyesalan yang mengendap dalam hati. Anjani tau, pada akhirnya toh hidup bukan tentang dia dan dunia ini, tapi tentang dia dan Tuhannya saja. Ia berharap keluar dari ‘pertokoan’ ini, akan ada banyak semangat dan cahaya untuk meneruskan hidup dan selalu kuat menghadapi setiap takdir yang disuguhkan.

Tidak terasa 9 hari sudah perburuan itu dilewati. Rasa bahagia, damai, dan isak tangis mengingat dosa menjadi barang baru yang menetap dalam hati dan memori Anjani. Sesuatu yang bagi Anjani lebih mahal harganya dari tumpukan baju atau sepatu yang seharusnya ia beli. Dalam midnight sale ini, ia paham dan merasakan bahwa ternyata kebahagiaan terletak pada hati yang tenang. Bukan pada barang atau bahkan uang. Dan hati yang tenang ia dapat ketika ia menyatu dengan Tuhan nya, dalam kesunyian lirih dzikir dan juga kekuatan doa yang mengalir dari hati yang terus dibersihkan dengan taubat..

Allahuakbar… Sungguh apa yang Engkau suguhkan di 10 malam terakhir ini begitu luarbiasa. Begitu indah dan membuat jiwa tentram tak terkira.

Dan apapun tentang dunia, menjadi sangat kecil, mudah, dan murah 🙂

“Jadi kamu udah dapet aja dari midnight sale kemarin, Bu?

“Hati yang lebih tenaaaang dan cinta sama kamu yang semakin kuat mengakar karena Allah ta’ala.”

“Ciee bisa banget gombalnya. Seru banget kayaknya ‘belanjaannya’ Buuu 😊😊😊”

“Lebih dari kata SERU kali Pak! Semoga tahun depan bisa ‘belanja’ lagi…”

“Kalau Kinan dapet apa ikut sama Ibu ke midnight sale?”

“Dapet mainaaaaan..” sambil menunjukkan mainan plastik yang ia beli di lapak pasar sekitar mesjid.

“Kinan seneng??”

“Senengbangeeet Pak.. Kinan pengen ikut Ibu lagi ke sana, tiap hari. Sampai capek!”

“Hahaha kamu ini. Sini peluuk. Peluk burgeeeerr”

Bapak, Ibu Anjani, dan Kinanti pun berpelukan. Hati mereka semua sudah jauh lebih damai dari tahun sebelumnya. Hati mereka bertiga sudah lebih tenang dari tahun sebelumnya. Karena ketika kita bisa menyimpan nafsu dunia di tempat yang semestinya, hati akan lebih lapang dan hidup terasa lebih menyenangkaaaaaan.
Wallahu’alam bishawab

Bandung, 29 Ramadhan 1437H

AF

Kopi, Chamomile Tea, Air Putih, dan Pilihan Hidup

Siang itu, hujan mengguyur Taman Hutan Raya Juanda di sudut Dago Bandung. Tidak deras tapi tidak juga kecil. Sambil memegang payung merah dengan logo Ferrari yang kata Atha alay itu, kami berlari-lari mencari kedai kopi yang cukup terkenal di Tahura. Armor Coffee namanya.

Ternyata letak kedai kopi itu cukup nyingcet. Ada di samping kiri pintu masuk hutan kota tersebut. Pemandangan hutan yang eksotis dengan udara dinginnya Bandung emang cukup kawin jika dipasangkan dengan segelas kopi panas. Hemmm… Pikiran saya sudah menerawang dan mulai terasa ringan padahal kopi panasnya belum saya sentuh.

Kedai Armor menyediakan dua tempat untuk konsumennya, outdoor dan indoor. Karena siang itu hujan tentu ruangan indoor lebih penuh dengan pengunjung.

Wangi kopi sudah mulai menggelitik penciuman kami. Ahhh entah kenapa bisa begini. Kami yang sebelumnya gak kepikiran suka kopi hitam tanpa gula, sekarang malah menjadi pemburu citarasa kopi di beberapa tempat yang memungkinkan untuk kami datangi.

