bersamamu, seumur hidupku…

panganten anyar

I’ve been married.. for almost one month. Wow! It’s already cool. Sampai sekarang saya suka amaze sendiri dengan status baru ini. Banyak hal yang sudah saya lewati bareng dia padahal, haloo.. ini baru satu bulan…

Setiap pasangan yang sudah menikah kebanyakan gak akan nyangka dengan siapa dia akan menikah, even udah pacaran berapa abad, tetep aja, setelah menikah, deep in their heart, they always say these words: Ya ampun.. Ga nyangka deh aku (akhirnya) nikah sama kamu. -kata yang diberi tanda kurung adalah untuk siapa saja yang sudah mengalami fase pacaran yang cukup lama sebelum mereka menikah-

Well, itu pun terjadi sama saya. Saya menikah dengan pria yang emmm.. sama sekali gak pernah terbayangkan bakal jadi suami saya, teman hidup saya. SAMA SEKALI GAK NYANGKA. Kita gak pernah satu TK, satu SD, satu SMP, satu SMA, satu universitas, satu tempat kerja. Bahkan satu perkumpulan. We’re reconcilable by destiny. It such a serendipity.

Saya gak perlu menceritakan bagaimana saya bisa kenal dan akhirnya memutuskan untuk mau dilingkari jari manisya oleh cincin yang dia beli dengan tabungannya sendiri. Terlalu panjang dan rumit. Like I said before, my love with him is a destiny.

Hukum ketertarikan yang membuat saya menjadi istrinya dan sebaliknya. Di awal saya dekat dengan suami, ada hal yang berbeda ketika saya mengenal seorang pria. Banyak yang bertanya ke saya tentang gimana sih caranya tau kalo seseorang itu the trully someone special buat kita, the endless love-nya kita? Saya gak bisa jelaskan secara detail karena yaa itu perasaan yang amat sangat abstrak. But the keyword is apapun kelebihan dan kekurangan yang dia punya, selalu membuat saya jatuh cinta. Oke, terdengarnya amat sangat gombal tapi ya itu yang saya rasakan. Apa yang ada dalam diri seorang Indra buat saya menarik. Garingnya, analisis tidak pentingnya, lempengnya, kreatifitasnya, spontanitasnya. Everything! Mungkin jika dibandingkan dengan kebanyakan pasangan muda saat ini, saya adalah orang yang hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat untuk yakin dengan seseorang dan tanpa menunggu lama, i’ve choosen to marry with him. Saya menemukan diri saya dalam diri dia.Yaaa semuanya berjalan secara spontan likes opening the soda’s bottle cap, PLOP! Just the simplest way for the biggest part of my life.

Besok adalah satu bulan perayaan saya bersama suami. Baru satu bulan dan masih sangat muda untuk sebuah usia pernikahan. Well, satu hal yang saya bisa lakukan sekarang adalah bersyukur. Bersyukur karena sudah menjadi wanita yang cukup sempurna dengan memiliki teman hidup yang setia, sabar, dan pengertian. Seorang pria yang tidak hanya melengkapi saya dengan segala kelebihannya, tetapi juga menjadikan saya istimewa dengan segala kekurangannya. Saya gak peduli kalo orang bilang ini hanya euforia penganten baru di mana dalam otak dan hati saya hanya ada kata bahagia, but i really really happy. Saya gak pernah tau apa yang akan saya rasakan, beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian. But love is a verb, right? Cinta adalah kata kerja bukan kata sifat. Jadi apa yang saya rasakan harus saya upayakan dahulu di awalnya. Cinta melahirkan kebahagiaan dan gak ada bahagia kalo kita gak mencintai apa yang ada. Love is a verb. Sekarang dan beberapa tahun ke depan, saya akan selalu mencoba dan menjalani setiap fase hidup bersama dia. Sulit atau mudah. Susah atau senang. Sebulan ini saya bener-bener ngerasa kalo dia memang tercipta untuk saya. Setiap kita adalah individu yang unik dan gak ada yang bisa nyamain. Begitu juga pasangan hidup kita. Seperti menyatukan potongan puzzle. Hanya satu yang cocok. Hanya satu. Menurut saya loh ini.

