Berdiskusi dengan Hujan

Aku berdiskusi dengan hujan.

Kembali mempertanyakan tentang sesuatu yang sedang aku kejar.

Sesuatu yang tidak semua orang mau paham.

Sesuatu yang selalu disertai hal-hal yang menyakitkan…

Aku berdiskusi dengan hujan.

Mempertanyakan keyakinanku pada apa yang dikejar..

Apakah cukup kuat atau akan kembali terhempas sanggah.

Terhempas kernyit dahi orang yang dekat.

Terhempas sekeliling ragu…

Aku berdiskusi dengan hujan..
Apakah benar aku ini mampu?

Advertisements

Feel Secure

Sebagai wanita yang ogah dibilang istri rese sama suaminya, karena keterlaluan bawel dan interogratif, jadi saya harus pinter-pinter cari kegiatan ketika menunggu suami pulang. Ini jam 10.44 malam dan pangeran tamvan belum terdengar juga suara motornya. Tadi sih udah nelp ngabarin otw pulang dan mau cari makan dulu. Jadi yaudah tinggal ditunggu sambil doa biar selamat.

Setelah kenyang ngelenong di grup WA KIMI, dan khatam baca bukunya Neneng Gita Savitri, saya jadi kepikiran membahas satu hal penting dalam hidup. Hasikk.

Yaitu… Feel Secure. Atau kalau dibahasaindonesiakan mah MERASA AMAN.

Merasa aman dengan diri sendiri. Gak gampang galau, nyolot, atau baperan.

Kalau bahas topik ini 7 tahun yang lalu mah, agak gak pede lah saya mah. Justru kadar insecure nya di atas batas normal banget hahaha. Dicolek dikit aja bisa langsung ganas gak jelas, atau mewek gak karuan. Hahahaha sangat alay lah pokoknya mah. Terus, emang sekarang udah secure gituh? Udah okeh gitu yey?? Yaaa gak banget-banget sih. Masih suka baperan dan suka ambil pusing sama hal yang ga penting. Tapi alhamdulillah kalau dibandingkan sama saya 7 tahun yang lalu… udah ada progress. Bahwasanya ketika kita sudah benar-benar kenal dengan diri kita dan apa yang akan kita kejar, kita akan lebih feel secure. Bakal BOAM alias bodo amat sama omongan orang. Karena well…. kalau ngikutin omongan orang mah gak akan ada wujudnya. Dan apapun ujian yang kudu dihadapin, kita akan tetap tegar kayak judul lagunya Rossa untuk tetap setia kayak judul lagunya Jikustik pada tujuan yang akan kita kejar.

Feel secure di sini pun artinya bisa berarti kondisi dimana kita lebih paham apa itu arti ikhlas, sabar, dan bersyukur. Dan yang jelas 3 kata sakti itu gak akan khatam dimengerti hanya dengan sering membaca buku, hadir dalam seminar atau kajian, atau ikut worksop ini itu. Tiga kata sakti itu sejatinya (((ciee sejatinya))) didapat dari bagaimana kita sadar dengan badai hidup yang harus dihadapi dan berhasil paham akan manfaatnya untuk kehidupan di masa yang akan datang.

Ini juga yang saya tangkap dari tulisan-tulisannya @gitasav di bukunya yang berjudul Rentang Kisah. Peristiwa hidup dan kondisi yang akan mendewasakan kita kalau kita nya mau belajar dan aware. Mau berbenah dengan sepenuh hati. Mau mengakui kekurangan diri sendiri. Karena apalah sebuah perubahan hidup kalau tidak dimulai dengan mengakui apa-apa aja yang salah dalam diri.

Wedewwww kok bahasannya berat amat sih. Mungkin udah mau tengah malam hahaha apa hubungannyaaaa Mbak?

Yaudah deh gitu aja dulu… Suamiku sudah pulaaang. Sudah sampai di rumah. Mari kita mariiiii :))

Review buku Emotional Healing Therapy

Halooo selamat pagi Indonesiaaa!

Hari ini saya mau mereview 4 buah buku yang saya baca setahun lalu tapi perubahannya dalam hidup sangat sangat sangat berasa dan emang beneran mengubah sudut pandang dan sikap saya. For a good things for sure. Menurut saya sih, gak tau kalau menurut Mas Anang hihi.

Saya tau penulis buku ini sudah sejak lama, kayaknya tahun 2012-an deh, lupa, pokoknya udah lama banget. Saya tau penulisnya dari twitterland karena direkomendasikan oleh guru saya bapak Indra Noveldy. Nama penulisnya Irma Rahayu, atau akrab disapa Teh Irma. Akun twitternya @irmasouhealer. Boleh dikepoin twitternya, tapi jangan lupa pake helm. Tulisan Teh Irma, baik di twitter maupun di fanpage FBnya gak pernah santai hahaha. Cablak dan hobi ngeplak. Ini yang dulu waktu awal tau Teh Irma agak gimanaaa gitu sama doi hahaha. Sampe akhirnya di tahun 2015 ngerasa hidup stuck bangeeeeet, dan ngerasa sendirian aja, gak ada yang bisa ngerti dan bantu..

