Archive | my wedding RSS feed for this section

Menikah: Perjanjian Besar dengan Tuhan :)

25 Nov

Ba’da Maghrib, sudah 3 hari ini kebiasaan baru saya adalah menyicil bacaan pada buku-buku yang suami saya berikan saat seserahan kemarin. Buku yang saya minta sebenernya. Buku-buku Islam yang sudah lama ingin saya beli tapi belum ada kesempatan dan uang yang cukup untuk membelinya. Alhamdullillah suami diberikan rizki oleh Allah untuk mewujudkan keinginan saya terhadap buku-buku itu. Buku-bukunya kereeennn.. Bukunya bantu saya untuk terus merenungi hidup dan menelaah keseharian saya yang, waw, masih jauh dari syariah (bankk kali ah syariah ;p)

Untuk kali ini, ada kutipan dari salah satu buku yang saya baca dan ingin saya sharing sama loteks, tentang pernikahan. Apa lagi nih? Tulisan saya akhir-akhir ini tentang nikah mulu ya? Semoga bisa jadi nasihat untuk yang belum menikah dalam merencanakan pernikahan nantinya. Maaf loh kalo bikin mupeng. Saya sering diprotes sama temen akhir-akhir ini kalo nulis atau nge-status update, katanya bikin sirik, bikin iri, bikin mupeng. Ya maap. Saya nulis apa yang saya rasain aja. Kalo bikin sirik, mupeng, iri, dan perasaan-perasaan lain yang gak jauh dari kata-kata yang tadi, yaaaa maap. Siapa tau jadi motivasi kan? Seperti yang udah saya bilang tadi, semoga justru jadi pencerahan buat yang belum married untuk menyiapkan mental. Anggap aja saya ngasi gambaran dari salah satu contoh kehidupan pernikahan, versi saya gitu. Oke, saya gak akan berlama-lama memberi klarifikasi. *Penting amat

Langsung aja yaaa.

Ada satu hal yang sangat menarik di buku yang saya baca tadi, bahwa pernikahan itu adalah perjanjian antara kita (pengantin) dengan Allah. WOW. Segitunya yaa? Iya, segitunya loh. Jadi, dalam Al-qur’an itu ada frasa bunyinya Miitsaaqan ghaliizhaa yang artinya ’perjanjian besar’. WOW (lagi ah). Frasa itu dituliskan 3 kali dalam al quran. Selain pernikahan, miitsaaqan ghaliizhaa lainnya adalah, perjanjian antara Allah dengan Bani Israil sampai-sampai Ia mengangkat gunung Thursina ke atas mereka, dan juga perjanjian agung antara Allah dan Rasul-rasulNya. WOW (untuk ketigakalinya). Keren banget gak seh seh seh? Kenapa sih sampai bisa segitunya? Iyalah. Banyak hal yang terjadi dalam pernikahan. Ini yang menurut pengalaman pribadi aja yaaa.

Menikah ituuuu:

Punya sahabat pria

Pernikahan yang saya rasain sekarang adalah ketika saya punya teman hidup yang statusnya lawan jenis. Saya punya banyak sahabat perempuan, emm.. sahabat lelaki saya ya cuma satu ini, suami saya. Bentar, saya juga punya sih sahabat cowo, contohnya si Jaja dan masih banyak lagi lainnya, tapi sahabat pria yang tingkat kedekatannya sepadan sama sahabat wanita saya, ya suami saya. Malah lebih dari itu. Ya, pernikahan bikin saya bener-bener punya sahabat pria. Seseorang yang selalu sabar dan setia menemani saya lagi bete atau senang.

Punya dua blok keluarga (dikata komplek, pake blok..)

Setelah saya dikasih seorang sahabat pria, pernikahan juga memberikan saya sebuah keluarga baru. Keluarga yang harus saya perlakukan sama dengan keluarga yang sudah menemani saya sejak 21 tahun yang lalu. Keluarga yang harus saya bagi cinta dan sayang sama seperti keluarga saya sebelumnya. Udah banyak yang bilang kalo menikah itu bukan kita menikah dengan si Fulan saja, menikah itu berarti kita menikah dengan Fulan dan keluarganya. Menerima si Fulan dengan segala kekurangan dan kelebihannya sih rada gampang yaa, pake cinta gitu, tai ayam juga rasa coklat, tapi kalo menerima apa yang ada pada keluarga si Fulan? Tentu tidak semudah menerima si Fulannya. Ada banyak tradisi dan sudut pandang keluarga pasangan kita yang berbeda dengan apa yang kita punya. Pernikahan membuat saya punya dua pasang orang tua dan keluarga besar yang mengirinya dan harus sama-sama saya sayangi dan hormati.

Punya kebiasaan baru

Okei, mungkin untuk yang satu ini belum begitu saya rasain banget, secara saya beda kota. Gak terlalu banyak yang berubah. Ada pasti yang berubah. Contohnya, kalo dulu tiap malam Sabtu saya cuma sumringah karena besok adalah weekend dan saatnya liburan, kalo sekarang, malam Sabtu adalah saat-saat saya dengan semangatnya menahan ngantuk untuk menunggu suami pulang nengokin saya di kosan. Saya yang dulunya boros dan gak pernah mikir kalo ngabisin uang, sekarang saya harus lebih cermat kalo memanage uang. Dulu, kalo saya bangun tidur, saya cuma mikirin hari ini mau ngapain aja, tapi sekarang, saya juga pengen tau apa yang mau dilakukan suami saya di ujung sana. Dulu, kalo makan siang saya asik kenyang sendiri, sekarang tiap kali makan siang saya suka kepikiran yang di sana inget makan siang apa enggak ya, makan siangnya sehat apa enggak ya. Dulu, kalo mau vacation atau ada acara kampus, saya langsung iya-iya aja dan langsung capcus, sekarang, saya harus minta izin sama suami, dan ngatur jadwal bareng biar bisa tetep ketemu minimal 2 kali sebulan. Dulu, kalo saya pengen kentut dan ada dia, saya tahan sebisa mungkin, sekarang? Ya elaaaa.. Bisa mati menahan kentut yang ada kalo ditahan. (Akhir hidup dengan sketsa muka yang jelek banget tuh pasti) Haha. Banyak sih sebenernya kebiasaan baru saya semenjak menikah. Semua butuh kesabaran dan keikhlasan. Merubah kebiasaan gak semudah membalikkan telapan tangan bukan?

Punya tanggung jawab lebih

Ini sih poin penting di mana pernikahan menjadi perjanjian yang besar di mata Allah. Ketika kita menikah, Allah menghalalkan yang awalnya haram. Sesuatu yang gak pernah bisa diubah hanya dengan materi, tapi hanya dengan akad. Ada ijab dan qabul. Ketika suami menggenggam tangan Papa saya saat akad, ada gemuruh yang mendebar dada, dan melunturkan keringat ketegangan dalam dir saya, ada pula haru yang luruh dan tersurat dalam derai air mata. Ketika kata ”sah” terucap, itu artinya ada pergantian pemain antara Papa dan suami dalam hal menjaga saya. Menjaga lahir dan bathin saya. Menafkahi kebutuhan jasmani dan ruhani saya. Sebelum menikah, Papa-lah yang menjadi imam bagi saya. Ketika ada hal yang harus diputuskan dalam hidup saya, Papa-lah yang memutuskan dan memberi kebijakan. Ketika saya bingung harus shalat Idul Adha tanggal 16 atau 17, Papa-lah yang menentukan, saya, mama, dan adik-adik ikut yang mana. Sekarang, semua yang akan terjadi dalam hidup saya, saya percayakan kepada suami saya. Semua keputusan dan kebijakan ada di tangan suami saya. Itulah poin pentingnya. Saya percayakan suami untuk menuntun saya berbahagia di dunia dan akhirat. Saya percayakan pada suami untuk menjadikan saya menjadi hamba yang semakin dicintai Allah. Saya dan suami saat ini ada dalam tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya. Ketika hati tak hanya ada satu. Ketika pikiran tak hanya ada satu. Ketika senang harus dibagi bersama. Ketika susah harus dinikmati berdua. Menikah adalah tanggung jawab di mana kita melestarikan komitmen di atas segala perbedaan dan persamaan yang ada. Menikah adalah kebutuhan semua manusia. Maka dari itu, ada tanggung jawab yang Allah sisipkan di dalamnya. Agar ada geliat sehingga kita terus bergerak. Karena jika kita tidak menikah, kita hanya diam dalam satu titik, titik yang hanya ada satu individu saja, dan diam adalah mematikan.