Siang itu kami memesan longback biji kopi gayo dengan teknik V60 dan flat bottom.

Saya lupa sih tepatnya pesanan saya apa dan cara nulisnya gimana hahaha. Maap pemula 🙈

Bandung, rintik hujan, dan segelas kopi hangat. Beserta percakapan ringan tentang hidup dan impian. Azek.

Ngomong-ngomong soal hobi ngopi. Minuman favorit tiap orang itu beda-beda yaah. Suami saya mah kagak suka banget kopi, jangankan kopi item gak pake gula, kopi ada latte nya aja dia gak begitu suka.  Bapak suami sukanya susu banget. Dari dulu hingga sekarang. Jadi pas awal nikah gak pusing dengan praktek “Cara Membuat Kopi yang Benar dan Enak” karena dikasih segelas susu yang tinggal ngocorin dari kotaknya, udah happy banget. Teh juga gak gitu suka dia mah. Kecuali teh susu. Emmm emang ujung-ujungnya selama ada susu-nya, aman lah 😂

Nah, kalau ngobrolin teh, itu ada bahasan tersendiri juga. Sama halnya dengan kopi, teh juga ada pecinta nya dan teh pun terdiri dari berbagai jenis. Beda-beda karakter dan wanginya.

Sebelum suka sama aroma dan citarasa kopi, saya penyuka teh panas juga. Kalau minum teh, apalagi teh garut, saya selalu merasa seperti ada di rumah. Karena memang keluarga hobi banget minum teh, tapi tanpa gula.

Sejak hobi nongkrong di cafe dan mengerjakan banyak hal di sana, salahsatunya bikin tulisan, saya sangat suka pesan peach tea atau lychee tea. Wanginya genit menurut saya hahahaha.. Apalagi peach tea, haaaah berasa ada di surga bagian teras hihi. Wangi dan ya itu, rasanya genit.

Mamak Irma beda lagi, dia suka nya chamomile tea, hanya chamomile tea. Saya baru tau signature tea-nya doi itu chamomile pas ketemuan coaching kemarin di PIM.

Setiap orang itu punya karakter yang khas, itu yang menentukan pilihan hidup mereka akan seperti apa, mulai dari memilih hal kecil seperti memilih mau suka kopi, teh, atau susu, hingga memilih karir apa yang akan mereka jalani dan cintai.

Selama perjalanan life coaching ini saya belajar bahwa setiap orang itu unik. Amat sangat unik dengan setiap apa yang mereka cintai dan apa yang mereka tak sukai. Saya belajar untuk lebih mengerti dengan pilihan orang dan berusaha menghargai, pun mengapresiasi.

Dulunya saya selalu berpikir bahwa kebenaran itu mutlak. Apa yang menurut saya benar, itu lah kebenaran yang benar. Halah belibet amat bahasanya. Mungkin saja seperti itu, tapi untuk beberapa hal kebenaran bisa bersifat relatif.

Tidak semua orang suka kopi dan itu tidak masalah. Penyuka kopi pun terbagi menjadi beberapa mazhab, ada yang suka kopi hitam tanpa gula, ada yang suka kopi dengan campuran lainnya.

Tidak semua orang suka teh dan itu tidak jadi masalah. Penyuka teh pun terbagi menjadi beberapa geng, ada geng yang suka teh yang terbuat dari daun lokal dan tanpa gula, ada juga geng yang suka teh dari bunga-bungaan dengan tambahan sedikit gula.

Tidak semua orang suka susu dan itu tentu tidak harus jadi masalah. Penyuka susu pun terbagi menjadi berbagai macam jenisnya. Ada yang suka susu yaa susu putih aja tanpa diolah, ada juga yang sangat suka susu dan segala olahannya.

