Semua Gimana Bunda

Ternyata orang yang paling banyak komplen adalah orang yang sebenarnya bisa mengubah keadaan. Setidaknya itu yang terjadi di rumah saya. Kalau diadakan rapat meja makan dan dikumpulkan aspirasi dan keluhan, saya adalah orang yang paling banyak protes dan banyak maunya. Padahal ada anak kecil yang usianya jauh di bawah saya, seusia Kanin (lah emang Kanin hahaha).

Ayahnya cuma ingin rumah nyaman dan terlayani dengan baik. Kanin cuma ingin diijinkan berantakin rumah dan dibolehin nonton Tayo dan My Little Pony.

Gue? Pengen bisa sering-sering ke kafe kopi, pengen nge make over rumah, bisa belanja buku tiap hari, keliling Indonesia dan dunia, pengen punya event tiap weekend, pengen beli kulkas baru, beli freezer, microwave, baju baru, emm apalagi yaaa. Banyak pokoknya. Dikasih diem di mall 1 jam aja kayaknya saya bisa habisin duit 10 juta hahahahahahaha wanita berbahaya.

Salahkah saya punya banyak maunya? Emmm.. Relatif sih. Kalau memang butuh ya udah. Tapi kalau hanya nafsu, yaaa ke laut aja lo… (Ga kebayang gue kalau semua hal “sampah” ditumpuk di laut. Kasian juga yaa ekosistem di sana. Bahahaha).

Mungkin karena wanita memang diciptakan senang pada sesuatu yang bersifat kebendaan. (Mungkin yaa mungkin lhooo. Kalau bener yaudah kita tosss ajah haha.) Jadi memang terkesan serakah dan gak ada ujungnya. Gak ada puasnya. 

But well… Tapi kalau emang udah rezekinya, saya yakin sih. Wahai wanita, kita bisa dapat apa yang kita mau. Apalagi itu memang perlu. Hanya saja kita lebih sibuk komplen daripada doeng… eh, doing maksudnya. 

Kita protes kenapa suami gue kek gini sih. Ga peka dan perhatian. Ga sayang dan gapernah bisa paham. Kenapa sih anak gue rewel mamat dan susah dikasih taunya. Huffff…

Sampe akhirnya saya sadar dan saya harus berhenti komplen. Merapat ke kaca kamar dan lihat, emang lo udah ngapain aja sih cuy??? Semangat amat komplennya kayak mau merebut kemerdekaan Republik Indonesia?!?!

Saya berhenti komplen dan fokus benerin diri saya sendiri. Sesakit apapun. Bukan untuk suami, anak, atau dunia. Tapi untuk diri saya sendiri.

And voilaaa! Selalu saja ada keajaiban dari sebuah perjuangan benerin diri sendiri. And yes, semua gimana bunda nya. Kalau Bunda nya disiplin, telaten, dan waras… minimal kondisi rumah aman dan terkendali. Suami nyaman dan transferan pun lancar untuk melakukan banyak hal hihihihi. Anak juga gak cranky nyebelin dan lebih mudah diatur.

Semua gimana bunda nya. Setidaknya itu yang terjadi di rumah saya. 

Dan hari ini senang sekali karena bisa membuktikan sekali lagi, kalau saya disiplin, rundown pagi dimulai dengan sangat apik. Bisa lama-lama ngobrol di meja makan sambil nge-teh bareng sebelum Ayah berangkat kerja 🙂

Gak ada yang misah misuh, teriak-teriak atau nangis-nangis bikin pusing dan bikin mood seharian gajelas wujudnya.

Semua gimana Bunda. Penting banget buat Bunda agar tetap waras dan tenang. Setidaknya itu yang terjadi di rumah saya.

Sekian.

Happy MONDAY para Bunda… Jadilah waras agar hidup lebih nyaman dan bahagia!

Advertisements

Tabu Tapi Perlu

Okey.

Tulisan ini khusus bagi kamu yang sudah menikah. Karena memang full of konten yang harus disensor hahaha.