Hmmmm… Panjang sekali saya menguraikan poin keempat. Yaaa kurag lebih seperti itulah menikah. Gampang gampang susah. Seru seru lelah. Tapi satu yang pasti, insya Allah semuanya bernilah ibadah :)

Itu aja kali yaaaaa.. Intinya mah, pernikahan itu saking penting dan sakralnya, harus kita siapkan sebaik mungkin. Mulai dari membangun niatnya, memilih pasangan, menyiapkannya sesuai syariah, hingga mengambil tanggung jawabnya. Semuanya harus siap lahir bathin. Udah yah yah yah. Semoga bermanfaat. Bukan cuma bikin sirik dan mupeng, tapi juga jadi penyemangat untuk terus memperbaiki diri hingga Allah percayakan tanggung jawab yang indah itu untuk kita. Cemangadh eaaaaa… ;p

The Honeyday

15 Nov

Unfortunately, abis nikahan saya dan suami gak punya waktu yang cukup untuk spend time together kayak penganten baru lainnya. Aa sih cuti. Saya? Mahasiswi dengan jadwal kuliah yang gak jelas. Ceritanya sih weekday after saya married mau ada jadwal ujian. Nama ujiannya OSCE. Objective Stuctural Clinical Ex…apaaa gitu. Lupa. Ujian ini adalah ujian praktek untuk menentukan saya bisa lolos klinik atau enggak. Ujian yang gak maen-maen dong??? Makanya saya dan suami memutuskan untuk gak kemana-mana after nikah. Huuuu… gak seruuuu. Tapi, saya masih punya waktu buat bener-bener bisa ngerasain bulan madu sama suami. Hari Senin tanggal 4 Oktober setelah saya nikah, saya bolos kuliah untuk menghabiskan waktu bareng suami, berdua aja. Sehari doang, tapi mayanlaaa.

Hari itu kita rencananya mau nginep di hotel dan napak tilas ke tempat di mana kita ngopdar di awal pedekate. Prikitiiiwww ;p Kita gak milih hotel yang berbintang karena niatnya cuma biar bisa berduaan aja tanpa orang lain, sayang kan kalo cuma dipake bobo harus ngeluarin kocek yang gede?? Kita pilih hotel yang gak berbintang tapi cozy di daerah Dago. Worth it lah. Sebelum check in di hotel jam 12, jam 10an kita brunch di destination pertama kita hari itu.

 

Ngopdul.

Begitu bersejarahnya tempat ini buat kita. Kenapakah?

Jadi ceritanya gini, saya sama Aa selama ini hanya kenal via social network. Pernah sih kenalan secara langsung, duluuu banget. Waktu saya SMA kelas 2. Waktu itu saya dikenalin sama Kak Aziz, tetangga saya yang kebetulan temen kuliahnya dia. FYI, Aa ini adalah salah satu personel band nasyid ternama di Bandung waktu zaman itu. Zaman di mana peradaban di Bandung baru dimulai. (Hadeuuh). Okei, saya akui dulu saya adalah fans terbaik band nasyid itu. Tiap kali mereka manggung saya pasti sempetin nontonin mereka, meski harus rela ngeluarin duit dari uang mingguan kiriman ortu. Ngefans abis gilaaa. *Hoek* Nah, karena Kak Aziz ini tau betapa saya ngefans sama band nasyid yang tidak boleh disebut namanya, suatu ketika saya ketemu sama Aa secara tidak sengaja di Salman ITB pas ada launching albumnya Faliq, duo nasyid made in Bandung juga, dikenalinlah saya sama Indra Purnama Irawan ini. Nothing special. Biasa aja. Daaa saya mah ngefans sama vokalisnya bukan sama bassist-nya. Heuheu. Tapi yaa mayanlaa.. Saya tau banget Kang Indra (dulu saya manggilnya akang donggg), kalo lagi manggung dia kan orang yang paling autis, asik sendiri, dan ngehayatin banget deh. Eh, Aa.. dari semua personel Shaffix, tapi kamu loh yang suka be perhatiin kalo lagi manggung. Gayanya itu looo.. autis banget. Hahahaha.. (Eh, tadi saya nyebut merk band-nya ya? Ups. Gak sengaja. Maaf ya).

Time after time, karena udah kenal, saya sama dia jadi temenan juga di dunia maya, Friendster! *haseekkk* Saling kirim testimoni gak penting but like I said, nothing special.Kita cuma saling update kabar dan kesibukan. Basa-basi busuk. Mayanlah nambah kuantitas testimoni yang masuk di kotak komennya. Biar gaya aja gitu. Haha, alay. Eh, saya sih emang ngerasa biasa aja sih waktu itu. Gatau tuh kalo dari pihak pengantin pria-nya mah. Mungkin aja kan He had a little crush sama saya. Yaa gatau juga yaa. Hihi.

Untuk skala ketemuan, gak sekali itu aja, (waktu di Salman-red) saya gak sengaja ketemu sama dia. Tiga kali gitu? Lupa. Pokoknya lebih dari sekali deh, tapi yaa gitu. Gak ada rasa sama sekali. Secara dia temennya temen saya, dan pernah suatu massa di mana dia adalah temennya mantan saya. Ngapain juga ada apa-apanya sama dia. Gak penting. Uwoooo…

Terus, kok bisa jadi deket? It’s destiny. Ceritanya saya udah lamaaaa banget gak keep contact sama dia. Sampai suatu ketika saya butuh nanya CP nasyid untuk acara rohis di kampus. Satu-satunya anak nasyid yang saya tau yaa cuma dia. Saya cuma bermodalkan profilenya di FS untuk ngehubungin dia. Ya udah tinggal log in FS, dan whoola! Ada komen terbaru di FS saya, Indra Purnama has sent you a comment. Wawww.. what a coincidende! Yaudin, tanpa basa-basi busuk lagi saya langsung bilang ke dia kalo saya butuh bantuan tentang nanasyidan. Dengan senang hati dia pun bantuin saya banget. Percakapan saya dan Aa dimulai di YM. Saya gak bisa ketemuan sama dia. Secara saya di Jatinangor, dia di Tasik. Hari gini kalo gak manfaatin teknologi, apa kabar dunia?!?!

Pertama kali YM sama dia, kok saya langsung ngerasa asik banget ya chat sama dia. Kayak ketemu temen lama. Kayak ketemuu… diri sendiri. Dia itu saya versi cowonya. Itu sih first impression saya waktu pertama kali chat sama Kang Indra (aduh akanggg). Abis chatting malam itu, saya senyum-senyum sendiri. Entahlah. Kayak gak mau cuma sekali doang saya chat sama dia. Kok bikin ketagihan ya? Dia beda. Dia seru. Dia… kayak saya.

Singkat cerita, akhirnya saya pun tukeran no hp sama dia untuk memperlancar komunikasi saya dan dia untuk urusan yang nanasyidan tea. Saya masih inget lo sms pertama dia


Tes.. tes..

Gitu doang.

Ada lagi satu sms yang dia kirim ke saya dan saya masih inget. Waktu itu kalo gak salah kita udah selesai berurusan tentang nasyid. Saya sebisa mungkin untuk gak smsan sama dia. Meskipun nagih tapi saya tahan. Saya bener-bener lagi gak mau punya temen deket cowo waktu itu. Sampai ada sms ini…

 

Eh tau singkatannya sosekpolbudhankamrata ga?

Saya waktu itu lagi asik-asiknya nonton Madagascar di bioskop. So, I didn’t take care his sms much.

Aduh apa ya. Knp gitu tiba-tiba nanya begituan?

Engga. Udah gak usah dipikirin.

Eniwei, Apa kabar?

Gubrak. Kirain apaaa, yang ada saya waktu itu cuma heran aja. Kenapa harus pertanyaan tentang sosekpolbudhankamrata sih yang jadi intro? Kenapa gak sekalian nanya kenapa ya Megawati kayaknya sebel banget sama SBY? Dasar aneh.

Ah pokoknya semuanya mengalir dengan sederhana, semenjak itu saya jadi kecanduan chatting sama dia. Smsan sama dia. Ditelpon sama dia. Saya nikmatin banget saat-saat dimana saya saling tuker pikiran. Saling sharing. Saling ngasih tau lagu kesukaan. Saling ngasih tau website bagus dan inspiratif. Saling ngobrolin selera masing-masing. Dan saling makin tertarik satu sama lain. Waw. Saya waktu itu mencoba untuk memungkiri perasaan senang di hati saya. (Aduh, kamana atuh memungkiriiii???) tapi ternyata makin sini saya emang makin tertarik sama dia. Dia yang smart, gokil, kocak, fresh, dan kayak…… saya. Pokoknya saya jadi makin penasaran deh sama dia. Saya sebenernya gak suka dengan situasi ini, setelah beberapa bulan yang lalu saya putus sama mantan yang lumayan lama menjalin hubungan sama saya, saya sedikit trauma untuk build a little crush sama cowo lain. Ogah deh pacaran. Gak pasti. Udah gitu gak boleh sama agama. Iya kan? Jadi yaaa saya coba menjalani hubungan sama dia as a friend aja. Udah gitu doang. Hanya sebatas kenalan lama yang butuh bantuan aja. Tapiiii… makin ke sini, dia emang makin menarik buat saya, Aduhhhh….

