Jangan Lari Lagi

Malam tadi saya cukup stress. Ada pekerjaan koas yang saya tunda selama 2 minggu tidak dikerjakan, dan malam tadi saya memaksakan diri untuk memulai. Ayolah Chii, mau didiemin sampe kapan kerjaannya?

Bismillah, setelah ngumpulin mood 2 minggu. Ditemenin sambil nonton film musikal juga di laptop. Jadi lebih betah buat duduk di meja kerja.

Lalu tetiba rungsing mulai menyerang ketika sumbu alcohol torch nya kepanjangan dan pas ditarik malah mendelep masuk. Jadilah saya uyek-uyekan dulu benerin alcohol torch nya. Mulai deh dari situ agak bete.

Ditambah konsistensi wax dan gips putih nya yang kurang enak. Proses pengerjaan pun jadi mulai horror dan drama. Pada dasarnya saya itu anaknya gak sabaran dan clumsy parah, tapi suka pengen punya hasil yang sempurna, rapi tanpa cela. Hahahaha.. Kadang saking pengen sempurna, terlalu effort di perencanaan dan gak mulai-mulai buat eksekusinya. But I have to change. Kalau nungguin semua kondisi enak dan paripurna yaa gak akan selesai-selesai. Seorang ahli itu adalah dia yang bisa sampe garis finish dengan apapun hambatan yang harus dia hadapi. Jadi jangan berharap ga ada kendala atau kesusahan, itu mustahil namanya.

Belum rapi. Belum selesai. Tapi udah cantik buat difoto. Namanya Tanggul Gigitan.

Dan ini yang sebenarnya yang jadi elegi saya dalam hal menyelesaikan koas. Inginnya sempurna, selalu ingin menghindari konflik, menghindari gagal, gamau ribet, tapi gak sabaran dan suka menyepelekan. Penyakit banget kaaan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ญ

Akhirnya jadi sering kabur, dan bikin-bikin alasan serta pembenaran. Sedikit-sedikit gak sadar udah mau 5 tahun saya kabur untuk gak deal with apapun yang ada di kehidupan koas. Ya ampuuuuun.

Ngerjain tanggul gigitan malam ini bikin saya flashback sama kelakuan-kelakuan gak banget yang bikin saya stuck dan gak kelar-kelar masa studinya. Yang ternyata merupakan refleksi sikap saya dalam menghadapi permasalahan hidup lainnya. Selalu ingin yang sempurna, tapi cenderung menghindari konflik dan kegagalan, seneng lari dari proses dan akhirnya menyepelekan. Innalillahi…. Mau sampe kapan hidup kayak gini?

Tadi malam pun pengennya nyerah aja. Gatau deh gimana pokoknya pengen berhenti. Nyesek banget ngerjainnya. Susaaaaaah. Tapi sih kalau dipikir-pikir, udah banyak juga kerjaan koas yang susahnya bikin ampe nangis but at the end saya bisa, dan itu semua lewat juga. Jadi yaudah sih Chii, kerjain aja. Jalanin aja. Enjoy the proses. Jangan lari lagi. Karena kemanapun kamu lari, apa yang seharusnya kamu selesaikan akan terus menghampiri.

Jam 23.30 saya japrian dengan rekan sejawat yang udah duluan lulusnya. Numpang curhat dan ngeluh hihihi. Teman tidak tau diri. Ngehubungin tengah malam buat bikin rusuh. Dulu, saya sama dia partner in crime banget kalau urusan ngerjain kerjaan lab kayak gini. Sama magernya, sama dodolnya, sama oonnya. Tapi dia udah bisa lewatin itu semua, gua mah beluuum ๐Ÿ˜ญ

Saya mengeluarkan semua keluhan dan apa-apa yang nyesek di dada selama ngerjain tanggul gigitan (step yang malam tadi saya kerjakan), sekalian minta pencerahan. Shali, dengan sabar nemenin saya dan ngasih beberapa masukan. Ada beberapa chat dari Shali yang bikin semangat sekaligus nusuk juga.