Ini tentang kegiatan suami istri di kamarnya! If you know what I mean, eh. Kegiatan yang kesannya apasih kalau dijadikan topik serius, dan kudu hati-hati karena ini merupakan obrolan yang sangat privasi. 

Tapi bagaimanapun saya merasa perlu menuliskannya di blog. Meski yaa rada getek-getek gimana gitu. Semoga siapa saja yang gak sengaja mampir ke tulisan ini bisa mendapatkan pencerahan barang sedikit, dan yang jelas lebih AWARE lagi dan tidak menganggap remeh satu hal ini.

Satu hal yang membedakan interaksi umat manusia biasa, dengan umat yang sudah memiliki sertifikasi halal antara keduanya. Kegiatan boleh pegang-pegangan dan adegan berikutnya yang tidak perlu dijelaskan secara rinci dan terang-terangan.

Making Love.

Adalah sebuah kegiatan suami istri yang bisa menjadi indikasi sehat atau tidaknya kehidupan rumah tangga itu sendiri.

Segitunya? Iyaaa segitunyah.

Ini berbicara mengenai seberapa sering dan seberapa enak dirasakan oleh keduanya. Sorry yes kalau makin sini makin vulgar bahasanya. Ini memang tabu tapi perlu.

Dari banyak literatur yang saya baca. Dan diskusi dengan beberapa pakar pasutri, making love between husband and wife itu KUNCI PENTING dalam biduk rumah tangga. Ini bukan hanya tentang penyaluran hasrat atau kebutuhan biologis semata, tapi juga penyatuan dua jiwa, dua soul dalam rangka BERIBADAH pada Tuhannya. Wowww se-serius itukah?? Aslinaaa??

Iya ih. Aslinaaa!

Making love itu bukan hanya sebatas interaksi fisik, tapi juga spirit. Bukan asal enak, bukan asal masuk, bukan asal melayang-layang di udara terus yaudah gitu aja lanjut mandi besar. Gak se cemen itu gaes.

Judulnya aja Making Love. Membuat Cinta kalau diartikan secara harfiah mah. Jadi memang persiapan dan pelaksanaannya gak bisa sembarang udul-udul baju ajaah.

Well, ketika saya tau fakta ini. Fakta bahwa Making Love bukan sekedar rutinitas biologis layaknya makan, minum, dan pup… jujur aja langsung nge blank dan zonk… Haaa terus kami kudu gimanaaa??? *langsung lirik-lirik suami

Yang jelas, ternyata Islam sudah mengatur ini. Suprisingly, Rasul bahkan mencontohkan step by step nya bagaimana menjalankan kegiatan Making Love ini sebagai sebuah IBADAH yang cukup SAKRAL yang dilakukan oleh suami dan istri. Ibadah yang membutuhkan interaksi dua sejoli. Berbeda dengan ibadah shalat, puasa, zakat, atau bahkan naik haji. Ini butuh DUA pasang mata yang harus saling bersinergi dan saling me-nyaman-kan satu sama lain. Ibadah yang membutuhkan komunikasi yang apik antara dua manusia berbeda kepala dengan egonya masing-masing.

Tidak jarang pasangan suami istri punya masalah di bagian yang satu ini. Dan jika hanya satu pihak yang merasakan ada masalah, justru itu cukup BESAR masalahnya. Secara pan kalau suami istri udah rutinitas. Pasti ada bosennya. Dan dikerjakan sekenanya gitu aja. But heyyyy be aware. Kalau kita ngentengin dan ngeremehin yang satu ini, efeknya bakal kemana-mana. Karena ini bukan hanya sekedar interaksi fisik, tapi jiwa. Kalau asal-asalan, enaknya doang yang dapet tapi ada sisi dalam jiwa yang kosong. Hufff dalem amat yaa. Tapi ini REALITA nya. Rasain aja deh sendiri 🙂

Pernikahan adalah tentang dua manusia yang saling menyamakan visi dan misi. Pernikahan adalah tentang dua manusia yang saling bersinergi dan menjaga satu sama lainnya. Pernikahan adalah perjanjian di depan Tuhan untuk saling menyayangi dan mengisi satu sama lain.