Akhirnya saya pun jadi sering keep in touch sama dia. Sampai akhirnya waktu itu ada konser nasyid di Sabuga. Udah lama banget saya gak nonton nasyid!! Saya jadi tergoda ke sana, tapi gak ada temen. Yaudah saya iseng ngasih tau ke dia kalo saya pengen banget ke sana tapi gak ada temen. Secara gak langsung pengen bilang, temenin dong, Huahahahahaha.

Saya waktu itu bilang ke dia kalo saya bakal dateng tapi paling culang cileung sorangan. Dia pun bilang ke saya kalo dia punya waktu dan bisa pulang ke Bandung, dia mau nemenin saya culang cileung sorangan. Yess! Berhasil.

Hari itu pun saya untuk pertama kalinya ketemu dia lagi dengan keadaan saya udah jauh lebih kenal dia daripada waktu terakhir kali saya ketemu dia. Aduh deg-degaaaannn. Coba dicatet ya, bahkan saat itu pun saya bener-bener gak ada feeling yang segimananya. Cuma rasa deg-degan ketemu sama cowo. Anak nasyid. Gitu lah kurang lebih.

Saya pun ketemu dia secara nyata, gak sekedar pake teknologi. Saya dikenalin sama temen-temennya. Yeaaa.. saya disangka ada apa-apanya deh sama temen-temennya. Padahal kita waktu itu beneran temen chatting doang. To. Pas lagi asik-asiknya menikmati suasana konser nasyid waktu itu, dia ngajak saya ke ngopdul. Yap, ngopdul. Inilah kenapa buat saya ngopdul cukup bersejarah buat saya dan dia. (Cerita latar belakangnya panjang banget yaa?). Saya gak berduaan aja ke ngopdulnya. Aje gilee. Emang saya on a date ama dia?! Enggaklah. Saya, dia, dan temen segengannya. Saat itu untuk pertama kalinya juga saya hang out sama sekumpulan om-om. Hahahaha… Eh tapi mereka om-om yang asik banget loh. Saya baru pertama kali kenal mereka tapi udah ngerasa nyaman aja. Selama di ngopdul saya dicengin sama temennya dia. Iya, iya, iya… saya disangka ada apa-apanya sama dia. Padahal enggak ada sama sekali.But well, itu adalah pertemuan saya untuk pertama kalinya sama dia dengan kesengajaan. Saya seneng banget hari itu. Saya seneng banget bisa ketemu dia. Hah. Aneh.

Semenjak itu saya jadi makin deket sama dia. Makin in to him deh. Dia juga gitu ke saya. Tiap ada weekend yang memungkinkan kita untuk jalan, dia ngajak saya jalan. Untuk ketemuan berikutnya, just the two of us. Setiap ketemuan, saya jadi makin bisa liat aslinya gimana. Orangnya seruuu. Kita jadi makin sering jalan. Kalo gak nonton di PVJ, kita ke Ciwalk. Nah destination honeyday berikutnya ke Ciwalk.

 

Ciwalk.

Saya lupa waktu itu saya ama dia dalam rangka apa ya ke Ciwalk? Yang saya inget waktu itu makannya di Gokana Teppan. Pas honeyday ini kita pun duduk di kursi yang sama waktu kita jalan dan dengan posisi yang sama. Hihi. Seneng deh rasanya… Saya pun ngingetin Aa obrolan dodol waktu dulu kita makan di Gotep. Di mana saya sama dia belum samsek have any relationship.

 

Istri: Yang, inget gak waktu kita makan di sini dan kita ngebahas tentang mie.

Suami: Inget lahh.. Waktu itu kamu bilang gini, Aku mah yah nanti kalo udah punya keluarga gak akan nyediain mie instan da di dapur. Mie instan kan gak baik buat kesehatan. Kalo aku nge-stok mie instan di rumah, ntar malah jadi kebiasaan makan mie instan suami sama anak aku.

Istri: Iyaa, terus kamu dengan polosnya bilang, Aku kan suka mie instan.

Suami: Hahahaha.. padahal peduli amat ya kalopun Aa suka mie instan. Toh belum tentu juga waktu itu Aa jadi suami kamu… Dodol.

Istri: Itu dulu. Sekarang, 1 tahun setelah itu kita duduk di tempat yang sama dan menu yang sama, tapi status kita udah jauh beda. Kamu suami aku sekarang :)

Suami: Hmmmm… gak nyangka yah, Yang?

Saya pun cuma bisa senyum bahagia. What a lucky I am having you in my life, A… Alhamdulillah.

Daannnn… Sesi napak tilas hari itu pun kita cukupkan hanya di Ngopdul sama GoTep Ciwalk doang. Masih banyak sih tempat kenangan lain untuk kita jabanin dalam rangka napak tilas, tapi kita mau cepet-cepet ke hotel aja. Udah malem. Nanti hotelnya keburu tutup. Hehehehehe…

Now, 38 days after that moment. I always happy spend time together with him, no matter what. Udah dua minggu gak ketemu dan rasanya ya ampuuunnn kangen brutal!

 

Thanks God I found you, A… Bebe makin sayang sama kamu.

 

 

 

the letters of memory

15 Nov

Atas permintaan Neng Risma Putri, saya posting-kan tulisan saya untuk Mama dan Papa. Tulisan ini adalah tulisan yang saya bacain pas pengajian nikahan saya 1 Oktober kemarin. Semoga bermanfaat :)

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Mama, teteh awali semua ini dengan cinta. Cinta tulus seorang anak kepada ibunya yang mungkin tak seberapa. Mama, izinkan aku mencoba mengingat beberapa kenangan indah dan penuh manfaat 21 tahun ke belakang. Mama, mungkin aku tak akan pernah ingat ketika aku dibesarkan dalam kandunganmu yang penuh kasih itu. Aku tak akan ingat saat-saat di mana engkau berpeluh keringat melahirkanku di klinik itu. Aku tak akan bisa mengingatnya.

Tapi aku sudah mulai bisa mengingat ketika Mama selalu menjagaku di pelabuhan antara Jawa dan Sumatra. Mama yang tak pernah menolak ketika kuminta dibelikan popmie di kapal laut penuh kenangan itu. Aku sudah bisa mengingat Ma, ketika Mama selalu mengajakku penuh semangat ke tempat wisata ketika aku kecil. Sungguh Mama, aku saat itu sangat bahagia. Hingga sampai saat ini pun aku tak tau harus membalas kebahagiaan yang kau berikan saat itu dengan apa. Mama, ingat tidak ketika kelas 3 SD aku tidak masuk rangking 5 besar? Aku menagis sejadinya. Dan tubuhmu yang penuh kasih begitu erat mendekapku hangat. Sejak saat itu aku selalu ingat bahwa perjuangan itu tak pernah ada akhirnya. Kau tau, Bisikan semangatmu masih terasa hingga saat ini.

Mama, aku juga masih ingat pertengkaran-pertangkaran kita ketika aku sudah mulai beranjak besar. Ketika aku hanya mementingkan inginku sendiri tanpa menghiraukan nasihatmu. Aku dengan dunia remajaku yang selalu membuatmu risau. Ah sepertinya tak perlu kusebutkan satu persatu kenakalan apa saja yang telah membuatmu menangis banyak. Sungguh mama.. meskipun aku menyesal tak terkira, bagiku itu adalah masa terindah di mana aku menjadi banyak belajar tentang hidup, cinta sejati, dan kasih sayangmu yang tak ada batasnya.