Ini spoiler curhatan tadi malam.  

Orang di luaran sana memang udah jobdesk nya rajin dan sangat telaten nanya, Kapan lulus? Kok belum beres juga? Emang segitu susahnya dsb dsb dsb? Somehow, omongan orang yang kayak gitu dan sangat sering masuk telinga bikin kita ingin memangkas proses. Membuat mereka diam dan berhenti bertanya lagi. Tapi kan ngapain juga kebawa drama dan menyusahkan diri sendiri sama bagian tugas orang lain. Orang lain tugasnya bertanya dan komentar. Tugas kita menjalani sesuai track dan porsinya.

Kuakui. Hahaha kayak lirik lagu aje… Selama ini saya suka ribet sama omongan orang, bawaannya jadi mental korban. Bawaannya jadi ga fokus dan gak ENJOY sama proses. Gak menghargai dan memaknai perjalanan diri saya sendiri. Jadinya berasa kosong dan hampa. Jadinya pengen kabur aja bawaannya. Karena saya sendiri yang bikin suasananya ga betah. Bukan untuk dirisaya, tapi untuk bikin orang diam, atau bangga. Capek ternyata.

Huffff ini bahasan jadi kemana-mana yaaah hahaha. Monmaap. 10 tahun cuyyyy. 10 tahun saya masih stuck di kampus ini. It must be A LOT of lesson that I learned. Terutama tentang hidup dan pengenalan diri saya sendiri. Harus ada yang bisa saya ambil hikmahnya. Karena buat mahasiswa angkatan bubuk macam saya mah, udah masuk jurusan ambil hikmahnya.

So, apa hikmahnya Chii?

Hidup itu meminta kita BERPROSES. Tidak akan ada hal sempurna atau paripurna atau istimewa atau membahana tanpa sebuah kendala, drama, dan kegagalan. Gausah repot-repot menghindari konflik, karena itu sudah jadi bagian dari cerita yang harus kita jalani. Karena dari konflik itulah kita akan belajar teguh dan juga tangguh. Terakhir, belajar dari curhatnya Shali yang ini…

Jangan pernah MENYEPELEKAN proses. Live the life. Hadapi yang harus dijalani saat ini. Karena semua kabur-kaburan itu selalu diikuti konsekuensi. Awareness itu penting. Paham dengan situasi dan bisa enjoy menjalani. Biar gak ada lagi unfinished business yang menghantui.

Dalam hal apapun dalam hidup.

Semoga curcol pagi ini bisa bermangpaat yaah. Selamat melanjutkan hidup. 

Have a GOOD Monday yah. Kasih madu dulu pagi-pagi biar hidup jadi manis! ๐Ÿ™‚

Advertisements

Healing for Woman

Ada banyak orang yang japri saya menanyakan hal yang sama, apakah Healing for Woman berbeda dengan Healing Class yang biasa diadakan?

Aduuhhh Nurlelaaaa. Kalau iya isinya sama, terus kenapa judulnya harus beda ๐Ÿ˜ฆ

Tentu jelas BERBEDA, Nona…

Mungkin maksudnya pengen nanya, “Apa sih yang membedakan Healing for Woman dengan Healing Class yang biasa diadakan?” Itu sih kayaknya. Cuma kadang orang suka keburu tegang duluan. Padahal gak aku pegang-pegang lho. Eitsss…

Baik, di postingan kali ini saya akan mencoba menjelaskan sejelas mungkin tentang event ini. Biar gak keriting jempol jawabin satu-satu japri yang masuk. Bismillahirrahmaanirrahiim….

