Tag Archives: ngintip dunia

Renungan malam ini.

8 Dec

Sejujurnya, saya lagi jenuh dengan rutinitas saya. Saya lagi lelah dengan segala keterbatasan saya. But hei, wait a minute. Saya gak punya batas. Manusia tidak pernah punya batas untuk melakukan apa yang dia mau, bukankah? Saya kadang suka malu sendiri deh kalo udah down begini sama diri sendiri, dan suami saya tentunya. Karena suami yang biasanya mengingatkan saya dengan segala teori yang sebenernya saya bikin sendiri untuk memotivasi. Yeah, i’m just a human, right?

Okei… tapi saya tidak boleh hanya berdiam diri dengan segala kejenuhan dan keterbatasan saya. Dari segala kesuntukan ini, ada banyak hal yang saya dapat malam ini.

1. Salah satu cara menghilangkan badmood adalah banyak bergerak. Lakukan apa aja deh, yang penting gak stuck. Gak Fesbukan atau gak anteng twitteran. Badmood? So move! Dan itu berhasil buat saya mah. Saya nyoba memaksakan diri saya bergerak untuk nyuci atau gak nulis (nulis di sini beneran pake pulpen, bukan pake keyboard). Pokoknya BERGERAK!

2. Hal yang membuat kita gak bisa dan gak pernah mendapatkan apa yang kita mau, karena kita gak pernah serius melakukan apa yang seharusnya kita kerjakan. Ya, saya gak pernah serius. Dan itulah kenapa saya hanya merasa terjebak dalam rutinitas. Padahal setiap hari ada tantangannya dan tantangan2 itu beda2 tiap harinya dan apa yang kita harus hadapi setiap hari kalo kita cermat dan serius menyelesaikannya itu akan menjadi anak tangga yang mengantarkan kita ke puncak sukses :)

3. Kenapa saya suka twitter? Banyak hal yang saya pelajari dari twitter. Banyak umpatan, keluhan, dan sampah yang numpuk di timeline. Antara aura positif dan negatif yang ada, selalu saya ulek jadi rahasia sukses. Yeaaa… input sejelek apapun kalo kita prosesnya baik di hati dan pikiran kita, outputnya bakal oke. Hmmm.. contohnya gini: Kalo ada yang ngeluh di twitter, saya selalu melakukan hal yang sebaliknya, meski sebenernya saya pengen banget ikut ngeluh, tapi keluhan orang membuat saya pengen bersyukur. Saya dan kelakuan antonim saya. Hahaha. Saya suka banget melakukan hal yang gak orang lain lakukan. Saya suka melakukan hal yang berbeda. Ada orang yang mengumpat, saya mencoba memberikan simpati. Okei, mungkin saya akan menjadi orang yang menyebalkan. Tapi yaaa teknologi itu akan menjadi manfaat buat kita bagaimana kita memanfaatkannya, iya to? Yah gitulah pokoknya. Saya suka sedih kalo waktu saya habis mikirin diri sendiri, berputar di lingkaran yang sama karena jeratan keluh. Di luar sana ada orang yang tantangan hidupnya lebih berat tapi masih bisa mikirin orang lain. Mereka bisa, kenapa saya engga?

Jadiiiiiiiiiiiiiiii… tetap semangat! Stay young and positive loteks :)

Gudnite!

Bukan Bencana Biasa

5 Nov

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Allahuakbar. Allahuakbar. Allahuakbar.

Allah Maha Besar dengan segala kekuasaanNya. Saat ini, Indonesia lagi diuji oleh bencana yang gak biasa. Gak cuma sekedar kabakaran, kabanjiran, atau tabung gas yang meledak, tapi meletusnya Gunung Merapi, Gempa dan Tsunami di Mentawai, dan Banjir besar di Wasior. Allahuakbar… Ini bukan cuma ujian, bukan hanya itu, tapi ini sebuah peringatan untuk kita semua. Benar-benar peringatan.

Awalnya saya gak terlalu taking care sama semua bencana yang menimpa Indonesia. Saya masih begitu egois dengan segala urusan dan beban yang saya punya sendiri. Makin ke sini, Allah ingin semakin menggertak kita yang gak taking it seriously, termasuk saya. Letusan Merapi semakin parah aja. Kemarin waktu suami nge-tweet kalo Abu udah nyampe ke Tasik, saya udah mulai ngeri, dan hari ini ada info kalo abu udah nyampe Bandung!! Allahuakbar. Sekarang bukan hanya saudara kita yang di Jogja yang harus pake masker, tadi di social network twitter, warga Bandung udah di warning untuk pake masker. Keadaan makin ngeri aja.