Duhai engkau bidadari hatiku, hanya Allah yang begitu hebat telah mengukir cinta di hatimu. Menambahkan kesabaran yang tak pernah habisnya di kotak hati itu. Apapun kenakalan yang telah membuatmu kecewa, kau tetap bersemangat mencintaiku. Tak pernah berhenti mencintaiku. Hingga ketika aku beranjak semakin dewasa aku selalu berusaha untuk memperbaiki semua. Semakin memahami bahwa nasihatmu adalah kunci berkahnya hidupku. Meski mungkin teteh terlihat cuek dan sangat santai menanggapi nasihat Mama tapi Mama harus tau bahwa aku selalu berusaha menjadi anak perempuan yang baik dan menjadi kakak sulung yang baik untuk 2 adikku. Perjuangan itu berat Ma.. Menjadi semakin baik itu ternyata sulit Ma.. Namun doamu selalu menjadi kekuatan bagiku. Teladanmu selalu menjadi semangat di setiap pagiku. Mama yang tak pernah melewatkan sepertiga malammu. Mama yang tidak pernah terdengar hening di setiap pagi karena syahdunya alunan mengaji. Mama yang mengatur awal hari dengan sigap. Mama yang meski lelah pulang bekerja tapi tetap ada untuk memenuhi keinginan anak-anaknya. Mama yang selalu membuat aku rindu untuk pulang ke rumah meski Mama tak tau itu…

Kini sudah 21 tahun berlalu dengan segala kenangan indah bersama Mama.. Sungguh tak terasa. Perjuangan Mama selama kuliah membesarkan aku dalam rahimnya hingga kini saatnya melepas aku untuk menjalani perjuangan yang mungkin tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah Mama jalani. Tidak bisa aku sebutkan semuanya karena sungguh tak terhitung jumlahnya semua kenangan itu. Maaf ma, teteh belum bisa membalas semua kebaikan Mama. Maaf teteh masih saja membuat mama sedih atau kesal. Maaf untuk segala maaf yang belum ada perbaikan ke arah lebih baiknya. Kita tidak pernah tau sampai kapan kita bisa bersama. Kita tidak pernah tau sampai kapan kita masih mampu saling memberi dukungan. Tapi yang pasti, besok teteh mau minta izin ma.. Besok teteh mau nikah. Subhanallah. Sungguh waktu berjalan begitu cepat dan jodoh menjemputku begitu awal. Teteh tidak pernah tau sepenuhnya apakah teteh siap atau tidak. Tapi Allah sepertinya memang memberikan jalan untuk mengabari hati bahwa teteh cukup siap untuk menjalani semua ini. Skenario Allah yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Dengan segala  kekurangan teteh, dan dengan sepenuh keridhoan Mama. Izinkan teteh menjadi lebih mandiri lagi ya Ma. Lebih belajar lagi tentang hidup. Lebih bisa mengendalikan diri dan dekat dengan Allah. Terima kasih untuk semua pelajaran, nasihat, dan keteladanan yang Mama berikan. Kasih sayang, motivasi, dan kerja keras yang Mama berikan sehingga teteh bisa menjadi seperti ini. Mama tau? Semua itu yang selalu membuat teteh merasa siap untuk menghadapi hari esok. Hari di mana tanggung jawab akan lebih besar lagi. Hari di mana teteh akan menjadi seperti mama, menjadi istri seorang yang shaleh dan kelak akan menjadi ibu dari cucunya Mama. Hari di mana teteh sudah mulai harus berbagi kebahagiaan dengan keluarga lain selain keluarga kita ini. Maka dari itu, dengan segala cinta, kasih sayang, ucapan maaf dan terima kasih yang tak akan pernah ada habisnya, teteh minta izin Ma.. Doakan teteh biar bisa sehebat Mama, sekuat Mama, dan sesabar Mama menjalani kehidupan rumah tangga. Teteh yakin doa Mama adalah segalanya untuk teteh. Terima kasih ya Mama. Teteh sayaaaang banget sama Mama :)

Satu lagi surat untuk Papa.. Surat untuk seorang pria hebat yang telah membesarkan saya hingga saat ini. Papa, setelah tadi teteh mencoba mengingat beberapa kenangan indah teteh bersama Mama. Sekarang izinkan teteh untuk kembali mengingat kenangan indah teteh dengan Papa. Kalau Papa bertanya sejak kapan teteh bisa mengingat kenangan teteh bersama Papa, jujur saja Pa.. bukan di saat-saat Papa sedang berjuang mencari nafkah untuk menghidupi Mama dan janin yang ada di dalamnya. Bukan di saat papa harus kesana kemari berjualan untuk menambah tabungan untuk kelahiran teteh yang Papa sengaja siapkan di klinik terbaik di Buahbatu saat itu. Bukan pada saat Papa mencari permintaan tolong para dosen yang ingin dibuatkan perkerjaan labnya. Bukan pada saat-saat penuh perjuangan itu. Saat-saat di mana justru teteh ingin ada bersama Papa dan menemani Papa untuk belajar dan meringankan beban Papa.

Teteh baru ingat kebersamaan kita ketika Papa selalu meninabobokan teteh dengan ayat-ayat suci Al quran di gendongan Papa. Teteh baru ingat di saat Papa yang selalu memandikan teteh yang baru pulang main dari lapangan pada saat teteh masih TK. Teteh juga masih ingat ketika Papa selalu mengajak teteh ke tempat yang luar biasa saat di Palembang sana. Papa yang selalu mengajak teteh tau dan lebih kenal dengan dunia luar. Papa masih ingat tidak waktu pertama kali teteh diajak shalat berjamaah? Waktu itu Papa membacakan surat Wal Ashr. Dan dengan polosnya teteh menjawab dengan ucapan Wal Papa Wal Mama. Hahaha.. Papa yang mengajari teteh keberanian saat teteh baru belajar berenang. Papa yang mengajari teteh untuk terus mencoba ketika teteh kesulitan belajar bersepeda. Papa yang selalu mengajarkan teteh bahwa hidup itu selalu bisa ketika kita mau terus berjuang dan berusaha.

Kenangan masa kecil yang sangat sangat indah bersama Papa tidak pernah akan teteh lupakan. Hingga beranjak dewasa entah kenapa kita tidak sedekat dulu. Apalagi ketika di keluarga ini sudah ada anggota baru seorang lelaki yang menjadi adik pertamaku. Kebersamaan kita tidak sesering dulu lagi. Mungkin kita tidak sama-sama menyadarinya saat itu.. karena saat itu pun aku sudah asik dengan sahabat-sahabatku. Meski begitu, Papa lah yang selalu menenangkan dan mengingatkan teteh ketika teteh sedang bersitegang dengan Mama. Papa yang selalu mencoba menenangkan suasana meski teteh tau Papa pun sama kesalnya dengan Mama. Papa selalu mengingatkan bahwa ridho orang tua apalagi ibu adalah segalanya. Papa yang selalu mengingatkan tujuan utama hidup itu harus kemana. Meski tidak seperti dulu lagi, tapi teteh masih selalu merasakan perjuangan yang sama, perjuangan yang tidak pernah berubah sejak teteh masih dalam kandungan, perjuangan terbaik papa untuk menyekolahkan teteh di sekolah-sekolah terbaik. Mulai dari TK hingga kuliah saat ini, perjuangan Papa lah yang selalu menjadi motivasi teteh untuk bisa bersekolah di sekolah terbaik. Perjuangan Papa yang tidak pernah kenal lelah. Perjuangan Papa yang membuat Papa tidak pernah memiliki jam tidur yang cukup untuk beristirahat. Dalam hati paling dalam, teteh malu sekali Pa. Teteh belum bisa memberikan yang terbaik. Belum bisa membuat Papa bangga. Belum bisa meringankan beban Papa. Belum bisa membalas semua perjuangan itu. Teteh belum secemerlang Papa ketika Papa kuliah. Teteh belum segigih Papa dalam berjuang. Teteh belum bisa menjadi apa yang Papa inginkan. Masih banyak sebenarnya hal yang belum teteh berikan dan tunjukkan pada Papa.

Paa… meski begitu, beberapa hal yang Papa mungkin belum menyadarinya. Apa yang sudah Papa berikan untuk teteh, selalu teteh ingat. Meskipun belum teteh aplikasikan sepenuhnya tapi semua didikan Papa selama ini sudah menjadi teman yang setia di manapun teteh berada. Papa yang tidak pernah mendidik teteh dengan materi membuat teteh tidak pernah mengeluh bagaimanapun kondisi lingkungan teteh. Papa dan juga Mama selalu bilang kalau materi itu tidak akan selalu setia menemani kita. Maka dari itu, bukan materi yang selama ini teteh kejar. Tapi sayangnya Allah kepada kita itu yang selalu teteh jadikan teman dan terus teteh kejar. Selain itu, Papa yang selalu sederhana menjadikan teteh selalu bisa menerima keadaan. Tidak pernah malu dengan kesederhanaan. Papa selalu mengajarkan teteh bahwa yang penting itu bukan apa yang kita punya, tapi apa yang bisa kita berikan pada yang lain. Bagaimana bahwa hidup itu harus jadi jalan manfaat bukan jalan kesulitan bagi saudaranya. Papa adalah idola teteh. Setinggi apapun prestasi yang sudah papa capai, papa tidak pernah berhenti untuk tetap rendah hati. Papa selalu bangun pagi sekali untuk membantu pekerjaan Mama dan bibi. Papa yang tidak pernah malu menyapu di jalan. Papa yang selalu apik dan mengajarkan teteh untuk menjadikan kebersihan dan kerapihan menjadi suatu kebiasaan. Papa selalu menjadi inspirasi untuk teteh. Papa yang selalu berprestasi di manapun papa berada. Papa dengan dedikasi yang tinggi, papa yang jujur, papa yang pekerja keras, papa yang selalu bertanggung jawab dan memberikan yang terbaik yang papa bisa lakukan untuk semua orang. Papa yang selalu ringan tangan membantu sesama. Papa yang dekat dengan masyarakat. Papa adalah segalanya dalam hidup teteh. Teteh tau, meski dalam diam, pikiran dan hati Papa tetap bekerja. Papa adalah papa paling hebat dalam hidup teteh. Teteh bisa seperti ini semua karena didikan dan kerja keras Papa. Mungkin teteh belum menjadi seorang anak yang dewasa sepenuhnya. Tapi percayalah