Dan semua implementasi interaksi antara dua manusia tersebut, bisa terukur dari KUALITAS hubungan satu sama lain di zona privasinya.

ML nya enak. ML nya kompak… Bisa jadi booster yang dahsyat untuk urusan yang lainnya.

Kalau sama-sama cuek, atau salahsatunya cuek, jangan herman kalau ada yang CRANKY dan RUNGSING di rumah.

Jadi, kapan terakhir ML enak sama pasangan kamu? Bicarakan yaaaa. Ini memang tabu. Tapi amat sangat perlu 🙂

Pencarian Jati Diri

Beuh.

Judulnya berat cuuyy. Mas Jati kamu kemana, banyak orang yang nyariin. Termasuk sayah. 

Berbicara tentang pencarian jati diri, ini adalah perbincangan yang gak pernah ada ujungnya. Perbincangan yang selalu seru untuk dibahas. Bagi saya terutama. 

Ternyata tidak ada patok usia bagi seseorang bisa bertemu dengan jati dirinya. Setiap individu punya waktunya masing-masing untuk ketemu Bang Jati. Sempat saya berpikir bahwa pada usia 20an awal saya akan bertemu dan mengenal siapa saya. Ternyata tidak semudah itu shay. Usia saya saat ini sudah menginjak 28 tahun. Penghujung usia 20an yang bikin deg-degan. Bisa dibilang, baru di usia ini saya tau apa yang saya mau. Saya yakin dengan apa yang saya jalanin.

Telat? Relatif. Telat menurut siapa dulu…

Mungkin bagi yang sudah menemukan jalan hidupnya di usia 17 tahun, apa yang saya capai saat ini bisa dibilang telat. Tapi jangan salah, banyak di antara kita bahkan usianya sudah mau kepala 4 pun masih oleng dengan kapal yang sudah ia rakit selama ini.

Pencarian jati diri.

Itu memang proses yang berat cuuyy. Apalagi di masa millenial saat ini. Di mana sosial media menambah rusuh kancah pencarian jati diri. Banyak orang terjebak pada hidup orang lain. Berhalusinasi. Berharap dan membayangkan hidupnya seperti yang ia nikmati di layar HP nya. And you know what, itu rasanya gak enak mennn. Being HALU is menyakitkan. Melelahkan. Will bring you going nowhere….

Lalu, apa sih sebenarnya pencarian jati diri itu ?

Ini mah definisi menurut saya yah. Pencarian jati diri itu adalah proses kita mengenal siapa kita dan mau apa kita. Proses menyakitkan karena kita harus menerima diri kita apa adanya dengan segala apapun yang telah membentuk kita. Pola asuh orang tua dan juga peran lingkungan serta pengalaman yang berkontribusi nyata menjadikan diri kita begini adanya.

Kita paham apa kelemahan kita dan apa potensi kita. Gak insecure sama orang lain. Karena kita percaya bahwa kita unik dan sangat berbeda satu dan yang lainnya. Kita membawa pesan lewat passion yang khas untuk menjadi khalifah Allah di dunia yang fana ini. Kanmaeeeen bahasanya yekaan….

Kita tau kita siapa. Kita tau mau dan tujuan kita apa. Niscaya kita agak irit baper dan hemat galau menghadapi dunia nyata. Jamaaaah oohh jamaaaah.

Pernah denger gak quotes yang bilang, do your passion and money will follow. Bahwasanya ketika kita tau apa yang kita suka, apa yang kita cinta, apa yang kita enjoy ngerjainnya no matter what happen, no matter what people say…. Kita akan lebih mudah menggenggam dunia. Gituh. Jamaah ohhhh jamaaah…

Cuma memang proses nemuin jati diri ini PR banget. Ga semua bisa telaten sampai nemu hak paten atas dirinya sendiri. Butuh drama india dan telenovela untuk akhirnya menemukan, SIAPA SIH SAYA. MAU APA SIH SAYA??

