Tag Archives: ngobrol

Suami dan Inspirasinya :)

20 Dec

Menghitung hari sih udah biasa. Apalagi hari-hari pra nikah. Always happy through that thing! Dan setelah pernikahan banyak hal yang berubah, banyak sekali. Untuk cerita yang satu ini adalah salah satu changing yang terjadi pasca pernikahan saya dengan Aa. It’s about how to manage financial things, tentang situasi menghitung dalam rumah tangga kami :)

Dari awal kita udah banyak ngobrol masalah duit. Masalah paling sensitif dan santer dijadikan penyebab utama keretakan rumah tangga. Tiada lain dan tiada bukan adalah: masalah ekonomi. Agak khawatir sih ketika tau bahwa jodoh yang ada di hadapan saya adalah seorang ekonom. Hmmm.. sosok yang memiliki keahlian dimana keahliannya itu gak banget buat saya. Saya gak gitu suka sama ekonomi. Saya gak pernah care sama yang namanya duit. Flownya cuma dikasih sama ortu, terus dibeliin makan, ongkos ke sana ke mari, nyalon, dan beli buku. Just it. Gak terpikir untuk memanagenya menjadi suatu cashflow yang rapi jali dan mungkin malah nambah pemasukan. Sama sekali gak terpikir untuk itu. Tapi, semuanya berubah ketika saya ketemu sama si calon suami. Saya diajak untuk tau cashflow dia sebelum lebih jauh diajak married sama dia (Eh, diajakin married dulu ding baru dikasih the big secret of his life-nya). Pertama kali dikasih liat file tentang perencanaan keuangannya saya hanya cengok bego, garuk-garuk kepala padahal gak ada ketombenya. First impression saya, apaan sih ini? Gak ngerti. Hihihi.

Dia pun menjelaskan file dengan judul “INDRA’S FINANCIAL MONTHLY MAP 2010” Itu rapi banget. Semua pemasukan dia selama satu bulan, kalkulasinya dalam setahun, dan mau dibawa ke mana semua pemasukan itu nantinya, semuanya terplanning rapi sekali. Pantesan dulu dia dengan antusiasnya merekomendasikan situs tujuanloapa[dot]com. Itu dia banget ternyata. Dia dengan berapi-api menjelaskan setiap detail perencanaannya. Mulai dari pemasukan gaji bulanan, rencana jangka pendek, rencana jangka panjang, rencana investasi. Semuanya! Okei, saya cuma mangap dengan gak cantiknya. Selain gak gitu ngerti, saya amaze banget, ini bukan saya sama sekali. Setelah selesai dia menjelaskan, dia nanya sama saya,

“Gimana yang? Ada masalah gak dengan semua yang udah aku plan beberapa tahun ke depan?”

“Heh? Masalah? Masalah apa ya? Gak ada. Aku setuju-setuju aja.”

”Yah, kok setuju-setuju aja. Gak ada masukan???”

 

Aje gileee.. Saya aja bingung. Bener-bener bingung mana yang harus saya koreksi. Itu udah almost perfect buat saya. Sedikit cerita tentang latar belakang suami, dia itu pria (iyalah), anak pertama dari 3 bersaudara, kelahiran 83. Dia udah iseng-iseng nyari duit sejak kuliah. Dia bergabung dengan band religi yang sempet naik daun di Bandung. Mulai dari karirnya di dunia musik itulah dia punya penghasilan tambahan. Saya gak inget persis bagaimana perjalanan karirnya, yang pasti di usianya yang masih mahasiswa saat itu (terlepas mahasiswa asli atau abadi, hehe), dia udah punya banyak pengalaman kerja di sana-sini. Dia bisa biayain skripsi dan beli motor sendiri. Dan mungkin pembelian-pembelian barang lain yang dia beli pake uang sendiri tanpa sepengetahuan saya, karena saat masa-masa itu I’m not his someone special yet.

Januari 2009 saya dan dia mulai dekat berkat bantuan jejaring sosial dan di tahun itu pula dia langsung mengajak saya menikah. Dengan sangat matang. Selain pengetahuannya yang luas dan membuat saya nyaman diskusi apa saja dengan dia, dia sudah mapan. Hmmm.. bukan berarti saya matre yaa, tapi yang namanya hidup berdua itu bukan cuma makan cinta. Ada perhitungan teknis yang juga harus disiapkan untuk menyemikan cinta itu menjadi indah dan tidak menyusahkan sekitar dan juga calon anak. Iya ga?

Nah, sekarang sudah hampir 3 bulan usia pernikahan saya dengan dia. Banyak hal yang saya pelajari tentang keuangan. Amat sangat banyak. Sempet sih eneg juga kalo udah diskusi tentang rencana keuangan lagi, rencana keuangan lagi. Tapi beberapa hal yang akan jadi poin saya di tulisan ini adalah:

  1. Uang itu bukan segalanya tapi segalanya (meskipun terkadang tidak semua) membutuhkan yang namanya uang, jadi kita harus bener-bener mengaturnya dengan baik. Agar ketika kita butuh, uang itu selalu stand by untuk digunakan ;)
  2. Semua impian butuh dana. Saya dan impian seperti belahan jiwa, tidak ada impian tidak ada semangat, dan dari kesemua impian itu saya harus menyiapkan dana untuk mewujudkannya. Dengan pengetahuan tentang perencanaan keuangan, saya bisa mengatur mana impian yang membuat saya menghasilkan uang, mana yang membuat saya harus mengeluarkan uang. Semakin rapi, insya Allah semua impian saya akan terwujud.
  3. Dengan perencanaan, kita terlatih untuk displin. Ketika kita sudah mahir mengotak-atik pemasukan dan pengeluaran, kita tidak pernah merasa kekurangan. Karena apa? Karena kita tau dari mana uang itu datang dan akan ke mana uang itu pergi.
  4. Berhubung saya orang Islam yang sangat dihimbau oleh ajaran agama untuk rajin bersedekah, saya ingin punya penghasilan yang lebih dari yang lain agar saya selalu bisa berpartisipasi dalam kegiatan amal dan kegiatan sosial :)

Intinya adalah… siapapun anda. Sudah berkeluarga atau tidak, ayo kita mulai merubah pola pikir yang tadinya hanya mencari uang dan membelanjakannya, dengan pola pikir bagaimana uang ini berputar secara rapi dan menghasilkan nilai lebih di akun tabungan kita nanti. Banyak hal yang harus kita lakukan sebagai calon-calon orang sukses, jangan sampai keadaan ekonomi yang jadi hambatan. Selama kita mau, kita pasti bisa.