Pa.. apa yang sudah Papa berikan selalu teteh ingat dan berusaha teteh amalkan. Hari ini adalah hari terakhir Papa sepenuhnya menjaga teteh. Besok Pa.. besok akan ada pria yang akan sama hebatnya dengan Papa. Pria yang juga akan bertanggung jawab atas apa yang teteh lakukan. Pria yang akan menjaga teteh seperti selama ini Papa menjaga teteh. Pria yang akan menemani teteh belajar seperti Papa sudah menemani teteh belajar selama 21 tahun ini. Maka dari itu, izinkan pria itu untuk mengambil tanggung jawab itu ya Pa. Percayakan teteh pada dia ya Pa.. Besok.. tugas Papa untuk menjaga dan membesarkan teteh sudah akan selesai. Besok, pria itu akan membawa teteh ikut serta dalam putaran dan aturan hidupnya. Ikhlaskan teteh Pa.. Terima kasih sekali untuk semua hal yang sudah Papa berikan sama teteh. Sungguh, hingga kapanpun teteh tidak akan bisa membalasnya. Maaf pula untuk setiap perilaku, ucap kata, atau tindakan yang tidak berkenan di hati Papa. Maaf ya Pa teteh belum bisa menjadi kakak yang baik untuk kedua anak papa yang lain. Teteh masih banyaaaak sekali kekurangannya. Masih banyak hal yang belum teteh lakukan untuk membuat Papa bangga. Tapi Papa harus percaya sama teteh, teteh tidak akan pernah berhenti berusaha. Semoga keputusan teteh untuk menikah muda adalah jalan bagi teteh untuk jauh lebih baik dan menjadi teladan untuk Aa dan Neng.

Doakan teteh ya Pa… Doakan teteh untuk selalu jadi yang terbaik untuk Papa dan keluarga kita. Doakan teteh bisa memberikan cucu yang hebat seperti Papa. Terakhir, teteh sayang Papa. Papa adalah pria terbaik dalam hidup teteh. Pria terhebat dalam hidup teteh. Pria yang selalu teteh banggakan. Pria yang selalu membuat teteh kagum. Pria yang sangat setia dan bertanggung jawab pada keluarganya. Papa adalah pahlawan dalam hidup teteh. Sekali lagi terima kasih Pa.. terima kasih untuk semuanya.

Mama, Papa.. Mungkin itu saja curahan hati teteh. Teteh yakin Mama dan Papa pasti akan selalu mendoakan yang terbaik untuk teteh. Teteh izin mau pamit ya Ma,.. Pa,.. besok teteh mau nikah. Besok teteh akan mengemban tanggung jawab hidup teteh sendiri bareng A Indra. Jodoh itu misteri. Kita sekeluarga sama-sama tidak mengira akan dating secepat ini. Semoga pernikahan teteh sama A Indra jadi pernikahan yang berkah, sakinah, mawadah, dan warahmah.

Terima kasih untuk semua perjuangan Mama dan Papa yang sudah mengantarkan teteh ke gerbang yang indah ini. Gerbang yang di dalamnya ada lautan lepas penuh badai dan angina kencang. Doakan teteh kuat dan sabar yaa.. Mama dan Papa selalu bilang teteh pasti bisa. Iya Ma.. Iya Pa.. teteh pasti bisa! Bismillah :]

 

Ditulis satu bulan sebelum dibacakan, dengan penuh hormat, kasih, sayang dan cinta.

Bandung, 1 September 2010

Teteh.

bersamamu, seumur hidupku…

1 Nov

panganten anyar

I’ve been married.. for almost one month. Wow! It’s already cool. Sampai sekarang saya suka amaze sendiri dengan status baru ini. Banyak hal yang sudah saya lewati bareng dia padahal, haloo.. ini baru satu bulan…

Setiap pasangan yang sudah menikah kebanyakan gak akan nyangka dengan siapa dia akan menikah, even udah pacaran berapa abad, tetep aja, setelah menikah, deep in their heart, they always say these words: Ya ampun.. Ga nyangka deh aku (akhirnya) nikah sama kamu. -kata yang diberi tanda kurung adalah untuk siapa saja yang sudah mengalami fase pacaran yang cukup lama sebelum mereka menikah-

Well, itu pun terjadi sama saya. Saya menikah dengan pria yang emmm.. sama sekali gak pernah terbayangkan bakal jadi suami saya, teman hidup saya. SAMA SEKALI GAK NYANGKA. Kita gak pernah satu TK, satu SD, satu SMP, satu SMA, satu universitas, satu tempat kerja. Bahkan satu perkumpulan. We’re reconcilable by destiny. It such a serendipity.

Saya gak perlu menceritakan bagaimana saya bisa kenal dan akhirnya memutuskan untuk mau dilingkari jari manisya oleh cincin yang dia beli dengan tabungannya sendiri. Terlalu panjang dan rumit. Like I said before, my love with him is a destiny.

Hukum ketertarikan yang membuat saya menjadi istrinya dan sebaliknya. Di awal saya dekat dengan suami, ada hal yang berbeda ketika saya mengenal seorang pria. Banyak yang bertanya ke saya tentang gimana sih caranya tau kalo seseorang itu the trully someone special buat kita, the endless love-nya kita? Saya gak bisa jelaskan secara detail karena yaa itu perasaan yang amat sangat abstrak. But the keyword is apapun kelebihan dan kekurangan yang dia punya, selalu membuat saya jatuh cinta. Oke, terdengarnya amat sangat gombal tapi ya itu yang saya rasakan. Apa yang ada dalam diri seorang Indra buat saya menarik. Garingnya, analisis tidak pentingnya, lempengnya, kreatifitasnya, spontanitasnya. Everything! Mungkin jika dibandingkan dengan kebanyakan pasangan muda saat ini, saya adalah orang yang hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat untuk yakin dengan seseorang dan tanpa menunggu lama, i’ve choosen to marry with him. Saya menemukan diri saya dalam diri dia.Yaaa semuanya berjalan secara spontan likes opening the soda’s bottle cap, PLOP! Just the simplest way for the biggest part of my life.

(more…)

the great story with Padmaloka Brides :)

26 Oct

Banyak sekali yang muji riasan saya waktu nikahan. Well. Di postingan saya kali ini, dengan senang hati saya bakal cerita tentang perjalanan saya menemukan the maestro, Teh Lina Rysmaulina, owner of The Padmaloka :)

Saya lupa kapan tepatnya saya menemukan Padmaloka, yang pasti saat itu saya lagi labil menentukan perias untuk acara besar saya di tahun 2010 ini. Semenjak saya diajakin married sama om Indra dan mencoba mempersiapkan ke arah sana, saya jadi jurig dunia maya. Searching ini itu. Maklum pemula jadi tiap kali saya liat make up nikahan, saya langsung jatuh cinta.

Banyak banget perias yang bikin saya mupeng. Gak cuma di dunia maya, dunia nyata pun saya sambangi setiap perias yang nangkring di pinggir jalan. Tiap ada salon rias pengantin yang kayaknya oke, saya datengin, saya kenalan sama yang punya dan nanya2.. (Haha, niat banget sumpah).

Singkat cerita, sampailah saya pada sebuah situs yang mempertemukan saya dengan padmaloka: Info Wedding Bandung.

Yapp, waktu itu padahal niatnya mau cari vendor fotografi, tapi justru di website inilah saya menemukan harta karun yang tersimpan (halah lebay). Mulai dari situ saya anteng banget merhatiin karya-karya Teh Lina, baik di facebooknya yang ini dan yang ini. Saya juga kuliti Padmaloka di alamat blognya (Hayaah serem kali bahasanya menguliti ;p)

Well. Saya jatuh cinta. Mungkin bukan yang untuk pertama tapi yang pasti teristimewa.

