Surat untuk Kanin (2)

Assalamu’alaikum Kanin..  Lagi apa?

Lagi tidur Bunda….

Lagi tidur kok jawab, hihihi.

Kan, Bunda mau cerita lagi deh.. Tentang sesuatu yang disebut idealisme. Hemm, memang butuh waktu buat kamu untuk ngerti apa itu idealisme. Suatu saat nanti, ketika kamu sudah tumbuh dewasa, kamu akan berhadapan dengan sebuah idealisme.

Nak, tahukah bahwa di zaman ini.. Di zaman Bunda baru saja mengenal rumitnya rumah tangga.. Bunda dihadapkan pada sebuah kegamangan mengenai idealisme.

Flashback sedikit, sebelum Bunda menikah dan punya anak… Bunda punya seabrek idealisme dan prinsip yang Bunda pegang.. Namun pada kenyataannya di lapangan, betapa sulit dan betapa berat bagi Bunda untuk mempertahankannya. Ternyata hidup jauh lebih rumit dan pelik dari apa yang Bunda bayangkan. Hingga seringkali Bunda menyerah pada idealisme yang Bunda pegang ..

Tapi ternyata itu pun bukan solusi bagi setiap gundah yang datang. Ketika kita melepas idealisme kita, ketika kita mulai pelan-pelan melanggar pakem yang sudah kita tancapkan.. Hidup malah lebih sulit dan berantakan.

Dan akhirnya Bunda punya kesimpulan sendiri..

Bahwa sebagai makhluk Tuhan, yang tugasnya “hanya” berburu bekal pulang, yang namanya idealisme harus tetap dipertahankan. Tidak peduli lingkungan dan zaman berubah secepat apapun, kita harus tetap berada pada jalan Tuhan. Jalannya Allah yang Maha Menyelamatkan.

Kanin.. Tahukah nak, semakin usia bertambah.. Kebanyakan manusia semakin lupa tempat kembalinya. Lebih nyaman berbuat maksiat daripada memperbanyak amal agar selamat.

Pesan Bunda.. Janganlah tergerus oleh zaman yang semakin hari semakin menyesatkan. Kanin akan tumbuh dalam masa dimana orang yang memegang prinsip aturan Allah menjadi terasingkan dan dianggap tidak keren dalam pergaulan.

Tidak usah khawatir nak… Biarlah cibiran manusia, biarlah cibiran teman dan sahabatmu menjadi angin yang menguap dan hilang tanpa bekas dalam hati. Tetaplah menjadi anak yang shaleh dan kuat memegang prinsip ajaran Allah dan Rasulmu.. Tetaplah shalat tepat waktu meski sibuk duniawi memburumu. Tetaplah bergerak penuhi amalan sunnah meski sekitar tak melakukan hal yang sama.

Zaman boleh berubah, tapi tidak dengan aturan Allah. Sejauh mana pun Kanin berlari, hatimu adalah Allah yang menggenggamnya. Mintalah keselamatan dan pertolongan hanyavpadaNya. Bukan pada yang semu seperti hura-hura dan minuman yang tak ada manfaatnya.

Saat ini pergaulan sudah semakin mengerikan. Meski sulit, Bunda akan terus berikhtiar untuk

memberikan contoh terbaik dan doa terbaik agar Kanin jadi anak shaleha. Agar keluarga ini selamat di dunia dan di akhirat kelak.. Aamiin..

Kanin, ingatlah nak.. Semakin bertambah usia, semakin pula idealisme mu harus tertancap kuat. Semakin pula kebiasaan shalehmu dilakukan tanpa jeda. Karena semakin bertambah usia, sesungguhnya itu adalah waktu dimana ajal semakin mendekat…

Hidupmu sementara, akhirat lah yang selamanya 🙂

Kecup hangat,

Bunda.

2 thoughts on “Surat untuk Kanin (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s