Saya adalah seorang istri yang amat sangat terinspirasi oleh pria pembelajar sejati tentang masalah financial planning ini. Saya jadi ikut tenang untuk kondisi keuangan saya nantinya. Dia bilang, susah atau senang dalam hidup itu bukan seberapa banyak uang yang kita punya tapi bagaimana kita bisa mengaturnya sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan. Kekayaan orang itu dinilai bukan dari uang yang masuk ke rekeningnya dia, tapi bagaimana dia bijak memutarkannya. Orang dengan penghasilan 100 juta dengan orang yang penghasilannya 10 juta akan terlihat sama saja, it’s about how you manage your cashflow ;)

Mungkin di luar sana masih banyak pria usia 27 tahun yang karirnya lebih baik dan lebih sukses daripada suami saya, tapi perjalanan yang sudah suami saya toreh di dunia keuangan, saya yakin dia adalah 1 dari 100 pria yang ada di Indonesia ini yang dapat melakukan hal tersebut. Atau mungkin 1 di antara 1000? Saya belum sempet survey sih. Hehe. Tapi yang pasti, di usianya yang masih kepala dua, dia sudah berhasil membeli rumah, menikahi mahasiswi yang juga dibiayai kuliah dan biaya hidupnya, dan juga membantu sesama untuk mewujudkan impian mereka. Terima kasih Allah. Semoga Aa selalu diberikan kebahagiaan yang tidak ada habisnya oleh Tuhan. Oiya, FYI, saya yang di awalnya bener-bener gak bisaan ngatur duit, berkat motivasi dan pembelajaran dari sang suami, sekarang saya juga udah punya penghasilan tambahan loh selain sibuk nguliah dan ngoass :)

It’s not about you can or not, it’s about you want or not!

Semoga bermanfaat!

Bukan Bencana Biasa

5 Nov

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Allahuakbar. Allahuakbar. Allahuakbar.

Allah Maha Besar dengan segala kekuasaanNya. Saat ini, Indonesia lagi diuji oleh bencana yang gak biasa. Gak cuma sekedar kabakaran, kabanjiran, atau tabung gas yang meledak, tapi meletusnya Gunung Merapi, Gempa dan Tsunami di Mentawai, dan Banjir besar di Wasior. Allahuakbar… Ini bukan cuma ujian, bukan hanya itu, tapi ini sebuah peringatan untuk kita semua. Benar-benar peringatan.

Awalnya saya gak terlalu taking care sama semua bencana yang menimpa Indonesia. Saya masih begitu egois dengan segala urusan dan beban yang saya punya sendiri. Makin ke sini, Allah ingin semakin menggertak kita yang gak taking it seriously, termasuk saya. Letusan Merapi semakin parah aja. Kemarin waktu suami nge-tweet kalo Abu udah nyampe ke Tasik, saya udah mulai ngeri, dan hari ini ada info kalo abu udah nyampe Bandung!! Allahuakbar. Sekarang bukan hanya saudara kita yang di Jogja yang harus pake masker, tadi di social network twitter, warga Bandung udah di warning untuk pake masker. Keadaan makin ngeri aja.

Hati saya sekarang udah bener-bener tergetar. Amat sangat tergetar. Saya gak mau mengeluh lagi. Saya gak mau pusing mikirin diri saya sendiri lagi. Ini peringatan. Saya harus berubah.

 

Saya, GA MAU MALES dan MENGELUH lagi. GAK MAU!

 

#PrayForIndonesia

 

bersamamu, seumur hidupku…

1 Nov

panganten anyar

I’ve been married.. for almost one month. Wow! It’s already cool. Sampai sekarang saya suka amaze sendiri dengan status baru ini. Banyak hal yang sudah saya lewati bareng dia padahal, haloo.. ini baru satu bulan…

Setiap pasangan yang sudah menikah kebanyakan gak akan nyangka dengan siapa dia akan menikah, even udah pacaran berapa abad, tetep aja, setelah menikah, deep in their heart, they always say these words: Ya ampun.. Ga nyangka deh aku (akhirnya) nikah sama kamu. -kata yang diberi tanda kurung adalah untuk siapa saja yang sudah mengalami fase pacaran yang cukup lama sebelum mereka menikah-

Well, itu pun terjadi sama saya. Saya menikah dengan pria yang emmm.. sama sekali gak pernah terbayangkan bakal jadi suami saya, teman hidup saya. SAMA SEKALI GAK NYANGKA. Kita gak pernah satu TK, satu SD, satu SMP, satu SMA, satu universitas, satu tempat kerja. Bahkan satu perkumpulan. We’re reconcilable by destiny. It such a serendipity.

Saya gak perlu menceritakan bagaimana saya bisa kenal dan akhirnya memutuskan untuk mau dilingkari jari manisya oleh cincin yang dia beli dengan tabungannya sendiri. Terlalu panjang dan rumit. Like I said before, my love with him is a destiny.

Hukum ketertarikan yang membuat saya menjadi istrinya dan sebaliknya. Di awal saya dekat dengan suami, ada hal yang berbeda ketika saya mengenal seorang pria. Banyak yang bertanya ke saya tentang gimana sih caranya tau kalo seseorang itu the trully someone special buat kita, the endless love-nya kita? Saya gak bisa jelaskan secara detail karena yaa itu perasaan yang amat sangat abstrak. But the keyword is apapun kelebihan dan kekurangan yang dia punya, selalu membuat saya jatuh cinta. Oke, terdengarnya amat sangat gombal tapi ya itu yang saya rasakan. Apa yang ada dalam diri seorang Indra buat saya menarik. Garingnya, analisis tidak pentingnya, lempengnya, kreatifitasnya, spontanitasnya. Everything! Mungkin jika dibandingkan dengan kebanyakan pasangan muda saat ini, saya adalah orang yang hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat untuk yakin dengan seseorang dan tanpa menunggu lama, i’ve choosen to marry with him. Saya menemukan diri saya dalam diri dia.Yaaa semuanya berjalan secara spontan likes opening the soda’s bottle cap, PLOP! Just the simplest way for the biggest part of my life.