Hati saya sekarang udah bener-bener tergetar. Amat sangat tergetar. Saya gak mau mengeluh lagi. Saya gak mau pusing mikirin diri saya sendiri lagi. Ini peringatan. Saya harus berubah.

 

Saya, GA MAU MALES dan MENGELUH lagi. GAK MAU!

 

#PrayForIndonesia

 

ASIK! aku mau jadi dokter gigi!!!

10 Feb

Bismillah…

Tidak terasa sudah tahun ketiga saya berkuliah di fakultas ini. Fakultas yang tidak pernah saya membayangkan berada di sini sebelumnya. Hampir genap 3 tahun saya berkutat dengan segala dinamika yang ada di sini. Kuliah, praktikum, organisasi, bermain, tertawa, mengeluh, ngegosip (ups!), berkarya, ahh… terlalu banyak hal yang sudah saya lakukan di sini. Benar-benar rasanya saya masih belum percaya kalau ini adalah tahun ketiga. Tahun di mana saya menjadi senior tingkat atas, karena angkatan satu tahun di atas saya sudah mulai disibukkan dengan tugas akhirnya dan jarang terlihat di kampus dan hanya beberapa saja yang masih aktif ikut acara kampus, jadi yha angkatan saya ini yang jadi senior in house. Eh, itu bukan sih istilahnya? Yha anggaplah itu lah yhaa..

Saya masih sangat ingat ketika saya memasuki setiap sudut kampus ini dengan seragam putih hitam. Bukan, saya bukan penjaga toko kelas training, tapi saya adalah mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi yang sedang mengikuti masa orientasi. Masih sangat lekat dalam ingatan ketika saya harus bangun pagi sekali menuju kampus, menghadapi para panitia, mengikuti seminar-seminar yang saya jadikan waktu tidur (hehe), dan saat-saat ketika evaluasi ospek tiba. Ouw… saya juga masih ingat ketika saya dibopong ke ruang medik gara-gara pingsan. Hahaha… Jadi ceritanya saya ditanya sama ordre (satdis-red) waktu itu.

“Kamu tau dek siapa Ketua BPM di FKG?”

“Emm… emmm.. “

“Jawab dek! Sudah hari ketiga kamu masih lupa nama ketua BPM????!!!”

“Emm… Saya tanya temen saya dulu yha teh.”

Ordre itu pun mengangguk kaku.

“Siapa?”

“Nenisashi Neta”

“Angkatan berapa?”

“Emm.. 2005 kalo gak salah.”

“Kalo gak salah?!?! Jadi yang benarnya apa??? Kamu jangan asal dek!”

“Emm…”

“Apa konsekuensinya jika kamu salah?”

“Saya akan mencari tahu lagi Teh langsung ke orangnya.”

Saya langsung mencari-cari ke kumpulan panitia yang sedang berbaris rapi.

“Teh Netaa.. Teh Neta mana yha?”

Saya cari gak ada. Emm… kepala semakin pusing. Badan semakin lemah… dan gubrak. Saya pingsan. HEHE.

Ahh.. kenangan retromolar pad begitu membuat saya merasa nyaman berada di FKG. Meski saya belum menemukan siapa sahabat kental saya nantinya, tapi saya sudah mulai menyayangi FKG.

Saya pun masih ingat ketika saya duduk menangis sangat tersedu karena kesal dengan PTBS. Kesal dengan berbagai tugas dan praktikumnya yang begitu menyita waktu saya dan terlebih kepada SAYA GAK NGERTI FISIKAAAA! Waktu itu saya sempat menelepon papa, minta pindah dari FKG gara-gara yang namanya PTBS dengan mata kuliah fisikanya! HAHAHA… berlebihan yha…

Mata kuliah demi mata kuliah semua saya lewati. Praktikum demi praktikum semua saya lewati. Meskipun saya suka nangis, ngeluh, terlambat kerjaan praktikumnya, daaannn berbagai macam kesukadukaan yang saya alami di sisi akademis saya, di mana lebih banyak dukanya =(

Apa yang membuat saya bertahan di FKG? Alhamdulillah saya jalani semua ini dengan tidak meninggalkan salah satu hobi saya.  Berorganisasi. Banyaaaaaaaaaaaaakkkk sekali yang saya dapatkan di sini. Ahh sepertinya terlalu panjang jika saya harus menguraikan apa yang saya dapatkan di organisasi dan apa saja yang saya rasakan di sini. Terlalu banyak.

