duapuluhempat Anindra

Hari ini ulang tahunmu nak, yang kedua. Duapuluh empat bulan sudah Bunda menemanimu bertumbuh. Menjadi anak yang amat sangat lucu, menggemaskan, dan membuat Bunda dan Ayah BAHAGIA!

Ay ay naaak.. Waktu benar-benar begitu tidak terasa, rasanya baru kemarin Bunda menahan sakit karena kontraksi hebat di sekujur tubuh Bunda, tapi sekarang kamu sudah bisa berlari kesana kemari, menyanyi dan mengerlingkan mata dengan begitu genit dan manis.

Hari ini pun perayaan bagi Bunda yang sudah lulus selama 2 tahun memberimu ASI, hanya ASI tanpa tambahan susu formula. Alhamdulillah… perjuangan yang sangat panjang menahan perih, lelah, kantuk, dan pegal yang tidak ada duanya ketika harus tetap memberimu gizi terbaik melalui ASI. Itu yang bisa Bunda berikan, hanya sebagian kecil dari apa yang telah Allah anugerahkan untuk hidupmu.

Anin sayang, pada ulang tahun kedua ini Bunda ingin berbicara mengenai CINTA. Kenapa tentang cinta, Bunda? Ah entahlah, mungkin karena dampak nonton film cinta malam ini dan sekelumit kesah di luar sana yang merisaukan mengenai cinta.

Tahukah kau Nak? Arti CINTA yang sebenarnya adalah rasa di mana kamu merasa senang dan tentram. Bukan terjebak dalam tanya dan ketidakpastian yang berlarut panjang, atau mungkin romansa yang belum jelas ujungnya seperti apa.

Siang tadi Bunda mengirim pesan singkat untuk Ayahmu, betapa Bunda sangat bersyukur dengan kehidupan Bunda saat ini. Memiliki suami yang begitu baik hati dan penyabar, kamu yang sehat, cantik, dan menggemaskan, kehidupan yang layak, tidak kurang makan, Alhamdulillah. Tidak ada lah jua nikmat Allah yang akan Bunda dustakan. Terlebih mengenai CINTA.

Bersama Ayahmu, Bunda betul-betul mengerti arti cinta yang sebenarnya. Arti rasa tenang dan nyaman. Arti berjuang saat suka dan duka dengan ikatan yang halal.

Bunda begitu bahagia ketika saat ini bisa berbagi rasa senang dan lara dengan pasangan yang halal, cinta dunia yang menghembuskan nafas surga. Berselisih paham yang semakin mengikatkan genggaman. Suluh asmara yang menggugurkan dosa saat berpegangan tangan. Tatapan hangat yang menggetarkan jalan-jalan menuju nirwana.

Tidak mudah sayang untuk mendapat dan merasakan cinta yang indah seperti ini, Bunda dan Ayah harus mengikatnya dalam janji di depan wali. Ketika kau besar nanti, kau kelak akan mengerti bahwa rasa suka pada lawan jenis adalah hal yang indah. Jangan terbuai hanya dengan indah saat itu saja, cinta yang sebenarnya adalah perjalanan panjang bersama mengenal Tuhan melalui segala peristiwa dan ciptaanNya.

Bunda saat ini paham, bahwa CINTA sejati adalah pada Sang Pencipta, cinta dalam taat, bagaimana kita yakin penuh dengan segala aturan dan larangannya. Bagaimana kita menghamba tanpa tapi dan nanti.

Ketika CINTA itu sudah tumbuh dalam hatimu, segala yang ada di hadapan akan menjadi indah meski perih untuk dikunyah, meski pahit untuk ditelan.

Cintailah Tuhanmu Allah Yang Maha Esa melebihi apapun di dunia ini. Cintai Dia melebihi orang tua, pasangan, bahkan anakmu sendiri. Cintai Dia sebelum kau mencintai aktifitasmu dan apapun yang membuatmu sibuk. Cintai Dia dengan segenap hati dan rasa taatmu. Percayalah, itulah sebenar-benarnya cinta. Cinta yang seutuhnya membuatmu bahagia.

Selamat milad ya Anindra sayang, terima kasih sudah menjadi ladang amal untuk Bunda memberikan separuh hidup lewat ASI selama 2 tahun ini. I love you full, mmuuuah!!

Image

metamorfoself Anindra #2nd

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s