(more…)

apa kabar disiplin?

30 May

Bismillahirrahmanirrahiim.

Halo sahabat pesbuker dan loteks :)

Senang sekali rasanya bisa nulis lagi. Saya lagi bersemangat sekali nih jadi yaa gak ada salahnya ya saya menularkan itu semua sama temen-temen pesbuker dan loteks. Okei, pada kesempatan kali ini saya mau berbagi tentang sebuah kekuatan yang bisa bikin kita sukses. Teori klise, simple, tapi pelaksanaannya perlu upgrade setiap harinya. Apakah itu? Disiplin.

Waaaaaaaaaaaa… saya yakin temen-temen semua di sini udah kenal kata disiplin sejak temen-temen ada di bangku SD atau TK mungkin ya. Nah, kok bisa ya teori yang udah kita kenal kurang lebih 20 tahun ini belum juga nempel di kita. Saya juga. Huhu :(

Yuk ah sama-sama saling ngingetin untuk selalu bersahabat dengan yang namanya disiplin. Setiap orang sukses di dunia ini pasti bahan bakar utamanya disiplin. Mulai dari Rasulullah sampai Mario Teguh. Dari Khadijah sampai Agnes Monica. Semuanya pake disiplin untuk dapetin suksesnya. Disiplin itu maknanya luas banget. Gak perlu deh saya jabarkan di sini karena saya yakin temen-temen udah ngerti banget disiplin itu apa.

Mungkin lebih kepada aplikasinya aja kali yaaa.

Oiya, sedikit bocoran. Saya biasanya nulis biar saya juga terpacu untuk ngejalaninnya. Masa ngasih tau orang lain sendirinya enggak. Jadi kita sama-sama mulai untuk temenan sama yang namanya disiplin mulai dari sekarang yaa. Bismillah.

Pertama, buat kamu yang beragama Muslim, yang namanya disiplin itu udah diajarin banget deh. Hal simple kayak shalat itu udah bantu kita untuk membiasakan diri untuk disiplin lho. Shalat mengajarkan kita untuk selalu tepat waktu.

Hal pertama yang bisa kita lakukan mungkin dengan mengatur jadwal. Jadwal harian, jadwal mingguan, sampai jadwal bulanan. Itu latihan pertamanya. Kalau kita bisa membiasakan diri mematuhi jadwal itu berarti kita udah selangkah lebih dekat dengan disiplin.

Ketika kita sudah terbiasa dengan memenuhi jadwal, biasanya nih yaa dengan sendirinya kita jadi kelatih untuk disiplin. Kalau kata bapak dan ibu saya, kebiasaan itu datangnya dari hal kecil yang dilakukan terus-menerus dan sedikit dipaksakan, insya Allah nanti jadi kebiasaan yang gak kerasa beratnya. Kalo udah kebiasaan nanti jadi karakter diri yang gak bisa pergi. Insya Allah.

Kedisiplinan ini juga berhubungan dengan sejauh mana keinginan kita untuk mendapatkan sesuatu. Semua impian kunci utamanya ya disiplin. Mau kurus, yaa dietnya disiplin. Mau pinter praktikum, ya latihannya disiplin (which is itu buat saya butuh perjuangan ekstra, heu). Mau bisa bikin buku, ya disiplin nulis. Mau bisnis sukses, ya disiplin ngatur duit. Pokoknya semua kuncinya DISIPLIN.

Okei, okei… untuk teori tentang disiplin, sekali lagi ya, saya YAKIN temen-temen udah khatam banget. Saya di sini bukan mau menggurui tapi cuma mau saling negingetin aja. Apa kabar kedisiplinan kita sekarang? Sudah jadi keiasaan atau cuma memori mata pelajaran PPKn aja? Hehehe.

Itu aja kali yaaaa. Mudah-mudahan Allah kasih kekuatan dan semangat buat kita untuk BERUBAH, BERUBAH, dan BERUBAH! Jadi ksatria baja hitam RX! Hahaha..

Okei deh semua, semoga bermanfaat yaaaa :)

-achiibersiapuntukDISIPLIN-

apa kabar BAHAGIA ?

12 May

Alhamdulillah. Allah telah memberikan banyak kebahagiaan untuk saya. Keluarga, teman, sahabat, ‘dia’, dan masih banyak lagi lainnya membuat saya begitu bahagia. Masa lalu, masa kini, dan masa depan akan selalu saya buat menjadi bahagia.

Nah, ngomong-ngomong soal bahagia yaaa, setiap orang saya rasa punya definisi bahagianya masing-masing. Bahagia menurut saya belum tentu sama dengan bahagia menurut kamu. Setiap orang memiliki prioritas dan orientasi hidup yang berbeda-beda. Ya tentu saja itu berhubungan dengan latar belakang dan impian apa yang ingin dia capai. Itulah bahagia. Tidak pernah mutlak untuk setiap orangnya.

Hidup manusia itu kan yang dicari kebahagiaan ya? Terkadang sukses aja gak cukup karena memang hakikatnya setiap manusia selalu mencari kebahagiaan. Nah, untuk itu mari kita klasifikasikan bahagia itu menjadi tiga tingkatan. Sudah sejauh manakah kebahagiaan yang kita rasakan? CEKIDOT!

