Healing for Woman

Ada banyak orang yang japri saya menanyakan hal yang sama, apakah Healing for Woman berbeda dengan Healing Class yang biasa diadakan?

Aduuhhh Nurlelaaaa. Kalau iya isinya sama, terus kenapa judulnya harus beda 😦

Tentu jelas BERBEDA, Nona…

Mungkin maksudnya pengen nanya, “Apa sih yang membedakan Healing for Woman dengan Healing Class yang biasa diadakan?” Itu sih kayaknya. Cuma kadang orang suka keburu tegang duluan. Padahal gak aku pegang-pegang lho. Eitsss…

Baik, di postingan kali ini saya akan mencoba menjelaskan sejelas mungkin tentang event ini. Biar gak keriting jempol jawabin satu-satu japri yang masuk. Bismillahirrahmaanirrahiim….

Kita mulai dari penjelasan singkat tentang Healing Class dulu yaa. Sebenarnya ini pernah saya bahas juga di blog. Tapi gak apa, saya coba jelaskan lagi dengan bahasa yang berbeda yaa. Semoga lebih kebayang. Healing Class yang diadakan Komunitas Emotional Healing Indonesia di bawah asuhan Teh Irma Rahayu (penulis buku Emotional Healing Therapy, bisa dicek profil lengkapnya di www.IrmaRahayu.com) adalah sebuah kelas yang akan membantu kamu untuk mengeluarkan pendaman emosi berupa RASA yang selama ini menuhin memori di pikiran dan hati. Bisa dari masalah yang dihadapi saat ini, atau trauma masa lalu yang selalu menghantui hi hi hi hi hi (Oke, galucu). Contoh RASA di sini maksudnya apa? Rasa marah, sedih, kecewa, sakit hati, benci, dendam, terpuruk, terhina, tidak percaya diri, dsb dsb dsb… sebuah rasa yang sifat dan terdegarnya NEHATIP. Rasa yang pasti akan ada dalam diri kita sebagai penyeimbang dan penyempurna hidup. Tapiiiii, kalau rasa nehatip ini terlalu lama diam di dalam tubuh apalagi jumlahnya lebih banyak dan mendominasi, ini yang repot cuy. Pikiran jadi sulit jernih, solusi dari setiap masalah jadi terlihat pelik, hati berasa sesak tapi kok kosong, kalau bahasa Sunda nya sih, asa teu pararuguh. Atau bahkan ngaruhnya ke kondisi badan, physically. Pernah denger penyakit psikosomatis? Kondisi badan berasa ada yang sakit dan bermasalah, tapi setelah dicek secara medis gak ada satu pun bagian yang kelainan. Beware fellas, kamu sepertinya memendam emosi yang gak sepele. I’ve been there. Sering tetiba kram, keringet dingin, sesak nafas macam mau mati tapi kalau diperiksa yaa gak ada apa-apa. Sekali dua kali kayak gitu yaudah lah yaa lupa. Sering?? Yaa lelah juga lah. Sering banget??? Emmm bisa jadi malah abai dan terbiasa drama, dan itu yang BAHAYA. Yakali hidup diisi sama hal-hal geje kayak gitu. Indahnya dunia jadi kurang maksimal kita dapetin nya juga.

Okey, balik lagi ke Healing Class yaaah. Siapa saja yang butuh di-Healing? Yaaa yang merasa butuh aja. Ga semua harus Healing, yang kelihatannya butuh juga belum tentu harus Healing. Karena Healing Class yang diadakan oleh EHI ini hanyalah salahsatu ikhtiar pengobatan untuk menjadi manusia yang lebih ajeg, aware, napak, dan matang. Banyak pelatihan serupa. Banyak program serupa yang menawarkan fasilitas yang sama. Bisa dicek ke toko sebelah sebagai perbandingan. Intinya di bagian nguras emosi kotor dan emosi yang sudah tidak penting dalam hati dan badan. Itu.

