Ada Apa Dengan Cinta?

Cieee gue mau ikutan demam AADC dah.. Emang cuma orang travel aja yang bisa memanfaatkan peluang bikin Jogja Trip AADC? Blogger musiman macam saya ini juga kudu ikutan hajat AADC juga kali.

Pause dulu yaaa cerita Life Coaching nyaa. Biar gak bosen dan saya gak kehilangan momen me-review film hits awal tahun ini.

Well. Sejak film AADC part 1, saya udah berhasil terbius oleh akting dan alur  cerita yang disuguhkan. Apalagi saat film pertamanya liris, yaitu saat saya SMP (ngaaah masih bocah banget padahal yaaah wkwkwk), saya lagi hobi banget nulis puisi, jadi sukak banget deh sama film itu. Dan ada hal lainnya lah yang membuat saya sukak sukak sukaaa banget sama film itu, beserta kumpulan original soundtrack nya tentu šŸ™‚

Waktu berselang. 14 tahun setelah film fenomenal itu muncul di jagat perfilman Indonesia, Mira Lesmana and gengs berinisiatif untuk membuat part 2 nya, tentang bagaimana kelanjutan kisah antara Rangga dan Cinta.

Selama nonton film itu gue cuma bisa kampret-kampretin setiap adegan dan skenario yang dibuat oleh tim Mira Lesmana and gengs.

Kampreeeeet. Bisa banget nulis obrolannya. Bisa banget nyari spot jalan berduaannya. Bisa banget bikin gue baper terbawa memori masalalu. HAH šŸ˜‚

Film itu mengingatkan saya akan hobi lama, yaitu menulis puisi. Dulu tiap kali lagi bete atau happy, doyan amaaaat nulis puisi. Gara-gara film ini, saya jadi baca-baca lagi puisi saya dulu. Dan aduh, jibang deh šŸ˜…

Jijik banget.

Puisi anak baru gede yang masih terjebak ilusi hidup dan cinta semu. Halaaah ~

Oke, balik lagi ke film EE DI SITU. Untuk yang suka banget sama film ini (karena ada segelintir orang yang biasa aja, gak suka, bahkan menghujat, kita skip dulu yaaa geng yang ini…) pasti bawaanya BAPER. Bawa Perut šŸ˜‚ Bukan deng, bawa perasaan, perasaan apapun yang nyangkut sama masalalu nya atau masa sekarang tentang yang namanya CINTA.

Okey, mari sejenak kita berbicara CINTA. Bukan Cinta nya Rangga. Tapi arti Cinta yang sebenarnya… Ihiiiy

Saya gak akan spoiler di dalam film itu terjadi adegan apa aja. Nope. Saya gak tega kasian ama yang belum nonton, ntar greget dan degdegannya ilang.

Saya hanya akan menceritakan apa yang saya dapat dari film itu dan melihat fenomena BAPER yang merajalela di tengah masyarakat Indonesia et causa kisah cintanya Rangga dan Cinta.

Kita semua punya cerita cinta. Baik sedih maupun suka. Baik yang terjadi di masa lalu atau masa ini.

Jujur aja saya cukup baper sama film ini. Karena mengingatkan saya pada atraksi cinta yang selama ini saya mainkan. NGAH, lo pemain sirkus Sis??? Pake atraksi segala šŸ˜…

Oke maafkan pemilihan kata gue yang ngeselin ini hahahaha ~

Di masa lalu, atau mungkin beberapa waktu ke belakang… Saya termasuk wanita yang cukup cetek memaknai cinta. Wanita yang gampang iri liat adegan romantis, gampang mupeng kalau ngeliat kelakuan para pria-pria manis. Lalu dengan dodolnya membandingkan dengan kondisi hidup sendiri. Lalu kecewa dan menghambur-hamburkan rasa syukur dengan drama. Phewww… Kelakuan gue tuh yaa emang minta dilemparin bakiak šŸ˜‚

Cerita demi cerita tentang CINTA saya lewati. Mulai dari susahnya move on dari kenangan, di PHP in sama beberapa ikhwan (gue pake ikhwan biar bagus aja rima tulisanyaa haha udah gak usah protes), hingga jogging-in hati biar kuat menghadapi kenyataan.

Somehow otak kerdil saya selalu berharap romantisme yang disuguhkan oleh layar kaca kejadian juga dalam hidup saya. Adegan manis selama sekitar 120 menit yang menyebabkan baper, padahal hanya seperjuta persen ada dalam dunia nyata.

Hah, mau ngomong apa sih chiiii šŸ˜

Gini, gini… Kita kan kalau nonton film atau baca novel yang ada drama cinta nya suka kebawa perasaan, suka dengan senang hatinya membuka luka lama atau dengan inistiatif tingkat dewa membangun satu kubangan kecewa sama apa yang ada. Eh gatau sih kalau kalian, gue mah gitu orangnya haha.