Bahagia yang pertama adalah bahagia FISIK. Bahagia ketika kita mendapatkan sebuah materi. Bagi Mawar bahagia itu adalah punya handphone! Jadi Mawar akan belajar maksimal, bekerja optimal untuk yang namanya bisa beli handphone. Ketika Mawar bisa beli handphone dia otomatis jadi bahagia dong yaa? Nah beberapa bulan setelah dia punya handphone, Mawar kembali kurang bahagia. Kenapa War? Katanya definisi bahagia buat dia udah berubah lagi. Asalnya bagi Mawar namanya bahagia itu punya handphone tapi ternyata zaman makin maju, kata Mawar bahagia itu punya laptop. Kembali lah Mawar bekerja keras untuk mendapatkan kebahagiaan (baca:laptop). Setelah laptop dapet, Mawar bahagia. Tapi tidak lama setelah itu Mawar merasa tidak bahagia lagi. Sekarang definisi bahagia bagi dia itu punya mobil. Terus dan terus. Manusia memang fitrahnya selalu tidak puas. Jadi, apa yang didapatkan Mawar? Hanya lelah mengejar yang namanya bahagia dan ya, perasaan bahagianya gak pernah bertahan lama. Siapa yang temennya Mawar di sini? Bukan kamu? Oh mungkin kamu temannya Melati. Siapa Melati? Kita lihat bahagia yang kedua =]

Bahagia yang kedua adalah bahagia EMOSIONAL. Bahagia ketika kita mendapat suatu pengakuan di tengah lingkungan sosial. Contohnya ya Melati ini. Melati bukan seseorang yang matrealistis. Baginya punya handphone atau tidak rasanya sama saja. Terus bahagia Melati gimana dong? Ketika masuk kuliah dia merasa bahagia itu punya IPK tinggi. Melati belajar giat sekali untuk mendapatkan IPK tinggi. Ketika IPK nya sangat memuaskan, Melati bahagia. Tapi tidak lama setelah itu, Melati merasa pintar di bidang akademik saja tidak cukup, ia ingin pandai juga dalam bidang organisasi. Melati pun mulai sibuk dengan kegiatan organisasi dan kepanitiaannya. Ketika Melati sudah aktif dan dia memiliki lebih banyak teman ia merasa bahagia. Lalu? Ternyata tidak lama setelah itu Melati belum juga merasa bahagia. Kata Melati, bahagia itu punya penghargaan. Akhirnya Melati pun berusaha menjadi yang terbaik di organisasinya sehingga ia dipercaya menjadi seorang pemimpin sebuah acara. Melati pun bahagia. Ia merasa menjadi berharga ketika semua orang memuji kehebatannya. Ketika lulus kuliah pun Melati terus mencari kabahagiaan itu (baca:pekerjaan, posisi, jabatan, dan kawan-kawannya). Sekali lagi, manusia diciptakan untuk tidak pernah puas dengan keadaan yang sudah ia dapatkan. Hal baiknya adalah manusia menjadi terus bergerak dan dinamis untuk terus berkarya. Hal buruknya adalah manusia tumbuh menjadi individu yang tidak mensyukuri nikmat, tamak, individualis, dan duniawi saja. Apakah kamu temannya Melati?? Oh bukan juga?? Mmmh… mungkin kamu temannya Matahari! Siapa Matahari? Yuk, kita lihat bahagia yang ketiga ;]

Bahagia yang ketiga adalah bahagia SPIRITUAL. Bahagia ketika Allah atau Tuhannya bahagia. Gimana nih kalau yang ini ceritanya? Ini kisah tentang Matahari. Matahari adalah mahasiswa dengan keadaan biasa-biasa aja. Handphonenya bukan handphone keluaran terbaru, laptop yang setia menemani dia ya cuma laptop turunan dari kakaknya yang udah punya laptop baru (sedih banget). Gimana kuliahnya? Dia bukan seorang mahasiswa yang bersinar layaknya Melati. Kegiatan akademisnya standar. Jelek enggak. Bagus banget juga enggak. Dia bukan orang yang cukup dikenal di kampusnya. Matahari hanya orang biasa-biasa aja tapi dia selalu bahagia. SELALU BAHAGIA. Apa rahasianya Mat? (Jelek banget nama panggilannya ya? ;P) Matahari tidak pernah sibuk dengan apa yang harus dia punya. Matahari tidak pernah sibuk dengan pujian orang dan pengakuan teman-temannya. Matahari tidak pernah sibuk dengan di mana dia harus berada dan berkontribusi.  Matahari tidak pernah sibuk dengan itu semua. Matahari hanya sibuk mencari perhatian Tuhannya saja. Matahari hanya sibuk memperbaiki dirinya sendiri. Dia hanya sibuk membuat Allah bahagia. Bahagianya Matahari adalah ketika hatinya tentram, keimanannya mantap, dekat dengan Sang Pencipta, dan tetap menjadi insan yang bermanfaat untuk teman-temannya. Waww! Subhanallah! Siapa yang temennya Matahari di sini??? Apa? Semuanya?  Wah semuanyaaa!! Yeay yeay yeay!

Ya itulah bahagia. Bahagia tidak pernah sama untuk semua orang. Semua tergantung dengan priorotas dan orientasi individunya itu sendiri. Nah, termasuk temannya siapakah kita? Apakah temannya Mawar yang hanya bahagia ketika punya gadget keluaran terbaru, komik keluaran terbaru, fashion keluaran terbaru atau temannya Melati, yang bahagia ketika mendapat teman yang banyak, pujian yang tidak hentinya atas kinerja kita, posisi yang strategis untuk dikenal dan dihormati, pandangan orang-orang karena kita dianggap hebat dalam berbagai hal,  atau temannya Matahari? Seorang yang dalam keadaan apapun selalu merasa bahagia. Punya atau tidak punya materi bahagia. Dikenal atau tidak tetap bahagia. Siapa pun teman kamu, sekali lagi, bahagia itu banyak definisinya. Tinggal pilih, mau yang shorterm happiness atau longterm happiness. Saya rasa teman-teman sudah bisa menyimpulkan sendiri dari tulisan saya yang terinspirasi dari training ESQ kemarin dan pergulatan hati saya selama ini. (Halah)

Jadi, apapun kebahagiaan itu, bagi saya dia bukan hal yang harus dicari, tapi kebahagiaan itu bisa diciptakan!

Bagaimana caranya? Insya Allah dengan selalu menghadirkan Sang Maha Pemberi Kebahagiaan di setiap derap langkah kita. Dijamin, bahagia gak akan pernah absen dari hidup kita. Percaya ama gue ;)

Semoga Bermanfaat :)

ASIK! aku mau jadi dokter gigi!!!