Beruntung saya punya komunitas yang concern banget bahas yang namanya pencarian jati diri. Komunitas ini buka pendaftaran membernya pun setahun sekali, untuk memastikan setiap anggotanya matang berproses untuk kenal dirinya sendiri. Saya namai komunitas ini KIMI. Komunitas IBUMUDA Indonesia. Eits, jangan terkecoh dengan kata ibumuda yang ada di dalamnya. Karena itu adalah sebuah kiasan sebuah semangat jiwa muda untuk terus menggali potensi dan inspirasi untuk bertahan dan bersinar di dunia.

Dan terbukti, pencarian jati diri pun memang tidak mengenal usia, latar belakang atau status saat ini. Kita semua, apapun kondisinya, akan selalu mencari daratan terbaik untuk napak dan sadar… kita ini siapa dan kemana semua doa dan harap akan dibawa dan diperjuangkan.

Sabtu ini tanggal 9 Desember 2017 insya Allah KIMI bakal kopi daratan di JAKARTA, yeaaay. Acara ini terbuka untuk umum. Jadi bagi siapa saja yang gak sengaja baca tulisan ini dan berminat ikut nimbrung dan seru-seruan bareng KIMI, boleh banget daftar dan join ketemuan.

Kamu bisa kontak Fely di 0812 8376 7467. Kuota peserta terbatas, jadi jangan kebanyakan mikir cuss aja langsung daftar 🙂

Percayalah…. Siapapun kita, gak akan pernah bosan untuk semakin kenal dengan siapa diri kita yang sebenarnya. Goodluck!


Membandingkan

Kemarin abis ribut cukup serius sama suami. Sampe kudu diem-dieman selama 2 hari. Ditambah ada tugas kantor yang bikin dia gak pulang selama 2 hari itu. Perfect moment buat kita sama-sama take some space dan mikir dengan bener. Apa yang salah, mana yang berlebihan, dan mana yang seharusnya gak boleh diabaikan.

7 tahun pernikahan ternyata bukan waktu yang cukup bagi saya dan suami untuk saling kenal, benar-benar saling kenal. Eh, emang untuk kenalan sama pasangan hidup ada waktu yang cukup gitu? Rasanya tidak. Menikah itu kan memang gerbang awal kenalan sama orang from A to Z balik lagi ke A sampai ke Z, and repeat, ampe mati kalau iyaa jodohnya ampe mati.

Lelah? Yaaa kalau lagi sengklek otaknya sih yaa pengen bilang lelah. Pengen banget nyerah. Apalagi kalau pake bumbu-bumbu drama india dan telenovela. Ya Tuhan kenapa dia gitu banget. Kayaknya aku gak cocok sama dia. Kayaknya dia bukan cinta sejatiku. Kayaknya bla bla bla bla… Udah pasti bawaannya pengen nyerah…. Karena ngerasa stuck dan bosen kalau masalahnya itu lagi itu lagi. Iya gak?

Continue reading

Kenapa Healing Class Direkomendasikan

Lantas di mana letak salahnya kok ada manusia yang mampu berdamai dengan masalah dan ujian, tapi banyak pula yang gagal paham dan menepi kejauhan? Kalau memang ALLAH tidak memberi beban melebihi kemampuan kita, kenapa kita seperti kepayahan mengarungi kehidupan? Kok rasanya kesusahan ini tak berujung?

Aduh ini kalimat cukup nyesek ya? Kok bikin penasaran ya? Kok gue banget yaa haha ~

Sebelum akhirnya saya kepengen banget baca buku Soul Healing Therapy, saya dihadapkan pada kondisi bisnis yang stuck bangeeeet nget nget nget padahal sebelumnya lancar jaya dan saldo rekening aman sentausa. Pas saya jatoh, liat rekan sejawat lainnya makin mencuat melesat bikin sirik beraaaat.