Kita mulai dari penjelasan singkat tentang Healing Class dulu yaa. Sebenarnya ini pernah saya bahas juga di blog. Tapi gak apa, saya coba jelaskan lagi dengan bahasa yang berbeda yaa. Semoga lebih kebayang. Healing Class yang diadakan Komunitas Emotional Healing Indonesia di bawah asuhan Teh Irma Rahayu (penulis buku Emotional Healing Therapy, bisa dicek profil lengkapnya di www.IrmaRahayu.com) adalah sebuah kelas yang akan membantu kamu untuk mengeluarkan pendaman emosi berupa RASA yang selama ini menuhin memori di pikiran dan hati. Bisa dari masalah yang dihadapi saat ini, atau trauma masa lalu yang selalu menghantui hi hi hi hi hi (Oke, galucu). Contoh RASA di sini maksudnya apa? Rasa marah, sedih, kecewa, sakit hati, benci, dendam, terpuruk, terhina, tidak percaya diri, dsb dsb dsb… sebuah rasa yang sifat dan terdegarnya NEHATIP. Rasa yang pasti akan ada dalam diri kita sebagai penyeimbang dan penyempurna hidup. Tapiiiii, kalau rasa nehatip ini terlalu lama diam di dalam tubuh apalagi jumlahnya lebih banyak dan mendominasi, ini yang repot cuy. Pikiran jadi sulit jernih, solusi dari setiap masalah jadi terlihat pelik, hati berasa sesak tapi kok kosong, kalau bahasa Sunda nya sih, asa teu pararuguh. Atau bahkan ngaruhnya ke kondisi badan, physically. Pernah denger penyakit psikosomatis? Kondisi badan berasa ada yang sakit dan bermasalah, tapi setelah dicek secara medis gak ada satu pun bagian yang kelainan. Beware fellas, kamu sepertinya memendam emosi yang gak sepele. I’ve been there. Sering tetiba kram, keringet dingin, sesak nafas macam mau mati tapi kalau diperiksa yaa gak ada apa-apa. Sekali dua kali kayak gitu yaudah lah yaa lupa. Sering?? Yaa lelah juga lah. Sering banget??? Emmm bisa jadi malah abai dan terbiasa drama, dan itu yang BAHAYA. Yakali hidup diisi sama hal-hal geje kayak gitu. Indahnya dunia jadi kurang maksimal kita dapetin nya juga.

Okey, balik lagi ke Healing Class yaaah. Siapa saja yang butuh di-Healing? Yaaa yang merasa butuh aja. Ga semua harus Healing, yang kelihatannya butuh juga belum tentu harus Healing. Karena Healing Class yang diadakan oleh EHI ini hanyalah salahsatu ikhtiar pengobatan untuk menjadi manusia yang lebih ajeg, aware, napak, dan matang. Banyak pelatihan serupa. Banyak program serupa yang menawarkan fasilitas yang sama. Bisa dicek ke toko sebelah sebagai perbandingan. Intinya di bagian nguras emosi kotor dan emosi yang sudah tidak penting dalam hati dan badan. Itu.

Jadi kalau dianalogikan, Healing Class itu kayak terapi bekam. Kalau bekam kan darah kotor yang dikuras, kalau Healing Class ini emosi kotor. Gimana caranya? Yaaa dikeluarkan. Heu. Ada cara yang baik dan benarnya. Biar lebih kebayang saran saya sih baca aja buku Teh Irma. Kalau saya agak kurang kompeten menjelaskan. Hanya saja sebagai penyelenggara, saya mau kasih gambaran kalau Healing Class itu kelas terapi mengeluarkan emosi dengan bantuan instruktur, dalam hal ini Teh Irma Rahayu sendiri sebagai penulisnya langsung.

Di kelas ini kamu akan mendapatkan wadah yang sangat tepat dan private untuk mengeluarkan apapun yang selama ini kamu tahan dan simpan, tapi kamu udah ga sanggup untukย  menahan dan menyimpannya. Kurang lebih begitu. Let me repeat yaa.. Apa aja itu? Rasa marah, kecewa, sedih, kesal, putus asa, tidak percaya diri, terhina, terpuruk, dsb dsb dsb.