10 Feb

Bismillah…

Tidak terasa sudah tahun ketiga saya berkuliah di fakultas ini. Fakultas yang tidak pernah saya membayangkan berada di sini sebelumnya. Hampir genap 3 tahun saya berkutat dengan segala dinamika yang ada di sini. Kuliah, praktikum, organisasi, bermain, tertawa, mengeluh, ngegosip (ups!), berkarya, ahh… terlalu banyak hal yang sudah saya lakukan di sini. Benar-benar rasanya saya masih belum percaya kalau ini adalah tahun ketiga. Tahun di mana saya menjadi senior tingkat atas, karena angkatan satu tahun di atas saya sudah mulai disibukkan dengan tugas akhirnya dan jarang terlihat di kampus dan hanya beberapa saja yang masih aktif ikut acara kampus, jadi yha angkatan saya ini yang jadi senior in house. Eh, itu bukan sih istilahnya? Yha anggaplah itu lah yhaa..

Saya masih sangat ingat ketika saya memasuki setiap sudut kampus ini dengan seragam putih hitam. Bukan, saya bukan penjaga toko kelas training, tapi saya adalah mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi yang sedang mengikuti masa orientasi. Masih sangat lekat dalam ingatan ketika saya harus bangun pagi sekali menuju kampus, menghadapi para panitia, mengikuti seminar-seminar yang saya jadikan waktu tidur (hehe), dan saat-saat ketika evaluasi ospek tiba. Ouw… saya juga masih ingat ketika saya dibopong ke ruang medik gara-gara pingsan. Hahaha… Jadi ceritanya saya ditanya sama ordre (satdis-red) waktu itu.

“Kamu tau dek siapa Ketua BPM di FKG?”

“Emm… emmm.. “

“Jawab dek! Sudah hari ketiga kamu masih lupa nama ketua BPM????!!!”

“Emm… Saya tanya temen saya dulu yha teh.”

Ordre itu pun mengangguk kaku.

“Siapa?”

“Nenisashi Neta”

“Angkatan berapa?”

“Emm.. 2005 kalo gak salah.”

“Kalo gak salah?!?! Jadi yang benarnya apa??? Kamu jangan asal dek!”

“Emm…”

“Apa konsekuensinya jika kamu salah?”

“Saya akan mencari tahu lagi Teh langsung ke orangnya.”

Saya langsung mencari-cari ke kumpulan panitia yang sedang berbaris rapi.

“Teh Netaa.. Teh Neta mana yha?”

Saya cari gak ada. Emm… kepala semakin pusing. Badan semakin lemah… dan gubrak. Saya pingsan. HEHE.

Ahh.. kenangan retromolar pad begitu membuat saya merasa nyaman berada di FKG. Meski saya belum menemukan siapa sahabat kental saya nantinya, tapi saya sudah mulai menyayangi FKG.

Saya pun masih ingat ketika saya duduk menangis sangat tersedu karena kesal dengan PTBS. Kesal dengan berbagai tugas dan praktikumnya yang begitu menyita waktu saya dan terlebih kepada SAYA GAK NGERTI FISIKAAAA! Waktu itu saya sempat menelepon papa, minta pindah dari FKG gara-gara yang namanya PTBS dengan mata kuliah fisikanya! HAHAHA… berlebihan yha…

Mata kuliah demi mata kuliah semua saya lewati. Praktikum demi praktikum semua saya lewati. Meskipun saya suka nangis, ngeluh, terlambat kerjaan praktikumnya, daaannn berbagai macam kesukadukaan yang saya alami di sisi akademis saya, di mana lebih banyak dukanya =(

Apa yang membuat saya bertahan di FKG? Alhamdulillah saya jalani semua ini dengan tidak meninggalkan salah satu hobi saya.  Berorganisasi. Banyaaaaaaaaaaaaakkkk sekali yang saya dapatkan di sini. Ahh sepertinya terlalu panjang jika saya harus menguraikan apa yang saya dapatkan di organisasi dan apa saja yang saya rasakan di sini. Terlalu banyak.

Jadi, mari kita kembali pada topik tahun ketiga yang dari awal saya angkat, di sini saya akan bercerita atau lebih tepatnya curhat tentang keresahan hati saya selama ini (halah). Saya adalah calon dokter gigi. Calon tokoh masyarakat di bidang kesehatan. Satu hal yang selalu menjadi hambatan bagi saya adalah sense of dentist yang saya punya itu minim sekali. Saya lebih bangga dan lebih bersemangat ketika saya merencanakan impian saya menjadi seorang penulis atau pembicara di bidang Human Development daripada sebagai dokter gigi.

Diskusi dengan teman, diskusi dengan orang tua, diskusi dengan calon suami, semuanya tidak membuat saya bersemangat menjadi seorang dokter gigi yang mumpuni. Saya bahkan sudah menyerah dengan profesi saya ini. Saya hanya ingin menyelesaikan studi ini dan menjadikannya sebagai satu sisi bekal hidup saya, tapi ketika lulus, saya hanya ingin menjadi penulis. Itu saja.

Alhamdulillah, saat ini, semangat lain selain bersemangat menjadi penulis itu datang. Semangat menjadi dokter gigi itu akhirnya datang juga di tahun ketiga ini. Nah, dari mana saya mendapatkannya? Saya dapatkan dari berbagai event ekternal yang saya ikuti. Kalau di kampus saya sudah asik dengan ke-stress-an kerjaan praktikum dan kebingungan mengerti mata kuliah, di luar saya mendapat gambaran apa yang akan saya jalani setelah saya lulus nanti. Entahlah… saya menjadi bersemangat saja.

Pertama saya ikut ceramah kesehatan di BI Tower. Acara penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk para pensiuanan BI. Liputannya bisa dibaca di sini.  Teruuss, saya ikut acara DHE di SD Jayasari. Di situ saya diminta panitia penyelenggara untuk menjadi operator yang memeriksa plaque score anak SD. Gatau kenapa saya ngerasa udah jadi dokter gigi aja (hehe) dan itu menyenangkan ternyata! Apalagi melihat masyarakat yang sangat antusias ingin giginya jadi sehat dan bersih. Lalu saya diajak mama mengikuti sidang promosi doktoralnya drg, Inne Suherna. Semakin ke sini semakin sering saya ikut acara-acara eksternal. Apalagi kalau acaranya bareng fakulas lain, di mana kita bisa merasakan bahwa kita itu dianggap lebih ngerti masalah gigi daripada yang lainnya. Kalau di kampus kan, banyak yang lebih jago daripada saya T_T (tragis)

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah….