Jadi, mari kita kembali pada topik tahun ketiga yang dari awal saya angkat, di sini saya akan bercerita atau lebih tepatnya curhat tentang keresahan hati saya selama ini (halah). Saya adalah calon dokter gigi. Calon tokoh masyarakat di bidang kesehatan. Satu hal yang selalu menjadi hambatan bagi saya adalah sense of dentist yang saya punya itu minim sekali. Saya lebih bangga dan lebih bersemangat ketika saya merencanakan impian saya menjadi seorang penulis atau pembicara di bidang Human Development daripada sebagai dokter gigi.

Diskusi dengan teman, diskusi dengan orang tua, diskusi dengan calon suami, semuanya tidak membuat saya bersemangat menjadi seorang dokter gigi yang mumpuni. Saya bahkan sudah menyerah dengan profesi saya ini. Saya hanya ingin menyelesaikan studi ini dan menjadikannya sebagai satu sisi bekal hidup saya, tapi ketika lulus, saya hanya ingin menjadi penulis. Itu saja.

Alhamdulillah, saat ini, semangat lain selain bersemangat menjadi penulis itu datang. Semangat menjadi dokter gigi itu akhirnya datang juga di tahun ketiga ini. Nah, dari mana saya mendapatkannya? Saya dapatkan dari berbagai event ekternal yang saya ikuti. Kalau di kampus saya sudah asik dengan ke-stress-an kerjaan praktikum dan kebingungan mengerti mata kuliah, di luar saya mendapat gambaran apa yang akan saya jalani setelah saya lulus nanti. Entahlah… saya menjadi bersemangat saja.

Pertama saya ikut ceramah kesehatan di BI Tower. Acara penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk para pensiuanan BI. Liputannya bisa dibaca di sini.  Teruuss, saya ikut acara DHE di SD Jayasari. Di situ saya diminta panitia penyelenggara untuk menjadi operator yang memeriksa plaque score anak SD. Gatau kenapa saya ngerasa udah jadi dokter gigi aja (hehe) dan itu menyenangkan ternyata! Apalagi melihat masyarakat yang sangat antusias ingin giginya jadi sehat dan bersih. Lalu saya diajak mama mengikuti sidang promosi doktoralnya drg, Inne Suherna. Semakin ke sini semakin sering saya ikut acara-acara eksternal. Apalagi kalau acaranya bareng fakulas lain, di mana kita bisa merasakan bahwa kita itu dianggap lebih ngerti masalah gigi daripada yang lainnya. Kalau di kampus kan, banyak yang lebih jago daripada saya T_T (tragis)

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah….

Sekarang, ketika saya kuliah dan mungkin ketika nanti saya praktikum, semangat belajar dan rasa ingin tahu saya menjadi bertambah-tambah. Saya ingin menjadi dokter gigi yang mumpuni. Dokter gigi yang dapat menghasilkan senyuman-senyuman manis para pasiennya. Dokter gigi yang tidak hanya praktek di klinik saja, tapi dokter gigi yang di setiap jeda waktunya tidak berhenti menulis, tidak berhenti berkarya, dan tidak berhenti member menfaat. Semoga =)

Nah, apa maksud dari saya menulis tentang ini? Mungkin ada beberapa teman di sini yang masih belum ngerasa sense of dentist-nya kayak saya, atau mungkin ngerasa salah jurusan atau hal-hal yang semuanya bermuara pada penyesalan dan keluhan tiada akhir. Jangan menyesal dan berhentilah mengeluh! Insya Allah ini memang sudah jalannya. Seperti apa yang sering saya dapatkan dari nasihat para teman dan orang tua. Yha! Memang ini sudah jalannya. Meski mungkin teman-teman kurang suka, meski sistem masih dalam proses penyempurnaan, insya Allah pasti ada jalannya. Pasti ini yang terbaik bagi kita. Mama saya selalu mengingatkan,

“Teh.. yang baik menurut kita belum tentu baik buat kita. Sebaliknya, yang buruk menurut kita belum tentu buruk buat kita. Jadi, belajarlah untuk tenang, tidak reaktif, dan melihat semuanya dari sisi positif.”

Mungkin apa yang saya lakukan selama ini bisa menjadi alternative teman-teman untuk membangkitkan semangat menjadi dokter gigi. Buat yang memang sudah bersemangat, semoga bisa menambah kebanggaan menjadi seorang dokter gigi. Bagi yang sudah bangga menjadi calon dokter gigi, semoga semakin bersemangat mengembangkan ilmu yang semuanya itu berujung pada perbaikan kehidupan masyakarat.

Sebaik-baik manusia adalah ia yang paling bermanfaat bagi lingkungannya.