Continue reading

FAQ Healing Class Irma Rahayu

Banyak yang nanya tentang APA SIH HEALING CLASS itu Chii?? Dari flyer Healing Class yang saya share di sosial media akhir-akhir ini, gak sedikit yang kepo dan japri dengan berbagai pertanyaan. Baiklah, kayaknya kudu dibuat tulisan FAQ Healing Class by Irma Rahayu di blog. Semoga membantu dan mencerahkan yaa, terutama yang mager dan minder untuk nanya japri tentang Healing Class hehehe…

Continue reading

Rasa SAKIT

​Ketika memutuskan untuk ikut program Life Coaching bersama Teh Irma Rahayu, saya pikir urusan saya dengan rasa SAKIT dalam hati akan selesai dan beres. Nyata nya enggaaa wkwkwk. Justru sejak jadi anak LC, saya lebih AWARE dengan rasa sakit… berat badan nambah karena saban hari makan ati muluuu hahaha.
Iyaa, rasa SAKIT gak akan pernah hilang dalam setiap perjalanan kehidupan kita. Dia akan selalu ada, dalam bentuk marah, kesal, kecewa, ataupun terhina. Halaaah bahasa lo Chiii, drama banget 😂 Kalau kita udah gak ngerasa sakit, ada dua kemungkinan, pertama mungkin karena kita udah mati, kedua karena kita udah kayak zombie… Hiii ngeri!

Rasa SAKIT itu udah pasti bakal terus ada deh. Skenarionya seperti ini, dalam sebuah ketenangan ragawi dan batiniawi (bahasa apaan sih ini Chii haha) kita tiba-tiba kedatangan KONFLIK. Bisa konflik yang memang baru kita ketemui, atau konflik yang dari dulu menghantui, gak kelar-kelar kayak Tersanjung season 6….

Continue reading

Berobat ke Klinik Tong Fang

Desir angin menerpa deretan hordeng berwarna pink bunga-bunga. Ada tukang parabot melewat di depan rumah. Tidak ketinggalan mamang cuankie yang mengetok-ngetokin pintu tetangga, yang belum bayar jajanannya.

Sore yang indah tapi sebenernya biasa-aja-sih di sebuah komplek perumahan sederhana, di perbatasan Cimahi dan Bandung Kota….

Aku menatap langit lalu bertanya pada diri sendiri, aku ini lagi apa. Mungkin aku ingin seperti tokoh-tokoh di novel drama tapi kayaknya tatapanku malah merusak suasana. Bukan tatapan iba atau sedih yang dramatis, hanya tatapan bingung melihat antena tv yang sudah karat dan patah dimana-mana. Watiiiir. Pantesan kemarin gak bisa nonton Persib 😁

Mau nulis apa sih Chiiii sebenernya hahahaha. Rebek amat 😂 Maap yak. Gak cocok nulis sebangsa prosa deskriptif hihihi.

Well. Seharian ini saya cukup shock dimasukkan ke WAG yang berisi wanita-wanita rempong kumpulan pasien salah satu klinik ternama, klinik TONG FANG. Asuhan Ibu Irma Rahayu. Buat yang belum tau beliau, Irma Rahayu adalah seorang life coach, yang sangat spesifik mengatasi kejiwaan. Jadi yang jadi muridnya semua sakit jiwa hahahaha. Engga deng. Aku mah waras. Cuma buat mengisi waktu luang aja biar gak kisut. Hahaha dusta 😁

Setiap manusia punya doa yang sama, ingin dipertemukan dengan pasangan yang bisa mengisi dan melengkapi apa yang belum dia punya. Saya berdoa agar Allah anugerahi saya suami yang sabar dan bertanggung jawab. Dan di belahan Indonesia di bagian Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, ada seorang bujang yang berdoa juga agar dipertemukan dengan seorang wanita yang kuat untuk dipersunting jadi istrinya. Kuat ngangkat galon dan kuat mindahin rumah manatau kebanjiran. Yagakgitujugakaliiiii.

Lalu akhirnya dua manusia ini Allah persatukan, demi menjawab doa mereka masing-masing. Sang istri bahagia, begitu pun suaminya.