Sekarang, ketika saya kuliah dan mungkin ketika nanti saya praktikum, semangat belajar dan rasa ingin tahu saya menjadi bertambah-tambah. Saya ingin menjadi dokter gigi yang mumpuni. Dokter gigi yang dapat menghasilkan senyuman-senyuman manis para pasiennya. Dokter gigi yang tidak hanya praktek di klinik saja, tapi dokter gigi yang di setiap jeda waktunya tidak berhenti menulis, tidak berhenti berkarya, dan tidak berhenti member menfaat. Semoga =)

Nah, apa maksud dari saya menulis tentang ini? Mungkin ada beberapa teman di sini yang masih belum ngerasa sense of dentist-nya kayak saya, atau mungkin ngerasa salah jurusan atau hal-hal yang semuanya bermuara pada penyesalan dan keluhan tiada akhir. Jangan menyesal dan berhentilah mengeluh! Insya Allah ini memang sudah jalannya. Seperti apa yang sering saya dapatkan dari nasihat para teman dan orang tua. Yha! Memang ini sudah jalannya. Meski mungkin teman-teman kurang suka, meski sistem masih dalam proses penyempurnaan, insya Allah pasti ada jalannya. Pasti ini yang terbaik bagi kita. Mama saya selalu mengingatkan,

“Teh.. yang baik menurut kita belum tentu baik buat kita. Sebaliknya, yang buruk menurut kita belum tentu buruk buat kita. Jadi, belajarlah untuk tenang, tidak reaktif, dan melihat semuanya dari sisi positif.”

Mungkin apa yang saya lakukan selama ini bisa menjadi alternative teman-teman untuk membangkitkan semangat menjadi dokter gigi. Buat yang memang sudah bersemangat, semoga bisa menambah kebanggaan menjadi seorang dokter gigi. Bagi yang sudah bangga menjadi calon dokter gigi, semoga semakin bersemangat mengembangkan ilmu yang semuanya itu berujung pada perbaikan kehidupan masyakarat.

Sebaik-baik manusia adalah ia yang paling bermanfaat bagi lingkungannya.

Semoga pengalaman pribadi ini bisa menjadi inspirasi, motivasi, dan sarana nasihat-manasihati. Ditunggu masukannya juga untuk penulis.

Semoga bermanfaat!

P.S: Makasi untuk mama, papa, a indra, atha, shali, imbi, sari, icha, kiki, love, drg. Gilang, temen-temen 2009, drg. Inne, semuanyaaaaaaaaaaa.. Tetap komporin saya jadi dokter gigi yhaaa! ^^

kenapa menikah?

3 Jan

Bismillah…

Mmh.. menyikapi respon para teman yang mayoritas kaget, gak nyangka, dan bertanya-tanya mengenai peristiwa lamarannya gue, akhirnya gue berinisiatif untuk mengemukakan semuanya di blog ini. Gileee, berasa konferensi pers yha cin ;)

(more…)

My Spiderman

2 Jan

Malam tahun baru ini gue ditemani oleh Tomat Spiderman. Waw gaya juga gue. Iyanih. Alhamdulillah sekali dikasih kesempatan menghabiskan dua malam terkhir di tahun 2009 sama Abang Peter Parker. Haha, ngarep.

Well. Dua hari bersama Peter Parker, dua hari pula bersama Mary Jane Watson. Jadi, apa yang mau saya ceritakan di postingan kali ini? Kembali tentang sifat wanita vs sifat pria. Mars and Venus. Siapa yang setuju kalo misalkan cowo kalo lagi punya masalah adalah lebih senang menyendiri dibanding cewe yang lebih senang bercerita. Gue setuju. Pengalaman pribadi soalnya. Hehe.

Akan sangat mudah bagi seorang wanita untuk cerita tentang hal buruk yang sedang dialaminya. Beda sama cowo yang kalo lagi ada masalah dan sudah dipastikan sedang punya masalah ketika ditanya cuma bilang, gak kog.. gak apa-apa. I’m fine, not to be worried. Huff, oh come on guys.. We can see in your eyes. Tapi wahai wanita, mengertilah kalo misalnya dia bilang gak ada apa-apa yaudah anggap saja memang tidak ada apa-apa. Just give them a time to solve his problem. He will come to you and tell you the truth as soon as he can. Dia akan lebih bersemangat bercerita ketika dia sudah punya solusinya. Emmm, a man ego.

Tapi yha, buat kamu para cewe. Merasa butuh teman kalo lagi sedih atau punya masalah? Katakan iya dengan lantang! Hahaha… itu sih gue. Iya, nyambung lagi sama ceritanya MJ sama Peter Parker, jadi ceritanya Neng MJ ini lagi ada masalah dengan karirnya, and she want to share to her boyfriend. Sayangnya, Mas Peter ini malah banyak ngomong dan langsung ngasih solusi sebelum mau denger dulu curhatannya Neng MJ. Padahal hey para lelaki, percaya deh kalo misalnya cewe gak butuh solusi-solusi banget. Just hear what she want to share, feel what she feels, it’ll make her better dan dengan secara tidak langsung para wanita akan dengan mudahnya melupakan masalah itu dan mungkin dapet solusinya pas lagi cerita, aneh kan? Dan itu sering kejadian sama gue. Hehe.

Nah, di film Spidy ini, udah mah Mas Peter nya rada kurang jago mendengar Neng MJ, Mas Peternya juga sibuk buanget. Sibuk memberantas kejahatan dan menegakkan kebajikan, saras 008! Lho kok jadi kesana, jadi gak oke yha? Hehe. Iya iya..

Nah, hati-hati nih para cowo, mau gimana pun cewe mah emang butuh temen, butuh seseorang yang bisa ngerti perasaan mereka. Kalo kamu gak berusaha untuk itu, bisa-bisa para wanita itu merasa kesepian dan tada! hilang mencari seseorang yang lebih bisa ada untuk dia setiap saat.

Sayangnya Neng MJ ini belum kenalan sama Dia Yang Maha Selalu Ada. Neng MJ malah menghampiri Kang Harry Ossborn untuk melampiaskan dan mengeluhkan semua beban yang menghimpitnya. Udah deh, berabe deh jadinya tuh cerita di film Spidy. Jelas lah Mas Peter ngamuk-ngamuk cemburu. Udah deh pokoknya jadi berabe. Makanya, wahai para wanita… udah kenalan belum sama Allah? Sesuatu yang SELALU ADA kapanpun kamu butuh. Sesuatu yang GAK PERNAH bikin kamu kesepian? Iya, namanya Allah. HE’S OUR BEST!