Eungap. Sesak nafas rasanya.

Saya sempat “marah” pada keadaan. Menyimpan sedikit kesal pada Tuhan. Perasaan kerja udah edan, pengorbanan udah dilakukan. Tahajud, dhuha, infaq, sodaqoh, dan membantu sesama udah. Tapi kenapa doa belum juga ketemu jawabannya. Hidup makin sempiiiit aja rasanya. Mulai kan sombong dan perhitungan sama Tuhan. Amit-amit deh itu kelakuan hahaha. Mau ngapa-ngapain bawaannya males dan emosiiii aja jadinya.

Pas “dipaksa” baca buku Soul Healing Therapy ama Bu Nani Kurniasari, brand owner NKsyari, ada kalimat di atas yang cukup nusuk dan bikin penasaran.

Iya.. iya iya sih kenapa kok tetiba suka ngerasa hidup gini-gini amaaadddd??? Pake D amat nya juga biar nendang! Padahal sebenernya masih banyak yang bisa disyukuri tapi kok yaaa rungsing a.k.a kacau terus pikiran. Hayati butuh piknik…

Dan di buku itu dijelaskanlah bahwa ada yang namanya PROSES dan KONSEKUENSI DOA.



Beuh. Apapula itu.

Pertama, doa yang baik dan cepat sampe ke Tuhan Yang Maha Mengabulkan, adalah doa dari jiwa yang tenang. Haduuuh tuh kan jiwa yang tenang lagi kyaaaaa susah banget gaes punya jiwa yang tenang itu. Prosesnya panjaaaaang dan berliku. Bentuknya juga abstrak gatauuuu. Jiwa yang tenang adalah jiwa yang “menyerah” pada kuasa Tuhan. Bisa menyelaraskan setiap emosi negatif yang ada dan mengetahui dan mengakui setiap ketakutan yang paling dalam pada diri kita. Jiwa yang tenang dan eling akan lebih enak saat kirim doa pada Sang Kuasa.

Wahai jiwa yang tenang.. Kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoiNya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu.” (QS Al Fajr 27-30)

Kedua, harus siap dengan segala konsekuensi doa. Konsekuensi doa ini hadir dalam bentuk masalah.

Jadi selama coaching sama Teh Irma, tiap kali ngeluh dan protes sama hidup, Mamak cuma bilang dengan entengnya, “Coba yaaa diinget lagi doa-doanya…

“Glek. Jlebbb. Keselek!

Langsung lemes.

Doa ingin jadi istri shaleha yang setia mendampingi suami. Jadi ibu yang baik.

Doa ingin keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Doa ingin diangkat derajatnya jadi ummat yang mulia.

Doa ingin dibersihkan hartanya dari yang haram dan syubhat.

Doa ingin bisa membahagiakan orang tua dan lingkungan sekitar.

Doa ingin hidup lebih baik terus lebih baik setiap harinya.

Doa… doa gue dipikir-pikir cliche tapi yaaa konsekuensinya yaaa gakan mudah lah pastinya!

Belum lagi ditambah doa pengen bebas hutang dan jadi horang kayah. Punya penghasilan ratusan juta. Bisa bangun sekolah gratis dan menggerakan sejuta ibumuda. Whaaaaat doa lo luarbiasaa. Gak sebanding sama usaha dan kondisi jiwa lo Nyoong wkwkwk

Tareeeek napas dulu Sis. Eungap bangeeet inih.

Tiap inget doa yang udah “direngekin” sama Allah dan bandingin sama kelakuan, langsung istighfar. Ya ampuuun minta semprot dulu beauty water biar segeerr huhu. Aerr putih mana aerrr putih… malu banget liat kelakuan sendiri. Hiks.