Eniwei, untuk satu bulanan ini belum banyak yang saya tau tentang dia. Jelas. Pertama karena saya sama dia hanya dipertemukan oleh akhir pekan. Kedua, seorang Indra adalah sampel penduduk bumi dengan tingkat kompleksitas kepribadian yang di atas rata-rata. Lebih kompleks daripada komplek Margahayu Bandung sepertinya. Saya dan suami memiliki dasar cetakan yang jauh berbeda. Saya yang sangat terbuka dan dia yang sangat misterius. Atau sok misterius? Hahaha.. Yang pasti dia lebih jago menyimpan apa yang sedang dia rasakan di hati dan pikirannya daripada saya. Kalo saya mah kayak ember bocor. Ouch. Kadang saya suka ga enak sama dia kalo udah mulai nulis tentang kehidupan pribadi, di mana sayang sangat sering melakukannya dan dia enggak. But well, love make him allow me to do this thing. *uhh… co cwiiit… Masalahnya yah, dari setiap diskusi antara saya dan suami, selalu saja bikin saya tertarik untuk menulis. Apa yang ada di otaknya buat saya adalah jenius! Dia selalu punya bahan diskusi yang out of the box. and that makes me love him more and more 🙂

Oke… sebenernya saya mau publish tulisan satu bulanan saya itu besok, tepat ketika saya dan dia benar-benar merayakannya, tapi saya gak tau apa yang terjadi besok. Lagi semangat nulisnya sekarang, lagi pengen ceritanya sekarang, mumpung ada waktu kosong juga. Besok saya ujian 2 mata kuliah… –terus??

Saya gak pernah punya kado spesial untuk seseorang kecuali tulisan saya sendiri. Untuk satu bulan kebersamaan kita, tulisan ini saya haturkan untuk suami tercinta, <h3>Indra Purnama Irawan.</h3>

 

…Terima kasih ya Aa udah menjadi seseorang yang membuat Bebe amat sangat bahagia satu bulan terakhir ini.

Terima kasih untuk kesabaran Aa yang mau-maunya meladeni manjanya mahasiswi tingkat 4 ini dengan segala keanehan dan kelabilannya. (Hei, kita sama-sama aneh tau! Jadi jangan protes kalo Bebe aneh dan membingungkan ;p)

Terima kasih untuk kerja keras Aa yang membuat Bebe semakin semangat belajar.

Terima kasih untuk ilmu-ilmu ekonomi yang membuat Bebe semakin hemat, penuh perhitungan, dan semakin teratur hidupnya.

Terima kasih untuk  musikalitas Aa yang bikin Bebe jatuh cinta sejatuh-jatuhnya sama Aa (oh tidaaakkk… saya lebaayyyy…)

Terima kasih sudah dengan sabarnya mendengarkan Be yang sering berteori tentang kesehatan dan pola hidup sehat lainnya yang kadang bikin kamu jengkel sendiri. Hihi.. It’s because I care for you, A.. I want the best things for you.

Terima kasih sudah menjadi lelaki yang paling bisa diandalkan buat Bb… Kamu bukan cuma suami buat Bb, tapi seorangpacar yang bikin Be deg-degan kalo mau ketemu di akhir minggu, kakak yang melindungi Bebe kalo ada geng motor di jalan lagi on fire, ayah yang bijak menasihati kelabilan Be, sahabat yang setia mendengarkan keluh kesah Bb, perawat yang meskipun masih gugup menangani maag Be yang kerap kambuh di saat yang tidak tepat, musisiyang membuat Be semangat bikin lirik, penulis hebat yang gak pernah meluangkan waktu untuk menulis, boss yang membuat Be semakin menajamkan daya ingat untuk memenuhi semua instruksi kamu, tukang ojek yang sigap meliuk-liukan motor (bisa ya?), tukang bangunan yang membuat kosan be semakin nyaman saja, aa rental komputeryang bikin saya jadi gak pusing kalo laptop saya lagi bermasalah, engko BEC yang selalu tau update terbaru dunia gadget,  pemain sinetron yang kelebayan acting-nya membuat be lupa akan segala ke-stress-an hidup, kamu… selalu bisa menjadi apa yang Bebe mau dan butuhkan. Satu kamu udah lebih cukup untuk hidup Bebe 😀

Thanks for sharing your world to me altough it’s hard for you.. I know that, darl.. Sometime, we can’t fix everything with ourselves, we need a partner, right?  I’ll be always on your side. Be your best reminder. Be your sexy private secretary. Be your sweet wifey, and of course, still your childish girlfriend.