Hari berganti hari. Minggu berganti minggu. Bulan berganti bulan. Tahun berganti tahun. Baju berganti baju. Eh garing 😐

Mereka mulai lebih dalam mengenal satu sama lain. Tapi sayang mereka gagal paham dengan jawaban dari doa yang mereka panjatkan. Bukan kesabaran yang dirasakan oleh sang istri, malah sikap cuek dan kurang peka. Bukan kekuatan seorang istri yang didapat oleh suami, malah sikap kurang ajar dan mau menang sendiri. Dua-duanya teriak, duuuh pusing lah pala barbie hijab syariiii 😣

Suami istri yang saling melempar marah dan kecewa. Tiap hari ribut mempertanyakan jawaban atas doanya. Meledak. Lalu padam. Meledak lagi. Padam lagi. Kayak orang belum bayar listrik. Mati-Nyala-Mati-Nyala. Seakan tidak ada ujung, yang ada hanya lelah dan gundah. Rasa syukur pun perlahan menguap.
Solusi demi solusi dijajal dan tetap tidak menemukan titik terang, hingga akhirnya mereka bertemu klinik Tong Fang 😂😂😂

Kepanjangan dari Tolong dong Fang Warasin hidup saya Mbaaak! #Sundaan hahaha
Selama menjalani perawatan di klinik Tong Fang, tabibnya hobi amat ngegeplak… ngerokin tembok ego dan topeng “butuh pengakuan”. Diseret sampe ngesot-ngesot untuk melihat akar masalah dari rasa marah, kecewa, dan pendaman emosi lainnya.
Hingga perlahan daya pikir dan sentuhan rasa mulai sesuai pada porsinya dan sesuai pada tempatnya.
Perlahan mulai luruh pikiran merasa dibiarkan, dicuekkan, dan di-engga peka-kan. Mulai bisa merasakan sikap sabar pada pasangan yang selama ini dipungkiri dan tidak diakui.
Perlahan mulai terasah kekuatan istri, harus dimana saja energinya dimanfaatkan. Agar barokah dan perahu tetap berjalan sama arah.

Selama pembelajaran di klinik ini, kami belajar bahwa setiap doa tidak Allah jawab dalam kondisi matang. Atau sudah jadi.

Doa dihantarkan dalam bentuk butuh proses. Agar ketika menikmati hidangan dari setiap doa, ada rasa puas dan tenang dalam setiap kunyahannya. Nikmaaat alhamdulillah…
Terima kasih klinik Tong Fang.. kehidupan berangsur waras dan lebih napak dalam menghadapi setiap tantangan baru yang ada.

Hidup pusing ngejelimet pengen teriak?? Butuh solusi dari setiap masalah?? Jangan sampe asal coba-coba kalau gak mau  berujung pada sia-sia atau bahkan terjerat kasus narkoba. Eaaaa

Cobain aja klinik Tong Fang. Tolong dong Fang Warasin hahahaha bersama Ibu Irma Rahayu. Info lebih lengkap silakan buka websitenya Irma Rahayu atau SMS 081227023499

Jangan lupa cari cara buat waras…
Hidup buat nyiapin mati, jangan lupa abisin waktu buat berbenah diri…

Salam sayang,

salahsatu pasien dari klinik Tong Fang 😊

Kenapa Healing Class Direkomendasikan

Lantas di mana letak salahnya kok ada manusia yang mampu berdamai dengan masalah dan ujian, tapi banyak pula yang gagal paham dan menepi kejauhan? Kalau memang ALLAH tidak memberi beban melebihi kemampuan kita, kenapa kita seperti kepayahan mengarungi kehidupan? Kok rasanya kesusahan ini tak berujung?

Aduh ini kalimat cukup nyesek ya? Kok bikin penasaran ya? Kok gue banget yaa haha ~

Sebelum akhirnya saya kepengen banget baca buku Soul Healing Therapy, saya dihadapkan pada kondisi bisnis yang stuck bangeeeet nget nget nget padahal sebelumnya lancar jaya dan saldo rekening aman sentausa. Pas saya jatoh, liat rekan sejawat lainnya makin mencuat melesat bikin sirik beraaaat.

Eungap. Sesak nafas rasanya.

Saya sempat “marah” pada keadaan. Menyimpan sedikit kesal pada Tuhan. Perasaan kerja udah edan, pengorbanan udah dilakukan. Tahajud, dhuha, infaq, sodaqoh, dan membantu sesama udah. Tapi kenapa doa belum juga ketemu jawabannya. Hidup makin sempiiiit aja rasanya. Mulai kan sombong dan perhitungan sama Tuhan. Amit-amit deh itu kelakuan hahaha. Mau ngapa-ngapain bawaannya males dan emosiiii aja jadinya.

Pas “dipaksa” baca buku Soul Healing Therapy ama Bu Nani Kurniasari, brand owner NKsyari, ada kalimat di atas yang cukup nusuk dan bikin penasaran.

Iya.. iya iya sih kenapa kok tetiba suka ngerasa hidup gini-gini amaaadddd??? Pake D amat nya juga biar nendang! Padahal sebenernya masih banyak yang bisa disyukuri tapi kok yaaa rungsing a.k.a kacau terus pikiran. Hayati butuh piknik…

Dan di buku itu dijelaskanlah bahwa ada yang namanya PROSES dan KONSEKUENSI DOA.



