Pantang Menyerah, Kuat Berserah

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan mendengar siaran radio MQ di jeda waktu shubuh. Menyimak ulasan singkat penuh makna dari aa Gym tentang pentingnya berdakwah dalan keseharian kita.

Ada banyak semangat yang saya dapat dari tausyiah itu, izinkan saya membaginya di sini yaaa..

Bener deh yang namanya memilih jalan dakwah itu seru seru menyeramkan. Kita diperintahkan untuk senantiasa menebar kebaikan dan saling mengingatkan lewat nasihat, tapi praktek di lapangan adalah jalan yang begitu curam dan penuh tanjakan.

Nah, sebelum melanjutkan tulisan.. Saya ingin mengajak teman-teman untuk membaca dan memahami salah satu surat dalam al qur’an ini..

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالْعَصْرِ

Demi masa.
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Surat ini lah yang menjadi acuan saya untuk tetap berada di jalan dakwah, meski sering terasa perih, lelah, dan membosankan. Iya, saya tidak mau menjadi bagian dari orang yang merugi. Segala macam formula dan cara saya modifikasi untuk bermain di wahana dakwah ini. Hingga saat ini tentu banyak yang pro maupun kontra, ah itu sih biasa. Bukan itu poin utamanya. Poin utama kita adalah selalu meneguhkan niat untuk berbuat hanya untuk Allah dan berikhtiar agar mendapat cara yang nyaman untuk disimak.

Hidayah yang datang itu sih urusan lain. Bukan urusan kita lebih tepatnya. Itu adalah hak prerogatif Allah. Urusan kita hanyalah menjadi bagian dari hambaNya yang tidak lelah dan pantang menyerah untuk berjalan di lorong dakwah.

Mau dibilang sok alim kek, sok serius kek, gak santei kek, gak gaul kek, gak asik kek, ngebosenin kek.. ahhh cape sih kalau terus dengerin orang nyinyir dan gak simpati. Kita bukan alat pemuas, kita bukan pemberi kebahagiaan. Kita adalah hamba Allah yang punya tugas untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan yang sudah diajarkan oleh Allah dan RasulNya.

Apa yang saya rasakan selama asik di dunia ini adalah turbulensi rasa yang gak enak banget rasanya. Setiap menebar kebaikan, Allah uji dengan kejadian, Allah langsung tes apakah perkataan selaras dengan perbuatan. Masya Allah itu rasanya yaaaaa.. complicated. Apalagi klo denger cibiran orang terdekat yang kadang paling ampuh bikin kita patah arang. Begitulah sensasinya. Tapi selama Allah semakin kuat menancap dalam dada, itu adalah mahkota dan pencapaian yang tiada banding!

Tak usah takut, tak usah gentar. Pujian manusia hanyalah sebentar, tapi ridho Allah yang akan menutup hidup kita dalam husnul khatimah. Semoga 🙂

Tetap semangat dan tetaplah jadi pribadi yang Hebat!!

Salam hangat,

IBU MUDA (^o^)/

One thought on “Pantang Menyerah, Kuat Berserah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s