Sama nih kayak film AADC dan film drama romantis lainnya, durasi cuma 2 jam tapi bikin hati dan perasaan nginjek-nginjek logika dan kewarasan.

Padahal yaaaah saudara sebangsa dan setanah air, kemanisan dan keromantisan yang disuguhkan pun sebenarnya kita ngalamin juga, dengan porsi dan bentuk yang berbeda-beda. Atau bahkan jauh lebih indah dan cukup dalam untuk cerita kita sendiri.

Ini lagi ngomongin gue sih sebenernya ngahahaha~

Saya pernah punya masalalu. Dibilang indah, bisa. Dibilang buruk juga bisa. Dibilang udah move on, bisa. Dibilang masih ada keraknya juga bisa šŸ˜‚

Well. Tapi saya mencoba berpikir waras. Bahwa setiap episode di masalalu adalah titik-titik yang membentuk garis, garis yang mengantarkan hidup saya di titik yang baru. Di titik yang paling baik menurut Allah.

Saya mencoba berpikir dengan AKAL SEHAT bahwa setiap peristiwa yang mengatasnamakan kata cinta, sejatinya adalah cara Allah untuk mendidik kita untuk mengenalNya.

Setiap ujian yang datang mengatasnamakan kata cinta, dengan siapapun objeknya, adalah mata kuliah hidup yang mengajarkan kemelekatan kita harus hanya pada yang Esa saja.

Duh iya itu kerasa bangeeeet sama gue. Di saat dulu saya demen pacaran, lalu ada tragedi yang bikin saya sakit dan perih, perih sekali, di situ pula saya sadar bahwa cinta sama pacar menjadi absurd bentuknya. Jadi bias. Semu. Dan tak berbekas.

Jangan tanya itu proses sakit pedih perihnya kayak apa. Yaaa kayak Cinta ogah makan, ogah mikir waras, dan milih buang-buang waktu keliling Unpad Jatinangor dengan tatapan kosong šŸ˜

Puji syukurnya Allah baik banget, setelah saya nyesel, doa, dan taubat, Allah kasih hadiah. Penampakan calon suami yang tanpa waktu lama bikin saya yakin.

Iya, yakin yang pake proses jugaaa šŸ˜‚

Ketika kita sudah dipertemukan dengan he’s the one, jangan salah, ujian akan terus datang, tragedi akan terus berganti…

Ujung-ujungnya sih bikin kita mikir. What the true love is. Jadi cinta itu sebenernya apa, kayak gimana, untuk siapa, dan cara pengaplikasiannya bagaimana.

Cinta itu memang sesuatu hal yang bikin kita gak berdaya sama sekali. Bikin kita galau tapi juga bahagia. Cinta itu buat saya yaaa saat akal dan rasa merasa payah sepayahnya payah, di situ kita ketemu sama Zat Yang Maha Ada. Ada untuk apa saja. Ada dan setia. Ada dan tidak pernah kasih kecewa. Ada dan selalu membuat kita bahagia. Dengan caraNya yang di luar logika. Dengan caraNya yang selalu bikin kita gemaaaas bertanya-tanya, ini semua akan dibawaNya kemana. Dengan caraNya yang rumit tapi juga asik.

Sebuah Zat yang ketika sadar sesadarnya sadar, kita akan mengakui bahwa skenario yang dibuatNya SELALU membuat kita merasa bahagia dengan cara yang luarbiasa.

Kisah cinta kita dengan si A atau si B atau si C atau mungkin hingga si Z hanyalah satu dialog dalam rangkaian film yang sedang Allah reka untuk hidup kita.

Bersabarlah. Berjuanglah..

Karena film AADC 2 yang bikin baper itu pun dicipta dan diproduksi bukan dengan durasi hanya 2 jam saja. Ada belasan purnama, dengan segala konflik dan lelah yang menggema.

Begitulah…

Haaaah. Sekian yah dari saya, semoga apapun kejadian kecil dalam hidup yang bikin baper tidak mengacaukan perjalanan kita untuk tetap setia mensyukuri cinta yang tidak ada habisnya, Allah šŸ™‚

Semangat pagi Semesta,
Salamkan untuk masalalu yang pernah hinggap.. Terimakasih atas cerita yang pernah kita renda, cerita yang menjadi anak tangga menuju cinta yang sebenarnya. Semoga bahagia selamanya. Tetaplah kamu di situ, menjadi masalaluku yang sudah lumat dan meng-abu šŸ™‚

One thought on “Ada Apa Dengan Cinta?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s