Terakhir, terima kasih sudah menjadi orang paling garing sedunia dan membuat Bebe tertawa dengan nikmatnya setiap kali ketemu kamu. And thx for the hug after you say ” Be, maafin Aa ya!” -well, you know what I mean kan ya? liat aja suatu saat nanti aku bisa mengalahkan aroma yang dahsyat itu!!-

You are my love. Kamu adalah rumah ternyaman untuk hati Bebe. And the important thing is it’s built to last.

 

Ketika semesta telah menjadikan hati kita satu, maka cukupkah hanya satu jeda waktu aku mengenalmu? Tidak Cinta, ada kata ’seumur hidup’ yang Ia berikan untukku denganmu. Selamat satu bulan! Selamat merajut impian bersama dengan aku yang mecintaimu…

 

 

loveA..

 

 

 

Rgds,

 

B.

 

6 thoughts on “bersamamu, seumur hidupku…

  1. Cerita kamu bisa aku rasain bangeeeeeeeeeeeeeeetttt 🙂
    Apalagi di paragraf ini:

    Hukum ketertarikan yang membuat saya menjadi istrinya dan sebaliknya. Di awal saya dekat dengan suami, ada hal yang berbeda ketika saya mengenal seorang pria. Banyak yang bertanya ke saya tentang gimana sih caranya tau kalo seseorang itu the trully someone special buat kita, the endless love-nya kita? Saya gak bisa jelaskan secara detail karena yaa itu perasaan yang amat sangat abstrak. But the keyword is apapun kelebihan dan kekurangan yang dia punya, selalu membuat saya jatuh cinta. Oke, terdengarnya amat sangat gombal tapi ya itu yang saya rasakan. Apa yang ada dalam diri seorang Indra buat saya menarik. Garingnya, analisis tidak pentingnya, lempengnya, kreatifitasnya, spontanitasnya. Everything! Mungkin jika dibandingkan dengan kebanyakan pasangan muda saat ini, saya adalah orang yang hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat untuk yakin dengan seseorang dan tanpa menunggu lama, i’ve choosen to marry with him. Saya menemukan diri saya dalam diri dia.Yaaa semuanya berjalan secara spontan likes opening the soda’s bottle cap, PLOP! Just the simplest way for the biggest part of my life.

    Hihihi anyway, salam kenal yaa 🙂 Saya Mita Karima, kelahiran thn 89 juga dan sedang menjalani hampir 2 bulan pernikahan 🙂
    Saya lihat Achi pertama kali di komen blognya JamilAzzaini ttg betapa pro-nya Achi dengan Nikah Muda. Dan saya tertarik banget sm Achi, ternyata blognya juga seru banget. Semoga cerita2 nikah muda ini bisa jadi inspirasi para kawula muda lainnya ya. AMiin 🙂

    • Haiii Mita salam kenal 🙂
      Makasi yaaa udah mampir ke blog sayaa. Jarang diupdate akhir-akhir ini. Terlena dengan share di twitter hehehe… Ditunggu juga loh sharingnya. Insha Allah Nikah Muda itu pilihan lebih baik daripada pacaran. Ya gak? 🙂

  2. Assalamualaikum, Ukh. Salam kenal, saya Tika kelahiran 92 😀 Saya sudah baca 2 posting Ukh nih, yang satu ini dan satu lagi: “Ternyata Saya Ga Bahagia Nikah Muda”. Saya jadi semakin optimis untuk nikah di tahun ini, in shaa Allah, hihi 😀 Di postingan ini ukh semester 4, ya? Nah..pas banget deh nih sama saya yang baru aja kelar semester 4 dan menjelang semester 5. Bagaimana tuh, cara mengatur peran antara menjadi seorang mahasiswa dan menjadi seorang istri? Bisa request doooooooooooooooooong postingan semacam itu, please? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s