NAAAHHH gimana dengan Healing for Woman? (Hahaha langsungin aja yaa loncat ke sini biar gak kepanjangan).

Healing for Woman ini dibuat selama 2 hari sampe nginep segala, Karena EHI ingin kasih sesuatu yang SPESIAL buat kamu para wanita. Kan wanita sukanya yang spesial-spesial. Yakaaaaan. Kita akan bahas dan kupas tuntas tentang permasalahan seputar wanita, baik dari segi emosi, karir atau rezeki, dan topik seputar cintaaaa… Apapun status kamu saat ini. Single? Taken? Married? Divorce? Pelakor? #eh… yaaa pokoknya apapun kondisi kamu saat ini yang bikin kamu JENGAH dengan hidup, kita akan sentuh dengan bagaimana wanita ingin disentuh. Hihihihi geli juga pemilihan bahasanya.

Dan yang jelas pesertanya semuanya WANITA jadi semoga ini bisa bikin kamu nyaman juga selama acara. Akang banquet dan teknisi hotel juga DILARANG masuk (yaiyalah Nurlelaaaa).

Ada satu postingan Teh Irma yang bagi saya pribadi sangat PAS menggambarkan apa yang akan disajikan di Healing for Woman ini, begini katanya….

Wanita itu susah di mengerti oleh lelaki, hanya bisa dipahami oleh sesama wanita ….. katanyaย 

Terlalu banyak drama wanita yg mampir ke EHI

Tentang hati yang hancur karena LELAKIย 
Tentang hati yang beku karena SITUASI
Tentang hati yang hampa karena KEHILANGAN
Tentang hati yang dingin karena DENDAM
Tentang segala asa yang tak pernah TERWUJUD

Wanita dan segala dramanya, kisahnya, perjalanannya….. selalu menjadi cerita dan inspirasi dunia.

Wanita yang punya kisah tak sempurna, yuk kita ketemuan di event ini.

Gitu katanya.

Sooo, masih bingung apa yang membedakan Healing for Woman dengan Healing Class biasa?? Yaudahlah japri aja gapapa hahaha. Curhatin ajaa panitianya, curhatin ajaaa. Tapi udah itu daftar dan bereskan urusan administrasinya yaak. Buruan, untuk kelas Februari nanti tinggal ada 2 seat lagi nih. Kalau ga kebagian yaa masuk daftar Waiting List.

Terakhir, saran saya… sebelum senapsaran sama event dan kelas yang diselenggarakan EHI, ada baiknya kamu baca bukunya dulu. Emotional Healing Therapy oleh Irma Rahayu atauuuu kepoin gaya nya Teh Irma kalau nyablak di channel Youtubenya, Rumah Mamak. Biar lebih kebayang dan membantu kamu memutuskan, bener gak kamu butuh yang kayak ginian. Jangan ambil kelas, hanya karena ikut-ikutan atau karena lagi trend aja. Buang waktu, duit, dan tenaga ituh namanya. Hidup nya makin blangsak yang ada.

Disclaimer: Healing Class BUKAN event SAKTI yang bisa bikin hidupmu langsung berubah 180 derajat menjadi kaya, sukses, bebas hutang, financial freedom, bahagia dunia akhirat, happily ever after, atau sembuh total dari penyakit panu, kudis, kurap, dan kutuan. It’s just an event. Kesembuhan dan perubahan hidup yang HQQ kuncinya tetap di kegigihan kamu dalam berbenah diri dan ketentuan Ilahi Rabbi.

Sekian.

Semoga tulisan ini cukup mencerahkan. Penulis menerima japri TERKAIT info Healing via WA 0812 2702 3499

Pencarian Jati Diri

Beuh.

Judulnya berat cuuyy. Mas Jati kamu kemana, banyak orang yang nyariin. Termasuk sayah. 