Jadi kalau dianalogikan, Healing Class itu kayak terapi bekam. Kalau bekam kan darah kotor yang dikuras, kalau Healing Class ini emosi kotor. Gimana caranya? Yaaa dikeluarkan. Heu. Ada cara yang baik dan benarnya. Biar lebih kebayang saran saya sih baca aja buku Teh Irma. Kalau saya agak kurang kompeten menjelaskan. Hanya saja sebagai penyelenggara, saya mau kasih gambaran kalau Healing Class itu kelas terapi mengeluarkan emosi dengan bantuan instruktur, dalam hal ini Teh Irma Rahayu sendiri sebagai penulisnya langsung.

Di kelas ini kamu akan mendapatkan wadah yang sangat tepat dan private untuk mengeluarkan apapun yang selama ini kamu tahan dan simpan, tapi kamu udah ga sanggup untuk  menahan dan menyimpannya. Kurang lebih begitu. Let me repeat yaa.. Apa aja itu? Rasa marah, kecewa, sedih, kesal, putus asa, tidak percaya diri, terhina, terpuruk, dsb dsb dsb.

NAAAHHH gimana dengan Healing for Woman? (Hahaha langsungin aja yaa loncat ke sini biar gak kepanjangan).

Healing for Woman ini dibuat selama 2 hari sampe nginep segala, Karena EHI ingin kasih sesuatu yang SPESIAL buat kamu para wanita. Kan wanita sukanya yang spesial-spesial. Yakaaaaan. Kita akan bahas dan kupas tuntas tentang permasalahan seputar wanita, baik dari segi emosi, karir atau rezeki, dan topik seputar cintaaaa… Apapun status kamu saat ini. Single? Taken? Married? Divorce? Pelakor? #eh… yaaa pokoknya apapun kondisi kamu saat ini yang bikin kamu JENGAH dengan hidup, kita akan sentuh dengan bagaimana wanita ingin disentuh. Hihihihi geli juga pemilihan bahasanya.

Dan yang jelas pesertanya semuanya WANITA jadi semoga ini bisa bikin kamu nyaman juga selama acara. Akang banquet dan teknisi hotel juga DILARANG masuk (yaiyalah Nurlelaaaa).

Ada satu postingan Teh Irma yang bagi saya pribadi sangat PAS menggambarkan apa yang akan disajikan di Healing for Woman ini, begini katanya….

Wanita itu susah di mengerti oleh lelaki, hanya bisa dipahami oleh sesama wanita ….. katanya 

Terlalu banyak drama wanita yg mampir ke EHI

Tentang hati yang hancur karena LELAKI 
Tentang hati yang beku karena SITUASI
Tentang hati yang hampa karena KEHILANGAN
Tentang hati yang dingin karena DENDAM
Tentang segala asa yang tak pernah TERWUJUD

Wanita dan segala dramanya, kisahnya, perjalanannya….. selalu menjadi cerita dan inspirasi dunia.

Wanita yang punya kisah tak sempurna, yuk kita ketemuan di event ini.

Gitu katanya.

Sooo, masih bingung apa yang membedakan Healing for Woman dengan Healing Class biasa?? Yaudahlah japri aja gapapa hahaha. Curhatin ajaa panitianya, curhatin ajaaa. Tapi udah itu daftar dan bereskan urusan administrasinya yaak. Buruan, untuk kelas Februari nanti tinggal ada 2 seat lagi nih. Kalau ga kebagian yaa masuk daftar Waiting List.

Terakhir, saran saya… sebelum senapsaran sama event dan kelas yang diselenggarakan EHI, ada baiknya kamu baca bukunya dulu. Emotional Healing Therapy oleh Irma Rahayu atauuuu kepoin gaya nya Teh Irma kalau nyablak di channel Youtubenya, Rumah Mamak. Biar lebih kebayang dan membantu kamu memutuskan, bener gak kamu butuh yang kayak ginian. Jangan ambil kelas, hanya karena ikut-ikutan atau karena lagi trend aja. Buang waktu, duit, dan tenaga ituh namanya. Hidup nya makin blangsak yang ada.

Disclaimer: Healing Class BUKAN event SAKTI yang bisa bikin hidupmu langsung berubah 180 derajat menjadi kaya, sukses, bebas hutang, financial freedom, bahagia dunia akhirat, happily ever after, atau sembuh total dari penyakit panu, kudis, kurap, dan kutuan. It’s just an event. Kesembuhan dan perubahan hidup yang HQQ kuncinya tetap di kegigihan kamu dalam berbenah diri dan ketentuan Ilahi Rabbi.