Semoga pengalaman pribadi ini bisa menjadi inspirasi, motivasi, dan sarana nasihat-manasihati. Ditunggu masukannya juga untuk penulis.

Semoga bermanfaat!

P.S: Makasi untuk mama, papa, a indra, atha, shali, imbi, sari, icha, kiki, love, drg. Gilang, temen-temen 2009, drg. Inne, semuanyaaaaaaaaaaa.. Tetap komporin saya jadi dokter gigi yhaaa! ^^

Ceramah Kesehatan PPBI

1 Feb

Okei.

Where I have to start?

Hari ini hari Senin. Hari pertama di awal pekan dan hari pertama di bulan Februari. Fortunately, I have an amazing experience. Berawal ketika Cut Thysa menelepon saya untuk hadir di sebuah acara seminar tentang komunikasi efektif yang diadakan oleh Dokter Gilang. Mikir sebentar, dan saya pun menyanggupi. Lumayan buat mengisi waktu luang, pengalaman, dan ilmu =)

Jam 9 kurang 10 menit saya sudah dengan cantiknya nongkrong di depan BI Tower di Jl Perintis Kemerdekaan, nunggu Thysa. Saking antengnya nongkrong, Bapak satpam menghampiri saya. Hihi ^^

“Ada acara neng di sini?”

“Iya pak. Seminar tentang dokter gigi gitu… Ada kan yha pak?”

“Dokter gigi yha? Kayaknya gak ada neng!”

“Ah masa sih? Tentang kesehatan-kesehatan gitu…”

“Emang siapa neng penyelenggaranya?”

-mampus gue-

“Ummm… dokter Gilang!” –dengan sok taunya-

“Gak ada neng. Ada sih acara tapi buat pensiunan. Neng ikut itu kali?”

“Heh?? Gak pak.. Beda kayaknya. Yaudah makasih yha pak!”

“Nunggunya di dalem aja atuh neng, kasian di sini mah banyak debu!”

-Aiihh… saya mah gak takut debu pak, udah pake pelindung wajah yang tidak boleh disebut merk-nya, hehe ;D-

Tapi akhirnya saya nurut juga untuk nunggu di dalem. Di lobi BI Tower itu. Sambil baca kumpulan cerpen Mimpi-mimpi si Patah Hati karangan Sendutu Meitulan. Sambil baca sambil memperhatikan sekitar. Iya yha kok yang rame banyaknya para ibu-ibu dan bapak-bapak yang usianya sebayaan ama kakek saya. Sama sekali gak ada suasana seminar FKG seperti biasa. Iseng liat papan deket lift, ada sih tulisan Ceramah Kesehatan PPBI di lantai 5. Aha! Ini kali yha? Awalnya sih mau dengan pedenya langsung nyamperin lantai 5 tapi gak dulu deh. Nunggu Thysa aja dulu. Dia kan yang ngajakin saya ke sini. Dia kayaknya lebih tau tentang acara ini.

Ada seorang ibu hilir mudik gak jelas, sibuk dan kayaknya seorang EO.

“Bu, acaranya di lantai 5 yha!”

Nah lho! Oma itu juga acaranya di lantai 5! Wah jangan-jangan emang bener acara yang ada di sini cuma buat kumpul para pensiunan. Aduh, gak salah gedung kan saya?!

Kecemasan saya tidak bertahan lama karena tidak lama kemudian saya melihat kedatangan dokter Gilang. Yeah! Tapi, saya gak berani nyapa dokter Gilang. Nunggu Thysa aja deh. Hehe.

Gak lama kemudian, Thysa pun datang. Kita berdua ke lantai 5 dan duduk di barisan depan. Iya guys. Ini acara para oma dan opa itu. Saya pun masih bingung. Sebenernya acara apa sih ini?! Nanya Thysa, Thysa juga kurang tau. Akhirnya gak lama kemudian saya baru ngeh ini acara apa. Acara rutin pensiunan pegawai BI dan untuk saat ini temanya adalah tentang kesehatan gigi dan mulut. Oalaaa… kirain acara seminar beneran, ternyata setipe DHE gitu ^^ Saya dan teman seangkatan pernah juga ngadain acara kayak gini, tapi audiensnya anak-anak SD, hihi ;D