Beuh. Apapula itu.

Pertama, doa yang baik dan cepat sampe ke Tuhan Yang Maha Mengabulkan, adalah doa dari jiwa yang tenang. Haduuuh tuh kan jiwa yang tenang lagi kyaaaaa susah banget gaes punya jiwa yang tenang itu. Prosesnya panjaaaaang dan berliku. Bentuknya juga abstrak gatauuuu. Jiwa yang tenang adalah jiwa yang “menyerah” pada kuasa Tuhan. Bisa menyelaraskan setiap emosi negatif yang ada dan mengetahui dan mengakui setiap ketakutan yang paling dalam pada diri kita. Jiwa yang tenang dan eling akan lebih enak saat kirim doa pada Sang Kuasa.

Wahai jiwa yang tenang.. Kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoiNya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu.” (QS Al Fajr 27-30)

Kedua, harus siap dengan segala konsekuensi doa. Konsekuensi doa ini hadir dalam bentuk masalah.

Jadi selama coaching sama Teh Irma, tiap kali ngeluh dan protes sama hidup, Mamak cuma bilang dengan entengnya, “Coba yaaa diinget lagi doa-doanya…

“Glek. Jlebbb. Keselek!

Langsung lemes.

Doa ingin jadi istri shaleha yang setia mendampingi suami. Jadi ibu yang baik.

Doa ingin keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Doa ingin diangkat derajatnya jadi ummat yang mulia.

Doa ingin dibersihkan hartanya dari yang haram dan syubhat.

Doa ingin bisa membahagiakan orang tua dan lingkungan sekitar.

Doa ingin hidup lebih baik terus lebih baik setiap harinya.

Doa… doa gue dipikir-pikir cliche tapi yaaa konsekuensinya yaaa gakan mudah lah pastinya!

Belum lagi ditambah doa pengen bebas hutang dan jadi horang kayah. Punya penghasilan ratusan juta. Bisa bangun sekolah gratis dan menggerakan sejuta ibumuda. Whaaaaat doa lo luarbiasaa. Gak sebanding sama usaha dan kondisi jiwa lo Nyoong wkwkwk

Tareeeek napas dulu Sis. Eungap bangeeet inih.

Tiap inget doa yang udah “direngekin” sama Allah dan bandingin sama kelakuan, langsung istighfar. Ya ampuuun minta semprot dulu beauty water biar segeerr huhu. Aerr putih mana aerrr putih… malu banget liat kelakuan sendiri. Hiks.

Satu tahap hidup berhasil kita naiki ketika kita sadar bahwa setiap yang terjadi adalah ulah diri sendiri. Masalah yang datang sebenarnya nyuruh kita bangun. Woooi itu banyak banget yang kudu dibenahin dalam diri lo. Allah mau  ngasih nih apa yang lo minta tapi itu benerin dulu hatinya. Siapin dulu mentalnya. Biar lo gak makin belingsatan. Biar Allah ridho dengan setiap apapun yang Dia kasih dan dia ambil. Biar Allah selalu ridho sama hidup lo. Wakeeee upppp!!!! Lukanya dibuka, diobatin, dibikin sembuh. Penyakit hatinya gosokiiiin, bikin kinclong duluuu. Biar kalau lo dikasih nikmat yang banyak, lo tau cara yang bener untuk tetap berpijak dan gak bertindak seenak jidat.

Haaaahhh. Sesak yaaah.

Kurang lebih itu yang selama ini didapat sepanjang baca buku Soul Healing Therapy dan ikut kelas Healing. Dibelek matanya untuk melihat indahnya proses ketika Allah ingin mengabulkan doa kita. Kayak mau lahiran. Sakiiiit banget nunggu pembukaan. Sampe kadang kudu diinduksi dulu dua kali baru keluar deh anugerah Tuhan paling seksi. Seksi soalnya pas keluar belum dibajuin. -Garing-

Setiap doa ada proses dan konsekuensinya. Siap-siap ajaaa.

Jadi kalau tiap hari ada aja masalah yang harus dihadepin yaaa dimamam ajaa. Vitamin Sis biar siap jiwa raga ketika Allah kasih yang kita semua minta saat doa.
Tareeek napas dalaam. Keluarkan perlahan…

Tenang… tenang… maka lo MENANG

Semoga bermanfaat yaaaw.

Selamat mengingat kembali doa yang udah diminta dan menerima konsekuensinyaaah! Kalau bener-bener gak ngerti sama diri sendiri harus digimanain, gabung yuk di kelas healing 🙂

Salam hangat penuh semangat,

AF

Founder of IBUMUDA Indonesia :*