Kopi, Chamomile Tea, Air Putih, dan Pilihan Hidup

Siang itu, hujan mengguyur Taman Hutan Raya Juanda di sudut Dago Bandung. Tidak deras tapi tidak juga kecil. Sambil memegang payung merah dengan logo Ferrari yang kata Atha alay itu, kami berlari-lari mencari kedai kopi yang cukup terkenal di Tahura. Armor Coffee namanya.

Ternyata letak kedai kopi itu cukup nyingcet. Ada di samping kiri pintu masuk hutan kota tersebut. Pemandangan hutan yang eksotis dengan udara dinginnya Bandung emang cukup kawin jika dipasangkan dengan segelas kopi panas. Hemmm… Pikiran saya sudah menerawang dan mulai terasa ringan padahal kopi panasnya belum saya sentuh.

Kedai Armor menyediakan dua tempat untuk konsumennya, outdoor dan indoor. Karena siang itu hujan tentu ruangan indoor lebih penuh dengan pengunjung.

Wangi kopi sudah mulai menggelitik penciuman kami. Ahhh entah kenapa bisa begini. Kami yang sebelumnya gak kepikiran suka kopi hitam tanpa gula, sekarang malah menjadi pemburu citarasa kopi di beberapa tempat yang memungkinkan untuk kami datangi.

Siang itu kami memesan longback biji kopi gayo dengan teknik V60 dan flat bottom.

Saya lupa sih tepatnya pesanan saya apa dan cara nulisnya gimana hahaha. Maap pemula šŸ™ˆ

Bandung, rintik hujan, dan segelas kopi hangat. Beserta percakapan ringan tentang hidup dan impian. Azek.

Ngomong-ngomong soal hobi ngopi. Minuman favorit tiap orang itu beda-beda yaah. Suami saya mah kagak suka banget kopi, jangankan kopi item gak pake gula, kopi ada latte nya aja dia gak begitu suka.  Bapak suami sukanya susu banget. Dari dulu hingga sekarang. Jadi pas awal nikah gak pusing dengan praktek “Cara Membuat Kopi yang Benar dan Enak” karena dikasih segelas susu yang tinggal ngocorin dari kotaknya, udah happy banget. Teh juga gak gitu suka dia mah. Kecuali teh susu. Emmm emang ujung-ujungnya selama ada susu-nya, aman lah šŸ˜‚

Nah, kalau ngobrolin teh, itu ada bahasan tersendiri juga. Sama halnya dengan kopi, teh juga ada pecinta nya dan teh pun terdiri dari berbagai jenis. Beda-beda karakter dan wanginya.

Sebelum suka sama aroma dan citarasa kopi, saya penyuka teh panas juga. Kalau minum teh, apalagi teh garut, saya selalu merasa seperti ada di rumah. Karena memang keluarga hobi banget minum teh, tapi tanpa gula.

Sejak hobi nongkrong di cafe dan mengerjakan banyak hal di sana, salahsatunya bikin tulisan, saya sangat suka pesan peach tea atau lychee tea. Wanginya genit menurut saya hahahaha.. Apalagi peach tea, haaaah berasa ada di surga bagian teras hihi. Wangi dan ya itu, rasanya genit.

Mamak Irma beda lagi, dia suka nya chamomile tea, hanya chamomile tea. Saya baru tau signature tea-nya doi itu chamomile pas ketemuan coaching kemarin di PIM.

Setiap orang itu punya karakter yang khas, itu yang menentukan pilihan hidup mereka akan seperti apa, mulai dari memilih hal kecil seperti memilih mau suka kopi, teh, atau susu, hingga memilih karir apa yang akan mereka jalani dan cintai.

Selama perjalanan life coaching ini saya belajar bahwa setiap orang itu unik. Amat sangat unik dengan setiap apa yang mereka cintai dan apa yang mereka tak sukai. Saya belajar untuk lebih mengerti dengan pilihan orang dan berusaha menghargai, pun mengapresiasi.

Dulunya saya selalu berpikir bahwa kebenaran itu mutlak. Apa yang menurut saya benar, itu lah kebenaran yang benar. Halah belibet amat bahasanya. Mungkin saja seperti itu, tapi untuk beberapa hal kebenaran bisa bersifat relatif.

Tidak semua orang suka kopi dan itu tidak masalah. Penyuka kopi pun terbagi menjadi beberapa mazhab, ada yang suka kopi hitam tanpa gula, ada yang suka kopi dengan campuran lainnya.

Tidak semua orang suka teh dan itu tidak jadi masalah. Penyuka teh pun terbagi menjadi beberapa geng, ada geng yang suka teh yang terbuat dari daun lokal dan tanpa gula, ada juga geng yang suka teh dari bunga-bungaan dengan tambahan sedikit gula.

Tidak semua orang suka susu dan itu tentu tidak harus jadi masalah. Penyuka susu pun terbagi menjadi berbagai macam jenisnya. Ada yang suka susu yaa susu putih aja tanpa diolah, ada juga yang sangat suka susu dan segala olahannya.

Itu karakter.. Itu ke-khas-an. Yang membuat kita berbeda. Yang membuat setiap dari kita istimewa šŸ™‚

Dan air putih? Adakah yang tidak suka air putih? Yaaa mungkin ada aja. Tapi hampir semua makhluk hidup, manusia termasuk di dalamnya, sangat butuh air putih. Menurut beberapa literatur yang saya pernah baca, tubuh kita terdiri dari 70-80% air, dan tentu hanya AIR PUTIH yang bisa mensupply kebutuhan tersebut. Jangan salah, meski hanya air putih, jenisnya pun berbeda-beda. Terbagi juga menjadi beberapa mazhab, geng, whatever you named it.

Saya termasuk yang suka dan sangat menikmati jenis air putih dengan melalui proses elektrolisis. Airnya terasa lebih segar, berasa banget nyerap ke badan, dan bikin pencernaan jauh lebih lancar. Kalau beli eceran emang mahal, itu lah kenapa maksain punya mesinnya.

Mungkin pernah denger Kangen Water? Itu jenis air putih yang saya konsumsi tiap hari. Ada tulisan lama saya yang membahas apa perbedaan Kangen Water ini dengan air lain. Boleh mampir aja yaa ke sini.

Ada juga sebagian orang yang meyakini bahwa air TANPA mineral lebih bagus untuk kesehatan, atau biasa disebut air destilasi. Ada juga yang sukanya itu.

Duh, buat air putih aja pilihan orang bisa beda-beda yaa. Itulah dunia. Itulah manusia. Tuhan Yang Maha Kaya membuat kita ramai dengan berbagai pilihan.

Apapun kopi pilihanmu.

Apapun teh pilihanmu.

Apapun air putih pilihanmu.

Apapun itu, tetaplah menjadi satu dan berpadu menuju Tuhan yang satu.

Karena Dia adalah ujung dari segala apa yang akan kita tuju šŸ™‚

Waktu sudah beranjak. Sore sudah mulai menjelang. Kopi yang tadi dituang sudah habis kami nikmati. Lain waktu sepertinya saya akan kembali ke kedai kopi ini lagi. Sambil sebelumnya menyusuri setiap pohon-pohon tinggi yang menjulang dan begitu cantik menghiasi suasana kota Bandung ini. Taman Hutan Raya Juanda yang baru kali ini saya liat penampakannya kayak apa, padahal lahir dan gede di Bandung hahaha maafkan saya Kang Emil šŸ˜…

Terimakasih Atha sudah menemani siang ini minum kopi. Nanti kita kesana lagi yaaa šŸ™‚

Sekian.

Salam hangat untuk yang baca,
asrifitriasari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s