ketika itikaf di kolam pancing lebih menggiurkan daripada itikaf di mesjid

Masih dalam suasana Ramadhan kembali gue akan sedikit bercerita tentang kisah di malam terakhir atau yang paling tenar adalah Malam Ganjil!

Iyaa betul sekali. Konon katanya, di malam ganjil ini kita akan disuguhi oleh Allah dengan yang namanya Lailatul Qadr. Tapi sampai sekarang tidak ada yang bisa mengungkap misteri di balik kapan terjadinya persuguhan Tuhan yang dinamankan Lailatul Qadr ituh.

Baiklah. Ini berakibat dengan berbondong-bondongnya umat Islam untuk mengisi waktu di setiap malam ganjil dengan ibadah yang sebaik-baiknya. Ada yang bersedekah lebih banyak dari hari sebelumnya, ada yang mengaji lebih giat dari sebelumnya, ada yang shalatnya semakin awal waktu dan memperbanyak sunnahnya, ada yang mejeng di dalam mesjid sambil bertafakur dan bertasyakur, yang nongkrong di kolam pemancingan juga ada! Hakhakhak.

Iyaaa.. malam ini gue ngerasa makin ganjil aja ketika melihat bapak-bapak yang dengan asyiknya mantengin tuh kail pancingan di deket daerah kosan gue. Entah mungkin sepertinya para bapak itu meyakini bahwa yang namanya Lailatul Qadr itu baiknya ‘dipancing’. Tapi percaya ama gue, kayaknyaaaaa hasil yang didapat bukan ganjaran setara dengan 1001 bulan tapi cuma ikan doang yang belum tentu itu sehat untuk dimakan *secara yha kolam pancingannya butek dahsyat*

Eniweiii…

Gue sih tidak akan menjudge bahwa para bapak itu gak bener atau apapun itu namanya. Yang harus kita renungkan bersama adalah… hei sudah sejauh apa kita sendiri memanfaatkan malam ganjil ini??? Apakah selalu tak pernah berhenti mengucap syukur dan puja-puji kepada Ilahi atauuuu malah mengikuti jejak para bapak tadi yang dengan asyiknya beritikaf di tempat yang bisa dikatakan kurang tepat. Banyak dari saudara kita di luar sana yang masih asyik menghabiskan malam ganjil ini dengan kegiatan yang belum tentu itu ada manfaatnya, malah mungkin bermaksiat dengan tanpa bebannya. Naudzubillah…

Haloooo.. jangan dulu menjudge dan menyalahkan lho! Tanya pada diri sendiri, emang kita sudah sebaik mereka? Sudah kita mengajak mereka untuk tau bahwa yang namanya malam ganjil di Bulan Ramadhan itu sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaangggg banged banged banged kalo cuma dihabiskan dengan nongkrong di kolam pancing atau enggak setor muka di tempat ngalay *hehe*

Sudah?

Kalo belum… inilah saatnya buat kita untuk bergerak mengingatkan dan mengajak saudara kita untuk merasakan keindahan malam-malam terakhir di bulan Ramadhan. Malam yang ada hanya setahun sekali. Malam yang belum tentu kita temui lagi. Jadi, berhenti mengomentari dan ayo ajak teman di kanan dan di kiri untuk beribadah sampai pagi!!!!

SEMANGAT ALLAHU AKBAR!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s