Sekian.

Semoga tulisan ini cukup mencerahkan. Penulis menerima japri TERKAIT info Healing via WA 0812 2702 3499

Advertisements

Kedewasaan Berpikir

Ampuun. Kenapa judulnya selalu serius-serius amat sih haha. Untuk judul yang satu ini mah salahkan saja Kang Indra. Doi yang nyeletuk tentang kedewasaan berpikir. Topik sarapan kami pagi ini. Di tengah manis kopi dan hangatnya roti bakar.

Pagi ini kami membahas perbedaan dan prioritas kami yang kembali bentrok. Sesuatu yang sangat wajar terjadi dalam kehidupan rumah tangga pada umunya. Alhamdulillah pagi ini bisa ngobrol enak gapake tandukan untuk menyamakan keinginan. Fiuh..

Be, aku pernah baca dimana yaa lupa.. Intinya sih pasangan yang udah lama menikah itu harus dewasa dalam berpikir…

Maksudnya, A? Tanya saya agak kurang paham…

Iyaa.. contoh nih kalau kita lagi jalan-jalan. Mau nonton. Kamu pengennya makan Mekdi, aku pengennya makan Kaefci. Yaudah makan aja masing-masing dulu. Nanti ketemuan di bioskop. Atau sebaliknya, misal makannya yang barengan di Pitsahat, nontonnya masing-masing karena kepengennya beda. Ada saatnya harus barengan, ada saatnya memilih dan menjalani apa yang diinginkan oleh masing-masing pihak.

Hmmmmm… *sebuah gumaman agak gak nerima sebenernya HAHAHAHA maapkan aku Ay.

Menurut aku sih, perbedaan itu harus diterima dan dihadapi. Dibuat sama-sama enak dan saling menghargai. Karena kita gak bisa sepenuhnya memaksakan atau menyamaratakan sesuatu keinginan. Itu yang namanya dewasa dalam berpikir. Gitu, Be..

Tetep sih agak loading menerimanya. Dan sedikit suudzon sama dia karena takut ini akal-akalan dia aja biar gak nge iya-in maunya saya hahahaha. But well, yang diomongin ada benernya sih. Kita dikelilingi oleh perbedaan. Kanan kiri atas bawah. Gausah dulu keluar rumah, di dalam rumah aja kita akan selalu bentrok sama hal yang beda, sama suami terutama. Itulah kenapa kita sama sekali tidak bisa menghindar dari perbedaan. Yang kita butuhkan adalah kedewasaan dalam berpikir. Menjalani apa yang menurut kita benar, dan menghargai apa-apa saja yang berbeda.

Tentu saja prakteknya akan selalu tidak mudah.

Haaaa yang jelas, relationship goal kami sih satu, bisa adem ngobrolin perbedaan. Tetap saling dukung, support, dan paham keinginan satu sama lain. Dikomunikasikan dengan baik. Jangan apa-apa pake tanduk. Tidak ada ruang bagi ego untuk sebuah cinta. Hahahaha KAMANA ATUH GAYA :)))

Terima kasih atas obrolan paginya yaaa Aa nya Bb. Selamat pitness hari ini. Semoga kita bisa kurus kayak gini lagi!!!

DSC00391

Tabu Tapi Perlu

Okey.

Tulisan ini khusus bagi kamu yang sudah menikah. Karena memang full of konten yang harus disensor hahaha.

Ini tentang kegiatan suami istri di kamarnya! If you know what I mean, eh. Kegiatan yang kesannya apasih kalau dijadikan topik serius, dan kudu hati-hati karena ini merupakan obrolan yang sangat privasi. 

Tapi bagaimanapun saya merasa perlu menuliskannya di blog. Meski yaa rada getek-getek gimana gitu. Semoga siapa saja yang gak sengaja mampir ke tulisan ini bisa mendapatkan pencerahan barang sedikit, dan yang jelas lebih AWARE lagi dan tidak menganggap remeh satu hal ini.