Itu karakter.. Itu ke-khas-an. Yang membuat kita berbeda. Yang membuat setiap dari kita istimewa 🙂

Dan air putih? Adakah yang tidak suka air putih? Yaaa mungkin ada aja. Tapi hampir semua makhluk hidup, manusia termasuk di dalamnya, sangat butuh air putih. Menurut beberapa literatur yang saya pernah baca, tubuh kita terdiri dari 70-80% air, dan tentu hanya AIR PUTIH yang bisa mensupply kebutuhan tersebut. Jangan salah, meski hanya air putih, jenisnya pun berbeda-beda. Terbagi juga menjadi beberapa mazhab, geng, whatever you named it.

Saya termasuk yang suka dan sangat menikmati jenis air putih dengan melalui proses elektrolisis. Airnya terasa lebih segar, berasa banget nyerap ke badan, dan bikin pencernaan jauh lebih lancar. Kalau beli eceran emang mahal, itu lah kenapa maksain punya mesinnya.

Mungkin pernah denger Kangen Water? Itu jenis air putih yang saya konsumsi tiap hari. Ada tulisan lama saya yang membahas apa perbedaan Kangen Water ini dengan air lain. Boleh mampir aja yaa ke sini.

Ada juga sebagian orang yang meyakini bahwa air TANPA mineral lebih bagus untuk kesehatan, atau biasa disebut air destilasi. Ada juga yang sukanya itu.

Duh, buat air putih aja pilihan orang bisa beda-beda yaa. Itulah dunia. Itulah manusia. Tuhan Yang Maha Kaya membuat kita ramai dengan berbagai pilihan.

Apapun kopi pilihanmu.

Apapun teh pilihanmu.

Apapun air putih pilihanmu.

Apapun itu, tetaplah menjadi satu dan berpadu menuju Tuhan yang satu.

Karena Dia adalah ujung dari segala apa yang akan kita tuju 🙂

Waktu sudah beranjak. Sore sudah mulai menjelang. Kopi yang tadi dituang sudah habis kami nikmati. Lain waktu sepertinya saya akan kembali ke kedai kopi ini lagi. Sambil sebelumnya menyusuri setiap pohon-pohon tinggi yang menjulang dan begitu cantik menghiasi suasana kota Bandung ini. Taman Hutan Raya Juanda yang baru kali ini saya liat penampakannya kayak apa, padahal lahir dan gede di Bandung hahaha maafkan saya Kang Emil 😅

Terimakasih Atha sudah menemani siang ini minum kopi. Nanti kita kesana lagi yaaa 🙂

Sekian.

Salam hangat untuk yang baca,
asrifitriasari

grand #launchingIBUMUDA

Semua berawal dari kebutuhan sendiri, keluh kesah pribadi. Saya dan teman-teman di KAMA syar’i berinisiatif membuat kumpulan para IBUMUDA untuk saling tukar cerita dan menguatkan. Hari itu tanggal 11 Desember 2013 kami berkumpul untuk pertama kalinya di Dapur Eyang Resto di jalan Tubagus Ismail. Terdaftar ada 22 wanita, baik single maupun sudah menikah, baik yang sudah punya anak maupun belum. Senang sekali rasanya punya teman baru dengan berbagai latar belakang berbeda. Sejak saat itu dibuatlah kesepakatan bersama untuk bertemu secara rutin sebulan sekali dengan konsep ketemuan semacam arisan.

Gak kerasa udah setahun berlalu, semua anggota sudah menang. Ilmu dan pengalaman pun sudah bikin kenyang. Rasanya kurang puas jika ini hanya berhenti dalam 22 orang saja. Akhirnya dengan modal nekat bin iseng, kami yang ber 22 orang ini berinisiatif membuka ‘lowongan’ baru untuk IBUMUDA dan wanita lainnya untuk ikut gabung, sekaligus meresmikan kumpulan ibu-ibu rempong ceria ini menjadi sebuah komunitas penuh manfaat.

Persiapan mendekati hari H tentu saja penuh drama dan keribetan ala ibu-ibu. Saya pribadi sempat was-was untuk mengadakan acara ini, aduh bisa gak ya? Jujur aja saya pun mengurus dan mempersiapkan acara ini benar-benar di waktu sisa antara sekolah, mengurus anak, dan menjalani bisnis harian. Tapi karena semangat dalam tim yang gak pernah padam meski hanya berbentuk lentera kecil, saya tidak menjadi goyah dan menyerah. Acara ini harus jadi, sesederhana apapun yang bisa kami lakukan. Niat baik ini harus tetap direalisasikan. Akhirnya dengan segala tantangan, ditentukanlah tanggal event sakral ini di 21 Desember 2014. Pertimbangannya karena menyesuaikan dengan kesanggupan panitia dan mendekati peringatan tahunan hari Ibu di Indonesia.