Satu tahap hidup berhasil kita naiki ketika kita sadar bahwa setiap yang terjadi adalah ulah diri sendiri. Masalah yang datang sebenarnya nyuruh kita bangun. Woooi itu banyak banget yang kudu dibenahin dalam diri lo. Allah mau  ngasih nih apa yang lo minta tapi itu benerin dulu hatinya. Siapin dulu mentalnya. Biar lo gak makin belingsatan. Biar Allah ridho dengan setiap apapun yang Dia kasih dan dia ambil. Biar Allah selalu ridho sama hidup lo. Wakeeee upppp!!!! Lukanya dibuka, diobatin, dibikin sembuh. Penyakit hatinya gosokiiiin, bikin kinclong duluuu. Biar kalau lo dikasih nikmat yang banyak, lo tau cara yang bener untuk tetap berpijak dan gak bertindak seenak jidat.

Haaaahhh. Sesak yaaah.

Kurang lebih itu yang selama ini didapat sepanjang baca buku Soul Healing Therapy dan ikut kelas Healing. Dibelek matanya untuk melihat indahnya proses ketika Allah ingin mengabulkan doa kita. Kayak mau lahiran. Sakiiiit banget nunggu pembukaan. Sampe kadang kudu diinduksi dulu dua kali baru keluar deh anugerah Tuhan paling seksi. Seksi soalnya pas keluar belum dibajuin. -Garing-

Setiap doa ada proses dan konsekuensinya. Siap-siap ajaaa.

Jadi kalau tiap hari ada aja masalah yang harus dihadepin yaaa dimamam ajaa. Vitamin Sis biar siap jiwa raga ketika Allah kasih yang kita semua minta saat doa.
Tareeek napas dalaam. Keluarkan perlahan…

Tenang… tenang… maka lo MENANG

Semoga bermanfaat yaaaw.

Selamat mengingat kembali doa yang udah diminta dan menerima konsekuensinyaaah! Kalau bener-bener gak ngerti sama diri sendiri harus digimanain, gabung yuk di kelas healing 🙂

Salam hangat penuh semangat,

AF

Founder of IBUMUDA Indonesia :*

Tentang IBUMUDA Indonesia

​Malam itu di sudut kota Bandung. Di antara tumpukan kosan dan kontrakan Sekeloa yang semakin padat, saya dan dua sahabat teman curhat sedang membicarakan strategi bisnis untuk menguatkan ikatan secara personal dengan customer pada sebuah brand yang kami buat namanya KAMA syar’i. Agar lebih loyal, dan semakin rajin belanja gamis di toko kami. Hahaha modus banget.

Akhirnya tercetuslah acara Arisan IBUMUDA sebagai wadah bagi kami mengumpulkan para customer dan calon customer untuk saling berbagi kisah dan cerita, serta saling menguatkan. Bandung, 11 Desember 2013 saya bertemu dengan 22 orang ibumuda dari berbagai latar belakang. Ada yang memang saya kenal sebelumnya, ada yang baru kenal dan memang daftar via media sosial. Belum pernah ketemu sebelumnya.

Hari itu hari yang cukup bersejarah. Hari pertama bagi saya untuk mengenal jenis hidup yang berbeda-beda dari setiap sudut cerita para ibumuda. Sebenernya sih nama IBUMUDA sendiri hanya simbol ajaaa wkwk. Biar gemes gitu dengernya. Sekaligus rasa prihatin saya dengan konotasi ibumuda yang selalu jadi sasaran predator gakjelas di luaran sana. Mudah-mudahan ibumuda yang ini mah shaleha semua terjaga semuanya yaaa Aamiin.

Dari awal anggota IBUMUDA sangat beragam. Single, newlywed, senior, senior banget juga ada. Ibumuda yang masalahnya gitu doang dan gitu banget juga ada. Tahun pertama perjalanan komunitas ini diisi dengan saling mengenal satu sama lain terutama bagi yang baru kenal. Mulai curhat satu persatu anggotanya, dan dari sesi curhat itu lah tak terasa kami semakin dekat. Saya pribadi merasa semakin kaya akan ilmu dan rasa syukur. Bahwa ternyata ada yang hidupnya lebih menyakitkan daripada yang saya alami.

