Wilujeng ya A …

Katanya hidup kita belum sempurna kalau belum punya pasangan hidup. Apakah itu benar? Mari kita buktikan.

Saya mengenal seorang pria sunda yang memiliki perawakan mirip Surya Saputra. Gak mirip sih, tapi anggap saja mirip. Kanin sih yang bilang mirip ^^v Saya akan menceritakan pria ini tapi tidak usah kalian sambil membayangkan Surya Saputra. Tidak usah. Bams Samson mungkin boleh. Ah tidak juga. Oke gak usah dibahas bagian muka. Next….

Awal pertemuan saya melihat pria ini sebagai seseorang yang begitu hangat dan humoris, di balik pembawaannya yang dingin dan seperlunya. Saya pun tidak tau mengapa saya bisa jatuh hati pada pria ini. Saya cukup lupa apa yang membuat saya  berani menikah dengannya. Saya menjadi bagian dari skenario hidupnya.

Tiga tahun hidup bersama pria ini, saya diajak membuktikkan bawa hidup berdua dengan orang yang berbeda karakter dan pola pikir itu adalah KESEMPURNAAN yang Tuhan ciptakan dalam sebuah bingkai pernikahan.

Lewat dia saya jadi tau sisi lain tentang hidup. Tentang bagaimana memperbaiki diri dengan cara lain yang berbeda jauh dari apa yang saya jalani saat sendiri.

Pria ini memang tidak sempurna. Selayaknya pria di luar sana. Tapi sisi dalam hidupnya, sisi dalam dirinya adalah potongan puzzle yang membuat hidup saya lengkap. Membuat hatinya menjadi tempat yang sangat nyaman untuk merebahkan beban.

Selisih dan adu pendapat tidak jarang membuat saya sebal dan benci pada pria ini. Itu adalah efek jangka pendek saja. Karena tidak lama setelah benci, saya kembali kepada cinta. Cinta yang lebih tebal, cinta yang lebih kuat, dan cinta yang membuat saya semakin sayang pada Tuhan. Ahh… dan itulah bagian yang paling indah.

Saya percaya jika memiliki suami adalah pelengkap bahagia. Pelengkap pasti.

dan pria itu bernama Indra Purnama Irawan. Ayah dari anak saya, Ayah dari si lucu Kanin.

Seorang suami dan ayah yang tidak pernah menyerah untuk membahagiakan anak dan istrinya. Seorang suami dan ayah yang begitu erat menjaga anak dan istrinya. Seorang suami dan ayah yang selalu mempunyai waktu untuk memeluk kami dalam hangat, pelukan yang selalu kami rindukan saat ia harus kembali bekerja. We love you Ayah and happy birthday :*

 Tulisan ini diketik tanggal 2 Maret, ulang tahun suami tanggal 4 Maret, tapi baru diposting sekarang hehe ^^v

Kamu teman hidupku

Yang memilihku masuk ke dalam skenario hidupmu

Ada benci ada juga rindu

Tapi semua jadi satu

Dalam cinta yang semakin utuh

Kamu adalah potongan hatiku

Yang menjadikan jiwa lengkap

Diukirkan dalam janji

Dipersatukan dalam bahagia

Semoga apa yang tercipta dalam hati kita

adalah pengantar jiwa menuju surga 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s