Berbicara tentang pencarian jati diri, ini adalah perbincangan yang gak pernah ada ujungnya. Perbincangan yang selalu seru untuk dibahas. Bagi saya terutama. 

Ternyata tidak ada patok usia bagi seseorang bisa bertemu dengan jati dirinya. Setiap individu punya waktunya masing-masing untuk ketemu Bang Jati. Sempat saya berpikir bahwa pada usia 20an awal saya akan bertemu dan mengenal siapa saya. Ternyata tidak semudah itu shay. Usia saya saat ini sudah menginjak 28 tahun. Penghujung usia 20an yang bikin deg-degan. Bisa dibilang, baru di usia ini saya tau apa yang saya mau. Saya yakin dengan apa yang saya jalanin.

Telat? Relatif. Telat menurut siapa dulu…

Mungkin bagi yang sudah menemukan jalan hidupnya di usia 17 tahun, apa yang saya capai saat ini bisa dibilang telat. Tapi jangan salah, banyak di antara kita bahkan usianya sudah mau kepala 4 pun masih oleng dengan kapal yang sudah ia rakit selama ini.

Pencarian jati diri.

Itu memang proses yang berat cuuyy. Apalagi di masa millenial saat ini. Di mana sosial media menambah rusuh kancah pencarian jati diri. Banyak orang terjebak pada hidup orang lain. Berhalusinasi. Berharap dan membayangkan hidupnya seperti yang ia nikmati di layar HP nya. And you know what, itu rasanya gak enak mennn. Being HALU is menyakitkan. Melelahkan. Will bring you going nowhere….

Lalu, apa sih sebenarnya pencarian jati diri itu ?

Ini mah definisi menurut saya yah. Pencarian jati diri itu adalah proses kita mengenal siapa kita dan mau apa kita. Proses menyakitkan karena kita harus menerima diri kita apa adanya dengan segala apapun yang telah membentuk kita. Pola asuh orang tua dan juga peran lingkungan serta pengalaman yang berkontribusi nyata menjadikan diri kita begini adanya.

Kita paham apa kelemahan kita dan apa potensi kita. Gak insecure sama orang lain. Karena kita percaya bahwa kita unik dan sangat berbeda satu dan yang lainnya. Kita membawa pesan lewat passion yang khas untuk menjadi khalifah Allah di dunia yang fana ini. Kanmaeeeen bahasanya yekaan….

Kita tau kita siapa. Kita tau mau dan tujuan kita apa. Niscaya kita agak irit baper dan hemat galau menghadapi dunia nyata. Jamaaaah oohh jamaaaah.

Pernah denger gak quotes yang bilang, do your passion and money will follow. Bahwasanya ketika kita tau apa yang kita suka, apa yang kita cinta, apa yang kita enjoy ngerjainnya no matter what happen, no matter what people say…. Kita akan lebih mudah menggenggam dunia. Gituh. Jamaah ohhhh jamaaah…

Cuma memang proses nemuin jati diri ini PR banget. Ga semua bisa telaten sampai nemu hak paten atas dirinya sendiri. Butuh drama india dan telenovela untuk akhirnya menemukan, SIAPA SIH SAYA. MAU APA SIH SAYA??

Beruntung saya punya komunitas yang concern banget bahas yang namanya pencarian jati diri. Komunitas ini buka pendaftaran membernya pun setahun sekali, untuk memastikan setiap anggotanya matang berproses untuk kenal dirinya sendiri. Saya namai komunitas ini KIMI. Komunitas IBUMUDA Indonesia. Eits, jangan terkecoh dengan kata ibumuda yang ada di dalamnya. Karena itu adalah sebuah kiasan sebuah semangat jiwa muda untuk terus menggali potensi dan inspirasi untuk bertahan dan bersinar di dunia.