Jadi, buat para teteh atau siapapun yang sudah punya gandengan. Kalo lagi kesel lakinya gak bisa ada untuk denger curhatan kalian, kamu masih punya Allah kog. Ngehubunginnya juga gampang! Gak usah pake pulsa atau pergi ke luar kota. Tinggal ambil wudhu terus shalat. Atau langsung berbisik di hati juga bisa =) Makanya ada buku judulnya, La Tahzan! Janganlah bersedih! Jangan pernah merasa sendiri dan sengsara. Allah always available for you! Hehe. Emangnya barang buuu…

Makanya juga kenapa kalo kita sayang atau cinta sama seseorang jangan sampai ngalahin cinta sama sayangnya kita ke Allah, biar kalo ada apa-apa kita yha cuma menggantungkan harap sama Allah aja. Dijamin gak akan pernah kecewa sedikitpun!

Manusia itu makhluk yang sama kayak kita. Pada suatu saat nanti, ketika teman-teman sudah punya pasangan, jangan pernah menuntut dia untuk sempurna. Ya, karena hanya Allah lah yang bisa :)

Cukup teman-teman cintai dia apa adanya dengan sempurna. Sempurna! Insya Allah, teman-teman akan selalu merasa bahagia kapan pun dan seperti apa pun keadaanya. Sama halnya seperti saya yang malam ini Peter Parker-nya lagi sibuk dan tidak bisa pulang karena tuntutan kerjaan. It doesn’t matter! Sedih sih tapi ya udah gak apa-apa, toh itu juga untuk kebaikan saya ^^

Keep on supporting him and smile =)

P.S:

Happy New Year dear, thx for being my lovely partner this year. Proud to be yours my Hero!

taon baruuu..

2 Jan

End Year Moment. Momen Akhir Tahun. Sama aja, cuma di translate doang. Baiklah itu gak penting. Hehe.

Beberapa hal yang penting di akhir tahun adalah merekap kegiatan selama setahun kemarin menjadi sebuah kaleidoskop dan menyusun rencana satu tahun ke depan menjadi sebuah resolusi. Baiklah, loteks… Izinkan gue untuk menjalankan ritual akhir tahun itu.

First, kaleidoskop.

Well. 2009 ini adalah tahun yang cukup jet coaster buat gue. Banyak sekali kebahagiaan begitu pun konflik di 2009 ini. Banyak tertawa dan tentu ada menangisnya pula. Apa saja yang sudah gue dapet untuk 2009 ini? Let me remembering.

  1. Awal tahun gue masih berduka dikarenakan putusnya hubungan gue dengan sang mantan yang sudah gue jalin bertahun-tahun. Terpuruk? Jelas. Tapi Allah sangat sayang dengan gue, He gave me a miracle. 17 Januari 2009 adalah awal gue kenal lebih dekat dengan tunangan gue yang sekarang, ihiiy :) Sejak kenal dia, gue mulai mengenal istilah perfect Saturday. Read those perfect at tomatdancabe!
  2. Mmhh.. apalagi yha? Kalo gak salah di tahun 2009 gue jalan-jalan ke Surabaya! Mengunjungi FKG UNAIR yang wow aje gile!
  3. Teruuss.. untuk ilmu kepanitiaan selama satu tahun ini gue dipercaya menjadi koordinantor humas acara 1day4us JMKI, koordinantor danusnya LKMM, koordinantor acaranya PAB yang IT’S ALREADY WOWWW! (my best ever had event). Ehm, just FYI, acara PAB ini adalah acara yang gue banget. Pertama kali jadi anak acara, konfliknya dahsyat tapi sukseeeeeeeees! Puas banget deh! Dan yang terakhir di tahun ini gue menjadi ketua Mabim. Wow! Cukup hectic yha tahun ini dan ilmunya banyak sekali pasti :)
  4. Tahun 2009 gue dapet kesempatan untuk jadi pengisi acaranya DIES EMAS FKG UNPAD yang super dahsyaaaaaaaaaaaaaaaat! Senangnya! Di mana di situ gue ngisi sebagai anggota paduan suara mahasiwa. Wiwiwiwiwi…
  5. Oiya, tahun ini gue kenalan sama semester LIMA! Semester yang paling dahsyat di FKG. Ada banyak praktikum dan tutorial, but now, I’ve been there and I passed it away with smileeee :)
  6. Tahun ini pun gue mulai hijrah ke wordpress and absolutely jadi semakin nyandu sama dunia maya. Facebooklah, Twitterlah, Kaskuslah, Goodreadslah, banyaklaaa….
  7. Oiyaaaa, 2009 ini gue sempet ketemu artis lho! Ada Helvy Tiana Rosa dan Tina Talisa :) Arteess bu arteeesss! *kampung*

Eh, banyak kali artis yang gue jadi kenal sama mereka di tahun 2009 ini, apalagi artis nasyid, hahahaha… siap2 ditimpuk Tomat ;p

8. Tahun ini gue punya idola baru, Adhitya Mulya, Ninit Yunita, dan Mbak Ollie

9. Tahun ini gue beli HP baru, hehe.

10. Tahun ini gue punya CDMA baru dari si yayang.

Poin 9 dan 10 sepertinya tidak penting yha? Biarin ah. ;

11. Tahun ini gue gagal jualan pulsa

12. Tahun ini gue gagal menyusun sebuah novel

13. Tahun ini gue gagal hafal juz 30 dan mengkhatamkan tafsir juz

14. Tahun ini gue gagal melahap banyak buku yang udah bedebu di rak buku

15. Tahun ini gue dapat kesempatan ikut seminar internasional yang diadain HI Unpad yang sukses bikin gue mupeng jadi Duta ASEAN

16. Tahun ini gue banyak job nge-MC, hehe. (Ayo ayo yang mau acaranya dibuat heboh sama gue, just call me! at YM yaaa –promo dikit- )