Satu hal yang membedakan interaksi umat manusia biasa, dengan umat yang sudah memiliki sertifikasi halal antara keduanya. Kegiatan boleh pegang-pegangan dan adegan berikutnya yang tidak perlu dijelaskan secara rinci dan terang-terangan.

Making Love.

Adalah sebuah kegiatan suami istri yang bisa menjadi indikasi sehat atau tidaknya kehidupan rumah tangga itu sendiri.

Segitunya? Iyaaa segitunyah.

Ini berbicara mengenai seberapa sering dan seberapa enak dirasakan oleh keduanya. Sorry yes kalau makin sini makin vulgar bahasanya. Ini memang tabu tapi perlu.

Dari banyak literatur yang saya baca. Dan diskusi dengan beberapa pakar pasutri, making love between husband and wife itu KUNCI PENTING dalam biduk rumah tangga. Ini bukan hanya tentang penyaluran hasrat atau kebutuhan biologis semata, tapi juga penyatuan dua jiwa, dua soul dalam rangka BERIBADAH pada Tuhannya. Wowww se-serius itukah?? Aslinaaa??

Iya ih. Aslinaaa!

Making love itu bukan hanya sebatas interaksi fisik, tapi juga spirit. Bukan asal enak, bukan asal masuk, bukan asal melayang-layang di udara terus yaudah gitu aja lanjut mandi besar. Gak se cemen itu gaes.

Judulnya aja Making Love. Membuat Cinta kalau diartikan secara harfiah mah. Jadi memang persiapan dan pelaksanaannya gak bisa sembarang udul-udul baju ajaah.

Well, ketika saya tau fakta ini. Fakta bahwa Making Love bukan sekedar rutinitas biologis layaknya makan, minum, dan pup… jujur aja langsung nge blank dan zonk… Haaa terus kami kudu gimanaaa??? *langsung lirik-lirik suami

Yang jelas, ternyata Islam sudah mengatur ini. Suprisingly, Rasul bahkan mencontohkan step by step nya bagaimana menjalankan kegiatan Making Love ini sebagai sebuah IBADAH yang cukup SAKRAL yang dilakukan oleh suami dan istri. Ibadah yang membutuhkan interaksi dua sejoli. Berbeda dengan ibadah shalat, puasa, zakat, atau bahkan naik haji. Ini butuh DUA pasang mata yang harus saling bersinergi dan saling me-nyaman-kan satu sama lain. Ibadah yang membutuhkan komunikasi yang apik antara dua manusia berbeda kepala dengan egonya masing-masing.

Tidak jarang pasangan suami istri punya masalah di bagian yang satu ini. Dan jika hanya satu pihak yang merasakan ada masalah, justru itu cukup BESAR masalahnya. Secara pan kalau suami istri udah rutinitas. Pasti ada bosennya. Dan dikerjakan sekenanya gitu aja. But heyyyy be aware. Kalau kita ngentengin dan ngeremehin yang satu ini, efeknya bakal kemana-mana. Karena ini bukan hanya sekedar interaksi fisik, tapi jiwa. Kalau asal-asalan, enaknya doang yang dapet tapi ada sisi dalam jiwa yang kosong. Hufff dalem amat yaa. Tapi ini REALITA nya. Rasain aja deh sendiri 🙂

Pernikahan adalah tentang dua manusia yang saling menyamakan visi dan misi. Pernikahan adalah tentang dua manusia yang saling bersinergi dan menjaga satu sama lainnya. Pernikahan adalah perjanjian di depan Tuhan untuk saling menyayangi dan mengisi satu sama lain.

Dan semua implementasi interaksi antara dua manusia tersebut, bisa terukur dari KUALITAS hubungan satu sama lain di zona privasinya.

ML nya enak. ML nya kompak… Bisa jadi booster yang dahsyat untuk urusan yang lainnya.

Kalau sama-sama cuek, atau salahsatunya cuek, jangan herman kalau ada yang CRANKY dan RUNGSING di rumah.

Jadi, kapan terakhir ML enak sama pasangan kamu? Bicarakan yaaaa. Ini memang tabu. Tapi amat sangat perlu 🙂

Tahun Ketujuh.

IAda cerita apa di tahun ketujuh ini?