Saya mengikuti acara tersebut dengan penuh perhatian dan keseriusan tingkat tinggi. Haha, lebai yha? Maklum, salah satu cita-cita saya kan jadi pembicara juga^^v. Dokter Gilang dengan terampilnya memberikan ilmu dan sharing tentang kesehatan gigi dan mulut pada para audiens. Lalu, apa yang saya dapatkan dari acara ini? Banyak. Hal paling ngena sih ketika ternyata acara penyuluhan ini benar-benar dibutuhkan masyarakat. Buktinya, setelah dokter Gilang selesai memberikan beberapa paparan tentang kesehatan gigi dan mulut, para audiensnya aktif nanya sekaligus konsultasi. Saya semakin yakin aja kalo yang namanya kesehatan gigi dan mulut itu penting banget untuk diedukasikan kepada masyarakat. Dari hal yang paling simple, cara menyikat gigi aja udah banyak hal yang bisa dibahas. Awal kerusakan gigi ternyata most of all itu dari kurang tepatnya cara menyikat gigi.

Sebagai seorang calon praktisi kesehatan, satu hal lagi yang saya dapatkan dengan mengikuti acara ini adalah saya jadi tau dan bisa merasakan bagaimana caranya mengkomunikasikan ilmu yang sudah saya dapatkan di bangku kuliah ke  masyarakat luas yang notabene disiplin ilmunya berbeda. Bagaimanapun, yang namanya kesehatan itu milik dan hak semua orang. Mau itu ekonom, politisi, olahragawan, tentara, bahkan tukang becak sekali pun, butuh yang namanya sehat. Makanya, kita sebagai praktisi kesehatan, yang diamanahi untuk memanfaatkan ilmu tersebut harus bisa cakap di dunia nyata kayak gini. Dunia yang mengharuskan kita berhadapan dengan teman tidak seprofesi.

Seneng banget bisa berada dalam acara ini. Nasib baik bagi saya diberi kesempatan untuk mendapat ilmu seperti ini. Terima kasih Thysa untuk ajakannya, terima kasih dokter Gilang untuk kesempatan dan ilmunya, dan terima kasih juga PPBI. Alhamdulillah ini rizki yang tak disangka-sangka.

Nah, buat teman-teman yang kebetulan membaca resume pengalaman saya hari ini. Jangan berkecil hati karena gak berkesempatan ada di acara itu, masih banyak banget kesempatan untuk ini. Kita bisa buka kesempatan-kesempatan lain untuk berbagi ilmu dan sharing dengan masyarakat luas. Gak usah nunggu jadi dokter gigi dulu kali yha? Sedikit apapun ilmu yang sudah kita punya, insya Allah akan ada manfaatnya untuk mereka. Untuk Indonesia yang lebih baik.

Seperti apa yang sudah dokter Gilang utarakan ketika acara tadi, menjadi lebih baik itu gak bisa sendirian, harus sama-sama, apalagi penyakitnya udah sistemik. Perlu partisipasi dari setiap kalangan masyarakat. Jadiiiii, ayo bangkit! Kita bangun perubahan mulai dari sekarang! Bersama kita bisa! berSAMa Untuk meRAih prestasI ;) [SAMURAI, visinya BEM KEMA FKG UNPAD tahun ini, hehe-

-Asri Fitriasari-

Mahasiswa FKG Unpad Angkatan 2007

Elegi Bibit Chandra

12 Nov

Bibit Chandra tuh sejenis bibit unggul temuan baru bidang pertanian bukan sih?? D’OOOHHH! Gue kuper abis yha guys. Gue beneran gatau kronologis itu kasus yang begitu rame ada di TV.  Pertama, gue gak punya TV di kost-an dan untuk membaca koran? Mana ada waktuuuu. *belagu*

Intinya, gue cuma tau kalo Bibit Chandra itu banyak yang dukung. Kalo Bibit Chandra itu ada hubungannya sama KPK. Kalo kasusnya mereka belibet libet ga ngerti deh gue. Dan yang pasti, kalo Bibit Chandra itu bukan sejenis bibit pohon. Dan cuma itu yang gue tau, ugh memalukan T.T

Apapun tentang Bibit dan Chandra yhaa, ada satu hal yang membuat gue tertarik untuk menulis tentang namanya ORIENTASI. Okei, kita mulai.

(more…)

ketika itikaf di kolam pancing lebih menggiurkan daripada itikaf di mesjid

14 Sep

Masih dalam suasana Ramadhan kembali gue akan sedikit bercerita tentang kisah di malam terakhir atau yang paling tenar adalah Malam Ganjil!

Iyaa betul sekali. Konon katanya, di malam ganjil ini kita akan disuguhi oleh Allah dengan yang namanya Lailatul Qadr. Tapi sampai sekarang tidak ada yang bisa mengungkap misteri di balik kapan terjadinya persuguhan Tuhan yang dinamankan Lailatul Qadr ituh.

(more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.