Saya suka banget sama riasannya yang soft, natural, tapi manglingin. Banyak komen di Facebooknya dari klien beliau yang sangat appreciate dan nuhun sanuhun-nuhunnya sama Teh Lina… Hmmm, saat itu pun saya juga pengen suatu saat nanti nganuhunkeun pisan sama perias nikahan saya.  Saat itu saya berpikir bahwa mungkin Teh Lina orangnya.

(more…)

Cerita Cinta 02.10.2010

25 Oct

klik ini aja yaaa Cerita Cinta :)

setelah indahnya KKN, ada indahnya prewed :)

7 Aug

Bismillah..

Hai loteksssss. Edun pisan yaaa, sudah lama saya tidak lama menulis (as always..) Sebulan ini saya memang escape from the real world :)

Kemanakah saya? Saya kemarin sedang berpetualang di negeri penuh kenangan, Tasikmalaya. Sebulanan kemarin saya KKN bersama 18 orang yang gorgeous, fabulous, dan uniknya minta ampun. Belajar banyak hal dan menyimpan sejuta cerita berbuah kenangan yang maha dahsyat (okei, ini lebay).

Pulang dari desa rasanya jetlag bangeeettt.. Ada beberapa kebiasaan yang harus di turn back ke kebiasaan awal saya sebelum KKN dan itu bener-bener bikin jetlag (lebay lagi). Sumpaaah, kok bisa ya saya se-sayang dan se-kangen ini dengan yang namanya KKN beserta tetek bengeknya. KKN was soooooo great! NICE!

Hmm… saking gorgeousnya, saya jadi gak gitu fokus ngejalanin aktifitas di kota. My fiancée said that it just something called euphoria. Hmm. However, pokoknya KKN itu luar binasa dehhh.. I want to make special article about that tapi nanti yaaa. Saya mau cerita tentang pengalaman yang kemarin baru saya alami, masih fresh gitu di otak saya :)

What is that? It’s a story about the prewedding photo session! Uwwwooow!
Huaaaa… it’s like a long journey. Mulai dari kita memutuskan untuk prewedding atau enggak sampe akhirnya hari kemarin Jumat, 6 Agustus 2010 semuanya selesai! Ternyata prewedding teh gak se-simple yang saya pikirkan yah? Dibilang ribet iya tapi gak ribet-ribet banget kalo dibanding weddingnya mah (ya eyaaalaa)

Saya dan dia ambil paket prewedding yang udah nyatu sama paket dokumentasi nikahan nanti.. Bersama Jendela Fotografi yang oke abis.

Cerita ini dimulai dari pemilihan konsep buat prewedding nanti. Dulu sih dia pengen pake konsep band dengan mic-nya tompi. Kalau saya sih pengen konsep tentang profesi. Daannnn masih banyak kepengen konsep yang lain juga tapi akhirnya setiap kepengen itu gak semua jadi. Kita punya 5 konsep jadinya. Lumayan banyak yaa? Nah, setelah konsepnya fix terus kita nge-list wardrobe dan property yang kita butuhin nanti. Di sini nih mulai serunya. Agak sulit mencari wardrobe yang match sama tema, unik, dan affordable untuk harga. Hmmm.. rame banget dah ama si laki waktu hunting-hunting baju. Waktu nyari baju buat cewe sih lancer, nah giliran nyocokin sama yang laki, susahnya minta ampun. Warnanya udah cucok, modelnya yang engga, atau sebaliknya. Ada yang oke dua-duanya tapi harganya kurang reasonable (tetep kalo yang namanya belanja harus smartshop kalo sama bapak Indra :p ) Kebetulan kalo property hampir 99% saya yang hunting. Dia paling nyediain gitar aja. Untuk tempat, asalnya mau pake bukit yang di bojong koneng tapi dengan kebaikan hatinya sahabat saya tercinta, Loveina, akhirnya kita pake villanya dia di Lembang untuk konsep yang outdoor.

Banyak banget konflik yang terjadi selama persiapan. Masalah wardrobe, property, konsep, waktu, tempat, teknis, daannn masih banyal lagi dan itu bikin saya jadi lebih kenal dia dan lebih belajar lagi for a better person and wife gonna be, hihi. Saking banyaknya cerita tentang prewed ini, saya paling cuma inget H min beberapa hari. Di mana tiba-tiba ada jadwal ujian yang bertepatan dengan jadwal prewed. Huaaa.. itu cukup bikin stress. Saya nyoba minta susulan tapi gak dikasih >.< terus akhirnya time schedule nya dimundurin, awalnya mulai dari pagi tapi jadi ba’da dzuhur setelah saya ujian. Sempet bikin uring-uringan mas Indra nih. Maklum ya mas, saya kan mahasiswa dengan kurikulum penuh kejutan. Hehehe.. Nah, dengan jadwal yang molor dari agenda awal, mau gak mau ada beberapa konsep yang harus direlakan. Hikshiks..

Daannnn setelah insiden ujian itu ditangani, tiba-tiba H min satu Aa ngesms kalo Hotel Geulis tempat foto untuk konsep indoor full booked! Arrrgg.. bagus sekali yaaa.. Aa dan Kang Deni Jendela pun mencoba banting setir ke Kartipah. Alhamdulillah available. Tapiii gak bisa malem. HUHU. Saran dari Kang Den sih jadwalnya diputer, di Kartipah siang terus baru ke Lembang. Tapi yang jadi masalah adalah… kan yang di Lembang konsepnya outdoor, kalo malem, gelap-gelapan dongggg…. Hihi. Akhirnya saya dan Aa mencoba untuk ganti jadwal jadi Jumat. Abis kalo bener-bener pangkas konsep jad Cuma yang indoor aja asa gimanaaaa gitu.

Aa langsung nanya Kang Deni kalo jumat gimana dan saya nanya ke Teh Lina sang perias handal kalo jumat bisa atau engga. Sambil itu juga saya konfirmasi ke tim yang nanti terlibat selama prewed. Sooo make my heart beat up and down. Kang Deni bisa, dan tim siap untuk ganti jadwal jadi Jumat. Tapi Teh Lina masih belum bisa cuz dia ada schedule juga hari itu di Jakarta. Huaaaaaaaaaaaa. Udah lemes banget deh. Akhirnya saya memohon sambil menyiapkan kemungkinan terburuk untuk cari perias lain untuk prewed ini. *saking desperatenya*
Dan alhamdulillah, Teh Lina bisaa! HIP HIP HORAAAYYYY!

Sumpah, makasi banget ya Teh Linaaa.. Waktu teteh bilang bisa dan akan mengcancel jadwal yang di Jakarta, rasanya saya mau terbang saking leganya. (ahaha, lebay).

Everything backs to normal. Jadwal kembali dimulai dari pagi dan insya Allah semua konsep bakal dapet jatah fotonya. Bismillah.

Hari Jumat pun tiba. Pagi-pagi saya udah nyetrika semua baju yang bakal dipake hari ini. Banyak juga ternyata. Berangkat jam 8 dan ketemuan dengan Kang Deni and others team di Terminal Ledeng. FYI, meskipun kemarin punya waktu kosong satu hari tapi property masih belum ada yang kebeli, hehe. My bad.

Untungnya arah ke Lembang gak macet-macet banget. Cuma pas di setiabudhinya aja. Nyampe villa jam setengah 10an. Hunting-hunting tempat yang oke. Dan saya segera di dandanin sama Neng Rara. Feels so deg-degan. Ada banyak hal yang belum dan gak tersiapkan but the show must goes on! Jam stengah sebelas baru mulai, maklum cewe kalo dandan suka agak ribet.

Tema pertama di kebun. Pake sofa dan karpet. Ceritanya lagi piknik. Oiya, konsep ini disponsori banyak produk lho. Di antaranya adalah Gitar YAMAHA, kamus kedokteran DORLAND, OREO, LAYS, CHITATO, FRISIAN FLAG, dan laptop VAIO. Hahaaaaa…
Ntar yah kalo udah ada hasilnya, aku aplot biar loteks tau betapa untuk tema yang satu ini kayak jadi model iklan dadakan. Hehe.  Nah, baru asik-asik foto, ada gerimis datang tak dijemput pulang tak diantar, bikin degdegaaann… Untungnya si gerimis tak diundang ini pengertian juga dan gak nongol-nongol lagi. Huft.

Tema kedua lebih full colour lagi. Kalo tadi piknik, sekarang berkebun. Ceritanya sih panen jeruk dan apel. Kebetulan kebun terdekat dari villa itu adanya KEBUN CENGEK dan BUNCIS! Yah, nyambung sekalii… tapi gak apa, yang penting feels gardennya ada lhaaa (ahaha, maksa).