Dan terbukti, pencarian jati diri pun memang tidak mengenal usia, latar belakang atau status saat ini. Kita semua, apapun kondisinya, akan selalu mencari daratan terbaik untuk napak dan sadar… kita ini siapa dan kemana semua doa dan harap akan dibawa dan diperjuangkan.

Sabtu ini tanggal 9 Desember 2017 insya Allah KIMI bakal kopi daratan di JAKARTA, yeaaay. Acara ini terbuka untuk umum. Jadi bagi siapa saja yang gak sengaja baca tulisan ini dan berminat ikut nimbrung dan seru-seruan bareng KIMI, boleh banget daftar dan join ketemuan.

Kamu bisa kontak Fely di 0812 8376 7467. Kuota peserta terbatas, jadi jangan kebanyakan mikir cuss aja langsung daftar ๐Ÿ™‚

Percayalah…. Siapapun kita, gak akan pernah bosan untuk semakin kenal dengan siapa diri kita yang sebenarnya. Goodluck!


Apa itu KIMI?

Akhir bulan Oktober ini, saya memantapkan hati untuk kembali membuka registrasi keanggotaan KIMI. Apa itu KIMI? KIMI adalah singkatan dari Komunitas IBUMUDA Indonesia. Komunitas yang sudah saya bangun sejak tahun 2013. Sejarah lengkapnya seperti apa bisa dibaca di sini yaaa

Flyer Open Register New Member sudah disebar via medsos. Dan tentu saja pertanyaan dasar akan bermunculan bagi yang berminat untuk gabung. Baiklah, buibu tercinta…. berikut akan saya jelaskan secara lengkap tentang keanggotaan KIMI dan apa yang akan didapatkan jika bergabung dengan komunitas ini. Check it out ๐Ÿ™‚

Apa itu KIMI?

KIMI adalah sebuah komunitas yang menitikberatkan pada pengenalan diri sendiri. Topik yang akan dibahas adalah tentang bagaimana kita SADAR kira-kira masalah atau penyakit yang selama ini kita hadapi akarnya ada di mana. KIMI akan banyak membahas tentang kondisi emosi dan self awareness dalam menyikapi permasalahan hidup, terutama konflik rumahtangga. Atau mungkin tentang…. mantan. Hehe…

Siapa saja yang boleh masuk KIMI?

As long as kamu WANITA, kamu berhak masuk KIMI. Kelahiran berapapun… Sudah menikah atau belum… Sudah punya anak atau belum… IRT atau wanita bekerja…. Boleh…. boleeeh banget gabung, karena balik lagi ke visimisi KIMI, yaitu mengajak para wanita Indonesia untuk bisa kenal SIAPA diri nya dan MAU dibawa kemana hidupnya.

Saya berada di pulau atau kota “X” apakah bisa bergabung KIMI?

Keanggotaan KIMI tidak berbatas domisili. Di manapun kamu, boleh banget gabung KIMI. Karena kegiatannya lebih banyak dilakukan via grup WA. Sejauh ini kopdar hanya dilakukan di kota Bandung, Jakarta, dan Bogor karena jumlah anggota yang terdaftar yang paling banyak. Jadi tidak menutup kemungkinan jika jumlah anggota di kota mu sudah mulai banyak, bisa bikin kopdar sendiri.

Apa saja kegiatan KIMI?

Kegiatan KIMI terbagi menjadi dua agenda besar, diskusi di grup WA dan kopdar KIMI yang dilakukan di 3 kota tadi. Apa saja yang didiskusikan di grup WA KIMI? Selain masalah domestik kegalauan seorang wanita pada umumnya, KIMI memfasilitasi para member untuk curhat dan berbagi beban. Ada juga hari spesial untuk para ibu yang punya bisnis untuk bukalapak di #JumatJualan. Daaan kegiatan yang paling seru dan dinanti adalah #challengeKIMI, yaitu berupa kegiatan sehari-hari yang ditentukan tema nya, manfaatnya bisa mengulik dan mengorek potensi para buibu yang selama ini belum terkuak. Dan tentu akan ada pembelajaran di balik challenge tersebut. Tidak sedikit dariย  pengalaman challenge, banyak member yang jadi lebih jauh mengenal dirinya sendiri.