17. Tahun ini adik cowok gue udah SMA dan hijrah ke Bandung

18. Tahun ini gue punya banyak sepupu baru, welcome to the world Jahran, Galih, dan Furqon :)

19. Tahun ini emak gue akhirnya selesai ber-S2 ria. Alhamdulillah…

20. Tahun ini gue sempat dirawat di rumah sakit karena Diare Akut.

21. Tahun ini gue mencoba menjadi ketua Tim Sukses Pilpres BEM KEMA FKG, dan menang!

22. Tahun ini gue diamanahi menjadi wakil presiden BEM, dan yang pasti…

23. Tahun ini gue TUNANGAN :) dan banyak pria yang akan dan sudah patah hati, hakhakhakhak… ;p -kidding

Woww! Kalo diinget-inget banyak banget kebahagiaan dan kesuksesan yang sudah gue capai di tahun 2009 ini. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah ;)

Semua ini tiada lain dan tiada bukan karena anugerah dari Allah SWT, doa orang tua, dan support dari teman-teman. Terima kasih yhaaa ;) –kog jadi kayak malam anugerah pemilihan Cabe terbaik yha? [^^]v

Eniwei, sepertinya banyak sekali hal yang gue alami di tahun 2009 ini yang sebenernya patut dimasukkan ke dalam daftar kaleidoskop akhir tahun. Tapi berhub gue adalah manusia dengan diagnose shorterm memory jadi gue hanya menceritakan yang bener-bener gue inget dan yang cukup membuat gue excited di tahun 2009 ini.

And for second is RESOLUTION!

2 megapixel?

Bukan, bukan resolusi yang itu. Tapi harapan dan target gue selama setahun ke depan itu apa. Apa yha? Mmh.. baiklah, gue akan membuat menjadi lebih simple saja. Biasanya gue kalo buat resolusi suka edun-edunan, dan biasanya hanya berhenti di resolusi saja. Emmm.. jadi, lebih baik kita buat simple saja tapi tercapai semua dan yhaaa I’ll keep making a great pretasyiong tentunya :) Apa itu resolusi simple yang akan gue tempel di dinding kamar? –kebiasaan gue–

  1. Menjadi teteh mentor yang menginspirasi dan bisa jadi teladan
  2. Menjadi mahasiswa dengan IPK 3 koma
  3. Menjadi wapres yang loyal dan professional, dan
  4. Menjadi pengantin yang berbahagia, huhuy!

Kita pending dulu rencana gue untuk menulis novel. Kita pending dulu rencana gue yang bejibun hasil resolusi tahun-tahun sebelumnya. Kita pending dulu. Mari kita, gue sih sebenernya, memfokuskan tahun 2010 untuk 4 hal di atas. Semangat! Semoga Allah selalu memberikan keberkahan dan keridhoannya dalam setiap niat baik ini.

Well. Tiba-tiba ada sms masuk nih,

“Be. Bad news. A gbisa pulang jumat sbtu minggu. Aargh!”

BAIKLAH. Boleh protes atau enggak, mulai tahun ini gue agak kurang suka sama end year moment. Mungkin sudah bisa ditebak alasannya apa. Tapi ya sudahlah, Happy New Year everybody!!!!

pemira dan cinta :)

28 Nov

Pemira.

Sebuah event yang lagi hot-hot-nya di kampus gue. Pemira itu pemilihan raya untuk presiden BEM KEMA kampus gue. Dooohhh… Rame yha ternyata! Gue pikir, kampus gue tercinta ini bakal sepi kalo ada yang beginian. Ternyata. Banyak hal yang tak terduga dan membuat gue mengernyitkan dahi. Ah lucu lah. Politik mah di mana aja selalu ada ceritanya. Dari yang asem sampe yang seger. Eniwei, sebenernya gue termasuk orang yang sudah cukup ilfil sama yang namanya politik lho. Hoek deh. Gatau kenapa. Males aja. Orang-orangnya agresif semua, dan unpredictable, walaupun sebenernya no surprise juga sii… hahhh..

Nah, boleh dikatakan, gue itu orangnya cukup plegmatis dalam hal beginian. Wohoy! Jadi, jangan salah… gak cuma anak yang koleris aja yang bisa betah di arena yang namanya organisasi beserta tete bengeknya ini yang bau ketek, orang plegmatis kayak gue pun cukup mengambil peran lhooow.

Oke, peduli lah yha sama yang namanya pemira. It’s just a piece of cake in my life. Itu cuma salah satu variasi kegiatan dalam cerita hidup gue, yang yhaaa bisa dikatakan asem-asem seger. Asem karena harus bergesek dan berbentur dengan segala macam opini. Yahaaa, that’s life, dan seger karena dari event ini gue belajar banyak, banyak banget! Seneng lha pokoknya mah. Saya mah gak ngoyo masalah yang begini mah. Usaha tetap tapi hasil serahkan sama Yang Maha Mengatur. Posisi bukan poin utama untuk terus berkontribusi, bukan? Jadi, cita-cita saya panjang untuk organisasi ini. Kemenangan sebenernya adalah ketika kita tetap mau berjuang dan mengabdi untuk kepentingan bersama dan kesuksesan bersama. Mari kita tambahkan quotes di dalam note gue, bukan kesuksesan namanya kalo cuma dirasakan oleh satu orang saja. Success is for everybody!

Selama gue masih punya ruang untuk menularkan semangat sama temen-temen untuk tetap berkarya, gue akan selalu happy J dan emang gue akan selalu happy J Life is wonderful deh!

Selain pemira, I have another big plan! Yeheeeyyy! Senang sekali ketika tau kalo hidup gue gak hanya tersekat di kubik organisasi, gak juga di kubik akademis, tidak pula di kubik menulis dan cita-cita gue lainnya di bidang kaderisasi, tapiiii…. I’ll grow up! Gue akan menjadi wanita yang akan semakin ditantang manajemen waktu, manajemen emosi, dan menajemen pikirannya dalam hal yang gak cuma itu-itu aja. Weaaaw, bingung? Sama gue juga bingung mendeskripsikannya. Apapun itu, yang jelas… gue akan menjadi wanita yang gak cuma punya satu ruang ekspresi. I do love study hard with my amazing mind mapping. I do love organization with my great friends. I do love writing with my incredible life. And of course, I do love him with his gorgeous dream J 2010, I’m comin!!!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.