Setelah kelar tema yang kedua, kita berganti ke tema berikutnya yang lebih formal. Sebenernya ini tema cadangan. Sempet gak akan jadi melihat waktu mulai foto yang agak meler (kok meler sih? Molor kali.. ) dan belum dipotong break Jumatan tapi alhamdulillah keburu juga, untung bajunya tetep dibawa ^^ Photo session ketiga ini sambil nunggu kedatangannya Teh Lina juga.

Pas Teh Lina datang, maka berakhir pula lah sesi foto di Lembang. Saya langsung di make-up penuh oleh si teteh yang baik luar binasa ini ;p Sempet curi-curi tidur sih waktu di make up (hehehe). Setelah selesai di make up lalu kita langsung meluncur ke kartipah! Yeaaay!

Nyampe di Kartipah saya bertemu Teh Poppy, crewnya Teh Lina, dan langsung dressing dengan gaun kebaya pertama berwarna abu. Dan di sini pun ada insiden kebayanya gak cukup!! HUAAAA… Berhubung saya udah di make-up jadi gak kaliatan deh itu muka idah pucet kayak apa. Perasaan pas fitting cukup-cukup aja deh. Emang fittingnya kapan? Emm… sebulan sebelum KKN sihh… tapi kalopun neggendutin gak segininya juga kaliiiiiiiiiiii T_____T

Teh Pop pun segera meminta bantuan Teh Lina dan problem solved! Ternyata bajunya emang dikecilin bekas dipake orang kemarin. Badannya jauh lebih kecil daripada saya. Haha, pantesaaaaaaaaaaaaaaaaaann. Saya udah panilk banget. Gak lucu aja kalo saya emang ngegendutin segitunya. Bisa bubar tuh sesi foto di Kartipah. Xixixixi

Sesi foto di Kartipah pun alhamdulillah berjalan lancar walaupun Teh Lina gak bisa lama-lama nemenin karena udah booked travel ke Jakarta. Hiks hiks… Spot-spotnya di Kartipah banyak yang keren. The best place is the room. Warna bed covernya itu lhooo… seksi banget ;p Terus saya juga suka banget pas sesi foto di grand piano. Seperti yang saya dan Aa pengen sebelumnya ^^ mirip kayak salah satu adegan film Music and Lyrics, tapi ini mah agak lebay soalnya dia pake jas stelan Buble dan saya pake kebaya ;p

Yeaaaa… dan akhirnya selesai juga sesi foto prewedding hari ini! HIP HIP HORAAAY! Setelah sekian lama menunggu dengan segala persiapan yang bikin mood naek turun, yang bikin saya dan Aa sempet ribut-ribut kecil but yesterday was so greaaaat! Pengalaman sekali seumur hidup deh :D D

Cukup bikin mati gaya, gigi kering, dan pinggang encok! But like I said, yesterday was so greaaaat!

Puas banget banget banget deh! Makasi banyak yaaa buat semuanya. Spesial buat Kang Deni and team dengan kepalan tangan pandangan matanya (hehe), dan juga Teh Lina dengan karya seninya yang ruarrr biasa dan pengertiannya yang ruar biasa juga. Both of you is the best recommended deh! Maaf yaa sempet dibingungkan oleh jadwal mahasiswi yang satu ini ^^

Makasi juga buat A Dadan yang udah siap dari pagi untuk nganter-nganter kita :D

Makasi buat Risma yang udah banyak direpotin sejak persiapan H min beberapa hari, thx ya nengggg… you’re my best bridesmaid ever! Someday, you will! Believe me :)

Makasi buat Rara untuk riasannya yang keren walaupun dgn alat yang seadanya, kamu berbakat sekaleee.. makasi juga buat VAIO nya :) You’re my best lil sister :*

Makasi juga buat Bundanya Tomat yang udah dari shubuh nyiapin bekel buat kita-kita. Enak dan banyak banget! Bundaku memang hebat! Nanti ajarin masak ya bun… ;)

Makasi juga buat Love untuk Villanya, nanti aku kasih kamu cium ya tayang, hehehehe :D

Daan tidak lupa terima kasih untuk gitar YAMAHA, VAIO, kamus kedokteran DORLAND, mawar putih made in PALASARI, LAYS, CHITATO, PRINGLES, FRISIAN FLAG, OREO, BERRI JUICE, LOVE JUICE, dan pemilik kebun cengek dan buncis yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya ;p serta berbagai pihak yang telah membantu sehingga acara berjalan lancar dan sakseus (hadeuh)

Makasi makasi makasi :)

One mission accomplished! Next job is a wedding, be ready honey :)

Okedeh loteks, mungkin itu aja kali yaa untuk kali ini. Mudah2an ada manfaatnya baca curhat colongan saya yang satu ini, hihi… Sukses yaa semua :D

cerita tentang persiapan pernikahan

27 Jun

KKN bentar lagi, Ramadhan bentar lagi, Lebaran bentar lagi, dan hari pernikahan juga sebentar lagi :)

Apa aja yang udah saya siapin? Mmmh… apa ya? Yang pasti akhir bulan Juni ini saya cukup hectic. Selain nyiapin buat KKN, saya juga kudu packing barang untuk pindahan kosan, ngurusin administrasi Semester Pendek, nyelesaiin requirement praktikum, mengamanahkan beberapa amanah yang akan sementara ditinggalkan selama KKN, dan menyiapkan pernikahan. Phew! Banyak sekali fokus saya akhir bulan ini… Semepet bikin saya uring-uringan dan sedikit mengeluarkan air mata saking pusingnya tapi alhamdulillah saya sudah kembali semangat dan akan segera menyelesaikannya dengan baik, insya Allah :)

Nah, judul posting kali ini kan tentang cerita persiapan pernikahan, emmm…. saya mau share tentang betapa saya makin sayang sama Mama, Papa, keluarga besar dan Aa.

Jujur aja deh kalo yang namanya detik-detik pernikahan itu bukan hal yang mudah untuk saya lewatkan. Saya makin sadar kalo saya ini masih ababil, ahahaha. Alhamdulillah semuanya masih sangat sabar meladeni saya dan akhirnya saya jadi malu sendiri. Gak ada yang bisa saya lakukan kecuali bersikap dewasa dan bijak menghadapi semuanya. Saya terharu banget ketika Papa dan Mama begitu serius dan mengusahakan yang terbaik untuk pernikahan saya nanti. Gak nyangka aja bakal seindah dan semudah ini :) Mudah-mudahan hasilnya baik dan penuh berkah. Semoga Allah selalu memberikan kelapangan rizki dan kemudahan dalam setiap urusan Mama dan Papa.

Dulu saya sempet pesimis dengan keputusan menikah muda karena takut malah jadi ngerepotin Mama dan Papa nyiapin semuanya, tapi Alhamdulillah Mama dan Papa sangat membantu saya menyiapkan semuanya. Hampir semua yang saya pengen dipenuhi sama mereka, ahhh speechless banget. Bener-bener deh yang namanya orang tua luar biasa pengorbanannya. Saya gak bisa bales dengan sesuatu yang sama Ma, Pa.. Sekarang yang teteh bisa adalah menjadi semakin baik dan semakin baik lagi sebagai anak Mama dan Papa. Semoga saya bisa memanfaatkan precious moment sebelum habis masa lajang ini untuk berbakti penuh sama kedua orang tua saya.

Terima kasih ya Mama dan Papa untuk semuanya.. Hanya Allah yang bisa membalas dengan hal yang setimpal :D

Oiya, buat yang mau tau progress persiapan nikah saya bisa dilihat di blog yang satu lagi. Klik aja di sini.

Itu aja kali yaaa. Pesan moral kali ini adalah: stay focus and never give up!

YOSHHH!

rapat keluarga, maag, dan zaman dulu.