Alhamdulillah pada tanggal 21 Desember 2014 komunitas ini dikukuhkan secara resmi oleh ibu walikota Bandung, Teh Atalia Kamil. Member pun bertambah, tidak hanya di Bandung. Kota Bogor dan Jakarta pun sudah mulai ada. Tapi di tahun kedua saat itu kegiatan malah kurang terarah hehehe. Saya nya sih yang salah. Wara wiri gak jelas sebenarnya mau ngurusin apah hahaha.

Sempet mikir, apa bubarin aja yaah. Berat gini ternyata pegang komunitas heuheuheu.  Tapi karena dorongan dan support dari teman-teman juga komunitas ini tetap bertahan dan masing-masing di kota nya tetap rutin mengadakan pertemuan dan menjadikan sesi arisan sebagai sesi lepas lelah dan curhat-curhatan.

Saya masih ingat doa saya di awal membuat komunitas ini. Yaitu ingin menggerakkan 1 juta ibumuda Indonesia untuk memiliki hidup bahagia dunia akhirat. Hahahaha berat emang doanya. Konsekuensinya juga beraaaat. Berkali-kali saya menghadapi konflik batin untuk komunitas ini. Terusin gak yaa. Gedein gak yaaa. Karena saya sendiri belum bener ngurus apa yang ada di rumah. Ini sok sokan mau gerakin 1 juta ibumuda. Ampuuuun 😦

Makanya pergerakan komunitas ini senyaaap sekali. Karena saya nya sendiri masih meraba-raba mau gimana dan harus digimanain buibu ini. Kejadian demi kejadian dan curhat demi curhat membuat saya memilih untuk tidak berharap banyak dan berkonsep hebat. Saya akan besarkan komunitas ini sebagai tempat yang nyaman untuk para ibu merebahkan badan. Saya ingin di komunitas ini kita berani mengakui rasa sakit dan jadi diri sendiri, sekaligus saling menguatkan. Saya ingin melalui komunitas ini kita belajar dan aware untuk tau betul siapa diri kita dan apa yang kita mau. Belajar untuk menerima dan bersyukur dengan tidak membanding-bandingkan hidup satu sama lain. Karena itu proses yang selama ini saya rasakan. Bertemu dan berbincang dengan satu ibu dan ibu lainnya. Ujiannya beda-beda dan kadang mereka hanya butuh telinga yang siap mendengar tanpa mengeluarkan judge.

Tapiii meski begitu di sini harus saling mengingatkan biar kalau memang ada luka membusuk yang selama ini kita tutup, bisa sembuh.

Allah lah tempat segala berawal dan bermuara. Apa yang terjadi di hidup ini udah Allah atur serinci mungkin. Rezeki tidak ada yang tertukar. Begitu juga dengan cobaan. Semoga dengan adanya komunitas ini, kita bisa saling menguatkan dan mengingatkan.

Jangan takut.

Jangan merasa sendiri..

IBUMUDA Indonesia ada untuk menemani 🙂

Asri Fitriasari

Founder Komunitas IBUMUDA Indonesia

5 Tips #NikahMuda

Apa yang membuat saya akhirnya MENIKAH MUDA?

Karena gak sanggup menahan godaan atas perasaan yang membuncah pada lawan jenis. Jujurnya sih begitu.

Saya sudah kenal yang namanya pacaran sejak kelas 6 SD. Mama gak tau nih soal ini hihihi. Saya pertama kali jadian saat duduk di bangku kelas 6SD. Akkkk bisa-bisa nyaaaa >.< Sejak saat itu saya sudah kenal yang namanya cinta (monyet) pada lawan jenis. Rasanya memang indah dan menyenangkan. Ada yang ngasih perhatian dan semangat. Hingga akhirnya saya kapok karena trauma yang cukup dalam. Amat sangat dalam. Saya jadi sebel dan benci sama yang namanya pacaran. Apa yang dijalani lebih banyaknya palsu dan gak jelas.