Melalui acara yang dibuka untuk umum ini, kami semuanya kembali belajar tentang karakter, profesionalitas kerja, totalitas berbagi, dan hal lainnya. Alhamdulillah grand launching pun berjalan apik dan lancar di luar ekspektasi kami sebagai panitia. Antusias dan animo para wanita muslimah untuk turut belajar bersama di acara ini begitu besar. Awalnya sempat khawatir dengan jumlah peserta yang tidak memenuhi kuota anggaran.. tapi alhamdulillah pertolongan Allah begitu dekat, Allah pertemukan hati para IBUMUDA dan wanita lainnya untuk berkumpul dan berbagi di acara ini. Hari H, ruangan acara FULL SEAT! Peserta yang daftar di hari H on the spot cukup banyak. Partisipan stand bazaar pun di luar ekspektasi kami. Kebayang kan paciweuh nya kita, tim masih pada pemula tapi antusias peserta begitu hebat. Alhamdulillah alhamdulillah…

Sedikit review dari acara #launchingIBUMUDA kemarin, saya sangat berterima kasih dan angkat topi pada para pembicara dan narasumber yang hadir. TOP MARKOTOP JOS GANDOSS SIP MARKOSIP NYUS MAKNYUSS YUK! Pertama acara diawali oleh materi superluarbiasa dari Bunda @fufuelmart penulis buku best seller Menikah itu Mudah, Jodoh Dunia Akhirat, dan masih banyak lainnya.

Saya pribadi gak begitu menyimak isi materinya. Hiks. Karena sibuk lalu lalang kesana kemari di backstage untuk memastikan printilan lain sudah selesai dan tepat pada tempatnya. Tapi ada salahsatu teman saya yang bercerita tentang materi yang dibawakan Fufu, bahwa kekesalan dan keresahan yang dialami IBUMUDA ada karena trauma masa lalunya. Jujur aja deh yaa, pernah kan kita kesal atau kecewa dengan apa yang dilakukan Ibu Bapak kita di masa lalu? Apakah itu terpatri kuat an membekas hingga sekarang. Nah, hati-hati, itu bisa jadi polemik untuk kehidupan rumah tangga kita sekarang. As always, materi yang dibawakan Fufu ini selalu bikin JLEBBB dan bikin penasaran untuk tau lebih jauh, langsung deh kayaknya para peserta pengen konsultasi secara pribadi, minta di-cleansing dari trauma masa launya.. hehehehe..

Beranjak ke sesi berikutnya, alhamdulillah saya kedatangan tamu istimewa, teman sekelas di Kajian Dasar Islam Intensif nya ust Fatih Karim, namanya Teh Elma. Beliau adalah salahsatu penggerak dan penggagas SEMAI 2045. Selamatkan Anak Indonesia 2045. Pergerakan ini concern membahas tentang kiprah orang tua dalam proses pendidikan dan pendampingan anaknya. Kasus kriminalitas saat ini udah sangat banyak, dan yang paling bikin ngeri adalah pelaku dan penikmatnya sudah merambah pada usia anak huhuhu. Kemarin teh Elma berbagi informasi tentang pergerakan ini dan mengajak IBUMUDA dan wanita lainnya yang ikut acara kemarin untuk sama-sama bergerak dan siaga 1 terhadap segala kejahatan, terutama bullying dan kejahatan seks pada anak. Thankyou teh Elma, semoga ke depannya kita bisa bersinergi lebih erat lagi yaaa…