Apa manfaat yang bisa saya dapatkan dengan bergabung dengan komunitas ini?

Selain bertambahnya saudara sesama perempuan, para member KIMI yang sudah tergabung selama ini merasakan manfaat berupa perspektif baru dan berbeda dalam menyikapi setiap masalahnya. Karena selama prosesnya kita akan sama-sama KENAL dengan diri kita yang sebenarnya. KIMI bisa menjadi sahabat yang akan menerima kamu apa adanya. Well ini abstrak banget sih emang, tapi ini akan kamu rasakan ketika sudah masuk dan merasakan interaksi di KIMI ๐Ÿ™‚

Apa yang membedakan KIMI dengan komunitas lain?

KIMI tidak akan secara khusus membahas tentang pernikahan, sekolah anak, parenting, ASI vs Sufor, MPASI, metode lahiran, pilihan karir, dan topik spesifik lainnya. It’s about us, as a WOMAN.

Apa syarat bergabung dengan KIMI?

Pertama, mengisi database di bit.ly/databaseKIMI. Kedua, siap jadi diri sendiri dan MENERIMA diri sendiri.

Oiya, buat yang belum tau dan kenal. Kenalkan…. Saya Asri Fitriasari atau biasa dipanggil Achii. Seorang ibu dengan satu anak yang sedang hamil anak kedua, koas doktergigi di FKG Unpad, domisili Cimahi, dan seorang wanita yang senang sekali menulis. Saya founder dari komunitas ini. Am I an expert in these things??? Engga. Saya pun masih gesrek, butuh masukan dan diingetinnya. Saya membuat komunitas ini karena sadar bahwa wanita itu sebetulnya SANGAT KUAT, hanya saja suka lupa caranya kuat itu kayak gimana. Saya kumpulkan para wanita dengan segala cerita dan latar belakangnya untuk saling mengingatkan dan menguatkan bahwa KITA ITU HEBAT !

Baiklaaah… sekian informasi singkat tentang KIMI, silakan jika berminat kenalan dan merasakan serunya komunitas ini bisa japri saya via WA 0812 2702 3499 ๐Ÿ™‚

 

 

THANKYOUUU *smooch*

Bagaimana Caranya Menjadi Wanita Hebat?

Bagaimana caranya menjadi wanita yang hebat? Bagaimana sih?ย 

Pertanyaan ini berputar di kepala ketika saya selesai jalan-jalan di sosmed para wanita yang menurut saya hebat. Langsung mupeng. Langsung baper. Kapankah saya bisa sehebat mereka jengjengjenggggg… Kapankah saya menjadi seorang wonder woman hahaha… *efek abis nongton layar tancep

Kalau kita mau flashback pada perjalanan hidup kita sejak lahir, masuk TK, jadi murid SD, SMP, SMA hingga kuliah… Lalu menikah dan punya anak. Atau apapun deh pokoknya cerita hidup yang sudah kita lewati dan sedang dihadapi, sebetulnya ada banyak fitur yang menggosok kita untuk menjadi hebat.

Fitur itu dinamakan konflik atau masalah.

Continue reading

Karena ALLAH Gak Pernah Ada

โ€‹

Itu yang selalu bikin kita ngerasa putus asa, dan bawaannya kesel dan ngedumel.
Karena ALLAH gak pernah ada di HATI dan PIKIRAN kita ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
Ini satu cerita, pengalaman selama mempersiapkan Healing Class Bandung kemarin. Proses apa aja yang saya lewati sampai ketemu titik di mana peserta membludak, sampe kudu nolak yang terakhir daftar.

Continue reading