Ada banyak hal baru yang saya baru tau dari Mas Indra Purnama Irawan. Sesuatu yang bikin sebel tapi setelah dipahami lebih dalam, sesuatu itu yang bikin saya butuh dia dan merasa lengkap hidupnya bersama dia. Getekkk loh nulisnya juga hahaha.. Dan juga linu kalau inget bagaimana kami melewati berantem-berantem heboh beberapa bulan kemarin.

Happy anniversary  yang ketujuh Aa. Terima kasih sudah sangat sabar menemani (terutama menemani sekolah profesi yang belum juga selesai hihi). Gatau mau nulis apa da asa udah lebih banyak ngobrol langsung sama kamu sekarang mah ehehe. Masih banyak PR bersama yang harus kita kerjain bareng-bareng. Masih banyak puzzle berantakan yang harus kita selesaikan bareng-bareng. Semoga sampai maut memisahkan. Karena kalau bukan sama kamu…. belum tentu jadi aku yang sadar penuh dengan hidup.

Tahun ketujuh adalah tahun persiapan untuk baby number 2 dan aku yang harus BENERAN lulus!

S M G T 🙂

Membandingkan

Kemarin abis ribut cukup serius sama suami. Sampe kudu diem-dieman selama 2 hari. Ditambah ada tugas kantor yang bikin dia gak pulang selama 2 hari itu. Perfect moment buat kita sama-sama take some space dan mikir dengan bener. Apa yang salah, mana yang berlebihan, dan mana yang seharusnya gak boleh diabaikan.

7 tahun pernikahan ternyata bukan waktu yang cukup bagi saya dan suami untuk saling kenal, benar-benar saling kenal. Eh, emang untuk kenalan sama pasangan hidup ada waktu yang cukup gitu? Rasanya tidak. Menikah itu kan memang gerbang awal kenalan sama orang from A to Z balik lagi ke A sampai ke Z, and repeat, ampe mati kalau iyaa jodohnya ampe mati.

Lelah? Yaaa kalau lagi sengklek otaknya sih yaa pengen bilang lelah. Pengen banget nyerah. Apalagi kalau pake bumbu-bumbu drama india dan telenovela. Ya Tuhan kenapa dia gitu banget. Kayaknya aku gak cocok sama dia. Kayaknya dia bukan cinta sejatiku. Kayaknya bla bla bla bla… Udah pasti bawaannya pengen nyerah…. Karena ngerasa stuck dan bosen kalau masalahnya itu lagi itu lagi. Iya gak?

Continue reading

Review buku Emotional Healing Therapy

Halooo selamat pagi Indonesiaaa!

Hari ini saya mau mereview 4 buah buku yang saya baca setahun lalu tapi perubahannya dalam hidup sangat sangat sangat berasa dan emang beneran mengubah sudut pandang dan sikap saya. For a good things for sure. Menurut saya sih, gak tau kalau menurut Mas Anang hihi.

Saya tau penulis buku ini sudah sejak lama, kayaknya tahun 2012-an deh, lupa, pokoknya udah lama banget. Saya tau penulisnya dari twitterland karena direkomendasikan oleh guru saya bapak Indra Noveldy. Nama penulisnya Irma Rahayu, atau akrab disapa Teh Irma. Akun twitternya @irmasouhealer. Boleh dikepoin twitternya, tapi jangan lupa pake helm. Tulisan Teh Irma, baik di twitter maupun di fanpage FBnya gak pernah santai hahaha. Cablak dan hobi ngeplak. Ini yang dulu waktu awal tau Teh Irma agak gimanaaa gitu sama doi hahaha. Sampe akhirnya di tahun 2015 ngerasa hidup stuck bangeeeeet, dan ngerasa sendirian aja, gak ada yang bisa ngerti dan bantu..

Continue reading

Karena ALLAH Gak Pernah Ada

Itu yang selalu bikin kita ngerasa putus asa, dan bawaannya kesel dan ngedumel.
Karena ALLAH gak pernah ada di HATI dan PIKIRAN kita 😭😭😭
Ini satu cerita, pengalaman selama mempersiapkan Healing Class Bandung kemarin. Proses apa aja yang saya lewati sampai ketemu titik di mana peserta membludak, sampe kudu nolak yang terakhir daftar.

Continue reading