Emosi dan Al Kahfi

image

Senin pagi minggu ini saya menemani Pak Indra berangkat kerja ke Cianjur bersama Pica (panggilan sayang citycar kami). Bukan nemenin sih, memang saya rencana ikut ke Cianjur karena mau konsultasi ke SpOG temannya Mama di sana.

Di perjalanan menuju Cianjur, saya
menyalakan radio, memilih channel MQFM. Saya nunggu tausyiah @aagym yang biasanya on air jam 5. Alhamdulillah betul Aa yang ngisi tausyiah paginya, kadang ustadz yang lain yang ngisi. Kali ini langsung oleh @aagym, ustadz humble yang wejangannya bener-bener menyejukkan hati.

Tema kali itu membahas mengenai AKHLAK Rasul. Senjata utama Rasulullah SAW yang ia miliki hingga Islam bisa sebesar ini, yang menjadikan beliau menjadi orang pertama paling berpengaruh di dunia. Tuntunan akhlak lah yang menjadi pondasi utama karakter seorang muslim.

“Rasul itu sudah paling lengkap untuk menjadi teladan siapapun. Sebagai seorang pengusaha, pekerja, pemimpin ummat, ayah, suami, sahabat, apapun peran yang ada, beliau sangat bisa dijadikan contohnya. Hidup kita ini tinggal niru aja plek plek akhlaknya Rasul. Insya Allah aman, selamat dunia akhirat.”

“Bagi Rasul, akhlak adalah elemen paling penting dalam keseharian kita. Bukan berapa alim kita bersorban atau berkerudung. Bukan seberapa sering kita dhuha atau ngaji qur’an. Tapi akhlak yag baik adalah keutamaan seorang mukmin.” ujar beliau

“Akhlak itu apa sih? Akhlak adalah RESPON SPONTAN dari setiap kejadian atau perkara yang harus kita hadapi. Di cover luar mungkin kita terlihatnya alim, shaleh shaleha, kesehariannya ibadaaaah terus. Tapi hati-hati, kita adalah apa yang sebenarnya ada dalam hati kita dan Allah Maha Tau akan hal itu.” tutur Aa dengan logat Sunda nya yang kental 🙂

Haaak. Pemaparan ini cukup jleb sedalam-dalamnya menusuk hati saya. Suami sih cuma nyengir-nyengir aja. Sambil coel-coel paha. Ngeledekin.

Bener banget sih ini. Percuma kalau kita rutin dan rajin banget ngaji atau shalat sunnah tiap hari tapi kalau kita ga bisa ngurus hati, ngelola emosi. Yaaa percuma.

Bukankah emosi dalam hati yang sebetulnya mewarnai hidup kita sehari-hari??

Semuanya ada di hati.

Iyah bener. Kita harus lebih aware sama respon spontan dari hati yang biasa kita keluarkan kalau bereaksi dalam suatu hal. Sudah sesuai sama akhlak Rasul apa belum? Aduuuuuh kayaknya masih jauh banget deh. Hiks.

Saya sadar betul nih suka lemah ngontrol emosi. Suami kayaknya udah bertanduk kalau ngelonin saya yang gampang emosian ini. Hikshikshiks..

Hup ah. Harus dibenahi. Biar hidup lebih tentram dan selamat.. Semoga dari yang asalnya tau jadi paham tentang pentingnya akhlak ini, dan beranjak kepada kesungguhan aksi untuk memperbaiki.

image

Dan hari ini, setelah gagal lagi mengelola emosi… Saya melipir ke markas besarnya @aagym. Numpang sujud sama Yang Maha Pengatur Hati, sambil setor Al Kahfi minta lagi dan lagi untuk terus dituntun dalam program renov hati yang banyak nafsunya, banyak amarah dan kesal gundahnya. Astagfirullahaladziem…

Semoga teman-teman juga dikasih kesungguhan dan kesabaran untuk terus memperbaiki hati, memperbaiki hidup, agar lebih hidup!

Happy Jumat Barokah,

Ibumuda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s