Sesi setelahnya adalah talkshow bersama teh Sasa dan teh Atalia Kamil. Ketika waktu menunjukkan sekitar pukul 11.00 saya dan teh Sasa memulai lebih dulu berhubung Teh Ataia masih di jalan. Ah seruu banget deh sama ustadzah gaul satu ini.. Yang bikin terharu adalah beliau masih ingat saya yang dulu pernah mengudang beliau saat saya masih SMA. Amaazeeee.. Materinya pun asiiik. Materi keislaman yang nyaman untuk disimak dan dipraktekkan. Teh Sasa berbagi ilmu bahwa kiprah perempuan memang banyak. Wanita yang ditempa harus menjadi anak yang baik, istri yang shaleha, ibu penuh teladan, dan sosok penggerak ummat. Kuncinya sih sabar dan jangan dibawa beban. Ketika kita tau apa yang kita lakukan adalah ibadah dan TRANSAKSI sepenuhnya adalah hanya dengan Allah, semua akan lebih santai dijalani. Jangan menuntut di dunia. Bukan di sini waktunya seorang hamba diapresiasi atas segala jerih payahnya. Kunci kehidupan setelah menikah itu fastabiqul khairat bersama suami. Gak usah nunggu siapa yang lebih dulu untuk belajar dan lebih baik, baik suami maupun istri harus berlomba-lomba melakukan dan menyebarkan kebaikan. Biar Allah yang menilai dan membalsanya di akhirat sana. Ahhh, bener banget deh. Kita kan selama ini selalu merasa diri paling repot, riweuh, rempong, dan sulit ceria. Padahal semua yang kita lakukan adalah ibadah indah untuk mendapat kasih sayang Allah. Penting untuk kita untuk tau kemana semua akan berakhir, dan kemana kita akan pulang 🙂

Selanjutnya adalaaah.. sesi istimewa bersama Ibu Walikota. Waw banget yaaa teh Atalia bisa berkenan hadir di acara ini. Sampe speechless sendiri. Nuhuun teh atas waktu, cerita, dan supportnya. Kemarin di #launchingIBUMUDA beliau berbagi kisah seru tentang perjalanan pernikahan di awal bersama Kang Emil. Seruu, haruuu, dan penuh dengan inspirasi. Bagaimana Teh Ataia betul-betul sabar dan mendampingi suaminya untuk mengejar impian. Bagaimana teh Atalia menelaah bahasa cinta pasangan. Jadi yaa bu ibu, kalau misalkan kita kesel sama pasangan.. Coba berhenti sejenak untuk menelaah bahasa cinta kita dan pasangan seperti apa. Apakah dengan kata-kata, sentuhan, hadiah, atau apa..

Teh Atalia juga mengajarkan kita untuk tetap tangguh dan pantang menyerah dalam setiap fase hidup dan tantangan di dalamnya. Dinikmati dan disyukuri setiap apa yang terjadi. Pesan beliau, akan baik untuk para IBUMUDA dan wanita lainnya untuk memiliki sahabat wanita untuk saling berbagi penat dan saling menguatkan. Alhamdulillah di akhir sesi, teh Atalia pun meresmikan kumpulan ini menjadi komunitas IBUMUDA Indonesia yang siap berbagi dan menemani para wanita untuk siap menghadapi segala tantangan.

Jadilah, kemarin tanggal 21 Desember 2014 menjadi hari bersejarah untuk kita semua. Kabar gembira, #IBUMUDA sekarang sudah ada komunitasnya!! Selamat datang bagi para wanita yang ingin bergabung. Info lengkap tentang kegiatan dan pendaftaran bisa hub 081227023499

Akhirul kalam, saya ucapkan terima kasih dan penghormatan yang begitu besar untuk seluruh panitia, anggota ibumuda batch 1, pengisi acara, dan segala pihak yang sudah membantu banyak dalam kesuksesan acara ini. Semoga menjadi tabungan pahala yang akan menjadi saksi di hari akhir nanti.

Terima kasih Allah untuk segalanyaaa..

Bismillahirrahmaanirrahiim, mari bersama saling menguatkan dan tebar kebaikan!!

Salam hangat penuh semangat,

asriFit

Founder Komunitas IBU MUDA Indonesia