Udah segala macem deh ini perasaan diajakin main kenalan sama sosok yang ini dan yang itu. HIngga akhirnya awal tahun 2009 saya bertaubat dan berusaha sekuat hati dan tenaga untuk membersihkan hati dari perasaan sayang dan cinta  yang belum waktunya. Eh, langsung dapat hadiah dari Allah dipertemukan dengan pria shaleh yang bersedia melamar tanpa harus berlama-lama pacaran. Jadilah pada tanggal 2 Oktober 2010 saya resmi menjadi pelaku Nikah Muda. Menikah di usia 21 tahun, ketika buku nikah rilis lebih dahulu mendahului ijazah sarjana ^^

3 tahun menjalani kehidupan pernikahan begitu banyak yang dialami. Mulai dari bahagia hingga sakit hati. Semuanya ada. Rasa nano-nano! Alhamdulillah perih dan dukanya pun tetap menjadi kebahagiaan sendiri. Beneran gak yesel deh udah memilih nikah muda daripada pacaran yang terlalu lama.

Well. Buat kamu yang juga kepengen mengakhiri masa lajang dengan nikah muda, berikut adalah tips super singkat yang insya Allah bisa jadi jalan terang ^^

  1. FOKUS sama TUJUAN kamu menikah itu apa. Beneran untuk menggenapkan separuh agama, menghindari zina, atau sekedar BERLARI dari kenyataan yang ada saat ini? Misalkan, karena gerah sama kondisi rumah, kesal berkepanjangan karena ditinggal nikah, atau hal-hal emosi lainnya yang kurang bagus sebagai motif kamu nikah muda. Perbaiki yaa ^^
  2. Jangan khawatir mengenai kemapanan alias materi. Selama kamu sudah NGERTI NILAI CUKUP atau KEWAJARAN, rezeki sudah Allah atur untuk siapa saja yang menyegerakan kebaikan. Yakinnya harus sama ALLAH, bukan yang lain.
  3. USIA tidak mempengaruhi kedewasaan. Kalau sudah siap untuk BELAJAR dan BERPERANG. Pantang untuk mundur dan jadikan setiap masalah yang datang sebagai tantangan
  4. Jangan sibuk merengek minta restu sama orang tua. Tunjukkan aja kalau kita memang pantas untuk hidup dan menghidupi rumah tangga sendiri. Wajar kok kalau orang tua khawatir dan enggan merestui. Mereka jauh lebih ngerti peliknya pernikahan daripada kita. Kuncinya ada di Allah. Minta Allah yang MEMBUKAKAN PINTU HATI orang tua kita. Kalau sudah jalan dan waktunya, suka tiba-tiba kasih restu kok… #pengalamanpribadi
  5. Gak usah terlalu ribet nungguin yang melamar atau nyari yang mau dilamar. Sibuklah memperbaiki dan terus upgrade diri. Jodoh akan Allah antarkan sesuai dengan kapasitas kita. Allah jauuuuh lebih tau kesiapan kita seperti apa. Terus evaluasi apa yang kurang dalam diri, kalau kita memang sudah BENAR-BENAR SIAP MENIKAH. Allah mudahkan, Allah kasih jalan..

5 poin tips super singkat menikah muda. Saya udah berhenti ngomporin orang nikah muda. Soalnya kalau mereka sampe kepancing dan ternyata kaget sendiri sama tantangan yang ada, ntar saya yang kena. Saya cuma merekomendasikan kepada siapa aja yang udah TERLALU LAMA PACARAN, hati-hati… pacaran yang kelamaan lebih banyak gak akan membawamu kemana-mana. Simpan setiap rasa sayang dan cinta untuk nanti saja, ketika akad nikah sudah terucap di depan wali.

Selamat mencoba, semoga setiap niat baik diberkahi..

Salam hangat,

IBU MUDA

@asriFiit

P.S: Doakan tahun ini buku #NikahMuda bisa segera naik cetak. Saya akan cerita abis-abisan mulai dari perasaan yang timbul setelah dan sesudahnya ^^