29 May

Minggu ini long weekend cuy. Macet di mana-mana. Alhamdulillah saya mah gak ikut repot ngantri macet. Lha wong di rumah aja kok :)

Agenda saya minggu ini adalah rapat keluarga untuk membahas detail persiapan pernikahan. Woww menakjubkan. Ini adalah pertama kalinya saya memimpin rapat di keluarga (huaaa… gak lagi-lagi deh ;p) Rapatnya beda dengan rapat di kampus karena saya harus menghadapi opini keluarga dari berbagai tingkat usia. And you know lah yaa family… tau sama tau jadi keterikatannya bukan ikatan kerja professional tapi kekeluargaan jadi harus sangat fleksibel. Well. Alhamdulillah rapat kali ini lancar dengan selesainya agenda budgeting (yang bikin sesek napas) dan pembagian tugas sampai hari H.  Alhamdulillah semuanya udah sangat jelas. Tinggal nunggu cairnya dana dari babeh, DP ini itu, ngobrol sana sini, dan phew! HARI HAAAA!! I love my family deh. Semuanya baik banget mau ngebantuin buat nikahan saya nanti. Yeah… that’s what family are for :)

Oiya, minggu ini saya nemu website tentang pernikahan namanya weddingku. Keren banget deh! Dia ngasih segala yang dibutuhkan sama calon pengantin. Mulai dari info, WO pribadi, dan wadah sharing bareng berjuta calon pasangan pengantin lain. SERU BANGET! VERY RECOMMENDED deh buat yang mau married ;p

Saya banyak dapet masukan dari weddingku. Thanks yaaa weddingku :D

Jumat malam rapat, hari Sabtunya maag saya kambuh (lagi). Gak enak banget rasanya. Ngapa-ngapain gak enak. Jadi pengen ketemu sama si dia bawaannya tapi saya sama dia lagi jauh alias beda kota. Sedih deh. Eh,eh… jadi inget zaman dulu. Zaman si dia masih pedekate sama saya. Kalau saya lagi sedih atau ada masalah dia waktu itu ngasih lagu buat saya. Fix You-nya Coldplay. Dia selalu ngasih semangat dan try to raise me up. Jadi kalo saya lagi butuh dia tapi gak bisa ketemu, saya suka denger lagu itu. Mengingat zaman dulu bahwa dia penah bilang, I’ll always try to fix you, be :)

Hmmm… Sebentar lagi saya bakal nikah sama dia. Seseorang yang selalu bikin saya amaze dengan nasihatnya. Seseorang yang selalu membuat saya bersyukur dapetin dia. Semakin deket hari H, rasanya keyakinan saya semakin diuji. Terkadang ada masanya saya yakin banget sama dia… ada pula masanya saya takut sama semua ini. Saya takut gak bisa bahagiain dan menerima dia apa adanya. Saya takut dia gak suka sama saya setelah nikah nanti. Yah… calon mempelai wanita dengan segala ketakutannya.

Saya masih cukup labil dan belum cukup dewasa untuk semua ini. Saya masih harus banyak belajar untuk mengerti, sabar, dan bijak. Semoga saya jadi lebih baik lagi ketika saya menikah nanti. Gak banyak takutnya, karena kata dia kalau banyak takut gak akan dapet apa-apa. Semoga saya dan dia bisa jadi tim yang kompak untuk membentuk sebuah rumah tangga. Saya percaya kok sama dia. Dia selalu bisa membimbing saya dengan baik. Sejauh ini masalah yang timbul antara kita berdua selalu terselesaikan dengan baik dan manis. Semoga sampai nanti ya, A :)

Eh, tau ga kenapa dinamain rumah tangga? Katanya… karena ketika kita berumah bersama si dia, ada tangga yang harus kita naiki bersama. Setiap harinya selalu ada tanjakan yang dilewati bareng. Nikah itu manajemen ketidakcocokan kata temen saya yang kemarin nikah. Jadi, nikmatin aja lika-likunya. Insya Allah itu akan indah banget rasanya. Hmmm…. Bismillah ya Allah… Semoga saya bisa menjadi wanita pembelajar yang tangguh dan sabar dengan semua proses yang harus saya jalani. Amiin.

Okei, mungkin itu sazaaa… Mudah-mudahan tetep ada manfaatnya racauan saya ini. Hehe.. Writing is always makes me happy deh pokoknya.

Happy long weekend ya semuaaaa :)

Doain maag saya sembuh dong, plissss :’(

hai Jendela :)

21 May

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Hai semuanyaaa.

Selamat pagi (waktu Indonesia bagian saya)  :]

Hari ini adalah hari Jumat. Hari di mana harusnya ada praktikum Konservasi Gigi tapi tidak ada jadinya hari ini adalah hari libur! Yeaaaay!

Mumpung libur, alangkah baiknya kita mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat tapi kadang terabaikan kalo lagi gak ada waktu, yaituuu… menulis! Ya, menulis. Perbuatan yang insya Allah dicintai Allah kalau isinya adalah manfaat dan perbuatan yang mengasah otak pembaca juga penulisnya.

Postingan kali ini saya pengen cerita tentang pernikahan saya yang tinggal beberapa waktu lagi. Yeay! Jadi makin gak sabar…

Nah, kemarin kan update-an nya baru sampai DP gedung. Sekarang sudah ada poin baru lagi, Alhamdulillah. Satu hal yang ternyata tidak semudah itu untuk memutuskan mau yang mana. Perkembangan berikutnya adalah tentang fotografi :)

Saya ama Tomat sebelumnya sudah hunting dan searching ke sana ke mari untuk urusan fotografi. Awalnya mau pake Ilalang Fotografi tapi ternyata Tante saya merekomendasi Jukut Fotografi karena salah satu fotografernya itu suami temen kerjanya dia (halah panjang banget relationshipnya ;p). Udah sempet tanya-tanya sih… Katanya tergantung budget aja. Tapi dasar anak muda, saya dan Tomat tetep nyari-nyari yang lain. Penasaran aja. Saya mah sebagai mahasiswa nyari ke temen yang suka sama fotografi. Sempet nanya ke Creathink sama Klikkanan sebagai salah satu referensinya. Selain itu juga, saya nemu banyak banget vendor fotografi bertebaran di dunia maya. Ada Empatpijar, Beeasfotografi, Zen, D’syla, Laras, Awani, terus kita juga nemu di InfoWedding Bandung, daaannnn masih banyak lagi hasil kerokan kelapa saya di dunia maya tentang yang namanya Fotografi. Wewww! Zaman sekarang ya?!?!?! Banyak banget pilihannya. Setiap dari mereka punya ciri khasnya masing-masing jadi kalau buat saya sih semuanya juga bagus. Itu tuh yang bikin saya bingung. Semuanya tergantung selera, kecocokan, dan yang terpenting budget :)

Nah, setelah searching2 ke sana kemari. Nanya sana sini. Akhirnya kita memilih satu vendor terbaik versi kita, yaitu Jendela Fotografi :)

Jendela ini adalah rekomendasi dari temennya Tomat alias Kang Gin gin dan Teh Ninet yang kemarin baru nikah (penjelasan berikutnya: kabita nikah). Pertama yang membuat kita condong ke Jendela adalah harganya bersahabat sama RAPIA kita alias Rencana Anggaran Pernikahan Indra Asri (ngarang dan maksa). Tomat lebih dulu keep contact sama bossnya Jendela alias Kang Deni yang sangat baik hati, ramah, someah, dan rajing menabung ini (?)

Kemarin hari Kamis tanggal 20 Mei 2010 bertepatan dengan ulang tahunnya Bank Jabar Banten (haha, ga penting), saya mem-bolang ke Rajawali Timur di mana Jendela Fotografi berada. Sebenernya ngedadak juga sih saya ke sana soalnya agenda awal saya bukan mau mem-bolang hari itu tapi rapat di kampus, tapi berhubung saya butuh refreshing dan memang gak ada waktu lagi selain kemarin, jadi saya coba cancel rapat dan memutuskan untuk membolang (haha, bagooosss).

Ditemani hujan dan dinginnya Bandung, saya naek Damri Elang-Jatinangor untuk menuju jalan itu. Pernah denger sih jalan Rajawali tapi kalau sebelah timurnya saya kurang tau. Singkat cerita, saya nanya-nanya juga sama Kang Deni yang baik hati, ramah, someah, dan rajin menabung itu ;p dan ketemulah rumahnya beliau di Jalan Rajawali Timur no 63/78.

Seneng banget saya di sana soalnya Kang Deni nya baik sekali dan saya nya juga jadi langsung ngerasa akrab. Saya nanya-nanya, liat-liat, dan waw! Saya suka.

Ini nih saya lampirkan beberapa foto hasil Kang Deni (izin kopas ya Kang dari FBnya^^)


Setelah kenyang nanya dan banyak dapet info dari Kang Deni, saya pun langsung lapor hasil reportase saya sore itu ke Tomat. Yaaa emang pada dasarnya dari awal dia udah sreg sama Jendela, jadi tinggal recheck sekali lagi dan jadilah Jendela Fotografi sebagai partner fotografi untuk hari bersejarah kami :)

Nah, kalo sekarang, saya sama Tomat lagi semangat-semangatnya nyari konsep buat ntar prewed :) Ntar bantuin kasih info untuk nyari wardrobe dan propertinya ya loteks, da bageuurrr…

Mungkin itu aja kali yaaaaa, saya mau ke kampus nich. Tebak ngapain? Ngisi acara Take A Dentist Out jadi ustadzah cinta, hahahaha… Wish me luck ya loteks!

x.o.x.o

achiisurachii

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.