Ceramah Kesehatan PPBI

Okei.

Where I have to start?

Hari ini hari Senin. Hari pertama di awal pekan dan hari pertama di bulan Februari. Fortunately, I have an amazing experience. Berawal ketika Cut Thysa menelepon saya untuk hadir di sebuah acara seminar tentang komunikasi efektif yang diadakan oleh Dokter Gilang. Mikir sebentar, dan saya pun menyanggupi. Lumayan buat mengisi waktu luang, pengalaman, dan ilmu =)

Jam 9 kurang 10 menit saya sudah dengan cantiknya nongkrong di depan BI Tower di Jl Perintis Kemerdekaan, nunggu Thysa. Saking antengnya nongkrong, Bapak satpam menghampiri saya. Hihi ^^

“Ada acara neng di sini?”

“Iya pak. Seminar tentang dokter gigi gitu… Ada kan yha pak?”

“Dokter gigi yha? Kayaknya gak ada neng!”

“Ah masa sih? Tentang kesehatan-kesehatan gitu…”

“Emang siapa neng penyelenggaranya?”

-mampus gue-

“Ummm… dokter Gilang!” –dengan sok taunya-

“Gak ada neng. Ada sih acara tapi buat pensiunan. Neng ikut itu kali?”

“Heh?? Gak pak.. Beda kayaknya. Yaudah makasih yha pak!”

“Nunggunya di dalem aja atuh neng, kasian di sini mah banyak debu!”

-Aiihh… saya mah gak takut debu pak, udah pake pelindung wajah yang tidak boleh disebut merk-nya, hehe ;D

Tapi akhirnya saya nurut juga untuk nunggu di dalem. Di lobi BI Tower itu. Sambil baca kumpulan cerpen Mimpi-mimpi si Patah Hati karangan Sendutu Meitulan. Sambil baca sambil memperhatikan sekitar. Iya yha kok yang rame banyaknya para ibu-ibu dan bapak-bapak yang usianya sebayaan ama kakek saya. Sama sekali gak ada suasana seminar FKG seperti biasa. Iseng liat papan deket lift, ada sih tulisan Ceramah Kesehatan PPBI di lantai 5. Aha! Ini kali yha? Awalnya sih mau dengan pedenya langsung nyamperin lantai 5 tapi gak dulu deh. Nunggu Thysa aja dulu. Dia kan yang ngajakin saya ke sini. Dia kayaknya lebih tau tentang acara ini.

Ada seorang ibu hilir mudik gak jelas, sibuk dan kayaknya seorang EO.

“Bu, acaranya di lantai 5 yha!”

Nah lho! Oma itu juga acaranya di lantai 5! Wah jangan-jangan emang bener acara yang ada di sini cuma buat kumpul para pensiunan. Aduh, gak salah gedung kan saya?!

Kecemasan saya tidak bertahan lama karena tidak lama kemudian saya melihat kedatangan dokter Gilang. Yeah! Tapi, saya gak berani nyapa dokter Gilang. Nunggu Thysa aja deh. Hehe.

Gak lama kemudian, Thysa pun datang. Kita berdua ke lantai 5 dan duduk di barisan depan. Iya guys. Ini acara para oma dan opa itu. Saya pun masih bingung. Sebenernya acara apa sih ini?! Nanya Thysa, Thysa juga kurang tau. Akhirnya gak lama kemudian saya baru ngeh ini acara apa. Acara rutin pensiunan pegawai BI dan untuk saat ini temanya adalah tentang kesehatan gigi dan mulut. Oalaaa… kirain acara seminar beneran, ternyata setipe DHE gitu ^^ Saya dan teman seangkatan pernah juga ngadain acara kayak gini, tapi audiensnya anak-anak SD, hihi ;D

Saya mengikuti acara tersebut dengan penuh perhatian dan keseriusan tingkat tinggi. Haha, lebai yha? Maklum, salah satu cita-cita saya kan jadi pembicara juga^^v. Dokter Gilang dengan terampilnya memberikan ilmu dan sharing tentang kesehatan gigi dan mulut pada para audiens. Lalu, apa yang saya dapatkan dari acara ini? Banyak. Hal paling ngena sih ketika ternyata acara penyuluhan ini benar-benar dibutuhkan masyarakat. Buktinya, setelah dokter Gilang selesai memberikan beberapa paparan tentang kesehatan gigi dan mulut, para audiensnya aktif nanya sekaligus konsultasi. Saya semakin yakin aja kalo yang namanya kesehatan gigi dan mulut itu penting banget untuk diedukasikan kepada masyarakat. Dari hal yang paling simple, cara menyikat gigi aja udah banyak hal yang bisa dibahas. Awal kerusakan gigi ternyata most of all itu dari kurang tepatnya cara menyikat gigi.

Sebagai seorang calon praktisi kesehatan, satu hal lagi yang saya dapatkan dengan mengikuti acara ini adalah saya jadi tau dan bisa merasakan bagaimana caranya mengkomunikasikan ilmu yang sudah saya dapatkan di bangku kuliah ke  masyarakat luas yang notabene disiplin ilmunya berbeda. Bagaimanapun, yang namanya kesehatan itu milik dan hak semua orang. Mau itu ekonom, politisi, olahragawan, tentara, bahkan tukang becak sekali pun, butuh yang namanya sehat. Makanya, kita sebagai praktisi kesehatan, yang diamanahi untuk memanfaatkan ilmu tersebut harus bisa cakap di dunia nyata kayak gini. Dunia yang mengharuskan kita berhadapan dengan teman tidak seprofesi.

Seneng banget bisa berada dalam acara ini. Nasib baik bagi saya diberi kesempatan untuk mendapat ilmu seperti ini. Terima kasih Thysa untuk ajakannya, terima kasih dokter Gilang untuk kesempatan dan ilmunya, dan terima kasih juga PPBI. Alhamdulillah ini rizki yang tak disangka-sangka.

Nah, buat teman-teman yang kebetulan membaca resume pengalaman saya hari ini. Jangan berkecil hati karena gak berkesempatan ada di acara itu, masih banyak banget kesempatan untuk ini. Kita bisa buka kesempatan-kesempatan lain untuk berbagi ilmu dan sharing dengan masyarakat luas. Gak usah nunggu jadi dokter gigi dulu kali yha? Sedikit apapun ilmu yang sudah kita punya, insya Allah akan ada manfaatnya untuk mereka. Untuk Indonesia yang lebih baik.

Seperti apa yang sudah dokter Gilang utarakan ketika acara tadi, menjadi lebih baik itu gak bisa sendirian, harus sama-sama, apalagi penyakitnya udah sistemik. Perlu partisipasi dari setiap kalangan masyarakat. Jadiiiii, ayo bangkit! Kita bangun perubahan mulai dari sekarang! Bersama kita bisa! berSAMa Untuk meRAih prestasI 😉 [SAMURAI, visinya BEM KEMA FKG UNPAD tahun ini, hehe-

-Asri Fitriasari-

Mahasiswa FKG Unpad Angkatan 2007

3 thoughts on “Ceramah Kesehatan PPBI

  1. Aslm.teh boleh minta alamat email.nya gak? Mau tanya soal bisnis kangen water teh,,sq dr palembang…slm kenal teh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s